Anda di halaman 1dari 2

9/10/2015

span | sistem perbendaharaan dan anggaran negara


BERANDA

ARTIKEL

PUSTAKA

GALERI

FAQ

KAMUS

Cari

CARI

Depan

Manajemen
Penerimaan
PROSES BISNIS SPAN

Kembali ke Halaman Depan

Modul Manajemen Penerimaan menatausahaan penerimaan negara baik yang diterima


melalui KPPN, Bank Indonesia, maupun penerimaan yang melalui Bank/Pos Persepsi (MPN
dan MPN-G2). Selain itu juga mengelola penerimaan yang inputnya berasal dari Modul
Pembayaran di SPAN, yang meliputi Penerimaan Potongan SPM, Pengembalian Pendapatan
melalui SPM-KP/KC/PP, dan Penerimaan Pembiayaan melalui Penerbitan SP3 oleh KPPN
Jakarta VI.

IT-Keamanan Data

Modul Government Receipt terkoneksi dengan sistem MPN secara real time dan online (MPNG2), telah mengakomodasi upload file dari sistem DMFAS (DJPU & Dit.SMI,DJPBN), serta
mampu melakukan sinkronisasi dengan sistem BIG-eB (BI).

Cari tahu jawabannya di halaman F.A.Q.

Pengguna modul ini adalah:


KPPN, terkait penerimaan potongan SPM, pengembalian pendapatan, dan penerimaan
dari Bank/Pos Persepsi (MPN).
KPPN Jakarta VI, terkait pencatatan hutang dan penerimaan Surat Perintah
Pengesahan/Pembukuan (SP3).
Dit. Pengelolaan Kas Negara (PKN), DJPB, terkait penerimaan dari BI dan dari Bank/Pos
Persepsi (MPN-G2).
Dit. Sistem Manajemen Investasi (SMI), DJPB, terkait penerimaan penerusan pinjaman
dan penerimaan kredit program.
Dit. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) , DJA, terkait penerimaan SDA, Migas, Non
Migas dari Rekening di BI.
Ditjen Pengelolaan Utang, terkait penerimaan utang dan hibah luar negeri.
Beberapa perubahan atas proses bisnis yang terdapat pada modul ini adalah:
Terkait penerimaan dari BI: Penerimaan negara akan dicatat ketika masuk ke Rekening
Pemerintah Lain (RPL).
Terkait Penerimaan dari MPN: Rekening koran disampaikan secara elektronik, dan
terdapat sentralisasi penatausahaan penerimaan negara di KP DJPBN.
Terkait penerimaan dari KPPN: Proses rekonsiliasi data penerimaan dilakukan oleh
sistem.
Pokok-pokok kebijakan yang diterapkan dalam modul ini:
Penerapan akuntansi akrual untuk transaksi penerimaan negara.
Sentralisasi rekening kas negara terkait penerimaan negara melalui MPN.
SPAN akan menjadi sumber data (feeder) bagi unit lain yang membutuhkan.
Penerimaan yang melalui KPPN akan mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara
(NTPN) yang dihasilkan oleh SPAN.
Pendapatan dari perpajakan akan dicatat menurut KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.
Pencatatan penerimaan melalui Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) dicatat sebagai
penerimaan yang ditangguhkan.
MPN-G2 sebagai feeder untuk SPAN terkait penerimaan persepsi.
Pelaksanaan pada pihak-pihak terkait dalam modul ini:

http://www.span.depkeu.go.id/content/single-probis-manajemen-penerimaan

1/2

9/10/2015

span | sistem perbendaharaan dan anggaran negara

Pelaksanaan pada Dit. SMI.


Subdit VSAP: Menatausahakan penerusan pinjaman dari mulai terjadinya piutang
negara sampai dengan proses penagihan ke debitur serta pembuatan laporan.
Subdit Kredit Program: Menatausahakan penerimaan yang berasal dari penyaluran
Kredit Usaha Kecil Mikro (KUKM).
Pelaksanaan pada KPPN Jakarta VI.
Middle Office: Menerima data Withdrawal Application (WA) dan NOD dari Front Office
untuk selanjutnya melakukan proses SP3.
Back Office: Upload SP3 ke SPAN untuk dicatat sebagai data penerimaan pembiayaan.
Pelaksanaan pada DJA.
Direktorat PNBP: Menerima informasi dari Dit. PKN, DJPB atas PNBP (setoran Migas,
Panas Bumi, dan SDA) yang diterima, serta melakukan reklasifikasi jurnal dari
penerimaan yang ditangguhkan serta meneruskannya melalui Surat Permintaan
Pemindahbukuan kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat PKN.
Pelaksanaan pada DJPU:
Menerima NOD dari pihak Lender dan kemudian memproses menjadi Surat Perintah
Pembukuan Penarikan PHLN (SP4HLN).
Melakukan upload file ADK dari aplikasi DMFAS ke SPAN.
Meneruskan ke KPPN Jakarta VI sebagai dasar penerbitan SP3.
Pelaksanaan pada Dit. PKN.
Subdit Rekening Pemerintah Lainnya dan Bendahara Instansi (RPLBI): Menerima
rekening koran dari BI terkait SDA Migas, Panas Bumi (termasuk PBB Migas dan PPh
Migas) dan SDA Non Migas serta penerimaan di Rekening Dana Investasi/Rekening
Pemerintah Daerah; Menerima setoran pengembalian penerusan pinjaman.
Subdit Rekening Pinjaman dan Hibah (RPH): Menerima data NOD dari DJPU
(penerimaan pembiayaan), menerima data SP3 dari KPPN Jakarta VI, serta
penerimaan melalui reksus.
Subdit Penerimaan Negara (PN): Menerima data transaksi setoran yang melalui
Bank/Pos Persepsi (MPN-G2) termasuk setoran dalam valuta asing.
Subdit Rekening Kas Negara (RKN): Mengelola penerimaan PFK, dan
menatausahakan informasi arus kas.
Subdit Rekening Kas Umum Negara (RKUN): Pencatatan penerimaan pada Rekening
SUN dan pencatatan penerimaan laba BUMN dan penerimaan dari Program Loan.
Pelaksanaan pada KPPN.
Front Office: Menerima data file ADK dari Bank/Pos Persepsi (MPN) dan selanjutnya
melakukan upload ke SPAN; serta menerima SPM dari satker terkait potongan SPM dan
pengembalian pendapatan.
Middle Office: Melakukan pemrosesan SP2D dan rekonsiliasi data MPN, serta penerimaan
atas retur SP2D.
Back Office: Menatausahakan penerimaan yang berasal dari potongan SPM (pajak, PNBP,
pengembalian sisa UP, penerimaan PFK, dan pengembalian belanja), serta yang berasal
pengembalian pendapatan.

Berikan Rating Anda


Average:

Add comment
Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

http://www.span.depkeu.go.id/content/single-probis-manajemen-penerimaan

2/2