Anda di halaman 1dari 57

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

DALAM MENGUKUR TINGKAT PROFITABILITAS


DI PT PLN (persero) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN
UPJ GARUT

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Ujian sidang sarjana pendidikan
Program studi pendidikan Ekonomi (bidang keahlian khusus pendidikan akuntansi)

Oleh
ASEP BANGBANG BUDIMAN
045020108

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


( BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2010

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


DALAM MENGUKUR TINGKAT PROFITABILITAS
DI PT PLN (persero) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN
UPJ GARUT

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Ujian sidang sarjana pendidikan
Program studi pendidikan Ekonomi (bidang keahlian khusus pendidikan akuntansi)

Oleh
ASEP BANGBANG BUDIMAN
045020108

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


( BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2010

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


DALAM MENGUKUR TINGKAT PROFITABILITAS
DI PT PLN (persero) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN
UPJ GARUT
Bandung,

Desember 2010

Disetujui untuk diajukan


Ke muka ujian sidang sarjana program studi ekonomi akuntansi
FKIP Universitas pasundan

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs.H. Lili Suparman M.M


NIP 195605261984031

Drs. Sulkarnaen.AZ,.MSI
NIP 15110061

Diketahui

Dekan
FKIP UNPAS

Ketua Program Studi


Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Drs.H.Dadang Iskandar.M.Pd
NIP 131282209

Drs.H.Lili Suparman M.M


NIP 195605261984031

sesungguhnya setelah kesukaran akan datnag kemudahan


maka apabila telah selesai dengan suatu urusan
segeralah kerjakan urusan yang lain
dan hanya kepada tuhan jua tergantung segala asa
( Q.S alam nasyrah : 6-8 )
Apabila akan didatangi oleh sesuatu hari dan aku
tidak bertambah ilmuku pada hari itu yang dapat
mendekatkan diriku kepada allah swt ajja wa jalla ,
maka tidak ada kebrkahan untukku dalam
terbitnya matahari pada hari itu
(Hadits Riwayat Thabrani Abu naim dan ibnu abdilbar )

Dengan rahmat Allah Swt


jika ada pahala dalam setiap goresan tinta ini,
maka kaka persembahkan hanya untuk kedua orangtua kaka ,
mamah dan papah yang telah mendidik dan membesarkan kaka
dengan segala curahan kasih dan sayang

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan karunianya.serta atas dorongan restu dari kedua orangtua ,sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini ,dengan judul Analisis laporan keuangan
dalam mengukur tingkat profitabilitas pada PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ
GARUT
Skripsi disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana
pendidikan pada fakultas keguruan dan ilmu pendidikan program studi ekonomi akuntansi
unipersitas pasundan bandung
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun skripsi ini masih sangat jauh dari
sempurna baik dari segi isi maupun dari segi penyajiannya ,disebabkan pengetahuan dan
kemampuan penulis yang sangat terbatas ,walaupun demikian penulis telah berusaha
semaksimal mungkin untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik
. Tak ada gading yang tak retak , demikian pula dengan skripsi ini untuk itu dengan tangan
terbuka penulis menerima saran dan kritik demi penyempurnaan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
semua pihak yang membutuhkannya amien......

Bandung,

Desember 2010

Penulis

UCAPAN TERIMA KASIH

Selama menempuh mata perkuliahan sampai tersusunnya skripsi ini, penulis


tidaklah luput dari kesulitan dan hambatan. Namun atas izin allah SWT serta doa
bantuan bimbingan pengarahan dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya
penyusunan skripsi ini dapat di selesaikan.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
sebagaitanda penghargaan kepeda semua pihak yang telah banyak membantu penulis
dalam
menyelesaikan skripsi ini, kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi., M.Si. Selaku Rektor Universitas
Pasundan Bandung.
2. bapak H. Dadang Iskandar., Drs., M.Pd. Selaku Dekan Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan Bandung.
3. Bapak Dadang Mulyana., Drs.,M.Si. Selaku Pembantu Dekan I FKIP UNPAS
4. Bapak Ibu Ani . Selaku Pembantu Dekan II FKIP UNPAS
5. Bapak Bapak Azis. Selaku Pembantu Dekan III FKIP UNPAS
6. Bapak Lili . Selaku ketua Program Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan Bandung.
7. Bapak Sulkarnaen AZ., Drs., M.Si.Selaku Sekretaris Program Studi
Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidkan
Universitas Pasundan Bandung.
8. Bapak Lili Suparman ., Drs.,M.M. Selaku Dosden Pembimbing I yang telah
memberikan waktu tenaga petunjuk dan saran kepada penulis.
9. Bapak Sulkarnaen AZ ., Drs., M.Si. Selaku Dosen Pembimbing II yang
telahmemberikan waktu tenaga petunjuk dan saran kepada penulis.
10. Seluruh Dosen Beserta Staf Tata Usaha FKIP Universitas Pasundan Bandung.
11. Kepada bapak H. Evi Selaku Bapak kepala bgian kepegawaian Di PT PLN (
persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJU GARUT
12. Kepada seluruh Staf - Staf yang telah banyak membantu kepada penulis dalam
penganalisaan dan penyelesaian penulisan skripsi ini
13. Kepada nasep arifin yang selalu membantu baik dalam suka maupun duka

14. kepada kedua orang tuaku yang tercinta ( Bpk Asep. E. S & Ibu Nanih. M )
Beserta ke dua kaka yang saya hormati dan serta telah banyak memberikan
dorongan moril kepada penulis
15. Kepada anak anak kostan juga beserta Ibu kostnya
16. Dan Pihak pihak yang khususnya telah banyak membantu yang mohon maaf
tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Semoga allah SWT membalas dengan berkah dan karunia yang setimpal. Amien...........

Bandung,

Januari 2010

Penulis

ABSTRAK
Judul yang penulis ajukan dalam penelitian ini Analisis Laporan Keuangan Dalam
Mengukur Tingkat Profitabilitas di PT PLN (persero) Distribusi Jawa Barat
UPJ
GARUT.Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan analisis laporan
keuangan,
untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan untuk mengetahui bagaimana analisis laporan
keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ
GARUT.
Untuk membahas perumusan masalah tersebut diatas, dalam penelitian ini penulis
menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode yang menggambarkan atau
memecahkan masalah yang dihadapi pada masa sekarang. Dengan teknik pengumpulan data
dokumentasi, wawncara,Observasi, dan studi kepustakaan. Dengan teknik analisa dan rasio
laba usaha dengan aktiva usaha,rasio rate of return on ivestment, dan rasio profitabilitas
ekonomi.
Hasil dari penelitian ini yaitu analisis rasio rasio profitabilitas untuk 2006 sampai
2008 ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini terlihat dari rasio laba usaha
dengan aktiva tetap tahun 2008 meningkat sebesar 554,12 % dari 645,88 % pada tahun 2006
menjadi 1200 % pada tahun 2007, tahun 2008 berkurang sebesar 557,96% , dari 1200 %
tahun 2008 menjadi 1871,45 % tahun 2008. rasio of rate return
on invesment tahun 2007 meningkat sebesar 557,96 % dari 652.25 % menjadi 1210,21 %
pada tahun 2007, tahun 2008 berkurang sebesar 557,96 % dari 652,25 % turun hingga 94,04
% tahun 2008. rasio profitabilitas tahun 2007 penurunan sebesar 1052,08 % dari 1151,19 %
menjadi 99,11 % 2008.
Maka hasil penelitian dapat menjawab pertanyaan permasalahan penelitian yaitu
bahwa analisis laporan keuangan dapat dijadikan alat bantu bagi manajemen untuk
menentukan tingkat profitabilitas di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT.
Adapun untuk mengurangi penurunan rasio profitabilitas PT PLN (persero) distribusi
jawa barat UPJ GARUT diusahakan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya
sehingga diperoleh kenaikan laba.

Vi

DAFTAR ISI
Hal

LEMBAR PENGESAHAN
MOTO

.......................................................................i

..................................................................................................ii

KATA PENGANTAR

......................................................................iii

UCAPAN TERIMA KASIH

...........................................................iv

ABSTRAK
DAFTAR ISI

..................................................................................vi
....................................................................................vii

DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN

...........................................................................x
...............................................................xi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah

...................................................1

B. Tujuan dan pemikiran

.....................................................3

C. Kerangka pemikiran

...........................................................4

D. Asumsi dan pertanyaan

....................................................5

E. Definisi Operasional

......................................................6

Vii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Analisis laporan keuangan
1.

pengertian analisis keuangan

...............................................6

2.

tujuan analisis laporan keuangan

.......................................6

3.

sumber analisis laporan keuangan

.....................................7

4.

metode dan teknik analisis laporan keeuangan

5.

jenis jenis analisis laporan keuangan

..................18
........................... 20

B. Profitabilitas
1.

pengertian profitabilitas

...................................................20

2.

tujuan dan fungsi perusahaan menghitung profitabilitas

3.

jenis profitabilitas

4.

pengukuran dan penafsiran dan profitabilitas

.....21

..............................................................22

C. Laporan keuangan sebagai dasar pengukuran profitabilitas

.......................22
........23

BAB III METODE PENELITIAN


A. Metode penelitian
B. Oprasional variabel

.....................................................................25
................................................................25

C. Teknik pengumpulan data

.......................................................26

D. Teknik pengolahan data

..........................................................27

E. Teknik analisis data

..............................................................27

viii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Gambaran umum perusahaan
1. sejarah singkat perusahaan

................................................28

2. aktifitas perusahaan

...........................................................30

3. struktur organisasi dan job description perusahaan

.............30

B. Hasil penelitian dan pembahasan


............................33

1. pelaksanaan laporan keuangan PT PLN

.............................34

2. tingkat profitabilitas ekonomi PT PLN


a)

rasio laba usaha dengan aktiva usaha

b)

rasio rate of return on invesment

c)

rasio profitabilitas ekonomi

......................34
.............................35

.....................................36

3. laporan keuangan sebagai alat pengukur tingkat


..................................................37

profitabilitas di PT PLN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. kesimpulan
B. saran
DAFTAR PUSTAKA

..........................................................................40
..................................................................................42
.........................................................................43

LAMPIRAN LAMPIRAN

ix

DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 1 : Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
2 : Rasio rate of return on investment
3 : Rasio profitabilitas ekonomis

.........................35
.............................35
.....................................36

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : surat keputusan pengangkatan dosen pembimbing


skripsi
Lampiran 2 : surat keterangan observasi / penelitian
Lampiran 3 : surat diterimanya permohonan penelitian di PT PLN
Lampiran 4 : lembar frekuensi bimbingan skripsi
Lampiran 5 : laporan keuangan di PT PLN ( persero ) distribusi
jawa barat UPJ GARUT tahun 2006 sampai tahun 2008
Lampiran 6 : laporan laba / rugi per fungsidi PT PLN ( persero )
distribusi jawa barat UPJ GARUT tahun 2006 sampai tahun 2008
Lampiran 7 : struktur organisasi PT PLN ( persero ) distribusi jawa
barat UPJ GARUT

Xi

BAB I
PENDUHULAN

A.

Latar belakang masalah


Keadaan perekonomian indonesia sedang dilanda krisis yang berkepanjangan sejak tahun

1997, sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha baik perusahaan
swasta maupun badan usaha milik negara ( BUMN ) yang mengalami failed, dikarenakan
tidak mampu lagi mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, salah satu penyebab
terjadinya peningkatan harga produk dan terjadinya penurunan daya beli konsumen.
Sedangkan tujuan daripada perusahaan pada umumnya adalah memperoleh laba, sedangkan
tujuan untuk memperoleh laba perusahaan harus mampu bersaing dengan perusahaan yang
lainnya, maka hal tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas baik kualitas
jasa manapun kualitas produk.
Agar dapat mengetahui perkembangan perusahaan, maka suatu perusahaan sangatlah
perlu untuk mengetahui kondisi keuangannya dan kondisi keuangan suatu perusahaan akan
dapat diketahui dari laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh
informasi sehubngan dengan posisi keuangan dan hasil hasil yang telah dicapai oleh
perusahaan yang bersangkutan.
Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan, maka perusahaan perlu
mengadakan analisis terhadap laporan keuangan tersebut. Analisis laporan keuangan sangat
diperlukan oleh perusahaan, karena dengan mengnalisis laporan keungan kondisi perusahaan
dapat diketahui apakah perusahan itu mengalami kemajuan atau kemunduran.

Dalam menganalisis dan menilai posisi keuangan pada suatu perusahaan, maka
perusahaan perlu memiliki alat bantu guna dapat mengukur tingkat keuangan, salah satunya
yaitu dengan mengukur tingkat profitabilitas. Profitabilitas adalah menunjukan kemampuan
suatu perusahan dalam memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas,penulis tertarik untuk melakukan
penelitian pada masalah tersebut denagn mengambil judul : Analisis laporan keuangan
dalam mengukur tingkat profitabilitas di PT PLN ( persero )distribusi jawa barat UPJ
GARUT .
B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.Tujuan penelitian
Berdasarkan masalah yang ada maka yang menjadi tujuan penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan analisis laporan
keuangan di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT
2. Untuk mengetahui bagaimana tingkat profitabilitas ekonomi di
PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat UPJ GARUT
3. Untuk mengetahui bagaimana analisis laporan keuangan dapat
mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN ( persero
)distribusi jawa barat UPJ GARUT

2. Kegunaan Penelitian
2.1. Bagi penulis
Bagi penulis penelitian ini sangat bermanfaat dalam mendapatkan gambaran
yang sebenarnya antara teori dan praktek. Selain itu dapat menganalisis dan
memecahkan masalah dengan menerapkan metode ilmiah,khususnya menyangkut
analisis laporan keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN (
persero ) distribusi jawa barat UPJ GARUT
2.2. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumbang saran
bagi perusahaan

yang menjadi objek penelitian untuk memperbaiki atau

meningkatkan usaha atau cara terhadap laporan keuangan ,Sehingga laporan keungan
keuangannya dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan relevan bagi pihak
yang berkepentingan
2.3 Bagi akademis
Sebagai studi perbandingan antara teori teori yang diperoleh

dibangku kuliah dengan praktek yang berlaku mengenai analisis laporan keuangan dalam
mengukur tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN
( persero ) Distribusi Jawa Barat UPJ GARUT . Dan dapat dijadikan sebagai referensi guna
penelitian lebih lanjut yang lebih luas dan mendalam untuk penulisan karya ilmiah.
C. Kerangka Pemikiran
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk
memberikan data posisi keuangan dan hasil hasil yang dicapai oleh perusahaan yang
bersangkutan, data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak pihak yang
berkepentingan apabila ada data tersebut diperbandingkan untuk tiga periode lebih, dan
analisa lebih lanjut sehingga dapat mengetahui apakah perusahaan mengalami kemajuan atau
kemunduran.
Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan biasanya terlihat dalam laporan
keuangan yang menyajikan data data mengenai posisi keuangan, hasil opersai dan
perubahan posisi keuangan perusahaan.
Informasi keuangan tersebut akan dapat prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Seperti
yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ), yang dikutip dalam buku standar
akuntansi keuangan (2002: 2) dalam ranagka menyusun dan penyajian laporan keuangan
menyatakan bahwa :
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan
yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba _ rugi, laporan perubahan posisi
keuangan ( yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya,
sebagai laporan arus kas,atau laporan arus dana ), integral dari laporan keuangan. Disamping
itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.
Analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan
untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan
memuaskan atau tidak memuaskan. Data keuangan perlu disusun dan disederhanakan
kemudian dianalisis dan ditafsirkan sehingga dapat memberikan pada perusahaan kearah
perkembangannya.
Untuk melihat perkembangan suatu perusahaan, maka perusahaan perlu mengadakan
analisis terhadap laporan keuangan. Analisis laporan keuangan sangat diperlukan oleh
perusahaan karena dengan menganalisis laporan keuangan, kondisi perusahaan dapat
diketahui apakah perusahaan tersebut mengalami kemajuan atau kemunduran. Selain itu

analisis laporan keuangan sangat membantu perusahaan, terutama dalam mengukur


tingkat profitabilitas suatu perusahaan. S Munawir (2000: 33)

mengemukakan pengertian profitabilitas adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk


menghasilkan laba selama periode tertentu. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan
dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana dengan hasil hasil
tersebut pihak pihak yang berkepentingan dapat mengambil keputusan.
D. Asumsi dan pertanyaan penelitian
1.Asumsi
Penagambilan langkah yang tepat dari suatu penelitian yaitu dengan melakukan asumsi.
Hal ini dimaksudkan agar penulis mempunyai pegangan serta arah dalam penelitian ini,
sebagaimana yang telah diungkapkan oleh komarudin (2001:2) dalam kamus istilah skripsi
dan tesis menyatakan asumsi adalah sesuatu yang dianggap tidak mempengaruhi atau
dianggap konstan,
asumsi menetapkan faktor faktor yang dapat diawasi dan dapat berhubungan dengan syarat,
kondisi dan tujuan serta memberikan hakekat dan arah argumentasi.
Sedangkan pengertian asumsi menurut Winarno Surakhmad yang dikutip dalam buku
Metodologi penelitian (2004:58) menyatakan bahwa asumsi merupakan sesuatu yang
dianggap konstan, asumsi menetapkan faktor faktor yang diawasi, asumsi dapat
berhubungan dengan syarat syarat, kondisi kondisi dan tujuan, asumsi memberikan
hakekat, bentuk,dan arah argumentasi.
Berdasarkan pengertian diatas, maka untuk mempermudah penelitian, penulis
menentukan asumsi sebagai berikut :
a. Penyusunan laporan keuangan pada PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ
GARUT telah memenuhi prinsip prinsip standar akuntasi
b. Kemampuan dan keterampilan petugas penyusun laporan keuangan di PT PLN
(persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT dianggap memiliki SDM yang baik
c. Kebijakan PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT yang berkaitan
dengan penyusunan laporan keuangan dan analisis laporan keuangan dianggap
konstan.
1. Pertanyaan penelitian
Dengan asumsi tersebut diatas maka penulis mengajukan
pertanyaan penelitian yaitu apakah laporan keuangan dapat digunakan untuk mengukur
tingkat profitabilitas ekonomi di PT PLN (persero) distribusi jawa barat UPJ GARUT ?

F. Definisi Opersional
Untuk menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman juga penafsiran antara penulis
dan pembaca, maka perlu adanya penafsiran istilah. Istilah yang digunakan dalam skripsi ini
adalah :
1.Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ke tiga
(2000:43) menyatakan bahwa analisis adalah penyelidikan
terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang
sebenarnya.
2. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bukunya standar
akuntansi keuangan (2000:2) maenyatakan bahwa laporan
keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan
yang lengkap biasanya
meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat
disajikan dalam berbagai cara
misalnya laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan, dan laporan lain serta
materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi
tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.
3. Munawir (2000: 33) menyatakan bahwa profitabilitas
Adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk
Menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Munawir (2000: 31) menyatakan bahwa analisis laporan
Keuangan adalah memperbandingkan elemen elemen
Yang terdapat dalam laporan keuangan untuk dianalisis
Dalam tiga periode atau lebih, sehingga akan dapat
Diketahui keadaan finansial suatu perusahaan yang akan
Mendukung keputusan yang akan diambil

Memperhatikan pengertian istilah diatas, maka yang dimaksud

dengan

analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas dalam penelitian ini
adalah kegiatan penyelidikan laporan keuangan yang mencakup neraca, dan laporan
rugi laba, dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan
cara membandingkan elemen elemen yang terdapat dalam laporan keuangan
sebanyak 3 tahun.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Analisis laporan keuangan


1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan merupakan penelaahan terhadap hubungan hubungan
dan kecenderungan terhadap laporan keuangan untuk menilai apakah posisi, keuangan, hasil
opersi, dan perkembangan perusahaan itu memuaskan atau tidak.
Menurut S. Munawir (2000: 31) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan
adalah sebagai berikut :
Data keuangan akan lebih berarti bagi pihak pihak yang Berkepetingan apabila data tersebut
diperbandingkan untuk dua Periode atau lebih dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat
Mendukung keputusan yang akan diambil.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2003: 327) mengemukakan bahwa analisis
laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Dengan menghubungkan elemen elemen dari berbagai aktiva satu dengan yang lainnya,
elemen elemen dari berbagai pasiva satu dengan lainnya serta menghubungkan elemen
elemen dari aktiva dan pasiva dalam neraca pada suatu saat tertentu akan dapat
diperoleh banyak gambaran mengenai posisi atau keadaan finansial Suatu perusahaan.
Dari pertanyaan diatas, dapat dikemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah
memperbandingkan elemen elemen yang terdapat dalam laporan keuangan untuk di analisis
dalam dua periode atau lebih, sehingga akan dapat diketahui keadaan finansial suatu
perusahaan.
2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi
sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang
bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak pihak yang
berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih,

dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung
keputusan yang akan diambil.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam standar akuntansi keuangan (2002: 4)


menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyngakut
posisi keuangan, kinerja ,serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
S Munawir (2000: 6) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk
memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan
pihak manajemen yang bersangkutan.
Sedangkan menurut bertein yang dialih bahasakan oleh Sofyan Safri Haraphap (2003;
147) menyatakan bahwa tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
a.Screening
Analisis dilakuakan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi laporan
keuangan perusahaan dalam memilih kemungkinan investasi atau merger
b.Understanding
Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memahami perusahaan,kondisi keuangan
dan hasil usahanya
c.Forcasting
Analisis dilkukan dengan tujuan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan
dimasa yang akan datang
d.Dignosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah yang terjadi
baik dalam manajemen, oprasi, keuangan, atau masalah lainnya
e.Evaluation
Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memulai prestasi manajemen dalam
mengelola perusahaan
Dari pendapat diatas,dapat dikemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah
untuk menyediakan informasi atau untuk memberikan gambaran mengenai posisi keuangan
dari satu perusahaan yang bermanfaat bagi pimpinan untuk merumuskan kebijksanaan
perusahaan untuk masa yang akan datang.

3.

Sumber Analisis Laporan Keuangan


Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu

perusahaan, perlulah perusahaan mengadakan interprestasi atau analisis terhadap data


keuangan dari perusahaan yang bersangkutan, dan data keuangan itu akan tercermin didalam
laporan keuangan.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bukunya standar akuntasi keuangan (2002: 2)
menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Laporan keuangan merupakan bagian proses pelaporan keuangan.laporan keuangan yang


lengkap biasanya meliputi neraca,laporan Rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan
(yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas,
atau laporan arus dana), catatan dari laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan
bagian integral dari laporan keuangan.disamping itu juga termasuk skedul dan informasi
tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.

Menurut myner dalam bukunya financial statement analisis yang dialih bahasakan
oleh S.

Munawir (2000:5) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusn oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu
perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca, atau daftar posisi keuangan dan daftar
pendapatan atau rugi laba. Pada waktu akhir akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi
perseroan perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba
yang tak dibagikan (laba yang ditahan).

Menurut Zaki Baridwan yang dikutip dalam buku

intermediate accounting

(2001:17)menyatakan bahwa pengertian laporan keuangan adalah sebagai berikut :


Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, yang juga merupakan
suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggung
jawabkan Tugas tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan.
disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan tujuan lain
yaitu sebagai laporan kepada pihak pihak diluar perusahaan.

Menurut Bambang Riyanto dalam bukunya dasar dasar

pembelajaran perusahaan (2003: 327) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah


sebagai berikut :

Laporan finansial (financial statment), memberikan ikhtisar mengenai kaedaan


financial suatu perusahaan, dimana neraca atau(balance sheet) mencerminkan nilai aktiva,utang
dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement)
mencerminkan hasil hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi
periode satu tahun.
Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa pada umumnya laporan keuangan
itu terdiri dari neraca dan perhitungan rugi laba serta laporan perubahan modal, dimana
neraca menunjukan atau menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu
perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan perhitungan dari laporan rugi laba
memperlihatkan dari hasil hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi
selama periode tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan
atau alasan alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.
Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji
dan pekerjan bagi pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai
alat penguji tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan
dari suatu perusahaan,
dimana dengan hasil analisis tersebut pihak pihak yang berkepentingan mengambil suatu
keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil hasil yang
dicapai oleh perusahan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang
bersangkutan.
Laporan keuangan disajikan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pihak intern
dan pihak ekstern yaitu untuk keperluan pimpinan perusahaan dalam mengendalikan
perusahaan yang di pimpinnya agar dapat mencapai tujuan tujuan secara efesien. Pihak
ekstern yaitu untuk keperluan para pemegang saham, para kreditur, pemerintah dan pihak
pihak lain yang memerlukan.
Munawir (2000:2) menyatakan bahwa pihak pihak yang berkepentingan dalam perusahaan
yaitu :
1.Pemilik perusahaan,
Sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaanya,terutama untuk perusahaan
perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena
dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager
dalam memimpin

perusahaannya dan kesuksesan seorang biasanya dinilai atau diukur dengan laba yang
diperoleh perusahaan.
2. Manager atau pimpinan perusahaan
Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya period yang baru lalu akan dapat
menyusun rencana yang baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan
kebijaksanaan kebijaksanaannya yang lebih tepat. Bagi managemen yang penting adalah
bahwa laba yang dipakai cukup tinggi, cara kerja yang efisien, aktiva aman terjaga dengan
baik,struktur permodalan sehat dan bahwa perusahaan mempunyai rencana yang baik
mengenai hari deapan, baik dibidang keuangan maupun dibidang opersi.
3. Para investor (penanam modal jangka panjang)
Bankers maupun para kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan
keuangan perusahaan dimana mereka ini menanamkan modalnya. Mereka ini berkepentingan
terhadap prospek keuntungan dimasa mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya,
untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi keuangan jangka
pendek perusahaan tersebut.
4.Para kreditur dan bankers
Sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu
perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari suatu perusahaan yang
bersangkutan. Posisi atau keadaan keuangan perusahaan peminta kredt akan dapat diketahui
melalui penganalisaan laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal ini akan dilakukan baik
oleh kreditur jangka pendek maupun kreditur jangka panjang.
5.Pemerintah
Dimana perusahaan tersebut berdomisili, sangat berkepentingan dengan laporan keuangan
perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung
oleh perusahaan juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik.dinas perindustrian,
perdagangan, dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.
Dari uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan bersifat umum, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi
semua pihak. Oleh karena itu tanggung jawab manajemen untuk menyusun laporan keuangan
yang sesuai dengan standar akuntansi yang lazim digunakan Indonesia, sehingga laporan
keuangan yang disajikan dapat dipahami oleh semua pihak.

10

Adapun bentuk bentuk laporan keuangan sebagai berikut , laporan keuangan yang
lengkap meliputi neraca, laporan rugi laba , laporan equitas serta laporan keuangan lainnya
yang dapat mencerminkan hasil hasil yang telah dicapai oleh perusahaan selama periode
tertentu. Untuk lebih memahami hal tersebut perlu kiranya bagi penulis untuk membahas
tentang bentuk isi serta prinsip prinsip dari tiap macam laporan keuangan.
a) Neraca
Menurut S. Munawir (2000: 13) menyatakan neraca adalah sebagai berikut :
Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang srta modal dari suatu perusahaan
pada suatu tertentu.jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu
peruasahaan pada tanggal tertentu,
biasanya pada waktu dimana buku- buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir
tahun fiscal atau tahun kalender,sehingga neraca sering disebut dengan balance sheet.
Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa neraca adalah laporan yang
menyajikan tentang aktiva,hutang,dan modal suatu perusahaan pada saat tertentu atau periode
tertentu.
Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang, dan
modal.
1) Aktiva
Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva adalah sebagai berikut :
Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud
saja, tetapi termasuk juga pengeluaran pengeluaran yang belum dialokasikan ( deffered
charges ) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta
aktiva yang tidak berwujud lainnya ( itengible assets ) misalnya goodwill, hak patent, hak
menerbitkan dan sebagainya.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar
akuntansi keuangan ( 2002: 13 ) menyatakan bahwa aktiva adalah sumber data yang dikuasai
oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi
dimasa depan diharapkan akan diperoleh dari perusahaan.
Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa aktiva adalah sumber sumber
ekonomi yang dimiliki perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana
manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan manfaatnya dimasa datang.
Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva
lancar dan aktiva tidak lancar :

11

a) Aktiva lancar
Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva lancar adalah sebagai berikut :
Uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk
dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumen dalam periode
berikutnya ( paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang
normal ).
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi
keuangan (2002:92) menyatakan bahwa aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat
direalisasikan dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal, perusahaan, yang mana
yang lebih lama.
Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktiva
lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan atau diuangkan dalam waktu satu tahun atau dalam
siklus opersai normal.
Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :
1) kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan.
2) Investasi jangka pendek ( surat surat berharga atau
marketable securities ), adalah investasi yang sifatnya sementara ( jangka pendek )
dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum
dibutuhkan dalam operasi.
3) piutang weseal, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain
yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang
diatur dalam undang undang karena wesel pembuatanya diatur dengan undang
undang, maka wesel ini lebih mempunyai kekuatan hukum dan lebih terjamin
pelunasannya, dan piutang wesel ( notes receiveable ) ini dapat diperjual belikan.
4) piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain ( kepada kreditor atau langganan )
sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit.
5) persediaan, untuk perusahaan perdagangan yang dimaksud dengan persedian adalah
semua barang barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih
digudang atau masih belum laku dijual. Untuk perusahaan
6) manufacturing ( yang memproduksikan barang ) maka persediaan yang dimiliki
meliputi : persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam dalam proses, dan
persediaan barang jadi.
7) piutang penghasilan atau penghasilan yang masih harus diterima ,adalah penghasilan
yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau
12

prestasinya, tetapi belum diterima pembayarannya, sehingga merupakan tagihan.


8) pereskot atau biaya yang harus dibayar dimuka, adalah pengeluaran untuk
memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum menjadi
biaya atau jasa atau prestasi pihak lain itu dinikmati oleh perusahaan pada periode ini
melainkan pada periode berikutnya.
b) Aktiva tidak lancar
Menurut S. Munawir (2000: 16) menyatakan aktiva tidak lancar adalah sebagai
berikut :
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen
atau jangka panjang
( mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu
kali perputaran operasi perusahaan ).
Yang termasuk aktiva lancar adalah :
1) investasi jangka panjang dapat berupa :
(a) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman dari
perusahaan lain.
(b) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha
perusahaan
(c) dalam bentuk dana dana yang sudah mempunyai tujuan
Tertentu.
Tujuan investasi atau penanaman ini pada umumnya adalah untuk
Dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan terhadap perusahaan
lain, untuk memperoleh pendapatan yang tetap secara terus menerus, untuk membentuk suatu
dana tujuan tujuan tertentu, untuk membina hubungan baik drngan perusahaan lain, dan
untuk tujuan tujuan lainnya.
Penyajian investasi jangka panjang ini dalam neraca adalah sebesar cost atau harga
perolehan dari investasi tersebut,yang meliputi harga beli, komisi perantar, pajak, dan
pengeluaran pengeluaran lain sehubungan dengan pembelian investasi jangka panjang
tersebut.

2) aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang


fisiknya nampak (kongkrit) dimasukan dalam aktiva tetap ini meliputi :
a) tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan
operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat
parkir, dan lain sebagainya.
13

b) bangunan baik bangunan kantor, toko, maupun bangu


untuk pabrik
c) Mesin
d) Inventaris
e)

Kendaraan atau perlengkapan alat alat lainnya

3) Aktiva tetap tidak terwujud ( intangable fixed assets ) adalah


kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak nampak, tetapi
merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki
oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan
termasuk dalam aktiva tetap tidak terwujud ini meliputi :
hak cipta, merek dagang, biaya pendirian ( orgaization cost ),
lisensi, goodwill,dan sebagainya.
4) Beban yang ditangguhkan ( deferred charges ),adalah
menunjukan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang
( lebih dari satu tahun ),atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada
periode periode berikutnya.

5) Aktiva lain lain adalah menunjukan kekayaanya atau aktiva


perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukan
dalam klasifikasi klasifikasi sebelumnya, misalnya gedung
dalam proses, tanah dalam penyelesaian piutang jangka
panjang dan sebagainya.
2) Hutang
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa
hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum
terpenuhi,dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang bersal dari
kreditur.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar
akuntansi keuangan (2002:17) menyatakan hutang adalah kewajiban merupakan hutang masa
kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaianya diharapkan mengakibatkan arus kas
keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
Dari pengertian tersebut diatas, dapat dikemukakan bahwa hutang atau kewajiban
adalah hutang yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

14

Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang lancar ( hutang
jangka pendek ) dan hutang jangka panjang.
(a) Hutang lancar atau hutang jangka pendek
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 18) menyatakan bahwa hutang lancar
atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang
pelunasannya atau pembayarannya
akan dilakukan dalam jangka pendek ( satu tahun sejak tanggal neraca ) dengan
menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya
standar akuntansi keuangan (2002:911) menyatakan bahwa kewajiban jangka pendek
adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu
siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama.
Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan
kewajiban jangka pendek adalah hutang jangka
pendek atau hutang lancar yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun.
Yang termasuk hutang lancar adalah :
1) Hutang dagang, adalah hutang yang timbul karena
adanya pembelian barang dagang secara kredit
2) Hutang wesel, adalah hutang yang disertai dengan janji
tertulis ( yang diatur dengan undang undang ) untuk
melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu
tertentu dimasa yang akan datang
3) Hutang pajak, baik pajak untuk perusahaan yang
bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang
belum disetorkan ke kas negara.
4) Biaya yang masih harus dibayar, adalah biaya biaya
yang harus sudah terjadi tetapi belum dilakukan
pembayarannya.
5) Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, adalah
sebagian ( seluruh ) hutng jangka panjang yang sudah
menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera
dilakukan pembayarannya.
6) Penghasilan yang diterima dimuka ( defered revenue )
adalah penerimaan uang untuk penjualan barang dan jasa
yang belum direalisasi.

15

b)

Hutang jangka panjang


Menurut Menurut S. Munawir (2000:19) menyatakan bahwa hutang lancar atau

hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya ( jatuh
tempo ) masih jangka panjang ( lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca ).
Dari pengertian diatas, bahwa yang dimaksud hutang jangka panjang adalah hutang
yang periode pengambilannya lebih dari satu tahun.
Yang termasuk hutang jangka panjang adalah :

hutang obligasi

Hutang hipotik, adalah hutang yang dijamin dengan aktiva tetap


Tertentu

Pinjaman jangka waktu yang lain

3) Modal
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 19) menyatakan Modal
sebagai berikut :
hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos
modal ( modal saham ), surflus dan laba yang
ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang
hutangnya.
Sedangkan menurut ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam buku standar akuntansi
keuangan (2002:17), menyatakan bahwa modal atau ekuitas adalah hak residul atau aktiva
perusahaan setelah dikurangi semua perusahaan.
Bentuk neraca :
Menurut S Munawir bentuk bentuk neraca (2000: 20) adalah sebagai berikut
bentuk skronto ( account form ) dimana semua aktiva tercantum
sebelah kiri atau debet dan hutng,serta modal tercantum sebelah
kanan atau kredit
Bentuk vertical ( refort form ), dalam bentuk ini semua aktiva
nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang
jangka pendek, hutang jangka panjang, serta modal
Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi
keuangan perusahaan, bentuk ini bertujuan agar kedudukan atau
posisi keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.

16

b. Laporan rugi laba


Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa
laporan rugi laba adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan biaya, rugi
laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Bentuk rugi laba
Menurut Menurut S. Munawir (2000: 26) menyatakan bahwa
laporan rugi laba adalah sebagai berikut :
1. Bentuk single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan
menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok,
sehingga untuk menghitung rugi laba bersih hanya memerlukan
satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total
penghasilan
2. Bentuk multiple step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan
yang teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum
3. Laporan rugi laba yang ditahan, laba rugi yang timbul secara
insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan laporan
rugi laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan (
retained earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal,
tergantung pada konsep yang dianut perusahaan.
C. Lporan laba yang ditahan
Menurut S. Munawir (2000: 7) menyatakan bahwa laporan laba yang ditahan adalah
suatu laporan yang didalamnya ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode
ditambah ditunjukan mengenai laba yang tidak dibagi awal periode ditambah dengan laba (
dalam laporan rugi laba ) dan dikurangi dengan deviden yang diumumkan selama periode
yang bersangkutan.
Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan laporan laba
yang ditahan adalah laporan yang terdiri dari laba yang tidak dibagi awal periode ditambah
dengan laba yang terdapat dalam laporan rugi laba dan dikurangi dengan deviden.
Laba atau rugi yang timbul secara insidential dapat diklasifikasikan tersendiri dalam
laporan lporan rugi laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan ( retained
earning statement ) atau dalam laporan perubahan modal tergantung pada konsep yang dianut
oleh perusahaan yang bersangkutan.

Kalau perusahaan mengikuti clean surflus principle atau all anclusive concept,maka
semua rugi laba insidential nampak dalam laporan rugi laba, dan dalam laporan laba
yang ditahan hanya berisi :
17

a). Net income yang ditransfer dari laporan rugi laba


b).Deklarasi ( pembayaran ) devident
c).Penyisihan dari laba ( appropriation of retained earning )
Kalau perusahan mengikuti non clean surplus concept atau current operating performance, maka
dalam laporan rugi laba hanya menentukan hasil dari oprasi normal periode itu, sedangkan
rugi laba yang timbul secara insidential nampak dalam laporan perubahan modal atau
laporan laba yang ditahan.
4, Metode dan teknik analisis laporan keuangan
Analisis laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari hubungan
hubungan dan tendesi atau kecenderungan ( trend ) untuk menentukan posisi kekeuangan dan
hasil opersi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan
antara pos pos yang ada laporan, sehingga dapat diketahui perubahan perubahan dari
masing masing pos tersebut bila dibandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk
suatu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat alat perbandingan lainnya,
misalnya diperbandingkan dengan laporan keuangan yang dibudgetkan atau dengan laporan
keuangan perusahaan lainnya.
Menurut S Munawir (2000: 36)menyatakan metode analisa yang dapat digunakan
dalam menganalisa laporan keuangan terdiri dari dua metode yaitu :
1. Metode horizontal atau metode dinamis, adalah analisa dengan
menggunakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa
periode atau beberapa saat,sehingga akan diketahui
perkembangannya.
2. Metode vertikal atau metode analisis statis, adalah apabila
laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode
atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos
yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan
tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau
hasil operasi pada saat itu saja.
Menurut S Munawir (2000: 36)menyatakan teknik analisa yang biasa digunakan dalam
analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1. Analisa perbandingan laporan keuangan, metode dan teknik
analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk
dua periode atau lebih, dengan menunjukan :

18

1).

Data absolute atau jumlah jumlah dalam rupiah

2).

kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah

3).

kenaikan atau penurunan dalam presentase

4).

perbandingkan yang dinyatakan dengan ratio

5).

presentase dari total

1). Tren atau tedensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan


yang dinyatakan dalam presentase, adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mengetahui
tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukan tendensi tetap,naik atau bahkan
turun.
2).Laporan dengan prosentase perkomponen atau comman size statement, adalah metode analisa
untuk mengetahui presentase investasi pada masing masing aktiva terhadap total aktivanya,
juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi
dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
3).Analisa sumber dan pengguaan modal kerja, adalah suatu analisa untu mengetahui sumber
sumber serta pengguaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab sebab berubahnya
modal kerja dalam periode tertentu.
4).Analisa sumber dan pengguaan kas ( cash flow statement analysis),adalah suatu analisa untuk
mengetahui sebab sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber
sumber serta pengguaan uang kas selama periode tertentu.
5).Analisa ratio, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos pos
tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua
laporan tersebut.
2. Analisa laporan dari laba kotor ( gross profit analysis),adalah suatu analisa untuk
mengetahui sebab sebab perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang
dibudgetkan untuk periode tersebut
3. Analisis break even, adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang
harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita
kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.
Metode dan teknis analisa yang digunakan, semuanya itu adalah
merupakan permulaan dari proses analisa yang diperlukan untuk menganalisa laporan
keuangan, dan setiap metode analisa mempunyai
tujuan yang sama yaitu untuk membuat agar data lebih dimengerti sehingga dapat
digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak pihak yang
membutuhkan.

19

4. Jenis jenis Analisis Laporan Keuangan


Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan
kemajuan perusahaan, faktor untuk menilai posisi keuangan dengan mengadakan analisa ratio
yang dapat menginterprestasikan kondisi keuangan dari hasil operasi suatu perusahaan.
Tujuan menganalisa pada umumnya adalah tingkat profitabilitas, solvabilitas, dan likwiditas
dari perusahaan yang bersangkutan, oleh karena itu angka angka rasio pada dasarnya juga
dapat digolongkan.
Menurut S Munawir (2000:115) menyatakan angka angka rasio dapat digolongkan
sebagai berikut :
a. Likwiditas, adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera
dipenuhi,atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangan pada saat ditagih.
b. Solvabilitas, adalah menunjukan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan apabila perusahaan tersebut
dilikwidasikan, baik kewajiban keuangan jangka pendek
maupun jangka panjang.
c. Profitabilitas, adalah kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba selama periode tertentu.
B. Profitabilitas
1. Pengertian Profitabilitas
Profitabilitas jumlah relatif laba yang dihasilkan dari sejumlah investasi atau modal
yang ditanamkan dalam suatu usaha. Profitabilitas merupakan kriteria penilaian yang secara
luas digunakan dan dianggap
paling valid untuk dipakai sebagai alat pengukur tentang hasil pelaksanaan operasi
perusahaan, karena mempunyai ciri ciri sebagai berikut :
1. Profitabilitas merupakan alat pembanding pada berbagai altrernatif
investasi atau penanaman modal yang ( yang sudah barang tentu )
sesuai dengan tingkat resiko masing masing secara umum dapat
dikatakan semakin besar resiko suatu penanam investasi atau modal
dituntut profitabilitas yang semakin tinggi pula, demikian sebaliknya.
2. Profitabilitas mampu menggambarkan tingkat laba yang dihasilkan
menurut jumlah yang ditanamkan atau investasinya, karena

profitabilitas dinyatakan dalam angka relatif ( persentase ).


Menurut Bambang Riyanto (2003:35) menyatakan bahwa :
20

Profitabilitas menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal serta
kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama suatu periode tertentu. Dan
dinyatakan dalam suatu rumus sebagai berikut :
L x 100 %
M
Diman L, adalah jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu.
Dan M , adalah modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
Sedangkan Menurut S Munawir (2000:165) menyatakan
profitabilitas adalah sebagai berikut :
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba dengan seluruh modal yang dipergunakan dalam suatu periode
tertentu, dan untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah
menggunakan modalnya secara produktif dan efesien atau
belum,hal ini dilihat dengan menggunakan analisis profitabilitas.
Cara untuk menilai profitabilitas atau perusahaan adalah bermacam macam dan
tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan
yang lainnya. Apabila yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal ini opersi usaha, atau
laba netto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba netto sesudah pajak
diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva atau laba netto sejumlah pajak dengan jumlah
modal tersendiri.
Jumlah laba yang diperoleh secara teratur kecenderungan atau trend keuntungan yang
meningkat merupakan suatu faktor yang perlu mendapat perhatian menganalisis didalam
menilai profitabilitas atau perusahaan. Profitabilitas merupakan jumlah relatif laba yang
dihasilkan dari sejumlah investasi atau modal yang ditanamkan dalam suatu usaha.
Dari uaraian diatas, dapat dikemukan bahwa profitabilitas adalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memperoleh laba dengan memperbandingkan antara laba dengan aktiva
atau modal selama periode tertentu yang dinyatakan dalam persentase.
2. Tujuan atau fungsi perusahaan menghitung profitabilitas
Setiap perusahaan pada umumnya bertujuan untuk mencari laba,dimana laba
merupakan barometer untuk menilai sejauh mana kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan, sedangkan untuk mengukur derajat laba suatu perusahaan biasanya
digunakan ukuran profitabilitas, yaitu hasil perbandingan antara laba yang dihasilkan pada
suatu waktu dengan besarnya modal yang diinvestasikannya.

21

Profitabilitas secara umum adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan
seluruh modal yang bekerja didalamnya selama periode tertentu. Profitabilitas juga
merupakan alat evaluasi yang paling valid tentang hasil operasi perusahaan.
Manfaat lain yang dapat diambil dari profitabilitas adalah dapat dipakai sebagai alat
bantu perusahaan dalam membuat proyeksi laba perusahaan. Adapun tujuan perhitungan
profitabilitas bagi perusahaan yaitu untuk mengetahui tingkat laba yang diperoleh dari modal
yang dipakai atau dinamakan sebagai gambaran efesiensi perusahaan secara keseluruhan.
3. Jenis Profitabilitas
Dengan terdapatnya bermacam macam cara didalam usaha penilaian profitabilitas
suatu perusahaan, maka jelas antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya tidak
mempunyai kesamaaan didalam perhitungan profitabilitas.

Bambang Riyanto (2003:35)

menyatakan bahwa propitabilitas dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu profitabilitas
ekonomi dan profitabilitas modal sendiri.
a. Profitabilitas ekonomi ( PE )
profitabilitas ekonomi,adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri
dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam
persentase. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung profitabilitas ekonomi hanyalah laba
dari hasil operasi perusahaan yaitu yang disebut laba usaha.
Profitabilitas ekonomi (PE) = laba bersih x 100 %
Modal
b. Profitabilitas modal sendiri ( PMS )
Profitabilitas modal sendiri atau sering disebut juga profitabilitas usaha, adalah
perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disuatu pihak
dengan jumlah modal sendiri yang
menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Laba yang diperhitungkan untuk menghitung modal
sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan
atau income tax.
Profitabilitas modal sendiri (PSM) = laba bersih x 100 %
Modal sendiri
4. Pengukuran dan penafsiran profitabilitas
Rasio pengukuran profitabilitas dapat dihitung dengan beberapa cara antara alin :
a. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
Profitabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan
menghubungkan antara keuntungan dengan kekayaan atau
asset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan

22

tersebut ( operating assets ) yang dimaksud dengan


operating assets yaitu semua aktiva yang digunakan dalam
kegiatan usaha atau memperoleh penghasilan yang rutin
atau usaha pokok perusahaan.
Rumusnnya adalah sebagai berikut : Lba usaha x 100 %
Aktiva usaha
b. Rasio rate of return on investment ( ROI )
Rasio ini dapat diukur drngan perbandingan antara laba
sebelum pajak dengan jumlah aktiva yang digunakan. Ratio
ini menunjukan kemampuan dari modal dan diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan
investor.dan rumusnya adalah sebagai berikut : Rate of ROI :
Laba sebelum pajak x 100 %
Aktiva usaha
c. Profitabilitas Ekonomis
Profitabilitas ekonomis yaitu perbandingan antara laba dengan modal sendiri
untuk menyediakan keuntungan bagi pemilik perusahaan semakin meningkat ratio ini akan
semakin baik, karena laba yang diperoleh perusahaan akan semakin tinggi. Dan rumusnya
adalah sebagai berikut : Profitabilitas Ekonomis:
Laba

usaha

100%

Modal sendiri
C. Laporan keuangan sebagai dasar pengukuran
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat
di gunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu
perusahaan dengan pihak pihak yang berkepentingan.
Untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan keuangan suatu perusahaan,
maka perusahaan tersebut perlu mengadakan
interprestasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan dan
data tersebut akan tercermin dari laporan keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan dan
perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan
dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan menggunakan alat ukur profitabilitas.
Dengan menggunakan alat ukur ini, dapat diketahui perkembangan perusahaan, apakah
perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau penurunan dalam tingkat profitabilitas. Tingkat

23

profitabilitas akan dapat diketahui dengan cara menganalisis dan menginterprestasikan


laporan keuangan perusahaan bersangkutan dengan menggunakan metode atau teknik analisa
yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.
Dengan laporan keuangan perusahaan dapat menentukan atau menilai posisi
keuangan suatu perusahaan, dimana dengan hasil analisis tersebut pihak pihak yang
berkepentingan dapat mengambil keputusan. Dengan demikian jelaslah bahwa laporan
keuangan merupakan dasar perhitungan profitabilitas, hal ini dilakukan dengan melihat
kemajuan atau kemunduran dari suatu perusahaan.

24

BAB III
METODE PENELITIAN

1. Metode penelitian
Metode merupakan suatu cara atau langkah langkah yang harus dilalui dengan
menyelesaikan suatu masalah. Dalam menyusun laporan penelitian perlu mencari dan
mengumpulkan data serta informasi yang sesuai dengan sifat permaslahannya dan berkaitan
dengan tujuan penulis agar dapat suatu susunan data yang lengkap untuk dipakai sebagai
dasar pembahasan.
Dalam melakukan penyusunan skripsi ini, penulis melakukan metode deskriptif
kuantitatif, yaitu melakukan penelitian untuk memperoleh fakta dan data sekunder maupun
primeer yang diperlukan.
Menurut Winarno Surakhmad (2001:140) menyatakan metode deskriptif adalah
sebagai berikut :
Bentuk penyelidikan deskriptif adalah menuturkan dan menafsirkan data yang ada,
misalnya tentang situasi yang dialami saling berhubungan, kegiatan, pandangan, sikap yang
nampak, atau tentang suatu proses yang sedang muncul kecenderungan yang nampak.
Pertentangan yang merunncing dan sebagainya.
Berdasarkan dengan hal diatas, maka metode yang digunakan dalam penelitian adalah
metode deskriptif yaitu penelitian terhadap suatu objek dengan tujuan untuk membuat
gambaran secara sistematis, faktual mengenai fakta fakta dan hubungan antara fenomena
yang diselidiki.
2. Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2007: 19) dalam bukunya metode penelitian administrasi
menyatakan variabel adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun objek yang
mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik
kesimpulannya.
Berdasarkan judul penulis ajukan yaitu analisis laporan keuangan dalam mengukur
tingkat profitabilitas. Maka dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa judul tersebut
merupakan variabel mandiri, dan mempunyai indikator variabel sebagai berikut :

25

Variabel
Analisis laporan keuangan
dalam mengukur tingkat
profitabilitas

Dimensi

Indikator

1. Rasio laba usaha


Dengan aktiva
usaha
2. Rasio Rate of run

- Laba usaha
- Aktiva usaha

On invesment
3. Profitabilitas
Ekonomis

- Laba bersih
( SbI pajak )
- Jumlah aktiva
usaha
- Neraca th
2006,2007, dan
2008
- Laba rugi th
2006,2007,2008

3. Tenkik pengumpulan data


Tenik pengumpulan data ini merupakan langkah penting dalam suatu penelitian untuk
memperoleh data yang sistematis, terarah, dan sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diambil dari dua sumber yaitu :
1. sumber primer adalah sumber yang langsung memberikan data kepada
pengumpulan data. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data ini adalah :
a. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data dengan cara
tanya jawab antara penulis dengan pihak yang memberikan
informasi dengan perusahaan yang dapat diketahui masalah
khusus yang dihadapi.
b. Angket, merupakan teknik pengumpulan data dengan
menggunakan daftar pertanyaan mengenai hal hal yang
berhubungan dengan masalah yang diteliti, yang telah disusun
sebelumnya.
B. Sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung
memberikan data kepada pengumpul data. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data ini adalah sebagai berikut :
a. Penelitian kepustakaan
Penelitian merupakan teknik pengumpulan data, secara tidak
langsung terhadap objek yang diteliti dimana penelitian
26

dilakukan dengan cara membaca,mengutip,dan menelaah serta


mengidentifikasi berbagai literatul,catatan kuliah, buku buku
lainnya yang berkaitan dengan penelitian.
b. Dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data dari barang
barang tertulis mengenai hal hal atau variabel seperti
dokumen, majalah, catatan harian, peraturan peraturan dan
sebagainya.
4. Teknik Pengolahan Data
Setelah data yang diperlukan diperoleh melalui teknik teknik pengumpulan data,
data tersebut penulis susun kemudian diolah agar menjadi data yang akurat, yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat dipahami oleh semua pihak. Pengolahan data
dapat dilakukan melalui perhitungan ratio dengan rumus sebagai berikut :
1. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
Laba usaha x 100 %
Aktiva usaha
2. Rasio rate of return on investement ( ROI )
Laba bersih ( sebelum pajak ) x 100%
Jumlah aktiva usaha
3. Rasio Profitabilitas Ekonomi
Laba Usaha x 100 %
Modal
5. Teknik analisis data
Teknik analisis data dilaksanakan melalui rasio profitabilitas perusahaan yang
berstandar pada laporan financial, baik daftar neraca maupun laba rugi.
Menurut S Munawir (2000:640) dalam bukunya analisis laporan keungan
mengemukakan bahwa :
Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan (
mathematical relationship ) antara suatu jumlah tertentu dengan
jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa
rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran baik atau
buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan terutama
apabila rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio
pembanding yang digunakan sebagai standar
Berdasarkan hasil perhitungan baik secara rasio laba usaha dengan aktiva usaha, rasio
rate of return on investment ( ROI ), dan profitabilitas ekonomis, untuk dianalisis tingkat
profitabilitas mana yang paling besar hasilnya.
27

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran umum perusahaan


1. Sejarah singkat perusahaan
Pada mulanya perusahaan listrik negara diindonesia, sudah dimonopoli oleh pihak
swasta Belanda, kemudian setelah Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1957, baru
pengambilalihan perusahaan perusahaan milik asing kekuasaan pemerintah republik
Indonesia. Maka secara berangsur angsur pengusahaannya tercapai dalam tahun 1960.
Setelah melalui proses pemindahan atau nasionalisasi dari GEBEO maka perusahaan
listrik negara menjadi perusahaan milik negara yang bernama PLN, republik Indonesia
berdasarkan UUD 1945. berdasarkan informasi yang penulis terima, sejarah singkat PLN
terbagi kedalam tiga fase, sebagai berikut :
Fase Pemerintah Hindia Belanda ( 1905 )
Pada fase pemerintahaan hindia belanda, diawali dengan berdirinya bandoeng
electriciteit maatschapijj ( BEM ), yang bertugas membuat atau membangun jaringan listrik
kota bandung pada tahun 1913. kemudian 1919,berdiri pula land waterkracht beddrijr (LWB
) yang memiliki tugas lebih luas dibidang pengusahaan pembangkit dan penyaluran tenaga
listrik dengan wilayah kerja diseluruh Indonesia.
Tanggal 31 Desember 1919 dibuat akte pendidikan perusahaan pelistrik no 213
dihadapkan notaries Mr. Andrian Van Ophuyen di batavia. Setelah itu BEM dilebur menjadi
GEBEO yang berdiri di Bandung pada tanggal 1 januari 1921.
Fase pemerintahan jepang
Pada masa ini, pendistribusian tenaga listrik diusahakan oleh jawa denki djogyo sha
bandoeng shi sa sedangkan untuk pembangkitan dan penyaluran dilakukan oleh dua
instansi, yaitu seibo denki djogyo sha pada periode 1942 - 1945 dan oleh denki kosha pada
periode 1943 1945
Fase pemerintahan republik Indonesia
Pada masa revolusi perjuangan fisik, pelistrikan ditanah air telah dipegang oleh
pemerintah Republik Indonesia, melalui djawatan listrik.
Pada tahun 1948 belanda masuk, maka pemerintahan Republik Indonesia hijrah ke
jogjakarta, pengusahaan dan pendistribusian tenaga listrik khususnya di jawa barat termasuk
jakarta, diusahakan oleh GEBEO kembali.

28

Sedangkan pembangkit dan penyebaran tetap dikuasai dan dikelola oleh


pemerintahan Republik Indonesia, yaitu oleh pemerintahan atau perusahaan negara untuk
pembangkit listrik disingkat PENUSPETEL.
Pada tahun 1957 terjadi nasionalisasi perusahaan milik asing, yang menyebabkan
GEBEO diambil alih pada tanggal 27 desember 1957.
Sehubungan dengan nasionalisasi ini, maka pada tahun 1958 dikeluarkan peratuaran
pemerintahan no 86 pada tahun 1958,peratuaran pemerintah no 18 tahun 1959, dan peraturan
pemerintah pengganti UU no 19 tahun 1960 tentang perusahaan negara.
Berdasarkan peraturan pemerintah no 16 tahun 1959 tersebut, maka GEBEO
dibandung dinyatakan menjadi perusahaan milik negara. Selanjutnya melalui peraturan
perusahaan umum listrik negara disingkat BPU PLN.
Kemudian berdasarkan peraturan pemerintah no 19 tahun 1965 dan peraturan menteri
pekerjaan umum dan tenaga no 1/DPRT/1965 tanggal 21januari 1965, diadakan reorganisasi,
dimana BPU PLN dihapus dan tingkat daerah dibentuk susunan organisasi PLN yang
disebut dengan Perusahaan Listrik Negara Eksploitas dan di jawa barat disebut dengan PLN
Eksploitas XI yang berkedudukan dibandung termasuk cabang cabangnya.
Dalam peraturan pemerintah no 18 tahun 1972 mengenai perum listrik negara dalam
bab I pasal I ayat I dan 2, disebutkan hal hal yang menyangkut status PLN untuk jelaskan
ayat ayat tersebut yaitu :
1.

PLN yang didirikan dengan peraturan no 30 tahun 1970 peraturan pemerintah ini

ditegaskan statusnya menjadi suatu perusahaan umum ( PERUM ), sebagaimana yang


termasuk dalam pasal 2 ayat 2 UU no 9 tahun 1669 dengan nama listrik negara yang
selanjutnya dalam PP disebut perusahaan yang melakukan usaha usahanya berdasarkan
ketentuan ketentuan dalam peraturan pemerintah.
2.

Dengan berlakunya peraturan pemerintahan no 18 tahun 1978 tersebut, maka semua

ketentuan dalam peraturan pemerintah no II tahun 1970 sepanjang anggaran tentang anggaran
Dasar perusahaan umum listrik negara. ( PLN ), dinyatakan tidak berlaku lagi. Berdsarkan
peraturan menteri PUTL no 013/PRT/1075 tanggal 19 september 1975, tentang organisasi tata
kerja perusahaan umu listrik negara, maka PLN mengadakan reorganisasi yang menyangkut
tugas dan wilayah kerja didaerahnya. Kemudian berdasarkan pengumuman no 05d/SEK/1975
tanggal 14 juli 1975, maka perum listrik negara eksploitasi XI disingkat PLN distribusi III
dan berikiutnya diubah lagi menjadi perum listrik negara distrik jawa barat , yang

disingkat menjadi PLN distribusi jawa barat.

29

2. Aktivitas Perusahaan
Layaknya sutau perusahaan PT PLN memiliki maksud dan tujuan perusahaa,
berdasarkan peraturan pemerintah no 23 tahun 1994 tanggal 16 juni 1994 mengenai
perubahan status PLN dari perusahaan umum ( PERUM ) menjadi perusahaan
perseroan ( PERSERO ), maka PLN memiliki maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus
memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
2. mengusahakan menyediakan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu
yang memadai yang berdasarkan kaidah bisnis yang sehat guna
menjamin keberadaan dan pengembangannya dalam jangka panjang
dengan tujuan untuk :
a) Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan
merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.
b) Mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangan
tenaga listrik untuk melayani kebutuhan masyarakat.
3. Merintis kegiatan - kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik yang
belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi.
4. Menyelenggarakan usaha usaha lain yang menunjang usaha
penyediaan tenaga listrik sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Bidang usaha PLN, ditetapkan dengan peraturan Pemerintah no 17
tahun 1990 vtanggal 28 mei 1990 pasal 6 ayat (1), (2). (3) :
Denagan memindahkan prinsip prinsip ekonomi dan terjamin
keselamatan kekayaan negara, PLN menyelenggarakan penyediaan
tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, tranmisi dan
distribusi sampai titk pemakaian.
Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa aktivitas
perusahaan PT PLN adalah melakukan perencanaan dan perluasan penyediaan listrik
dan pengembangan penyediaan listrik tenaga listrik.

3.

Struktur Organisasi dan job description PT PLN ( persero ) UPT


GARUT

30

Struktur Organisasi PT PLN ( persero ) UPJ GARUT

MANAJER

1.

Manajer
Tugas dan fungsinya antara lain :
a. Memenuhi target bidang pemasaran
b. Memenuhi target bidang efesiensi
c. Memenuhi target mutu dan keandalan
d. Memenuhi target pelayanan
e. Memenuhi target kualitas sumber daya manusia
f. Menerima laporan dari masing masing asmen
(asisten manejer ) untuk disetujui atau tidak
g. Menandatangani surat keluar, memorandum, surat dinas, surat
tugas, surat perintah kerja, dll

2. Supervisor Pengendalian Keu dan Adm


Tugas dan fungsinya antara lain :
a. Mengurus masalah yang menyangkut kesejahteraan pegawai ( gaji, kesehatan,
tunjangan, dll ).

b. Mengatur dan membina staf yang berada dibawahnya agar dapat


melaksanakan tugas sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing
masing.
31

SUPERVISOR
PENERTIBAN,PELANGGARAN
TENAGA LISTRIK ( P2TL )

SUPERVISOR
SAMBUNGAN
PELANGGAN

SUPERVISOR
DISTRIBUSI

SUPEERVISOR
PENGENDALIAN
PENAGIHAN

SUPERVISOR CATER
& PENGELOLA REKENING

SUPERVISOR
PELAYANAN
PELANGGAN

SUPERVISOR
PENGENDALIAN
KEU DAN ADM

3.2 Job Description PT PLN (persero) UPJ GARUT

c. Mengendalikan pelaksanaan pembuatan surat keluar, surat masuk, pencatatan surat


surat dokumen serta pendistribusiannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
d. Mengendalikan penggunaan anggaran pengeluaran serta memonitor anggaran
pendapatan agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
e. Memeriksa permintaan barang, ATK, dan bukti pembayaran baik kepada pegawai
maupun kepada pihak ketiga.
f.

Mengawasi dan memeriksa buku kas harian, baik penerimaan maupun pengeluaran
serta rekonsiliasi bank.

g. Melakukan kegiatan pendanaan perusahaan baik opersional atau non opersional


h. Melakukan perencanaan biaya yang harus dikeluarkan dan yang diterima dari kantor
cabang
i.

Memonitor dan memeriksa serta mengevaluasi laporan keuangan ( laba / rugi,


neraca, ratio keuangan, informasi tambahan )

j.

Membina hubungan baik dengan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan

C.Supervisor Pelayanan Pelanggan


Tugas dan fungsinya antar lain :
a.

Menerima pendapatan calon pelanggan untuk jadi pelanggan PLN

b.

Menbuat perintah kerja atau peremajaan daya pelanggan

c.

Membantu dan mengarahkan kegiatan pemasaran dalam rangka


mengembangkan perusahaan

d.

Memantau pelaksanaan pelayanan dalam rangka menyusun


langkah pembinaan serta mencegah terjadinya penyimpangan

D.Supervisor Cater dan Pengelolaan Rekening


Tugas dan fungsinya antara lain :
a. Memantau dan mengarahkan pemasaran sambungan pelanggan,
alat pengukur, dan pembatas, dan jaringan tegangan rendah.
b. Memantau dan mengarahkan pemeliharaan bangunan dan
halaman gardu, jaringan tegangan menengah.
c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembacaan meter
pelanggan.
5. Supervisor Pengendalian penagihan
Tugas dan fungsinya antara lain :
a.

Merencanakan peningkatan pelayanan penagihan dan


penerimaan pembayaran piutang pelanggan

32

b.

Menerima dan menyimpan piutang pelanggan dan daftarnya

c.

Menyiapkan nota tagihan atas piutang pelanggan

d.

Mengirim piutang pelanggan serta daftarnya kepada pelaksanaan pelayanan,


penerimaan, pembayaran yang telah disediakan seperti : bank, kopersi, loket PLN,
dll

e.

Melaksanakan penagihan dan pelayanan penerimaan pembayaran piutang


pelanggan

f.

Mengirim rekening listrik yang diperbaiki dan menerima kembali rekening listrik
setelah perbaikan

g.

Memproses piutang pelanggan

h.

Memantau dan mengawasi rekening listrik yang harus dilunasi dan yang belum
dilunasi

i.

Melakukan pemeriksaan fisik terhadap rekening yang belum dilunasi

6. Supervisor Distribusi
Tugas dan fungsinya antara lain :
a.

Menerima surat perintah kerja atau peremajaan daya langganan

b.

Melakukan pemeliharaan gardu maupun jaringan

c.

Melakukan pelaksanaan teknik dalam rangka surat perintah baik perlusan jaringan
atau penambahan gardu

7. Supervisor sambungan pelanggan


Tugas dan fungsinya antara lain :
a.

Melakukan survey calon pelanggan baru

b.

Memberikan laporan kepada manager dalam hal teknis calon pelanggan

c.

Melakukan sambungan calon pelanggan baru

8. Supervisor Penertiban ( P2TL )


Tugas dan fungsinya antara lain :
a. Melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melakukan
pencurian listrik
b. Menerima pembayaran atas pelanggaran terhadap KWH listrik
yang dicuri masyarakat

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan


1. Hasil analisis Laporan Keuangan PT PLN ( perserto ) distribusi
jawa barat dan banten UPJ GARUT

33

Sebelum penulis mengemukakan perhitungan analisis rasio profitabilitas terlebih


dahulu akan penulis kemukakan laporan keuangan yang ada di PT PLN( persero ) distribusi
jawa barat dan banten UPJ GARUT.
Pada umumnya laporan keuangan yang ada pada PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan
banten UPJ GARUT terdiri dari neraca, dan laporan laba rugi per fungsi, dan laporan laba
rugi per unsur.
Laporan keuangan perusahaan, terutama neraca dalam laporan laba rugi merupakan
dokumen utama yang menjadi bahan penelitian, karena masalah profitabilitas tergolong
kepada salah satu kategori rasio rasio neraca yaitu rasio yang semua datanya diambil atau
bersumber pada laporan neraca dan laporan rugi laba. Dimana neraca menunjukan atau
menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan,
pada tanggal tertentu atau menunjukan posisi kekayaan perusahaan, dan kewajiban keuangan
perusahaan pada waktu tertentu, sedangkan perhitungan laporan rugi laba memperlihatkan
hasil hasil yang telah dicapai perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu
atau menunjukan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu.
2. Tingkat Profitabilitas Ekonomi di PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan
banten UPJ GARUT
Berdasarkan data data yang berasal dari neraca dan daftar rugi laba PT PLN (
persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT per 31 desember 2006, 31 Desember
2007, dan 31 Desember 2008,maka penulis akan melakukan perhitungan analisis rasio
profitabilitas. Untuk tahun yang bersangkutan perhitungan rasio rasio profitabilitas yang
penulis lakukan yaitu rasio laba usaha dengan aktiva usaha, Rate Of ROI dan rasio
profitabilitas ekonomi.
a. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
Rasio ini dilakukan dengan cara membandingkan laba usaha dengan aktiva usaha.
Laba usaha yaitu keuntungan atau laba yang diperoleh dari kegiatan pokok, sedangkan aktiva
usaha
( operating assets ) adalah semua aktiva yang digunakan untuk melakukan aktiva usaha.
Analisis rasio laba usaha dengan aktiva usaha yang penulis lakukan adalah sebagai
berikut :

34

1. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha, untuk tahun 2006


= laba usaha

x100 %

Jumlah aktiva usaha


= 43.337.240.349 x 100 %
6.709.747.581
= 645,88 %
2. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha, untuk tahun 2007
= laba usaha

x 100%

Jumlah aktiva usaha


= 53.100.308.978 x 100%
4.424.582.707
= 1200 %
3. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha,untuk tahun 2008
= laba usaha

x 100 %

Jumlah aktiva usaha


= 66.014.900.340 x 100 %
3.527.463.384
= 1871,45 %

Tabel
Rasio laba usaha dengan aktiva usaha
Keterangan

2006

Laba uasah

43.337.240.349.

Jumlah aktiva usaha

6.709.747.581

Rasio laba usaha


dengan aktiva usaha

645,88 %

2007

2008

53.100.308.978

66.914.900.340

4.424.582.707

3.527.463.384

1200%

1871,45

b. Rasio Rate Of Return On invesment ( rate Of ROI )


Rate Of Return On invesnent ini menunjukan kemampuan perusahaan
menggunakan aktiva usaha secara keseluruhan untuk menghasilkan laba bersih . diman Rasio
Rtae On Invesment, akan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah aktiva usaha.

Perhitungan analisis Rasio Rate OF Return On Invesment untuk PT PLN (


persero ) distribusui jawa barat dan banten UPJ GARUT yang penulis lakukan
adalah sebagai berikut :

35

a.

Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2006


= laba bersih ( sebelum pajak )
Jumlah aktiva usaha
= 43.764.534.206 x 100 %
6.709.747.581
= 652,25 %

b.

Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2007


= laba bersih ( sebelum pajak )
= Jumlah aktiva usaha
= 53.547.039.778 x 100 %
= 4.424.582.707
= 1210,21 %

c.

x 100 %

x 100 %

Rate Of Return On Investment, untuk tahun 2008


= laba bersih ( sebelum pajak )
= Jumlah aktiva usaha
= 67.244.365.180 x 100 %
= 3.527.463.582
= 1906,30 %

x 100 %

Tabel
Rasio Rate Of Return Investment
Keterangan
Laba Bersih
(Sebelum Pajak)

2006
43.764.534.206

2007
53.547.039.778

2008
67.244.365.180

Aktiva Usaha

6.709.747.581

4,424.582.707

3.527.463,384

Rate Of ROI

652,25 %

1210,21 %

1906,30 %

c. Rasio Profitabilitas Ekonomis ( PE )


Rasio Profitabilitas ekonomis menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan
dalam menggunakan modal untuk menghasilkan laba. Jadi data yang digunakan dari neraca
dan daftar rugi laba PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT yaitu
laba usaha dan jumlah modal.
Perhitungan analisis rasio Profitabilitas ekonomi PT PLN ( persero ) distribusi jawa
barat dan banten UPJ GARUT yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

36

1. Rasio Profitabilitas Ekonomis,untuk tahun 2006


= Laba usaha x100 %
Modal
= 43.337.240.349 x 100 %
= 3.764.534.206
= 1151,19 %
2. Rasio Profitabilitas Ekonomis,untuk tahun 2007
= Laba usaha x100 %
Modal
= 53.100.308.978 x 100 %
= 53.547.039.778
= 99,11 %
3. Rasio Profitabilitas Ekonomis,untuk tahun 2008
= Laba usaha x100 %
Modal
= 66.914.900.340 x 100 %
= 7.244.365.180
= 923,68 %

Tabel
Rasio Profitabilitas Ekonomis
Keterangan
Laba Usaha
Modal
Profitabilitas
Ekonomis

2006
43.337.240.349
3.764.534.206
1151,19 %

2007
53.100.308.978
53.547.039.778
99,11 %

2008
66.914.900.340
7.244.365.180
923,68 %

3. Laporan sebagai alat pengukur tingkat profitabilitas di PT PLN


( persero )distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT.
Dari tabel diatas, rasio laba usaha dengan aktiva usaha PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 menunjukan hasil
645,88 % ini berati setiap Rp 100,- aktiva usaha dapat menghasilkan laba sebesar
Rp 645,88 .
Kemudian pada tahun 2007, rasio ini mengalami kenaikan sebesar 1200 % . hal ini
menunjukan bahwa penambahan aktiva usaha dapat menunjang terhadap laba usaha yang
diperoleh PT PLN

( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT sehingga mengakibattkan
rasio ini naik.

37

Sedangkan pada tahun 2008, rasio usaha dengan aktiva usaha ini mengalami
kenaikan yaitu dari 1871,45 % untuk tahun 2007 menjadi untuk tahun 2008.jadi rasio ini naik
sebesar 671,45 % . pada
tahun 2008 penurunan ini disebabkan karena adanya aktiva usaha yang tidak diikuti oleh
bertambahnya laba opersi.
Maka dari analisis ini dapat terlihat kemajuan PT PLN
( persero )distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT dari tahun 2006 sampai dengan
tahun 2008 khususnya mengenai profitabilitas.
Dari tabel diatas bahwa Rasio rate of return on investment pada tahun 2006
menunjukan rasio sebesar 652,25 % , ini berarti bahwa jumlah aktiva usaha yang digunakan
perusahaan sebesar Rp 100,- dapat menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 652,25 % .
Kemudian pada tahun 2007 rasio menunjukan adanya kenaikan sebesar 557,96 %
dari tahun 2006 sebesar 652,25 % menjadi 1210,21 % pada tahun 2007. Ini berarti setiap Rp
100,- dapat menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 1210,21. Aktiva usaha yang
digunakan perusahaan dapat mengalami kenaikan dikarenakan bertambahnya laba usaha
sebesar Rp 53.100.308.978,sedangkan aktiva usaha mengalami penurunan sebesar Rp
4.424.582.707,dengan begitu rasio ditahun 2008 mengalami peningkatan.
Sedangkan pada tahun 2008 rasio menunjukan adanya penurunan sebesar 557,96 %
yaitu dari tahun 2007 sebesar 652,25 % turun hingga 1210,21 % ditahun 2008, ini artinya
bahwa setiap Rp 100,- aktiva usaha yang digunakan perusahaan dapat menghasilkan laba
sebelum pajak sebesar Rp 1210,21 %. terjadinya penurunan ini dikarenakan adanya
penambahan aktiva usaha antara laba bersih dengan aktiva usahanya relatif kecil sehingga
ditahun 2008 menunjukan kondisi perusahaan kurang baik, walaupun pada tahun 2007 PT
PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT sudah mencapai hasil yang cukup
baik.
Dari analisis ini terlihat bahwa untuk memperbesar rasio rate of return on
investment ini perlu diadakan usaha untuk mempertinggi efisiensi di sektor penjualan dan
administrasi yaitu kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar
maupun aktiva tetap.
Dari tabel rasio profitabilitas ekonomis PT PLN

( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, pada tahun 2006
menunjukan rasio sebesar 1151,19 % ini berarti bahwa modal yang digunakan sebesar
Rp 100,- dapat menghasilkan laba sebesar 1151,19 % sedangkan pada tahun 2007

38

rasio profitabilitas ekonomis yang dicapai mengalami penurunan sebesar 1052,08 % yaitu
tahun 2006 sebesar 1151,19 % menjadi 99,11 % pada tahun 2007, yang artinya bahwa setiap
Rp 100,-modal yang digunakan perusahaan dapat menghasilkan laba Rp 99 %. kemudian
pada tahun 2008 rasio profitabilitas ekonomis mengalami kenaikan sebesar 824,57 % yaitu
dari 99,11 % tahun 2007 menjadi 923 ,68% ditahun 2008. Ini berarti modal yang digunakan
untuk kegiatan usaha setiap Rp 100,-dapat menghasilkan laba Rp 923,68
Maka dari analisis yang penulis lakukan, untuk rasio profitabilitas ekonomis PT
PLN( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, menunjukan bahwa
penggunaan modal berpengaruh sangat kecil dalam keuntungan yang dicapai.
Dengan menganalisis laporan keuangan dan melakukan perhitungan rasio pada PT
PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, maka kita akan dapat
menentukan tingkat profitabilitas terlihat pada besar kecilnya rasio yang diperoleh PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, yang dapat dijadikan ukuran untuk
menentukan tingkat profitabilitas perusahaan tersebut.
PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, selalu mengukur
tingkat profitabilitas ekonomi secara periodik.
Maka hasil penelitian dapat menjawab permasalahan penelitian yaitu bahwa analisis
laporan keuangan dapat dijadikan alat bantu manajemen dalam menentukan tingkat
profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Aadapun
untuk mengurangi penurunan rasio profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan
banten UPJ GARUT, diusahakan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban
sehingga diperoleh kenaikan laba.

39

BAB V
KESIMPULA DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahsan penelitian serta sajian teoritis mengenai analisis
laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas, maka sebagai penutup penelitian ini
penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan laporan keuangan yang dilakukan PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT, yaitu

laporan

keuangan yang berakhir pada tanggal 31 desember.


Laporan keuangan terdiri dari neraca per periode dan laporan
laba rugi per fungsi per periode. Angka rupiah yang disajikan
dalam laporan keuangan dinyatakan dalam rupiah penuh.
a.) semua informasi yang penting ( materil ) agar laporan
keuangan jelas dan dapat dipahami
b) Tanggal Neraca
c) Periode yang tercakup oleh laba rugi, saldo laba,
dan aruskas
d) Sifat kegunaan perusahaan
e) Rupiah sebagai mata uang yang digunakan untuk
menyajikan pos pos laporan keuangan
Penyajian informasi tambahan dan hal hal penting harus diungkapkan secara terpisah.
Angka angka yang disajikan harus ditunjukan utuk tiga periode yang berurutan atas setiap
pos dalam neraca, laporan laba rugi psr fungsi. Apabila jumlah jumlah yang diungkapkan
dalam laporan keuangan tahun sebelumnya dengan tahun berjalan tidak
dapat diperbandingakan, maka jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tahun lalu
harus disesuaikan. Hal hal khusus yang menyangkut penyesuaian harus diungkapkan dalam
catatan dalam laporan keuangan.
2. Tingkat profitabilitas PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT

dariperiode

2006,2007,dan 2008 adalah sebagai berikut :


a. Rasio laba usaha dengan aktiva usaha PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 rasio ini
mengalami peningkatan sebesar 554,12 % yaitu dari 645,88 % pada tahun 2006 menjadi 1200
% pada tahun 2007. sedangkan pada tahun 2008 rasio ini mengalami penurunan yaitu dari
1200 % untuk tahun 2007
40

menjadi 1871,45 % untuk tahun 2008. jadi rasio ini turun sebesar 671,45% .
b. Rasio Rate Of Return Investment PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006
menunjukan adanya peningkatan sebesar 557,96 % dari tahun 2006 sebesar 652,25 %
menhadi 1210,21 % pada tahun 2007. peningkatan ini dikarenakan bertambahnya laba usaha
sebesar Rp53.100.308.987, sedangkan aktiva usaha mengalami penurunan sebesar Rp
3.424.582.707, dengan begitu rasio ditahun 2007 mengalami peningkatan. Sedangkan pada
tahun 2008 rasio ini menunjukan adanya penurunan sebesar 696,09 yaitu dari tahun 2007
sebesar 1210,21 % turun hingga 1906,30 % pada tahun 2008.
terjadinya penurunan ini dikarenakan adanya penambahan aktiva usaha antara laba bersih
dengan aktiva usahanya relatif kecil sehingga ditahun 2008 menunjukan kondisi perusahaan
yang kurang baik, walaupun pada tahun 2007 PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT. Sudah
mencapai hasil yang cukup baik.
c.Rasio profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat
dan banten UPJ GARUT. Pada tahun 2006 rasio ini mengalami penurunan sebesar
1052,08 % yaitu dari 1151,19 % pada tahun 2006 menjadi 99,11% pada tahun 2007,
sedangkan pada tahun 2008 rasio ini mengalami penurunan yaitu dari 99,11 % untuk tahun
2007 menjadi 923,68 % untuk tahun 2008. jadi rasio ini turun sebesar 824,57 Maka untuk
rasio profitabilitas ekonomis PT PLN ( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ
GARUT menunjukan bahwa penggunaan modal berpengaruh sangat kecil dalam keuntungan
yang dicapai.
3. Berdasarkan analisis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis laporan
keuangan dapat mengukur tingkat profitabilitas PT PLN ( persero ) distribusi
jawa barat dan banten UPJ GARUT.

41

B.Saran

Berkaitan dengan penelitian yang telah penulis lakukan, penulis


akan memberikan beberapa saran yang mungkin akan dijadikan
pertimbangan dalam upaya meningkatkan kemajuan rofitabilitas PT PLN
( persero ) distribusi jawa barat dan banten UPJ GARUT kearah yan lebih
Baik.
Dalam analisis rasio laba usaha dengan aktiva usaha. Rate Of Return On Investment
dan rasio profitabilitas ekonomi yang penulis lakukan mengalami penurunan terutama pada
tahun 2008. hal ini terjadi karena rendahnya volume penjualan rekening dibandingkan dengan
ongkos ongkos yang diperlukan, adanya efesiensi baik dalam pembelian maupun
pemasaran, dan adanya kegiatan ekonomi yang menurun.
Untuk memperoleh laba yang meningkat hendaknya dilakukan cara sebagai berikut :
Mengurangi biaya usaha relatif besar daripada pengurangan
terhadap pendapatan.
Analisis rasio profitabilitas hendaknya dapat dipakai untuk lebih
meningkatkan usaha
Analisis rasio profitabilitas hendaknya dapat membantu
manajemen dalam pengambilan keputusan yang menyangkut
upaya menghasilkan laba.

42

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Riyanto (2003) Dasar dasar Pembelanjaan perusahaan. Edisi


4 Yogyakarta : Penerbit BPPE.

Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) ( 2002 ). Standar keuangan . jakarta :


salemba empat

J. Fred weston & Thomas E Copeland ( 2005 ). Manajemen keuangan


edisi 9 Jakarta : Binarupa aksara

Suad Husana & enny Pudjiastuti ( 2002 ). Dasar dasar manajemen


keuangan. Edisi 3. Yogyakarta : Akademik Manajemen

Perusahaan YKPN Sugiyono ( 1997 ) Metode penelitian Administrasi


Bandung VC ALVABETA.

S. Munawir ( 2000 ). Analisis Laporan Keuanga. Edisi 4 Yogyakarta :


Penerbit Liberty.

Winarno Surakhmad ( 2001 ) Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode


dan teknik Bandung : Tarsito

Zaki Baridwan ( 2006 ) intermedite accounting FE UGM Yogyakarta

43

LAMPIRAN - LAMPIRAN