Anda di halaman 1dari 7

MINYAK DAN LEMAK PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET

(Laporan Pratikum Biokimia Tanaman)

Oleh :
MAIMUNAH
E1A210042

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2011
PENDAHULUAN

Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid,
yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil eter, Kloroform, benzena dan
hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan
di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut
tersebut. Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida dari gliserol. Jadi
lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester. Hasil hidrolisis lemak dan
minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut
asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak
bercabang. Dalam pembentukannya, trigliserida merupakan hasil proses kondensasi
satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak (umumnya ketiga asam lemak
tersebut berbeda beda), yang membentuk satu molekul trigliserida dan satu
molekul air (Nett, 2002).

Lemak dan minyak merupakan bahan yang sebagian besar dikandung bahan-bahan
dan produk-produk pertanian. Dengan diketahui kadar lemak dari suatu bahan,
maka dapat ditentukan bahwa bahan tersebut merupakan sumber lemak atau
bukan sumber lemak. Selain itu, apabila diketahui kadar lemak dalam suatu bahan,
maka dalam penyimpanan bahan tersebut perlu diperhatikan agar tidak terjadi
proses hidrolis atau oksidasi terhadap lemak yang mengakibatkan menurunya mutu
bahan tersebut (Netti, 2002).
Analisa lemak dan minyak yang umum dilakukan dapat dibedakan menjadi tiga
kelompok berdasarkan tujuan analisa, yaitu Penentuan kuantitatif, yaitu penentuan
kadar lemak dan minyak yang terdapat dalam bahan mkanan atau bahan pertanian,
Penentuan kualitas minyak sebagai bahan makanan, yang berkaitan dengan proses
ekstraksinyac atau ada pemurnian lanjutan, misalnya penjernihan (refining),
penghilanganbau (deodorizing), penghilangan warna (bleaching). Penentuan tingkat
kemurnian minyak ini sangat erat kaitannya dengan daya tahannya selama
penyimpanan,sifat gorengnuya,baunya maupun rasanya.tolak ukur kualitas ini
adalah angka asam lemak bebasnya (free fatty acid atau FFA), angka peroksida
,tingkat ketengikan dan kadar air (Netti, 2002).
Penentuan sifat fisika maupun kimia yang khas ataupun mencirikan sifat minyak
tertentu. data ini dapat diperoleh dari angka iodinenya,cangka ReichertMeissel,cangka polenske,cangka krischner,cangka penyabunan, indeks refraksi titik
cair, angka kekentalan, titik percik, komposisi asam-asam lemak, dan sebagainya
(Mona, 2008).
Tabel 1. Perbedaan minyak dengan lemak
Jenis
Lemak
Minyak
Ikatan rangkap
Sedikit
Banyak
Titik leleh
Tinggi
Rendah
Wujud
Padat

Cair
Sumber
Umumnya dari hewani
Umumnya dari tumbuhan
Reaktifitas
Tidak mudah tengik
Mudah tengik

Salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengisolasi lemak dari
suatu bahan sekaligus menentukan kadar lemaknya adalah dengan metode
ekstraksi soxhlet. Metode soxhlet merupakan metode ekstraksi yang bersifat semi
kontinu. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan peralatan labu lemak yang
disambung dengan alat destilasi soxhlet atau kondesor ataupun ekstraksi
menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi
kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Soklet
terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping, still pot (wadah penyuling), bypass
sidearm, thimble selulosa, extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet,
expansion adapter, condenser (pendingin), cooling water in, dancooling water out.
Metode soxhlet ini dipilih umumnya karena pelarut yang digunakan lebih sedikit
(efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam
labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan
meningkatkan laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode
ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan
untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas (Candra, 2010).
Tujuan dari pratikum ini adalah untuk memahami cara melakukan analisis lemak
kasar dengan metode ekstraksi soxhlet, melakukan perhitungan kadar lemak kasar,
dan mampu menganalisis kadar lemak berbagai jenis bahan atau produk pertanian.
BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
1.

Kelapa yang sudah diparut

2.

Petrolium benzin

Alat
1.

Alat eksrtaksi lemak lengkap dengan kondesor (ekstraksi soxhlet.)

2.

Labu lemak

3.

Alat pemanas listrik atau penangas uap

4.

Oven

5.

Neraca analitik

6.

Desikator

7.

Kertas saring

Waktu dan Tempat


Pratikum ini dilaksankan pada hari Rabu, 30 November 2011 pada pukul 12.00
bertempat di Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Pertanian Universitas Lambung
Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur Kerja
1.

Petrolium benzin 125 ml.

2.
Ambil labu lemak, labu di oven terlebih dahulu selama 24 jam, lalu dinginkan
terlebih dahulu dalam desikator lalu timbang.
3.

Sampel ditimbang 3 gram.

4.

Sampel kemudian dimasukan ke dalam kertas saring dan ikat.

5.

Masukkan dalam labu beserta petrolium benzin.

6.

Didihkan selama 4 jam dengan alat ekstraksi soxhlet.

7.
Letakkan timbel atau kertas saring yang berisi sampel tersebut dalam alat
ekstraksi soxhlet, kemudian pasang alat kondesor diatasnya dan labu lemak
pemisah dibawahnya.
8.
Setelah mendidih, di oven selama 12 jam dengan suhu 600 C atau 1 jam
dengan suhu 1050 C.
9.
Setelah dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator,
timban labu beserta lemaknya tersebut. Berat lemak dapat dihitung.

SKEMA
Timbang

Dioven
Dinginkan dengan desikator

Dimasukan kedalam kertas saring dan dilipat sesuai ukuran

Dimasukan kedalam labu lemak

Dimasukan kedalam alat ekstraksi soxhlet


Kondesor diatasnya dan labu lemak pemisah dibawahnya
Ditambah Petrolium benzin 125 ml
pada labu lemak

Sampel
Dihaluskan
Ditimbang sampel 3 gram

Labu lemak 93,10 gram


Dioven

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Diketahui dari hasil praktikum yang telah dilakukan berat sampel adalah 3
garm berat labu lemak adalah 93,10 gram, bearat akhir adalah 112,7 gram, dan
didapatkan hasil % lemak adalah 6,53 %.

Pembahasan
Lemak dan minyak merupakan bahan yang sebagian besar dikandung bahan-bahan
dan produk-produk pertanian (Netti, 2002). Pada praktikum ini mengunakan sampel
kelapa yang telah diparut sebanyak 3 gram untuk menetapkan lemak kasar dengan
metode ekstraksi soxhlet yang merupakan salah satu metode yang paling banyak
digunakan untuk mengisolasi lemak dari suatu bahan sekaligus.
Sampel ditimbang 3 gram kemudian dimasukan ke dalam kertas saring dan di ikat.
Masukkan dalam labu beserta petrolium benzin. Didihkan selama 4 jam dengan alat
ekstraksi soxhlet. Letakkan timbel atau kertas saring yang berisi sampel tersebut
dalam alat ekstraksi soxhlet, kemudian pasang alat kondesor diatasnya dan labu
lemak pemisah dibawahnya. Setelah mendidih, di oven selama 12 jam dengan suhu
600 C atau 1 jam dengan suhu 1050 C. Setelah dikeringkan sampai berat tetap dan

didinginkan dalam desikator, timban labu beserta lemaknya tersebut didapatkan


hasil akhirnya adalah 112,7 gram.
Sampel dilakukan perhitungan dengan rumus berat akhir dikurang berat labu
dibagikan dengan berat sampel dan dikalikan 100% untuk mengetahui persentase
dari kadar lemak kelapa. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan hasil 6, 53 %
lemak.
Dengan diketahui kadar lemak dari suatu bahan, maka dapat ditentukan bahwa
bahan tersebut merupakan sumber lemak atau bukan sumber lemak. Selain itu,
apabila diketahui kadar lemak dalam suatu bahan, maka dalam penyimpanan
bahan tersebut perlu diperhatikan agar tidak terjadi proses hidrolis atau oksidasi
terhadap lemak yang mengakibatkan menurunya mutu bahan tersebut (Netti,
2002).
Asam lemak merupakan suatu rantai hodrokarbon dengan suatu gugusan karboksil
terminal, telah diidentifikasi lebih dari 70 asam lemak yang tersedia di alam.
Triasilgliserolutama ditemukan pada tumbuh mempunyai asam lemak dengan
jumlah atom karbon genap (14 hingga 22 karbon). Asam lemak jenuh tidak
mengandung ikatan ganda dalam strukturnya, sementara asam lemak tidak jenuh
memiliki satu atau lebih ikatan ganda, yang kadang-kadang berada dalam
konfigurasi geometris cis. Asam lemak tidak jenuh memiliki titik lebur yang lebih
rendah dibandingkan asam lemak jenuh (Netti, 2002).
Adapun perbedaan kadar lemak dari parutan kelapa yang didapat dari hasil
praktikum dengan literatur yang telah didperoleh yaitu 70% - 85% sedangkan pada
hasil praktikum yaitu 6,53% hal ini di karena adanya kuantitas pelarut yang
digunakan tidak tepat mengakibatkan jumlah kadar lemak yang terekstraksi selain
itu ada pula faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah tipe persiapan
sampel, waktu ekstraksi, kuantitas pelarut, suhu pelarut, tipe pelarut.