Anda di halaman 1dari 14

Tugas Farmakognosi (Lipid)

MAKALAH LIPID
FARMAKOGNOSI
Disusun Oleh Kelompok 5 :
1.
2.
3.
4.

Dwi Nanda F. H
Lailatul Maghfiroh
Milu Asri Riya
Yulinar Alif

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayat, dan anugerah-Nya
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu dan
benar.
Selain untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Farmakognosi, tujuan penulis membuat
makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang pengertian lipid, sifat lipid, fungsi lipid, dan
penggolongan lipid.
Penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah
Agama atas bantuan dan dukungannya dalam mengerjakan makalah ini. Terima kasih juga
kepada rekan-rekan lainnya yang tak mungkin penulis ucapkan satu per satu karena telah
menghibur dan membangkitkan semangat penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini bisa menambah pengetahuan pembaca. Makalah
ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun.

Kediri, Oktober 2014

DAFTAR ISI
Kata Pengantar........... 2
Daftar Isi............ 3
Bab 1 Pendahuluan.... 4
1.1 Latar Belakang..... 4
1.2 Rumusan Masalah.... 4
1.3 Tujuan Penulisan...................................................................... 4
Bab 2 Pembahasan......... 5
2.1 Pengertian Lipid........................................................................................................... 5
2.2 Fungsi Lipid................................................................................................................. 5
2.3 Sifat Lipid.................................................................................................................... 6
2.4 Penggolongan Lipid..................................................................................................... 6
2.5 Identifikasi Kandungan Lipid ................................................................................... 15
2.6 Tanaman Penghasil Lipid .......................................................................................... 17
Bab 3 Penutup.......... 20
3.1 Kesimpulan................. 20
3.2 Saran........................................................................................................................... 20
Daftar Pustaka.............................. 21
BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Untuk mendukung metabolisme kehidupan mahluk hidup di bumi, maka banyak hal yang
mnejadi penting untuk diperoleh guna mempertahankan kehidupan dan berkembang biak
sebanyak mungkin salah satu ciri mahluk hidup. Salah satunya adalah zat zat atau molekul
yang berperan langsung terhadap proses metabolisme. Banyak zat zat yang bisa diperoleh baik
dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh manusia lemak.
Lemak merupakan nutrisi yang penting kepada tubuh manusia.Lemak berfungsi sebagai
sumber tenaga tubuh.Nomenklatur lainnya penting kepada bayi dan kanak-kanak di mana lemak
memberi bekal dalam bentuk kalori untuk menghasilkan tenaga serta berfungsi di dalam
keseimbangan cairan tubuh, tekanan osmotik, keseimbangan asid-bes serta aktivitas
elektrofisiologi otot dan sistem saraf.
Lemak pula digunakan sebagai atribut rasa dan tekstur makanan.Penggunaan secara
banyak di dalam industri makanan telah menimbulkan kebimbangan kepada pengguna terhadap
kandungan nutrisi di dalam makanan terproses ini.Pengguna kini lebih mementingkan produk
makanan yang berkhasiat, rendah kandungan lemak, gula dan garam, tinggi kandungan
karbohidrat kompleks serta fiber.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Oleh karena itu untuk menggambarkan kegunaan dan fungsi lemak pada kehidupan
dibutuhkan pengkajian yang ilmiah dan relevan. Dan pada makalah ini akan diulas tentang
klasifikasi lemak dan fungsi biologis lemak pada kehidupan mahluk hidup.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Apa yang dimaksud dengan lipid ?
Apa saja fungsi lipid ?
Apa saja sifat lipid ?
Apa saja penggolongan lipid ?
Bagaimana identifikasi kandungan lipid?
Apa saja tanaman penghasil lipid?
1.3
Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengertian lipid dan pengggolongannya berdasarkan struktur dan
karekteristik non polar, berdasarkan hasil hidrolisisnya, berdasarkan gugus polar dan non
polarnya serta struktur kimianya. Termasuk didalamnya mengetahui sifat dan fungsi dari lipid
tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Lipid
Lipid adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut didalam air,
namun dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut non polar, seperti kloroform, atau eter.
Istilah lipid kadang-kadang diartikan sama dengan lemak, dan yang dikenal sebagai
bahan makanan adalah mentega, minyak tumbuhan, minyak daging sapi, kulit ayam, lemak yang
terdapat dalam susu, kuning telur, daging, kacang-kacangan dan lain-lain.
2.2
1.
2.
3.
4.
5.

Fungsi Lipid
Secara umum dapat dikatakan bahwa lipid bagi manusia berfungsi sebagai :
Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak.
Lemak mempunyai fungsi seluler dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan
dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion, dan molekul air, keluar dan
masuk sel.
Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan
steroid hormon serta kelenjar empedu.
Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E, K yang berguna untuk proses biologis.
Sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar
yang kurang bersahabat.
Fungsi lipid secara medik :
Komponen membran sel
Pelindung dinding sel
Penyekat panas / insulator
Sumber simpanan energi
Pelarut vitamin ADEK
Komponen hormon
Lipid dalam bidang industri digunakan sebagai bahan dasar pembuatan margarine, sabun,
kosmetik, plastik, pembuatan cat, dan berbagai produk lainnya.

Dalam bidang farmasi minyak lemak dan lemak digunakan sebagai emolient, emulgator,
basis salep, pelarut obat suntik.
1.

2.
3.
4.

5.
6.

2.3
Sifat Lipid
Warna : Minyak lemak dan lemak umumnya berwarna pucat, berwarna kuning karena
mengandung pigmen Karotenoid. Juga dapat berwarna Jingga (Dalam bentuk padatannya).
Apabiula minyak dihidrogenasi maka akan terjadi hidrogenasi pada pigmen yang dikandungnya,
sehingga terjadi pengurangan warna pada minyak tersebut.
Bau : Berbau Wangi disebabkan adanya senyawa Nonyl Metil Keton (pada minyak kelapa) & ionon(pada minyak kelapa sawit). adanya rantai asam yang sangat pendek akan menyebabkan
kerusakan pada minyak dan akan mengalami perubahan bau (Tengik)
Kelarutan : Tidak larut dalam air kecuali Castor oil, sedikit larut dalam alkohol, larut dalam eter,
karbon disulfida, dan kloroform.
Titik Cair : Minyak lemak dapat memadat dan dapat mencair pada batas temperatur tertentu, ini
berguna untuk pengenalan komponen. Namun keadaan padat cairnya minyak lemak dan lemak
tidak tentu, contohnya Oleum Chaulmogra pada daerah tropis berupa minyak cair, sedangkan
pada daerah sub tropis berbentuk padat. Oleum Olivarum pada suhu rendah dapat menjadi padat,
dan gliserida-gliserida dari asam lemak tidak jenuh berbentuk cair.
Titik didih : Titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang rantai karbon dari
asam lemak penyusunnya.
Sifat lainnya : Bila terhidrolisis akan menghasilkan asam lemak, berperan dalam metabolisme
tumbuhan dan hewan.
2.4
Penggolongan Lipid
Lipid berdasarkan struktur dan karakteristik non polar :
Lemak (fat)
Lilin
Fosfolipid
Lipoprotein
Glikolipid
Spingolipid
Vitamin
Eikosanoat
Steroid
Lipid berdasarkan hasil hidrolisinya:
Lipid sederhana adalah yaitu ester asam lemak dengan berbagi alkohol, misalnya: minyak dan
lemak.
Lipid majemuk atau kompleks adalah ester asam lemak yang mempunyai gugus tambahan,
misalnya: fosfolipid dan glikolipid
Derivat lipid adalah senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, misalnya: sterol
(kolesterol dan fitosterol)
Lipid berdasarkan gugus polar dan non polar:
Lipid non polar ( lipid netral ) adalah lipid yang mengandung gugus non polar, contoh:
kelompok lemak (fat). Berperan dalam metabolisme sebagai cadangan energi.

Lipid yang mengandung gugus polar dan non polar, contoh: fosfolipid. Berperan dalam
membran sel dan organel untuk melindungi isi sel dan organel sel untuk melindungi isi sel dan
organel sel dari lingkungan luar sel.
Lipid berdasarkan struktur kimianya:
1. Lipid sederhana (ester asam lemak dengan berbagai alkohol exp: lemak/gliserida dan
lilin/waxes)
2. Lipid gabungan/majemuk (ester asam lemak yang punya gugus tambahan, exp: fosfolipid,
serebrosida)
3. Derivat lipid/turunan lipid (senyawa yang dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid, exp: asam
lemak, gliserol, sterol)

A. Klasifikasi Lipid Menurut Bloor

1. Lipid Sederhana
Lemak netral ( monogliserida, digliserida, trigliserida )
Lemak netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi dasar dari Lemak
netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Lemak netral terdiri atas
monogliserida, digliserida, dan trigliserida ). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau
3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut
monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan
3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari
sumber lipid.Trigliserida adalah sebuah gliserida atau ester dari gliserol dan tiga asam lemak.
( atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida ) Pada manusia , Trigliserida terletak di
adiposa (lemak) jaringan, yang secara luas didistribusikan dalam tubuh. Trigliserida dihidrolisis
dalam usus dan diserap sebagai asam lemak dan monogliserida.Fungsi utama Trigliserida adalah
sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.Apabila sel
membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol
dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yangmembutuhkan
komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan Smenghasilkan energi,karbondioksida
(CO2), dan air (H2O).
Ester asam lemak dengan alkohol
Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam/lilin ( waxes ). Lilin tidak
larut di dalam air dan sulit dihidrolisis.Lilin sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk
kulit, rambut dan lain-lain.Lilin merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai
panjang.
Lilin/Wax
Lilin/wax adalah ester aasm lemak dengan monohidroksi alkohol yang mempunyai rantai
C panjang (14 34). Contohnya adalh setilalkohol dan mirisilalkohol.
CH3 (CH2)14 CH2OH (setilalkohol)
CH3 (CH2)28 CH2OH (mirisilalkohol)
Lilin dapat diperoleh dari lebah madu, ikan paus, lumba-lumba. Lilin tidak larut dalam
pelarut lemak. Lilin tidak mudah terhidrolisis sehingga lilin tidak dapat berfungsi sebagai bahan
makanan. Pada tumbuhan lillin berfungsi sebagai lapisan pelidung terhadap air pada daun atau
buah, pada hewan juga sebagai pelindung dari air misalnya pada domba,burung atau serangga.
2.

Lipid Majemuk ( Kompleks )

Fosfolipid
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.Fosfolipid merupakan
komponen lipid terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak pada tubuh
hewan.Fosfolipid berbentuk lemak padat yang berwarnakuning dan sifatnya larut dalam pelarut
lemak (pelarut organik) selain aseton.Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur
dinding sel, berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang berlebihan. Fosfolipid
merupakan senyawa yang menyusun struktur lipid bilayer pada membran sel yang berperan
dalam mengatur sistem transport dari dalam ke luar sel. Saat ini telah banyak hasil riset yang
menunjukkan fungsi lain dari fosfolipid sebagai pengatur proses biologis dalam tubuh, seperti:
koneksi sistem saraf dan beberapa penyakit terkait kerja saraf. Meskipun fosfolipid bukan
termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan memiliki dampak positif
bagi kesehatan antara lain: mencegah penyakit liver, pengontrol kadar kolesterol, perkembangan
sistem
otak
dan
saraf.
Fosfolipid menyusun 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid berperan dalam
membentuk kerangka membran sel otak, sehingga kinerja fosfolipid akan sangat berpengaruh
pada tingkat kecerdasan manusia.
Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula
sederhana seperti galaktosa atau glukosa.Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk
lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor.Glikolipid dapat diturunkan
dari gliserol atau pingosine dansering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
Asam Lemak
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai zat penyusun
lemak tubuh atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkan energi.Asam lemak atau
lemak di dalam tubuh selain berasal dari lemak/minyak yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil
sintesis tubuh dari karbohidrat atau protein.
Asam lemak merupakan komponen unit pembangun yang khas pada kebanyakan lipid.
Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari 4 sampai
24. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang,
yang menyebabkan kebanyakan lipid tidak larut didalam air dan tampak berminyak atau
berlemak. Asam lemak tidak terdapat secara bebas atau berbentuk tunggal di dalam sel atau
jaringan, tetapi terdapat dalm bentuk yang terikat secara kovalen pada berbagai kelas lipid yang
berbeda,asam lemak dapt dibebaskan dari ikatan ini oleh hidrolisis kimia atau enzimatik.
Hampir semua asam lemak di alam memiliki jumlah atom karbon yang genap, asamasam lemak dengan jumlah 16 dan 18 karbon adalah yang paling dominan. Ekor hidrokarbon
yang panjang mungkin jenuh sepenuhnya, yaitu hanya mengandung ikatan tunggal, atau bagian
ini mungkin bersifat tidak jenuh, dengan satu ikatan ganda. Pada kebanyakan asam lemak tidak
jenuh,terdapat iktan ganda.
Ikatan ganda hampir semua asam lemak tidak jenuh yang ada di alam berada dalam
konfigurasi cis, yang menghasilkan suatu lekukan kaku pada rantai alifatik. Asam lemak jenuh
dari C12 sampai C24 bersifat padat, mempunyai konsistensi lilin. Asam lemak tak jenuh
sebaliknya, bersifat cairan berminyak pada suhu tubuh.
Asam lemak yang umumnya dijumpai bersifat tidak larut di dalam air, tetapi dapat
terdispersi menjadi misel didalam NaOH atau KOH encer yang mengubah asam lemak menjadi
sabun, nama yang diberikan bagi garam asam lemak. Sabun terutama adalah suatu campuran
garam potasium asam lemak. Sabun K+ atau Na+ bersifat ampifatik mengionnya gugus karboksil

menyusun bagian kepala yang bersifat polar dan bagian rantai hidrokarbonnya merupakan ujung
nonpolar. Sabun K+ dan Na+ mempunyai sifat mengemulsikan senyawa berminyak atau berlemak
yang tidak larut di dalm air. Ekor sabun yang bersifat hidrofobik memanjang ke dalm tetes
lemak, sedangkan kepala molekul sabun yang bersifat polar menghadap ke air. Jadi, sabun
memberikan mantel hidrofilik mengelilingi tetes lemak, untuk membentuk dispersi atau emulsi
yang halus.
Asam lemak terbagi menjadi 2, yaitu :

Asam lemak jenuh ( Saturated fatty acid ) : tidak membentuk ikatan rangkap karbon-karbon
pada hidrokarbon. Lemak jenuh kebanyakan tidak baik bagi kesehatan.
Memilki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki ikatan rangkat karbon
2. Tidak dapat mengalami proses penambahan atom hidrogen (hidrogenasi)
3. Notasi pada asam lemak jenuh misalkan asam palmitat ( 16 : 0)

Asam lemak tak jenuh ( Unsaturated fatty acid ) : membentuk ikatan rangkap karbon-karbon
pada hidrokarbon. Lemak tak jenuh lebih disukai, dikatakan lebih aman. Lemak ini tidak
menimbulkan penyakit, bahkan dapat dipergunakan untuk diet contoh bersumber dari buahbuahan. Notasi asam lemak tidak jenuh misalnya oleat ( 18:1 ) menyatakan asam tersebut
memiliki 18 atom karbon dan 1 ikatan rangkap karbon.
Atom
Karb Struktur
on
Asam Lemak Jenuh
12
CH3(CH2)10COOH
14
16
18
20
24

CH3(CH2)12COOH
CH3(CH2)14COOH
CH3(CH2)16COOH
CH3(CH2)18COOH
CH3(CH2)22COOH

Nama Sistematik

n-Dodekanoat
n-Tetradekanoat
n-Heksadekanoat
n-Oktadekanoat
n-Eikosanoat
n-Tetrakosanoat

Asam Lemak tidak Jenuh


16
CH3(CH2)5CH==CH(CH2)7COOH
18
18
18
20

CH3(CH2)7CH==CH(CH2)7COOH
CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH
CH3CH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH
CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(
CH2)3COOH

Nama
Umum

Titik
leburo
C

Asam
Laurat
Miristat
Palmitat
Stearat
Arakhidat
Lignosera
t

44,2

Palmitole
at
Oleat
Linoleat
Linolenat
Arakhido
nat

-0,5

53,9
63,1
69,6
76,5
86,0

13,4
-5
-11
-49,5

Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat.Kolesterol merupakan
komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf.
Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti

vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya
Estrogen & Testosteron) dan asam empedu ( fungsi pencernaan ).
Fungsi kolesterol dalam tubuh adalah :
1. Merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem membran dari spesieshewan eukariotik,
bersama dengan phospholipid dan protein. Jumlah kolesteroldalam jarngan hewan ekuivalen
dengan sistem membran.
2. Prekursor senyawa sterol penting yang terdapat dalam tubuh. seperti asam empedu,hormonhormon steroid (meliputi androgen, estrogen dan corticosteroid) danvitamin D3.
3. Kolesterol juga berperanan penting dalam pengnyerapan lemak dalam usus halusdan dalam
transportasi lebih lanjut ke sistem peredaran darah atau haemolymph.Disini kolesterol bergabung
dengan asam lemak untuk membentuk ester kolesterolyang sangat larut dan lebih emulsif
daripada molekul asam lemak bebas
B.
Lipid Berdasarkan ikatannya
1. Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Lemak Umumnya diperoleh dari
hewan, Berwujud padat pada suhu ruang. Tersusun dari asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh
mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls
tinggi, sehingga biasanya berwujud padat. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang
mengandung ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya.
Lemak/triasilgliserol/trigliserida
Lemak adalah trigliserida yang di bentuk dari reaksi esterifikasi antara asam lemak
dengan gliserol. Gliserol adalah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri dari tiga atom C. Pada
lemak, satu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak.
HO CH2
R1 C OH
R1 COO CH2
HO CH
R

OH
R

COO
CH
+ 3H2O
+
2
2
HO CH2
R3 C OH
R3 COO CH2
Gliserol
asam lemak
trigliserida / lemak
Sifat :
1. Lemak hewan berupa zat padat (suhu ruangan), lemak tumbuhan berupa zat cair (minyak
nabati).
2. Lemak bertitik lebur tinggi adalah asam lemak jenuh, sedang lemak cair (minyak ) adalah asam
lemak tidak jenuh.
3. Bilangan iodin (banyaknya gram iodin yang dapat bereaksi dengan 100 gram lemak), makin
besar bilangan iodin, makin banyak ikatan rangkapnya.
4. Lemak rantai pendek mudah larut dalam air, lemak rantai panjang sukar/tidak larut dalam air.
5. Pelarut lemak adalah : ester, kloroform, benzen, alkohol panas
6. Jika lemak dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak dan gliserol.
Minyak
Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari tumbuhan. Berwujud cair pada suhu ruang,
Tersusun dari asam lemak tak jenuh.asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang
mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya . Fungsi dari lemak dan minyak
adalah sebagai salah satu penyusun dinding sel dan penyusun bahan-bahan biomolekul , Sumber
energi yang efektif dibandingkan dengan protein dan karbohidrat,karena lemak dan minyak jika
dioksidasi secara sempurna akan menghasilkan 9 kalori/liter gram lemak atau minyak.
Sedangkan protein dan karbohidrat hanya menghasilkan 4 kalori tiap 1 gram protein atau

karbohidrat, dan Mencegah timbulnya penyumbatan pembuluh darah yaitu pada asam lemak
esensial.
C.

Lipid Berdasarkan asalnya


1.
Lemak Nabati
Lemak nabati berasal dari tumbuhan.Mengandung lemak tak jenuh dan tidak
mengandung kolestrol.Di dapat dari kelapa, kemiri, alpukat, durian, dll.Lemak nabati berfungsi
dalam menurunkan kadar kolesterol, mencegah terjangkitnya penyakit jantung koroner dan
pertumbuhan beberapa jenis kanker.
2. Lemak Hewani
Lemak hewani berasal dari hewan.Mengandung lemak jenuh dan kolestrol. Didapat dari
daging, telur, susu, keju, mentega, dll.Lemak hewani mengandung kolesterol yang tinggi.
Kolesterol sebagai komponen penting dalam asam empedu dimana asam empedu membantu
melarutkan lemak globular dari makanan sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase, dan
bereaksi dengan molekul lemak sehingga dapat melancarkan penyerapan lemak.
D.

Lipid Berdasarkan Kelas Dari Lemak


1.
Triasilgliserol
Triasilgliserol adalah ester asam lemak dari gliserol
Triasilgliserol adalah ester dari alkohol gliserol dengan tiga molekul asam lemak.
Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel
tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada membran. Triasilgliserol adalah
molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini tidak mengandung muatan listrik atau gugus
fungsional dengan polaritas tinggi. Triasilgliserol yang terdapat di alam bersifat tidak larut
didalam air, namun mudah larut dalam pelarut non polar, seperti kloroform, benzena atau eter
yang sering digunakan untuk ekstraksi lemak dari jaringan.
Senyawa yang mengandung satu jenis asam lemak pada ketiga posisi disebut
triasilgliserol sederhana, contohnya asam stearat, asam palmitat, dan asam oleat. Triasilgliserol
yang mengandung dua atau lebih asam lemak yang berbeda di sebut triasilgliserol campuran,
contohnya kebanyakan lemak alami, seperti minyak olive, mentega dan lemak makanan lainnya
merupakan campuran dari triasilgliserol sederhana dan campuran yang mengandung berbagai
jenis sam lemak yang berbeda dalam panjang rantai dan derajat kejenuhan.
Triasilgliserol adalah Lipida Penyimpan
Triasilgliserol terutama berfungsi sebagai lemak penyimpan. Pada hampir semua hewan
dan tumbuhan, triasilgliserol terdapat sebagi tetes minyak mikroskopi, terdispersi dan teremulsi
di dalam sitosol dengan halus. Pada adiposit atau sel lemak, yaitu hewan sel khusus pada
jaringan pengikat hewan, sejumlah triasilgliserol disimpan sebagi tetes lemak, yang hampir
mengisi seluruh volume sel.
Pada beberapa hewan, triasilgliserol yang tersimpan di bawah kulit mempunyai fungsi
ganda, keduanya adalah sebagai depot penyimpan energi yang penting dan sebagai insulasi
terhadap suhu yang amat rendah. Misalnya anjing laut, burung pinguin yang berdarah panas
lainnya, terisi penuh dengan triasilgliserol.
Triasilgliserol yang banyak mengandung mengandung asam lemak jenuh, berbentuk
padat pada suhu ruang serta memiliki titik cair yang tinggi di sebut lemak. Sedangkan
triasilgliserol yang banyak mengandung asam lemak tidak jenuh, berbentuk cair pada suhu ruang
serta memilki titik cair yang rendah disebut minyak.

Minyak atau lemak yang berasal dari hewan disebut minyak/lemak hewani contohnya
lemak yang terdapat pada jaringan adipose dan sumsum tulang. Sedangkan yang berasal dari
tumbuhan disebut minyak/lemak nabati contohnya lemak yang terdapat pada buah-buahan,
kacang-kacangan.
CH2OCR
R CO CH
fosfatidikolina
CH2OPOCH2CH2N(CH3)3
2. Sfingolipid
Sfingolipid termasuk derivat sfingosin. Sfingolipid adalah lemak yang ditemukan di
dalam membaran sel, khususnya pada sel saraf dan jaringan otak. Lemak ini tidak mengandung
gliserol. Fosfosfingolipid utama pada mamalia adalah sfingomielin (seremida fosfokolina).
OH NH2
CH3(CH2)12 CH = CH CH CH CH2OH
Sfingosin

Spingolipid Juga Merupakan Komponen Membran


Spingolipid kelas kedua terbesar dari lipid membran, juga mempunyai kepala yang
bersifat polar dan dua ekor nonpolar, tetapi senyawa ini tidak mengandung gliserol. Spingolipid
tersusun atas satu molekul alkohol amino berantai panjang spingosin, atau satu diantara
turunannya, dan suatu alkohol polar pada bagian kepala.
Spingosin adalah senyawa induk dari sejumlah alkohol amino berantai panjang yang
ditemukan pada berbagai spingolipid. Terdapat tiga subkelas spingolipid : Spingomielin,
serebrosida, dan gangliosida.
3. Steroid
Steroid adalah Lipida yang Tidak Tersabunkan dengan Fungsi Khusus
Sel juga mengandung lipid yang tidak tersabunkan,yang tidak mengandung asam lemak
dan karenannya tidak dapat terbentuk sabun. Steroid adalah molekul kompleks yang larut di
dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung. Steroid yang paling banyak adalah
sterol yang merupakan steroid alkohol. Kolestrol adalah sterol utama pada jaringan hewan.
4. Lipoprotein

Lipoprotein Menggabungkan Sifat-sifat Lipida dan Protein


Beberapa lipid berikatan dengan protein spesifik membentuk lipoprotein. Banyak bukti
yang menunjukkan bahwa kombinasi tingkat plasma yang tinggi dari lipoprotein berdensitas
amat rendah (VLDL = very low density lipoprotein ) dengan tingkat yang rendah dari lipoprotein
berdensitas tinggi ( HDL = high density lipoprotein ) merupakan faktor penting penyebab
aterosklerosis, pembentukkan deposit tebal dari kolesterol dan senyawa ester turunannya pada
permukaan sebelah dalam dari pembuluh darah. Aterosklerosis segara menimbulkan kelumpuhan
dan serangan infarksi koroner, yang diakibatkan oleh terganggunya aliran darah melalui
pembuluh darah yang tersumbat, pada otak dan jantung secara berturut-turut.

2.5

Identifikasi Kandungan Lipid dengan Uji Kualitatif


Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif
maupun kuantitatif. Uji-uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut:
UJI KELARUTAN LIPID
Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahadap berbagai
macam pelarut. Dalam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila
lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. Hal tersebut
karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama
nonpolar.
UJI KEJENUHAN PADA LIPID
Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk
asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. Iod Hubl ini
digunakan sebagai indikator perubahan. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama
banyaknya. Tabung dikocok sampai bahan larut. Setelah itu, tetes demi tetes pereaksi Iod Hubl
dimasukkan ke dalam tabung sambil dikocokdan perubahan warna yang terjadi terhadap
campuran diamati. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan cara
melihat strukturnya. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya.
Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah asam lemak,
lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. Warna merah yang kembali pudar
menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.
Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi
oleh golongan halogen. Pada uji ketidakjenuhan, pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam
lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal. Warna
merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah
mereduksi pereaksi iod huble.
UJI KETENGIKAN
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. Dalam uji ini, diidentifikasi lipid mana
yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Minyak yang
akan diuji dicampurkan dengan HCl. Selanjutnya, sebuah kertas saring dicelupkan ke larutan
floroglusinol. Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak. Setelah itu, kertas
digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. Serbuk CaCO3 dimasukkan ke
dalam erlenmeyer dan segera ditutup. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion
hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan
hidrogen radikal bebas. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir
oksidasi akan dihasilkan peroksida (Syamsu 2007).
UJI SALKOWSKI UNTUK KOLESTEROL
Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi
keberadaan kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume
yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid.
Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas
menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna
fluoresens hijau (Pramarsh 2008).
UJI BILANGAN IOD

Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan,sedangkan lemak yang
barasal dari tumbuhan berupa zat cair. Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung
asam lemak jenuh,sedangkan lemak cair atau yang basa disebut minyak mengandung asam
lemak tidak jenuh. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang berbedabeda. Untuk menentukan derajat ketidakjenuhan asam lemak yang terkandung didalamnya
diukur dengan bilangan iodium. Iodium dapat bereaksi dengan ikatan rangkap dalam asam
lemak. Tiap molekul iodium mengadakan reaksi adisi pada suatu ikatan rangkap. Oleh karenanya
makin banyak ikatan rangkap,makin banyak pula iodium yang dapat bereaksi.

2.6

Tanaman Penghasil Lipid dan Kegunaannya

Beberapa tanaman penghasil lemak terpenting adalah kedelai, kapas, kacang tanah, jarak, raps/kanola, kelapa,kelapa
sawit, jagung dan zaitun.
Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L.)
Famili: Fabaceae
Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak.[3] Biji ini dapat
dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. [3] Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses
menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. [3] Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar
10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. [1] Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga
dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau.[
Kedelai (Glycine max atau Glycine soja)
Famili: Fabaceae
Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa
bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi
tahu (tofu),
bermacam-macam saus penyedap (seperti kecap, taosi, dan tauco),
tempe,
susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa),
tepung kedelai,
minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel),
makanan ringan
KELAPA (Cocos nucifera L.)

Famili: Arecacea
e

Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan
orang. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya
pada Bandar Udara Soekarno Hatta) oleh Sedijatmo.
Kayu dari batangnya, yang disebut kayu glugu, dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan
dapat dipakai sebagai papan untuk rumah. Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda
kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang
sangat menarik, terutama oleh masyarakatJawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan
tangan yang berdiri sendiri (senimerangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan, disebut lidi, dihimpun
menjadi satu menjadi sapu.
KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis)

Famili: Arecaceae
Antara barangan yang terbaru hasil penyelidikan kelapa sawit telah dapat menghasilkan :
Aiskrim : Antara kegunaan istimewa minyak sawit ialah sebagai bahan asas dalam pengeluaran aiskrim. Walaupun lemak
susu adalah bahan paling sesuai digunakan dalam pembuatan aiskrim, minyak sayuran yang diadun istimewa boleh dijadikan
bahan alternatif.
Konfeksi : Pengganti Lemak Koko (CBR) adalah lemak yang digunakan untuk menggantikan secara separa atau keseluruhan
penggunaan lemak koko dalam pembuatan produk coklat dan konfeksi.
Krimer : Adunan minyak sawit dan minyak isirung sawit, serta lain minyak digunakan secara meluas untuk menggantikan
lemak susu dalam penyediaan krimer kopi bukan berasaskan tenusu. Krimer sawit menggantikan penggunaan krimer tenusu
dalam penyediaan minuman kopi, serta ia tahan lebih lama dan lebih mudah digunakan.
Serbuk santan : Santan adalah bahan penting digunakan kebanyakan rakyat Malaysia untuk menghasilkan lauk-pauk dan
kuih-muih tradisional atau moden
KAPUK RANDU (Ceiba pentandra L. Gaertn.)

Famil Malvaceae (Bombac


i:
aceae)

Kegunaan Kapas
:
Sebagai tambahan dari industri tekstil, kapas juga digunakan dalam jaring ikan, saringan kopi, tenda, dan pembatas
buku. Uang China pertama terbuat dari fiber kapas, dan juga uang dollar AS modern. Denim, sebuah jenis pakaian 'durable',
sebagian besar terbuat dari kapas, dan juga kebanyakan T-shirt.
ZAITUN (Olea europaea L.)

Famili:

Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah
ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang
dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae.
KANOLA (Brassica napus L.)

Famili:

Brassicaceae

Kanola umumnya diolah untuk menghasilkan minyak rapa Minyak rapa juga semakin penting sebagai bahan
baku biodiesel akibat naiknya harga minyak bumi dan sifatnya yang terbaharukan dan teruraikan. Untuk kepentingan
energi dan pelumas, minyak HEAR lebih disukai karena rantai asam erukat lebih panjang dan stabil pada
pemanasan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah petani lebih menyukai LEAR sehingga terjadi kompetisi
terhadap penggunaannya sebagai makanan. Harga minyak rapa sekarang meningkat akibat pemanfaatan sebagai
bahan bakar.
Penggunaan
lain
minyak
rapa
adalah
sebagai
campuran
dalam oli/pelumas, lak, cat, lilin, farmasetika,emulgator, campuran plastik, tensida, dan sabun.
JARAK (Ricinus communis L.)

Famili:

Oleaceae

Euphorbiaceae

Tanaman ini merupakan sumber minyak jarak, dan mengandung zat ricin, sejenis racun yang
mematikan. Pohon jarak merupakan satu-satunya tumbuhan yang bijinya kaya akan suatu asam lemak hidroksi,
yaitu asam ricinoleat. Kehadiran asam lemak ini membuat minyak biji jarak memiliki kekentalan yang stabil pada suhu
tinggi sehingga minyak jarak dipakai sebagai campuran pelumas.
JAGUNG (Zea mays ssp. Mays L.)

Famili:

Poaceae

Produk utama jagung adalah bijinya, yang menjadi bahan pangan dan bahan baku pakan.Sebagai bahan
pangan, biji jagung direbus lalu dimakan langsung atau digiling kasar menjadi pangan sarapan serealia atau
dihaluskan menjadi tepung maizena. Sebagai pakan, jagung kering diberikan langsung atau dipecah atau digiling.
Saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.

Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi
utama plastik. Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku
casing komputer yang siap dipasarkan

BAB III
PENUTUP
3.1.

1.

2.

Kesimpulan
Lipida adalah komponen sel yang bersifat berminyak atau berlemak, dan tidak larut
didalam air, yang dapat diestrak dengan larut nonpolar. Beberapa lipid berfungsi sebagai
komponen struktural membran, yang lain sebagai bentuk penyimpan bahan bakar.
Klasifikasi Lipid menurut Bloor, terbagi dua. Pertama yaitu Lipid sederhana yang terdiri
atas Lipid netral (berfungsi sebagai simpanan energi), Lilin (sering digunakan sebagai lapisan
pelindung untuk kulit dan rambut). Kedua yaitu Lipid majemuk terdiri atas fosfolipid( berfungsi
membentuk kerangka sel otak), Asam Lemak (sebagai penyusun lemak tubuh), Kolesterol
(sebagi komponen utama selaput sel otak dan saraf).
Klasifikasi Lipid berdasarkan asalnya yaitu lemak nabati (berfungsi menurunkan kadar
koleseterol) dan lemak hewani (berfungsi memperlancar proses pencernaan). Klasifikasi Lipid
berdasarkan ikatannya yaitu Lemak dan Minyak yang berfungsi sebagai salah satu penyusun
dinding sel dan bahan biomolekul. Klasifikasi Lipid berdasarkan kelas dari lemak yaitu Asam
lemak (berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh), Gliserida netral (sebagai simpanan energi),
fosfolipid ( pengemulsian lipid di dalam saluran pencernaan), Sfingolipid ( sebagai penyusun
selubung mielin serabut saraf), Steroid (berfungsi sebagai hormone).
3.2.

Saran
Mungkin inilah yang disajikan pada penulisan makalah ini meskipun penulisan ini jauh
dari sempurna. Masih banyak kesalahan dari penulisan makalah ini, karna penulis manusia yang
adalah tempat salah dan dosa dan penulis juga butuh saran beserta kritikan agar bisa menjadi
motivasi untuk masa depan yang lebih baik dari pada masa sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Purba,Michael.2000. Kimia SMU Kelas 3 Tengah Tahun Pertama. Jakarta: Erlangga

Sudarmo, unggul. 2004. KIMIA untuk SMA kelas XII : Jakarta: Erlangga
Situs :
http://www.sridianti.com/pengertian-dan-ciri-lipid.html (didownload pada tanggal 15 Oktober
2014 pukul 15.20 WIB)
http://trisetiani288.wordpress.com/biokimia-2/lipid/ (didownload pada tanggal 15 Oktober 2014
pukul 15.37 WIB)