Anda di halaman 1dari 26

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk individu dan sosial,
dikatakan makhluk individu karena manusia terlahir sebagai makhluk individual
yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga.
Dalam perkembangannya manusia sebagai makhluk individu tidak hanya
bermakna kesatuan jiwa dan raga tetapi aka menjadi pribadi yang khas dengan
corak kepribadianya.
Manusia

dikatakan makhluk sodial karena manusia hakikatnya tidak

mampu hidup sendiri, manusia juga membutuh kan orang lain. Dalam
menjalankan hidupnya manusia pasti membutuhkan orang lain, karena tidak
mungkin manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan dirinya sendiri.
Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lain.
Dalam hal ini, manusia sebagai indiveidu memasuki kehidupan bersama dengan
individu lainnya.
Kehidupan manusia didunia ini pasti memiliki nilai-nilai kebudayaan, yang
bersumber dari kepercayaan lingkungan sekitarnya, dan nilai-nilai itu dipatuhi
oleh masyarakatnya. Jika nilai-nilai kebudayaan itu di langgar oleh masyarakat
yang mempercayainya, maka akan di adili oleh masyarakat lain.
Oleh karena itu disini akan di bahas tentang hakikat manusia dan nilainilai

kemanusiaan,

pembelajaran

tentang

manusia

dengan

kemanusiaannya.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hubungan manusia dengan cinta?
2. Bagaimana hubungan manusia dengan keindahan?
3. Bagaimana hubungan manusia dengan kegelisahan dan penderitaan?
4. Bagaimana hubungan manusia dengan keadilan?
1

sifat

5. Bagaimana hubungan manusia dengan tanggung jawab?


6. Bagaimana hubungan manusia dengan pandangan hidup dan harapan?

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. DEFINISI CINTA
Cinta adalah perasaan kasih sayang, kemesraaan, belas kasihan dan
pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab,
tanggung

jawab

artinya

akibat

yang

baik,

positif,

berguna,

saling

menguntukkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.


B. DEFINISI KEINDAHAN
Keindahan atau estetika berasal dari kata yunani yang berarti merasakan
to sense, atau to perceive. Pengalaman keindahan termasuk dalam tingkat
presepsi dalam pengalaman manusia.
Para foilosof mendefinisikan keindahan sebagai suatu kesatuan hubungan
yang formal pengamatan yang dapat menimbulkan rasa senang dengan
batasan tersebut, orang sering mencampur adukkan penegrtian keindahan dan
seni, padahal kesenian mempunyai gejala yang lebih kongkret dari keindahan.
Dengan demikian pernyataan bahwa segala sesuatu yang indah adalah seni,
dan seni pastilah indah.
Para ahli merumuskan beberapa definisi keindahan sebagai berikut :
a. Alexan

der Baumgarten

Keindahan adalah suatu bagian yang meiliki susunan teratur, yang bagianbagian itu dan yang erat hubungannya antara satu dan lain, dan juga dengan
keseluruhan.
b. Winchelmann
Keindahan itu dapat terlepas sama sekali dari kebaikan.
2

c. Sulzer
Keindahan itu hanya untuk yang baik. Jika belum baik suatu itu belum dapat
dikatakan indah, keindahan harus emupuk perasaan moral. Ammoral adalah
tidak indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.
d. Humo
Keindahan adalh suatu yang menyebabkan atau mendatangkan rasa senang.
e. Al-Ghozali
Keindahan suatu benda terletak dari kesempurnaan, yang dapat dikenali
kembali dna sesuai dengan sifat benda itu
C. DEFINISI KEGELISAHAN
Kegelisahan dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat
adanya instink manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari
kesempurnaan. Atau dari segi batin manusia, gelisah sebagai akibat noda
dosa pada hati manusia. Dan tidak jarang akibat kegelisahan seseornag,
sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.
D. DEFINISI PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahs
sansekerta

dhra

artinya

menahan

atau

menanggung.

Derita

artinya

menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan


itu dapat berbentuk lahir ataupun batin.
Al-Quran maupun kitab suci agama lain banyak menguraikan penderitaan
manusia sebagai peringatan bagi manusia.
E. DEFINISI KEADILAN
Berikut beberapa tentang pengertian keadilan berdasarkan pendapat para ahli:
a. Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartiakan sebagai titik tengan diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu
banyak dan terlalu sedikit.
3

b. Menurut plato, yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri,
dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
c. Menurut Socrates, keadilan terciptabilamana setiap warga sudah merasa
bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan kewajibannya dengan baik.
Dan menurut yang lebih umum, keadilan itu dapat diartiakan sebagai
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, keadilan
terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan
menjalankan kewajiban. Atau dengan katalain keadilan adalah kedaan bila
setiap orang

memperoleh

apa

yang menjadi

haknya

dan

setiap

orag

memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


F. DEFINISI TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajibannya.
G. DEFINISI PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat,
yang

dipilih

secara

selektif

oleh

para

individu

dan

golongan

didalam

masyarakat.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan
kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang
mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua
golongan.
H. DEFINISI HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan terjadinya sesuatu
yang mempunyai harap atau keinginan hati, putus harapan putus pula hati
manusia.
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud, setiap orang mempunyai
harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya. Manusia yang tak

mempunyai harapan itu berarti tak ada yang diharapkan lagi. Menurut
kodratnya dalam diri manusia ada dorongan, yakni dorongan kodrat dan

BAB III
PEMBAHASAN
A. MANUSIA DAN CINTA
a) Cinta
Kata cinta selain mengandung unsur perasaan aktif juga menyatakan
tindakan yang aktif. Kalau seseorang mencintai orang lain artinya orang
tersebut berperasaan kasih sayang atau berperasaan suka terhadap orag
tersebut. Cinta memgang perasaan yang penting dalam kehidupan, sebab cinta
merupakan landasan dalm kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan
pemeliharaan anak. Demikian juga cinta adalah pengikat yang kokoh antara
manusia dengan tuhannya, dengan cinta itu manusia akan ikhlas mematuhi
perintah tuhannya, dan mengikuti syariatnya.
5

Dalam kehidupan manusia cinta menampakkan diri dalam berbagai


bentuk, mulai dari seorang yang mencintai dirinya sendiri, istrinya, anaknya,
dan tuhannya. Cinta itu memngandung kejujuran, amanat, dan keadilan, apabila
cinta itu telah tumbuh seseorang akan menuntut dirinya untuk melakukan
kebenaran, kebijakan, dan pengorbanan.
Cinta tidak dapat di ilustrasikan dalam kata-kata. Dia memiliki daya yang
luar biasa pada manusia dan melekat dengan kuat. Cinta bisa tiba-tiba muncul,
bisa juga hilang begitu saja, atau akan terus tumbuh seperti cintaya orang tua
terhadap anaknya. Cinta dapat di lukiskan dengan cara memberi, bukan
meminta, sebagai bentuk wujud cinta seseorang.
b) Pertemuan dan cinta
Hakikat pertemuan atau kelahiran dan cinta. Kodrat sosial manusia atau
hubungannya dengan orang lain, yang hanya berdasarkan kecenderungan
biologis dan psikologis manusia, tidak menghasilkan hidup bersama yang sejati.
Orang

yang

mengikuti

kecenderungan-kecenderungan

itu

mewujudkan

hubungan dengan orang lain atas taraf biologis dan psikologis, tetapi belum
tentu mereka bertemu dengan orang lein sebagi pribadi. Dan inilah yang
menentukan arti kodrat sosial manusia, yakni bahwa aku sebagai pribadi
bertemu dengan orang lain yang pribadi.

Maka hubungan antara orang

dianggapnya sebagai hubungan personalitis.


Berbagai bentuk cinta yang terdapat dalam Al-quran :
a. Cinta diri
Cinta manusia terrhadpa dirinya sendiri , memiliki kecenderungan untuk
menuntut

segala

sesuatu

yang

bermanfaat

dan

berguna

bagi

dirinya,

menghindari segala sesuatu yang membahayakan. Hal ini tertulis dalam Alquran QS. 7:1881
b. Cinta kepada sesama manusia
1 Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak
kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku
membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain
hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

Allah memerintahkan manusia untuk encintai sesamanya, seperti yang tertulis


dalam Al-quran QS. 49:102, QS. 59:93. Ciri cinta antara sesama manusia menurut
ajaran islam di tandai dengan sikap yang lebih mengutamakan (mencintai) orang
lain dari pada dirinya sendiri.
c. Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengn dorongan seksual, hal ini didiskusikan dalam Alquran QS.3:144. Cinta seksual merupakan bagian dari kebutuhan manusia yang
dapat melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami istri.
Seks merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
d. Cinta kebapakan
Cinta ibu kepada anknya, atau dorongan keibuan, merupakan dorongan fisiologis.
Dorongan kebapakan tidak seperti dorongan keibuan. Hal ini tampak cinta bapak
terhadap anaknya karena ia merupakan sumber kesenangan dalam kegembiraan
baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor prnting dalam
bagi kelangsungan peran bapak dalam kehidupan , dan tetap terkenangnya dia
setelah meninggal dunia.
e. Cinta kepada Allah
Puncak cinta yang paling jernih adalah cinta kepada Allah, dan kerinduan kepadaNya. Cintanya seorang mukmin kepada Allah melebihi cintanya orang mukmin
kepada yang lainyya. Cinta kepada Allah akan menjadikan manusia cinta kepada
2 Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
3 Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.
Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan
kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas
diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa
yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
4 Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatangbinatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah
tempat kembali yang baik (surga).
7

sesamanya, dan semua ciptaan Allah. Hal ini dikarenakan tuhan dipandang
sebagai kerinduan spiriyualnya dan harapan kalbunya.
f. Cinta kepada rasul
Cinta kepada Rasul Muhammad merupakan peringkat kedua setelah cinta kepada
Allah. Hal ini karena Rasul adalah contoh muslimin yang sempurna bagi manusia,
baik dalam tingkah laku, moral, maupun sifat luhur lainnya.
g. Cinta kepada orang tua
Cinta kepada ibu dan bapak dalam ajaran islam sangat mendasar, menentukan
ridla tidaknya tuhan kepada manusia.
B. MANUSIA DAN KEINDAHAN
a) Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, permai, cantik, molek, dan sebagainya.
Benda yang mengandung keindahan adalah segala hasil seni dan alam semesta
ciptaan tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia, oleh karena itu,
kapan, dimana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan
Keindahan termasuk dalam tingkat presepsi dalam pengalaman manusia,
biasnya bersifat terlihat atau terdengar. Keindahan mungkin ada hubunganya
dengan rasa sentuh, rasa, atau bau. Keindahan mencakup penyerapan perhatian
yang menyenangkan dalam pengalaman yang timbul dari pandangan yang sepi
dan pamrih terhadap suatu fenomena, baik alamiah ataupun yang disebut
manusia.
Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menghadirkan keindahan dalam
hidupnya. Keindahan merupakan sesuatu yang sangat penting, yang menunjukkan
bahwa manusia itu memiliki prasaan yang halus, lembut serta menghargai
kualitas.
Menurut The Liang Gie, keindahan dibedakan menjadi tiga :
1) keindahan dalam arti luas

keindahan dalam arti luas mengandung ide kebaikan, Plato menyebutnya


sebagia watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles
merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang baik juga menyenangkan.
2) Keindahan dalam arti estetik murni
Keindahan dalam arti estetik murni adalah pengalaman estetik seseorang dalam
hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya.
3) Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti terbatas adalah hanya benda-benda yang dapat diserap
dengan pengelihatan yaitu berupa keindahan bentuk dan warna.
b) Sifat-sifat keindahan
Untuk mengatakn sesutau itu indah atau tidak, berikut ini akan diungkapkan
sifat keindahan. Atas dasar sifat

ini juag akan di kemukakan beberapa

tanggapan mengenai keindahan :


1. Keindahan itu kebenaran
Kebenaran artinya bukan tidruan, oleh karena itu, tiruan lukisan monalissa
tidak indah karena dasarnya tidak benar, mana yang indah, gadis cnatik
atau lukisan gadis cantik itu.
2. Keindahan itu abadi
Abadi artinya tidak pernah dilupakan, tidak pernah hilang. Karya musik
Beethoven tidak pernah dilupakan orang karena indah. Acara TVRI, dari
masa kemasa menunjukkan bahwa lagu-lagu itu indah. Jhon Keats
menyatakan bahwa suatu yang indah itu abadi, sedangkan yang tidak
abadi itu tidak indah.
3. Keindahan mempunyai daya tarik
Daya tarik artinya memikat perhatian orang, menyenangkan, tidak
membosankan. Pulau Bali menyenangkan orang, ia mempunyai daya
tarik. Karena itu, dikatakan bahwa bali itu indah.
4. Keindahan itu Universal
9

10

Universal artinya tidak terikat dengan selera perseorangan, waktu, dan


tempat. Selera mode tidak universal karena terikat dengan pilihan
seseorang dalam kurun aktu tertentu pula. Jadi mode itu tidak indah.
5. Keindahan itu wajar
Wajar itu tidak berlebihan dan tidak pula kurang atau menurut apa
adanya. Misalnya foto berwarna yang di cetak lebih indah dari pada foto
aslinya, justru tidak indah karena berlebihan. Penyanyi yang berteriakteriak dan berjungkrak-jingkrak ketika membawakan lagunya sehingga
melampaui kewajaran, justru tidak indah.
6. Keindahn itu kenikmatan
Kenikmatan artinya kesenangan yang memberikan kepuasan. Menonton
film atau pertunjukkan tari-tarian yang tidak menyenangkan itu dikatakan
tidak indah. Apabila pencipta suatu karya seni memperoleh kenikmatan
atau kepuasan apabila karyanyaitu dikatakan indah, contohnya ialah
banyakanya pembaca dan penonton film yang diangkat dari novel Kabut
Sutra Ungu oleh Ike Sutopo, dan Cintaku di Kampus Biru oleh Ashadi
Siregar, menyebabkan si pengarang marasa puas karena keindahan
karyanya.
7. Keindahan itu kebiasaan
Kebiasaan artinya dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa menjadi
biasakarena di lakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa, tidak indah,
namun karena dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi biasa dan
indah.
C. MANUSIA, KEGELISAHAN DAN PENDERITAAN
a) Kegelisahan
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan.
kegelisahan ini apabila terlalu lama hinggap dalam diri manusia akan
menyebabkan suatu gangguan penyakit. Kegelisahan yang cukup lama akan
menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
10

11

Tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal


ini

mungkin

terjadi

akibat

kebutuhan

hidup

yang

meningkat,

rasa

individualitistis, dan egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak


stabil, dan seterusnya.
Penyebab

kegelisahan

dapat

pula

dikatakan

akibat

mempunyai

kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan.


Kehidupan ini yang menyebabkan menjadi gelisah, mereka sendiri tidak tahu
kenapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti.
Orang yang mempunyai dasar dalam menjalankan hidup, sering di timpa
gelisah. Kegelisahan seperti itu sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan
murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya, seolah-olah
tanpa sebab.
Ini berbeda dengan kegelisahan terapan yang terjadi dalam peristiwa
sehari-hari, seperti kegelisahan karena cemas memikirkan orang tua yang sakit,
memikirkan anak yang belum pulang, melakukan suatu perbuatan dosa yang di
tentang nuraninya, dan sebagainya.
Alasan mendasar kenapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki
hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa keterasingan, kesepian, dan
ketidak

pastian.

Perasaan-perasaan

semacam

ini

silih

berganti

dengan

kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. Perasaan seseorang


yang sedang gelisah ialah hatinya tidak tentram, merasa hawatir, cemas, takut,
jijik, dan sebagainya.
Perasaan cemas menurut Sigmund Freud ada tiga macam :
1. Kecemasan objektif
Kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan, seperti anak yang
belum pulang, orang tua yang sedang sakit keras, dan sebagainya.
2. Kecemasan neurotik (saraf)
Hal ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Seperti
penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irasional semacam
fobia rasa gugup, dan sebagainya.
11

12

3. Kecemasan moral
Hal ini muncul dari emosi diri sendiri, seperti perasaan dengki, iri hati,
hasud, marah, rendah diri, dan sebagainya.
Untuk mengatasi kegelisahan ini

(dalam ajaran islam), manusia

diperintahkan untuk meningkatkan iman, taqwa, dan amal sholeh, seperti


firman Allah (QS.70:18-27)5.
Hanya dengan cara mendekatkan diri pada tuhan maka kegelisahan hati
manusia akna hilang. Mendekatkan diri bukan hanya melalui hubungan vertikal
dengan Tuhan, tetapi juga melalui hubungan horizontal degan sesama manusia
sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan sendiri..
b) Penderitaan
Penderitaan

termasuk

realitas

dunia

manusia.

Itensitas

penderitaan

bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan
individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa
yang

di

anggap

penderitaan

oleh

seseorang,

belum

tentu

merupakan

penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi
untuk bagkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai
kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar
dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya.
Oleh karena itu penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.
Sebagai contoh penderitaan adalah, penderitaan yang menimpa Nabi
Muhammad, pemimpin besar umat islam. Ayahnya wafat sejak beliau berumur
dua

bulan di dalam kandungan ibunya. Kemudian pada usia 6 tahun, ibunya

wafat. Dari peristiwa ini dapat di bayangkan penderitaan Nabi Muhammad,

5 Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa
kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orangorang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orangorang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan
orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang
mempercayai hari pembalasan,
12

13

sekaligus menjadi saksi sejarah sebelum ia menjadi pemimpin yang berhasil


memimpin umatnya.
Masih banyak contoh lainnya yang menunjukkan bahwa penderitaan tidak
selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan
pendorong untuk menciptakan manusia-manusia yang besar.
1. Hubungan penderitaan dan kenikmatan
Tujuan hidup manusia yang populer adalah kenikamtan. Sedangkan
penderitaan adalah hal yang selalu dihidari oleh manusia. Oleh karena itu
penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri
sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara, hal ini berhubungan dengan
penyebabnya.
Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain:
a. penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan
kematian.
b. penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya
seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena lasan saya suka itu atau
sesuatu itu menyakitkan. Kenikmatan dirasakan apabila yang disukai sudah
didapat,

dan

penderitaan

dirasakan

apabila

sesuatu

yang

menyakitkan

menimpa pada dirinya.


Aliran

yang

ingin

secara

mutlak

menghindari

penderitaan

adalah

hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan merupakan tujuan satusatunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik. Penafsiran
hedonisme ada dua macam, yaitu :
1)

Hedonisme psikologis

Yang berpandangan bahwa semua tindakan di arahkan untuk mencapai


kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2)

Hedonisme etis
13

14

Yang berpandangan bahwa semua tindakan harus di tujukan kepada


kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hubungan penderitaan dan kasihan
Penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap
kasihan, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan
senang melihat penderitaan orang lain. Bila demikian itu, maka itu disebut sikap
sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia
dengan menolak pendeitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk
menghindari meringakan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya.
3. Hubungan penderitaan dan noda dosa pada hati manusia
Penderitaan dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia. Menurut
Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa Ulumuddin, orang yang suka iri hati, hasad,
dan dengki akan menderita hukuman lahir dan batin, dan selalu kan merasa
tidak puas dan tidak pernah bertrima kasih. Allah telah emberi ilmu dan
kekayaan atau kuasa-Nya karena itu penderitaan lahir batin akan selalu
menimpa orang-orang yang mempunyai iri hati, dengki, hasad selama hidupnya
sampai ahir kelak.
Untuk mengobati hati yang enderita ini, sebelumnya perlu di ketahui
tanda-tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu di ketahui bahwa
setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati
sakit, maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna, karena
hatinya kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan
adalah apabila ia tidka berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan
menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya. Sehubungan dengan
ini Allah berfirman dalam Al-Quran (QS.51:56) 6. Obat supaya hati sehat juga di
firmankan Allah (QS. 26:89)7.

6 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
7 Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan
menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
14

15

Jadi mengenal atau makrifat kepda Allah yang membawa semangat taat
kepada Allah dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk
menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah).
D. MANUSIA DAN KEADILAN
a) Keadilan
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan
kewajiban.

Keadilan

pada

pokoknya

terletak

pada

keseimbangan

atau

keharmonisan antara penunut hak dan orang yang menjalankan kewajiban.


Berbicara tentang keadilan, anda tentu segera ingat dengan dasar negara
kita, pancasila. Sila kelima pancasila berbunyi keadilan sosial bagis eluruah
rakyat Indonesia. Anda hafal kalimat itu tetapi mengenai arti adil dan keadilan,
besar kemungkinan and tidak dapat segera menjawabnya. Hal ini karena
penegrtian adil dan keadilan itu sampai detik ini masih belum dirumuskan
dengan jelas.
Keadilan menurut sumbernya dapat dibagi menjadi dua:
1. Keadilan individual adalah keadilan yang bergantung pada kehendak baik
atau kehendak buruk masing-masing individu.
2. Keadilan sosial adalah keadilan yang pelaksanaannya bergantung pada
struktur-struktur , yang di dalamnya terdapat beberapa bidang, diantaranya
bidang polotik, ekonomi, sosial, budaya, dan idiologi.
Keadilan menurut jenisnya dapat dibagi menjadi dua:
1. Keadilan legal atau keadilan moral yang terwujud apabila setiap anggota di
dalam

masyarakat

melakukan

fungsinya

dengan

baik

menurut

kemampuannya.
2. keadilan distributif, yang terwujud apabila hal-hal yang sama diperlukan
secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama.
b) Keadilan dan ketidakadilan

15

16

Keadilan

adalah

pemenuhan

hak,

sedangka

ketidakadilan

adalah

pengingkaran hak. Dalam definisi keadilan tersebut terdapat asas persamaan.


Asas ini tidak dimaksudkan untuk memberi pelakuan yang tidak sam, melainkan
memperlakukan yang sama sesuai dengan kesamaannya, dan memperlakukan
yang berbeda sesuai dengan perbedaannya.
Para filosof lainnya mengartikan keadilan seperti berikut:
Keadilan adalah ukuran atau norma bagi hukum yang memungkinkan
untuk, memberikan kepada masing-masing bagiannya, mencapai suatu sociale
ideal berupa masyarakat yang terdiri dari manusia-manusia yang berkehendak
bebas, memperkembangkan kemanusiaan, memperlakukan pekara yang sama
secara sama dan perkara yang tidak sama secara tidak sama.
Langkah demi langkah kita menalar latar belakang segala macam ketidak
adilan (yangs elalu terjadi di dalam kehidupan manusia dimanapun, kapanpun,
pada bangssa apapun, dalam kebudayaan pada tingkat manapun), seperti berikut:
1. Ketidakadilan terjadi dalam kehidupan bersama
Sebagai

perlakuan

manusia

terhadap

sesamanya,

ketidak

adilan

mengasumsikan adanya kehidupan bersama, kehidupan bersama itu sendiri


merupakan suatu fenomena manusia yang universal, suatu yang di tampakkan
oleh manusia dimanapun, kapanpun, dan bangsa apapun, dalam kebudayaan
pada tingkat manapun.
2. Ketidakadilan terjadi karena adanya kebebasan dan kemampuan manusia dalam
merancnag kehidupannya.
Suatu fenomena yang universal yang lain adalah bahwa manusia
mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk merancang kehidupannya
(merancang pelaksanaan hidupnya). Setiap orang menjadi dirinya sendiri di
dalam anyaman kehidupan bersama, kebebasan adalah kebebasan yang
teranyam di dalam kebersamaan. Kehidupan bersama adalah gelanggang bagi
manusia untuk melaksanakan hidupnya dengan kebebasan dan menjadi dirinya
sendiri, menjadi pesona.

16

17

Didalam kehidupan bersama setiap orang adalah seorang individu dengan


kepribadiannya sendiri, tetapi yang teranyam di dalam kebersamaan. Pesona
sebagai individu merupkan dimensi pada kehidupan manusia, sebutlah itu
dimensi personal-individual.
3. Ketidak adilan terjadi kerana adanya dialektika kehidupan manusia
Di dalam praksis ini kita mempunyai catatan bahwa pelaksanaan dialektika
kehidupan itu selalu mendatangkan keaadaan yang didalamnya terjadi ketidak
seimbangan pemuasan. Itu terjadi karena individu dikobankan kemanusiaannya
demi kebersamaan, kebersamaan dikorbankan kemanusiaannya demi individu,
individu dikorbankan kemanusiaannyademi individu lain.
E. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
a. Tanggung jawab
Seorang mahasiswa, berkewajiban untuk belajar. Bila belajar, berarti dia
telah

memenuhi

kewajibannya

dan

dia

telah

bertanggung

jawab

atas

kewajibannya.
Macam-macam tanggung jawab:
a. Tanggung jawab kepada keluarga
Masyarakat terkecil ialah keluarga, yang terdiri atas ayah ibu dan anak.
Tiap anngota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya yang
menyangkut

nama

baik

keluarganya.

Tanggung

jawab

ini

mencakup

kesejahtraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.


Contohnya adalah perbuatan guru isa mengambil barang-barang milik
sekolahan untuk di jual merupakan pertanggung jawabannya sebagai kepala
rumah tangga, meskipun tanggung jawab itu sebenarnya merupakan perbuatan
yang melanggar norma hukum, norma susila, dan norma moral.
b. Tanggung jawab kepada masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota keluarga,
kerena itu dalam berfikir, berprilaku, berbicara, dan sebagainya, manusia terikat
17

18

oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contohnya

adalah

Tuti

telah

bertekad

untuk

berjuang

dalam

meningkatkan derajat kaumnya dalam putri sedar. Ia bertekad bahwa apapun


yang terjadi atas dirinya adalah tanggung jawab. Saya tidak boleh mendurhaka
asas, tujuan, dan pendirian saya sendiri, malu saya melihat diri saya sendiri.
Apa boleh buat, jalan yang sulit ini sudah saya pilih dari semula dan saya tidak
boleh menyimpang lagi.
c. Tanggung jawab kepada bangsa dan negara
Setiap warga, setiap individual merupakan warga dari suatu negara.
Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku, ia terikat oleh norma-norma
atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Dia tidak boleh bertindak
semaunya sendiri. Bila perbuatannya salah maka ia harus bertanggung jawab
kepada negara.
Contohnya adalah, dalam novel karya Mochtar Lubis, Guru Isa yang
terkenal dengan guru yang baik, terpaksa mencuri barang milik sekolah demi
mencukupi

kebutuhan

rumah

tangganya.

Perbuatannya

ini

harus

pula

dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan nya diketahui, ia


harus berurusan dengan pihak kepolisian.
d. Tanggung jawab kepada tuhan
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan,
manusia dapat mengembalikan diri sendiri dengan sarana yang ada pada diri
sendiri, yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, segala
akibatnya harus dipikul sendiri. Penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung
jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan
segalanya,

misalnya

dengan

hartanya,

kekuasaannya

atau

kekuatannya

(ancaman), ia tidah dapat lepas dari tanggung jawab kepada Tuhan.8


F. MANUSIA, PANDANGAN HIDUP, DAN HARAPAN
8 Drs Suyadi, PM, Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Dekdikbud, 1984, Hlm. 90
18

19

A. PANDANGAN HIDUP
a) Pandangan hidup
Pandangan hidup terdiri atas : cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Citacita, kebajikan, dan sikap hidup itu tidak sapat dipisahkan dengan kehidupan.
Dalam kehidupan manusia tidk dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan,
dan sikap hidup itu.
Pandangan

hidup

merupakan

suatu

dasar

atau

landasan

untuk

membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat


bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, dan negara. Semua perbuatan
tingkah laku dan aturan, serta undang-undang merupkan pancaran dari
pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup juga merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada
seorangpun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbedabeda. Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan
hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya. Apa yang di katakan oleh
seseorang adalah pandangan hidup karena dipengaruhi oleh pola berfikir
tertentu. Tetapi terkadang sulit dikatakan sesuatu itu pandangan hidup, sebab
dapat pula hanya suatu idealisasi belaka yang mengikuti kebiasaan berfikir yang
sedang berlangsung di dalam masyarakat.
Setiap orang, baik dari tigkatan yang paling rendah sampai tingkatan yang
paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citnya sajalah yang
berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun yang kurang luas
wawasanya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah
pada hal-hal yang bersifat negatif.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Padangan hidup yang
teguh merupakan pellindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan
hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatiny. Ia tidak akan
gegabah bila menghadapi masalah, habatan, tantangan dan gangguan, serta
kesulitan yang di hadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang
di rundung kesusahan. Namun, bila sedang dalam keadaan senang, bahagia,
19

20

serat kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutiya, berkurang
rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa
faktor, antara lain :
1. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
3. Kurang memahami nilai dan tuntunan yang terkandung dalam pandangan
hidupnya.
4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang
ada dalam pandangan hidupnya.
5. Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
b) Sumber Pandangan Hidup
Macam-macam

pandangan

hidup

berdasarkan

sumbernya,

dapat

digolongkan kedalam tiga kelompok, yaitu :


1. Pandangan hidup yang bersumber dari agama (pandangan hidup muslim).
Pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak, sebagi contoh padangan hidup
muslim (orang islam) bersumber dari Al-Quran dan Sunnah (sikap, perkataan,
perbuatan, Nabi Muhammad saw). Dengan demikian maka pandangan hidup
muslim adalah pandangan muslim yang setia kepada islam tentang berbagai
masalah asasi hidup manusia. Pandangan hidup muslim terdiri atas :
a. Pedoman hidup adalah Al-Quran (QS. 2:2)9 dan As-Sunnah.
b. Dasar hidupnya adalah Islam.
c. Tujuan hidupnya
Berdasarkan arahnya ialah:
1) Tujuan hidup vertikal, yaitu mendapatkan keridloan Allah.
2) Tujuan hidup horizontal adalah kebahagiaan dunia dan ahirat, serta
menjadi rahmat bagi segenap alam.
9 Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
20

21

Berdasarkan segi lingkungannya ialah:


1) Tujuan sebagai individu (QS. 2:208)10.
2) Tujuan sebagai anggota keluarga.
3) Tujuan sebagai warga lingkungan (QS. 34:15)11.
4) Tujuan sebagai warga negara atau bangsa.
5) Tujuan sebagi warga dunia.
6) Tujuan sebagai warga alam semesta (QS. 2:107)12.
d. Tugas hidup muslim adalah ibadah, termasuk ibadah dalam arti khusus
dan arti luas.
e. Fungsi hidup muslim adalah sebagi kholofah di atas bumi, yaitu
menerjemahkan segala sifat-Nya kedalam kehidupan sehari-hari dalam
batas-batas

kemanusiaan,

dan

juga

sebagai

fungsi

risalah

Nabi,

pengemban tugas dakwah kepada segenap umat manusia.


f. Alat hidup muslim adalah harta benda dan segala sesuatu yang
dimilikinya, jiwa raga dan sebagainya.
g. Teladan hidupnya adalah Nabi Muhammad.
h. Kawan hidup muslim dalam arti khusus adalah suami/istri yang taat
kepada Allah, dan semua orang yang pandangan hidupnya sama
dengannya.
10 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang
nyata bagimu.
11 Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka
yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan):
"Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu
kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha
Pengampun".
12 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan
tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.
21

22

i. Lawan hidup muslim adalah setan, dan bangsa jin serta manusia.
2. Pandangan hidup yang bersumber dari ideologi merupakan abstraksi dari nilainilai suatu negara atau bangsa. Contohnya adalah pancasila.
3. Pandangan hidup yang bersumber dari hasil perenungan seseorang sehingga
dapat merupakan ajaran atau etika untuk hidup, misalnya aliran-aliran
kepercayaan.
B. HARAPAN
a) Harapan
Harapan artinya keinginan yang belum terwujud, setiap orang mempunyai
harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya. Manusia yang tak
mempunyai harapan itu berarti tak ada yang diharapkan lagi. Menurut
kodratnya dalam diri manusia ada dorongan, yakni dorongan kodrat dan
dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu adalah, menangis, tertawa,
berpikir, berkata dan sebagainya. Adapun dorongan hidup adalah dorongan
untuk mencapai.
Kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani adalah pangan, sandang,
dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani adalah, kebahagiaan,, kesejahtraan,
kepuasan, hiburan dan sebagainya.
Dalam

mencukupi

kebutuhan

itu,

baik

kebutuhan

kodrat

maupun

kebutuhan hidup manusia tidak dapat mencapai sendiri, melainkan harus


dengan bantuan orang lain.
Abraham Maslow mengategorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam,
yang merupakan lima harpan manusia, yaitu:
1. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (sulvival).
2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety).
3. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai
(beloving and love).

22

23

4. Harapan untuk memperoleh status, atau untuk di terima, atau diakui


lingkungan.
5. Harapan

untuk

memperoleh

perwujudan

dan

cita-cita

(self

actualization).13
Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan,
penantian, kerinduan, supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya
sesutau yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkan manusia lain atau
kekuata lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi, selain hasil usahanya yang
telah dilakukan dan ditunggu hasilnya. Jadi yang diharapkan itu adaah suatu
hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain. Harapan itu tidak bersifat
egosentris, berbeda dengan keinginan yang menurut kodratnya bersifat
egosentris, usahanya untuk memiliki. Harapan itu di tujukan kepada engkau,
sedangkan keinginan itu tertuju kepada aku. Harapan itu ditujuakan kepada
orang lain atau Tuhan, sedangkan keinginan itu di tujukan untuk dirinya sediri.
Menurut macamnya ada harapan yang optimis dan ada harapan yang
pesimis (tipis harapan). Harapan yang opyimis artinya sesuatu yang akan terjadi
itu sudah memberikan tanda-tanda yang dapat dianalisis secara rasional, bahwa
sesuatu yang akan terjadi bakal muncul. Dalam harapan yang pesimis ada
tanda-tanda rasional yang tidak bakal terjadi.
Harapan itu ada karena manusia itu hidup. Manusia hidup penuh dengan
dinamikany, penuh dengan keinginan atau kemauannya. Harapan untuk setiap
orang

berbeda-beda

kadarnya.

Orang

yang

wawasan

berfikirnya

luas,

harapannyapu akan luas. Demikian pula orang yang wawasan berikirnya sempit,
maka akan sempit pula harapannya.
Besar kecilnya harapan sebenarnya tidak ditentuka oleh luas atau
tidaknya wawasan berikir seseorang, tetapi kepribadian sesorang dapat
menentukan dan mengontrol jenis , macam dan besar kecilnya harapan
tersebut. Bila kepribadian seserang kuat, jenis dan besarnya harapan akan
berbeda dengan orang yang kpribadiannya lemah. Kepribadian yang kuat akan
mengontrol harapan seefektif dan seefisien mungkin sehingga tidak merugikan
13 Ibid, Hlm. 167
23

24

dirinya atau orang lain, untuk masa kini atau masa depan, bagi masa di dunia
atau masa di ahirat.
Harapan seseorang juag di tentukan oleh kiprah usaha atau bekerja
kerasnya seseorang, orang yang bekerja keras akan mempunyai harapan yang
besar. Untuk memperoleh harapan yang besar, tetapi kemampuannya kurang,
biasanya disertai dengan bantuan unsur dalam, yaitu berdoa.
b) Harapan dan doa
Orang yang berdoa bukan hanya sekedar sadar bahwa kekuatannya lemah,
tetapi ada unsur keyakiann bahwa berdoa itu merupakan kewajiban. Seperti
yang tertulis dalam Al-Quran QS. 40:6014, QS. 4:2815.
Kelemahan manusia itu dilukiskan sebagai berikut :
1) Manusia hidup dalam kondisi ketidak pastian
Hal yang penting

bagi keamann dan kesejahtraan manusia berada

diluar jangkauannya. Denga kata lain, manusia ditandai oleh ketidak


pastian.
2) Terbatasnya kesanggupan manusia untuk mengendalikan dan untuk
mempengaruhi kondisi hidupnya.
Pada titik tertentu, kondisi manusia ada dalam kaitan konflik antara
keinginan dan cita-cita dengan lingkungannya, yang ditandai oleh
ketidakberdayaan.
3) Manusia hidup bermasyarakat
Yang ditandai dengan adanya alokasi teratur dari berbagai fungsi,
fasilitas,

pembagian

kerja,

produksi,

dan

ganjaran.

Manusia

membutuhkan paksaan , yakni adanya suatu tingkat superordinasi dan


subordinasi atau berbagai aturan dlam hubungan manusia.
14 Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".
15 Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
24

25

Doa dan harapan pada dasarnya merupakan proses hubungan antara


manusia dengan tuhannya, dan antara manusia dengan manusia. Proses
hubungan ini lebih lanjut dapat diartikan memohon pertolongan, mengingat,
meminta perlindungan, mendekatkan diri.

BAB IV
PENUTUP
25

26

A. ANALISA
Manusia tidak dapat hidup sendiri, karena manusia bukan hanya
makhluk individu tetapi juga makhluk sosial. Manusia memerlukan interaksi
sosial

terhadap

lingkungannya,

untuk

menjalankan

hidupnya,

untuk

menyelesaikan tugasnya di kehidupan ini.


B. SOLUSI
Hakikat manusia yang merupakan makhluk sosial seharusnya tidak
memikirkan dirinya sendiri. Manusia seharusnya mementingkan kehidupan
sosialnya, karena manusia lebih banyak menghabiskan waktu bersama
lingkungan sosial. Dalam kehidupan manusia juga harus memiliki harapan,
pandangan hidup, dan memiliki rasa tanggung jawab. Dalam kehidupan ini
manusia dituntut untuk adil, maka dari itu ketika terdapat sebuah kesalahan
yang terjadi, maka kita harus berlaku adil, adil dalam menetapkan siapa
yang bersalah, dan bagaimana hukumannya. Manusia juga merasakan yang
namanya penderitaan, penderitaan itu akan terasa berat jika kita mengeluh,
maka dari itu saat kita merasakan penderitaan kita harus tetap maju,
tawakkal kepada Tuhan.
C. KESIMPULAN
Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna yang memiliki
akal, memiliki kesempurnaan jasmani dan rohani, sehingga manusia diberi
berbagai macam perasaan, seperti cinta kasih kepada sesama manusia atau
kepada tuhannya. Tidak hanya itu manusia pastinya memiliki perasaan
gelisah. Setiap manusia juga pasti menderita, namun jika penderitaan itu di
jalani dengan ikhlas maka akan berahir dengan kebahagiaan. Manusia juga
dituntut untuk bersikap adil terhadap apapun yang ada di dunia ini, sebuah
keadilan itu penting karena dengan keadilan hidup akan terasa aman.
Manusia juga memiliki tanggung jawab, tanggung jawab untuk dirinya dan
untuk orang lain, dan sebagai makhluk yang normal, manusia juga memiliki
harapan dalam hidupnya, memiliki pandangan hidup kedepannya.

26