Anda di halaman 1dari 15

ANALGESIK-ANTIPIRETIK DAN

ANTIINFLAMASI NONSTEROID

Sumber Bacaan :
Ganiswarna, S., (ed.), 1995, Farmakologi dan Terapi, ed. 4, Bagian
Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, 207
222
Goodman & Gilmans the Pharmacological Basis of Therapeutics, Section
IV, Chapter 27
Mycek, M.J., Harvey, R.A., dan Champe, P.C., 2001, Farmakologi Ulasan
Bergambar, ed. 2, Terjemahan Azwar Agoes, Widya Medika, Jakarta, 404
420

Inflamasi
Respon protektif normal terhadap luka
jaringan
Usaha tubuh untuk :
- inaktivasi organisme penyerang
- hilangkan zat iritan
- atur derajat perbaikan jaringan

Inflamasi
Proses melibatkan serangkaian kejadian
akibat berbagai rangsangan (bahan
penginfeksi, iskemia, interaksi Ag-Ab,
termal, luka fisik)
Gejala : kalor (panas), rubor (kemerahan),
dolor (nyeri tekan)
Pada tkt makroskopik, respon biasanya
disertai dgn gejala klinik : erythema,
edema, tenderness (hyperalgesia), dan
nyeri

Mediator inflamasi

Histamin
5-hidroksitriptamin (5-HT)
Faktor kemotaktik
Bradikinin
Leukotrien
PG
timbul nyeri

Fase inflamasi
(1) Fase transien akut : vasodilatasi akut
dan peningkatan permeabilitas kapiler
(2) Fase subakut : infiltrasi leukosit dan selsel fagositik
(3) Fase proliferatif kronik : degenerasi
jaringan dan fibrosis

Nyeri
PG hanya berperan pada nyeri
kerusakan jaringan / inflamasi
Sensitisasi reseptor nyeri
terhadap stimulasi mekanik dan
kimiawi

Hiperalgesia

Demam
Pelepasan pirogen
endogen / sitokin
(IL-1)

Pelepasan PG
berlebihan pada
hipotalamus

ANALGESIK-ANTIPIRETIK DAN
ANTIINFLAMASI NONSTEROID
Obat-2 analgesik, antipiretik dan antiinflamasi
merupakan sekelompok obat yang heterogen
Secara kimiawi kadang tidak berkaitan,
meskipun kebanyakan berupa asam organik
Prototipe aspirin; sehingga disebut kelompok
obat mirip aspirin
Kadang disebut kelompok obat antiinflamasi
nonsteroid (AINS)

Mekanisme kerja umum


Penghambatan sintesis prostaglandin via
penghambatan enzim siklooksigenase
Siklooksigenase bertanggung jawab untuk
biosintesis prostaglandin dan senyawa-2
autakoid terkait

Biosintesis prostaglandin
Trauma pada sel
Gangguan pada
membran sel

Fosfolipid
Penghambatan
oleh kortikosteroid

Fosfolipase
Asam
arakidonat

Siklooksigenase

Lipooksigenase

Hidroperoksid

Penghambatan
oleh AINS

PGE2, PGF2, PGD2

Endoperoksid
PGG2/PGH

Prostasiklin (PGI2)

Leukotrien
Tromboksan A2

Prostaglandin
Metabolit asam arakidonat
Mengatur komponen peradangan :
- suhu tubuh
- hantaran nyeri
- agregasi trombosit
Tidak tersimpan dalam sel, disintesis
sesuai kebutuhan
Cepat degradasi

Enzim Siklooksigenase
(cyclooxygenase = cox)
Isoform COX-1 dan COX-2
Cox-1 :
- terdapat pada sebagian besar jaringan
- melindungi mukosa lambung
- terdapat dalam platelet
Cox-2 :
- diinduksi oleh sitokin pada tempat inflamasi
- umumnya terdapat pada otak dan ginjal
AINS yang paling banyak adalah selektif cox-1

Asam mefenamat

Aspirin

Meklofenamat

Benorilat
Diflunisal
Salsilat

Derivat asam fenamat

ASAM KARBOKSILAT

Derivat asam salisilat

Derivat asam asetat

Derivat asam
fenilasetat

Derivat asam
propionat
As.tiaprofenat

Derivat asam asetat


inden / indol

Fenbufen

Obat
AINS

Ibuprofen

Indometasin

Fenklofenak

Sulindak
Tolmetin

Derivat pirazolon

AS
AM

EN
OL
AT

Azapropazon
Fenilbutazon

Derivat oksikam

PAM
IN

Diklofenak

O
FE
NO

Fenoprofen
Flurbiprofen
Ketoprofen

Parasetamol
Fenasetin

Piroksikam
Tenoksikam

Naproksen

Efek samping AINS


Terhadap saluran pencernaan
- cox-1 di lambung hasilkan PGE2 dan
PGI2, stimulasi mukus, vasodilatasi,
menjaga mukosa lambung
- karena cox-1 dihambat, maka terjadi
pendarahan
- inhibitor cox-2 (celecoxib) dihubungkan
dengan toksisitas sal cerna jauh lebih
sedikit

Efek samping AINS


Nefrotoksisitas
- PGE2 dan PGI2 adlh vasodilator kuat,
terlibat dalam pengendalian aliran darah
ginjal dan ekskresi garam dan air
- inhibisi sintesis PG akibatkan retensi
natrium, turunkan aliran darah ginjal