Anda di halaman 1dari 21

Colostomy, Kolostomi, Definisi, Teknik Operasi

PENDAHULUAN
Kolostomi (colostomy) berasal dari kata colon dan stomy. Colon (kolon)
merupakan bagian dari usus besar yang memanjang dari sekum sampai rektum dan
stomy (dalam bahasa Yunani stoma berarti mulut). Kolostomi dapat diartikan
sebagai suatu pembedahan dimana suatu pembukaan dilakukan dari kolon (atau
usus besar) ke luar dari abdomen. Feses keluar melalui saluran usus yang akan
keluar di sebuah kantung yang diletakkan pada abdomen.1,2
Kolostomi merupakan prosedur pembedahan yang membawa porsio dari usus besar
melewati dinding abdomen untuk mengeluarkan feses. Kolostomi adalah
kolokutaneostomi yang disebut juga anus preternaturalis yang dibuat untuk
sementara atau menetap.3
Pembedahan kolostomi biasanya memakan waktu dua hingga empat jam, tergantung
dari tingkat kesulitan, adanya infeksi, atau beratnya trauma misalnya apabila
penyebabnya adalah trauma kolon.4
Kolostomi dapat dibuat sementara ataupun permanen. Kolostomi sementara dapat
digunakan ketika bagian kolon perlu diperbaiki/disembuhkan, misalnya setelah
trauma atau pembedahan. Setelah kolon membaik/sembuh, kolostomi dapat
ditutup, dan fungsi usus dapat kembali normal. Kolostomi permanen (disebut juga
end colostomy) biasanya diperlukan pada beberapa kondisi tertentu, termasuk
sekitar 15% kasus kanker kolon. Jenis kolostomi ini biasanya digunakan saat rektum
perlu diangkat akibat suatu penyakit ataupun kanker.1
Tindakan kolostomi dilakukan untuk mengalirkan feses dari kolon ke kantung
kolostomi. Sebagian besar feses akan lebih lunak dan lebih encer dibandingkan feses
yang keluar secara normal lewat anus. Konsistensi feses tergantung dari letak
segmen usus yang dipakai pada tindakan kolostomi.2
Letak kolostomi pada abdomen bisa dimana saja sepanjang letak kolon, namun
biasanya dilakukan pada bagian kiri bawah, di daerah kolon sigmoid. Namun dapat
pula dibuat dilokasi kolon asendens, transversum, dan desendens. Letak kolostomi
sebaiknya dipilih dengan hati-hati sebelum tindakan operasi. Sebaiknya hindari
lokasi yang memiliki jaringan lemak yang tebal dan terdapat skar.5,6

Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus


Jantung adalah salah satu komponen yang paling penting dari sistem kardiovaskular
manusia, yang merupakan sistem organ yang kompleks yang melakukan fungsi vital
mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Darah diangkut ke berbagai bagian tubuh

melalui jaringan arteri, vena dan kapiler. Hal ini penting untuk memahami struktur
dari sistem organ dalam rangka untuk memahami cara kerjanya. Komponen dari
sistem tubuh bekerja sama secara erat untuk memudahkan tugas distribusi darah
dan nutrisi penting ke seluruh tubuh.

Fungsi
Sistem
jantung
Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh sistem organ dapat dikategorikan ke dalam tiga
domain utama: transportasi, regulasi dan perlindungan. Jantung dan pembuluh
darah melaksanakan fungsi-fungsi dalam koordinasi dengan sistem lain untuk
berfungsinya tubuh.
Transportasi: Komponen dari sistem kardiovaskular bekerja secara kolektif
sehingga untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke berbagai sel tubuh. Oksigen
dan nutrisi yang berasimilasi dalam darah setelah proses pencernaan diedarkan
melalui darah ke berbagai bagian tubuh. Penghapusan karbon dioksida yang
diproduksi oleh sel-sel dan transportasi hormon dari berbagai kelenjar endokrin juga
dilakukan oleh sistem organ. Fungsi ini transportasi terutama dilakukan oleh darah
dan jaringan pembuluh darah.
Perlindungan: Sel darah putih yang hadir dalam darah melindungi tubuh dari
infeksi dan penyakit. Protein dan antibodi yang diperlukan untuk menghancurkan
virus, bakteri dan kuman penyebab penyakit juga disediakan oleh darah ke berbagai
bagian tubuh. Fungsi lain yang penting adalah untuk melindungi tubuh dari
kehilangan darah yang berlebihan melalui proses pembekuan darah selama cedera.
Pengaturan: Fungsi penting lainnya adalah pengaturan konsentrasi ion hidrogen
(pH) dalam tubuh, dan pengaturan suhu tubuh dan panas tubuh. Hal ini juga
mengatur garam dan air isi sel-sel dalam tubuh.
Komponen
Sistem
jantung
Jantung
Jantung manusia adalah organ utama dari sistem kardiovaskular. Jantung memiliki
empat ruang, dan sebesar ukuran kepalan tinju. Ruang atas jantung disebut atrium
kanan dan atrium kiri. Semakin rendah ruang dikenal sebagai ventrikel kanan dan
ventrikel kiri. Katup mitral dan katup trikuspid adalah katup atrioventrikular yang
terletak antara atrium dan ventrikel. Sedangkan katup mitral terletak antara atrium

kiri dan ventrikel kiri, katup trikuspid terletak antara atrium kanan dan ventrikel
kanan. Katup ini membuka dan menutup sebagai kontrak jantung dan melemaskan.
Katup pulmonal dan katup aorta adalah katup semilunar yang terletak di dasar arteri
pulmonalis
dan
aorta
masing-masing.
Darah terdeoksigenasi dari tubuh memasuki atrium kanan. Ketika atrium
berkontraksi, darah lolos ke ventrikel kanan melalui katup trikuspid. Kontrak katup
paru dengan kontraksi dari ventrikel kanan. Darah mengalir dari arteri pulmonalis ke
paru-paru. Sementara atrium kanan dan ventrikel kanan mendapatkan darah
terdeoksigenasi dari vena dan memompa ke paru-paru, atrium kiri dan ventrikel kiri
menerima darah beroksigen dari paru-paru dan memompa darah ini ke berbagai
bagian tubuh. Kontraksi atrium kiri diikuti dengan pembukaan katup mitral. Darah
memasuki ventrikel kiri. Sebagai kontrak ventrikel kiri, katup aorta terbuka. Darah
memasuki aorta, dan darah yang kaya oksigen ini disirkulasikan ke tubuh.

Volume Darah di Tubuh Manusia


Tahukah Anda bahwa sekitar tujuh sampai delapan persen dari berat tubuh manusia terdiri dari
darah ? Seorang dewasa yang sehat dengan berat badan 60 kilogram memiliki sekitar 4,2-4,8 liter
darah.
Jadi berat badan adalah salah satu faktor yang menentukan jumlah darah dalam tubuh manusia.
Faktor-faktor lain termasuk usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.
Biasanya, perempuan yang ditemukan memiliki jumlah sedikit lebih rendah dari darah,
dibandingkan dengan laki-laki. Orang dewasa memiliki lebih banyak darah di tubuh mereka,
dibandingkan anak-anak.
Bila dibandingkan dengan mereka yang tinggal di dataran rendah, orang yang tinggal di ketinggian
yang lebih tinggi memiliki lebih banyak darah di tubuh mereka. Mereka ditemukan memiliki sekitar 1,8
liter lebih banyak darah, dibandingkan mereka yang tinggal di permukaan laut.
Daerah di ketinggian yang lebih tinggi memiliki oxygen.So orang yang kurang atmosfer yang tinggal
di tempat tersebut memiliki lebih banyak darah untuk menyehatkan sel-sel tubuh dengan oksigen
yang cukup.

FUNGSI KELENJAR ENDOKRIN


1.

Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang


diperlukan oleh jaringan-jaringan dalam tubuh tertentu.

2.

Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh.

3.

Merangsang aktifitas kelenjar tubuh.

4.

Merangsang pertumbuhan jaringan.

5.

Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada


usus halus.

6.

Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin,


mineral dan air.

Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem
peredaran darah (sirkulasi)vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah
menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan
eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran
yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk
paru-paru.

KOMPONEN DARAH DAN


FUNGSINYA
Posted on Mei 9, 2011 by pascal karlos

Hematologi
Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ
pembentuk darah dan penyakitnya. Asal katanya dari bahasa Yunani haima artinya
darah.
Terdiri dari dua komponen:
1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit, Lekosit,
Trombosit.
2. Plasma Darah adalah cairan darah.
Fungsi Umum Darah:
1. Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
2. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
3. Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
4. Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)
Eritrosit (Sel Darah Merah):
Merupakan bagian utama dari sel darah.
Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta
sel/cc darah.

Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya


adalah untuk mengikat Oksigen.
Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia.
Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa .
Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).
Lekosit (Sel Darah Putih)
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 9000 sel/cc darah.
Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/
benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk
tubuh.
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 9000 sel/cc darah.
Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/
benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk
tubuh.
Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi (misalnya radang
paru-paru).
Lekopeni
Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.
Lekositosis
Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
Hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkeolus, alveolus

(Zakapedia). Darah tersusun atas bagian yang cair (plasma darah) dan bagian yang padat (sel darah). Plasma
darah terdiri atas serum dan fibrinogen.Bagian-bagian sel darah terdiri atas sel darah merah eritrosit, sel darah
putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
a. Plasma Darah
Plasma darah adalah cairan darah berwama kekuning-kuningan yang mengandung 90% air dan zat-zat
terlarut. Plasma darah berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis darah, membawa zat-zat makanan ke
seluruh tubuh, dan mengangkut zat-zat sisa metabolisme dari jaringan tubuh. Di dalam plasma darah, terdapat
fibrinogen yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Jika terjadi luka, fibrinogen akan membentuk
benang-benang fibrin. Benang fibrin akan membentuk jaring seperti jala yang berfungsi untuk menjaring sel
darah dan menutup luka. Jika plasma darah dipisahkan dari fibrinogen, akan terbentuk cairan bewama kuning.
Cairan ini disebut serum. Serum mengandung antibodi yang berguna untuk membunuh benda asing yang masuk
ke dalam tubuh.
b. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit adalah sel darah yang paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan leukosit maupun trombosit.
Setiap 1 mm3 ' darah mengandung 5-6 juta eritrosit. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang. Bentuk eritrosit bulat
pipih, tidak berinti, dan cekung pada kedua sisinya (bikonkaf). Eritrosit berwama merah karena mengandung
hemoglobin, yaitu suatu pigmen merah yang mengandung zat besi. Ketika darah melewati paru-paru, oksigen
terikat pada hemoglobin. Kemudian, eritrosit bergerak ke jaringan tubuh dan melepaskan oksigen yang
selanjutnya berdifusi ke dalam sel tubuh.
c. Sel Darah Putih (Leukosit)
Leukosit mempunyai inti, benruknya tidak tetap, dapat bergerak secara amoeboid, dan dapat menembus dinding
kapiler. Keluarnya leukosit dari pembuluh darah kapiler disebut diapedesis. Leukosit berumur 12-13 hari. Setiap
1 mm3 darah mengandung 5.000-10.000 leukosit dan jumlahnya akan meningkat jika terjadi infeksi. Leukosit
ada lima jenis, yaitu monosit, neutrofil, basofil, eusinofil, dan limfosit. Leukosit berfungsi untuk melindungi
tubuh dari kuman-kuman penyakit dengan berbagai cara, misalnya monosit dan neutrofil memakan bakteri atau
kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan limfosit menghasilkan zat antibodi. Leukosit dibentuk di dalam
sumsum tulang, limpa, dan kelenjar getah bening. Keadaan leukosit yang melebihi jumlah normal disebut
leukositosis dan sebaliknya jika kurang dari normal disebut leukopeni.
d. Keping Darah (Trombosit)
Trombosit berbentuk tidak teratur dan tidak berinti. Umur trombosit hanya 7-9 hari dan jumlahnya berkisar 250
ribu/mm3 darah. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Trombosit yang pecah akan
mengeluarkan

enzim

trombokinase

(pengaktif

protrombin).

Enzim

ini

akan

mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan kalsium dan vitamin K. Kemudian, trombin akan
merangsang fibrinogen untuk menghasilkan benang-benang fibrin. Kumpulan benang ini akan membentuk
struktur seperti jala yang dapat menjaring sel darah merah sehingga tidak keluar dari pembuluh darah yang
terluka.

Sistem Muskular:
Ligamen,
Tendon, Otot
cedera, jaringan, lentuk,ligamen, otot, sendi,tendon, tulang

Sistem Muskular atau Perototan adalah sistem jaringan yang disebut otot pada tubuh
yang memungkinkan kita bergerak. Sebagian besar otot pada tubuh berada di bawah
kendali sadar dan digerakkan oleh perintah otak melalui sistem saraf. Namun, beberapa
otot (seperti otot jantung) yang tak sadar bergerak secara teratur tanpa kendali
kesadaran. Kecuali untuk otot tak sadar, serat-serat otot terhubung ke sistem kerangka

oleh tendon dan jaringan lainnya; otot bertindak dengan mengubah energi kimia
menjadi tensi dan kontraksi. Otot terbentuk dari jutaan filamen protein kecil yang
bekerja bersama untuk menghasilkan gerak pada tubuh. Mereka bergerak dan membuat
kita mampu melakukan berbagai tindakan hanya dengan meregangkan dan
mengerutkan. Otot mampu menarik, tetapi tidak bisa mendorong.
Setiap orang memiliki lebih dari enam ratus otot, yang dilayani oleh saraf yang
menghubungkan setiap otot dengan otak dan tulang belakang. Tubuh kita menuntut
agar otot-otot itu menjalankan tugas-tugas yang berbeda, sehingga kita dilengkapi
dengan tiga jenis otot, juga ligamen dan tendon.

LIGAMEN
Ligamen adalah jaringan ikat fibrosa yang sedikit lentuk, yang mengikat satu tulang
dengan tulang lainnya dan membentuk sendi. Ligamen mengendalikan jangkauan gerak
sendi, mencegah dan menstabilkan sendi sehingga tulang bergerak dalam keselarasan.
Karena memiliki kemampuan peregangan terbatas, ligamen membatasi panjang gerak
sendi untuk melindunginya dari cedera.

TENDON
Tendon adalah jaringan ikat fibrosa yang menghubungkan otot dengan tulang. Setiap
otot punya tendon di ujung-ujungnya. Tendon memiliki kemampuan meregang yang
sangat kecil. Tugas tendon adalah untuk mengirimkan daya di antara tulang dan otot.
Pada dasarnya tendonlah yang memungkinkan kita bergerak karena tendon adalah
perantara ketika otot menggerakkan tulang.

OTOT

Otot adalah jaringan kontraktil, salah satu dari empat macam jaringan dasar jaringan
ikat, otot, saraf, dan jaringan epitelial. Ada tiga jenis otot:
1.

Otot lurik atau skeletal, yaitu otot yang menempel di kerangka. Otot lurik
dikendalikan secara sadar atau dengan rangsangan saraf untuk menggerakkan tubuh
bagian luar. Otot rangka bekerja di sepanjang rentang sendi dan meregang di antara
tulang-tulang, dan akan terasa nyeri setelah latihan berat. Otot lurik adalah jaringan
tubuh yang paling banyak, sekitar 23% dari berat tubuh wanita dan sekitar 40% dari
berat tubuh laki-laki.

2.

Otot polos, yaitu otot yang menempel pada dinding organ-organ internal selain
jantung, seperti lambung, usus, dan ginjal. Otot polos bertindak tanpa rasangan
saraf, seperti yang mengendalikan pernapasan, pencernaan dan fungsi lainnya.

3.

Otot kardiak atau otot jantung yang bertindak tanpa rangsangan saraf, yang
mengendalikan fungsi jantung.

SISTEM KEKEBALAN TUBUH (SISTEM IMUN)


PENGERTIAN
Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar
biologis yang dilakukan oleh sel dan organkhusus pada suatu organisme. Jika
sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh
terhadap infeksibakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing
lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi
tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang
menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem
kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya
sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis
kanker.

Apakah yang dimaksudkan dengan sistem imun? Kata imun berasal dari bahasa
Latin immunitas yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada
para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai
warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah, istilah ini kemudian
berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap
penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular. Sistem imun adalah
suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang
dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk
melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang
masuk ke dalam tubuh.

Diafragma
Diafragma adalah besar, berbentuk kubah otot di bagian bawah tulang rusuk. Meskipun
digunakan 24/7, ia pergi sebagian besar tidak diketahui (kecuali Anda mendapatkan cegukan).
Ketika kontrak diafragma, dalam hubungannya dengan otot interkostal, menurunkan tekanan di
dalam rongga dada. Hal ini memungkinkan udara masuk paru-paru. Ketika bernapas keluar,
diafragma

rileks

bersama

dengan

otot-otot

interkostal,

memungkinkan

udara

untuk

meninggalkan. Air mungkin terpaksa keluar lebih cepat dengan meningkatkan tekanan perut
menggunakan otot tranverse abdominis.

peran penting Diafragma


Diafragma juga memiliki peran penting dalam menstabilkan inti. Membentuk bagian atas inti
kotak, bekerja dengan obliques internal dan eksternal, kuadratus lumborum, dasar panggul, dan
abdominus melintang. Diafragma memiliki beberapa asal-usul dari permukaan bagian dalam
ketujuh melalui rusuk kedua belas, bagian medial dari L1 ke L3 badan vertebra, ligamentum
longitudinal anterior, permukaan posterior proses xifoideus, dan ligamentum arkuata,
menghubungkan ke aorta, psoas, dan QL untuk memasukkan dalam tendon sentral. Untuk
membuatnya lebih sederhana, sebuah kotak yang kuat membutuhkan tutup aman dan karenanya
pentingnya diafragma dalam stabilisasi inti.
meskipun pentingnya diafragma dalam efektivitas pernapasan dan stabilisasi inti, saya akan
memperkirakan bahwa dalam pengalaman saya sekitar setengah dari populasi orang dewasa
tidak merekrut otot ini dengan benar di awal.
Ketika kita hirup, ini kontrak otot berbentuk kubah yang memungkinkan tekanan berkurang pada
tubuh bagian atas sehingga udara dapat masuk ke paru-paru dan memberikan ketegangan di
bagian atas daerah perut. Seperti yang kita hirup, kita harus melihat perut naik sedikit sebagai
kontrak kubah dan kompres ruang perut. Seperti yang kita hirup keluar, baik dada dan perut
jatuh. Jika Anda melihat anak-anak, ini adalah apa yang biasanya Anda lihat.

Esofagus
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bagan posisi esofagus padamanusia, dilihat dari belakang

Esofagus (dari bahasa Yunani: i, oeso - "membawa", dan , phagus - "memakan")


atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan
mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui esofagus dengan
menggunakan proses peristaltik.
Esofagus bertemu dengan faring yang menghubungkan esofagus dengan rongga mulut pada
ruas ke-6 tulang belakang. Menuruthistologi, esofagus dibagi menjadi tiga bagian: bagian
superior (sebagian besar adalah otot rangka), bagian tengah (campuran otot rangka dan otot
polos), serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot polos).
Pada beberapa penyakit kronis seperti pada Sirosis Hati, pembuluh darah esofagus bisa
mengalami pelebaran yang di sebut varises esofagus.

Aterosklerosis adalah radang pada pembuluh darah manusia yang disebabkan penumpukan
plak ateromatus.
Pemahaman hingga saat ini mengenai aterogenesis, lintasan pembentukan aterosklerosis,
adalah sebuah proses peradangan yang terjadi pada dinding pembuluh darah, yang terjadi
dengan beberapa fase dan tahap.[1] Pada fase awal, yang terjadi adalah
disfungsi endotelialdengan degradasi ikatan dan struktur mosaik, sehingga
memungkinkan senyawa yang terdapat di dalam plasma darah seperti LDL untuk menerobos
dan mengendap pada ruang sub-endotelial akibat peningkatan permeabilitas. Endapan tersebut
dengan perlahan akan mengecilkan penampang pembuluh darah dalam rentang waktu dekade.[2]
Keberadaan makrofaga pada arterial intima ditelisik memiliki peran yang sangat vital bagi
perkembangan aterosklerosis, dengan sekresiberagam sitokina yang
mempercepat patogenesis ini.[3] Hasil studi menunjukkan bahwa guratan aterosklerosis adalah
senyawa fatty streakyang terdiri dari sel foam, sejenis makrofaga yang kaya akan lipid, yang
disebut ateroma.[2] Guratan ateroma akan berkembang menjadi plakfibrous yang terdiri dari lipid
yang tertutup oleh sel otot halus dan kolagen. Proses penutupan mula-mula berjalan lambat,

namun dengan penumpukan keping darah dan fibrin, proses ini akan berkembang lebih cepat
seiring dengan mekanisme fibrotik yang bergantungtrombosis.
Dua kata lain yang mirip dan sering membingungkan adalah:

Arteriosklerosis, menurunnya elastisitas pembuluh darah besar (arteri), akibat


penebalan hialina pada pembuluh dengan diameter antara 40150 m yang
menyebabkanstenosis konsentrik pada dinding pembuluh.[4]

Arteriolosklerosis, menurunnya elastisitas pembuluh darah kecil (arteriole)

Para penderita dengan sindrom resistansi insulin dan tahap awal diabetes tipe 2, menunjukkan
pola arteriosklerosis yang ekstensif dan difusional, dengan peningkatan rasiopeptida C.[1]

Ginjal merupakan organ ekskresi yang utama, berjumlah sepasang, dan terdapat dalam rongga
perut di dekat tulang-tulang pinggang. Berbentuk seperti kacang ercis dengan panjangnya lebih
kurang 10 cm. Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring darah sehingga menghasilkan urine.
Di dalam urine terdapat zat sisa/zat berlebih yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh, misalnya:

protein-protein asing yang masuk ke dalam tubuh.

zat-zat hasil katabolisme seperti urea, asam urat

bermacam-macam garam

gula darah yang melebihi batas normal


Selain itu ginjal juga berfungsi sebagai organ homeostasis, yaitu organ yang berfungsi menjaga
keseimbangan berlangsungnya proses fisiologi dalam tubuh, misalkan dengan cara
mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraselular dan mempertahankan keseimbangan
asam dan basa.
Anatomi ginjal
Bila ginjal dibelah membujur akan tampak bagian kulit (korteks) dan sumsum ginjal (medulla).
Setiap ginjal disusun oleh jutaan nefron (alat penyaring) yang terdapat di dalam korteks. Nefron
ini berfungsi untuk menyaring darah hingga terbentuk urine.

Anatomi ginjal man

Sumsum tulang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sel-sel yang terdapat di sumsum tulang (Gray's Anatomy)

Sumsum tulang (bahasa Inggris: bone marrow, medulla ossea) adalah jaringan lunak yang
ditemukan pada rongga interiortulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel
darah baru. Ada dua jenis sumsum tulang:

sumsum merah, dikenal juga sebagai jaringan myeloid. Sel darah merah, keping darah,
dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah.

sumsum kuning. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya
ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya.

Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah.

Sewaktu lahir, semua sumsum tulang adalah sumsum merah. Seiring dengan pertumbuhan,
semakin banyak yang berubah menjadi sumsum kuning. Orang dewasa memiliki rata-rata 2,6 kg
sumsum tulang yang sekitar setengahnya adalah sumsum merah. Sumsum merah ditemukan
terutama pada tulang pipih seperti tulang pinggul, tulang dada, tengkorak, tulang rusuk,tulang
punggung, tulang belikat, dan pada bagian lunak di ujung tulang panjang femur dan humerus.
Sumsum kuning ditemukan pada rongga interior bagian tengah tulang panjang.
Pada keadaan sewaktu tubuh kehilangan darah yang sangat banyak, sumsum kuning dapat
diubah kembali menjadi sumsum merah untuk meningkatkan produksi sel darah.

Bradikardia adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan denyut jantung yang lebih lambat
daripada denyut jantung normal. Biasanya jantung orang dewasa berdetak sebanyak 60 sampai
100 kali per menit pada kondisi istirahat. Pada bradikardia, jantung biasanya berdetak kurang
dari 60 detakan per menit karena adanya gangguan impuls elektrik yang mengatur detak
jantung. Hal ini dapat menjadi masalah yang serius apabila jantung tidak cukup memompa darah
yang kaya akan oksigen ke tubuh. Namun, pada sebagian orang, keadaan ini tidak
menyebabkan terjadinya gejala ataupun komplikasi. Bradikardia dapat dirawat dengan
menggunakan alat pemacu jantung yang diimplantasi. Ada tiga jenis bradikardia yang dibedakan
berdasarkan mekanisme penyebabnya: Sinus Bradikardia (suatu denyut jantung perlahan yang
abnormal karena malfungsi dari pemacu jantung alami, nodus sinus), Sindroma Sinus Sakit
(suatu denyut jantung perlahan yang abnormal karena malfungsi dari pemacu jantung alami,
nodus sinotrialis) dan Blokade Jantung (suatu denyut jantung perlahan yang abnormal karena
adanya hambatan impuls elektrik pada sistem konduksi jantung). Bradikardia adalah suatu
kondisi medis yang ditandai dengan denyut jantung yang lebih lambat daripada denyut jantung
normal. Biasanya jantung orang dewasa berdetak sebanyak 60 sampai 100 kali per menit pada
kondisi istirahat. Pada bradikardia, jantung biasanya berdetak kurang dari 60 detakan per menit
karena adanya gangguan impuls elektrik yang mengatur detak jantung. Hal ini dapat menjadi
masalah yang serius apabila jantung tidak cukup memompa darah yang kaya akan oksigen ke
tubuh. Namun, pada sebagian orang, keadaan ini tidak menyebabkan terjadinya gejala ataupun
komplikasi. Bradikardia dapat dirawat dengan menggunakan alat pemacu jantung yang
diimplantasi. Ada tiga jenis bradikardia yang dibedakan berdasarkan mekanisme penyebabnya:
Sinus Bradikardia (suatu denyut jantung perlahan yang abnormal karena malfungsi dari pemacu
jantung alami, nodus sinus), Sindroma Sinus Sakit (suatu denyut jantung perlahan yang
abnormal karena malfungsi dari pemacu jantung alami, nodus sinotrialis) dan Blokade Jantung
(suatu denyut jantung perlahan yang abnormal karena adanya hambatan impuls elektrik pada
sistem konduksi jantung).

Kretinisme
Kretinisme adalah suatu kondisi yang disebabak oleh bentuk parah
dari hipotiroidismekongenital. Kretinisme terjadi dalam dua bentuk, meskipun ada
yang tumpang tindih. Bentuk neurologis yang ditandai dengan keterbelakangan
mental, fisik dan ketulian. Ini adalah akibat dari kekurangan yodium ibu yang

mempengaruhi janin sebelum tiroid berfungsi. Bentuk miksedematus atau hipotiroid


ditandai dengan perawakan pendek dan keterbelakangan mental. Selain kekurangan
yodium, bentuk hipotiroid telah dikaitkan dengan defisiensi seleniumdan kehadiran
goitrogen dalam makanan yang mengganggu produksi hormon tiroid.
Istilah yang mungkin terkait dengan Kretinisme :

Gondok

Hipotiroidisme

Yodium

Penyakit Hashimoto

Marasmus

Akromegali
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Akromegali pada Tangan

Akromegali adalah suatu penyakit dimana seseorang mengalami kelainan pada jumlah hormon
pertumbuhan yang berlebihan.[1]Akromegali disebabkan oleh kelenjar hipofisis yang terlalu
banyak memproduksi hormon pertumbuhan dari waktu ke waktu.[2] Hipofisis sendiri merupakan
kelenjar kecil yang terletak di dasar otak di belakang batang hidung dan menghasilkan sejumlah
hormon.[2] Hormon pertumbuhan ini memainkan peran penting dalam mengelola pertumbuhan
fisik seseorang.[2] Akromegali berkaitan dengan pertumbuhankartilago tangan, kaki, hidung,
rahang, dagu, dan tulang wajah.[1] Perumbuhan yang berlebihan menyebabkan
pembesaran tulang dan seringkali terjadi pertama-tama pada tangan dan kaki. [3] Kelebihan
hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh adenoma yang tumbuh agresif
sehingga sel yang menyekresikan hormon lainnya di hipofisis anterior sering rusak.[1] Sehingga
kelebihan hormon pertumbuhan tersebut sering mencakup gejala yang berkaitan dengan
defisiensi hormon lain.[1] Kondisi ini seringkali menyerang orang dewasa dan penderita biasanya
tidak menyadari hal tersebut.[3] Pada kondisi dimana anak-anak yang mengalami kelebihan

hormon perumbuhan, hal tersebut disebut dengan gigantisme.[3] Deteksi dan penanganan dari
akromegali ini sangat diperlukan karena akromegali dapat menyebabkan komplikasi yang
mengancam jiwa seperi penyakit kardiovaskuler, apnoe tidur, dan diabetes.[3]

Fungsi Sistem Pencernaan


Anatomi Sistem Pencernaan Manusia Fungsi utama sistem pencernaan adalah
untuk memberikan tubuh dengan nutrisi untuk tumbuh dan mempertahankan diri dan
untuk menghilangkan produk limbah dari tubuh. saluran pencernaan Manusia
(saluran pencernaan) adalah sekitar 30 kaki panjang dan meluas dari mulut ke anus.
Ini adalah sebuah sistem transportasi satu arah (tidak seperti anatomi sistem
pencernaan cacing pipih yang hanya memiliki satu lubang mulut juga anus).
Fungsi meliputi:

Ingesti (proses mengambil makanan ke dalam sistem pencernaan dengan


cara melalui mulut)
mastikasi (proses mengunyah untuk menghancurkan makanan dan
mencampurnya dengan air liur)
deglutition (tindakan menelan untuk mengangkut makanan dari mulut ke
perut)
digestion (memecah secara mekanis serta kimia dari makanan)
absorpsi (bagian dari molekul makanan dari usus ke dalam darah atau
kelenjar getah)
peristaltik (kontraksi seperti gelombang yang memindahkan makanan
melalui saluran pencernaan)
defekasi (pembuangan limbah dicerna, disebut tinja, dari tubuh).
Organ sistem pencernaan bertanggung jawab untuk pelepasan energi, yang sangat penting
untuk setiap sel hidup dan jaringan untuk berfungsi secara normal. Juga, sistem pencernaan
yang bertanggung jawab untuk distribusi nutrisi dan limbah dalam tubuh. Dan, ketika kita
mengatakan bagian dari sistem pencernaan, pada dasarnya terdiri dari saluran pencernaan
dan organ pencernaan yang terkait. Setiap kelainan pada bagian atau organ dapat
menyebabkan gangguan sistem pencernaan dan / atau penyakit sistem pencernaan.

Leukemia atau yang lebih dikenal sebagai kanker darah adalah salah satu jenis
penyakit kanker. Leukemia disebabkan karena meningkatnya jumlah sel darah putih
dalam darah atau sumsum tulang.
Karena jumlahnya yang meningkat, sel-sel darah putih yang sebetulnya tidak
normal tersebut menggantikan sel darah yang normal. Ketidaknormalan ini membuat
fungsi sel terganggu.

Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit yang sangat berbahaya.


Penderita leukemia harus segera diobati. Sebab jika tidak, penderita bisa tidak
tertolong.
Leukemia mampu membunuh penderitanya hanya dalam hitungan minggu atau
bahkan hanya dalam beberapa hari. Inilah yang dikenal sebagai leukemia akut.

Limfoma
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan.


Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan
ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan
diagnosis medis.
Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau
nasihat medis. Wikipedia bukan pengganti dokter.
Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan
profesional.

Lymphoma
Klasifikasi dan rujukan eksternal

Limfoma folikular menggantikan nodus limfa

ICD-10

C81.-C96.

ICD-O:

9590-9999

MeSH

D008223

Limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang terjadi ketika limfosit B atau T,[1] yaitu sel
darah putih yang menjaga daya tahan tubuh, menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat
dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. Limfoma dapat muncul di berbagai bagian

tubuh, seperti nodus limfa, limpa, sumsum tulang, darah, atau organ lainnya,[2] yang pada
akhirnya akan membentuk tumor, yang tumbuh dan mengambil ruang jaringan dan organ di
sekitarnya, sehingga menghentikan asupan oksigen dan nutrien untuk jaringan atau organ
tersebut.[3]
Limfoma dapat ditangani dengan melakukan kemoterapi dan kadangkadang radioterapi atau transplantasi sumsum tulang, dan penyembuhannya tergantung
kepada histologi, jenis, dan tahapan penyakit.[4] Sel kanker tersebut biasanya muncul di nodus
limfa, yang juga dapat memengaruhi organ lain seperti kulit, otak, dan tulang (limfoma
ekstranodal). Limfoma berhubungan dekat denganleukemia, yang juga muncul di limfosit, namun
hanya pada darah dan sumsum tulang, dan biasanya tidak membentuk tumor yang statis.[4] Ada
banyak jenis limfoma, dan limfoma merupakan salah satu penyakit hematologis.

Oksitosin adalah hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada


rahim saat proses persalinan. Bagi perempuan yang mengalami kontraksi lambat,
tetesan oksitosin dapat digunakan untuk membantu kontraksi lebih kuat dan teratur.
Selain itu, hormon oksitosin juga memainkan peranan penting saat setelah proses
melahirkan. Yakni, merangsang rahim berkontraksi lagi untuk mengeluarkan
plasenta.
Pelepasan hormon oksitosin berlangsung secara alami, namun terdapat suatu cara
untuk mendorongnya lebih cepat. Diantaranya, melalui proses Inisiasi Menyusui Dini
(IMD). Meletakkanbayi di atas perut ibu, agar bayi mencari payudara ibunya
sendiri, dapat merangsang pelepasan oksitosin. Sehingga, wanita disarankan untuk
melakukannya secepat mungkin setelah melahirkan, untuk membantu keluarnya
plasenta. Jika plasenta gagal keluar, ibu akan diberikan hormon sintetis yang
mereplikasi efek oksitosin untuk membantu rahim berkontraksi.
Oksitosin juga memainkan peranan penting di luar proses melahirkan. Setiap kali
menyusui, ibu akan melepaskan hormon oksitosin yang membantu rahim menciut
dan kembali ke ukuran normal.

Radang amandel (bahasa Inggris: tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang
mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam.
Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi),
dan tidak jarang disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri
menelan, tapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan
(disfagia)

Kapan amandel harus dibedah? Para ahli masih belum satu pendapat mengenai ini, namun
umumnya literatur klinik membagi indikasi pembedahan radang amandel (tonsilektomi) atas 2
yaitu:
1. Absolut (mutlak: harus dibedah)
2. Relatif (tidak mutlak: sebaiknya dibedah)
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Gejala

2 Penyebab

3 Pengobatan

4 Komplikasi

5 Referensi

Gejala[sunting | sunting sumber]

Gejala umum tonsilitis meliputi:[1][2][3][4]

merah dan / atau bengkak amandel

putih atau kuning patch pada amandel

tender, kaku, dan / atau leher bengkak

sakit tenggorokan

sulit menelan makanan

batuk

sakit kepala

sakit mata

tubuh sakit

otalgia

demam

panas dingin

hidung mampet

Tonsilitis akut disebabkan oleh bakteri dan virus dan akan disertai dengan gejala sakit telinga
saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam. Dalam
hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan,
sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak.

Penyebab[sunting | sunting sumber]


Yang umum menyebabkan sebagian besar tonsilitis adalah virus pilek ( adenovirus, rhinovirus,
influenza, coronavirus, RSV ). Hal ini juga dapat disebabkan oleh virus Epstein-Barr, herpes
simpleks virus, cytomegalovirus, atau HIV. Yang paling umum menyebabkan kedua adalah
bakteri. Para bakteri penyebab tonsilitis yang paling umum adalah Group A-hemolitik
streptokokus ( GABHS ), yang menyebabkan radang tenggorokan. Kurang bakteri penyebab
umum termasuk: Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma
pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, pertusis, Fusobacterium , difteri, sifilis, dan gonore. Dalam
keadaan normal, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut dan akan
disaring di amandel. Dalam amandel, sel-sel darah putih dari sistem kekebalan tubuh
melancarkan sebuah serangan yang membantu menghancurkan virus atau bakteri, dan juga
menyebabkan peradangan dan demam. Infeksi juga mungkin ada di tenggorokan dan
sekitarnya, menyebabkan peradangan pada faring. Faring adalah area di bagian belakang
tenggorokan yang terletak di antara dalam kotak suara dan tonsil. Tonsilitis dapat disebabkan
oleh bakteri streptokokus Grup A, mengakibatkan radang tenggorokan. Viral tonsillitis mungkin
disebabkan oleh berbagai virus [10] seperti virus Epstein-Barr (penyebab infeksi
mononucleosis ) atau adenovirus. Kadang-kadang, tonsilitis disebabkan oleh infeksi dari
spirochaeta dan Treponema, dalam hal ini disebut angina Vincent atau-Vincent angina Plaut.

Pengobatan[sunting | sunting sumber]


Perawatan untuk mengurangi ketidaknyamanan dari gejala tonsillitis meliputi: [1][2][3][4][5][6][7]

pengurang rasa sakit, anti-inflamasi, obat penurun demam (acetaminophen, ibuprofen)

pengurang sakit tenggorokan (obat kumur air garam, belah ketupat, cairan hangat)

Jika tonsilitis disebabkan oleh kelompok A streptococus, maka antibiotiklah yang berguna,
dengan penisilin atau amoksilin sebagai pilihan pertamanya. Cephalosporin dan macrodile
dianggap sebagai alternatif yang baik bagi penisilin dalam penyakit akut. Sebuah macrolide
seperti eritromisin digunakan untuk pasien yang alergi terhadap penisilin. Pasien yang gagal
terapi penicilin dapat menanggapi pengobatan yang efektif terhadap bakteri yang memproduksi
beta-laktamase seperti klindamisin atau amoksisilin-klavulanat .Bakteri penghasil beta-laktamase
aerobik dan anaerobik yang berada di jaringan tonsil dapat "memerisai" kelompok A streptokokus
dari penisilin. Bila tonsilitis disebabkan oleh virus, lama penyakit tergantung pada virus mana
yang terlibat. Biasanya, pemulihan lengkap terjadi dalam satu minggu, namun dapat
berlangsung selama dua minggu. Kasus kronis dapat diobati dengan tonsilektomi (operasi
pengangkatan tonsil) sebagai pilihan untuk pengobatan. Dengan catatan, riset ilmiah telah
menemukan bahwa anak-anak hanya memiliki sedikit keuntungan dari tonsilektomi untuk kasus
kronis tonsilitis.

Testosteron
Testosteron adalah hormon seks pria utama atau analog sintetisnya. Testosteron
merangsang perkembangan karakteristik seks sekunder laki-laki dan
produksi sperma. Hormon ini diyakini menyumbang sekitar 90 persen
dari androgen dalam tubuh manusia. Sebagian besar testosteron yang diproduksi
dalam testis. Sebagian juga diproduksi di kelenjar adrenal.
Istilah yang mungkin terkait dengan Testosteron :

Testosteron Bebas

Testikel

Menopause Pria

Androgen

Bioavailable Testosterone

HIPERGLIKEMIA ADALAH
Hiperglikemia adalah istilah medis untuk keadaan di mana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari
nilai normal. Dalam keadaan normal, gula darah berkisar antara 70 100 mg/dL. Kadar gula biasanya
sedikit meningkat dari nilai normal sesaat sesudah makan, tapi keadaan ini tidak dianggap
hiperglikemia.
Hiperglikemia yang berlangsung lama dan terus menerus dapat menyebabkan berbagai macam
komplikasi pada organ tubuh, misalnya komplikasi mata, ginjal, jantung, dan lain-lain.