Anda di halaman 1dari 42

Dr. Mudatsir, M.

Kes
Koordinator Blok Research I
Fakultas Kedokteran
Universitas Syiah Kuala
Rabu, 18 Pebruari 2015

Penelitian
eksperimen
(experimental
research) adalah suatu penelitian dengan
melakukan
kegiatan
percobaan
yang
bertujuan untuk mengetahui gejala atau
pengaruh yang timbul sebagai akibat dari
adanya manipulasi atau perlakuan atau
intervensi
peneliti
terhadap
subyek
penelitian

Hasil atau efek dari manipulasi atau


intervensi
(kelompok
perlakuan
atau
kelompok eksperimen) diketahui dengan
cara mengobservasi dan membandingkan
perubahan (perbedaan perubahan) yang
terjadi antara kelompok perlakuan dengan
kelompok yang tidak diberi perlakuan
(kelompok kontrol).

Penelitian Eksperimen
Laboratorium
Hewan Coba
Masyarakat

Field
Experiments

Experimentation

Laboratory
Experiments

Laboratory Versus Field Experiments


Table
8.2
Labo
rator
y
Vers
us
Field
Expe
rime
nts

FACTOR

LABORATORY

FIELD

Environment

Artificial

Realistic

Control

High

Low

Reactive error

High

Low

Demand artifacts

High

Low

Internal validity

High

Low

External validity

Low

High

Time

Short

Long

Number of units

Small

Large

Ease of implementation

High

Low

Cost

Low

High
5

Tiga ciri penting penelitian eksperimental,


yaitu:
1. Memanipulasi suatu variabel, yaitu suatu
tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas
dasar pertimbangan ilmiah. Perlakuan
tersebut
dapat
dipertanggungjawabkan
secara
terbuka
untuk
memperoleh
perbedaan efek dalam variabel yang terkait.

2. Memonitor perubahan (efek) pada variabel


lain dengan tujuan untuk melihat dan
mencatat segala fenomena yang muncul
yang menyebabkan adanya perbedaan
diantara dua kelompok.

3. Pengendalian pengaruh variabel yang tidak


dikehendaki, yaitu usaha peneliti untuk
menghilangkan pengaruh variabel lain yang
mungkin dapat mempengaruhi variabel
terkait untuk mengatasi masalah tersebut,
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
sebaiknya diatur secara intensif agar ciri
keduanya mendekati sama.

1. Studi literatur, terutama yang


berhubungan
dengan masalah yang akan diteliti.
2. Melakukan identifikasi dan membatasi
masalah penelitian.
3. Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian.

4. Menyusun rencana eksperimen yang mencakup:


a. Identifikasi variabel penelitian: variabel bebas
(independent variable) dan variabel terikat
(dependent variable), yaitu variabel yang akan
diukur perubahannya setelah adanya perlakuan
atau intervensi.
b. Penetapan subyek dan populasi penelitian
c. Pemilihan sampel
d. Pemilihan desain eksperimen yang akan
digunakan.
e. Penetapan metode eksperimen dan alat ukur
(pemberian perlakuan dan observasi)
f. Menyusun prosedur pengumpulan data.
g. Menyusun hipotesis statistik.
10

5. Melakukan pengumpulan data tahap


pertama (pretest).
6. Melakukan eksperimen.
7. Melakukan pengumpulkan data tahap
kedua (posttest).
8. Mengolah dan menganalisa data.
9. Menyusun laporan

11

1. Peneliti harus dapat menentukan dengan


secara sengaja kapan dan dimana ia akan
melakukan penelitian.
2. Penelitian terhadap hal yang sama harus
dapat diulang dalam kondisi yang sama.
3. Peneliti harus dapat memanipulasi
(mengubah, mengontrol) variabel yang
diteliti sesuai
dengan yang dikehendakinya.
4. Diperlukan kelompok pembanding (control
group) selain kelompok yang diberi
perlakuan (experimental group).
12

1. Pre-experimental design, yang meliputi:


a. One-shot case study
b. One group pretest-posttest design
c. Static-group comparison
2. True-experimental design, yang meliputi:
a. Posttest only control design
b. Pretest-posttest control group design
3. Factorial experimental design
4. Quasi experimental design, yang meliputi:
a. Time series design
b. Control time series design
c. Nonequivalent control group design
13

Rancangan penelitian ini


belum
memenuhi
kriteria
sebagai
suatu
eksperimen. Masih terdapat variabel luar
yang
ikut
berpengaruh
terhadap
terbentuknya variabel dependen. Hal ini
dikarenakan tidak adanya variabel kontrol
dan sampel tidak dipilih secara random.

14

a. One-shot case study (rancangan perlakuan


tunggal), adalah rancangan yang paling
primitif.
X
Perlakuan terhadap variabel
independen
(Treatment of independent
variable)

O
Pengamatan atau pengukuran
terhadap
variabel dependen (Observation
or
measurement of dependent
variable)

15

Penelitian yang hanya menggunakan satu


kelompok subyek serta melakukan pengukuran
sebelum dan sesudah pemberian perlakuan pada
subyek. Perbedaan kedua hasil pengukuran
tersebut dianggap sebagai efek perlakuan

O1

O2

Pretest

Treatment

Posttest

16

Rancangan yang menggunakan dua kelompok


subyek. Satu kelompok subyek diberi
perlakuan, sementara kelompok lain tidak
diberi perlakuan (kontrol). Pembagian kelompok
tersebut tidak dilakukan dengan teknik random.
Efek perlakuan dinilai dari perbedaan hasil
pengukuran antar kedua kelompok.
Adapun bagan desain penelitian ini adalah
sebagai berikut:
X
O1
O2

17

True experimental design adalah rancangan


yang paling ideal untuk mempelajari
mekanisme hubungan sebab-akibat dengan
cara mengenakan perlakuan dan
membandingkan hasilnya dengan grup
kontrol yang tidak diberi perlakuan.
Pada desain ini peneliti dapat mengontrol
semua variabel luar yang mempengaruhi
jalannya eksperimen sehingga validitas
internal (kualitas pelaksanaan rancangan
penelitian) menjadi tinggi.

18

Rancangan penelian ini mempunyai ciri


utama yaitu pengelompokan subyek
dilakukan dengan teknik random, sehingga
jika jumlah subyek memenuhi syarat
Secara Metodologik semua variabel luar
terdistribusi secara merata pada kelompok
perlakuan dan kelompok kontrol.
Ada tiga bentuk rancangan eksperimental
murni, yaitu:

19

Merupakan
rancangan
eksperimental
sederhana, yaitu rancangan eksperimental
murni yang paling sederhana tapi cukup
adekuat.
Rancangan
penelitian ini lebih banyak
dilakukan orang karena secara teknis dan
ekonomis lebih mudah.
Pada desain ini terdapat dua kelompok yang
masing-masing dipilih secara random (R).
Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan
kelompok yang lain tidak diberi perlakuan.

20

Bagan penelitian ini


R
R

O1
O2

Pengaruh
adanya
perlakuan
adalah
(O1:O2). Dalam penelitian, pengaruh
perlakuan dianalisis dengan uji beda
menggunakan statistik t-test.
Jika ada perbedaan yang signifikan antara
kelompok
eksperimen
dan
kelompok
kontrol maka perlakuan yang diberikan
berpengaruh secara signifikan.

21

Rancangan penelitian ini merupakan


pengembangan rancangan eksperimental
sederhana.
Dalam desain ini terdapat dua kelompok
yang dipilih secara random kemudian diberi
pretest untuk mengetahui perbedaan
keadaan awal antara kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol.

22

Dengan demikian, pada rancangan ini


diperoleh empat macam kelompok observasi
tercoba, dua hasil observasi awal (O1 dan O2)
dan dua hasil observasi akhir (O3 dan O4).
Pada rancangan tersebut, hampir semua
variabel luar dan sumber invaliditas
terkendali sepenuhnya.
Pada penelitian-penelitian yang dibutuhkan
tingkat validitas yang tinggi, dianjurkan
untuk menggunakan rancangan ini.

23

Bagan dari desain penelitian

O1

O3

O2
O4

24

merupakan pengembangan lebih lanjut dua


rancangan eksperimental sebelumnya.
Rancangan ini membagi kelompok subyek
menjadi empat secara random (R).
Kelompok pertama dan kedua dilakukan uji
awal, sementara kelompok ketiga (dengan
perlakuan, tanpa uji awal) dan keempat
(tanpa perlakuan, tanpa uji awal).

25

Rancangan
eksperimental
Solomon
sebenarnya merupakan gabungan dari
rancangan eksperimental sederhana dan
rancangan eksperimental ulang.
Bagan dari rancangan penelitian:

O1

O3

R
R

O2
O4

O5
O6

26

Rancangan ini merupakan modifikasi dari


true experimental design, yaitu dengan
memperhatikan kemungkinan adanya
variabel moderator yang mempengaruhi
perlakuan terhadap hasil.
Semua kelompok dipilih secara random
kemudian diberi pretest.

27

Kelompok yang akan digunakan untuk


penelitian dinyatakan baik bila setiap
kelompok memperoleh nilai pretest yang
sama (O1 = O3 = O5 = O7).
Bagan dari rancangan penelitian faktorial :

O1

O3

O5

O7

Y1O2
Y1O4

Y2O6
Y2O8

28

Rancangan ini merupakan pengembangan


dari true experimental design yang sulit
dilaksanakan. Desain ini mempunyai
variabel kontrol tetapi tidak digunakan
sepenuhnya untuk mengontrol variabel luar
yang mempengaruhi pelaksanaan
eksperimen..

29

Apabila mekanisme hubungan sebab akibat


merupakan tujuan utama penelitian
tersebut, maka rancangan eksperimental
kuasi merupakan rancangan yang dapat
dipilih

30

Ciri desain ini adalah grup yang digunakan


tidak dapat dipilih secara random. Sebelum
diberi perlakuan, grup diberi pretest sampai
empat kali, dengan maksud untuk
mengetahui kestabilan dan kejelasan
keadaan grup sebelum diberi perlakuan.
Jika hasil pretest selama empat kali ternyata
nilainya berbeda-beda, berarti grup
tersebut dalam kondisi tidak stabil dan tidak
konsisten. Setelah kondisi tidak labil maka
perlakuan dapat mulai diberikan.

31

Pada dasarnya rancangan ini adalah


rancangan rangkaian waktu, hanya saja
menggunakan kelompok pembanding
(kontrol).
Rancangan ini lebih memungkinkan adanya
kontrol terhadap validitas internal sehingga
keuntungan dari rancangan ini lebih
menjamin adanya validitas internal yang
tinggi

32

Bagan dari rancangan penelitian

Kelompok
Eksperimen

O1

Kelompok Kontrol

O1

O2
O3
O4
O2
O3
O4

O5
O8
O5
O8

O6

O7

O6

O7

33

Rancangan ini hampir sama dengan pretestposttest control group design, tetapi pada
rancangan ini kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol tidak dilakukan secara
random.
Rancangan ini sering disebut juga non
randomized control group pretest posttest
design

34

Bagan dari rancangan penelitian

Kelompok
Eksperimen
Kelompok
Kontrol

O1
O3

O2
O4

35

36

The Control in an Experiment


What is a control?
The part of the experiment that serves
as the standard of comparison.
Why is a control necessary?
It is the unchanged part of the experiment
that detects the effects of hidden variables.
37

Materials and Procedures


A description of what you will use for your experiment, and how you will do it.
Be sure to include:

Levels of the Independent Variable


Repeated Trials
Drawing of Apparatus

38

Besar sampel pada penelitian


Eksperimen

39

Rumus Koreksi Sampel pada penelitian


Eksperimen

40

Levels of the Independent


Variable
How many different levels of the
independent variable should we test?

3?
5?
better?

10?

The more the

41

Repeated
Trials

What are repeated trials?


The number of times that a level of
the independent variable is tested.
Why are repeated trials
necessary?
They reduce the possibility of
chance errors affecting the results.
42

Anda mungkin juga menyukai