Anda di halaman 1dari 42
Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2008
Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2008
Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2008

Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak

Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2008

Kementerian Kesehatan RI, 2008

Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, 2008

KATA PENGANTAR

Didalam mewujudkan Visi Kementerian Kesehatan RI yaitu “Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat” maka upaya pemberdayaan masyarakat termasuk masyarakat pekerja adalah hal yang penting. Untuk mempercepat proses pemberdayaan tersebut, maka dibutuhkan kader- kader pekerja yang mau dan mampu untuk menggerakkan masyarakat pekerja untuk hidup sehat dan produktif dalam bekerja.

Untuk memudahkan kader kesehatan kerja didalam melaksanakan tugasnya, maka diperlukan buku pedoman kader yang ringkas dan mudah dipahami sebagai pedoman pelaksanaan dilapangan dan untuk itu Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga telah menyusun Pedoman Penyeleggaraan Upaya Kesehatan Kerja untuk Kader Pos UKK.

Kepada berbagai pihak yang berperan didalam penyusunan buku ini kami mengucapkan terima kasih dan kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan lebih lanjut

Jakarta, Juli 2007

Direktur Bina Kesehatan Kerja

Dr. Untung Suseno S, M.Kes NIP 140 159 092

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

iii

1. Apa itu Pos UKK?

1

2. Apa itu Kader Pos UKK?

1

3. Pelatihan Kader Pos UKK

2

4. Apa Kegiatan Kader Pos UKK?

3

5. Bagaimana Kader melaksanakan Pertemuan Tingkat Desa?

4

6. Bagaimana Kader melaksanakan Survey Mawas Diri? 5

7. Bagaimana Kader Melaksanakan Musyawarah Masyarakat Pekerja?

6

8. Bagaimana Kader Membentuk Pos UKK?

7

9. Bagaimana Kader Membuat Perencanaan UKK?

8

10. Bagaimana Kader Melaksanakan Penyuluhan UKK?

8

11. Bagaimana Kader Melaksanakan Pemeriksanaan Kesehatan, P3K dan P3P?

9

12. Bagaimana Kader Melaksanakan Upaya Rujukan?

10

13. Apa Saja Kegiatan Pos UKK Yang Perlu Dicatat dan dilaporkan oleh Kader?

11

14. Bagaimana Kader Pos UKK Membina Hubungan Baik dengan Pekerja binaanya, Petugas LKMD, PPL Dan Petugas Puskesmas?

12

15. Bagaimana Kader Pos UKK mengelola Sumber Keuangan Pos UKK?

13

16. Bagaimana Kader Pos UKK membantu memberdayakan perekonomian pekerja?

14

17. Bagaimana Kader Pos UKK membina Kemampuan Diri?

15

LAMPIRAN

I.

Petunjuk Pelaksanaan Survey Mawas Diri

19

II

Form Survey Mawas Diri Untuk Tempat Tinggal

22

III

Form Survey Mawas Diri Untuk Tempat Kerja

24

IV.

Form Data Pekerja Binaan

27

V.

Form Catatan Kunjungan Ke Pos UKK

28

VI.

Form Rujukan Pos UKK

29

VII.

Form Catatan Kegiatan Pos UKK

30

VIII.

Form Pembukuan Kas Sederhana

31

PEDOMAN PENYELENGGARAAN UPAYA KESEHATAN KERJA UNTUK KADER POS UKK

1. Apa itu Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)?

a. Pos UKK adalah Bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja

b. Prinsip Pos UKK dari, oleh, untuk kelompok pekerja informal di masyarakat

2. Apa itu Kader Pos UKK?

a. Kader Pos UKK adalah pekerja yang mempunyai kesadaran dan mau bekerja secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diri sendiri dan kelompoknya agar bekerja dengan aman, sehat dan produktif dalam bekerja

b. Kader Pos UKK ini harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

• Dipilih dari dan oleh masyarakat pekerja setempat.

• Dapat membaca dan menulis huruf latin

• Tinggal di lingkungan tempat kerja tersebut

• Mau dan mampu bekerja untuk masyarakat pekerja di lingkungannya secara sukarela.

bagi

• Mempunyai

waktu

untuk

bekerja

masyarakat pekerja.

Sudah

kesehatan kerja

dilatih

dan paham prinsip-prinsip

• Setiap pekerja yang ingin menjadi kader Pos UKK diharuskan untuk mengikuti pelatihan kader Pos UKK

3. Pelatihan Kader Pos UKK

a. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader agar dapat menjalankan kegiatan Pos UKK dengan baik

b. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Petugas Puskesmas /Kesehatan yang paham akan kesehatan kerja

c. Materi/pelajaran yang harus dipahami kader Pos UKK adalah:

• Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD)

penyuluhan

• Teknik/cara

melakukan

Kesehatan Masyarakat

• Dasar-dasar dan Upaya Kesehatan Kerja

• Masalah kesehatan pekerja (disesuaikan dengan jenis pekerjaan seperti petani, nelayan dll)

• Pembentukan Pos UKK

• Penyusunan rencana kerja Pos UKK

• Pencatatan dan pelaporan Pos UKK

• Materi/pelajaran lain yang dianggap diperlukan pekerja didaerah masing-masing

4. Apa kegiatan Kader Pos UKK?

Setelah menjadi Kader Kesehatan Kerja, maka kader tersebut diharapkan melakukan kegiatan sebagai berikut:

a. Mempersiapkan tingkat desa

b. Mempersiapkan dan melaksanakan serta membahas Survey Mawas Diri bersama petugas Puskesmas/kesehatan dan Lembaga Masyarakat Desa (LMD)

pertemuan

dan

melaksanakan

c. Menyajikan

hasil

survey

mawas

diri

dalam

kelompok

pekerja

didesa

dalam

musyawarah

masyarakat desa

d. Menentukan masalah dan kebutuhan kesehatan kerja dan kegiatan penanggulangan yang dipilih pekerja dalam musyawarah pekerja

e. Menentukan lokasi Pos UKK

f.

Melaksanakan

kegiatan

sehari-hari

Pos

UKK

yaitu:

Membuat

perencanaan

upaya

kesehatan

 

kerja

 

Kegiatan penyuluhan peningkatan kesehatan kerja dan pencegahan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja

Memberikan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan akibat kerja

Merujuk penderita yang memerlukan perawatan lebih lanjut ke Puskesmas

Kegiatan Pencatatan dan Pelaporan

Membina

hubungan

baik

dengan

pekerja

 

binaanya, LMD, Petugas PPL dan Petugas Puskesmas

 

Mengelola keuangan Pos UKK dan Upaya Pemberdayaan Masyarakat Pekerja

Membina kemampuan diri

5.

Bagaimana

Kader

Melaksanakan

Pertemuan

Tingkat

Desa (PTD)?

a. Pertemuan ini bertujuan untuk mengenalkan upaya kesehatan kerja kepada para pamong/ pemuka desa dan masyarakat pekerja

b. Yang diundang pada pertemuan ini adalah lurah/ kades, pamong desa lainnya, tokoh masyarakat,

tokoh agama, ketua KUD, lintas sektor terkait dan masyarakat pekerja

c. Tempat pertemuan sebaiknya dibalai desa atau tempat lain yang dekat dengan tempat kerja

d. Pertemuan sebaiknya dibuka oleh lurah/kades yang kemudian dilanjutkan oleh kader/petugas Puskesmas yang membicarakan mengenai masalah kesehatan kerja, perlunya Pos UKK serta kerja sama berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan kerja dan pendirian Pos UKK

e. Pada musyawarah tersebut juga dibahas mengenai langkah selanjutnya yaitu pelaksanaan Survey Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat desa

6. Bagaimana Kader Melaksanakan Survey Mawas Diri (SMD)?

a. SMD adalah suatu kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan pekerja oleh kelompok pekerja itu sendiri dengan bimbingan dari Petugas Puskesmas/kesehatan

b. SMD bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan kerja yang ada serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat pekerja akan kesehatan kerja

c. Cara melakukan SMD adalah sebagai berikut:

• Menentukan jumlah pekerja dan lokasi sasaran (contoh jumlah pekerjaan terbanyak, lokasi pekerja terbanyak dll)

• Menentukan jenis informasi yang akan dikumpulkan dalam rangka mengenal masalah K3 (contoh keluhan penyakit terbanyak, kecelakaan kerja tersering dll)

• Menentukan cara mendapatkan informasi (contoh pengamatan, wawancara dengan pekerja, kunjungan ke tempat kerja dll)

• Hasil SMD tersebut selanjutnya dikumpulkan dan diolah menjadi kesimpulan mengenai masalah kesehatan kerja yang ada, yang selanjutnya akan disampaikan pada Musyawarah Masyarakat Pekerja

7. Bagaimana

Musyawarah

Masyarakat Pekerja?

a. MMP bertujuan agar pekerja mengenal masalah kesehatan dan keselamatan kerja ditempat kerjanya,sepakatmenanggulangimasalahtersebut dan menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah tersebut serta sepakat untuk membentuk Pos UKK sebagai wadah pelaksanaan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja

b. Yang hadir pada pertemuan ini adalah pekerja, keluarga pekerja, petugas Puskesmas, Aparat

Kader

Melaksanakan

Pemerintah (Camat, Lurah, Dinas terkait), tokoh pekerja (Ketua KUD dll)

c. Materi Pertemuan sebaiknya:

• Pembukaan oleh kades/lurah,

Paparan

petugas Puskesmas

pengenalan

masalah

K3

oleh

• Pengkajian SMD oleh kader kesehatan kerja

• Diskusi untuk menetukan prioritas masalah hasil SMD. Selanjutnya disusun rencana penanggulangan masalah K3 tersebut dan kesepakatan pembentukan Pos UKK

8. Bagaimana Kader Membentuk Pos UKK?

a. Terlebih dahulu harus dibentuk Pengurus Pos UKK yang minimal terdiri dari ketua, bendahara dan anggota

b. Pengurus diwajibkan untuk membuat jadwal, rencana kerja tahunan, target yang ingin dicapai dan pembiayaannya

c. Sebaiknya jumlah anggota Pos UKK antara 10 – 50 orang pekerja dan diupayakan dari jenis pekerjaan yang sama agar lebih efektif

d. Lokasi Pos UKK diharapkan dekat dengan tempat kerja atau dilokasi lain yang memungkinkan (rumah kader, balai desa dll)

e. Sebaiknya dilokasi Pos UKK terdapat ruangan khusus untuk melakukan pemeriksaan dan penyimpanan peralatan kesehatan kerja

9. Bagaimana

kesehatan

kerja?

Perencanaan Kegiatan Pos UKK dibuat dengan urutan sebagai berikut:

a. Tentukan masalah dan kesehatan kerja yang ingin dikerjakan berdasarkan hasil Survey Mawas Diri

b. Tentukan prioritas masalah

c. Tentukan perkiraan biaya yang diperlukan

d. Tentukan jadwal dan rencana serta target yang ingin dicapai

kader

membuat

perencanaan

10. Bagaimana Kader Melaksanakan Penyuluhan K3

a. Penyuluhan dapat dilakukan pada waktu jam kerja, waktu isitrahat maupun diluar jam kerja

b. Penyuluhan Kesehatan Kerja dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

• Untuk perorangan sebaiknya dipakai metode tanya jawab, diskusi dan konsultasi

• Untuk massal sebaiknya dipakai metode ceramah dan demonstrasi

• Untuk memudahkan penyuluhan, sebaiknya menggunakan peralatan pendukung seperti media gambar, poster, brosur dll

c. Materi penyuluhan disesuaikan dengan pekerjaannya dapat berupa:

• Gizi kerja, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, berhenti merokok, cuci tangan dll

• Potensi dan risiko bahaya ditempat kerja

• Alat Pelindung Diri (APD)

• Kebersihan dan kesehatan lingkungan

• Pengolahan limbah

• Cara kerja yang baik dan benar

• Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Kerja

• Dan lain-lain

11. Bagaimana Kader Melaksanakan Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan, P3P dan P3K?

a. Untuk pemeriksaan kesehatan:

• Kader membantu petugas kesehatan memeriksa kesehatan pekerja yang bersifat umum (mengukur tinggi badan, berat badan)

• Kader membantu pengadaan dan pengelolaan kartu kunjungan dan formulir status kesehatan pekerja

• Kader harus mengikuti pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dari petugas Puskesmas/Kesehatan, sebelum melakukan pertolongan P3K dan P3P

b. Kader Pos UKK diharuskan membuat daftar berbagai penyakit akibat kerja yang ada meliputi penyebab, gejala dan pencegahannya untuk bahan penyuluhan

Contoh :

Penyakit Saluran Nafas

• Penyebab : Debu, cuaca, rokok dll

: Batuk, pilek, sesak nafas (kalau ada)

• Pencegahan : memakai APD (masker dll), menggunakan minyak gosok pemanas badan, berhenti merokok dll

• Gejala

c. Kader Pos UKK diperkenankan memberikan obat kepada pekerja yang menderita sakit ringan (batuk, pilek, demam) dengan obat yang dijual bebas

12.

Bagaimana

Kader

Pos

UKK

melaksanakan

Upaya

Rujukan?

a. Kriteria penyakit yang harus dirujuk

• Penyakit yang sudah diobati selama 2 hari tidak sembuh

• Penyakit yang timbul berulang

• Penyakit yang tidak mampu diatasi di Pos UKK

b. Kriteria kecelakaan yang harus dirujuk

• Kecelakaan yang berat langsung dirujuk

• Kecelakaan ringan sesudah diberi P3K tetapi tidak ada perubahan atau semakin memburuk dalam 2 hari

• Kecelakaan yang menimbulkan luka lebar, kotor dan dalam

c. Cara merujuk

• Penderita diantar sendiri oleh kader

• Penderita diantar oleh keluarga ke Puskesmas dengan membawa formulir rujukan dari kader (formulir terlampir)

• Penderita pergi sendiri jika mampu

13.

Apa saja kegiatan Pos UKK yang perlu dicatat dan dilaporkan?

a. Setiap kegiatan yang dilakukan di Pos UKK sebaiknya dicatat dan dilaporkan ke Intansi terkait agar dapat dilakukan pembinaan.

b. Beberapa hal yang perlu dicatat di Pos UKK adalah sebagai berikut:

• Catatan susunan kepengurusan

• Catatan

mengenai

anggotanya

Identitas/data

dari

• Catatan tentang jadwal dan kegiatan yang dilakukan

setiap

• Catatan

tentang

kesehatan

anggotanya

• Catatan tentang hasil pertemuan pekerja dan usulan pekerja

• Catatan tentang keuangan

• Catatan tentang inventaris/daftar APD, peralatan kantor dll

c. Catatan tersebut dilaporkan kepada petugas kesehatan/instansi pemerintah lain yang terkait pada saat:

• Petugas Puskesmas/kesehatan/instansi lain melakukan kunjungan rutin

• Ketika terdapat Kejadian Luar Biasa/ bencana (banyak pekerja yang mendadak sakit, kebakaran dll)

14. Bagaimana Kader Pos UKK membina hubungan baik dengan pekerja binaannya, LMD, Petugas PPL dan Petugas Puskesmas?

a. Mengadakan pertemuan/sarasehan secara berkala dengan anggota untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada

b. Mengadakan pertemuan secara teratur dengan petugas Puskesmas, LMD dan PPL untuk membahas masalah yang dihadapi dan memperoleh petunjuk pemecahan masalah

c. Jika memungkinkan mengunjungi pekerja di rumah masing-masing untuk berbicara dari hati ke hati

d. Jika memungkinkan membantu kesulitan yang dihadapi pekerja binaannya

15. Bagaimana Kader Pos UKK mengelola sumber keuangan Pos UKK?

a. Agar Pos UKK dapat berjalan dengan baik maka diperlukan adanya pemasukan dan pengelolaan keuangan

berasal

b. Pemasukan

keuangan

Pos

UKK

dapat

dari:

• Dana Sehat Pekerja

• Iuran pengguna jasa Pos UKK

• Sumbangan pihak swasta yang bersifat tidak mengikat

• Bantuan pemerintah

• Dan lain-lain

c. Dana yang ada di Pos UKK dapat dipergunakan untuk:

• Pembelian peralatan kantor Pos UKK (ATK, kursi, meja dll)

• Pembelian peralatan penyuluhan (papan tulis, poster, lea let, brosur dll)

• Pembelian peralatan kesehatan (timbangan, tensi meter, stetoskop dll)

• Pembelian Alat Pelindung Diri (APD)

• Biaya operasional kegiatan Pos UKK (konsumsi rapat rutin, biaya transport kader dll)

d. Semua pemasukan dan pengeluaran dana tersebut harus dicatat dan disertai tanda bukti pemasukan dan pengeluaran serta dilaporkan secara teratur kepada anggota pada pertemuan rutin anggota Pos UKK

16. Bagaimana Kader Pos UKK membantu memberdayakan perekonomian pekerja?

a. Agar kegiatan Pos UKK dapat berkembang dengan baik, maka kegiatan tersebut dapat diintegrasikan dengan kegiatan perekonomian yang menguntungkan pekerja

b. Kegiatan tersebut dapat berupa:

• Pembentukan dan pengelolaan dana simpan pinjam anggota (koperasi simpan pinjam)

• Pemberian kredit kepada anggota untuk modal usaha, pembelian peralatan kerja dan peralatan kesehatan kerja (APD)

• Penyediaan peralatan kesehatan kerja (APD) dan peralatan kerja lainnya dengan harga lebih murah

17. Bagaimana kader Pos UKK membina kemampuan diri?

Setiap Kader Pos UKK diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dirinya melalui:

a. Pelatihan dan penataran yang diadakan oleh Petugas Kesehatan/Puskesmas dll

b. Mengadakan pertemuan rutin antar sesama kader Pos UKK

c. Mengadakan kunjungan lapangan ke daerah lain yang lebih maju di dalam pengembangan Pos UKK

d. Melaksanakan kegiatan sebagai kader secara terus menerus

LAMPIRAN - LAMPIRAN

Lampiran I

PETUNJUK PELAKSANAAN SURVEY MAWAS DIRI KESEHATAN KERJA (SMD)

I. Definisi

SMD merupakan serangkaian kegiatan pengumpulan bahan informasi dari pekerja/keluarga pekerja yang akan dibina dalam UKK, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan kerja dengan bantuan petugas kesehatan/puskesmas sehingga diperoleh data tentang permasalahan masyarakat yang akan dibina tersebut

II. Pelaksanaan SMD

Pelaksanaan SMD dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

1. Tahap Persiapan

a. Kader yang dipilih harus mempelajari buku petunjuk ini

b. Kader bersama pekerja lainnya menentukan ukuran penilaian dibawah bimbingan petugas kesehatan

c. Yang dinilai dalam survey ini adalah pekerja, tempat tinggal pekerja dan tempat bekerja

2.

Tahap Pelaksanaan

a. Pengisian Formulir

• Kader datang ke rumah pekerja dan tempat bekerja untuk melakukan wawancara dan pengamatan

• Kader

form

melakukan

pengisian

yang

telah

disiapkan

berdasarkan

wawancara

dan

pengamatan

yang

dilakukan

 

b. Pengolahan data

• Dari hasil pengisian form yang ada, maka kader menarik kesimpulan pada kolom yang telah disediakan

• Hasil kesimpulan yang tidak baik dikumpulkan dan ditentukan berdasarkan prioritas besarnya masalah

• Prioritas masalah tersebut selanjutnya dianalisis masalah mana yang mudah untuk ditanggulangi dan diprioritaskan penanggulangannya

• Dalam melakukan analisa terhadap permasalahan yang ada, kader harus berkonsultasi terus menerus dengan petugas kesehatan/Puskesmas

3.

Tahap Pembinaan

Setelah prioritas masalah ditetapkan dan rencana penanggulangan telah disusun maka Kader Pos UKKbersama-samaPetugasPuskesmasmelakukan pembinaan terhadap pekerja agar rencana yang telah disusun tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

Lampiran 2
Lampiran 2
Pedoman Kader Pos UKK 23
Lampiran 3
Lampiran 3
Pedoman Kader Pos UKK 25
26 Pedoman Kader Pos UKK

Keterangan

Pekerjaan

Umur

DATA PEKERJA BINAAN

Perempuan

Jenis Kelamin

RW

Laki

RT

Status

: Desa

Nama

Tempat/Tgl Lahir :

:

:

:

:

:

:

:

Jenis Kelamin

Suku Bangsa

Kelurahan

Pekerjaan

Nama KK

Agama

Alamat

No

Umur

Lampiran 4

: : : : : Jenis Kelamin Suku Bangsa Kelurahan Pekerjaan Nama KK Agama Alamat No

Keterangan

Tindakan yang

diberikan

DATA KUNJUNGAN KE POS UKK

Kunjungan

Tujuan

Umur

Jenis Kelamin

P

L

Nama

Tanggal

NO

Lampiran 5

Lampiran 6

DATA KEGIATAN KADER

Bulan :

Tahun :

No

Tanggal

Jenis Kegiatan

Jumlah

Sasaran/

Hasil

Keterangan

Lampiran 7

Lampiran 7 FORMULIR RUJUKAN Dengan hormat, Kepada : Yth Di Bersama ini kami kirimkan : Nama

FORMULIR RUJUKAN

Dengan hormat,

Kepada

:

Yth

Di

Bersama ini kami kirimkan :

Nama

:

Dengan kelainan

:

Sudah Dilakukan

:

Mohon bantuan pengobatan/perawatan selanjutnya. Terima Kasih

Sudah Dilakukan : Mohon bantuan pengobatan/perawatan selanjutnya. Terima Kasih ( Wass. ) 30 Pedoman Kader Pos

(

Wass.

)

(Jenis Pemasukan dan pengeluaran disesuikan dengan kesepakatan anggota Pos UKK)

CONTOH FORM PEMBUKUAN SEDERHANA POS UKK

Pengeluaran

Pemasukan

Bulan :

PEMBUKUAN SEDERHANA POS UKK Pengeluaran Pemasukan Bulan : Jumlah (Rp) 15.000 20.000 90.000 125.000

Jumlah

(Rp)

15.000

20.000

90.000

125.000

Keterangan

Beli ATK

Tranpsort Kader

Saldo Pemasukan

Total

Tanggal

3-2-2007

9-2-2007

28-2-2007

 

Jumlah

(Rp)

100.000

25.000

 

125.000

Keterangan

Pemasukan

Kas

Pemasukan

Pos uKK

 

Total

Tanggal

1-2-2007

5-2-2007

   

Lampiran 8

LAMPIRAN

1. Petunjuk Pelaksanaan Survey Mawas Diri

2. Form Survey Mawas Diri Untuk Tempat Tinggal

3. Form Survey Mawas Diri Untuk Tempat Kerja

4. Form Data Pekerja Binaan

5. Form Catatan Kunjungan Ke Pos UKK

6. Form Rujukan Pos UKK

7. Form Catatan Kegiatan Pos UKK

8. Form Pembukuan Kas Sederhana