Anda di halaman 1dari 10

G !

"#B$$#%&'¯ $%#

B    
 


    
  
 
    
  
 B   
   
  
ž ¯   
  
 
    

ž ¯    
 
    
    

       
ž ¯   
   
 
 
 

ž ¯   
      


g ž 
  

Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui hubungan antara kelistrikan dan
kemagnetan yang dikemukakan oleh Y      , yakni arus listrik dapat
menghasilkan medan magnetik. Nah, sekarang, pernahkah terpikirkan dalam benak Anda, kalau
arus listrik dapat menghasilkan medan magnetik, mungkinkah medan magnetik dapat
menghasilkan arus listrik?

Pertanyaan tersebut telah dipelajari oleh seorang ilmuwan fisika bernama 
  
yang membuktikan medan magnetik dapat menghasilkan arus listrik. Faraday menemukan
bahwa perubahan fluks magnetik dapat menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) dan arus listrik
induksi. Gejala ini disebut sebagai 
  .
žž
ž
î ž 
 


   ( ) didefinisikan sebagai hasil kali antara komponen induksi magnetik tegak
lurus bidang î dengan luas bidang A. Perhatikan gambar berikut!

 gž

  . Fluks Magnetik.

Pada gambar di atas, suatu bidang seluas A, ditembus oleh medan magnetik homogen î. Arah
normal bidang  searah dengan B. Sehingga secara matematik :

 g cos ( ž (6.1)
ž
Keterangan :
B : Kuat Medan Magnetik (Wb/m2 atau Tesla, disingkat T)
A : Luas bidang yang ditembus medan magnetik B (m2)
¦ : Sudut yang dibentuk medan magnetik î dengan arah normal bidang 

38 ‘  


: Fluks Magnetik (Weber, disingkat Wb).
ž
Medan magnetik yang menghasilkan fluks magnetik ini disebut juga sebagai   

 .

 ž g   

Perhatikan gambar berikut ini!


ž ž ž ž

© ž

ž

  . GGL Induksi.

Mula-mula kita tempatkan sebuah kawat persegi panjang PQRS di daerah medan magnetik yang
arahnya dari kutub magnetik utara ke selatan (dari atas ke bawah) dengan panjang QR adalah
sebesar „ meter. Jika kawat PQRS tersebut kita geser ke kiri dengan kecepatan , maka pada
kawat akan mengalir arus listrik sebesar i yang arahnya SRQPS.

Besarnya GGL induksi yang dihasilkan adalah sebesar :


 <    <  „ (6.2)


Keterangan :
B : Kuat Medan Magnetik (Wb/m2 atau Tesla, disingkat T)
: Kecepatan penghantar (m/s)
„ : Panjang penghantar (m)
‘ : GGL induksi (volt, disingkat V)

Jika pada kawat penghantar tersebut dirangkaikan sebuah hambatan sebesar R, maka besarnya
arus listrik induksi dirumuskan :
„
 < (6.3)
V V

Dari persamaan 6.2 tadi, Faraday menyatakan bahwa à  „     „
  „  Ã    „  Ã „      „   
„ „ „  . Pernyataan ini dikenal dengan Y .

‘  

 39
Tanda negatif menunjukkan bahwa   „     „„      ÃÃ.
Pernyataan ini dikenal sebagai Y  .

Yang menjadi pertanyaan sekarang, ke manakah arah gaya Lorentz?


Anda gunakan kembali aturan tangan kanan tetapi dalam konteks yang berbeda :
ž Gunakan punggung tangan kanan Anda sebagai arah kecepatan.
ž Arah empat jari sebagai arah medan magnetik.
ž Arah ibu jari sebagai arah arus listrik
ž Arah gaya Lorentz adalah arah telapak tangan kanan Anda.

ž ž g
 

Hingga saat ini, penemuan Michael Faraday telah memberikan perubahan yang signifikan pada
kehidupan manusia, misalnya dengan adanya generator arus listrik, transformator, rem magnetik,
tape recorder, juga mikrofon.

ž    g  

Generator adalah alat yang berfungsi sebagai pembangkit listrik. Generator arus listrik
mengubah energi mekanik (energi potensial dan energi kinetik). Perhatikan gambar
generator sederhana berikut.

  ! Skema sederhana Generator Arus Listrik.

Pada gambar di atas, ketika kita memutar kumparan, maka akan terjadi perubahan fluks
magnetik dengan persamaan (6.1). Ketika terjadi perubahan fluks magnetik, maka GGL
Induksi akan dihasilkan sesuai persamaan (6.2). Sehingga didapatkan :

 <  6 g cos  
 g sin  (6.è)


 ž "    #" $

Trafo adalah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik bolak-balik. Trafo
banyak ditemukan pada alat-alat elektronik seperti televisi, radio, adaptor, dan sistem
transmisi tegangan listrik.

Sebuah trafo terdiri atas dua buah kumparan yang disebut kumparan primer dan kumparan
sekunder yang melilit inti besi. Kumparan primer adalah kumparan yang terhubung pada

è ‘  


sumber tegangan listrik AC, sedangkan kumparan sekunder dihubungkan ke peralatan listrik
lainnya, misalnya televisi atau radio.
NP NS

VS
VP

  % Skema sederhana Transformator.

Prinsip kerja trafo sebagai berikut. Ketika kumparan primer dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik, arus listrik bolak-balik mengalir melalui kumparan primer. Oleh
karena arus bolak-balik berubah secara sinusoida, fluks magnetik yang dihasilkannya juga
berubah secara sinusoida. Fluks magnetik tersebut menginduksi kumparan sekunder
sehingga pada kumparan sekunder timbul tegangan atau arus yang juga berubah secara
sinusoida. Sesuai hukum Faraday, tegangan primer yang dihasilkan :
 
   <  (6.5)


Tegangan sekunder yang dihasilkan :


 
  <   (6.6)


Jika kita anggap tidak ada fluks yang hilang, maka diperoleh hubungan :
 
  (6.7)
  

Ketika trafo bekerja, energi tiap satuan waktu atau daya dari kumparan primer dipindahkan
ke kumparan sekunder. Namun tidak semua daya dipindahkan, dalam hal ini ada daya yang
hilang (daya disipasi) yang kemungkinan berubah bentuk menjadi energi lain. Perbandingan
antara daya pada kumparan sekunder dan daya pada kumparan primer kita definisikan
sebagai   , secara matematis :

  Ñ1 % (6.8)


Ada dua jenis trafo, yaitu    , yaitu trafo yeng berfungsi untuk menaikkan
tegangan, dan  &' yaitu trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan.
ž ã g "  î
 (
#g$

Arus dan tegangan bolak-balik atau „     (AC) dihasilkan oleh generator AC yang
merupakan penerapan dari konsep induksi Faraday. Tegangan listrik bolak-balik merupakan
sumber gaya gerak listrik (ggl) berubah terhadap waktu secara sinusoida yang dinyatakan
dengan persamaan :
    sin   (6.9)

Keterangan :
V : Tegangan pada saat t (volt)

‘  

 è1
Vm : Tegangan maksimum atau tegangan puncak (volt)
- : 2ʌf = Kecepatan sudut atau frekuensi sudut (rad/s)
T : Periode (s)
f : Frekuensi (Hz)
t : Waktu tertentu (s)

Arus listrik bolak-balik secara umum memiliki persamaan :


    sin (-  ) (6.1 )

Keterangan :
I : Arus listrik pada saat t (ampere)
Im : Arus listrik maksimum atau arus puncak (ampere)
- : 2ʌf = Kecepatan sudut atau frekuensi anguler (rad/s)
T : Periode (s)
f : Frekuensi (Hz)
t : Waktu tertentu (s)
: Sudut fase antara arus dan tegangan

Perhatikan gambar berikut!


V atau I
Vmax

Imax

±Imax

±Vmax

  ) Grafik tegangan dan arus bolak-balik terhadap waktu.

 ž " g     

Gambar 6.5 memperlihatkan bahwa dalam setiap setengah panjang gelombang atau setengah
periode, tegangan maupun arus listrik bolak-balik (AC) berubah tanda dari positif ke negatif,
atau sebaliknya. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketika tegangan diberikan pada sebuah
resistor (hambatan), arus bergerak bolak-balik (pahami dari konsep Induksi Faraday). Dan nilai
tegangan serta arus listrik yang masuk melalui hambatan tersebut dinyatakan sebagai tegangan
efektif atau arus listrik efektif.

Nilai arus efektif memenuhi persamaan :



    atau      2 (6.11)
2

è2 ‘  


Nilai tegangan efektif memenuhi persamaan :

    atau      2 (6.12)
2

Arus atau tegangan efektif sama dengan arus dan tegangan pada arus dan tegangan searah (DC)
yang menghasilkan daya yang sama.

ž ž  

Fasor merupakan singkatan dari fase vektor, artinya vektor sebuah fase. Sebuah fasor memiliki
sifat yang sama dengan vektor, yaitu memiliki nilai dan arah.

Y ž V   
Vg

Ketika sebuah resistor (hambatan) dihubungkan dengan sumber tegangan (ggl) bolak-balik, arus
listrik bolak-balik akan mengalir melalui resistor. Tegangan pada resistor dinyatakan seperti
persamaan 6.9, yaitu :

   sin - (6.13)

Sesuai dengan Hukum Ohm, kuat arus listrik yang mengalir adalah :

   sin - (6.1è)

Persamaan 6.13 dan 6.1è menunjukkan bahwa tegangan dan arus memiliki fase yang ,
yaitu -t.
R Vm
Im
IR VR
   sin -

  . Gambar skema, grafik, dan diagram fasor rangkaian resistor pada arus listrik bolak-balik.

 ž   
Vg

Ketika sebuah induktor murni dialiri arus listrik AC, maka diperoleh nilai beda potensial di
antara ujung-ujung konduktor sebesar :
    sin(-  9 ›) (6.15)

Sedangkan besarnya arus listrik pada induktor sebesar :


     sin  (6.16)

Dari persamaan beda potensial di atas (persamaan 1.7) tertulis (t + 9 ) artinya, fase tegangan
pada rangkaian induktif  
 fase arus sebesar 9 . Dengan kata lain, tegangan pada
rangkaian induktor lebih dulu muncul dengan beda fase 9  daripada arus. Perhatikan gambar!

‘  

 è3
L Vm
Im
VL

IL
ô
    sin -  9 ›

  * Gambar skema, grafik, dan diagram fasor rangkaian induktor pada arus listrik bolak-balik.

V   #+ $

Reaktansi induktif memiliki karakteristik sama seperti resistor (hambatan). Pada rangkaian
induktif murni, yang menghambat arus listrik adalah reaktansi induktif (XL) yang besarnya :
 2
       2   (6.17)
 

Satuan dari reaktansi induktif adalah sama dengan satuan hambatan, yaitu  (å).

 ž ,  
Vg

Ketika sebuah kapasitor dihubungkan dengan rangkaian listrik AC, maka akan diperoleh beda
potensial di antara kedua ujung kapasitor sebesar :
    sin(-  < 9 ›) (6.18)

Sedangkan besarnya arus listrik yang mengalir melalui kapasitor adalah :


    sin - (6.19)

Dari persamaan beda potensial di atas (persamaan 1.1 ) tertulis (-t - 9 ) artinya, fase tegangan
pada rangkaian kapasitif
 dari fase arus sebesar 9 . Dengan kata lain, arus listrik
pada rangkaian kapasitor lebih dulu muncul dengan beda fase 9  daripada tegangannya.
Perhatikan gambar!
C
Vm
Im IC

VC
    sin ô < 9 ›

  - Gambar skema, grafik, dan diagram fasor rangkaian kapasitor pada arus listrik bolak-balik.

V  , #+$

Reaktansi kapasitif memiliki karakteristik sama seperti resistor (hambatan). Pada rangkaian
kapasitif murni, yang menghambat arus listrik adalah reaktansi kapasitif (XC) yang besarnya :

èè ‘  


 1 1
   (6.2 )
 - 2
Satuan dari reaktansi kapasitif adalah sama dengan satuan hambatan, yaitu  (å).

, ž V. V
R L C

V 0
VR VL VC Resonansi terjadi jika 
1
Frekuensi Resonansi  V 
2 
~
  / Gambar skema rangkaian seri RLC pada arus listrik bolak-balik.

Impedansi (hambatan total rangkaian) :   V 2  (  „ <   ) 2



Kuat Arus Rangkaian :  

V   .V
2
Beda Potensial :    .      V  (  <   ) 2
   .  
<  < 
Sudut fase rangkaian : tan  



Jika XL > XC ĺ arus tertinggal sebesar ș


Jika XL < XC ĺ arus mendahului sebesar ș

 ž "

1.ž Sebuah magnet batang digerakkan mendekati kumparan yang terdiri dari 5 lilitan. Fluks
magnetik yang dilingkupi magnet berkurang dari 8 Ñ 1 -è Wb menjadi 2 Ñ 1 -è Wb dalam
selang waktu , 2 s. Tentukan ggl induksi pada kedua ujung kumparan!

2.ž Medan magnetik homogen ,5 T tegaklurus masuk bidang kertas seperti pada gambar.
Kawat à panjangnya 5 cm digerakkan ke kanan dengan kecepatan 2 m/s. Jika hambatan R
2 å, tentukan arus listrik yang melalui hambatan R dan potensial mana yang lebih tinggi!

Ñ Ñ Ñ Ñ Ñ

Ñ Ñ Ñ Ñ Ñ

 = 2 m/s
Ñ Ñ Ñ Ñ Ñ

Ñ Ñ Ñ Ñ Ñ
Ã

‘  

 è5
3.ž Sebuah generator terdiri atas 2 lilitan dengan luas penampang 2 cm2. Jika kumparan
diputar dengan kelajuan 2è putaran per menit dalam suatu medan magnetik , 2 T,
tentukan tegangan maksimum yang dihasilkan!

è.ž Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan primer dan sekunder 11 : 1. lilitan sekunder
dihubungkan dengan tegangan 22 V. Jika arus listrik pada lilitan sekunder 2,2 A, tentukan :
a.ž tegangan output trafo
b.ž arus inputnya jika trafo dianggap ideal!
1
5.ž Sumber tegangan bolak-balik memiliki fungsi tegangan terhadap waktu :  5 2 sin  ,
2
dengan V dalam volt dan t dalam sekon. Tentukan :
a.ž tegangan maksimum
b.ž tegangan puncak ke puncak
c.ž tegangan efektif
d.ž frekuensi sudut
e.ž periode
f.ž frekuensi
1
g.ž tegangan pada saat t =  sekon!
2
6.ž Sebuah rangkaian seri RLC dipasang pada sumber tegangan 2 V dengan frekuensi 5 Hz.
,18 1
Jika hambatan R = 8 å, L = H dan C = F, tentukan :
 6
a.ž reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif
b.ž impedansi rangkaian
c.ž arus listrik yang mengalir dalam rangkaian
d.ž tegangan pada ujung-ujung induktor, resistor dan kapasitor
e.ž daya pada rangkaian
f.ž pada frekuensi berapa rangkaian akan beresonansi

è6 ‘  


 žã , 
Y((ž gggž Y((ž
ž

‘‘ 
‘

g( žg ž
g g žgž

 ( ž  ž
ž


  ž gg  ž

ž 

gžgž
ž g gž
ž 
žg
ž
ž   ž
ž g
ž


‘  

 è7