Anda di halaman 1dari 3

SIFAT PLANET TATA SURYA

SUHU PLANET
Planet-planet (kecuali planet Jupiter) tidak mempunyai sumber panas yang berarti. Pada orbit
bumi, energi matahari yang datang per detik per cm 2 adalah 1,37 x 106 erg/(detik cm2). Harga itu disebut
tetapan matahari. Misalkan suatu planet berjarak r SA dari matahari, maka energi matahari yang datang
per detik adalah : (1,37 x 106)/r2. Jadi energi yang diterima planet (yang radiusnya R) adalah : R 2(1,37 x
106)/r2.
ATMOSFER PLANET
Faktor-faktor yang m,enentukan kemampuan planet mengikat atmosfer adalah massa, radius dan
suhu yang dimilikinya. Suatu planet dapat mengikat atmosfer sepanjang massa hidupnya yang beberapa
milyar tahun, bila kecepatan rata-rata molekul di permukaan planet 1/6 kecepatan lepasnya. Menurut
teori kinetic gas, kecepatan rata-rata adalah :
massa partikel), sedang kecepatan lepas molekul adalah ve =

3kT / m

(k = konstanta Boltzman, m =

2GM / R

Urutan planet dan satelit ditinjau dari kestabilan atmosfer adalah : Jupiter, Saturnus, Uranus, Bumi,
Venus, Pluto, Mars, satelit Neptunus Triton, satelit Saturnus Titan, satelit Jupiter J III, J II, J IV, Merkurius,
Bulan, satelit Saturnus Rhgea dan satelit-satelit lain yang makin kecil kestabilannya. Dari urutan di atas,
sampai ke urutan Titan telah teramati adanya atmosfer. Pada satelit terdapat lapisan es dan salju,
sedangkan dari planet Merkurius tidak terdapat atmosfer.
NAMA PLANET DAN PENGELOMPOKANNYA
Nama planet menurut jaraknya terhadap Matahari :
Inner planets

Merkurius

(Planet dalam)

Venus

Bumi

Planet Inferior

Mars
Asteroid..
Jupiter
Outer planets

Saturnus

(Planet Luar)

Uranus

Planet Superior

Neptunus
Pluto
Planet dalam adalah planet-planet yang peredarannya ada di antara matahari dan bumi. Planet luar adalah
planet-planet yang peredarannya ada di luar peredaran bumi. Kalau besar/ukuran planet dan satelit
dibandingkan dengan besarnya bumi dapat dikelompokkan sbb :
a.

Planet kebumian (planet terrestrial/planet minor)


Merupakan planet yang ukuran massanya massa bumi. Rapat massa rata-rata = 3,8 5,5 g/cm 3.
Atmosfer pengoksidasi adalah O2, CO2 , H2O, ..

Yang termasuk planet kebumian adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan Pluto
Planet kebumian mengandung sedikit H dan He karena radiasi matahari menghalau gas-gas ringan
planet yang dekat dengan matahari pada saat pembentukan planet
b. Planet Jovian (planet raksasa/planet mayor)
Merupakan planet yang ukuran dan massanya jauh lebih besar daripada bumi, yaitu 13 320 massa
bumi. Rapat massa rata-rata = 0,7 2,2 g/cm3. Atmosfer pereduksi adalah H2, Ch4, NH3, .
Yang termasuk planet Jovian adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Komposisi kimianya
menyerupai komposisi matahari, terutama hidrogen dan helium.
GERAK PLANET
a.

Orbit planet bereksentrisitas kecil


(eksentrisitas = e = jarak fokus = jarak sumbu besar)

b.

Orbit semua planet hampir terletak sebidang

c.

Semua planet bergerak mengelilingi matahari dalam arah yang sama

d.

Semua planet (kecuali Uranus) dan matahari mempunyai kemiringan bidang ekuator terhadap bidang
orbit yang kecil

GERAK SATELIT
a.

Orbit kebanyakan satelit bereksentrisitas kecil

b.

Bidang orbit kebanyakan satelit hampir sebidang dengan bidang planet-planet

c.

Kebanyakan satelit beredar searah dengan gerak planet-planet, tetapi ada juga yang bergerak
berlawanan arah

PERIODE SINODIS DAN SIDERIS PLANET


Periode sinodis planet (Psin) adalah kala edar planet dari suatu fase ke fase itu lagi. Misalkan
periode sinodis bulan, yaitu selang waktu bulan beredar dari fase bulan baru/bulan purnama ke fase bulan
baru/bulan purnama lagi adalah 29,530588 hari yang disebut periode sinodis bulan atau 1 bulan
sinodis.Bagi planet yang lain misalnya dari oposisi ke oposisi lagi.
Periode sideris planet (Psid) adalah kala edar planet dari suatu titik tetap dalam orbit ke titik itu lagi
dari arah suatu bintang tertentu, yaitu dari bila dilihat dari titik tetap itu ke arah bintang itu lagi. Misalnya
kita tentukan selang waktu antara bulan ada pada kedudukan di arah bintang tertentu dan kembali lagi ke
arah bintang itu lagi. Selang waktu itu disebut periode sideris bulan yang panjangnya 27,32166 hari atau
disebut juga 1 bulan sideris.
ASPEK DAN FASE PLANET DALAM :
Konjungsi

: jika planet berkedudukan searah dengan matahari


Planet akan 2 kali konjungsi, ada konjungsi bawah dan konjungsi atas.
Merkurius atau Venus sedang berkonjungsi bawah jika jarak antara bumi
dengan planet itu lebih dekat daripada jarak antara bumi dan matahari.
Jika jarak bumi planet lebih besar daripada jarak bumi matahari
dinamakan planet sedang berkonjungsi atas.

Elongasi

: sudut yang diapit oleh garis hubung antara bumi dengan matahari dan garis
hubung antara bumi dengan planet. Jika planet ada di sebelah timur matahari
dikatakan planet sedang elongasi timur dan jika di sebelah barat matahari
sedang elongasi barat. Planet superior berelongasi dari 0 180o, elongasi
barat maupun timur. Planet inferior tidak pernah beroposisi atau berelongasi
180o. Venus berelongasi maksimum 48o. Ketika Venus sedang konjungsi
bawah dan tepat di bawah matahari akan tampak sebagai noktah hitam pada
permukaan matahari. Venus dalam keadaan itu dinamakan sedang transit.
Ketika Venus berelongasi barat cukup besar tampak sebagai bintang timur
pada dini hari. Ketika berelongasi timur Venus tampak sebagai bintang
senja. Merkurius mempunyai elongasi maksimum 28o, akibatnya Merkurius
sukar diamati.

Elongasi terbesar barat


Bumi

Konjungsi inferior

Konjungsi
superior

Elongasi terbesar timur


M = Matahari

ASPEK DAN FASE PLANET LUAR :


Oposisi

: Ketika kedudukan planet sedang bertentangan dengan letak matahari dilihat


dari bumi. Artinya pada saat planet tepat di kulminasi atas, saat itu matahari
tepat di kulminasi bawah.
perempatan barat
konjungsi

bumi
oposisi
perempatan timur