Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO PBL BLOK 19 (KARDIOVASKULER-II)

SKENARIO 1
Seorang laki laki berusia 65 tahun yang sedang dirawat di ruang rawat inap dikonsulkan dengan keluhan betis kirinya sakit disertai
bengkak dan kemerahan sejak 4 jam yang lalu. Pasien tersebut sudah 2 hari dirawat setelah menjalani operasi penggantian sendi
panggul kiri 2 hari yang lalu.
SKENARIO 2
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada kiri yang dirasakan terus-menerus sejak 40 menit
yang lalu. Nyeri terasa seperti tertimpa beban berat di bagian tengah dada dan disertai keringat dingin. Pasien juga mengeluh perutnya
terasa mual sejak nyeri timbul. Pada riwayat penyakit sebelumnya diketahui pasien memiliki riwayat darah tinggi dan seorang
perokok sejak 20 tahun terakhir.

SKENARIO 3
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang diantar anaknya berobat ke poliklinik RS dengan keluhan sering sesak bila beraktivitas, hal
ini dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluh batuk kering, tidak disertai demam dan nyeri dada. Pasien
merasa nafasnya sering tersengal-sengal, terutama bila berjalan agak jauh sehingga sangat mengganggu kesehariannya. Keluhan
dirasakan berkurang bila pasien beristirahat. Saat malam hari pasien merasa lebih nyaman bila tidur dengan bantal yang agak tinggi,
selain itu 2 bulan terakhir ini ia merasa kakinya sering bengkak. Pasien didiagnosis menderita darah tinggi sejak berusia 50 tahun.
Dua tahun yang lalu ia didiagnosis dokter menderita penyakit jantung koroner dan menjalani operasi Coronary Aterry Bypass Graft
(CABG).

SKENARIO 4
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang diantar anaknya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada kiri yang muncul tiba-tiba dan
menjalar ke lengan kiri sejak 3 jam yang lalu. Nyeri dirasakan sedikit berkurang saat beristirahat namun akan terus-menerus muncul
kembali dan semakin memberat. Keluhan tidak disertai demam ataupun batuk. Sebelumnya pasien juga pernah merasakan nyeri dada
kiri, namun tidak terlalu sakit dan hanya berlangsung sekitar 5 menit saja.

SKENARIO 5
Seorang laki-laki berusia 62 tahun datang dibawa oleh istrinya ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak
2 hari yang lalu. Sesak ini sudah muncul sejak 3 hari yang lalu, namun memberat 2 hari ini. Pasien pernah mengalami nyeri dada 1
minggu yang lalu, nyeri dada seperti tertekan benda berat dan berlangsung sekitar 20 menit lalu membaik sendiri. Pasien juga
mengeluh sesak pada malam hari dan lebih nyaman tidur dengan 2 bantal kepala. Pasien memiliki riwayat merokok selama 30 tahun
dan sudah berhenti sejak 5 tahun yang lalu, selain itu ia juga memiliki riwayat hipertensi 15 tahun yang lalu.

SKENARIO 6
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke klinik dokter keluarga dengan keluhan sesak nafas yang semakin memberat sejak 5 hari
yang lalu. Awalnya pasien merasakan sesak nafas sejak 1 tahun yang lalu yang dirasakan terutama saat beraktivitas berat dan
berkurang saat istirahat tanpa dipengaruhi oleh posisi. Pasien juga mengeluh sejak 3 bulan yang lalu kadang-kadang mengalami batuk
dan memberat sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan tidak disertai adanya demam ataupun nyeri dada.

SKENARIO 7
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun dibawa ibunya ke IGD RS karena tiba-tiba membiru lebih dari biasanya setelah menangis.
Keluhan serupa pernah terjadi sebelumnya saat pasien habis BAB, kurang lebih saat berusia 2 tahun. Saat itu ibu segera melarikan
anaknya ke puskesmas terdekat dan setelah diperiksa dokter mendiagnosis anak menderita kebocoran jantung, namun sampai saat ini
anak belum pernah mendapat pemeriksaan lengkap. Keluhan sering batuk pilek sejak kecil tidak ada, namun saat bayi bila menyusui
hanya sebentar-sebentar dan cepat lelah. Pasien lahir spontan, ditolong oleh bidan, saat lahir langsung menangis dan tidak biru.
SKENARIO 8
Seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan dibawa ibunya ke IGD RS karena sesak nafas sejak 6 jam yang lalu. Keluhan sesak didahului
batuk-pilek dan demam sejak 3 hari yang lalu. Menurut ibu, selama ini bayinya sering batuk-pilek berulang dan sulit sembuh. Saat
bayi menyusui hanya sebentar-sebentar, sehingga berat badannya nya sulit naik. Pasien lahir spontan, ditolong bidan, langsung
menangis dan tidak biru saat lahir.
SKENARIO 9
Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun datang ke IGD RS diantar ibunya dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu.
Keluhan sesak didahului batuk, mudah lelah, dan sering berdebar-debar sejak 1 bulan yang lalu. Sesak nafas meningkat setelah
aktivitas fisik dan membaik setelah pasien beristirahat atau tidur dengan 2-3 bantal kepala. Keluhan-keluhan tersebut tidak disertai
adanya demam. Pasien lahir spontan ditolong bidan, langsung menangis dan tidak biru saat lahir. Tidak ada riwayat sering mengalami
batuk-pilek, berat badan yang sulit naik, ataupun menyusui yang hanya sebentar-sebentar. Namun, menurut ibu saat kecil pasien
sering sakit tenggorokan.
SKENARIO 10
Seorang anak berusia 4 hari sedang dirawat di unit perawatan perinatologi. Empat hari sebelumnya, pasien tersebut lahir prematur
pada usia kehamilan 33 minggu. Berat lahir 1400 g, tidak langsung menangis, tidak sianosis. Pada usia 4 hari, keadaan umum pasien
nampak memburuk, frekuensi jantung dan frekuensi nafas meningkat, nadi teraba sangat kuat.
Kurva Lubchenko:

SKENARIO 11
Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke poliklinik UKRIDA dengan keluhan sakit kepala dan tengkuk terasa berat. Pemeriksaan
fisik: TD 140/100 mmHg, nadi 84 x/menit, suhu 36,8C, nafas 22 x/menit. Hamil 14 minggu G1P0A0. Pemeriksaan Cor, Pulmo dan
Abdomen dalam batas normal.
Pembagian Kasus:
Kelompok
A1,A7,B3,B9,C5,D1,D7,E3,E9,F5
A2,A8,B4,B10,C6,D2,D8,E4,E10,F6
A3,A9,B5,C1,C7,D3,D9,E5,F1,F7
A4,A10,B6,C2,C8,D4,D10,E6,F2,F8
A5,B1,B7,C3,C9,D5,E1,E7,F3,F9
A6,B2,B8,C4,C10,D6,E2,E8,F4,F10

Skenario
1,2,5,7
3,4,8,10
1,6,9,11
2,3,6,11
4,5,7,8
1,4,9,10

Anda mungkin juga menyukai