Anda di halaman 1dari 24

-1-

1.ASAL MULA SAMBAS

Kesultanan Sambas sebuah Negeri berpenduduk mayoritas Etnis


Melayu,dengan luas 20.940 km² ,bandingkan dengan kesultanan Brunai
(5.765 km²).
Pada tahun 1915 Negeri Sambas berpenduduk 130.000 jiwa,yang terdiri dari
berbagai etnis atau suku kaum :

- Orang Eropa 100 jiwa


- Suku Dayak 26.000 jiwa
- Orang Arab dan Timur asing lainya 270 jiwa
- Cina (tionghoa) 30.000 jiwa
- Melayu Jawa dan Bugis 67.000 jiwa

Pada tahun 1988 Sambas berpenduduk 895.900 jiwa,dan merupakan


sebuah kabupaten dibawah kedaulatan NKRI.

Pada masa pemerintahan Sultan Muhhammad Syafi’uddin I yang


dinobatkan pada tanggal 10 Zulhijjah hari Senin tahun 1040 H(9 Juli 1631 M
).nama Sambas sudah dipergunakan dan telah dipergunakan jauh sebelum itu

-2-

GAMBAR 1. GERBANG DEPAN ISTANA SAMBAS

Di era kerajaan Majapahit dizaman kekuasaan Raja Hayam Wuruk dan Patih
Gajah Mada,kerajaan Sambas disebut sebut sebagai satu kerajaan di
Borneo yang berada dibawah kekuasaan Maja Pahit,hal ini dibuktikan oleh
tulisan Empu Prapanca didalam buku “NEGARA KERTAGAMA” yang
dituliskanya tahun 1365 m.

Dalam Pupuh XII dan XIV buku NEGARA KERTAGAMA dituliskan


,kerajaan Nusantara yang berada dibawah kekuasan Majapahit antara lain :

PUPUH XII BUKU NEGARA KERTAGAMA


Menyebutkan “Lawas dengan Samudra serta Lamuri Batam,Lampung
dan juga Barus itulah terutama Negara Melayu yang tlah
tunduk,Negara Negara dipulau Tanjung Pura
:Kapuas_-Katingan,Saampit,Kota Lingga,Kota
Waringin,Sambas,Lawai Ikut disebut”.

PUPUH XIV :

“Kandangan ,Landa,Samadang dan Tirem,takterlupakan


Sedu,Berune(ng),Kalka Seludung ,Solot dan juga Pasir Barito ,Sawaku
,Tabalung,ikut juga Tanjung Kutei,Malano tetap yang terpenting
dipulau Tanjung Pura.”(kutipan tulisan Prop. Dr.Slamet
Multono,”Negara Kertagama Tafsir dan Sejarahnya”.penerbit
Bharata,Jakarta 1979 hal 280 )

APabila buku Negara Kertagama(1365) telah menyebut kata “Sambas”


kemungkinan kata ini berasal dari bahasa Jawa kuno”Samba” yang berarti
bersuka ria atau menari,dalam kamus bahasa Indonesia ‘
“Samba” berarti bersukaria dan dapat diartikan pula kata Sambas kerajaan
yang makmur dan sentosa,,beberapa nama sultan Sambas memakai nama
tokoh pewayangan,Raden Bima Raden Semar dan Raden Samba ,adapun
dalam pewayangan Raden Samba adalah Putra Arjuna.
Namun sampai sekarang belu ditemukan tulisan yang menjelasan asal mula
pemakaian kata Sambas,beberapa pendapat yang ada hanya berdasakan
cerita turun temurun tanpa ada catatan yang melandasi alas an tersebut.

Penulis buku “ASAL USUL SAMBAS” H.Urai Jalaludin Yusuf Dato’


Ronggo

Menjelaskan,
Berdasarkan cerita dongeng rakyat Sambas,nama Sambas berasal dari tiga
orang sahabat seorang diantarnya bernama ABBAS,bersama mereka
terdapat pula seorang Cina,jadi mereka adalah tiga orang sahabat yang selalu
bekerja sama,,didalam bahasa Cina, tiga biasa disebut SAM,,maksud dari
kata Sambas adalah kerjasama bertiga dengan Abbas mereka sebutlah
Sambas,lama kelamaan nama tersebut semakin populer dan melekatlah kata
Sambas yang merupakan symbol kerjasama tiga sahabat.

Dalam cerita lain Dato’Ronggo menyebutkan,asal nama Sambas bermula


dari legenda Negeri Kebanaran(Kebenaran) diPaloh,dua orang Sahabat
-3-

bernama
Syamsudin dan Saribas ,
Syamsudin kawin dengan orang halus(Jin) diNegeri Kebanaran,tetapi
kemudian dia menghilang karena diperecayai dia pindah dan ikut berdiam
diNegeri Kebanaran.namun jiwa Sam selalu mengikuti sahabatnya
Saribas(suku Dayak),,Dimana ada Sam disitu ada Saribas..,itu terjadi karena
ketika mereka berada di Muara Ulakan (Sekarang tempat berdirinya Istana
Sambas) mereka pernah berikrar berjanji tidak akan ada pertikaian dan saling
dendam antara mereka,walau mereka dari suku berdeda (Dayak
danMelayu),janji tersebut mereka tandai dengan melempar batu bersama
disimpang tiga muara ulakan sambil berikrar tak ada
permusuhan,pertikaian,selamanya kecuali batu yang mereka lemparkan bisa
mengapung dipermukaan air Muara ulakan..Sejak itu diambilah Nama Sam(dari
Syamsudin) dan Bas(dari Saribas) untuk menamai tempat tersebut dengan
nama “SAMBAS”,.
Sampai sekarang orang Dayak Maupun Melayu percaya mereka adalah satu
kesatuan yang tak dapat dipisahkan dengan semboyan..”IBARAT
AUR(Bambu) DAN TEBING” selalu terikat dan memerlukan satu sama
lain,hal tersebut dapat terlihat disaat kerusuhan etnis berdarah tahun
1999,persaudaraan mereka tetap kokoh dan tak pernah goyah…….

SUMBER:

-BUKU "NEGARA KERTAGAMA".

-BUKU “ASAL USUL SAMBAS” H.URAI JALALUDIN YUSUF DATO’ RONGGO.

-BERDASARKAN CERITA DONGENG RAKYAT SAMBAS.

GAMBAR 2. MESJID JAMI’ SAMBAS.DITEPIAN SUNGAI SAMBAS


-4-

2.KERAJAAN SAMBAS

HUBUNGAN SAMBAS DAN MAJAPAHIT

Dalam masa kejayaanya kerajaan Majapahit telah menguasai seluruh wilayah


Nusantara,termasuk kerajaan Sambas dipulau Kalimantan.(Nagara Kertagama
Pupuh XIII).Majapahit bukan hanya menguasai kerajaan kerajaan dibawah
taklukanya,tetapi telah mengirimkan keturunan dan keluarga raja dengan
prajuritnya.mereka bukan hanya menguasai daerah dan rakyatnya,tetapi yang
terpenting pula mengembangkan kebudayaan agama Hindu dan
Budha.namun tidak banyak peninggalan raja raja dari agama Hindu di Sambas
dan Kalimantan...daerah ini umumnya daerah rawa berlumpur dan tidak ada
batu besar untuk membuat prasasti atau candi…peninggalan sejarah zaman itu
sulit dibuat dan mudah hancur oleh air dan Lumpur.ada yang berpendapat
bahwa arca Hindu dan Budha di Sambas dibuat dari emas.buktinya di British
Museum London terdapat 9 buah arca agama Hindu dan Budha berasal dari
Sambas.

Sambas dimasa sebelum Ratu Sepudak kurang dikenal,sejarahnya diliputi


kabut kegelapan…dari cerita rakyat yang bersipat legendaries yang dituturkan
dari mulut kemulut terdapat bermacam macam versi.sebagaimana kerajaan
kerajaan Melayu /Islam pada umumnya,demikian pula kesultanan Sambas baru
memulai sejarahnya pada permulaan berkembangnya agama Islam sejak akhir
abad ke 16.

Menurut cerita rakyat, sebelum kedatangan prajurit Majapahit di Paloh,sudah


ada kerajaan Sambas Tua.diceritakan bahwa pada akhir abad ke 13 didaerah
Paloh terdapat kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu(Raja) bernama
Raden Janur…Suatu malam kerajaan tersebut kejatuhan benda langit (Tahi
Bintang/Meteor) sebesar buah kelapa,yang bercahaya sangat terang,terkenal
dengan nama “Mustika Bintang”.peristiwa aneh itu tersebar luas keseluruh
Nusantara hingga ke Majapahit,Prabu Majapahit memerintahkan pasukanya
untuk mendapatkan “Mustika Bintang” tersebut…Pasukan Majapahit mendarat
Dipangkalan Jawi (Jawai)..Alkisah,Raden Janur tidak bersedia menyerahkan
Mustika Bintang,ia melarikan diri ke hutan dan menghilang bersama “Mustika
Bintang”,konon kabarnya ia menjadi orang Kebanaran atau orang halus
(menurut kepercayaan orang Sambas,Paloh adalah pusat kerajaan Negeri
Kebanaran/Negeri Ghaib)...

Diceritakan bahwa pasukan Majapahit tersebut tak kembali ke Majapahit tetapi


tinggal dan membaur dengan penduduk asli,akhirnya mereka membentuk
sebuah kerajaan yang kuat,dengan ratunya berasal dari hasil perkawinan
dengan penduduk setempat.diceritakan pula bahwa pada suatu hari ratu dari
-5-

kerajaan ini bertamasya kepulau “Lemukutan”…dipulau itu sayup sayup


terdengar ditelinga raja bunyi tangisan bayi.seluruh rombongan disuruh
mencari dari mana datangnuya suara tersebut..setelah lama mencari akhirnya
diketahui suara tersebut berasal dari sebuah rumpun bambu…Bambu tersebut
dipotong lalu dibawa pulang keistana dan pada malamnya bambu tersebut
dibelah dan betapa terkejutnya semua yang melihat kejadan tersebut,ternyata
pada salah satu ruas bambu yang dibelah berisi seorang bayi laki laki…bayi
tersebut akhirnya dipelihara raja bersama anaknya… Kian hari tumbuh
berkembang dengan sehat,namun sangat disayangkan ia hanya mempunyai
sebuah gigi layaknya seperti gigi labi labi.karena itu ia diberi nama “Tang
Nunggal” (Hanya Bergigi Tunggal). (orang sambas juga sering menyebut "Tang
Nunggal" dengan sebutan "Tan Unggal")

Sewaktu Ratu Meninggal,Tang Nunggal berambisi untuk menjadi


raja…Dengan mengandalkan kekuatan dan kelicikanya.ia berhasil
menyingkirkan putera mahkota dan menobatkan dirinya menjadi raja.Tang
Nunggal adalah Raja Yang kejam,bengis dan tidak
berperikemanusiaan….Karena kekejamanya Putera dan Puterinya Bujang Nadi
dan Dare Nandung dikuburkan hidup hidup dibukit Sebedang lantaran kedua
bersaudara itu dituduh berniat kawin sesama saudara(Legenda Bujang Nadi
Dare Nandung)...Singkat cerita,hukum karma akhirnya berlaku pada
dirinya,Tang Nunggal akhirnya meninggal dalam keadaan yang sangat
menggenaskan,ia dimasukkan kedalam peti dan petinya dibuang kedalam
sungai Sambas (petikan cerita menurut dato’ Ronggo,buku terbitan pada tahun 1991).

Setelah Tang Nunggal dikubur disungai Sambas,Putera mahkota yang


tersingkir yang berasal dari keturunan MajaPahit muncul dan mengambil alih
kendali pemerintahan...raja itulah yang menurunkan raja raja Sambas sampai
kepada Ratu Sepudak.

Setelah runtuhnya Majapahit ,Sambas berada dibawah kerajaan


Johor(Malaysia) .pada masa Ratu Sepudak telah diadakan perjanjian dagang
dengan Oppenkoopman Samuel Bloemaert dari VOC yang ditanda tangani
pada 1 Oktober 1609 dikota Lama (Perjanjian Ratu Sepudak dengan VOC).
-6-

GAMBAR 3.PANTAI TANAH HITAM PALOH(DIPERKIRAKAN MASIH WILAYAH PANTAI


NEGERI KEBANARAN)
PENULIS SEMPAT MENGAMBIL FHOTO DISINI BERSAMA PUTRI CILIK
DOKUMEN FHOTO BERT972

HTTP://BERT972.BLOGSPOT.COM
HTTP://WWW.ALBERTKENNEDY.CO.CC

Kedatangan secara besar besaran prajurit Majapahit keSambas adalah pada


masa raja Cananagara..prajurit Majapahit yang dibawa dengan kapal,tahun
1364 mendarat di Pangkalan Jawi.kini daerah itu bernama Jawai…prajurit
Majapahit itu bukan berperang dan berkuasa tapi tinggal membaur dan kawin
dengan penduduk setempat.percampuran dengan pendatang dari Majapahit
ini yang mendorong berdirinya kekuasaan keturunan raja Majapahit yang
selanjutnya berpusat Di “Paloh”…mungkin karena terlalu banyak peperangan
pada dan tahun 1364 Patih Gajah Mada sudah meninggal.banyak keturunan
Majapahit berpindah kedaerah lain.mereka juga masuk ke Brunai,Mempawah
,Tanjung Pura,Landak,Sanggau ,Sintang,Sukadana,dan kerajaan kerajaan kecil
dipedalaman Kalimantan Barat.hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan
benda sejarah peninggalan kerajaan Hindu Majapahit antara lain Batu Pahat di
Sekadau,Eka Muka Lingga Guwa di Sepauk,dan lain lain.

Pada pertengahan adad ke 15,pusat kerajaan keturunan Majapahit ini


berpindah dari Paloh kekota Lama dibenua Bantanan-Tempapan dikecamatan
Teluk keramat.raja raja diSambas waktu itu disebut dengan gelar ratu ,seperti
gelar raja raja di Majapahit.

Ketika raja Tang Nunggal berkuasa,iapun membayar upeti kepada Raja


Tumasik…mungkin karena merasa telah merdeka,setelah lepas dari kerajaan
Majapahit.

Ratu sepudak dengan saudaranya Timbung Paseban berkuasa sejak tahun


1550 di “Kota Lama”(Ibukota Sambas Tua),pada tahun 1570, kerajaan
Sambas di “Kota Lama” berada dibawah kekuasaan kerajaan Johor…Setelah
runtuhnya kerajaan Majapahit,di kerajaan Johor telah menganut kepercayaan
agama Islam,dan Johor menguasai kesultanan kesultanan dipantai barat
Kalimantan
seperti,Brunai,Serawak,Sambas,Mempawah,Sukadana/Matan.sejak itu agama
-7-

islam pun mulai dianut orang dikesultanan Sambas.(Prof.Dr.E.Gade


Malsbergen ;”Geschidemis van Nederland indie,llitgertrd
Mij,Amsterdam,1939,deel’,hal.349).

Ratu Sepudak sebagai raja Sambas dikota lama adalah raja beragama Hindu
terakhir Di Kota Lama Sambas…Belanda(VOC) yang baru saja menguasai
Batavia pada tahun 1596,pada tahun 1604 telah mengunjungi kerajaan Matan
dan membuka hubungan dagang dengan Matan ...Dari Matan ,VOC
mendapatkan informasi tentang kerajaan yang ada di pantai barat
Kalimantan.tahun 1609,VOC datang kekota Lama Sambas.mengetahui
Sambas kaya dengan emas,VOC mengikat perjanjian dengan Ratu
Sepudak.dalam perjanjian tanggal 1 Oktober 1609 itu,wakil VOC Samuel
Bloemaert sekaligus mengikat kerajaan Landak dan Sukadana.Belanda paham
benar karena landak adalah penghasil intan terkenal dan Sambas serta Matan
adalah pusat penjualan emas dan intan pada masa itu.inilah awal dari
perjanjian Belanda di Sambas,walaupun baru sejak 1817 Belanda duduk dan
berkuasa di Sambas(sumber lampiran perjanjian VOC dan Sambas 1
Oktober 1609).

sumber:
-Prof.Dr.E.Gade Malsbergen ;”Geschidemis van Nederland indie,llitgertrd
Mij,Amsterdam,1939,deel’,hal.349.
-lampiran perjanjian VOC dan Sambas 1 Oktober 1609.

3.KESULTANAN SAMBAS

KERATON ALWATZIKHOBILLAH( ISTANA SAMBAS)


BAGIAN 1

Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang


sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat
ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh
175 km., melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas.
Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah
pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah
tempat yang oleh penduduk di sebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum)
berdiri keraton Kesultanan Sambas.

Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai


pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi membujur
-8-

arah barat-timur.

GAMBAR 4
Sungai Sambas sejak awal sejarah sudah lama
dihuni manusia. Mereka bertempat tinggal di
tepian sungai pada rumah-rumah rakit atau rumah
kolong yang didirikan di atas tiang.

membujur arah barat-timur. Pada bidang tanah ini terdapat beberapa buah
bangunan, yaitu dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar, dua buah
gerbang, dua buah paseban, kantor tempat sultan bekerja, bangunan inti
keraton (balairung), dapur, dan masjid sultan. Bangunan keraton menghadap
ke arah barat ke arah sungai Sambas,Ke arah utara dari dermaga terdapat
Sungau Sambas Kecil, dan ke arah selatan terdapat Sungai Teberau. Di
sekeliling tanah keraton merupakan daerah rawa-rawa dan mengelompok di
beberapa tempat terdapat makam keluarga sultan.

Bangunan keraton yang lama dibangun oleh Sultan Bima pada tahun 1632
(sekarang telah dihancurkan), sedangkan keraton yang masih berdiri sekarang
dibangun pada tahun 1933. Sebagai sebuah keraton di tepian sungai, di mana
sarana transportasinya perahu/kapal, tentunya di tepian sungai dibangun
dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar. Dermaga yang terletak di
depan keraton dikenal dengan nama jembatan Seteher. Jembatan ini
menjorok ke tengah sungai. Dari dermaga ini ada jalan yang menuju keraton
dan melewati gerbang masuk.

GAMBAR 5
Di daerah pertemuan sungai Sambas dan
Sambas Kecil terdapat sebuah keraton yang
seluruh dindingnya dibuat dari kayu.

Gerbang masuk yang menuju halaman keraton dibuat bertingkat dua dengan
denahnya berbentuk segi delapan dan luasnya 76 meter persegi. Bagian
bawah digunakan untuk tempat penjaga dan tempat beristirahat bagi rakyat
yang hendak menghadap sultan, dan bagian atas digunakan untuk tempat
mengatur penjagaan. Selain itu, bagian atas pada saat-saat tertentu digunakan
sebagai tempat untuk menabuh gamelan agar rakyat seluruh kota dapat
-9-

mendengar kalau ada keramaian di keraton.

Setelah melalui pintu gerbang yang bersegi delapan, di tengah halaman


keraton dapat dilihat tiang bendera yang disangga oleh empat batang tiang.
Tiang bendera ini melambangkan sultan, dan tiang penyangganya
melambangkan empat pembantu sultan yang disebut wazir. Di bagian bawah
tiang bendera terdapat dua pucuk meriam, dan salah satu di antaranya
bernama Si Gantar Alam.
Sebelum memasuki keraton, dari halaman yang ada tiang benderanya, kita
harus melalui lagi sebuah gerbang. Gerbang masuk ini juga terdiri dari dua
lantai, tetapi bentuk denahnya empat persegi panjang. Lantai bawah tempat
para penjaga yang bertugas selama 24 jam, sedangkan lantai atas dipakai
untuk keluarga sultan beristirahat sambil menyaksikan aktivitas kehidupan
rakyatnya sehari-hari.

Setelah melalui gerbang kedua dan pagar halaman inti, sampailah pada
bangunan keraton. Pada bagian atas ambang pintu keraton terdapat tulisan
"Alwatzsyikhubillah" yang berarti "Berpegang teguh dengan nama Allah". Di
bagian atasnya tulisan ini terdapat ukiran yang menggambarkan dua ekor
burung laut yang bermakna "Kekuatan Kerajaan Sambas pada angkatan laut",
dan angka sembilan yang berarti bangunan keraton ini dibangun oleh sultan
yang kesembilan.

GAMBAR 6
Masjid Agung Sambas yang dibangun oleh Sultan
Abubakar Tajuddin (1848-1853). Letaknya di
sebelah baratdaya keraton (Dok. Puslitarkenas).

Di dalam kompleks keraton terdapat tiga buah bangunan. Di sebelah kiri


bangunan utama terdapat bangunan yang berukuran 5 x 26 meter. Pada masa
lampau bangunan ini berfungsi sebagai dapur dan tempat para juru masak
keraton. Di sebelah kanan bangunan utama terdapat bangunan lain yang
ukurannya sama seperti bangunan dapur. Bangunan ini berfungsi sebagai
tempat Sultan dan pembantunya bekerja. Dari bangunan tempat Sultan bekerja
dan bangunan utama keraton dihubungkan dengan koridor beratap dengan
ukuran panjang 5,90 meter dan lebar 1,50 meter.

Di bagian dalam bangunan tempat Sultan dan pembantunya bekerja,


tersimpan beberapa benda pusaka kesultanan, di antaranya singgasana
kesultanan, pedang pelantikan Sultan, gong, tombak, payung kuning yang
merupakan lambang kesultanan, dan meriam lele. Meriam lele yang jumlahnya
tujuh buah hingga sekarang masih dianggap barang keramat dan sering
diziarahi penduduk.
- 10 -

Bangunan utama keraton berukuran 11,50 x 22,60 meter. Terdiri atas tujuh
ruangan, yaitu balairung terletak di bagian depan, kamar tidur sultan, kamar
tidur istri sultan, kamar tidur anak-anak sultan, ruang keluarga, ruang makan,
dan ruang khusus menjahit. Di bagian atas ambang pintu yang
menghubungkan balairung dan ruang keluarga, terdapat lambang Kesultanan
Sambas dengan tulisan "Sultan van Sambas" dan angkatahun 15 Juli 1933.
Angka tahun ini merupakan tanggal peresmian bangunan keraton. Di bagian
dalam bangunan ini, pada kamar tidur Sultan tersimpan barang-barang
khazanah Kesultanan Sambas, di antaranya tempat peraduan sultan, pakaian
kebesaran, payung kesultanan, pedang, getar, puan, dan meja tulis Sultan.
Pada bagian dinding terpampang gambar-gambar keluarga Sultan yang
pernah memerintah Sambas.

GAMBAR 7.SULTAN MUHAMMAD SYAFI'UDDIN II

KERATON ALWATZIKHOBILLAH( ISTANA SAMBAS)

BAGIAN 2

Kalua anda mengunjungi Sambas jangan lupa untuk menyempatkan diri


berkunjung ke Keraton Al-watzikhobillah Sambas ,yang dibangun pada masa
pemerintahan Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Syafi’uddin
I.keraton ini memang sudah beberapa kali dibongkar,dan Istana yang ada
- 11 -

sekarang sudah berumur sekitar 200 tahun dan beberapa kali mengalami
perehaban.

GAMBAR 8. KERATON ALWATZIKHOBILLAH( ISTANA SAMBAS)DARI BERBAGAI


SUDUT PANDANG

Istana yang kokoh berdiri dipertemuan Tiga Sungai,yakni Sungai Sambas


Kecil,Sungai Subah dan Sungai Teberau,memang mempunyai sejuta kisah
,yang kadang tak dapat dicerna dengan akal.
Raden Dewi Kencana,Ratu Keraton Sambas,mengungkapkan ,Keraton
Sambas masih banyak memiliki benda Pusaka,diantaranya Tempat tidur
Raja,Kaca hias,Seperangkat alat untuk makan Sirih,Pakaian kebesaran
Sultan,Payung Ubur Ubur,Tombak Canggah,Meriam Beranak,Pedang
Sultan,Tempayan keramik dari Cina dan kaca Kristal dari Inggris dan Belanda.

Benda yang masih dikeramatkan hingga sekarang yakni meriam beranak.


Setiap ada sesutu yang akan terjadi meriam itu bisa saja raib/menghilang
entah kemana,tapi bisa kembali dengan sendirinya.Meriam itu jumlahnya tujuh
- 12 -

buah dan diberi nama :

1. Raden Mas
2. Raden Putri
3. Raden Sambir
4. Raden Pajang
5. Ratu Kilat
6. Pangeran Pajajaran
7. Panglima Guntur.

GAMBAR 9. KHAZANAH PENINGGALAN KESULTANAN SAMBAS


DOKUMEN FHOTO WWW.MELAYUONLINE.COM

Menurut Gusti Sofyan Kailani (60 th) Penjaga Kamar Pusaka, saat ini Meriam
Ratu Kilat sedang tidak ada ditempat dan telah lama pergi dari istana.itu
biasanya akan menandakan kejadian alam luar biasa didunia.Namun
menurutnya Meriam tersebut bisa saja tiba tiba ada ditempat(kembali dengan
sendirinya)...Karena menurut beliau,meriam itu bukan Raib,atau dicuri
orang,melainkan pergi meninggalkan keraton untuk mengatasi sesuatu hal atau
peristiwa.tapi bila sudah sampai waktunya ia akan kembali dengan sendirinya.

Keraton yang berada diMuara Ulakan ini(Sambas) juga menawarkan keindahan


alam yang luar biasa.dimana Bangunan Keraton yang menghadap sungai
tersebut,mencirikan bahwa jalur transportasi zaman dahulu melalui sungai dan
adanya Lambang Kuda Laut bersayap diatas atap keraton menandakan bidang
yang menyokong perekonomian keraton saat itu adalah Bahari.

Memasuki kawasan Keraton,pengunjung akan ditemukan dengan bangunan


segi delapan.dulunya itu merupakan Pendopo.,tempat ini digunakan Sultan
untuk beristirahat dari perjalanan jauh dan bermusyawarah .Atap bangunan
yang berbentuk Segi Delapan itu memiliki makna delapan arah mata angin.

Dibangunan ini ada delapan jendelanya menandakan arah angin.tapi terkadang


jendela jendela tersebut memberikan tanda...Bila tujuh jendela tertutup,dan
satu jendela akan terbuka dengan sendirinya,bermakna ada sesuatu yang
perlu dikhawatirkan,begitu seterusnya,yang mana tanda tanda tersebut terasa
- 13 -

mustahil bagi sebagian orang...Disisi kanan halaman istana terdapat sebuah


mesjid yang juga bersamaan dibangun dengan keraton,mesjid ini diberi nama
Mesjid Jami’(artinya Mesjid Agung).
Didepan samping pagar istana terdapat bangunan tempat meletakan
Beduk,lingkaran beduk tersebut terbuat dari emas,tulang belulang monyet
yang berwujud puteri.

GAMBAR 10. SALAH SATU BEDUK,DISAMPING DEPAN ISTANA SAMBAS

Sementara ditengah lapangan depan Keraton,berdiri tegak Tiang Bendera


yang berbentuk tiang layar kapal .tiang ini menandakan kejayaan Keraton
Sambas dari bidang Maritim pada masa Panglima Anom.Dibawahnya terdapat
tiga meriam yang berasal dari belanda dan Inggris.oleh karena itu,Keraton
Sambas dulunya menjadi pusat pemerintahan dari Tujuh keraton di Kalimantan
Barat.
- 14 -

GAMBAR 11. TIANG BENDERA DIALUN ALUN ISTANA

Dibagian belakang keraton terdapat tempat pemandian Puteri dan Permaisuri


keraton.disamping bangunan keraton ada bak penampungan air,dimana air
yang diambil itu dipercayai memiliki khasiat positif buat orang yang
meminumnya.Disekitar keraton juga terdapat Kampung Dalam Kaum yang
artinya kampung keluarga keraton.tak jauh dari keraton terdapat pemakaman
raja raja dan keluarga keraton,diantaranya makam Sultan Syafi’uddin II (yang
menulis Buku “SILSILAH SAMBAS”),Makam Permaisuri Ratu Anom Kesuma
Ningrat,beserta keluarga dan keturunanya.dalam kawasan ini terdapat tiga
puluh enam pemakaman keluarga keraton...
- 15 -

GAMBAR 12. MAKAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN II

SUMBER
-Buku “Kabupaten Sambas Sejarah Kesultanan Dan Pemerintahan Daerah”,Dari Pemda
Sambas,Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas Th 2001.
-Harian “Tribun Pontianak”,edisi 246 Th 1,hal 09.
-Situs Situs Internet Yang Tak Dapat Saya Sebutkan Satu Persatu.

KERAJAAN BRUNAI

Pada zaman dahulu,belum ada batas yang jelas antara kerajaan


Brunai,Serawak dan Sambas,batas wilayah baru ditetapkan ketika Belanda
menguasai Indonesia dan Inggris menguasai Serawak danBrunai tahun 1800.
Pada masa puncak kejayaan Brunai mempunyai warisan sejarah tua yng
tumbuh bersamaan dengan kerajaan tua Melayu seperti kerajaan Perlak,
kerajaan Pasai,kerajaan Malaka, kerajaan Johor dan kerajaan Demak.sampai
pertengahan adab ke 15,Brunai telah menguasai atau berpengaruh terhadap
kerajaan kerajaan dipulau Borneo (Kalimantan ) dan menguasai kerajaan Zulu
di Philipina..

Dalam catatan sejarah Dinasti Tang (618-907) Maupun Dinasti Ming


(1368-1644) Brunai disebut dengan nama Polo,Poli atau Puni,sebutan untuk
Borneo.Majapahit menyebutnya Beruneng…beberapa abad lamanya Brunai
mengikat hubungan dagang dengan China dan sejak pertengahan abad 15
,Brunai melepaskan diri dari Majapahit.

Pertenghan abad ke 15,Islam masuk ke Brunai,Raja Awang Alak Betatar


menjadi Sultan pertama kerajaan Brunai dengan gelar Sultan Muhammad Syah
- 16 -

(1363-1402 ).ia kawin dengan puteri kerajaan Johor (Tumasik).


Sultan pertama Brunai ini mengembangkan agama Islam dengan
pesat.kedatangan keturunan Syaidina Hasan dari Tha’ib,yaitu Syarif Ali
keBrunai telah memperkokoh agama islam di Brunai.Syarif Ali kawin dengan
anak sultan Muhammad Syah.Syarif Ali menjadi sultan Brunai yang ketiga
(1425-1432).ia memerintah Brunai menurut syariat Islam dan mendirikan
mesjid pertama di Brunai.

Hubungan dagang yang erat antara Cina dengan Brunai telah menjadikan salah
seorang China menjadi Sultan Brunai yang kedua.yaitu Sultan Ahmad,sultan
Ahmad adalah Putera dari Ong Sun Ping (Wong SanTing) yang kawin dengan
puteri Ratna Dewi,menurut Tarsilah Brunai sultan Ahmad adalah Patih
Berbai,saudara sultan Muhammad Syah.menurut Sultan Muhammad
Syafiuddin II(Sultan Sambas) didalam bukunya “Silsilah Sambas” ,hal 3,Sultan
Ahmad itu adalah Wang San Ting ,sebagai mana kutipan dibawah ini.

“Maka dapat pula kemala naga itu oleh Wang Kang,maka Wang San Ting pun
merajuklah tida lagi mau pulang kenegeri China,lalu berbaliklah ke Brunai,lalu
beristrikan puteri sultan Muhammad itu,maka digelar pula sultan Ahmad.maka
kerajaan Brunai diberikan baginda kepada anaknda sultan Ahmad.”

Pada masa pemerintahan Awang Alak Betatar yang bergelar sultan


Muhammad Syah.kaisar China memerintahkan dua orang menterinya Wang
San Ting dan Wang Kung berangkat ke Borneo Utara untuk mengambil
kemala naga sakti yang terdapat disalah satu gunung didaerah tersebut.
Telah lama mereka berusaha dan telah banyak korban rakyat China yang mati
diamuk naga sakti,namun kemala naga belum juga berhasil didapatkan.hendak
kembali dengan tangan hampa merupakan aib yang besar..,akhirnya Ong Sun
Ping mendapat akal,sewaktu naga itu keluar mencari makan,kemala yang
biasanya ditinggalkan diambil oleh Ong Sun Ping dengan cara mengganti
kemala naga tersebut dengan peti kaca yang berisikan lilin menyala,menurut
prasangka naga,kemala naga itu masih ditempat,jadi ia tak perlu segera
kembali.
Sebagai peringatan atas banyaknya korban yang jatuh dan istrinya yang
menjadi balu (janda) maka gunung tersebut terkenal dengan nama gunung
Cina Balu yang akhirnya mengalami peruhan menjadi gunung Kinabalu.
Dalam pelayaran pulang ke China telah terjadi perselisihan ,menteri Wang
Kung berkeras untuk memiliki kemala naga agar dapat ia persembahkan
sendiri kepada Kaisar…Ong Sun Ping tidak ingin untuk melanjutkan
perselisihan tersebut..Wang Kang beserta pengikutnya kembali ke China
sementara Ong Sun Ping dan pengikutnya berubah arah dan mendarat di
Brunai.kedatangan mereka disambut oleh Sultan Muhammad Syah dengan
riang,Wang San Ting (Ong Sun Ping ) dalam waktu pendek telah dapat
menyesuaikan dirinya,ia menganut agama islam dan berkawin dengan puteri
tungal sultan yang bernama Puteri Ratna Dewi.kemudian ia dinobatkan
menjadi raja dengan gelar Sultan Ahmad sebagai Sultan Brunai yang kedua…

Sumber :
1.Pemerintah kerajaan Brunai Darussalam,”BRUNAI BERDAULAT”,Federal Publication
1984,hal 63,64.
2.Catatan Sultan Muhammad Syafi’uddin II “SILSILAH SAMBAS”.
- 17 -

LAMBANG KERAJAAN SAMBAS

SEJARAH BRUNEI

KUNJUNGAN ANTONIO PIGAFETTA KE BRUNEI

Setelah Portugis menduduki Malaka tahun 1511,Portugis belum mendatangi


Brunai,tanggal 17 Juli 1521,salah seorang anggota pengeliling
dunia,Magelhan,yaitu Antonio Pigafetta mengunjungi Brunai.
Badaimana gambaran kebesaran kerajaan Brunai pada masa Sultan Bolkiah
(1485-1524),diceritakan Antonio Pigafetta sebagai berikut : “Hari berikutnya
raja pulau itu telah mengirimkan sebuah perahu ke kapal kami ,parahu itu
sangat indah,bagian haluan dan buritan berlukiskan emas.dihaluanya berkibar
bendera putih biru yang ujung tiangnya berhias bulu merak.didalam perahu
tersebut ada sejumlah orang yang sedang memainkan seruling dan
gendang,dua buah Almadias perahu nelayan mengikuti perahu tersebut dan
sebuah perahu jenis Pusta.

Delapan orang pembesar dari pulau tersebut telah naik kekapal duduk diatas
permadani diburitan kapal menghadiahkan sebuah cerana yang penuh berisi
surih dan pinang,limau,bunga melati yang ditutupi kain sutera kuning,dia juga
memberi kami dua kurung ayam,2 ekor kambing,3 tempayan arak yang
disuling dari beras,dan beberapa tebu. .
Ketika kami datang ke kota,kami harus menunggu sekitar 12 jam
diperahu,sehingga datang 2 ekor gajah yang dihiasi dengan kain sutera,dan 12
orang yang masing masing membawa sebuah wadah porselin yangditutupi
kain sutera,untuk menyambut hadiah hadiah kami...kami naik keatas
gajah,sementara 12 orang tadi berjalan kaki dihadapan membawa hadiah
hadiah.kami pergi kerumah Syahbandar,disana malamnya kami tidur diatas
tilam kapuk berseprai kain sutera,berselimutkan sejenis kain Cambay….

Keesokan harinya kami tinggal dirumah itu hingga tengah hari tanpa kerja apa
apa,dan kemudian kami pergi ke istana raja…diujung Balairung,terdapat
sebuah Balairung kecil agak tinggi,namun tidak begitu besar tempat itu dihiasi
derngan kain sutera dan 2 buah jendela bertabir kain Brokat,utuk menerangi
ruangan itu.

Disitu terdapat 300 pengawal raja dalam keadaan siap siaga dengan pedang
terhunus.pada ujung balairung kedua ini,terdapat sebuah ruangan besar yang
terbuka ditutupi dengan tirai brokat,apabila tirai ini dibuka kami melihat Raja
tersenyum disinggasananya bersama salah seorang Puteranya,sambil
mengunyah sirih.dibelakang baginda kelihatan perempuan perempuan belaka.
.

Kami telah menerangkan kepada raja itu,bahwa kami adalah rakyat raja
- 18 -

Spanyol,yang ingin mengadakan hubungan dagang,raja itu suka cita menerima


raja Spanyol menjadi sahabatnya dan kami dibolehkan mengambil kayu dan air
dan menjalankan perdagangan menurut kesukaan kami..kemudian kami pun
menyerahkan hadiah hadiah.setiap kali barang barang yang dipersembahkan
,raja menganggukkan kepalanya sedikit.
Kami semua telah diberi hadiah ,terdiri dari kain sutera ,yang mereka letakkan
sebentar diatas bahu kami.kemudian kepada kami disuguhkan Cengkih dan
Kayu manis,dan setelah itu tirai diturunkan dan jandela ditutup.semua orang
yang berada diistana memakai pakaian sutera yang bersongket benang
emas,memakai mutiara dan permata permata yang berharga dan jarinya penuh
dengan cincin. .

Kami menunggang gajah lagi dan kembali kerumah Syahbandar.7 orang laki
laki mengikuti kami untuk membawa hadiah hadiah yang telah diberikan
kepada kami...apabila kami telah sampai dirumah diberikanya hadiah tersebut
kapada kami masing masing,dengan meletakkan pada bahu kami seperti yang
telah dilakukan diistana raja.”(kunjungan Pigetta ke Brunai telah tercata
diprasasti makam Raja Raja Brunai di Kota Batu,Bandar Sri Begawan). .

Tahun 1526 Portugis mengikat perjanjian dagang dengan Brunai..Tahun 1578


Dr Fransisco De la Sande,gubernur jenderal Spanyol di Manila marah karena
Brunai mengikat hubungan dagang dengan Portugis.ia menyerang kerajaan
Brunai,tetapi tidak berhasil menguasai.akibat serangan Spanyol itu kekuasaan
Brunai terhadap Zulu(Philipina)dan lainya diBorneo semakin lemah….

RAJA TENGAH,RAJA SERAWAK PERTAMA DAN


TERAKHIR

Raja Tengah putera Sultan Brunai,Sultan Muhammad Hasan (1582-1598) ia


mempunyai karakter yang sangat keras,tiada seorangpun yang dapat
melawanya,apalagi ia merasa kecewa dan kesal,karena merasa berhak
menjadi Sultan Brunei,ia ada adalah anak yang dilahirkan semasa ayahnaya
telah dinobatkan menjadi sultan Brunai,,abangnya sultan Abdul Jalilul Akbar
dilahirkan semasa Sultan Muhammad Hasan belum diangkat menjadi Sultan
Brunai yang ke 10..menurut pendapat pendapat Raden Tengah dan orang
yang bersimpati kepadanya,bahwa ialah yang seharusnya dilantik menjadi
Sultan Brunai,walaupun ia lebih muda (Putera yang Tengah).
Sultan Abdul Jalilul Akbar pura pura tidak mengetahui tingkah polah adiknya
Raja Tengah.sebagai seorang Sultan yang bijaksana akhirnya ia menemukan
jalan bagaimaana memecahkan masalah ini..
Pada suatu hari Raja Tengah dipanggil untuk menghadap keistana,pada
pertemuan terebut Sultan berkata :

“hai saudaraku,kakanda ini dengan rahmat Allah Ta’ala menjadi raja


didalam negeri Brunai,akan adindapun hendak kakanda jadikan raja
pula,maka hati kakanda barulah suka karena kita ini sama juga anak
marhum “
Maka Sembah Raja Tengah “adapun Patik ini dibawah duli,mana tritah
patik junjung”.Tiadalah ia tahu akan dirinya hendak dikeluarkan dari
negeri Brunei.
Setelah demikian titah kakanda baginda :” Baiklah adinda kakanda
- 19 -

rajakan di Serawak dan bawa oleh adinda sakai seribu orang akan
teman adinda sebanyak “.
Maka sembah Raja Tengah :” mana titah patik junjung”.Maka ia pu
berlayar ke Serawak (kutipan tulisan Sultan Muhammad syafiuddin II
“silsilah Sambas” hal 8,pasal yang kedua,sebutan Raja Tengah dipakai
pula dalam buku “Borneos western Afdeeling” oleh P.Y Veth)

Susur galur antara Sultan Brunai yang ditulis oleh Sultan Muhammad
Syafiuddin II,terdapat perbedaan dengan yang yang ditulis oleh
Brunai.menurut Brunei Raja Tengah dan Sultan Jalilul Akbar adalah saudara
dan sama sama anak dari Sultan Muhammad Hasan . menurut catatan Sultan
Muhammad Syafiuddin II,raja Tengah bersaudara dengan Sultan Abdul Jalilul
Akbar bin Sultan Jalilul Akbar.untuk sama sama menyelidiki perbedaan ini
dikutip tulisan Sultan Muhammad Syafiuddin II hal.7 (alih aksara) dan Susur
Galur Sultan Brunai Darussalam.

“Adapun pancar tulisan Raja Brunai yang masuk di Sambas,yaitu asal mulanya
:
1.Sultan Muhammad beranak perempuan ,berlaki menteri raja China bernama
Wang San Ting digelar Sultan Ahmad
2.Sultan Ahmad beranak perempuan berlaki tuan syarif Ali bin Hasan bin Aby
Umay ibnu Barkat,pancar Amir Hasan cucu Rosulullah SAW,dating dari Negeri
Tha’if digelar Sultan Barkah.
3.Sultan Barkat beranakan Sultan Sulaiman.
4.Sultan Sulaiman beranakan Sultan Bolkiah.
5.Sultan Bolkiah beranakan Sultan Abdul Kahar.
6.Sultan Abdul Kahar beranakan
7.Sultan Saiful Rijal beranakan Sultan Syah Brunei.
8.Sultan Syah Brunei Beranakan Sultan (Muhammad) Hasan.
9. Sultan (Muhammad) Hasan beranakan Sultan Abdul Jalilul Akbar.
10. Sultan Abdul Jalilul Akbar beranakan Raja Tengah.
11.Raja Tengah Artinya anak yang Tengah”Raja Brunei”.

Memperhatikan susur galur sultan sultan Brunei dibanding kan dengan


Sambas Terdapat perbedaan,bahwa menurut Brunei seorang Sultan
adakalanya sampai lebih dari Satu orang anaknya yang menjadi Sultan,seperti
: (7) Sultan Saiful Rijal (1533-1581) digantikan oleh anaknya (8) Sultan Syah
Brunei (1581-1582),kemudian digantikan lagi oleh anaknya bernama (9) Sultan
Muhammad Hasan (1582- 1598) Sedangkan menurut Sambas hanya seorang
saja,seperti :(7) Sultan Saiful Rijal beranakan(8) Sultan Syah
Brunei,beranakan(9) Sultan Muhammad Hasan,beranakan(10)Sultan Abdul
Jalilul Akbar,beranakan(11)Raja Tengah.oleh karena itu susur galur menurut
nomor urut sama,tetapi urutan keluarga tidak sama.

Setelah siap semuanya tahun 1598 Raja Tengah pun berangkatlah ke


Serawak dengan diiringi oleh 1000 orang sakai (hulubalang,prajurit yang
berasal dari suku kedayan dan pulau Bunut )serta beberapa orang pembesar
serta pemuda pemuda yang akan menjabat pekerjaan penting.Sementara
yang telah beristeri dan beranak ,berangkat dengan keluarganya.Pengikut
pengikut Raja tengah ini merupakan cikal bakal dari orang Melayu
Serawak,yang selanjutnya membaur dengan orang Melayu dari keturunan
Abang Gulam

(Catatan : Abang gulam seorang pedagang Melayu dari


Minangkabau,Sumatra Barat bermukim dikampung Beladin,Saribas,.Suatu hari
- 20 -

didatangi oleh Tumenggung Kadir mantan penerjamah pada istana sultan


Brunai,meminta bantuan Abang Gulam untuk membebaskan putrinya yang
dijadikan istri ketiga (gundik) oleh Sultan Brunei..Pada kesempatan berniaga
di Brunei,kapalnya yang semula berlabuh dipelabuhan umum,telah diijinkan
berlabuh dipelabuhan istana,karena kapalnya membawa beraneka kain halus
seperti Sutra dan sebangsanya.Permaisuri ,istri Sultan Putri putri dan isteri
pembesar Negara setiap hari berdatangan dikapalnya.suatu hari ia didatangi
rombongan keluarga istana termasuk Dayang Chi “Puteri Tumenggung
Kadir”,yang dikenalnya memiliki tahi lalat dipipi sebelah kiri,Dayang Chi juga
meneteskan air mata ketika ia melihat sebuah lela (meriam kecil) perunggu
yang tersandar didinding sebagai milik ayahnya…Pergaulan antara Sultan
Brunei dan Abang Gulam terjalin amat erat,beberapa kali Abang Gulam
diundang keistana,untuk santap bersama,juga dibalas oleh Abang Gulam
untuk makan bersama dikapalnya.suatu hari Abang Gulam minta diri dan
dengan tidak disangka Sultan menghadiahinya salah seorang dari
isterinya,pilihan tertuju pada isteri Sultan yang bertahi lalat dipipi kiri,yaitu
Dayang Chi (“The Orgin of Saribas Malaya.The Serawak Museum Journal
1969,vol XVII,hal 231”)…..

Setelah berada di Serawak yang pertama kali dibangun ialah


istana,Lapau(Balai pertemuan),bangunan bangunan pemerintah dan rumah
rumah diluar istana.Kemudian Raja Tengah melantik pengiring pengiringnya
menjadi pembesar pembesar Negara bagi menjalankan roda
pemeritahan,seperti :Datok Syahbandar Indra Wangsa,Datok Amar
Diraja,Datok petinggi Seri Setia,Datok Tumenggung Lela Wangsa,pangkat
dan jabatan ini terus berlaku sampai kepada pemerintahan raja James Brooke
diSerawak tahun 1841.

Setelah selesai membaangun istana Serawak dan melantik menteri menteri


serta pembesar pembesar kerajaan,mulailah kerajaan Serawak dibangun
dibawah kekuasaan Raja Tengah,..Suatu ketika Raja tengah bermaksud
hendak berkunjung ke Johor(Pahang) menjumpai bibinya Raja Bonda (yang
disebut juga Puteri Lamturak,salahseorang puteri dari Sultan Syaiful Rijal
1533-1581,sultan ke 7),yang menjadi permaisuri sultan Johor Sultan Abdul
Jalil ,tahun 1599 Raja Tengah berangkat ke Johor bersama sejumlah 500
orang prajurit Sakai dan sebagian dari para menteri(Datok)ikut serta dalam
lawaatan tersebut….

(Demikian dari berbagai sumber)

RAJA TENGAH (RAJA SARAWAK )KE JOHOR DAN MATAN


SUKADANA

RAJA TENGAH DI JOHOR

Sewaktu tiba di Johor,rombongan Raja Tengah disambut secara adat


kebesaran.kebetulan pada waktu itu Sultan Johor sedang mengadakan pesta
diraja,mengawinkan salah seorang puteranya.Dalam luapan kegembiraan pada
pesta tersebut telah terjadi suatu musibah.
Raja Tengah diajak menari oleh beberapa pembesar Johor,tetapi selalu
ditampiknya,karena tidak sesuai dengan kepribadianya,sebagai seorang
- 21 -

muslim yang taat.


ajakan tersebut meningkat kepada paksaan yang menurut Raja Tengah suatu
tindakan mempermainkan dan mempermalukanya didepan majlis.Seorang
pembesar lainya telah memintal sapu tangannya dan secara tidak sengaja
mengenai muka Raja Tengah….Raja Tengah merasa dihina dan menampar
muka pembesar tersebut.
Majelis menjadi gempar,pengawal dan prajurit Johor telah siap siaga untuk
membela para pembesarnya,melihat keadaan yang memanas,prajurit Sakai
pun siap siaga untuk mengadakan perlawanan apabila mereka diserang.Sultan
sangat murka atas kejadian tersebut,namun sang Ratu berusaha
menenangkan dan menengahi,akhirnya rombongan Raja Tengah kembali
kekapal,mereka segera menaikan sauh kapal dan berlayar kembali ke
Serawak.
Dalam cerita lain mengatakan kegaduhan bermula karena Raja Tengah
menolak untuk dijodohkan dengan salah seorang Puteri Ratu Bonda.

RAJA TENGAH DI MATAN SUKADANA

Dalam pelayaranya pulang ke Serawak armada Raja Tengah dilanda angin


badai,guntur petir sambung menyambung,cuaca gelap gulita,dan tiang layar
banyak yang patah.setelah dua hari dua malam diterpa badai tersebut,akhirnya
kapal Raja Tengah terdampar dipantai Sukadana,Matan…

Sebenarnya Raja tengah bermaksud singgah sebentar saja di


Sukadana,sekedar untuk memperbaiki kapalnya,mengisi air minum dan
menambah perbekalan,tetapi setelah mendapat sambutan dan perlakuan
secara kekeluargaan dari Panembahan Giri Mustika,akhirnya ia setuju untuk
bermukim diSukadana lebih lama lagi.

Saat itu yang menjadi raja diSukadana adalah Panembahan Giri Mustika,ia
sedang kedatangan tamu utusan Raja Mekkah yang bernama Syech
Syamsuddin.Utusan tersebut menyampaikan sebuah Kitab Suci Al Qur’
an,sebentuk Cincin Bermata Jakut Merah dan surat pengangkatan/pemberian
gelar Panembahan Giri Mustika,dengan nama dan gelar (Islami) yaitu “Sultan
Muhammad Syafi’uddin”.Raja Tengah pun belajar memperdalam pengetahuan
ilmu agama islam kepada Syech Syamsuddin,sebelumnya Raja Tengah
memang sudah memeluk agama Islam…

Catatan :
Sultan Muhammad Syafiuddin(Matan) adalah kakek dari Raden Sulaiman Sultan Sambas
yang pertama

RAJA TENGAH KAWIN DENGAN PUTERI MATAN

Oleh karena Raja Tengah mempunyai kepribadian yang baik,taat menjalankan


perintah agama,disukai dan dicintai oleh rakyat.. Dan Raja Matan mengetahui
bahwa sebenarnya beliau adalah Raja Sarawak,maka Sultan Muhammad Syafi’
uddin berkenan mengawinkannya dengan adiknya yang bernama Ratu Surya
Kesuma.dari perkawinan Raja Tengah dengan Ratu Surya Kesuma dikarunia
lima orang anak yang masing masing bernama,Raden Sulaiman (Sultan
Sambas Pertama),Raden Badaruddin,Raden Abdul Wahab,Raden Rasymi
- 22 -

Putri dan Raden Ratna Wati.

Menurut Raja Ali Haji dalam buku “Silsilah Melayu Dan Bugis Dan Sekalian
Raja Rajanya” dan P.J Veth dalam buku “Borneo’s Westerafdeeling” ,raja raja
Sukadana Matan berasal dari Majapahit dimulai dari Prabu Brawijaya
beranakkan Raja Bapurung (Pangeran Prabu)...dalam bahasa dayak Bapurung
berarti bertato,Raja Bapurung beranakkan Panembahan Karang
Junjung(Talaunia Canddlei),beranakkan Panembahan Bandala,beranakkan
Panembahan Sukadana,beranakkan Panembahan Air Mala,beranakkan
Panembahan Baruh,beranakkan Panembahan Giri Kesuma,yang kawin
dengan Ratu Mas Jaintan disebut juga Ratu Bunku dari Landak dan
mempunyai tiga orang anak Yaitu Panembahan Giri Mustika bergelar Sultan
Syafi’uddin,Puteri Surya Kesuma kawin dengan Raja Tengah,Gusti Lekar
kawin dengan Utin Periuk dari Meliau/Tayan.

Setelah cukup lama tinggal di Sukadana dan mempunyai lima orang


putera,pada suatu hari Raja Tengah bersama istrinya Ratu Surya Kesuma
menghadap Sultan Muhammad Syafi’uddin,mohon untuk diijinkan
meninggalkan Sukadana,untuk pindah bermukim didaerah Sungai Sambas.

Sejak ia berada di Brunei dan Sarawak,Raja Tengah telah mendengar kisah


tentang Negeri Sambas yang kaya dengan emas.selama berada di
Sukadana,iapun mendengar tentang kerajaan Sambas dengan Rajanya Ratu
Sepudak dan Kota Lama merupakan bandar yang ramai dikunjungi para
pedagang.karena itulah Raja tengah sangat gembira ketika diijinkan Sultan
Syafi’uddin,untuk berlayar ke Sambas (Kota Bangun).

Catatan : Menurut Tim Peniliti Sejarah Sambas,”KOTA LAMA” dulunya disebut “KOTA
SAMBAS”,namun setelah ibukota Sambas berpindah...Kota tersebut disebut KOTA LAMA
(Bekas ibu kota yang lama).

RAJA TENGAH KE SAMBAS (KOTA BANGUN)

Rombongan Raja Tengah yang berlayar ke Sambas telah menjadi


besar,karena pengikutnyapun ada yang kawin dan beranak di
Sukadana…Mereka berangkat dengan menggunakan 40 buah kapal yang
dipersenjatai.
Perpisahan ini amat berat dirasakan Raja Tengah dan Panembahan Matan /
Sukadana.Sambil meneteskan air mata Panembahan Matan/Sukadana
menitipkan adiknya Ratu Surya Kesuma,seraya berjanji akan bantu membantu
apabila mengalami kesulitan .Sebaliknya Raja tengah pun mengucapkan
terima kasih atas limpahan karunia yang telah diterimanya selama ini.Dia
berjanji untuk melindungi istri dan anak anaknya.

Sultan Syafiuddin II,dalam BukuNya“SILSILAH SAMBAS”, hal 13, menuliskan


sebagai berikut :

“Maka Sultan pun telak mempertaruhkan akan saudaranya Ratu Surya Kesuma
kepada Raja Tengah.Maka adalah ketika itu Raja Tengah sudah dapat lima
orang putera,3 laki laki dan 2 perermpuan,yang tuanya laki laki bernama Raden
Sulaiman,yang kedua bernama Raden Badaruddin,yang ketiga bernama
Raden Abdul Wahab yang keempat bernama Raden Rasymi Puteri yang
- 23 -

kelima bernama Raden Ratnawati.


Maka setelah siap kelengkapan,keluarlah dari Sukadana dengan 40 haluan
perahu dengan cukup senjatanya dan penuh orangnya,serta membawa isteri
dan lima orang anaknya.Kemudian tiada berapa lamanya dilaut,maka
sampailah di sungai Sambas.Sekalian itu perahu 40 buah dengan
berselamatan semuanya tiada ada satu apa marabahayanya dan berhimpunlah
berlabuh Dikota Bangun dan berbuat dusun disitu”.

Armada Raja Tengah yang menyusuri pantai utara,kemudian menyusuri


Sungai Sambas Besar,berhenti disuatu tempat bernama Kota
Bangun,ditempat tersebutlah mereka membangun perkampungan,lokasi
tersebut tidak jauh dari Kota Lama yang waktu itu merupakan Ibukota dari
Kerajaan Sambas (menurut Tim peneliti sejarah kerajaan Sambas diperkirakan
waktu itu nama kota lama masih bernama Kota Sambas,sebutan Kota Lama
baru digunakan setelah ibukota Kerajaan Sambas berpindah).Raja Tengah
sejak tinggal diSambas bermukim DiKota Bangun,ia rajin mengembangkan
agama Islam,dalam waktu yang singkat telah banyak rakyat yang menganut
agama Isalm.

Setelah cukup lama mereka bermukim Dikota Bangun,hubungan erat dengan


Kota Lama telah terjalin.Maka Raja Tengah meminangkan anaknya Raden
Sulaiman untuk dijodohkan dengan Puteri Mas Ayu Bungsu,puteri kedua dari
Ratu Sepudak.lamaran tersebut dikabulkan oleh Ratu Anom Kesuma
Yuda(Pangeran Prabu Kencana) yang nantinya sebagai ipar dari Raden
Sulaiman .

Menurut buku yang ditulis Sultan Syafiuddin II ,pasal yang ketiga


Petikan Buku “SILSILAH SAMBAS” yang telah dialih aksarakan :

“Hatta beberapa lama Raja Tengah duduk disitu,maka anaknya yang


bernama Raden Sulaiman pun dipinangkan oleh ayahanda baginda itu
kepada Mas Ayu Bungsu puteranya Ratu Sepudak yang yang tinggal
diKota Lama,jadi ipar oleh Ratu Kesuma Yuda yang bernegeri diKota
Lama,Maka setelah putuslah bicaranya ,maka segeralah dikawinkan oleh
Ayahanda baginda semufakat Seri Paduka Ratu Kesuma Yuda bagaimana
istiadat Raja Raja berkawin.Maka setelah selesai dari pekerjaan
perkawinan,maka duduklah Raden Sulaiman dengan isterinya serta
berkasihan kedua laki isteri.
Kemudian sudah berapa lamanya Raja Tengah duduk istirahat lepas dari
pada mengawinkan anaknda Raden Sulaiman itu,maka iapun pikirlah
hendak pergi berlayar ke Serawak".

Ratu Sepudak telah wafat tidak lama setelah Raja Tengah sampai di
Sambas.sesuai dengan wasiatnya Pangeran Prabu Kencana telah dinobatkan
menjadi Ratu dengan dengan nama dan gelar Ratu Anom Kesuma Yuda.

Menurut sejarah ,diSambas memerintah seorang raja keturunan Majapahit


yang menganut agama Hindu,bernama Ratu Sepudak dengan dengan pusat
pemerintahanya di Kota Lama.sekarang Kota Lama hanyalah merupakan
perkampungan termasuk dalam wilayah kecamatan Teluk Keramat,kurang
lebih 36 KM disebelah Barat daya kota Sambas.
Ratu Sepudak mempunyai dua orang puteri yang sulung Puteri Mas Ayu Anom
dikawinkan dengan keponakanya yang bernama Pangeran Prabu
Kencana,yang kemudian ditetapkan sebagai pewaris mahkota apabila Ratu
- 24 -

Sepudak meninggal,dengan nama gelar Ratu Anom Kesuma Yuda.


Puteri Ratu Sepudak yang seorang lagi Puteri Mas Ayu Bungsu yang
dikawinkan dengan Raden Sulaiman.Ratu Sepudak masih mempunyai
seorang keponakan,yaitu adik Pangeran Prabu Kencana bernama Pangeran
Mangkura,kedua nama yang terakhir ini adalah anak dari Pangeran Condong
Paseban,saudara sekandung Ratu Sepudak.

Setelah setahun perkawinan Raden Sulaiman mendapat seorang anak laki laki
diberi nama Raden Bima.
Ratu Anom Kesuma Yuda, sangat mempercayai adik dan iparnya.Pangeran
Aria Mangkurat diangkat sebagai Wazir I dan iparnya Raden Sulaiman diangkat
sebagai Wazir II.

Catatan :Sumber utama,Buku “SILSILAH SAMBAS”,Yang ditulis oleh Sultan Syafi’uddin II.
Gambar gambar adalah koleksi"Bert972"
Http://bert972.blogspot.com---Http://www.albertkennedy.co.cc
Untuk lebih lengkap tentang sejarah sambas,silakan baca pada situs "Bert972" diatas.