Anda di halaman 1dari 7

 

PENGEMBANGAN
KAPASITAS PENATAAN
RUANG KAWASAN
METROPOLITAN
BANJARMASIN-
BANJARBARU-
MARTAPURA PROVINSI
KALIMANTAN
SELATAN(MULTI YEARS
2010-2011)
DIREKTORAT PENATAAN
RUANG WILAYAH III
DIREKTORAT JENDERAL
PENATAAN RUANG
DEPARTEMEN PEKERJAAN
UMUM

Dokumune Usulan Teknis PT. CIGHISTARA NUANGSA, sesuai undangan


No. UM 01.03/RC.7/PPJK-P2RKSB/29 , Tertanggal 11 Februari 2010
dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Penataan Ruang,
Satuan Kerja Pembinaan Penataan Ruang Kawasan Sedang Berkembang,
Kegiatan Penataan Ruang Kawasan Sedang Berkembang.

PT. CIGHISTARA NUANGSA


2/22/2010

 
 

BAB 4 PEMAHAMAN KAK

Dalam bab ini, konsultan akan membahas isi kerangka acuan kerja yang telah di berikan
oleh pejabat pembuat komitmen dalam melaksanakan pekerjaan tahun jamak,
Pengembangan Kapasitas Ruang Kawasan Metropolitan Banjarmasin-
Banjarbaru-Martapura Provinsi Kalimantan Selatan.

4.1 Pemahaman Terhadap Latar Belakang

i. Pada paragraph pertama, konsultan memahami bahwa Kota Banjarmasin dengan


penduduk 1,3 juta jiwa memacu pertumbuhan diwilayah sekitarnya untuk
membentuk hubungan fungsional perkotaan, sehingga kota Banjarmasin dan kota
sekitarnya masuk dalam criteria kawasan metropolitan. Dan kawasan metropolitan
ini diberi nama Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura.
ii. Pada paragraph kedua, konsultan memahami bahwa di kawasan metropolitan BBM
terjadi kekurangserasian dalam melaksanakan pembangunan untuk memanfaatkan
potensi yang dimiliki oleh Kota Banjarmasin, yakni sebagai PKN dalam Peraturan
Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang RTRW Nasional. Untuk perlu
dibuatkan RTR terpadu untuk kawasan tersebut.
iii. Pada paragraph ketiga, konsultan memahami bahwa pada tahun anggaran 2006 (3
tahun lalu) telah disusun RTR Kawasan Metropolitan tersebut dengan beberapa
focus tujuan yakni, penetapan kebijakan dasar, penetapan program terpadu,
penciptaan keterpaduan, penetapan pedoman investasi dan penyusunan
mekanisme implementasi.
iv. Pada paragraph ke empat, konsultan memahami bahwa terdapat 9 program
kegiatan yang menjadi program pembangunan lintas sector (Long List
Programe).
v. Pada paragraph ke lima, konsultan memahami, bahwa kegiatan tahun jamak pada
kegiatan ini disebabkan dibutuhkannya penanganan khusus komprehensif untuk
mewujudkan program-program yang telah menjadi program long list programe
sector. Dengan tujuan kesejahteraan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan
Selatan.
vi. Pada paragraph ke enam, konsultan memahami pada tahun anggaran 2008 dan
2009, Departemen PU telah melaksanakan empat (4) kegiatan antara lain ; (1)
IV‐2  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 
 

Penyusunan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Metropolitan


Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura, (2) Penyusunan Rencana Rinci (RDTR)
Kawasan Gambut dan Kawasan Kota Baru Alalak, (3) Penyusunan Sinkronisasi
Program Pemanfaatan Ruang Kawasan pada skala makro kawasan dan skala
mikro, serta (4) Penyusunan Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang baik
skala makro kawasan Metropolitan BBM maupun skala mikro kawasan Gambut dan
kawasan Kota Baru Alalak.
vii. Pada paragraph ke tujuh, konsultan memahami bahwa beberapa permasalahan
yang sudah ditangani oleh lintas sector diantaranya ; (1) tingginya tingkat
kemacetan yang berdampak inefisiensi kegiatan sosial ekonomi masyarakat,
persoalan banjir yang belum dapat diselesaikan, (2) penurunan daya dukung dan
daya tampung lahan yang semakin kritis, (3) berkurangnya secara signifikan
ruang-ruang terbuka publik (open space) serta (4) berkurangnya ruang terbuka
hijau sebagai ketahanan bagi keseimbangan lingkungan dan tingginya aktivitas di
kawasan terhadap alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan.
viii. Pada paragraph ke delapan, konsultan memahami dengan terbatasnya
dana/anggaran maka kegiatan yang dilaksanakan dilakukan berdasarkan
kesesuaian program kegiatan hasil harmonisasi dan keterpaduan sector
diantaranya (5 kegiatan); (1) Penyelesaian Penetapan Raperda tentang Rencana
Tata Ruang Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura, (2)
Penyusunan Rencana Rinci (RDTR) kawasan di lokasi terpilih yang menjadi
prioritas penanganan program sebagai tindak lanjut pelaksanaan Raperda RTR
Kawasan, (3) Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang Kawasan
terpilih sebagai langkah lanjutan dari rekomendasi indikasi program utama dalam
RDTR lokasi terpilih, dan (4) Penyusunan Program Penghijauan, serta (5)
penyusunan Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang lokasi terpilih.

4.2 Pemahaman Terhadap Maksud Dan Tujuan

i. Konsultan  memahami  maksud  dari  kegiatan  ini  yakni  untuk  mewujudkan  pelaksanaan 
penataan  ruang  melalui  pengembangan  kapasitas  guna  mendorong  perwujudan  struktur 
dan pola ruang Kawasan Metropolitan BBM sesuai Undang‐undang Penataan Ruang. 

IV‐3  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 
 

ii. Konsultan  memahami  bahwa  tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  menyiapkan  acuan  yakni 
Peraturan  Daerah  tentang  RTR  Kawasan  Metropolitan  Banjarmasin‐Banjarbaru‐
Martapura,  dilengkapi  dengan  program pemanfaatan ruang secara terpadu dan
instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Metropolitan Metropolitan
Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan serta penyiapan
rencana detail tata ruang (RDTR) pada kawasan terpilih dan siap untuk dibangun
yang membutuhkan prioritas penanganan (high priority) disertai dengan rumusan
program pemanfaatan ruang secara terpadu dan instrumen pengendalian
pemanfaatan ruang di kawasan tersebut. 

4.3 Pemahaman Terhadap Sasaran Pekerjaan

i. Konsultan memahami terdapat 5 sasaran yang harus dilalui untuk mencapai tujuan
pekerjaan dan telah dijelaskan secara baik didalam kerangka acuan kerja yang
diberikan.

4.4 Pemahaman Terhadap Nama Dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

i. Konsultan memahami nama dan organisasi pejabat pembuat komitmen pekerjaan


ini adalah kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura secara
berkelanjutan.
ii. Terpadunya program lintas wilayah dan lintas sektor pembangunan di kawasan
Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura
iii. Terlaksananya dukungan kelembagaan penyelenggaraan penataan ruang di
kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura

4.5 Nama Dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

i. Konsultan memahami bahwa pemilik pekerjaan untuk kegiatan ini adalah Pejabat
Pembuat Komitmen Pembinaan Penataan Ruang Kawasan Sedang Berkembang,
Satuan Kerja Pembinaan Penataan Ruang Kawasan Sedang Berkembang.

IV‐4  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 
 

4.6 Pemahaman Terhadap Sumber Pendanaan

i. Konsultan memahami bahwa sumber pendanaan ini berasal dari APBN (Anggaran
Penerimaan dan Belanja Negara) Republik Indonesia, pada Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Pembinaan Penataan Ruang Kawasan
Sedang Berkembang, Ditjen Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum
Tahun Anggaran 2010 sebesar Rp. 1.500.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah)
dan Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 1.500.000 (satu milyar lima ratus juta
rupiah).

4.7 Pemahaman Terhadap Lingkup, Lokasi Kegiatan, Data Dan Fasilitas


Penunjang Serta Alih Teknologi

i. Konsultan memahami terdapat enam (6) lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan
oleh konsultan sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai, juga dijelaskan pada
kegiatan akhir (6) konsultan harus memfasilitasi bersama studi perbandingan ke
luar dan dalam negeri sesuai dengan cerita—cerita sukses di kota metropolitan
yang dapat dijadikan perbandingan pada Kawasan Metropolitan BBM.

4.8 Pemahaman Terhadap Lokasi Kegiatan

i. Konsultan memahami, untuk lokasi kegiatan ini dilakuakn di Jakarta dan di Provinsi
Kalimantan Selatan, yakni Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-
Martapura.

4.9 Pemahaman Terhadap Pendekatan Dan Metodologi

i. Konsultan memahami terdapat empat (4) metode pendekatan yang disampaikan


dalam kerangka acuan kerja. Konsultan akan mengembangan empat (4) metode
dan pendekatan tersebut di dalam bagian penjelasan Metodologi dan
Pendekatan dan menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dalam proposal teknis
ini.
ii. Konsultan juga memahami, guna mempertajam hasil pendekatan yang
disampaikan juga dilaksanakan beberapa teknik pendekatan seperti FGD (focus
Groups Discussion), pembahasan dengan tim teknis, diskusi intensif, dan
lokakarya.

IV‐5  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 
 

4.10 Pemahaman Terhadap Jangka Waktu Pelaksanaan

i. Konsultan memahami bahwa jangka waktu pelaksanaan kegiatan Pengembangan


Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-
Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan selama 20 (dua puluh) bulan
secara menerus (multiyears) mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2011.

4.11 Pemahaman Terhadap Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan

i. Konsultan telah membaca kerangka acuan kerja terkait kebutuhan tenaga ahli
yang dibutuhakn dan memahaminya. Terdapat delapan belas (18) orang tenaga
ahli dengan kualifikasi seperti yang telah disampaikan dalam kerangka acuan kerja.

4.12 Pemahaman Terhadap Keluaran Pekerjaan

i. Konsultan memahami, bahwa seperti yang telah di jelaskan pada sasaran, lingkup
kegiatan terdapat enam (6) keluaran pekerjaan yakni ; (1) Peraturan Daerah
tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-
Martapura, Prov. Kalimantan Selatan; (2) Rencana Detail Tata Ruang Kawasan
terpilih dan siap dibangun yang memerlukan prioritas penanganan; (3) Sinkronisasi
Program Pemanfaatan Ruang Terpadu skala mikro kawasan sesuai indikasi
program utama untuk kawasan terpilih yang siap dibangun; (4) Instrumen
Pengendalian Pemanfaatan Ruang skala mikro Kawasan terpilih yang memerlukan
prioritas penanganan; (5) Dukungan kapasitas kelembagaan penyelenggaraan
penataan ruang kawasan Metropolitan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura; serta
(6) Laporan Analisa studi banding (comparative study analysis).
ii. Konsultan juga memahami, nantinya enam (6) keluaran tersebut harus dilengkapi
dengan peta, laporan dukungan kelembagaan, simulasi/model 3 dimensi (3D)
kawasan terpilih.

4.13 Pemahaman Terhadap Laporan

i. Konsultan memahami terdapat beberapa jenis laporan yakni, (1) Laporan


pendahuluan, (2) Laporan Progres I hingga Laporan Progres VII, (3) Eksekutif
Summary Tahap I s.d Tahap II, (4) Laporan Akhi dengan kelengkapan yang telah
disampaikan dalam kerangka acuan kerja.

IV‐6  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 
 

ii. Konsultan telah memahami semua jenis laporan, jumlah dan kelengkapannya serta
jadwal dan capaian/progress yang diharapkan dari tiap laporan yang diinginkan
oleh pemberi kerja.
iii. Selain itu konsultan juga memahami, bahwa konsultan harus memberikan laporan
bulanan yang berisi tentang capaian bulanan (progressive report).

4.14 Pemahaman Terhadap Aturan Tambahan

i. Konsultan memahami, setelah menjadi pemenang pada pekerjaan ini dan sejak
diterbitkannya kontrak, semua peralatan, data, dokumen, peta, peta citra, foto,
disket/CD menjadi milik pemberi pekerjaan (Satuan Kerja Pembinaan Penataan
Ruang Kawasan Sedang Berkembang Direktorat Jenderal Penataan Ruang,
Departemen Pekerjaan Umum).
ii. Konsultan juga memahami, bahwa usulan teknis yang akan disampaikan akan
singkat, padat dan berisi. Namun demikian konsultan menggunakan prinsip-prinsip
bahwa detail is better dan menjadi satu kesatuan penawaran terbaik dari
konsultan.

IV‐7  Pengembangan Kapasitas Penataan Ruang Kawasan Metropolitan 
Banjarmasin‐Banjarbaru‐Martapura Provinsi Kalimantan Selatan 
(MULTI YEARS 2010‐2011) 
 
 
 

Beri Nilai