Anda di halaman 1dari 18

KELAINAN JINAK PADA

PAYUDARA
DREKKA HANIBAL PUTRA
10310113

Pembimbing :
PEMBIMBING 1 : dr. DAVID
TAMBUN, Sp.B
PEMBIMBING 2 : dr. ABDI

PAYUDARA

Neoplasma massa abnormal jaringan

yang mengalami transformasi dan tumbuh


secara autonom lepas dari kendali
pertumbuhan sel normal sehingga sel ini
berbeda dari sel normal dalam bentuk dan
strukturnya.
Neoplasma = tumor

Klasifikasi
Neoplastik

- Jinak : Fibroadenoma, Fibrokistik


- Ganas : Adenokarsinoma Mamae
Non neoplastik

- Inflamasi : Mastitis
- Sumbatan : Galactocele

FIBROADENOMA MAMMAE
Tumor jinak yang sering terjadi di payudara

dengan konsistensi padat yang terdiri dari


stroma dan jaringan glandular (epitel)
Paling sering ditemukan pada wanita
berusia < 30 tahun dengan puncak insiden
pada usia 21-25 tahun

Gambaran Klinis

Fibroadenoma
mammae biasanya
tidak menimbulkan
gejala dan ditemukan
secara kebetulan
Pada 10-15% kasus,
fibroadenoma
mammae bersifat
Benjolannya
majemukbersifat
keras,
kenyal,
dan
tidak
nyeri
tekan,
bulat, berbatas tegas
dan
pada
palpasi
terkesan mobile

Tata laksana
Terapi

operasi pengangkatan tumor

biasanya
dilakukan
general
anaesthetic
pada
operasi
ini.
Operasi ini tidak akan merubah
bentuk dari payudara, tetapi hanya
akan
meninggalkan
luka
atau
jaringan parut yang nanti akan
diganti oleh jaringan normal secara

FIBROKISTIK
Kelainan yang paling sering ditemukan

pada usia dekade 3-5


Kondisi ditandai dengan adanya
penambahan jaringan fibrous dan glandular

GEJALA
Biasanya multipel : bengkak dan nyeri

tekan pada bilateral pada payudara


menjelang menstruasi
Palpasi : massa mobile, konsistensi kenyal
dan dapat pula kistik , tidak berbatas
tegas.

PENATALAKSANAAN
Pada umumnya medikamentosa simptomatis.
Penatalaksanaan secara pembedahan

(mammoplasti) dilakukan bila :


1. Pengobatan medis tidak memberikan
perbaikan.
2. Ditemukan pada usia pertengahan sampai
tua.
3.Nyeri hebat dan berulang.
4.Kecemasan yang berlebihan dari pasien.

GALACTOCELE
Suatu massa tumor kistik yang timbul

akibat tersumbatnya saluran / duktus


laktiferus pada ibu ibu yang sedang atau
baru selesai masa laktasi
Tumor dengan bentuk bulat dan kistik dan
berbatas tegas.
Terapi dapat dilakukan dengan aspirasi air

susu sampai habis (beberapa kali) bila tidak


berhasil dilakukan eksisi

Etiologi
Penyebab pasti tumor payudara belum

diketahui.
Faktor resiko tumor payudara:
Faktor genetik
Riwayat keluarga menderita
kanker payudara
Riwayat pernah menderita
kanker payudara
sebelumnya
Faktor menstruasi dan
reproduksi
Radiasi
Terapi sulih hormon
Alkohol
Diet tingi lemak

Faktor hormonal
Hormon estrogen merupakan hormon pemicu

utama timbulnya kanker payudara. Pada wanita


dengan nuliparitas, menarche awal, usia paparan
estrogen lama, tidak laktasi, dan sulih hormon
pada menopause memiliki resiko lebih tinggi.
Estrogen dan progesteron mempengaruhi
perkembangan dan perubahan dari payudara
yang memiliki berbagai reseptor hormon,
Paparan estrogen meningkatkan faktor proliferasi
sel, dan bila tidak terkandali secara biologis akan
berkembang menjadi kanker.

Penegakan diagnosis
anamnesis

Keluhan benjolan
Nyeri
Keluar cairan puting susu
Sejak kapan?
Progresivitas
Pengaruh siklus menstruasi
Jumlah anak
Riwayat menyusui
Riwayat keluarga
Pemakaian KB

Pemeriksaan
fisik
Inspeksi
Palpasi (lokasi,
batas,
konsistensi,
jumlah, ukuran,
nyeri, mobilitas,
permukaan)

TEKNIK SADARI

Teknik ini dilakukan


dari mulai pubertas,
dilakukan sebulan
sekali secara teratur

TERIMA