Anda di halaman 1dari 19

Referat

Struma
Disusun Oleh :
Nuraga Wishnu Putra
1102011199
Pembimbing :

Dr. Trimayu Sukandar. SpB


SMF BEDAH RSU dr. SLAMET GARUT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2015

Anatomi

Pembahasan

dan Fisiologi Kelenjar Tiroid

Anatomi Thyroid, Mc Graw Hill, 2003.

Vaskularisasi
1.
2.
3.

kelenjar tiroid berasal dari :

A. Tiroidea superior yang merupakan cabang


dari A. Carotis Externa
A. Tiroidea Inferior yang merupakan cabang
dari A. Subclavia
A. Tiroidea Ima yang merupakan cabang dari
Arcus Aorta

Kelenjar tiroid mempunyai berat sekitar 25


30 gram dan terletak antara tiroidea dan
cincin trakea keenam. Seluruh jaringan tiroid
dibungkus oleh suatu lapisan yang disebut
true capsule.

Fisiologi Thyroid
Hipothalamus
melepaskan
Thyrotropinreleasing Hormone
(TRH)

Triiodothyronine (T3)

Meningkatkan cardiac output


Meningkatkan frekuensi denyut
jantung
Meningkatkan respirasi
Meningkatkan basal metabolic rate
Meningkatkan efek katekolamin
Menebalkan endometrium pada
wanita
Meningkatkan katabolisme protein
dan karbohidrat

Kelenjar Pituitary
terstimulasi,
melepaskan
Thyroid-stimulating
Hormone

Thyroxin (T3)

Meningkatkan cardiac output


Meningkatkan frekuensi denyut
jantung
Meningkatkan respirasi
Meningkatkan basal metabolic rate
Meningkatkan efek katekolamin
Menebalkan endometrium pada
wanita
Meningkatkan katabolisme protein
dan karbohidrat

Histologi Prostat
Prostat merupakan suatu kumpulan
kelanjar yang terdiri dari 30 - 50 kelenjar
tubuloalveolar, dibentuk dari epitel
bertingkat silindris atau kuboid yang
bercabang. Duktusnya bermuara ke dalam
uretra pars prostatika, menembus prostat.
Secara histologi, prostat memiliki 3 zona
yang berbeda yaitu:
1. Zona sentral
2. Zona perifer
3. Zona transisional

Tinjauan Pustaka
Benign Prostate Hyperplasia
Definisi
Benign

Prostatic Hyperplasia (BPH) atau


disebut tumor prostat jinak adalah
pertumbuhan berlebihan dari sel-sel
prostat yang tidak ganas. Pembesaran
prostat jinak akibat sel-sel prostat
memperbanyak diri melebihi kondisi
normal, biasanya dialami laki-laki
berusia di atas 50 tahun.

Etiologi
1. Teori DHT (dihidrotestosteron). Testosteron dengan
bantuan enzim 5-a reduktase dikonversi menjadi DHT yang
merangsang pertumbuhan kelenjar prostat.
2. Teori Reawakening. Teori ini berdasarkan kemampuan
stroma untuk merangsang pertumbuhan epitel.
3. Teori stem cell hypotesis. Stem sel akan berkembang
menjadi sel aplifying. Sel aplifying akan berkembang
menjadi sel transit yang tergantung secara mutlak pada
androgen, sehingga dengan adanya androgen sel ini akan
berproliferasi dan menghasilkan pertumbuhan prostat
yang normal.
4. Teori growth factors. Faktor pertumbuhan ini dibuat oleh
sel-sel stroma di bawah pengaruh androgen. Adanya
ekspresi berlebihan dari epidermis growth factor (EGF) dan
atau fibroblast growth factor (FGF) dan atau adanya
penurunan ekspresi transforming growth factor-b (TGF-b),
akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan
pertumbuhan prostat dan menghasilkan pembesaran
prostat.

Patologi
Perubahan

paling awal pada BPH adalah di kelenjar


periuretra sekitar verumontanum. Perubahan hiperplasia
pada stroma berupa nodul fibromuskuler, nodul asinar atau
nodul campuran fibroadenomatosa. Hiperplasia glandular
terjadi berupa nodul asinar atau campuran dengan
hiperplasia stroma. Kelenjar-kelenjar biasanya besar dan
terdiri atas tall columnar cells. Inti sel-sel kelenjar tidak
menunjukkan proses keganasan.
Proses patologis lainnya adalah penimbunan jaringan
kolagen dan elastin di antara otot polos yang berakibat
melemahnya kontraksi otot. Hal ini mengakibatkan
terjadinya hipersensitivitas pasca fungsional,
ketidakseimbangan neurotransmiter, dan penurunan input
sensorik, sehingga otot detrusor tidak stabil.

Patofisiologi
BPH

adalah perbesaran kronis dari prostat


pada usia lanjut yang berkorelasi dengan
pertambahan umur. Perubahan yang terjadi
berjalan lambat dan perbesaran ini bersifat
lunak dan tidak memberikan gangguan yang
berarti.
Tetapi, dalam banyak hal dengan berbagai
faktor pembesaran ini menekan uretra
sedemikian rupa sehingga dapat terjadi
sumbatan partial ataupun komplit.

Manifestasi Klinis

Gejala pembesaran prostat jinak dibedakan menjadi


dua kelompok. Pertama, gejala iritatif, terdiri dari
sering buang air kecil (frequency), tergesa-gesa
untuk buang air kecil (urgency), buang air kecil
malam hari lebih dari satu kali (nocturia), dan sulit
menahan buang air kecil (urge incontinence).

Kedua, gejala obstruksi, terdiri dari pancaran


melemah, akhir buang air kecil belum terasa kosong
(incomplete emptying), menunggu lama pada
permulaan buang air kecil (hesitancy), harus
mengedan saat buang air kecil (straining), buang air
kecil terputus-putus (intermittency), dan waktu
buang air kecil memanjang yang akhirnya menjadi
retensi urin dan terjadi inkontinen karena overflow.

Manifestasi Klinis
Pasien

biasanya memiliki keluhan sulit BAK,


sering berkemih pada malam hari, kencing
menetes, dan kencing tidak lampias.

Pemeriksaan

fisik dalam BPH adalah


ditemukannya pembesaran pada
pemeriksaan colok dubur/digital rectal
examination (DRE). Pada BPH, prostat teraba
membesar dengan konsistensi kenyal.

Diagnosa
Diagnosa

ditegakkan dari anamnesa yang meliputi


keluhan dari gejala dan tanda obstruksi dan iritasi.
Kemudian dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk
merasakan/meraba kelenjar prostat. Dengan pemeriksaan
ini bisa diketahui adanya pembesaran prostat, benjolan
keras (menunjukkan kanker) dan nyeri tekan
(menunjukkan adanya infeksi).

Selain

itu biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk


mengetahui fungsi ginjal dan untuk penyaringan kanker
prostat (mengukur kadar antigen spesifik prostat atau
PSA). Pada penderita BPH, kadar PSA meningkat sekitar
30-50%. Jika terjadi peningkatan kadar PSA, maka perlu
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan
apakah penderita juga menderita kanker prostat.

Penatalaksanaan
Watchful

Waiting

Watchful waiting dilakukan pada penderita dengan


keluhan ringan. Tindakan yang dilakukan adalah
observasi saja tanpa pengobatan.

Terapi

Medikamentosa
Terapi Bedah Konvensional

Open simple prostatectomy. Indikasi untuk melakukan


tindakan ini adalah bila ukuran prostat terlalu besar, di
atas 100g, atau bila disertai divertikulum atau batu bulibuli.

Terapi

Invasif Minimal

1. Transurethral resection of the prostate (TUR-P).


Menghilangkan bagian adenomatosa dari prostat yang
menimbulkan obstruksi dengan menggunakan
resektoskop dan elektrokauter.
2. Transurethral incision of the prostate (TUIP). Dilakukan
terhadap penderita dengan gejala sedang sampai berat
dan dengan ukuran prostat kecil.

Terapi

Tekniknya antara lain Transurethral laser induced


prostatectomy (TULIP) yang dilakukan dengan bantuan USG,
Visual coagulative necrosis, Visual laser ablation of the
prostate (VILAP), dan interstitial laser therapy.

Terapi

laser

alat

1. Microwave hyperthermia. Memanaskan jaringan adenoma


melalui alat yang dimasukkan melalui uretra atau rektum
sampai suhu 42-45C sehingga diharapkan terjadi koagulasi.
2. Trans urethral needle ablation (TUNA). Alat yang
dimasukkan melalui uretra yang apabila posisi sudah diatur,
dapat mengeluarkan 2 jarum yang dapat menusuk adenoma
dan mengalirkan panas, sehingga terjadi koagulasi
sepanjang jarum yang menancap di jaringan prostat.
3. High intensity focused ultrasound (HIFU). Melalui probe
yang ditempatkan di rektum yang memancarkan energi
ultrasound dengan intensitas tinggi dan terfokus.

4. Intraurethral stent. Adalah alat yang secara


endoskopik ditempatkan di fosa prostatika untuk
mempertahankan lumen uretra tetap terbuka.

5. Transurethral baloon dilatation. Dilakukan


dengan memasukkan kateter yang dapat
mendilatasi fosa prostatika dan leher kandung
kemih.

Pencegahan
Kini,

sudah beredar suplemen makanan yang dapat


membantu mengatasi pembesaran kelenjar prostat.
Salah satunya adalah suplemen yang kandungan
utamanya saw palmetto.

Berdasarkan

hasil penelitian, saw palmetto


menghasilkan sejenis minyak, yang bersama-sama
dengan hormon androgen dapat menghambat kerja
enzim 5-alpha reduktase, yang berperan dalam proses
pengubahan hormon testosteron menjadi
dehidrotestosteron (penyebab BPH)5. Hasilnya,
kelenjar prostat tidak bertambah besar.

Zat-zat gizi yang juga amat penting untuk menjaga


kesehatan prostat di antaranya adalah:
1. Vitamin A, E, dan C, antioksidan yang berperan penting dalam
mencegah pertumbuhan sel kanker, karena menurut penelitian,
5-10% kasus BPH dapat berkembang menjadi kanker prostat.
2. Vitamin B1, B2, dan B6, yang dibutuhkan dalam proses
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, sehingga kerja
ginjal dan organ tubuh lain tidak terlalu berat.
3. Copper (gluconate) dan Parsley Leaf, yang dapat membantu
melancarkan pengeluaran air seni dan mendukung fungsi ginjal.
4. L-Glysine, senyawa asam amino yang membantu sistem
penghantaran rangsangan ke susunan syaraf pusat.
5. Zinc, mineral ini bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan
kualitas sperma.

TERIMA
KASIH