Anda di halaman 1dari 200

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENATALAKSANAAN

KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III TERHADAP Ny. S USIA 21


TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU DI BPS
SUMIYATI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH

NAMA : RIKA SUNDARI


NIM : 201207115

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENATALAKSANAAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III TERHADAP Ny. S USIA 21
TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU DI BPS
SUMIYATI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

STUDY KASUS
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Akhir Program
Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun Oleh
RIKA SUNDARI
201207115

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN

Diterima dan disahkan oleh Tim Penguji Ujian Akhir Program Pendidikan
Diploma III Kebidanan Adila pada :

Hari : Selasa
Tanggal

: 7 Juli 2015

Penguji I

Penguji II

Meryana Cevestin, SKM.MM


NIK. 2011041003

Ervina Irawati Harianja,S.ST


NIK. 2009111020

Direktur Akademi Kebidanan ADILA


Bandar Lampung

dr.Wazni Adila, M.PH.


NIK. 2011041008

iii

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENATALAKSANAAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III TERHADAP Ny. S USIA 21
TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU
DI BPS SUMIYATI TELUK BETUNG
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015
Rika Sundari, Meryana Cevestin, SKM.MM, Ervina Irawati Harianja,S.ST

INTISARI
Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem di tubuh ibu yang semuanya
membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis. Dalam proses adaptasi
tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan meskipun hal itu adalah
fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan.
Ketidaknyamanan yang sering pada ibu hamil trimester III adalah Bengkak pada kaki,
nyeri punggung, sering BAK. Pada KTI ini rumusan masalah "Bagaimanakah Asuhan
Kebidanan Pada ibu Hamil Dengan Penatalaksanaan Ketidaknyamanan TM III Terhadap
Ny.S Umur 21 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu Di BPS Sumiyati Teluk
Betung Bandar Lampung tahun 2015". Tujuan studi kasus ini penulis mampu
memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan Penatalaksanaan
Ketidaknyamanan TM III Terhadap Ny.S Usia 21 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 34
Minggu, dengan tujuh langkah Varney. Sasaran dalam studi kasus ini adalah ibu hamil
dengan ketidaknyamanan TM III, waktu dilaksanakan selama 6 hari dari tanggal 11 April
- 16 April tahun 2015. Metode yang digunakan adalah deskriptif, tekhnik memperoleh
data yaitu data primer dan sekunder, dengan cara wawancara langsung dengan klien,
melakukan pemeriksaan fisik, dan melihat buku register kehamilan. Kesimpulan dari
studi kasus ini adalah penulis mampu memberikan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil dengan
Penatalaksanaan Ketidaknyamanan TM III dengan tujuh langkah varney. Saran ibu hamil
agar dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin untuk mencegah terjadinya masalah
- masalah pada saat hamil.
Kata kunci

: Ketidaknyamanan Trimester III

Kepustakaan

: 2005 - 2015

Jumlah halaman

: 169

iv

CURICULUM VITAE

Nama

: Rika Sundari

Nim

: 201207115

Tempat/Tanggal Lahir

: Gunung Terang, 12 April 1995

Alamat

: Gunung Terang, RT 001, RW 001 Kelurahan Gunung


Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten
Tulang Bawang Barat

Institusi

: Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung

Angkatan

: VII (Tujuh)

Biografi
1.

SD Negeri 01 Gunung Terang Tahun 2000 s/d 2006

2.

SMP Negeri 08 Bandar Lampung Tahun 2006 s/d 2009

3.

SMA Negeri 05 Bandar Lampung Tahun 2009 s/d 2012

4.

Saat ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan Diploma III di Akademi


Kebidanan Adila Bandar Lampung Tahun 2015

MOTTO

*Belajar Dari masa Lalu, Hidup Untuk Sekarang,


Dan Berencana Untuk Hari Esok *
*Hidup Itu Seperti Piano, Hitam & Putih.
Jika Tuhan Yang Memainkan Akan Menjadi
Melodi Yang Indah*

( Rika Sundari )

vi

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahhirabbilalamin Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Atas


karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya karya tulis ilmiah yang
sederhana ini dapat terselesaikan. Kupersembahkan karya sederhana ini kepada
orang yang sangat kusayangi.
1.

Papa Ansyori dan Mama Maimuri yang telah menjadi motivasi dan inspirasi
dan tiada henti memberikan dukungan do'anya buat aku serta cinta kasih
yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya dengan
selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan.

2.

Kakakku Nurhayati dan adik-adikku Zeptina, Ary Gunawan, dan Alisya


Syifa Imelda. Terimakasih atas motivasi dan semangat dari kalian, karna
kalian lah yang memberikan dorongan hingga aku bisa seperti ini.

3.

Sahabat - sahabatku yang senantiasa menjadi penyemangat dan menemani


disetiap hariku.

4.

Angkatan VII yang selalu membantu, berbagi keceriaan dan melewati setiap
suka dan duka selama kuliah, terimakasih banyak. "Tiada hari yang indah
tanpa kalian semua"

5.

Almamaterku Tercinta AKBID ADILA Bandar Lampung sebagai tempat


penulis menuntut ilmu selama tiga tahun

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Allah SWT karena atas Rahmat dan
Hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Study Kasus yang berjudul
Asuhan

Kebidanan

Pada

Ibu

Hamil

Dengan

Penatalaksanaan

Ketidaknyamanan Trimester III Terhadap Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0


Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung
Tahun 2015 . Untuk itu ucapan terima kasih yang sebesar besarnya penulis
sampaikan kepada :
1. dr. Wazni Adila, MPH selaku direktur Akademi Kebidanan Adila Bandar
Lampung
2. Adhesty Novita Xanda S.ST. M.Kes selaku pembimbing I yang telah
membantu penulis dalam memberikan asuhan kebidanan pada kasus ini
3. Eka Ayu Septiana S.ST selaku pembimbing II yang telah membantu
penulis dalam memberikan asuhan kebidanan pada kasus ini
4. BPS Sumiyati S.ST. SKM yang telah memberikan izin untuk meneliti di
tempat
5. Seluruh dosen yang telah banyak memberi ilmu pengetahuan kepada
penulis.
6. Semua pihak yang telah mendukung dan membantu penyusunan penulisan
Study Kasus ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Study Kasus ini tidak luput dari
kesalahan dan kekurangan. Untuk itu melalui kesempatan ini pula penulis
mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi kesempurnaan Karya
Tulis Ilmiah ini.
Bandar Lampung , April 2015

Penulis

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................................

HALAMAN JUDUL ...................................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................

iii

INTISARI ....................................................................................................

iv

CURICULUM VITAE ................................................................................

MOTTO ......................................................................................................

vi

PERSEMBAHAN .......................................................................................

vii

KATA PENGANTAR .................................................................................

viii

DAFTAR ISI ..............................................................................................

ix

DAFTAR TABEL ......................................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................

xiii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................. ................

1.2 Rumusan Masalah...................................................................... ...

1.3 Tujuan Penulisan.................................................................... .......

1.4 Ruang Lingkup ...........................................................................

1.5 Manfaat Penelitian ......................................................................

1.6 Metodologi dan TehnikMemperoleh Data ...................................

ix

1.6.1 Metodologi Penelitian......................................... ................

1.6.2 Tehnik Memproleh Data .................................................. ... 7


BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Kehamilan........................................................................... .......... 10
2.1.1 Pengertian........................................................................ ..... 10
2.1.2 Tujuan Asuhan Kehamilan.................................................... 10
2.1.3 Tanda - Tanda Kehamilan..................................................... 11
2.1.4 Standar Asuhan Kehamilan................................................... 13
2.1.5 Perubahan Anatomi dan Fisiologi Ibu Hamil.................... 15
2.1.5.1 System Reproduksi............................................ 15
2.1.5.2 System Gastrointestinal....................................... 17
2.1.5.3 System Integumen.............................................. 18
2.1.5.4 Payudara.......................................................... 19
2.1.5.5 System Endokrin .............................................

19

2.1.5.6 System Kardiovaskuler.....................................


2.1.5.7 System Pernafasan............................................

20
21

2.1.5.8 Perubahan Berat Badan.....................................

21

2.1.5.9 System Metabolisme.......................................... 22


2.1.6 Kebutuhan Fisik Ibu Hamil............................................ 23
2.1.6.1 Oksigen...........................................................

23

2.1.6.2 Nutrisi............................................................. 24

2.1.6.3 Personal Hygiene....................................................

27

2.1.6.4 Kebutuhan Ibu Hamil Akan Seksual.................... 27


2.1.6.5 Istirahat ................................................................. 28
2.1.6.6 Perawatan Payudara............................................... 28
2.1.6.7 Eliminasi...............................................................

29

2.1.6.8 Pekerjaan................................................................ 30
2.1.6.9 Lingkungan yang bersih......................................... 30
2.1.6.10 Body Mekanik .................................................... 30
2.1.6.11 Imunisasi.............................................................. 31
2.1.6.12 Senam Hamil.......................................................

32

2.1.7 Tanda Bahaya Kehamilan.................................................

41

2.1.8 Persiapan Persalinan.........................................................

41

2.1.9 Tanda - Tanda Persalinan................................................

42

2.1.10 Ketidaknyamanan dan cara mengatasinya......................

42

2.1.11 Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil TM III.......................

54

2.2 Teori Manajemen Kebidanan Menurut Varney.....


2.3 Teori Landasan Hukum..............................................................

54
86

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian Data ...................................................................... .... 88
3.2 Matriks.. ................................................................................. .... 101

xi

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian.............. ................... .................................................. 118
4.2 Interpretasi Data Dasar................................................................ 147
4.3 Identifikasi Diagnosa/ Masalah Potensial................................... 149
4.4 Tindakan Segera/ Kolaborasi...................................................... 149
4.5 Perencanaan ............................................................................... 150
4.6 Pelaksanaan ............................................................................... 153
4.7 Evaluasi ....................................................................................... 160

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan................................................................................. 166
5.2 Saran.............................................................................................168

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xii

Daftar Tabel

Tabel 2.1 TFU Menurut Penambahan Pertiga Jari .........................................

15

Tabel 2.2 Bentuk Uterus Berdasarkan Usia Kehamilan .................................

16

Tabel 2.3 Komponen Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Hamil ...............

22

Tabel 2.4 Pemberian Suntikan TT .................................................................

31

Tabel 2.5 Pemeriksaan Laboratorium ............................................................

82

Tabel 3.1 Matriks .......................................................................................... 101

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Surat Izin Penelitian


Jadwal Penelitian
SAP
Leaflet
Dokumentasi
Lembar Konsul

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri
dari: ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan
zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan plasenta, dan tumbuh
kembang hasil konsepsi sampai aterm (Manuaba, 2010; h. 75).
Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang
semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis.
Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami
ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap
perlu di berikan suatu pencegahan dan perawatan (Sulistyawati, 2012; h.
123).
Kebijakan pemerintah tentang kunjungan Ante-natal Care (ANC) minimal
adalah satu kali pada trimester satu, satu kali pada trimester dua, dan dua
kali pada trimester tiga (Sulistyawati, 2012; h. 4).
Tujuan dari Ante-natal Care (ANC) adalah Memantau kemajuan
kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu dan tumbuh kembang janin.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, serta sosial
ibu dan bayi. Menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan
kemungkinan

komplikasi

yang

terjadi

selama

masa

kehamilan.

Mempersiapkan kehamilan, dan persalinan dengan selamat, baik ibu


maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin. Mempersiapkan ibu dan

keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara bayi agar dapat
tumbuh dan berkembang secara normal (Sulistyawati, 2011; h. 4)
Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada, sebab
pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Rasa
tidaknyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ini dan
banyak ibu yang merasa dirinya jelek dan aneh. Disamping itu ibu mulai
merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian
khusus yang diterima selama hamil (Rukiyah, 2009; h. 132).
Keadaan tidak nyaman yang dirasakan oleh ibu hamil trimester III yaitu
dari mulai umur kehamilan 28 minggu sampai 40 minggu. Penyebab
ketidaknyamanan yaitu akibat dari perubahan yang ada ditubuh ibu seperti
Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf
atau kompresi akar saraf, dan penekanan uterus terutama pada vena pelvis
ketika duduk dan vena cava inferior ketika berbaring, serta peningkatan
sensitivitas kandung kemih dan pada tahap selanjutnya merupakan akibat
kompresi pada kandung kemih. Pada saat yang sama, pembesaran uterus
menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun
kandung kemih hanya terisi sedikit urine (Hani, 2011; h.51 - 56)
Dari perubahan - perubahan tersebutlah akhirnya ibu akan mengalami
suatu masa yang menyebabkan ibu tidak nyaman dan merasa terganggu.
Umumnya keadaan ini fisiologis terjadi bahkan tidak perlu menggunakan
konsumsi obat - obat tertentu. Namun kadang kala jika tidak di tangani

dengan baik ketidaknyamanan ini akan berubah menjadi keadaan patologi


sehingga dapat mengganggu aktifitas ibu, bahkan dapat membahayakan
kehamilan ibu. Misalnya sering buang air kecil pada ibu hamil, jika tidak
diatasi akan menyebab - kan infeksi saluran urine dan ginjal karena ginjal
dan saluran kemih mengalami perubahan (Sulistyawati, 2012; h. 126).
Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan di BPS Sumiyati Bandar
Lampung pada tanggal 11 April 2015, terdapat 1 ibu hamil yang
mengalami ketidaknyamanan trimester III yaitu Ny. S Umur 21 Tahun
G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu dengan sering BAK, nyeri pinggang
dan bengkak pada kaki karena Ny. S baru pertama kali hamil dan belum
memiliki pengalaman atau kurang informasi tentang kehamilan oleh
karena itu Ny. S perlu di beri penjelasan tentang penatalaksanaan
ketidaknyamanan trimester III. Hal tersebut melatar belakangi penulis
untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan judul Asuhan Kebidanan Pada
Ibu Hamil Dengan Penatalaksanaan Ketidaknyamanan Trimester III
Terhadap Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di
BPS Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2015

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dapat di rumuskan sebagai
berikut: Bagaimanakah Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan
Penatalaksanaan Ketidaknyamanan Trimester III Terhadap Ny. S Usia 21
Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk
Betung Bandar Lampung Tahun 2015 ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan umum
Penulis mampu memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil
Dengan Penatalaksanaan Ketidaknyamanan Trimester III Terhadap
Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS
Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2015
1.3.2 Tujuan khusus
1.3.2.1 Mampu melakukan pengkajian pada Ny. S Usia 21 Tahun
G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati
Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2015
1.3.2.2 Mampu melakukan interpretasi data pada Ny. S usia 21
Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS
Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2015
1.3.2.3 Mampu menentukan diagnosa potensial pada Ny. S Usia 21
Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS
Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung Tahun 2015

1.3.2.4 Mampu melakukan tindakan segera/kolaborasi pada Ny.S


Umur 21 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu
di BPS Sumiyati Teluk Betung Bandar Lampung Tahun
2015
1.3.2.5 Mampu merencanakan asuhan kebidanan yang akan
dilaksanakan pada Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0 Usia
Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk Betung
Bandar Lampung Tahun 2015
1.3.2.6 Mampu melaksanakan asuhan kebidanan yang telah
direncanakan pada Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0 Usia
Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk Betung
Bandar Lampung Tahun 2015.
1.3.2.7 Mampu mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah di
laksanakan pada Ny. S Usia 21 Tahun G1P0A0 Usia
Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk Betung
Bandar Lampung Tahun 2015.
1.4 Ruang Lingkup
1.4.1 Sasaran
Obyek penelitian dalam Study Kasus ini adalah satu orang ibu
hamil dengan ketidaknyamanan trimester III yaitu Ny. S Umur 21
Tahun G1P0A0

1.4.2 Tempat
Study penelitian ini dilakukan di BPS Sumiyati Teluk Betung
Bandar Lampung tahun 2015
1.4.3 Waktu
Study kasus akan dilaksanakan pada tanggal 11 April 16 April
tahun 2015
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi Institusi Pendidikan
Dapat menambah wawasan dan iptek khususnya bagi mahasiswa
kebidanan dalam menerapkan asuhan tentang ketidaknyamanan
trimester III yang benar, serta dapat digunakan sebagai bahan
bacaan di perpustakaan dan bahan untuk penelitian selanjutnya.
1.5.2 Bagi Lahan praktek
Dapat di jadikan sebagai bahan masukan dan gambaran informasi
bagi tempat penelitian untuk dapat meningkatkan manajemen
asuhan kebidanan yang di terapkan terhadap klien dalam
memberikan asuhan tentang ketidaknyamanan trimester III.
1.5.3 Bagi Pasien
Dapat memberikan informasi pada pasien dan pengetahuan dalam
penatalaksanaan ketidaknyamanan trimester III yang benar
sehingga ibu tidak mengalami masalah saat hamil.

1.5.4 Bagi Penulis


Dapat meningkatkan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan
serta dapat mengaplikasikan apa yang telah di dapat selama
perkuliahan dalam penanganan kasus ibu hamil khususnya dalam
penatalaksanaan ketidaknyamanan trimester III.
1.6 Metodologi Dan Teknik Memperoleh Data
1.6.1 Metodologi penelitian
Metodologi Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode
penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan
dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi
tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif
di gunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang
sedang di hadapi pada situasi sekarang. penelitian ini dilakukan
dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi,
pengolahan/analisis data, membuat kesimpulan dan laporan
(Notoatmodjo, 2005; h. 138).
1.6.2 Teknik Memperoleh Data
Untuk memperoleh data, teknik yang digunakan sebagai berikut:
1.6.2.1 Data Primer
1) Wawancara
Adalah suatu metode yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data, dimana penelitian mendapatkan
keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang

sasaran penelitian (responden) atau bercakap-cakap


berhadapan muka dengan orang tersebut (face to face)
(Notoatmodjo, 2005; h. 102)
Wawancara di lakukan dengan cara :
1) Auto Anamnesa
Yaitu anamnesa yang di lakukan kepada pasien
langsung. Jadi data yang di peroleh adalah data primer
dan langsung dari sumber nya. (Sulistyawati, 2012; h.
180)
2) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan

fisik

sesuai

dengan

kebutuhan

dan

pemeriksaan tanda-tanda vital, meliputi pemeriksaan


khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi) dan
pemeriksaan penunjang (Laboratorium, dan catatan
terbaru, serta catatan sebelumnya) (Soepardan, 2007; h.
98).
1.6.2.2 Data Sekunder
1) Studi Pustaka
Bahan - bahan pustaka merupakan hal yang sangat
penting dalam menunjang latar belakang teoritis dari
suatu penelitian. Hasil penelitian yang baik perlu di
tunjang dengan bahan perpustakaan yang memadai.
Bahan-bahan perpustakaan yang dapat di gunakan untuk

menunjang latar belakang masalah, kerangka teoritis, dan


hipotesis penelitian adalah buku yang di terbitkan,
berbagai jenis penerbitan berkala seperti majalah, jurnal,
bulletin, brosur, atau sebagainya, berbagai harian atau
surat kabar, karangan atau makalah ilmiah yang tidak di
terbitkan seperti makalah, skripsi, tesis, dan di sertai
laporan-laporan

penelitian

dan

instansi

resmi

informasi

yang

(Notoatmodjo, 2005; h. 62).


2) Studi Dokumenter
Adalah

semua

bentuk

sumber

berhubungan dengan dokumen, baik dokumen-dokumen


resmi maupun tidak resmi. Dokumen resmi adalah semua
bentuk dokumen baik yang diterbitkan maupun yang
tidak diterbitkan, yang ada dibawah tanggung jawab
instansi

resmi, misalnya laporan, statistik, catatan

catatan di dalam kartu klinik (Notoatmodjo, 2005; h.


62).

10

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Kehamilan
2.1.1 Pengertian
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri
dari:

ovulasi,

migrasi

spermatozoa dan ovum,

konsepsi dan

pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan


plasenta, dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
(Manuaba, 2010; h. 75).
Kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Perubahan perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah
bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang
diberikan adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakantindakan yang bersifat medis dan tidak terbukti manfaatnya (Dewi dan
Sunarsih, 2011; h. 12).
2.1.2 Tujuan Asuhan Kehamilan
2.1.2.1 Memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesejahteraan ibu
dan tumbuh kembang janin.
2.1.2.2 Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental,
serta sosial ibu dan bayi.

10

11

2.1.2.3 Menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan


kemungkinan komplikasi yang terjadi selama masa kehamilan
2.1.2.4 Mempersiapkan kehamilan, dan persalinan dengan selamat,
baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin.
2.1.2.5 Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI
eksklusif berjalan normal.
2.1.2.6 Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik
dalam memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang
secara normal (Sulistyawati, 2012; h. 4).
2.1.3 Tanda-tanda Kehamilan
2.1.3.1 Tanda Tidak Pasti kehamilan
a) Amenorhoe (tidak dapat haid)
b) Nausea (enek) dan emesis (muntah)
c) Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
d) Mamae menjadi tegang dan membesar
e) Anoreksia (tidak nafsu makan)
f) Sering kencing
g) Obstipasi
h) Pigmentasi kulit
i) Epulis ( perdarahan/pembengkakan di gusi)
j) Varises (penekanan vena - vena)

12

2.1.3.2 Tanda kemungkinan hamil


a) Uterus membesar
b) Tanda hegar
c) Tanda Chadwick
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva
tampak lebih merah, agak kebiru - biruan (lividae)
d) Tanda piskacek
Uterus

mengalami

pembesaran.

Kadang

kadang

pembesaran tidak rata tetapi didaerah telur bernidasi lebih


cepat tumbuhnya.
e) Tanda Braxton Hicks
Bila uterus dirangsang (distimulasi dengan di raba) akan
mudah berkontraksi.
f) Goodell sign
Di luar kehamilan konsistensi serviks keras, kerasnya
seperti kita merasa ujung hidung, dalam kehamilan serviks
menjadi lunak pada perabaan selunak vivir atau ujung bawa
daun telinga
g) Reaksi kehamilan positif
Cara khas yang dipakai dengan menentukan adanya human
chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air
kencing pertama pada pagi hari

13

2.1.3.3 Tanda Pasti Kehamilan


a) Terasa gerakan janin
b) Teraba bagian - bagian janin
c) Denyut jantung janin (DJJ)
d) Terlihat kerangka janin pada pemeriksaan sinar rontgen
e) Dengan menggunakan USG dapat terlihat gambaran janin
berupa ukuran kantong janin (Jannah, 2012; h. 117 - 123).
2.1.4 Standar Asuhan Kehamilan
2.1.4.1 Standar asuhan kehamilan
Terdapat enam standar dalam pelayanan antenatal dari 24
standar pelayanan kebidanan seperti berikut ini:
a. Standar 3: Identifikasi ibu hamil
Melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan
masyarakat secara berkala untuk penyuluhan dan motivasi
untuk pemeriksaan dini dan teratur.
b. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care
sedikitnya 4 kali pelayanan kehamilan:
1) Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0 - 13
minggu)
2) Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 - 27
minggu)
3) Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28 - 40
minggu)

14

c. Standar 5 : Palpasi abdominal


d. Standar 6: Pengelolaan anemia pada kehamilan
e. Standar 7: Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
f. Standar 8: Persiapan persalinan
memberi saran pada ibu hamil, suami, dan keluarga untuk
memastikan persiapan persalinan yang bersih dan aman,
persiapan transportasi, serta biaya (Jannah, 2012; hal.5).
2.1.4.2 Pelayanan standar
Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar
minimal pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang
disingkat dengan 7T, antara lain sebagai berikut :
a. Timbang berat badan
b. Ukur tekanan darah
c. Ukur tinggi fundus uteri
d. Pemberian imunisasi TT lengkap
e. Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan
dengan dosis satu tablet setiap hari
f. Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS)
g. Temu

wicara

dalam

(Sulistyawati, 2012; h. 5).

rangka

persiapan

rujukan

15

2.1.5 Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Ibu Hamil


2.1.5.1 System Reproduksi
1. Uterus
a) Ukuran
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25
x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc. Hal ini rahim
membesar akibat hipertropi dan hiperplasi otot polos rahim,
serabut kolagennya menjadi higroskopik, dan endometrium
menjadi desidua. Jika penambahan ukuran TFU per tiga
dapat dilihat dalam tabel dibawah ini (Jannah, 2012; h. 87).
Tabel 2.1 TFU Menurut Penambahan Per Tiga Jari
Usia kehamilan
(minggu)
12
16
20
24
28
32

Tinggi fundus uteri (TFU)

36

3 jari diatas simpisis


Pertengahan pusat simpisis
3 jari dibawah pusat
Setinggi pusat
3 jari diatas pusat
Pertengahan pusat - prosesus xiphoideus
(px)
3 jari dibawah pusat - prosesus xiphoideus

40

Pertengahan pusat dan prosesus xipoideus.

Sumber : Prawihardjo dalam Jannah, 2012; h.88


b) Berat
Berat Uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi
1000 gram pada akhir bulan

16

Tabel 2.2 Bentuk Uterus Berdasarkan Usia kehamilan


Usia Kehamilan
Bulan pertama
2 Bulan
3 Bulan
4 Bulan
5 Bulan

Bentuk dan Konsistensi Uterus


Seperti buah Alpukat
Sebesar Telur Bebek
Sebesar Telur Angsa
Berbentuk Bulat
Rahim Teraba Seperti Berisi Cairan Ketuban

Sumber : Prawihardjo dalam Sulistyawati, 2012; h. 60


2. Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum
graviditas sampai terbentuknya plasenta

yang akan

mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron


(Sulistyawati, 2012; h. 61).
3. Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan
karena hormone estrogen. Jika korpus uteri mengandung
lebih

banyak jaringan otot, maka serviks lebih banyak

mengandung

jaringan ikat. Jaringan ikat pada serviks ini

mengandung

kolagen. Akibat kadar estrogen dan dengan

adanya hipervaskularisasi serta meningkatnya suplai darah


maka konsistensi serviks menjadi lunak yang disebut
tanda goodell.
Selama minggu - minggu awal kehamilan, peningkatan
aliran darah uterus dan limfe mengakibatkan oedema dan
kongesti

panggul. Akibatnya uterus, serviks dan

isthmus melunak secara

progrestif

dan

serviks

menjadi kebiruan (tanda Chadwick), perlunakan

isthmus

17

menyebabkan antefleksi uterus berlebihan

selama

tiga

bulan pertama kehamilan (Kuswanti, 2014; hal. 80)


4. Vagina dan vulva
Akibat pengaruh hormone estrogen, vagina dan vulva
mengalami perubahan. Sampai minggu ke 8 terjadi
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak
lebih merah, agak kebiruan (lividae), tanda ini disebut
Chadwick. Warna portio pun tampak lividae. Hormone
kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi

selama

persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang


tebal, jaringan otot longgar, hipertropi otot polos dan
pemanjangan vagina (Kuswanti, 2014; hal. 79).
2.1.5.2 System Gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rectum dan
usus bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi.
Sembelit semakin berat karena gerakan otot didalam usus
diperlambat oleh tingginya kadar progesterone. Wanita hamil
mengalami rasa panas di dada (Heartburn) dan sendawa, yang
kemungkinan karena makanan lebih lama berada di dalam
lambung dan arena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian
bawah yang kemungkinan isi lambung mengalir kembali ke
kerongkongan (Sulistyawati, 2012; h. 63).

18

2.1.5.3 System Integumen


Sehubungan dengan tingginya kadar

hormonal, terjadi

peningkatan pigmentasi selama kehamilan. Keadaan ini sangat


jelas terlihat pada kelompok wanita dengan warna kulit gelap
atau hitam dan dapat dikenali pada payudara, abdomen, vulva,
serta wajah. Ketika terjadi pada kulit muka dikenal sebagai
chloasma atau topeng kehamilan. Pada wajah biasanya terjadi
pada daerah pipi dan dahi sehingga dapat mengubah
penampilan wanita tersebut (Dewi dan Sunarsih, 2011; h. 99)
Topeng kehamilan (cloasma gravidarum) adalah bintik-bintik
pigmen kecoklatan yang tampak dikulit kening dan pipi.
Peningkatan pigmentasi juga terjadi disekeliling puting susu,
sedangkan diperut bawah bagian tengah biasanya tampak garis
gelap yaitu spider angioma (pembuluh darah kecil yang
memberi gambaran seperti laba - laba) bisa muncul dikulit dan
biasanya di atas pinggang. Pembesaran rahim menimbulkan
peregangan dan menyebabkan robekan serabbut elastic di
bawah kulit, sehingga menimbulkan striae gravidarum/striae
lividae. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya
dan disebut linea nigra (Sulistyawati, 2012; h. 65).
2.1.5.4 Payudara
Payudara sebagai organ target untuk proses laktasi mengalami
banyak perubahan sebagai persiapan setelah janin lahir.

19

Beberapa perubahan yang dapat diamati oleh ibu adalah


sebagai berikut.
1. Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan
berat.
2. Dapat teraba nodul - nodul, akibat hipertropi jaringan
kelenjar alveoli.
3. Bayangan vena - vena lebih membiru.
4. Hiperpigmentasi pada areola dan puting susu.
5. Kalau diperas akan keluar air susu jolong (kolostrum)
berwarna kuning (Sulistyawati, 2012; h. 65).
2.1.5.5 System Endokrin
Selama

siklus

menstruasi

normal,

hipofisis

anterior

memproduksi LH dan FSH merangsang folikel de graaf untuk


menjadi matang dan berpindah ke permukaan ovarium di mana
ia dilepaskan. Folikel yang kosong dikenal sebagai korpus
luteum dirangsang oleh LH untuk memproduksi progesterone.
Progesterone dan estrogen merangsang proliferasi dan desidua
(lapisan dalam uterus) dalam upaya mempersiapkan implantasi
jika kehamilan terjadi. Plasenta, yang terbentuk secara
sempurna dan berfungsi 10 minggu setelah pembuahan terjadi,
akan mengambil alih tugas korpus luteum untuk memproduksi
estrogen dan progesterone (Sulistyawati, 2012; h. 66).

20

2.1.5.6 Sistem Kardiovaskuler


Perubahan yang terjadi pada jantung, yang khas denyut nadi
istirahat meningkat sekitar 10 sampai 15 denyut permenit pada
kehamilan. Karena diafragma semakin naik terus selama
kehamilan. Jantung digeser ke kiri dan ke atas, sementara pada
waktu yang sama organ ini agak berputar pada sumbu
panjangnya. Akibatnya apeks jantung digerakan agak ke lateral
dari posisinya pada keadaan tidak hamil normal dan
membesarnya ukuran bayangan jantung ditemukan pada
radiograf, luasnya perubahan - perubahan ini dipengaruhi oleh
ukuran dan posisi uterus, kekuatan otot - otot abdomen dan
komfigurasi abdomen (Rukiyah dkk, 2009; h.50).
Volume darah semakin meningkat dimana jumlah serum dan
darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah sehingga terjadi
semacam

pengenceran

darah.

Hemodulusi

mencapai

puncaknya pada umur kehamilan 32 minggu, serum darah dan


volume darah juga bertambah sebesar 25 - 30% (Dewi dan
Sunarsih, 2011; h. 94).
2.1.5.7 System Pernapasan
Ruang abdomen yang membesar oleh karena meningkatnya
ruang

rahim

dan

pembentukan

hormone

progesterone

menyebabkan paru - paru berfungsi sedikit berbeda dari


biasanya. Wanita hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam

21

karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk janin dan


untuk dirinya. Lingkar dada wanita hamil agak membesar.
Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah dan
menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (Jannah,
2012; h. 106).
Pada umur kehamilan 32 minggu ke atas, usus tertekan uterus
yang membesar ke arah diafragma, sehingga diafragma kurang
leluasa bergerak dan mengakibatkan kebanyakan wanita hamil
mengalami kesulitan bernafas (Kuswanti, 2014; hal. 92).
2.1.5.8 Perubahan Berat Badan
Disarankan pada ibu primigravida untuk tidak menaikkan berat
badannya lebih dari 1 kg/bulan. Perkiraan peningkatan berat
badan yang dianjurkan :
1) 4 kg pada kehamilan trimester I
2) 0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III
3) Totalnya sekitar 15 - 16 kg selama hamil (Sulistyawati,
2012; h. 69).

22

Tabel 2.3
Komponen pertambahan berat badan ibu selama hamil
Komponen
Jaringan ekstrauterine
Janin
Cairan amnion
Plasenta
Payudara
Tambahan darah
Tambahan cairan jaringan
Tambahan jaringan lemak

Jumlah (dalam kg)


1
3- 3,8
1
1-1,1
0,5 2
2 2,5
1,5 2,5
2 2,5
11,5 16

Total

Sumber : Sulistiawati, 2011; h. 68 - 69.


2.1.5.9 System Metabolisme
Janin membutuhkan 30 - 40 gram kalsium untuk pembentukan
tulangnya dan ini terjadi ketika trimester terakhir. Kebutuhan
zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000 mg, 500 mg
dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan
300 mg untuk transportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki
usia 12 minggu, 200 mg sisanya untuk menggantikan cairan
yang keluar dari tubuh. Wanita hamil membutuhkan zat besi
rata - rata 3,5 mg/ hari. Pada metabolisme lemak terjadi
peningkatan kadar kolesterol sampai 350 mg atau lebih per 100
cc.

Hormon

somatotropin

mempunyai

peranan

dalam

pembentukan lemak pada payudara. Deposit lemak lainnya


tersimpan dibadan, perut, paha, dan tangan.

23

Pada metabolisme mineral yang terjadi adalah sebagai berikut:


a. Kalsium
Dibutuhkan rata - rata 1,5 gram sehari, sedangkan untuk
pembentukan tulang terutama di trimester akhir dibutuhkan
30 - 40 gram
b. Fosfor
Dibutuhkan rata - rata 2gr/hari
c. Air
Wanita

hamil

cenderung

mengalami

retensi

air

(Sulistyawati, 2012; h. 63).


2.1.6 Kebutuhan Fisik Ibu Hamil
2.1.6.1 Oksigen
Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk
ibu hamil. Berbagai gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat
hamil sehingga akan mengganggu pemenuhan kebutuhan
oksigen pada ibu yang akan berpengaruh pada bayi yang
dikandung. Untuk mencegah hal tersebut dan untuk memenuhi
kebutuhan oksigen maka ibu perlu :
1. Latihan nafas melalui senam hamil
2. Tidur dengan bantal yang lebih tinggi
3. Makan tidak terlalu banyak
4. Kurangi dan hentikan merokok

24

5. Konsul ke dokter bila ada kelainan atau gangguan


pernapasan

seperti asma dan lain - lain (Kuswanti, 2014;

h. 117)
2.1.6.2 Nutrisi
Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi.
Kekurangan nutrisi dapat meneyebabkan anemia, abortus,
IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca perslinan, sedangkan
kelebihan makanan karena beranggapan pemenuhan makanan
untuk dua orang akan berakibat kegemukan, pre eklamsi, janin
terlalu besar (Sulistyawati, 2012; h. 107).
a) Kalori
Kebutuhan energi pada ibu hamil adalah sebesar 285 kkl
per hari. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok
kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. Pada TM
I kebutuhan energi meningkat untuk organogenesis atau
pembentukan organ-organ penting janin, dan jumlah
tambahan energi terus meningkat pada trimester II dan III
untuk pertumbuhan janin (Sulistyawati, 2012; h. 108).
Pada trimester ketiga, janin mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan janin yang
pesat ini terjadi pada 20 minggu terakhir kehamilan.
Umumnya nafsu makan sangat baik dan ibu sangat merasa
lapar (Kus wanti, 2014; hal. 119).

25

b) Protein
Protein sangat dibutuhkan untuk perkembangan buah
kehamilan yaitu untuk pertumbuhan janin, uterus, plasenta,
selain itu untuk ibu penting untuk pertumbuhan payudara
dan kenaikan sirkulasi ibu (protein plasma, hemoglobin, dan
lain-lain). Bila wanita tidak hamil, konsumsi protein yang
ideal adalah 0,9 gram/KgBB/hari tetapi selama kehamilan
di butuhkan tambahan protein hingga 30 gram/hari
(Kuswanti, 2014; hal. 119).
Pembentukan jaringan baru dari janin dan untuk tubuh ibu
di butuhkan protein sebesar 910 gram dalam 6 bulan
terakhir kehamilan. Dibutuhkan tambahan 12 gram protein
sehari untuk ibu hamil (Pantiawati dan Saryono, 2010; h.
81).
c) Zat besi
Anemia sebagian besar disebabkan oleh defisensi zat besi,
oleh karena itu perlu di tekankan kepada ibu hamil untuk
mengkonsumsi

zat

besi

selama

hamil dan

setelah

melahirkan. Kebutukan zat besi selama hamil meningkat


sebesar 300%, dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi
hanya dari asupan makanan ibu selama hamil, melainkan
perlu ditunjang dengan suplemen zat besi. Pemberian
suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke -12

26

kehamilan sebesar 30 -60 gram setiap hari selama


kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk
mencegah anemia postpartum (Sulistyawati, 2012; h. 108).
Pemberian tablet Fe secara rutin adalah untuk membangun
cadangan besi, sintesa sel darah merah, dan sintesa darah
otot.

Setiap tablet Fe mengandung FeSO4 320 mg ( zat

besi 30 mg ), minimal 90 tablet selama kehamilan. Tablet


Fe sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi karena
mengandung tannin atau
penyerapan zat besi

pitat

yang

menghambat

(Jannah, 2012; h 148 ).

d) Asam folat
Menurut konsep evidence bahwa pemakaian asam folat
pada

masa pre dan perikonsepsi menurunkan resiko

kerusakan otak,

kelainan neural, spina bifida dan

anencepalus, baik pada ibu

hamil yang normal maupun

beresiko. Asam folat juga berguna

untuk

produksi sel darah merah, sintesis DNA pada

membantu
janin

dan pertumbuhan plasenta. Minimal pemberian suplemen


asam folat di mulai dari dua bulan sebelum konsepsi dan
berlanjut hingga tiga bulan pertama kehamilan. Dosis
pemberian asam folat
mikrogram

untuk preventif adalah 500

atau 0,5 - 0,8 mg, sedangkan untuk

27

kelompok dengan faktor

resiko

adalah

mg/hari

(Pantiawati dan Saryono, 2010; h. 80).


e) Kalsium
Untuk pembentukan tulangdan gigi bayi. Kebutuhan
kalsium ibu hamil sebesar 500 mg sehari (Pantiawati
dan Saryono, 2010; h. 81)
2.1.6.3 Personal hygiene
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan
sedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk
mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan diri
terutama lipatan kulit dengan cara dibersihkan dengan air dan
dikeringkan (Kuswanti, 2014; h. 119).
2.1.6.4 Kebutuhan Ibu Hamil Akan Seksual
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama
tidak ada riwayat penyakit seperti :
a) Sering abortus dan kelahiran premature
b) Perdarahan pervaginam
c) Koitus harus dilakukan secara hati-hati terutama pada
minggu terakhir kehamilan
d) Bila ketuban sudah pecah, dilarang koitus karena dapat
menyebabkan infeksi janin intra uteri (Kuswanti, 2014; hal.
121).

28

2.1.6.5 Istirahat
Dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil, salah satunya
beban berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh,
tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan, oleh karena itu
istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil. Pada
trimester akhir

kehamilan

bertambahnya ukuran

sering

janin,

diiringi

sehingga

dengan

terkadang

ibu

kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan


nyaman untuk tidur. Posisi tidur yang di anjurkan pada ibu
hamil adalah miring ke kiri, kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit
menekuk

dan

di

ganjal

dengan

bantal,

dan

untuk

mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada


perut bawah sebelah kiri (Kuswanti, 2014; h. 123).
2.1.6.6 Perawatan payudara
Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan
payudara adalah sebagai berikut :
a) Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat
dan yang menggunakan busa, karena akan mengganggu
penyerapan keringat di payudara
b) Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara
c) Hindari pembersihan puting susu dengan sabun mandi
karena akan menyebabkan iritasi. Bersihkan susu dengan
baby oil atau minyak kelapa lalu bilas dengan air hangat

29

d) Jika ditemukan pengeluaran cairan berwarna kekuningan


dari

payudara

berarti

produksi

asi

sudah

dimulai

(Sulistyawati, 2012; h. 118).


2.1.6.7 Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan
eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kemih.
Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron
yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya
adalah otot usus. Selain itu desakan usus oleh pembesaran
janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi. Tindakan
pencegahan

yang

dapat

dilakukan

adalah

dengan

mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air


putih hangat ketika lambung dalam keadaan kosong yang
berfungsi untuk merangsang gerak peristaltik usus. Sering
buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh
ibu hamil, terutama pada Trimester I dan III. Hal tersebut
adalah kondisi yang fisiologis. Ini terjadi karena pada awal
kehamilan terjadi pembesaran uterus yang mendesak kandung
kemih sehingga kapasitasnya berkurang. Sedangkan pada TM
III terjadi pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan
pada kantong kemih. Tindakan mengurangi asupan cairan
untuk mengurangi keluhan sangat tidak dianjurkan karena
dapat menyebabkan dehidrasi (Kuswanti, 2014; h. 121).

30

2.1.6.8 Pekerjaan
Wanita hamil tetap dapat bekerja namun aktivitas yang di
jalaninya tidak boleh terlalu berat. Istirahat untuk ibu hamil
sangat di anjurkan sesering mungkin. Seorang wanita hamil di
sarankan untuk menghentikan aktivitasnya apabila merasakan
gangguan dalam kehamilan (Sulistyawati, 2012; h. 127).
Hindari pekerjaan yang membahayakan, terlalu berat, atau
berhubungan dengan radiasi/bahan kimia, terutama pada usia
kehamilan muda (Dewi dan Sunarsih, 2011; h. 124).
2.1.6.9 Lingkungan yang bersih
Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan yang
bersih, karena kemungkinan terpapar kuman dan zat toksik
yang berbahaya bagi ibu dan janin akan terminimalisasi.
Lingkungan yang bersih disini adalah termasuk bebas dari
polusi udara seperti asap rokok (Sulistyawati, 2012; h. 110).
2.1.6.10 Body Mekanik
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan
mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran
janin. Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang
punggung bertambah lordosis karena tumpuan tubuh bergeser
lebih ke belakang di banding sikap tubuh ketika tidak hamil.
Keluhan yang sering muncul dari perubahan ini adalah rasa
pegal di punggung dan kram kaki ketika tidur malam hari.

31

Untuk mencegah dan mengurangi keluhan ini perlu adanya


sikap tubuh yang baik. Beberapa hal yang perlu di perhatikan
adalah memakai sepatu hak dengan hak yang rendah atau tanpa
hak dan jangan terlalu sempit. Posisi tubuh saat mengangkat
beban, yaitu dalam keadaan tegak dan pastikan beban terfokus
pada lengan. Tidur dengan posisi kaki di tinggikan. Duduk
dengan posisi punggung tegak, dan Hindari duduk atau berdiri
terlalu lama (Kuswanti, 2014; hal. 121).
2.1.6.11 Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk
mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan
janin. Jenis imunisasi yang di berikan adalah tetanus toxoid
(TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.
Tabel 2.3 Pemberian suntikan TT
Jenis
suntikan
TT 1

Interval

Lama
perlindungan
-

%
perlindungan
-

3 tahun

80

5 tahun

95

TT 3

Pada
kunjungan
antenatal pertama
4 minggu setelah
TT1
6 bulan setelah TT 2

TT 4

1 tahun setelah TT 3

10 tahun

99

TT 5

3 tahun setelah TT 4

25 tahun/ seumur
hidup

99

TT 2

Sumber: Pusdiknakes, dalam Sulistyawati, 2012; h. 121

32

2.1.6.12 Senam Hamil


Senam hamil bukan merupakan keharusan. Namun, dengan
melakukan senam hamil akan banyak memberikan manfaat
dalam membantu kelancaran proses persalinan antara lain
dapat melatih pernafasan dan relaksasi, menguatkan otot - otot
panggul dan perut, serta melatih cara mengedan yang benar.
Kesiapan ini merupakan bekal penting bagi calon ibu saat
persalinan.
Manfaat senam hamil secara teratur dan terukur sebagai
berikut:
a) Memperbaiki sirkulasi darah.
b) Mengurangi pembengkakan.
c) Memperbaiki keseimbangan otot.
d) Mengurungi resiko gangguan gastrointestinal, termasuk
sembelit
e) Mengurangi kejang kaki/kram.
f) Menguatkan otot perut.
g) Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan
(Jannah, 2012; h.159)

33

Langkah - Langkah Senam Hamil :


1. Latihan Pendahuluan
Latihan 1
a. Duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan, kedua
tungkai diluruskan dan dibuka sedikit, seluruh tubuh
lemas dan rileks
b. Gerakkan kaki kiri jauh ke depan, kaki kanan jauh ke
belakang, lalu sebaliknya gerakkan kaki kanan jauh ke
depan, kaki kiri jauh ke belakang, lakukan masing masing 8 kali
c. Gerakkan kaki kanan dan kiri bersama - sama jauh ke
depan dan ke belakang lakukan masing - masing 4 kali
d. Gerakkan kaki kanan dan kiri sama-sama ke kanan dan
ke kiri
e. Gerakkan kaki kanan dan kiri sama - sama kearah dalam
sampai ujung jari menyentuh lantai lalu gerakkan kaki
kea rah luar, lakukan masing - masing 4 kali
f. Putar kedua kaki bersama - sama ke kanan dan ke kiri
masing - masing 4 kali

34

Latihan 2
a. Duduk tegak kedua tungkai lurus dan rapat
b. Letakkan tungkai kanan di atas tungkai kiri, kemudian
tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai
kanan sambil mengempeskan dinding perut bagian atas
dan mengerutkan liang dubur beberapa saat kemudian
istirahat
c. Ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri di atas tungkai
kanan, lakukan masing - masing 8 kali
Latihan 3
a. Duduk tegak kedua tungkai kaki lurus, rapat dan rileks
b. Angkat tungkai kanan ke atas lalu letakkan kembali,
angkat tungkai kiri ke atas lalu letakkan kembali,
lakukan masing-masing 8 kali
Latihan 4
a. Duduk bersila badan tegak dengan kedua tangan di atas
bahu, kedua lengan di samping badan
b. Tekan samping mamae dengan sisi lengan atas
c. Lalu putar kedua lengan tersebut ke depan, ke atas
sampai ke telinga
d. Teruskan sampai ke belakang dan akhirnya kembali
kesikap semula
e. Lakukan gerakan di atas sebanyak 8 kali

35

Latihan 5
a. Berbaring terlentang kedua tangan di samping badan dan
kedua kaki lurus
b. Angkat kedua tungkai bersama - sama, kedua lutut
jangan ditekuk, kemudian turunkan kembali perlahanlahan
c. Lakukan gerakan di atas sebanyak 8 kali
Latihan 6
a. Berbaring terlentang kedua lengan di samping badan
dan kedua lutut di tekuk
b. Angkat pinggang sampai badan dan kedua tungkai atas
membentuk sudut dengan lantai yang di tahan oleh
kedua kaki dan bahu, turunkan perlahan - lahan
c. Lakukan gerakan diatas sebanyak 8 kali
2. Latihan Inti
Latihan pada minggu ke 22 - 25 kehamilan
1. Latihan pembentukan sikap tubuh
a. B e r b a r i n g terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua
lengan di samping badan dan santai
b. Angkat pinggang sampai badan membentuk
lengkungan lalu tekankan pinggang ke lantai sambil
mengempiskan perut, serta Kerutkan otot - otot anus
c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali

36

2. Latihan kontraksi relaksasi


a. Berbaring terlentang, kedua lengan di samping badan,
kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks
b. Tegangkan otot - otot muka dengan jalan
mengerutkan dahi, mengatupkan tulang dan
menegangkan otot - otot leher selama seberapa detik,
lalu lemaskan dan rileks
c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. latihan pernafasan
a. Berbaring terlentang kedua lengan di samping badan,
kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks
b. Letakkan tangan kiri di atas perut
c. Lakukan pernafasan diafragma yaitu tarik nafas
melalui hidung, tangan kiri naik ke atas mengikuti
dinding perut yang menjadi naik, lalu hembuskan
nafas melalui mulut
d. Lakukan gerakan di atas sebanyak 8 kali dengan
interval 2 menit
Latihan pada minggu ke 26 - 30 kehamilan
1. Latihan pembentukan sikap tubuh
a. Merangkak kedua tangan sejajar bahu, tubuh sejajar
dengan lantai, sedangkan tangan dan paha tegak lurus

37

b. Tundukkan kepala sampai terlihat ke arah vulva,


pinggang diangkat sambil mengempiskan perut bawah
dan mengerutkan anus
c. Lalu turunkan pinggang, angkat kepala sambil
lemaskan otot - otot dinding perut dan dasar panggul
d. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
2. Latihan kontraksi dan relaksasi
a. Berbaring terlentang, kedua tangan di samping badan,
kedua kaki ditekuk pada lutut dan santai
b. Lemaskan seluruh tubuh, kepalkan kedua tangan dan
tegangkan selama beberapa detik lalu lemaskan lagi
c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. Latihan pernafasan
a. Tidur terlentang kedua kaki ditekuk pada lutut, kedua
lengan di samping badan dan lemaskan badan
b. Lakukan pernafasan thoraks (dada) yang dalam
selama 1 menit, lalu diikuti dengan pernafasan
diafragma
c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
Latihan pada minggu ke 31 - 34 kehamilan
1. Latihan pembentukan sikap tubuh
a. Berdiri tegak kedua lengan disamping badan, kedua
kaki selebar bahu dan berdiri rileks

38

b. Lakukan gerakan jongkok perlahan - lahan, badan


tetap lurus
c. Lalu berdiri tegak perlahan - lahan
d. Pada permulaan berlatih, supaya jangan jatuh, kedua
tangan boleh berpegang pada sandaran kursi
e. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
2. Latihan kontraksi dan relaksasi
a. Tidur terlentang kedua kaki ditekuk pada lutut, kedua
lengan di samping badan dan lemaskan badan
b. Lakukan pernafasan thoraks (dada) yang dalam
selama 1 menit, lalu diikuti dengan pernafasan
diafragma
c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. Latihan pernafasan
Latihan pernafasan seperti telah dilakukan pada minggu
ke 26 - 30 kehamilan dengan frekuensi 26 - 28 kali
permenit dan lebih cepat
Latihan pada minggu ke 35 kehamilan sampai akan partus
1. Latihan pembentukan sikap
a. Berbaring terlentang, kedua tangan di samping badan,
kedua kaki ditekuk pada lutut dan santai
b. Angkat badan dan bahu, letakkan dagu di atas dada
melihatlah ke arah vulva

39

c. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali dengan interval


2 menit
2. Latihan kontraksi dan relaksasi
a. Berbaring terlentang kedua lengan di samping badan
kedua kaki lurus lemaskan seluruh tubuh lakukan
pernafasan secara teratur dan berirama
b. Tegangkan seluruh otot tubuh dengan cara katupkan
rahang, kerutkan dahi, tegangkan otot - otot leher,
kepalkan kedua tangan, tegangkan bahu, tegangkan
otot -otot perut, kerutkan anus, tegangkan kedua kaki
dan tahan nafas
c. Setelah beberapa saat, kembali kesikap semula dan
lemaskan seluruh tubuh
d. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. Latihan pernafasan
a. Tidur terlentang kedua lutut dipegang dengan kedua
lengan (posisi litotomi) dan rileks
b. Buka mulut sedikit dan bernafas sedalam - dalamnya,
lalu tutup mulut
c. Latihan mengedan seperti buang air besar ke arah
bawah depan. Setelah lelah mengedan kemudian
kembali ke posisi semula

40

d. Lakukan gerakan di atas sebanyak 4 kali dengan


interval 2 menit
3. Latihan Penenangan dan Relaksasi
1. Latihan penenangan
a. Berbaring miring ke arah punggung janin misalnya ke
kiri
b. Lutut kanan diletakkan di depan lutut kiri dan
keduanya ditekuk
c. Tangan kanan ditekuk di depan badan dan tangan kiri
di belakang badan
d. Tenang, lemaskan seluruh badan, mata dipicingkan.
hilangkan semua suara yang mengganggu atasi
tekanan
e. Lakukan gerakan ini selama 5 - 10 menit
2. Latihan relaksasi
a. Tutup mata dan lemaskan semua persendian,
lemaskan otot - otot badan termasuk muka, pilihlah
tempat yang tenang
b. Atau tutuplah mata, telinga pusatkan pikirkan pada
satu titik, misalnya pada irama nafas
c. Posisi relaksasi : berbaring terlentang, kedua lutut
ditekuk atau berbaring miring (Daftar Tilik Adila)

41

2.1.7 Tanda Bahaya Kehamilan


A. Kehamilan Muda
a) Perdarahan pervagina
1. Abortus
2. Kehamilan Mola
3. Kehamilan Ektopik
b) Hiperemesis Gravidarum (Sulistyawati, 2012;h. 149 - 153)
B. Kehamilan Lanjut
a) Perdarahan pervaginam
b) Sakit kepala yang hebat
c) Penglihatan kabur
d) Bengkak di wajah dan jari - jari tangan
e) Keluar cairan pervaginam
f)

Gerakan janin tidak terasa

g) Nyeri perut yang hebat (Kuswanti, 2014; h. 156 - 158).


2.1.8 Persiapan Persalinan
Persiapan persalinan adalah rencana tindakan yang di buat oleh ibu,
anggota keluarga dan bidan. Rencana ini tidak harus dalam bentuk
tertulis dan biasanya memang tidak tertulis. Rencana ini hanya lebih
sekedar diskusi untuk memastikan bahwa ibu menerima asuhan yang ia
perlukan. Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi
kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan

42

kemungkinan ibu akan menerima asuhan yang akan sesuai dan tepat
waktu (Jannah, 2012; h. 154).
Beberapa hal yang harus di persiapkan untuk persalinan adalah sebagai
berikut :
a)

Biaya dan penentuan tempat melahirkan

b)

Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan


jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan

c)

Baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya

d)

Surat-surat fasilitas kesehatan (ASKES, kartu sehat, jaminan


kesehatan dari tempat kerja dan lain-lainnya)

e)

Pembagian peran saat berada di RS (Sulistyawati, 2012; h.122)

2.1.9 Tanda - tanda persalinan


a.

Terjadinya his persalinan


Pinggang terasa sakit menjalar kedepan, sifat his teratur, interval
makin pendek, dan kekuatan makin besar.

b.

Pengeluaran lendir dan darah

c.

Pengeluaran cairan (Sulistyawati dan Nugraheny, 2012; h. 7)

2.1.10 Ketidaknyamanan dan cara mengatasinya


Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang
semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis.
Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami
ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap

43

perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan (Sulistyawati, 2012; h.


123).
2.1.10.1 Ketidaknyamanan pada trimester I :
a. Rasa mual dan muntah
Peningkatan kadar HCG, estrogen, dan progesteron serta
relaksasi dari otot - otot halus (Sulistyawati, 2012; h. 139)
Cara mengatasinya :
1. Hindari bau dan faktor penyebab lain
2. Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun
dari tempat tidur
3. Makan sedikit tapi sering
4. Duduk tegak setiap kali selesai makan
5. Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu keras
6. Makan makanan kering di antara waktu makan
7. Jangan langsung gosok gigi
8. Istirahat seperlunya (Hani dkk, 2011; h. 54).
b. Kelelahan
Penyebab

tidak

diketahui

secara

spesifik,

mungkin

berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal


pada masa awal kehamilan.
Cara mengatasinya :
1. Yakinkan bahwa hal ini normal
2. Dorong ibuuntuk sering beristirahat

44

3. Hindari istirahat yang berlebihan (Sulistyawati, 2012; h.


130).
c. Sering BAK
Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air kecil
pada malam hari akibat ekskresi sodium yang meningkat
bersamaan dengan terjadinya pengeluaran air, serta Air dan
sodium tertahan di dalam tungkai bawah selama siang hari
karena stasis pada vena, pada malam hari terdapat aliran
balik vena yang meningkat dengan akibat peningkatan
dalam jumlah urine (Sulistyawati, 2012; h.126).
Cara mengatasinya
1. KIE tentang penyebab sering BAK
2. Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan
3. Perbanyak minum pada siang hari
4. Jangan

kurangi

minum

di

malam

hari

kecuali

mengganggu tidur dan mengalami kelelahan


5. Hindari minum kopi dan teh sebagai diuresis
6. Berbaring miring kiri saat tidur untuk meningkatkan
diuresis (Hani dkk, 2011; h. 59).
d. Ngidam
Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tesebut
mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah.

45

Indra pengecap menjadi lebih tumpul, jadi ibu lebih mencari


makanan dengan cita rasa yang lebih merangsang.
Cara mengatasinya :
1. Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asalkan
cukup bergizi dan makanan yang sehat.
2. Menjelasakan tentang bahaya memakan makanan yang
tidak baik (Sulistyawati, 2012; h. 131)
e. Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina dan peningkatan produksi lendir
dan kelenjar endocervikal sebagai akibat dari peningkatan
kadar estrogen.
Cara mengatasinya :
1. Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar
menyerap cairan
3. Hindari pakian dalam dari bahan nilon
4. Hindari

pemakaian

pantyliner

dari

bahan

nilon

(Sulistyawati, 2012; h. 132)


f. Epulis
Peningkatan estrogen dan progesteron meningkatkan aliran
darah ke rongga mulut; hipervaskularisasi pembuluh darah
kapiler gusi sehingga terjadi edema dan hiperplastis.

46

Cara mengatasinya :
1. Berkumur dengan air hangat dan asin
2. Menggosok

gigi

secara

teratur

dan

menjaga

kebersihannya
3. Memeriksakan gusi secara teratur (Hani dkk, 2011; h.
53)
2.1.7.2 Ketidaknyamanan trimester II :
a. Chloasma/perubahan warna areola mamae
Kecenderungan genetik peningkatan kadar estrogen dan
mungkin progesteron.
Cara mengatasinya :
1. Hindari

sinar

matahari

berlebihan

selama

masa

kehamilan
2. Gunakan bahan pelindung non alergi (Sulityawati, 2012;
h.

124)

b. Striae gravidarum
Penyebab masih belum bisa di jelaskan, dapat timbul akibat
perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon
dan peregangan, mungkin berkaitan dengan ekskresi
kortikosteroid (Sulityawati, 2012; h. 127).

47

Cara mengatasinya :
1. Gunakan emollien luar atau antiprurutik menurut
indikasinya
2. Gunakan pakaian
abdomen

yang

menopang

payudara

dan

(Hani dkk, 2012; h. 62).

c. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan
menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus
besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
1. Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya
buah, dan sayuran, minum air hangat terutama ketika
perut kosong.
2. Istirahat cukup
3. Senam hamil
4. Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada
dorongan (Hani dkk, 2011; h. 55).
d. Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap
vena hemoroidal, dukungan yang tidak memadai pada vena
hemoroid di area annorektal (Sulistyawati, 2012; h. 129).

48

Cara mengatasinya :
1. Pencegahan agar feses tidak keras, contoh makan sayur
yang berserat dan buah
2. Duduk jangan terlalu lama
3. Posisi tidur miring
4. Kompres dingin/hangat
5. Obat suppositoria atas indikasi dokter (Pantiawati dan
saryono, 2010; h.107).
e. Perut kembung
Penggerak

motilitas

gastrointestinal

menurun

yang

menyebabkan terjadinya pelambatan waktu pengosongan


serta penekanan dari uterus yang membesar terhadap usus
besar.
Cara mengatasinya :
1. Hindari makanan yang mengandung gas
2. Kunyahlah makanan secara sempurna
3. Lakukan senam secara teratur
4. Pertahankan saat kebiasaan buang air besar yang normal
(Sulistyawati, 2012; h. 137).

49

2.1.7.3 Ketidaknyamanan yang sering terjadi pada trimester III yaitu :


1. Sesak nafas
Dengan

semakin

mengalami

membesarnya

desakan

pada

uterus,

diafragma

maka

akan

sehingga

akan

mengalami kenaikan
4 cm; terjadi pelebaran sudut toraks dari 68 sampai103
derajat; Peningkatan progesteron menyebabkan peningkatan
pusat saraf untuk konsumsi oksigen (Hani dkk, 2011; h. 64).
Cara mengatasinya :
a) Sikap tubuh yang benar
b) Tidur dengan bantal ekstra
c) Makan jangan terlalu kenyang porsi kecil tapi sering
d) Jangan merokok
e) Jika berlebihan pergi ke dokter (Pantiawati dan Saryono,
2010; h.106).
2. Sering Kencing
Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air kecil
pada malam hari akibat ekskresi sodium yang meningkat
bersamaan dengan terjadinya pengeluaran air, serta Air dan
sodium tertahan di dalam tungkai bawah selama siang hari
karena stasis pada vena, pada malam hari terdapat aliran
balik vena yang meningkat dengan akibat peningkatan
dalam jumlah urine (Sulistyawati, 2012; h.126).

50

Cara mengatasinya
1. KIE tentang penyebab sering BAK
2. Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan
3. Perbanyak minum pada siang hari
4. Jangan

kurangi

minum

di

malam

hari

kecuali

mengganggu tidur dan mengalami kelelahan


5. Hindari minum kopi dan teh sebagai diuresis
6. Berbaring miring kiri saat tidur untuk meningkatkan
diuresis (Hani dkk, 2011; h. 59)
3. Insomnia
Pola tidur berubah, dan bangun di tengah malamyang di
akibatkan kurang nyaman karena pembesaran uterus, buang
air kecil di malam hari, hidung tersumbat, sakit otot, stres
dan cemas (Sulistyawati, 2012; h. 131).
Cara mengatasinya
1) Istirahat usap - usap punggung
2) Minum susu hangat, mandi air hangat sebelum tidur
3) Topang bagian tubuh dengan bantal (Pantiawati dan
Saryono, 2010; h.107)
4. Nyeri punggung bagian atas dan bawah
Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat
tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf.

51

Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian


tengah atau bawah mendapat tekanan berat.
Cara mengatasinya
1. Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat
barang yang jatuh, misalnya dengan jongkok, lebarkan
kaki dan letakkan satu kaki sedikit didepan.
2. Hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan
beban yang terlalu berat.
3. Gunakan

bantal

waktu

tidur

untuk

meluruskan

punggung.
4. Gunakan kasur yang keras untuk tidur
5. Senam hamil
6. Masase daerah pinggang dan punggung (Hani dkk, 2011;
h.
5.

65).

Edema umum
Sirkulasi darah. Terjadi gangguan sirkulasi darah akibat
pembesaran dan penekanan uterus terutama pada vena
pelvis ketika duduk dan vena cava inferior ketika berbaring;
Peningkatan penyerapan kapiler
Cara mengatasinya
1. Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama
2. Istirahat dengan berbaring miring ke kiri, dan kaki agak
ditinggikan.

52

3. Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat


4. Olahraga atau senam hamil
5. Hindari sendal atau sepatu hak tinggi (Hani dkk, 2011; h.
58).
6.

Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina dan peningkatan produksi lendir
dan kelenjar endocervikal sebagai akibat dari peningkatan
kadar estrogen.
Cara mengatasinya :
1. Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar
menyerap cairan
3. Hindari pakaian dalamdari bahan nilon
4. Hindari

pemakaian

pantyliner

dari

bahan

nilon

(Sulistyawati, 2012; h. 132).


7.

Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan
menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus
besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
1. Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya
buah, dan sayuran, minum air hangat terutama ketika
perut kosong.

53

2. Istirahat cukup
3. Senam hamil
4. Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada
dorongan (Hani dkk, 2011; h. 55).
8.

Kram trutama pada kaki


Penurunan kalsium dan alkalosis terjadi akibat perubahan
pada sistem pernafasan, tekanan uterus pada saraf, keletihan
dan sirkulasi yang buruk pada tungkai
Cara mengatasinya :
1. Kurangi konsumsi fosfor tinggi supaya terjadi relaksasi
pada otot - otot kaki
2. Beri kompres hangat pada kaki
3. Konsumsi cukup kalsium
4. Istirahat yang cukup (Hani dkk, 2011; h. 66).

9.

Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap
vena hemoroidal, dukungan yang tidak memadai pada vena
hemoroid di area annorektal (Sulistyawati, 2012; h. 129).
Cara mengatasinya :
1. Pencegahan agar feses tidak keras, contoh makan sayur
yang berserat dan buah
2. Duduk jangan terlalu lama
3. Posisi tidur miring

54

4. Kompres dingin/hangat
5. Obat suppositoria atas indikasi dokter (Pantiawati dan
Saryono, 2010; h.107)
2.1.11 Kebutuhan Psikologis Ibu Hamil TM III
a) Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah
normal.
b) Menenangkan ibu
c) Membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tanda-tanda
persalinan yang sebenarnya
d) Meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu untuk
membantu melahirkan bayinya (Kuswanti, 2014. h; 136).
2.2 Teori Manajemen Kebidanan Menurut Varney
2.2.1 Pengertian
Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh
dan menyeluruh dari bidan kepada kliennya, yang merupakan suatu
proses menejemen kebidanan yang di selanggarakan untuk memberikan
pelayanan yang berkualitas melalui tahapan dan langkah langkah
yang di susun secara sistematis untuk mendapatkan data, memberikan
pelayanan yang benar sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang
dilakukan dengan tepat (Rukiyah dkk, 2009; h.180).

55

2.2.2 Langkah dalam manajemen kebidanan menurut Varney


2.2.2.1 Pengkajian data
Pada langkah pertama dikumpulkan semua informasi yang akurat
dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi
klien.
Pengkajian data wanita

hamil terdiri atas anamnesis,

pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (Hani dkk,


2011; h. 86).
A. Data subjektif
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara:
1) Identitas pasien
a) Nama
Mengetahui nama klien dan suami berguna untuk
memperlancar komunikasi dalam asuhan sehingga
tidak terlihat kaku dan lebih akrab (Walyani, 2015; h.
118).
Nama jelas dan lengkap, bila perlu nama panggilan
sehari - hari agar tidak keliru dalam memberikan
penanganan (Ambarwati, 2010; h.131).
b) Usia/tanggal lahir
Umur perlu diketahui guna mengetahui apakah klien
dalam kehamilan yang berisiko atau tidak. Usia di

56

bawah 16 tahun dan diatas 35 tahun merupakan umur


-umur yang berisiko tinggi untuk hamil.
Umur yang baik untuk kehamilan maupun persalinan
adalah 19 - 25 tahun (Walyani, 2015; h. 118 ).
c) Agama
Untuk mengetahui keyakinan pasien tersebut untuk
membimbing atau mengarahkan pasien dalam berdoa
(Ambarwati, 2008; h.132)
d) Suku
Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari hari (Ambarwati, 2010 hal :132)
e) Pendidikan
Tingkat pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan
dalam

kualitas

perawatan

kehamilan.Peguasaan

pengetahuaan juga erat kaitannya dengan tingkat


pendidikan seseorang (Jannah, 2012; h. 143)
Berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya,
sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai
dengan pendidikannnya (Ambarwati, 2015; h. 132)

57

f) Pekerjaan
Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat
social ekonominya, karena ini juga mempengaruhi
dalam gizi pasien tersebut (Ambarwati, 2010; h. 132)
Mengetahui pekerjaan klien adalah penting untuk
mengetahui apakah klien berada dalam keadaan utuh
dan untuk mengkaji potensi kelahiran, prematur dan
pajanan terhadap bahaya lingkungan kerja, yang dapat
merusak janin (Walyani, 2015; h. 118)
g) Alamat
Alamat rumah klien perlu diketahui bidan untuk lebih
memudahkan saat pertolongan persalinan dan untuk
mengetahui jarak rumah dengan tempat rujukan (Wal
yani, 2015; h. 119)
Ditanyakan untuk mempermudah kunjungan rumah
bila diperlukan (Ambarwati, 2010 hal :132)
2) Keluhan utama
Keluhan utama adalah alasan kenapa klien datang ke
tempat bidan. Hal ini disebut tanda atau gejala.
Dituliskan sesuai dengan yang di ungkapkan oleh klien
serta tanyakan juga sejak kapan hal tersebut di
keluhkan oleh klien (Walyani, 2015 ; h. 124)

58

Pada kasus ibu hamil dengan perubahan fisiologis TM III


keluhan utamanya adalah konstipasi, bengkak pada kaki,
kram pada kaki, sesak nafas, varises, sering BAK,
keputihan dan nyeri punggung (Hani dkk, 2011; h. 51 56)
3) Riwayat kebidanan
A. Menstruasi
Beberapa data yang harus kita peroleh dari riwayat
menstruasi antara lain sebagai berikut :
a) Menarche
Usia pertama kali mengalami menstruasi. Wanita
Indonesia umumnya mengalami menarche sekitar
12 sampai 16 tahun (Sulistyawati, 2012; h. 181)
b) Siklus
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi
yang dialami dengan menstruasi berikutnya, dalam
hitungan hari. Biasanya sekitar 23 sampai 32 hari
(Sulistya wati, 2012; h. 181).
Siklus haid terhitung mulai hari pertama haid
hingga hari pertama haid berikutnya, siklus haid
perlu di tanyakan untuk mengetahui apakah klien
mempunyai kelainan siklus haid atau tidak. Siklus

59

normal haid biasanya 28 hari (Walyani, 2015; h.


118)
c) Volume
Normalnya yaitu 2 kali ganti pembalut dalam
sehari. Apabila darahnya terlalu berlebih, itu
berarti

telah

menunjukkan

gejala

kelainan

banyaknya darah haid (Walyani, 2015; h. 118).


d) Keluhan
Sadar/ tidak akan kemungkinan hamil, apakah
semata-mata ingin periksa hamil, atau ada keluhan/
masalah lain yang dirasakan (Dewi dan Sunarsih,
2011; h. 151).
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang
dirasakan ketika mengalami menstruasi, misalnya
nyeri hebat, sakit kepala sampai pingsan, atau
jumlah darah yang keluar banyak. Ada beberapa
keluhan yang disampaikan oleh pasien menunjuk
kepada diagnosis tertentu (Sulistyawati, 2012;
h.181).
e) HPHT
Bidan ingin mengetahui tanggal hari pertama dari
menstruasi terakhir klien untuk memperkirakan

60

kapan kira - kira sang bayi akan di lahirkan


(Walyani, 2015; h. 120).
B. Gangguan kesehatan alat reproduksi
Data ini sangat penting untuk kita kaji karena akan
mem
berikan petunjuk bagi kita tentang organ reproduksi
pasien. Ada beberapa penyakit organ reproduksi yang
berkaitan

erat

dengan

personal

hygiene,

atau

kebiasaan lain yang tidak mendukung kesehatan


reproduksinya. Jika didapatkan adanya salah satu atau
beberapa riwayat gangguan kesehatan reproduksi,
maka kita harus waspada akan adanya kemungkinan
gangguan kesehatan alat reproduksi pada masa
kehamilan.
Beberapa data yang perlu kita kaji dari pasien adalah
apakah pasien pernah mengalami gangguan seperti
berikut keputihan, infeksi, gatal karena jamur tumor
(Su listyawati, 2012, h.182 ).
4) Riwayat obstetri
Masalah obstetrik, medis dan sosial yang lain, dalam
kehamilan (preeklamsi dan lain-lain), dalam persalinan
(malpersentasi, drip oksitosin, dan lain-lain), bentuk
persalinan (spontan, SC, forcep, atau vakum ekstraksi),

61

dalam nifas (perdarahan, infeksi kandungan, bagaimana


laktasi, dan lain-lain), berat lahir bayi, jenis kelamin
bayi, kelainan kongenital bayi dan komplikasi yang lain
seperti ikterus, status bayi saat lahir (hidup atau mati),
status kehidupan bayi, jika meninggal apa penyebabnya.
Pertanyaan
persalinan

ini

sangat

pimpinan

mempengaruhi

persalinan,

karena

prognosis
jalannya

persalinan yang lampau adalah hasil ujian dari segala


fakor yamg mempengaruhi persalinan (Hani dkk, 2011,
h. 89).
5) Riwayat kesehatan
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan
sebagai penanda (warning) akan adanya penyulit masa
hamil. Adanya perubahan fisik dan fisiologis pada masa
hamil yang melibatkan seluruh sistem dalam tubuh akan
mempengaruhi

organ

yang

mengalami

gangguan.

Beberapa data penting tentang riwayat kesehatan pasien


yang perlu kita ketahui adalah pasien pernah atau sedang
menderita penyakit, seperti jantung, diabetes melitus
(DM),

ginjal,

hipertensi/hipotensi

dan

hepatitis

(Sulistyawati, 2012; h. 182).


Riwayat kesehatan / penyakit yang di derita sekarang dan
dulu seperti ada tidaknya: masalah Kardiovasculer,

62

Hipertensi,

Diabetes,

Malaria,

PMS,

HIV/AIDS,

Imunisasi toxoid tetanus (TT) (Rukiyah dkk, 2009; h.


146).
6) Respon Keluarga Terhadap Kehamilan Ini
Bagaimanapun juga hal ini sangat penting untuk
kenyamanan psikologis ibu. Adanya respon yang positif
dari keluarga terhadap kehamilan akan mempercepat
proses

adaptasi

ibu

dalam

penerimaan perannya

(Sulistyawati, 2012; h. 187).


7) Adat istiadat / budaya yang berhubungan selama masa
hamil
Adat istiadat perlu dikaji karena hal penting yang biasa
mereka anut, berkaitan dengan masa hamil. Apabila adat
istiadat tersebut merugikan akan membuat pertumbuhan
janin tidak optimal dan pemulihan kesehatan akan
terhambat. Misalnya ibu hamil harus pantang makanan
yang berasal dari daging, ikan, telur, dan gorengan
karena dipercaya akan menyebabkan kelainan pada janin
(Sulistyawati, 2012; h. 188).
8) Pola pemenuhan sehari-hari
a) Pola makan
Ini penting untuk diketahui supaya kita mendapatkan

63

gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan


gizinya selama hamil.
Beberapa hal yang perlu kita tanyakan pada pasien
berkaitan dengan pola makan adalah sebagai berikut :
(1) Menu
Ini dikaitkan dengan pola diet seimbang bagi ibu
hamil. Jika pengaturan menu makan yang
dilakukan oleh pasien kurang seimbang sehingga
ada kemungkinan beberapa komponen gizi tidak
akan terpenuhi, maka bidan dapat memberikan
pendidikan kesehatan mengenai

penyusunan

menu seimbang bagi ibu (Sulistyawati, 2012; h.


183).
Tanyakan kepada klien, apa jenis makanan yang
biasa ia makan. Anjurkan klien mengkonsumsi
makan yang mengandung zat besi (150 mg besi
sulfat, 300 mg besi glukonat), asam folat (0,4 0,8 mg/hari), kalori (ibu hamil umur 23 - 50
tahun perlu kalori sekitar 2300 kkal), protein (74
gr/hari), vitamin, dan garam mineral (kalsium
fosfor, magnesium, seng yodium) (Walyani,
2015; h. 130).

64

(2) Frekuensi
Tanyakan bagaimana frekuensi makan klien per
hari. Anjurkan klien untuk makan dengan porsi
sedikit dan dengan frekuensi sering (Walyani,
2015; h. 130).
Data ini akan memberi petunjuk bagi kita tentang
seberapa

banyak

asupan

makanan

yang

dikonsumsi ibu (Sulistyawati, 2012; h. 183).


(3) Jumlah perhari
Data ini akan memberikan volume atau seberapa
banyak makanan yang ibu makan dalam waktu
satu kali makan (Sulistyawati, 2012; h. 183).
(4) Pantangan
Ini juga penting untuk kita kaji karena ada
kemungkinan pasien
justru
fisiknya,

yang

berpantangan

makanan

mendukung

pemulih

sangat

misal

ikan,

telur

atau

daging

(Sulistyawati, 2012; h. 184)


Alasan pantang
Diagnosa apakah alasan pantang klien terhadap
makanan tertentu itu benar atau tidak dari segi
ilmu kesehatan, kalau ternyata tidak benar dan
bahkan dapat mengakibatkan klien kekurangan

65

nutrisi

saat

hamil,

memberitahukannya

bidan

kepada

harus
klien

segera

(Walyani,

2015; h. 130).
b) Pola minum
Kita juga harus dapat memperoleh data dari kebiasaan
pasien dalam memenuhi kebutuhan cairannya.
Hal - hal yang perlu kita tanyakan kepada pasien
tentang pola minum adalah sebagai berikut :
(a) Frekuensi
Kita dapat tanyakan pada pasien berapa kali ia
minum dalam sehari dan dalam sekali minum
menghabiskan berapa gelas
(b) Jumlah per hari
Frekuensi minum dikalikan seberapa banyak ibu
minum

dalam

sekali

waktu

minum

akan

didapatkan jumlah asupan cairan dalam sehari.


(c) Jenis minuman
Kadang pasien mengosumsi minuman yang
sebenar nya kurang baik untuk kesehatannya
(Sulistyawati, 2012; h. 184).
9) Pola istirahat
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena
itu, bidan perlu menggali kebiasaan istirahat ibu supaya

66

diketahui hambatan yang mungkin muncul jika


didapatkandata yang senjang tentang pemenuhan
kebutuhan istirahat.
a) Istirahat malam hari
Pola tidur malam perlu di tanyakan karena wanita
hamil tidak boleh kurang tidur, apalagi tidur malam,
jangan kurang dari 8 jam (Walyani, 2015; h. 133).
Rata - rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8
jam (Sulistyawati, 2012; h. 184).
b) Istirahat siang hari
Tidak semua wanita mempunyai kebiasaan tidur
siang.Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan
kepada ibu bahwa tidur siang sangat penting untuk
menjaga kesehatan selama hamil (Sulistyawati,
2012; h. 184).
10) Aktivitas sehari - hari
Tanyakan bagaimana pola aktivitas klien. Beri anjuran
kepada klien untuk menghindari mengangkat beban
berat, kelelahan, latihan yang berlebihan, dan olah raga
berat. Anjurkan klien untuk melakukan senam hamil.
Aktivitas harus dibatasi bila didapatkan penyulit karena
dapat mengakibatkn persalinan prematur, KPD dan
sebagainya ( Walyani, 2015; h. 132).

67

11) Personal hygiene


Data ini perlu kita kaji karena bagaimanapun juga hal
ini akan mempengaruhi kesehatan pasien dan bayinya.
Jika pasien mempunyai kebiasaan yang kurang baik
dalam perawatan kebersihan dirinya, maka bidan harus
dapat memberikan bimbingan mengenai cara perawatan
kebersihan diri dan bayinya sedini mungkin.
Beberapa kebiasaan yang di lakukan dalam perawatan
kebersihan diri di antaranya adalah sebagai berikut
a) Mandi
Tanyakan kepada klien seberapa sering ia mandi.
Mandi diperlukan untuk menjaga kebersihan atau
hygien terutama perawatan kulit, karena fungsi
ekskresi

dan

keringat

bertambah.

Dianjurkan

menggunakan sabun lembut atau ringan. Mandi


berendam tidak di anjurkan (Walyani, 2015; h.
130).
b) Keramas
Pada beberapa wanita ada yang kurang peduli
dengan kebersihan rambutnya karena

mereka

beranggapan keramas tidak begitu berpengaruh


terhadapa kesehatan. Jika kita menemukan pasien
yang seperti ini, maka kita harus memberikan

68

pengertian kepadanya bahwa keramas harus selalu


dilakukan ketika rambut kotor karena bagian kepala
yang kotor merupakan tempat yang mudah menjadi
sumber infeksi. Kepala akan terasa gatal, yang
secara spontan tangan pasti akan menggaruk - garuk
kepalanya yang gatal, padahal saat itu ia juga harus
selalu menyentuh kulit bayinya jika meneteki atau
mengganti popoknya. Kulit bayi yang sensitif akan
mudah untuk iritasi dan infeksi akan mudah tertular
dari tangan ibunya yang tidak bersih (Sulistyawati,
2012; h. 185).
c) Frekuensi ganti pakaian
Tanyakan

kepada

klien,

seberapa

sering

ia

mengganti pakaiannya. Pakaian yang di kenakan


harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang
ketat pada daerah perut. Selain itu wanita di
anjurkan

mengenakan

bra

yang

menyokong

payudara dan memakai sepatu dengan hak yang


tidak terlalu tinggi, karena titik berat wanita hamil
berubah. Pakaian dalam yang di kenakan harus
bersih dan menyerap keringat. Di anjurkan pula
memakai pakaian dan pakaian dalam dari bahan

69

katun yang dapat menyerap keringat (Walyani,


2015; h. 131).
12) Aktivitas seksual
Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi bagi
pasien, namun bidan harus menggali data dari
kebiasaan ini, karena terjadi beberapa kasus dalam
aktivitas seksual yang cukup mengganggu pasien
namun tidak tahu kemana harus berkonsultasi.
Bidan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
aktivitas seksual, melalui pertanyaan berikut ini.
1. Frekuensi
Kita tanyakan berapa kali melakukan hubungan
seksual dalam seminggu.
2. Gangguan
Kita tanyakan apakah pasien mengalami gangguan
ketika melakukan hubungan seksual, misalnya nyeri
saat berhubungan, adanya ketidakpuasan dengan
suami, kurangnya

keinginan

hubungan,

lain

dan

untuk

sebagainya.

melakukan
Jika

kita

mendapatkan data - data tersebut di atas maka


sebaiknya kita membantu pasien untuk mengatasi
permasalahannya dengan konseling lebih intensif
mengenai hal ini (Sulistyawati, 2012; h.172).

70

B. Data Objektif
Setelah data subjktif kita dapatkan, untuk melengkapi data
kita dalam menegakkan diagnosis, maka kita harus
melakukan pengkajian data objektif melalui pemeriksaan
inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi yang dilakukan
secara berurutan.
Langkah - langkah pemeriksaannya sebagai berikut :
a)

Keadaan umum
Untuk mengetahui data ini kita cukup dengan
mengamati keadaan umum pasien secara keseluruhan.
Hasil pengamatan kita laporkan dengan kriteria sebagai
berikut;
a.

Baik : Jika pasien memperlihatkan respons yang


baik terhadap lingkungan dan orang lain, serta
secara

fisik

pasien

tidak

mengalami

ketergantungan dalam berjalan.


b.

Lemah: Pasien dimasukkan dalam kriteria ini jika


kurang atau tidak memberikan respons yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien
sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri.

b) Kesadaran
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran
pasien, kita dapat melakukan pengkajian tingkat

71

kesadaran

mulai

dari

keadaan

composmentis

(kesadaran maksimal), sampai dengan koma (pasien


tidak dalam keadaan sadar) (Sulistyawati, 2012; h,
189).
c)

Timbang Berat dan Tinggi badan


Tinggi Badan diperiksa sekali pada saat ibu hamil
datang pertama kali kunjungan, dilakukan untuk
mendeteksi tinggi badan ibu yang berguna untuk
mengkategorikan adanya resiko apabila pengukuran
<145 cm dan berat badan diukur setiap ibu datang atau
berkunjung untuk mengetahui kenaikan BB atau
penurunan BB . Kenaikan BB ibu hamil normal rata rata antara 6,5 kg - 16 kg (Pantiawati dan Saryono,
2010 h.10).

d) Tanda-tanda vital
A. Tekanan darah
Pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 mmHg
sistolik atau 90 mmHg. Perubahan 30 mmHg
sistolik dan 15 mmHg diastolik diatas tensi
sebelum hamil, menandakan toxemia gravidarum
(keracunan kehamilan) (Hani dkk, 2011; h. 91).
Diukur dan di periksa setiap kali ibu datang atau
berkunjung. Pemeriksaan tekanan darah sangat

72

penting untuk mengetahui standar normal, tinggi


atau rendah. Deteksi tekanan darah yang cenderung
naik di waspadai adanya gejala ke arah hipertensi
dan preeklampsi. Apabila turun di bawah normal
kita pikirkan ke arah anemia. Tekanan darah
normal berkisar systole/diastole: 110/80 - 120/80
mmHg (Wikjosastro 2000, dalam Pantiawati dan
Saryono, 2010; h. 11).
B. Nadi
Selama kehamilan jumlah darah yang dipompa
oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut
curah jantung meningkat 30 - 50% peningkatan ini
terjadi mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu
dan puncaknya pada 18 - 28 minggu, karena curah
jantung meningkat akibatnya denyut jantung juga
meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit
menjadi 80 - 90 kali/menit) (Sulistyawati, 2012; h.
61).
C. Pernafasan
Dalam kondisi normal pernafasan pada orang
dewasa yang sehat adalah 16 - 20 x/menit
(Tambunan dan Kasim, 2011; h.54).

73

D. Suhu
Suhu tubuh adalah derajat
pertahankan

oleh

tubuh

panas
dan

yang

diatur

di
oleh

hipotalamus (dipertahankan dalam batas yaitu 6


C dari 37 C) dengan menyeimbangkan antara
panas yang di hasilkan dan panas yang dilepaskan.
Dalam kondisi normal, pusat panas mengatur suhu
tubuh dengan mempertahankan panas tubuh dalam
rentang 35,9 - 37,4 C (Tambunan dan Kasim,
2011; h.15).
e)

Pemeriksaan fisik (inspeksi)


a. Kepala
Tujuan

pengkajian

mengetahui

kepala

keadaan

dilakukan

untuk

rambut,

massa,

pembengkakan, nyeri tekan, dan kulit kepala


b. Wajah
Pada daerah muka/wajah dilihat keadaan normalnya
kesimetrisan antara kanan dan kiri dan tidak ada
edema.
c. Telinga
Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan
menjaga

keseimbangan.

Pengkajian

telinga

bertujuan untuk mengetahui keadaan telinga luar

74

dan pendengaran. Pemeriksaan


dilakukan

pendengaran

untuk mengetahui fungsi telinga.

d. Mata
Tujuan pengkajian mata adalah untuk mengetahui
bentuk dan fungsi mata dilihat kelopak mata
(edema/tidak), konjungtiva (pucat/tidak), sklera
kuning/tidak dan apakah dalam keadaan normal
e. Hidung
Hidung dikaji untuk mengetahui bentuk dan fungsi
hidung apakah dalam keadaan normal (simetris
kanan dan kiri, tidak ada pembesaran polip).
Dimulai dari bagian luar hidung, bagian dalam,
lalu sinus - sinus
f. Mulut
Pemeriksaan mulut dilakukan dengan pencahayaan
yang baik sehingga dapat melihat semua bagian
dalam mulut. Tujuan dilakukan pemeriksaan untuk
mengetahui bentuk dan kelainan pada mulut yang
dapat diketahui inspeksi yaitu mengkaji bagian
bibir, gigi, gusi, dan lidah
g. Leher
Tujuan pengkajian leher adalah untuk mengetahui
bentuk leher, pemeriksaan palpasi ditujukan untuk

75

melihat apakah ada masa yang teraba pada kelenjar


limfe dan kelenjar tiroid (Tambunan dan Kasim,
2011; h. 66 - 85).
h. Dada
Meliputi retraksi dada, denyut jantung teratur,
wheezing (Kuswanti, 2014; h. 142)
Bentuk, simetris/tidak, payudara : bentuk, bentuk
masing - masing payudara (seimbang atau tidak),
hiperpigmentasi aerola payudara, teraba massa,
nyeri atau tidak, kolostrum, keadaan putting :
menonjol,

datar,

atau

masuk

kedalam,

kebersihan, bentuk bra. Denyut jantung, gangguan


pernafasan (auskultasi) (Sulistyawati, 2012, h; 190).
i. Perut
Bentuk pembesaran perut (perut membesar kedepan
atau kesamping, keadaan pusat, tampakkah gerakan
anak atau kontraksi rahim), luka bekas operasi, linea
nigra , striae abdomen, ukur TFU, hitung TBJ, letak
presentasi, posisi dan penurunan kepala, mendengar
denyut jantung janin (DJJ),

dan gerakan

janin

(Hani dkk, 2010; h. 92).


Apabila usia kehamilan 24 minggu pengukuran di
lakukan dengan jari, tetapi apabila kehamilan di atas

76

24 minggu memakai pengukuran mc donald yaitu


dengan cara mengukur tinggi fundus uteri memakai
cm dari atas simfisis ke fundus uteri kemudian di
tentukan sesuai rumusnya (Depkes RI dalam
rukiyah, 2009; h. 7)
Mengukur TFU dengan menggunakan rumus dari
niswander yaitu 1,2 (TFU - 7,7) 100 150
sedangkan

TFU McDoalds : (TFU - 11/12) 155

(Jannah, 2011; h. 202)


Menjelang minggu ke 36 pada primigravida, terjadi
penurunan fundus uterus karena kepala bayi sudah
masuk ke dalam panggul (Sulistyawati dan
Nugraheny, 2012; h. 6)
1) Palpasi
Maksudnya periksa raba ialah untuk menentukan:
a. Besarnya rahim dan dengan ini menentukan
tuanya kehamilan.
b. Menentukan letaknya anak dalam rahim
c. Cara

melakukan

palpasi

ialah

menurut

Leopold yang terdiri dari beberapa bagian :


Leopold I
1) Bertujuan untuk mengetahui TFU dan
bagian janin yang ada di fundus.

77

2) Cara pelaksanaannya adalah sebagai


berikut :
a) Pemeriksa menghadap pasien
b) Kedua kaki ibu ditekuk, pemeriksa
berdiri di sebelah kanan ibu dan muka
ibu.
c) Kedua tangan meraba bagian fundus
dan mengukur berapa tinggi fundus
uterus
d) Meraba bagian apa yang ada di fundus.
Jika teraba benda bulat, melenting,
mudah di gerakkan, maka itu adalah
kepala. Namun jika teraba benda bulat,
besar, lunak, tidak melenting, dan
susah di gerakkan maka itu adalah
bokong janin
Leopold II
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian janin
yang berada disebelah kanan atau kiri
perut ibu.
2) Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut :
a. Kedua

tangan

pemeriksa

berada

disebelah kanan dan kiri perut ibu

78

b. Ketika memeriksa sebelah kanan, maka


tangan kanan

menahan perut sebelah

kiri ke arah kanan


c. Raba

perut

ibu

sebelah

kanan

menggunakan tangan kiri, dan rasakan


bagian apa yang di sebelah kanan (jika
teraba benda yang rata, tidak teraba
bagian

kecil, terasa ada tahanan,

maka itu adalah punggung

bayi,

namun jika teraba bagian - bagian yang


kecil dan menonjol, maka itu

adalah

bagian kecil janin).


Leopold III
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian janin
yang ada di bawah perut ibu
2) Cara

pelaksanaannya

adalah

sebagai

berikut :
a. Tangan kanan meraba bagian yang ada
di bagian bawah uterus. Jika teraba
bagian

yang bulat, lunak, melenting,

keras dan dapat di goyangkan maka itu


adalah kepala

janin.

Namun

jika

yang teraba bagian yang bulat, besar,

79

lunak dan sulit di gerakkan, maka ini


adalah bokong. Jika bagian bawah
tidak di temukan kedua bagian seperti
diatas, maka pertimbangkan apakah
janin dalam letak melintang.
b. Pada letak sungsang (melintang) dapat
di

rasakan

ketika

tangan

kanan

menggoyangkan bagian bawah, tangan


kiri

akan

(pantulan dari

merasakan

balottement

kepala janin, terutama

ini di temukan pada usia kehamilan


5 - 7 bulan)
c. Tangan kanan meraba bagian bawah
(jika teraba kepala, goyangkan jika
masih mudah di goyangkan, berarti
kepala belum masuk panggul, namun
jika tidak dapat di goyangkan kepala
sudah masuk panggul).
Leopold IV
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian yang
ada di bawah dan untuk mengetahui
apakah kepala sudah masuk panggul atau
belum.

80

2) Cara pelaksanaannya sebagai berikut :


a.

Pemeriksa menghadap kaki pasien

b.

Kedua tangan meraba bagian janin


yang ada di bawah

c.

Jika teraba kepala, tempatkan kedua


tangan di dua pihak yang
berlawanan di bagian bawah

d.

Jika kedua tangan konvergen (dapat


saling bertemu) berarti kepala belum
masuk panggul

e.

Jika kedua tangan divergen (tidak


saling bertemu) berarti kepala sudah
masuk panggul (Sulistyawati, 2011;
h. 90 - 92).

2) Auskultasi
Didengar dengan stetoskop monoaural untuk
mendengarkan

bunyi

jantung

anak.

Dalam

keadaan sehat bunyi jantung antara 120 - 140 kali


menit (Uliyah dan Hidayat, 2011; h. 145).
Denyut jantung janin, normal 120 - 160 kali
permenit apabila kurang dari 120 x/menit disebut
bradikardi, sedangkan lebih dari 160 x/menit
disebut tachicardi (Walyani, 2015; h. 142).

81

j. Ekstremitas
Atas : gangguan/ kelainan dan bentuk. Bawah:
bentuk,

oedema, dan varises (Sulistyawati,

2012; h. 190).
Atas meliputi bentuk, kebersihan tangan dan kuku,
pucat di ujung jari, telapak tangan berkeringat.
Bawah meliputi bentk, varises, kebersihan kuku,
refleks patella (Kuswanti, 2014; h. 142).
Ekstremitas edema umum terjadi gangguan sirkulasi
darah akibat pembesaran dan penekanan uterus
terutama pada vena pelvis ketika duduk dan vena
cava inferior

ketika

berbaring;

Peningkatan

penyerapan kapiler (Hani dkk, 2011; h.58).


k. Genital
Kebersihan, pengeluaran pervaginam, tanda - tanda
infeksi vagina (Sulistyawati, 2012; h. 191)
Genetalia luar:
a) Ada tidak varises
b) Tanda chadwick
c) Pembesaran kelenjar bartholini
d) Keputihan
Genetlia dalam
a) Vagina

82

b) Serviks
c) Tanda infeksi pada serviks
d) Teraba promontorium atau tidak (Jannah, 2012;
h. 203).
l. Anus
Hemoroid, kebersihan (Kuswanti, 2014; h. 143).
m. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjan meliputi :
a. Pemeriksaan

laboratorium

(Hemoglobin,

golongan darah, protein urine, glukosa urine)


b. Pemeriksaan USG
c. Non - Stress Test (Jannah, 2012; h. 203).
Tabel 2.6 Pemeriksaan laboratorium
Tes Lab
Hemoglobin
Protein
urine

Glukosa
dalam urine

Nilai
normal
10,5-14,0
Terlacak/
negative
Bening/
Negative
Warna
hijau

Nilai tidak
normal
<10,5
>atau =2+
keruh
(positif)

Diagnosis/masalah
terkait
Anemia
Protein urine

Diabetes

Ketidakcocokan
ABO
AIDS

VDRL/RPR
Faktor
rhesus
Golongan
darah
HIV

Negatif
Rh+

Kuning,
orange,
coklat.
Positif
Rh-

A B O AB

Rubella

Negatif

Positif

Feses untuk
ova/telur
cacing dan
parasit

Negatif

Positif

( Hani dkk, 2011; h. 96)

Syphilis
Rh sensitization

Anomali pada janin


jika ibu ter infeksi
Anemia
akibat
cacing
(cacing
tambang)

83

2.2.2.2 Intrepretasi data dasar


Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis atau
masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data - data
yang telah dikumpulkan. Data dasar seperti data subyektif dan
obyektif yang telah dikumpulkan diinterprestasikan sehingga
dapat merumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik.
Masalah sering berkaitan dengan hal - hal yang sedang dialami
wanita yang diidentifikasikan oleh bidan sesuai dengan hasil
pengkajian (Hani, 2011. h; 97).
2.2.2.3 Diagnose Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis
potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga.
Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan
dilakukan pencegahan, sambil terus mengamati kondisi klien
(Sulistyawati, 2011; h. 195).
Pada langkah ini, kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis
potensial berdasarkan diagnosis/masalah yang sudah diiden
tifikasi.

Langkah

memungkinkan

ini

dilakukan

membutuhkan
pencegahan,

antisipasi,

bila

sambil

terus

mengamati kondisi klien. Bidan diharapkan dapat


- siap bila diagnosis/masalah

bersiap

potensial ini menjadi benar -

benar terjadi (Hani dkk, 2011; h. 101)

84

2.2.2.4 Tindakan segera


Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap
tindakan segera, melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan
tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien. Selain itu,
juga mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau
dokter dan untuk di konsultasikan atau di tangani bersama
dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi
klien (Hani dkk, 2011; h.101).
2.2.2.5 Perencanaan
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa
yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap
masalah yang berkaitan, tetapi juga dari kerangka pedoman
antisipasi terhadap wanita tersebut, apa yang diperkirakan akan
terjadi berikutnya,apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling
dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah - masalah
yang berkaitan dengan sosial ekonomi, kultural, atau masalah
psikologis. Dalam menyusun rencana asuhan pada wanita
hamil, sebenarnya harus disesuaikan dengan hasil temuan
dalam pengkajian data agar lebih tepat sasaran.
a. Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita
hamil, baik normal maupun tidak normal.
b. Beri KIE tentang cara hidup yang baik dalam kehamilan
c. Beri KIE tentang kecukupan istirahat tentang wanita hamil

85

d. Beri penjelasan tentang makanan yang diperukan dalam


kehamilan
e. Beri penjelasan tentang peningkatan menjaga kebersihan
f. Pada suami juga beri penjelasan untuk hidup yang
harmonis, menjaga isik dan mental wanita hamil
g. Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap
keluhan
h. Rencanakan tindakan sesuai dengan kebutuhan spesifik
individu (Hani dkk, 2011; h.102).
2.2.2.6 Pelaksanaan
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung
secara efisien dan aman. Pada langkah ke enam ini, rencana
asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah
ke lima dilaksanakan. Perencanaan ini bisa dilakukan
seluruhnya oleh bidan, sebagian lagi oleh klien atau anggota
tim lainnya (Hani dkk, 2011; h. 103).
2.2.2.7 Evaluasi
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi keefektifan
asuhan yang telah di berikan, hal yang di evaluasi meliputi
apakah kebutuhan telah terpenuhi dan mengatasi diagnosis dan
masalah yang telah diidentifikasi, rencana tersebut dapat
dianggap

efektif

jika

benar

benar

pelaksanaannya (Hani dkk, 2011; h.103).

efektif

dalam

86

2.3 Teori Landasan Hukum


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 1464/Menkes/
Per/X/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan.
Kewenangan yang dimiliki bidan meliputi :
Pelayanan kesehatan ibu
a. Ruang lingkup:
1) Pelayanan konseling pada masa pra hamil
2) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
3) Pelayanan persalinan normal
4) Pelayanan ibu nifas normal
5) Pelayanan ibu menyusui
6) Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan
b. Kewenangan:
1) Episiotomi
2) Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II
3) Pemberian tablet Fe pada ibu hamil
4) Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
5) Fasilitasi /bimbingan inisiasi menyusui dini (IMD) dan promosi air
susu ibu (ASI) eksklusif
6) Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan post partum
7) Penyuluhan dan konseling
8) Bimbingan pada kelompok ibu hamil
9) Pemberian surat keterangan kematian

87

10) Pemberian surat keterangan cuti bersalin (Depkes.go.id, 2011).

88

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENATALAKSANAAN
KETIDAKNYAMANAN TM III TERHADAP Ny. S UMUR
21 TAHUN G1P0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU
DI BPS SUMIYATI TELUK BETUNG
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015
Oleh

: Rika Sundari

Tanggal

: 11 April 2015

Pukul

: 17.00 WIB

3.1 PENGKAJIAN
3.1.1 Data Subjektif
3.1.1.1 Identitas Pasien
Istri

Suami

Nama

: Ny. S

: Tn. M

Umur

: 21 Tahun

: 21 Tahun

Agama

: Islam

: Islam

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia

: Jawa/Indonesia

Pendidikan : SMA

: SMA

Pekerjaan : IRT

: Wiraswasta

Alamat

: Jl. Teluk bone, Gg Masjid Jami Nurul Huda Teluk


Betung Bandar Lampung

88

89

3.1.1.2 Anamnesa
1.

Alasan kunjungan : Ibu mengatakan ingin memeriksakan


kehamilannya

2.

Keluhan

: Ibu mengatakan cemas terhadap


kehamilannya dan ibu mengatakan
sering BAK pada malam hari, nyeri
pinggang dan ibu mengeluh kakinya
bengkak.

3.1.1.3 Riwayat Kebidanan


a) Riwayat Menstruasi
Menarche

: 13 Tahun

Siklus

: 28 hari

Volume

: 3 kali ganti pembalut/hari

Keluhan

: Tidak Ada

HPHT

: 16 Agustus 2014

b) Gangguan Kesehatan Reproduksi


Keputihan

: Tidak ada

Infeksi

: Tidak ada

Gatal karena jamur

: Tidak ada

Tumor

: Tidak ada

90

c) Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas dan KB yang lalu


Anak
ke

Kehamilan
Lama

Persalinan
Peny
ulit

Hamil ini
usia keha
milan 34
minggu

Ke

Nifas

Penol
ong

Tempat

Bb
bayi

Peny
ulit

Vit A

Tablet
Fe

Alat
Kontrasepsi

d) Riwayat Kehamilan Sekarang


HPHT

: 16 agustus 2014

Keluhan saat hamil

: Tidak ada

Kunjungan ANC

: 6 Kali Secara Teratur

TT

: Ibu mengatakan watu kecil


mendapatkan

imunisasi

secara lengkap dan semasa


ia

sekolah

mendapatkan

SD

ia

imunisasi

bias, kemudian sebelum ia


menikah ia mendapatkan
imunisasi TT caten, dan
pada

saat

hamil

ia

mendapat TT 1 pada usia


kehamilan 18 minggu dan
TT 2 pada usia kehamilan
22 minggu

91

Obat yang dikonsumsi

: Tablet Fe

Mengkonsumsi jamu-jamuan

: Tidak pernah

4.1.1.4 Riwayat kesehatan


a) Riwayat kesehatan sekarang
Penyakit menular (TBC, hepatitis, malaria)

: Tidak ada

Penyakit menenurun (DM, jantung, hipertensi): Tidak ada


Alergi obat antibiotik

: Tidak ada

b) Riwayat kesehatan yang lalu


Penyakit menular (TBC, hepatitis, malaria)

: Tidak ada

Penyakit menurun (DM, jantung, hipertensi) : Tidak ada


c) Riwayat kesehatan keluarga
Keturunan keluarga

: Tidak ada

Penyakit menular (TBC, hepatitis, malaria)

: Tidak ada

Penyakit menenurun (DM, jantung, hipertensi): Tidak ada


4.1.1.5 Data Psikososial
a)

Riwayat perkawinan

: 1 tahun

b)

Respon ibu terhadap kehamilan ini

: Baik

c)

Respon keluarga terhadap kehamilan ini

: Baik

d)

Adat istiadat/budaya yang dianut keluarga behubungan


dengan kehamilan

:Tidak ada

92

e) Pola kehidupan sehari-hari


1) Pola Makan
Sebelum hamil
Menu

: Nasi, lauk - pauk, sayur - sayuran, dan


buah - buahan

Frekuensi

: 3 kali sehari

Jumlah perhari

: 2 - 3 piring nasi,

Saat hamil
Menu

: Nasi, lauk-pauk (seperti ikan, telur, tahu,


tempe, dan daging), sayur - sayuran hijau
dan buah - buahan

Frekuensi

: 3 kali sehari

Jumlah perhari

: 2 - 3 piring nasi

Pantangan

: Tidak ada

2) Pola eliminasi
Sebelum hamil
a. BAK
Frekuensi

: 4 - 6 kali/hari

Warna

: Kuning jernih

93

b. BAB
Frekuensi

:1 kali dalam 1 hari

Konsistensi

: Lembek

Saat hamil
a. BAK
Frekuensi

: 8 - 9 kali/hari

Warna

: Kuning jernih

b. BAB
Frekuensi

:1 kali dalam 1 hari

Konsistensi

: Lembek

3) Pola Istirahat
Sebelum hamil
a. Istirahat malam hari

: 7 - 8 jam

b. Istirahat siang hari

: 1 jam

Saat hamil
a. Istirahat malam hari

: 4 - 5 jam

b. Istirahat siang hari

: 30 menit

4) Aktivitas sehari-hari

: Memasak, mengepel, menyapu,


mencuci, dan menggosok

94

5) Personal Hygiene
Sebelum hamil
a.

Mandi

: Frekuensi 2 kali/hari setiap


pagi dan sore

b.

Keramas

: 3x dalam seminggu

c.

Ganti baju dan celana dalam : Ganti baju setiap habis mandi
ganti celana dalam setiap lem
bab, basah atau ketika merasa
sudah tidak nyaman

d.

Kebersihan kuku

: Bersih

Saat hamil
a.

Mandi

: 2 kali/hari setiap pagi dan


sore

b.

Keramas

: 1 kali/hari

c.

Ganti baju dan celana dalam :Ganti baju setiapmandi,ganti


celana dalam setiap lembab,
basah atau ketika merasa
sudah tidak nyaman

d.

Kebersihan kuku

: Bersih

6) Aktivitas seksual
a. Frekuensi

: 1 - 2 kali/minggu

b. Gangguan

: Tidak ada

95

3.1.2 Data Objektif


3.1.2.1 Pemeriksaan umum
1) Keadaan umum

: Baik

2) Keadaan emosional

: Stabil

3) Kesadaran

: Compos mentis

4) TTV

: Tekanan darah :120/80 mmHg

5) BB saat hamil
BB sebelum hamil

Nadi

: 80 x/menit

RR

: 22 x/menit

Suhu

: 36,5 C

: 90 kg
: 77 kg

6) TB

: 160 Cm

7) LILA

: 26 Cm

8) TP

: 23 Mei 2015

3.1.2.2 Pemeriksaan khusus kebidanan


Pemeriksaan Fisik Secara Inspeksi/ Palpasi/ Perkusi/ Auskultasi
a)

b)

Kepala
Bentuk

: Simetris

Warna rambut

: Hitam

Kebersihan

: Bersih, tidak ada ketombe

Benjolan

: Tidak ada

Wajah
Simetris

: Ya, antara kiri dan kanan

96

c)

d)

Edema

: Tidak edema

Cloasma gravidarum

: Tidak ada

Telinga
Simetris

: Ya, antara kiri dan kanan

Gangguan pendengaran

: Tidak ada

Mata
Simertis

e)

f)

:Simetris antara kanan dan kiri

Kelopak mata

: Normal tidak ada edema

Konjungtiva

: Merah muda

Sklera

: Putih

Hidung
Simetris

: Simetris antara kanan dan kiri

Kebersihan

: Bersih, tidak ada sekret

Polip

: Tidak ada

Mulut & Gigi


Bibir

: Lembab,tidak ada labioskizis

Lidah

: Lidah bersih

Gigi

: Bersih, tidak terdapat karies

Gusi

: Tidak ada pembengkakan


dan perdarahan

g)

Leher
Kelenjar tyroid

: Tidak ada pembesaran

Kelenjar limfe

: Tidak ada pembesaran

97

h)

Dada
Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Payudara
Simetris

: Simetris antara kanan dan kiri

Pembesaran

: Ada, kanan dan kiri

Keadaan putting

: Menonjol

Benjolan

: Tidak ada

Rasa nyeri

: Tidak ada

Hiperpigmentasi

: Ada, pada puting susu dan


aerola

Pengeluaran

: Ada

Kebersihan

: Bersih

Gangguan pernafasan : Tidak ada


i)

Abdomen
Bekas luka operasi

: Tidak ada

Pembesaran

: Ada, sesuai usia kehamilan

Striae

: Tidak ada

Linea

: Nigra

98

Tumor

: Tidak ada

Benjolan

: Tidak ada

Uterus
Leopold I

: TFU 3 Jari di bawah proxesus xypoideus.


Pada bagian fundus perut ibu teraba
bagian bulat, lunak, tidak melenting yaitu
bokong janin.

Leopold II

: Pada bagian kanan perut ibu teraba tahanan


keras, datar, dan memanjang yaitu pung
gung janin. Pada bagian kiri perut ibu
teraba tahanan keras, datar dan memanjang
yaitu

punggung janin.

Leopold III : Pada bagian terbawah perut ibu teraba bagi


an bulat, keras, melenting yaitu kepala janin
Leopold IV

: Kepala belum masuk PAP (Konvergen)

TFU Mc. Donald : 37Cm


TBJ (Rumus niswander)=1,2 x (TFU - 7,7) x 100 150 gram
= 1,2 x (37 - 7,7) x 100 150 gram
= 3366 - 3666gram
DJJ (+), frekuensi 135 kali/ menit sebelah kanan dan 140
kali/menit

sebelah

kiri,

teratur,

punctum

maksimum

terdengar 2 jari di bawah pusat bagian kanan perut ibu dan 2


jari di bawah pusat bagian kiri perut ibu.

99

j)

Ekstremitas
Ekstremitas Atas
Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Oedem

: Tidak ada

Kuku jari

: Bersih

Ekstremitas Bawah

k)

l)

m)

Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Oedema

: Ada (pada kedua kaki)

Kuku jari

: Bersih

Varices

: Tidak ada

Refleks patella

: Positif (+), kanan dan kiri

Punggung
Bentuk

: Lordosis

Nyeri tekan

: Ada

Anogenital
Kebersihan

: Bersih

Pengeluaran pervaginam

: Tidak Ada

Tanda-tanda infeksi vagina

: Tidak Ada

Varices

: Tidak Ada

Anus
Kebersihan

: Bersih

Hemoroid

: Tidak ada

100

3.1.2.3

Pemeriksaan penunjang
a) Pemeriksaan obstetri
Distansia Kristarum

: 30 Cm

Distansia Spinarum

: 25 Cm

Boudenloque

: 18 Cm

Lingkar Panggul

: 85 Cm

b) Pemeriksaan laboraturium
HB

: 11,2 gr%

Protein urine

: (-)

Glukosa urine

: (-)

Tabel 3.1
MATRIKS

Tgl / jam
11 April
2015
Pukul 17.00
WIB

DX
Antisipasi/
Potensial/
Pengkajian
tindakan
Intervensi
masalah
segera
potensial
DS:
Dx ibu: Ny. S usia 21 Tidak ada
Tidak ada
1. Beritahu
1.
Ibu mengatakan
tahun G1P0A0 Usia
tentang
kakinya bengkak,
Kehamilan 34 minggu
keadaan ibu
sering BAK, dan
saat ini
nyeri pinggang
Dasar
bagian belakang
DS:
Ibu mengatakan baru
Ibu mengatakan baru pertama kali hamil,
pertama kali hamil, belum pernah mela
belum pernah mela hirkan dan keguguran.
hirkan
dan
keguguran.
Ibu mengatakan HPHT
16 Agustus 2014
Ibu
mengatakan
2. Beritahu
2.
HPHT 16 Agustus Dx janin : janin ganda
tentang
2014
hidup, intrauteri presen
keluhan yang
tasi kepala
diala mi ibu
DO :
TTV:
DO:
TD : 120/80 mmHg Leoplod I: TFU 3 jari di
Pernafasan : 22x/ menit, bawah px. Pada bagian
Nadi : 80 x/menit,
fundus perut ibu teraba
T : 36, 5 C
bagian
bulat, lunak,
tidak melenting yaitu
Pemeriksaan Lab :
bokong janin.
HB : 11,2 % gram
Interpretaasi data
(diagnosa, masalah
kebutuhan )

Implementasi

Evaluasi

Memberitahu Keadaan ibu saat ini 1.


sesuai dengan pemeriksaan fisik
yaitu Keadaan ibu baik, TD: 120/80
mmHg, P: 22x / menit, N : 80 x/menit,
T : 36, 5 C dan bayi dalam keadaan
baik.. DJJ: 135x/menit puka dan 140
x/menit puki. Dan kepala janin belum
masuk PAP.
Pemeriksaan Lab :
HB : 11,2 %gram
Protein urine: (-) Negative
Glukosa urine: (-) Negative

Ibu
mengetahuii
keadaan
ibu
dan janinnya
saat ini dalam
keadaan baik.
Dan
kepala
janin
belum
masuk PAP.

Memberitahu
ibu
tentang 2.
ketidaknyamanan yang diala minya
adalah hal yang normal. Yaitu kaki
bengkak di sebabkan Terjadi
gangguan sirkulasi darah akibat
pembesaran dan penekanan uterus
terutama pada vena pelvis ketika
duduk dan vena cava inferior ketika
berbaring, Sering BAK yang dialami
ibu merupakan akibat dari Tekanan
uterus pada kandung kemih, sering
buang air kecil pada malam hari
akibat ekskresi sodium yang

Ibu
mengetahuii
tentang
keluhannya
saat
ini
merupakan
keadaan yang
nor- mal dan
ibu tidak lagi
merasa cemas
atas keluhan
yang dialami
nya.

101

Protein urine : (-)


Leoplod II : Pada
Negative
bagian kanan perut ibu
Glukosa urine : (-)
teraba tahanan keras,
Negative
datar dan memanjang
Leoplod I: TFU 3 jari seperti papan yaitu
di bawah px. Pada punggung janin.
bagian fundus perut Pada bagian kiri perut
ibu teraba bagian ibu teraba
tahanan
bulat, lunak, tidak keras,
datar
dan
melenting yaitu
memanjang
seperti
bokong janin.
papan yaitu punggung
janin.
Leoplod II : Pada Leoplod III : Pada
bagian kanan perut bagian terbawah perut
ibu teraba tahanan ibu teraba bagian bulat,
keras, datar dan keras, melenting yaitu
memanjang seperti kepala.
papan yaitu
punggung janin.
Leoplod IV : kepala
Pada bagian kiri
belum masuk PAP
perut ibu teraba
(konvergen)
tahanan keras, datar
dan memanjang
DJJ : (+) frek 135 x/i
seperti papan yaitu puka, dan 140 x/i puki
punggung janin.
Leoplod III : Pada Masalah : Tidak Ada
bagian
terbawah
perut ibu teraba
bagian bulat, keras, Kebutuhan :
melenting
yaitu Konseling kebutuhan
kepala.
ibu hamil trimester
III

meningkat bersamaan dengan


terjadinya pengeluaran air, serta
nyeri pinggang yang dialami ibu
merupakan hal yang normal yaitu
akibat dari Lordosis dorso lumbar
dapat menyebabkan nyeri akibat
tarikan pada saraf atau kompresi
akar saraf.
3.
3. Beritahu
kepada
ibu
tentang
penatalak
sanaan
keluhan yang
dialami ibu

Memberitahu
ibu
tentang
penatalaksanaan keluhan yang 3.
dirasakan ibu yaitu Yang pertama
bengkak pada kaki Hindari posisi
tegak lurus dalam waktu yang
lama, Istirahat dengan posisi
berbaring miring ke kiri dan kaki
agak ditinggikan. Hindari kaos kaki
atau stocking yang ketat. Olahraga
atau senam hamil. Keluhan sering
BAK Kosongkan kandung kemih
ketika ada dorongan.Perbanyak
minum pada siang hari. Jangan
kurangi minum pada malam hari
kecuali mengganggu tidur dan
mengalami kelelahan. Hindari
minum kopi dan teh. Keluhan nyeri
punggung dan pinggang. Hindari
sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan
dengan beban yang terlalu berat.
Gunakan bantal waktu ti- dur untuk
meluruskan pung gung. Gunakan
kasur yang keras untuk tidur

Ibu
mengetahui
tentang penata
Laksanaan
keluhan yang
ibu alami

102

Leoplod IV : kepala
belum masuk PAP
(konvergen)
DJJ : (+) frek 135 x/i
puka, dan 140 x/i
puki

4. Beritahu ibu 4.
tentang
macam macam
ketidaknyam
anan
Trimester
tiga

Memberitahu ibu tentang macam - 4. Ibu mengetahui


macam ketidaknya manan trimester macam-macam
tiga yaitu sesak nafas, sering BAK, dari
insomnia, nyeri punggung atas dan ketidaknyamana
bawah, edema umum, keputihan, n trimester tiga
konstipasi, kram trutama pada kaki,
dan hemoroid.

5. Beritahu ibu 5.
tentang
kebutuhan
nutrisi

Memberitahu
ibu
tentang 5. Ibu mengetahui
kebutuhan nutrisi yaitu ibu tentang
membutuhkan 285 kkl perhari, kebutuhan
karena pada TM III janin nutrisi
seperti
mengalami
pertumbuhan
dan kalori, protein,
perkembangan yang sangat pesat. tablet Fe, asam
Protein
30gr/hari
untuk folat,
dan
pertumbuhan janin, uterus dan kalsium.
plasenta. Ibu juga harus meminum
minimal 90 tablet Fe selama
kehamilan untuk membangun
cadangan besi dan utuk sintesa sel
darah merah. Asam folat sebanyak
0,5 - 0,8 mg untuk menurunkan
resiko kerusakan otak dan kelainan
spina bifida dan anencepalus serta
kalsium sebanyak 500 mg sehari
untuk pertumbuhan tulang dan gigi
bayi.

103

6. Ajarkan ibu 6.
senam hamil

Mengajarkan ibu senam hamil yang 6. Ibu


mengerti
sesuai dengan usia kehamilannya senam
hamil
yaitu :
yang telah di
1. Latihan pembentukan sikap ajarkan
tubuh.
a. Berdiri tegak kedua lengan
disamping bada, kedua kaki
selebar bahu dan berdiri
rileks.
b. Lakukan gerakan jongkok
perlahan - lahan, badan
tetap lurus
c. Lalu berdiri tegak perlahan lahan
d. Pada permulaan berlatih,
supaya janga jatuh, kedua
tangan boleh berpegangan
pada sandaran kursi
e. Lakukan
gerakan
ini
sebanyak 8 kali
2. Latihan kontraksi dan relaksasi
a. Tidur terlentang kedua kaki
di tekuk pada lutut, kedua
lengan di samping badan
dan lemaskan badan
b. Lakukan
pernafasan
thoraks (dada) yang dalam
selama 1 menit, lalu diikuti
dengan
pernafasan
diafragma
c. Lakuka
gerakan
ini
sebanyak 8 kali

104

3. Latihan pernafasan
Latihan pernafasan seperti telah
dilakukan pada minggu ke 26 30 kehamilan dengan frekuensi
26 - 28 kal permenit dan lebih
cepat
7.

Beritahu ibu 7.
tentang
kebutuhan
istirahat

Memberithu ibu tentang kebutuhan 7. Ibu mengetahui


istirahat yaitu ibu harus tidur 6-8 tentang
jam pada malam hari dan ibu juga kebutuhan
harus tidur siang untuk menjaga istirahat
yang
kesehatan selama hamil.
baik yaitu tidur
malam 6 - 8 jam
dan ibu juga
harus tidur siang
untuk menjaga
kesehatan
selama hamil.

8.

Beritahu ibu 8.
ten tang pola
akti vitas

Memberitahu
ibu
untuk 8. Ibu mengetahui
menghindari
pekerjaan
yang tentang
pola
membahayakan, terlalu berat, atau aktivitas
berhubungan dengan radiasi/bahan yang baik yaitu
menghindari
kimia.
peker jaan yang
membaha yakan,
terlalu
berat,
atau
berhubungan
dengan
radiasi/bahan
kimia

105

9.

Beritahu ibu 9.
tentang
personal
hygiene

10. Beritahu ibu 10.


tentang
tanda bahaya
TM III

Memberitahu ibu tentang per sonal 9. Ibu mengetahui


hygiene yaitu sebaik nya ibu mandi tentang personal
dua kali sehari karena ibu hamil hygiene
yang
cenderung mengeluarkan banyak baik
seperti
mandi dua kali
keringat.
sehari
karena
ibu
hamil
cenderung
mengeluarkan
banyak keringat.
Memberitahu kepada ibu tanda- 10. Ibu mengerti
tanda bahaya TM III, seperti tanda perdarahan
pervaginam,
sakit tanda bahaya
kepala yang hebat, penglihatan TM III,
kabur, bengkak diwajah dan jari - perdarahan
jari
tangan,
keluar
cairan pervagi
pervaginam, gerakan janin tidak nam, sakit
terasa, dan nyeri perut yang hebat
kepala yang
hebat, pengliha
tan kabur,
bengkak diwajah
dan jari - jari
tangan, keluar
cairan
pervaginam,
gerakan janin
tidak terasa, dan
nyeri perut yang
hebat.

11. Beritahu ibu 11. Memberitahu kepada ibu persiapan 11. Ibu mengerti
persalinan
yaitu
biaya dan tentang
tentang
penentuan
tempat
melahirkan, persiapan persali
persiapan

106

persalinan

anggota keluarga yang di jadikan


sebagai pengambil keputusan jika
terjadi suatu hal yang tidak
diinginkan, baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan lainnya, surat
- surat fasilitas kesehatan (ASKES,
kartu sehat, jaminan kesehatan dari
tempat kerja dll), serta pembagian
peran saat berada di RS

nan biaya dan


penentuan
tempat
melahirkan,
anggota
keluarga yang di
jadikan sebagai
pengambil
keputusan
jika terjadi suatu
hal yang tidak
diingin
kan, baju ibu
dan bayi beserta
perlengkapan
lainnya, surat surat
fasilitas
kesehatan
(ASKES, kartu
sehat, jaminan
kesehatan dari
tempat
kerja
dll),
serta
pembagian
peran
saat
berada di
RS

12. Beritahu Ibu 12. Memberitahu kepada Ibu tanda- 12. Ibu mengerti
tentang
tanda persalinan yaitu pinggang tentang tanda tanda-tanda
terasa sakit menjalar kedepan, his tanda persalinan
persalinan
teratur, makin pendek, dan kekuatan yaitu pinggang
makin besar, pengeluaran lendir dan terasa
sakit
darah, pengeluaran cairan
menjalar

107

kedepan,
his
teratur, makin
pendek,
dan
kekuatan makin
besar,
pengeluaran
lendir dan darah,
pengeluaran
cairan

13. Anjurkan
13.
ibu un tuk
melakukan
kunjungan
ulang.

Menganjurkan
ibu
untuk 13.
melakukan kunjungan minimal 1
minggu sekali dan apabila ibu ada
keluhan

Ibu bersedia
untuk
melakukan
kunjungan
ulang yaitu 1
minggu sekali

108

13 April
2015
Pukul : 16.00
WIB

DS:
Dx ibu :
Tidak ada
Ibu mengatakan
Ny. S usia 21 tahun
Kakinya masih
G1P0A0 Usia Keha
bengkak, dan ping milan 34 minggu 2
gangnya masih
hari
terasa nyeri tetapi
ibu
tidak
lagi Dasar
menahan BAK bila DS:
ada dorongan.
Ibu mengatakan baru
pertama kali hamil,
Ibu mengatakan baru belum pernah mela
pertama kali hamil, hirkan
dan
belum pernah mela keguguran.
hirkan
dan
keguguran.
Ibu
mengatakan
HPHT 16 Agustus
Ibu
mengatakan 2014
HPHT 16 Agustus
2014
Dx janin : janin
ganda
hidup,
DO :
intrauteri presen tasi
TTV :
kepala
TD : 110/80 mmHg
P : 22 x /i
DO:
N : 82 x/i
Leoplod I: TFU 3 jari
T : 36, 5 C
di bawah px. Pada
bagian fundus perut
Leoplod I: TFU 3 ibu teraba bagian
jari di bawah px. bulat, lunak, tidak
Pada bagian fundus melenting yaitu
perut ibu teraba bokong janin.
bagian bulat, lunak,
tidak
melenting
yaitu bokong janin.

Tidak ada

1. Beritahu ibu
1.
tentang keadaan
ibu saat ini.

Memberitahu ibu ten tang1.


keadaan ibu dan janin saat ini
dalam keadaan baik, sesuai
dengan pemeriksaan fisik yaitu
Keadaan ibu baik, TD : 110/80
mmHg, P : 22x / menit, N : 82
x/menit, T : 36, 5 C dan bayi dalam
keadaan normal. DJJ: 138 x/menit
puka dan 142 x/menit puki. Dan
kepala janin belum masuk PAP.

Ibu
keadaan
janinnya
dalam
baik.

mengerti
ibu dan
saat ini
keadaaan

2. Kaji
ulang 2.
tentang keluhan
yang di alami ibu

Mengkaji ulang keluhan yang2.


dialami ibu yaitu kaki bengkak,
sering BAK dan nyeri dibagian
pinggang

Ibu
mampu
menjelaskan kembali
tentang
keluhan
yang dialami ibu
adalah hal normal dan
ibu tidak lagi merasa
cemas
terhadap
keluhan
yang
dirasakannya

3. Kaji
ulang 3.
tentang
penatalaksanaan
keluhan yang di
alami ibu

3.
Mengkaji ulang tentang
Penatalaksanaan keluhan yang
dialami ibu yaitu Yang pertama
bengkak pada kaki Hindari
posisi tegak lurus dalam waktu
yang lama, Istirahat dengan
posisi berbaring miring ke kiri
dan kaki agak ditinggikan.
Hindari kaos kaki atau stocking
yang ketat. Olahraga atau senam
hamil. Keluhan sering BAK
Kosongkan kandung kemih
ketika ada dorongan.Perbanyak

Ibu
mengatakan
telah
melakukan
penatalak
sanaan
terhadap
keluhan
yang dialaminya,
namun kaki ibu
masih bengkak, dan
ping gangnya masih
terasa nyeri tetapi
ibu
tidak
lagi
menahan BAK bila
ada dorongan.

109

Leoplod II : Pada Leoplod II : Pada


bagian kanan perut bagian kanan perut
ibu teraba tahanan ibu teraba tahanan
keras, datar dan keras, datar dan
memanjang seperti memanjang seperti
papan yaitu
papan yaitu
punggung janin.
punggung janin.
Pada bagian kiri
Pada bagian kiri
perut ibu teraba
perut ibu teraba
tahanan keras, datar tahanan keras, datar
dan memanjang dan memanjang
seperti papan yaitu seperti papan yaitu
punggung janin.
punggung janin.
Leoplod III : Pada Leoplod III : Pada
bagian
terbawah bagian
terbawah
perut ibu teraba perut ibu teraba
bagian bulat, keras, bagian bulat, keras,
melenting
yaitu melenting
yaitu
kepala.
kepala.

minum pada siang hari. Jangan


kurangi minum pada malam hari
kecuali mengganggu tidur dan
mengalami kelelahan. Hindari
minum kopi dan teh. Keluhan
nyeri punggung dan pinggang.
Hindari sepatu hak tinggi,
hindari pekerjaan dengan beban
yang terlalu berat. Gunakan
bantal waktu ti- dur untuk
meluruskan pung gung. Gunakan
kasur yang keras untuk tidur

4. Kaji ulang ibu 4.


tentang macam macam ketidak
nyamanan
Trimester tiga

Mengkaji
ulang
tentang4.
macam-macam
ketidaknyamanan trimester tiga
yaitu sesak nafas, sering BAK,
insomnia, nyeri pung gung atas
dan bawah, edema umum,
keputihan, konstipasi, kram
trutama
pada
kaki,
dan
hemoroid.

5. Kaji ulang ibu 5.


tentang
kebutuhan nutrisi

Mengkaji
ulang
kebutuhan nutrisi

Leoplod IV : kepala Leoplod IV : kepala


belum masuk PAP belum masuk PAP
(konvergen)
(konvergen)
DJJ : (+) frek 138 x/i
puka, dan 142 x/i
puki
DJJ : (+) frek 138 x/i
puka, dan 142 x/i
puki
Masalah :
Tidak Ada

Ibu mampu menjelas


kan kembali tentang
macam - macam
ketidaknyamanan
trimester tiga yaitu
sesak nafas, sering
BAK,
insomnia,
nyeri punggung atas
dan bawah, edema
umum, keputihan,
konstipasi,
kram
trutama pada kaki,
dan hemoroid.

tentang5. Ibu
mampu
menjelaskan kembali
kebutuhan
nutrisi
yaitu
ibu
membutuhkan 285
kkl perhari, karena

110

Kebutuhan:
Konseling kebutuhan
ibu hamil trimester
III

pada TM III janin


mengalami
pertumbuhan
dan
perkembangan yang
sangat pesat. Protein
30gr/hari
untuk
pertumbuhan janin,
uterus dan plasenta.
Ibu
juga
harus
meminum minimal
90 tablet Fe selama
kehamilan
untuk
membangun
cadangan besi dan
untuk sintesa sel
darah merah. Asam
folat sebanyak 0,5 0,8
mg
untuk
menurunkan resiko
kerusakan otak dan
kelainan spina bifida
dan
anencepalus
serta
kalsium
sebanyak 500 mg
sehari
untuk
pertumbuhan tulang
dan gigi bayi.
6. Kaji ulang ibu
tentang senam
hamil

6.

Mengkaji ulang ibu tentang6. Ibu


mampu
senam hamil
melakukn
senam
hamil yang telah di
ajarkan

111

7. Kaji ulang ibu 7.


ten
tang
kebutuhan
istirahat

Mengkaji
ulang
tentang7.
kebutuhan istirahat yaitu ibu
harus tidur 6-8 jam pada malam
hari dan ibu juga harus tidur
siang untuk mejaga kesehaan
selama hamil

Ibu
mampu
menjelaskan kembali
kebutuhan istirahat
yaitu ibu tidur 6 - 8
jam pada malam
hari, dan ibu juga
harus tidur siang
untuk
mejaga
kesehaan
selama
hamil

8. Kaji ulang ibu 8.


ten tang
pola
akti vitas

Mengkaji ulang tentang pola8.


aktivitas yaitu menghindari
pekerjaan yang membahayakan,
terlalu berat, atau berhubungan
dengan radiasi/bahan kimia

Ibu
mampu
menjelaskan tentang
pola aktivitas yaitu
menghindari
Pekerjaan yang
membahayakan,
terlalu berat, atau
berhubungan dengan
radiasi/bahan kimia

9. Kaji ulang ibu 9.


tentang personal
hygiene

Mengkaji
ulang
tentang9.
personal
hygiene
yaitu
sebaiknya ibu mandi dua kali
sehari karena ibu hamil
cenderung
mengeluarkan
banyak keringat.

Ibu
mampu
menjelaskan kembali
tentang Per sonal
hygiene sebaik nya
ibu mandi dua kali
sehari karena ibu
hamil
cenderung
mengeluarkan
banyak keringat.

112

10. Kaji ulang ibu


tanda bahaya
trimester tiga

10. Mengkaji ulang ibu tanda -10. Ibu mampu


tanda bahaya TM III, seperti menjelaskan kembali
perdarahan pervaginam, sakit tanda-tanda bahaya
kepala yang hebat, penglihatan
TM III, seperti
kabur, bengkak diwajah dan jari
- jari tangan, keluar cairan perdarahan
perva ginam, gerakan janin pervaginam, sakit
tidak terasa, dan nyeri perut kepala yang hebat,
yang hebat.
penglihatan kabur,
bengkak diwajah
dan jari - jari tangan,
keluar cairan
pervaginam, gerakan
janin tidak terasa,
dan nyeri perut yang
hebat

11. Ibu
mampu
11. Kaji ulang Ibu 11. Mengkaji ulang ibu tentang menjelaskan tentang
tentang persiapan
persiapan
persiapan persalinan
persalinan
persalinan yaitu biaya dan yaitu biaya dan
penentuan tempat melahirkan, penentuan tempat
anggota keluarga yang di melahirkan, anggota
jadikan sebagai pengambil keluarga yang di
keputusan jika terjadi suatu hal jadikan sebagai
yang tidak diinginkan, baju ibu pengambil
dan bayi beserta perlengka pan keputusan
jika
lainnya, surat - surat fasilitas terjadi suatu hal
kesehatan (ASKES, kartu sehat, yang
tidak
jaminan kesehatan dari tempat diinginkan, baju ibu
kerja dll), serta pembagian dan bayi beserta
peran saat berada di RS
perlengkapan

113

lainnya, surat - surat


fasilitas kesehatan
(ASKES,
kartu
sehat,
jaminan
kesehatan
dari
tempat kerja dll),
serta
pembagian
peran saat berada di
RS
12. Kaji ulang ibu
12. Mengkaji ulang Ibu tentang12. Ibu mampu menjelas
tentang tandatanda-tanda persalinan yaitu kan kembali tentang
tanda persalinan
pinggang terasa sakit menjalar tanda-tanda
kedepan, his teratur, makin persalinan
yaitu
pendek, dan kekuatan makin pinggang terasa sakit
besar, pengeluaran lendir dan menjalar kedepan,
darah, pengeluaran cairan
his teratur, makin
pendek,
dan
kekuatan
makin
besar, pengeluaran
lendir dan darah,
pengeluaran cairan
13. Kaji ulang ibu 13. Mengkaji ulang tentang
13. Ibu mengatakan mau
untuk melakukan Kunjungan ulang ke tenaga melakukan
kunjungan ulang
kesehatan yaitu 1 minggu sekali.
kunjungan ulang ke
tenaga kesehataan 1
minggu sekali.

114

16 April
2015
pukul:
16.00 WIB

DS:
Ny. S usia 21 tahun Tidak ada
Ibu
mengatakan G1P0A0 Usia
bengkak pada kaki Kehamilan 34
ibu berkurang, dan minggu 5 hari
pinggangnya sudah
tidak terasa nyeri Dasar
lagi dan ibu sudah DS:
tidak menahan BAK Ibu
mengatakan
bila ada dorongan. baru pertama kali
hamil, belum pernah
Ibu mengatakan baru mela hirkan dan
pertama kali hamil, keguguran.
belum pernah mela
hirkan
dan Ibu
mengatakan
keguguran.
HPHT 16 Agustus
2014
Ibu
mengatakan
HPHT 16 Agustus Dx janin : janin
2014
ganda
hidup,
intrauteri presen tasi
DO :
kepala
TTV :
TD :110/80 mmHg DO:
P : 24x / menit
Leoplod I: TFU 3
N : 82x/menit
jari di bawah px.
T : 36, 5 C
Pada bagian fundus
perut ibu teraba
Leoplod I: TFU 3 bagian bulat, lunak,
jari di bawah px. tidak
melenting
Pada bagian fundus yaitu
perut ibu teraba bokong janin.
bagian bulat, lunak,
tidak melenting yaitu
bokong janin.

1. Beritahu
ibu
hasil 1.
pemeriksaan ibu dan
janin.

Memberitahu ibu hasil 1.


pemerik saan ibu dan
janin yaitu keadaan ibu
baik TD 110/80 mmHg,P :
24x/ menit, N 82x/menit,
T 36, 5 C dan DJJ : (+)
frek 140 x/i puka, dan 145
x/i puki

2. Evaluasi
tentang 2.
keluhan yang di alami
ibu

Mengevaluasi
tentang 2. Ibu mampu menjelas
keluhan yang di alami ibu
kan kembali tentang
keluhan yang diala
mi ibu adalah hal
normal dan ibu tidak lagi
merasa cemas terhadap
keluhan
yang
dirasakannya

3. Evaluasi tentang
penatalaksanaan
keluhan yang
dialami ibu

Mengevaluasi
tentang3. Ibu mengatakan
penatala sanaan keluhan yang telah melakukan
dialami ibu
penatalaksanaan
ter
hadap keluhan yang
dialaminya, bengkak
pada kaki ibu ber
kurang, dan ping
gangnya sudah tidak
terasa nyeri lagi dan
ibu
sudah
tidak
menahan BAK bila
ada dorongan.

3.

Ibu
mengetahui
keadaan
ibu
dan
janinnya
saat
ini
dalam keadaaan baik.

115

Leoplod II : Pada Leoplod II : Pada


bagian kanan perut bagian kanan perut
ibu teraba tahanan ibu teraba tahanan
keras, datar dan keras, datar dan
memanjang seperti memanjang seperti
papan yaitu
papan yaitu
punggung janin.
punggung janin.
Pada bagian kiri
Pada bagian kiri
perut ibu teraba
perut ibu teraba
tahanan keras, datar tahanan keras, datar
dan memanjang dan memanjang
seperti papan yaitu seperti papan yaitu
punggung janin.
punggung janin.

4. Evaluasi ibu tentang 4.


persiapan persalinan

Mengevaluasi ibu tentang4. Ibu mengatakan telah


persiapan persalinan.
mengerti
persiapan
persalinan yaitu biaya
dan penentuan tempat
melahirkan, anggota
keluarga yang di
jadikan sebagai
pengambil keputu san
jika terjadi suatu hal
yang tidak diinginkan,
baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan
lainnya, surat - surat
fasilitas
kesehatan
(ASKES, kartu sehat,
jaminan
kesehatan
dari tempat kerja dll),
serta pembagian peran
saat berada di RS

5. Evaluasi ibu tentang 5.


tanda - tanda persalinan

Mengevaluasi ibu tentang 5. Ibu


mampu
tanda - tanda persalinan
menjelaskan kembali
tentang tanda - tanda
persalinan
yaitu
pinggang terasa sakit
menjalar kedepan, his
teratur, makin pendek,
dan kekuatan makin
besar,
pengeluaran
lendir dan darah,
pengeluaran cairan

Leoplod III : Pada Leoplod III : Pada


bagian
terbawah bagian
terbawah
perut ibu teraba perut ibu teraba
bagian bulat, keras, bagian bulat, keras,
melenting
yaitu melenting
yaitu
kepala.
kepala.
Leoplod IV : kepala Leoplod IV : kepala
belum masuk PAP belum masuk PAP
(konvergen)
(konvergen)
DJJ : (+) frek 140 x/i DJJ : (+) frek 140 x/i
puka, dan 145 x/i puka, dan 145 x/i
puki
puki

Masalah : Tidak ada


Kebutuhan : Tidak
ada

116

6. Evaluasi ibu untuk 6.


melakukan kunjungan
ulang

Mengevaluasi ibu untuk 6.


melakukan
kunjungan
ulang ke tenaga kesehatan
.

Ibu mengatakan mau


melakukan kunjungan
ulang
ke
tenaga
kesehataan 1 minggu
sekali

117

118

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian
Pada langkah pertama dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari
semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Pengkajian data wanita hamil
terdiri atas anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (Hani dkk,
2011; h. 86).
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang
keadaan pasien pada Ny. S umur 21 tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 minggu 4
hari didapatkan hasil yaitu sebagai berikut :
4.1.1 Data Subjektif
4.1.1.1 Nama
a. Tinjauan teori
Nama jelas dan lengkap, bila perlu nama panggilan sehari - hari
agar tidak keliru dalam memberikan penanganan (Ambarwati,
2010; h.131).
b. Tinjauan kasus
Dalam kasus ini nama ibu bernama Ny. S
c. Pembahasan
Dalam kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus
karena Ny. S memiliki nama jelas yang dapat membedakan

118

119

dengan klien yang lain sehingga terhindar dari kekeliruan


dalam memberikan penanganan.
4.1.1.2 Umur
a. Tinjauan teori
Umur perlu diketahui guna mengetahui apakah klien dalam
kehamilan yang berisiko atau tidak. Usia di bawah 16 tahun
dan diatas 35 tahun merupakan umur - umur yang

berisiko

tinggi untuk hamil. Umur yang baik untuk kehamilan maupun


persalinan adalah 19 - 25 tahun (Walyani, 2015; h. 118).
b. Tinjauan kasus
Pada tinjauan kasus didapatkan umur Ny. S ber umur 21 tahun.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ditemukan
adanya kesenjangan. Hal ini terlihat dari Ny. S yang hamil
diusia 21 tahun yang termasuk dalam umur yang baik untuk
kehamilan maupun persalinan.
4.1.1.3 Agama
a. Tinjauan teori
Untuk

mengetahui

membimbing

atau

keyakinan
mengarahkan

(Ambarwati, 2008; h.132).

pasien
pasien

tersebut

untuk

dalam

berdoa

120

b. Menurut tinjauan kasus


Pada kasus Ny. S ber agama islam
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ditemukan
adanya kesenjangan karena Ny. S mempunyai agama yang
jelas yaitu agama islam, serta keluarga juga membimbing dan
mengarahkan ibu dalam berdoa
4.1.1.4 Suku
a. Tinjauan teori
Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari - hari
(Ambarwati, 2010 hal :132).
b. Tinjauan kasus
Ibu bersuku jawa dan selama ini ibu tidak memiliki kebiasaan kebiasaan yang berpengaruh terhadap kehamilannya.
c. Pembahasan
Dalam hal ini tidak terdapat kesenjangan karena ibu tidak
memiliki kebiasaan adat istiadat yang berpengaruh terhadap
kehamilannya.
4.1.1.5 Pendidikan
a. Menurut tinjauan teori
Tingkat pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan dalam
kualitas perawatan kehamilan. Peguasaan pengetahuaan juga

121

erat kaitannya dengan tingkat pendidikan seseorang (Jannah,


2012; h. 143).
b. Menurut tinjauan kasus
Pendidikan terakhir Ny. S adalah jenjang SMA
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan kasus dan teori. Karena Pendidikan
terakhir Ny. S

adalah jenjang SMA dimana Ny. S

sudah

cukup mampu untuk mengerti tentang pentingnya pemeriksaan


kehamilan dan bagaimana memanfaatkan fasilitas kesehatan
yang ada untuk memperoleh pendidikan kesehatan.
4.1.1.6 Pekerjaan
a. Tinjauan teori
Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat social
ekonominya, karena ini juga mempengaruhi dalam gizi pasien
tersebut (Ambarwati, 2010; h. 132).
b. Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny S bekerja sebagai ibu rumah tangga
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan karena Ny S dapat memenuhi nutrisinya meskipun

122

sebagai ibu rumah tangga, karena suaminya bekerja sebagai


wiraswasta jadi Ny.S dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya.
4.1.1.7 Alamat
a. Tinjauan teori
Alamat rumah klien perlu diketahui bidan untuk lebih
memudahkan

saat

pertolongan

persalinan

dan

untuk

mengetahui jarak rumah dengan tempat rujukan (Walyani,


2015; h. 118).
b. Tinjauan kasus
Alamat rumah Ny. S adalah Jl. Teluk bone, Gg Masjid Jami
Nurul Huda Teluk Betung Bandar Lampung
c. Pembahasan
Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus karena Ny.
S memiliki alamat rumah yang lengkap untuk memudahkan
saat pertolongan peralinan dan jarak rumah Ny. S dengan
rumah sakit tidak terlalu jauh sehingga mempermudah dalam
rujukan.
4.1.1.8 Keluhan utama
a. Menurut tinjauan teori
Pada kasus ibu hamil dengan perubahan fisiologis TM III
keluhan utamanya adalah konstipasi, bengkak pada kaki, kram

123

pada kaki, sesak nafas, varises, sering BAK, keputihan dan


nyeri punggung (Hani dkk, 2011; h. 51 - 56 ).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu mengatakan cemas terhadap kehamilannya, dan ibu
mengatakan nyeri pinggang, sering BAK pada malam hari,
bengkak pada kaki.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena keluhan Ny. S yaitu
nyeri pinggang, sering BAK pada malam hari, bengkak pada
kaki, ini sesuai dengan perubahan fisiologis TM III.
4.1.1.9 Riwayat Kebidanan
1. Menstruasi
a. Menurut Tinjauan Teori
Beberapa data yang harus kita peroleh dari riwayat
menstruasi antara lain sebagai berikut :
f) Menarche
Usia

pertama

kali

mengalami

menstruasi.Wanita

Indonesia umumnya mengalami menarche sekitar 12


sampai 16 tahun (Sulistyawati, 2012; h. 181).

124

g) Siklus
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi yang
dialami dengan menstruasi berikutnya, dalam hitungan
hari. Biasanya sekitar 23 sampai 32 hari (Sulistyawati,
2012; h. 181).
h) Volume
Normalnya yaitu 2 kali ganti pembalut dalam sehari.
Apabila darahnya terlalu berlebih, itu berarti telah
menunjukkan gejala kelainan banyaknya darah haid(
Walyani, 2015; h. 118).
i) Keluhan
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan
ketika mengalami menstruasi, misalnya nyeri hebat, sakit
kepala sampai pingsan, atau jumlah darah yang keluar
banyak. Ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh
pasien menunjuk kepada diagnosis tertentu (Sulistyawati,
2012; h.181).
j) HPHT
Bidan ingin mengetahui tanggal hari pertama dari
menstruasi terakhir klien untuk memperkirakan kapan
kira - kira sang bayi akan di lahirkan (Walyani, 2015; h.
120).

125

b. Menurut tinjauan kasus


Ibu mengatakan pertama kali halangan umur 13 tahun,
dengan siklus 28 hari, volume 3 kali ganti pembalut/hari,
tidak ada keluhan serta HPHT 16 Agustus 2014 dan tafsiran
persalinan pada 23 mei 2015
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus meskipun frekuensi ganti
pembalut Ny. S 3 kali dalam sehari tetapi tidak
menunjukkan adanya gejala kelainan banyaknya darah haid.
2. Gangguan kesehatan alat reproduksi
a. Menurut tinjauan teori
Data ini sangat penting untuk kita kaji karena akan
memberikan petunjuk bagi kita tentang organ reproduksi
pasien. Ada beberapa penyakit organ reproduksi yang
berkaitan erat dengan personal hygiene, atau kebiasaan lain
yang tidak mendukung kesehatan reproduksinya. Jika
didapatkan adanya salah satu atau beberapa riwayat
gangguan kesehatan reproduksi, maka kita harus waspada
akan adanya kemungkinan gangguan kesehatan alat
reproduksi pada masa kehamilan. Beberapa data yang perlu
kita kaji dari pasien adalah apakah pasien pernah mengalami

126

gangguan seperti berikut keputihan, infeksi, gatal karena


jamur tumor (Sulistyawati, 2012, h.182).
b. Menurut tinjauan kasus
Ny.S tidak mempunyai

riwayat

gangguan

kesehatan

reproduksi seperti keputihan, infeksi, gatal karena jamur,


dan tumor
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena Ny. S tidak
mempunyai

riwayat

gangguan

kesehatan

reproduksi

sehingga Ny. S tidak harus waspada akan adanya gangguan


kesehatan alat reproduksi pada masa kehamilan.
4.1.1.10 Riwayat obstetri
a. Menurut tinjauan teori
Masalah obstetrik, medis dan sosial yang lain, dalam
kehamilan (preeklamsi dan lain-lain), dalam persalinan
(malpersentasi, drip oksitosin, dan lain-lain), bentuk persalinan
(spontan, SC, forcep, atau vakum ekstraksi), dalam nifas
(perdarahan, infeksi kandungan, bagaimana laktasi, dan lainlain), berat lahir bayi, jenis kelamin bayi, kelainan kongenital
bayi dan komplikasi yang lain seperti ikterus, status bayi saat

127

lahir (hidup atau mati), status kehidupan bayi, jika meninggal


apa penyebabnya (Hani dkk, 2011, h. 89).
b. Menurut tinjauan kasus
Pada kasus ini, Ny. S baru pertama kali hamil, belum pernah
melahirkan dan keguguran
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena Ny. S baru pertama
kali hamil, belum pernah melahirkan dan keguguran serta Ny.
S tidak mempunyai penyakit dalam kehamilannya yang bisa
membahayakan keadaan ibu dan janin.
4.1.1.11 Riwayat kesehatan
a. Menurut tinjauan teori
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan sebagai
penanda (warning) akan adanya penyulit masa hamil.
Adanya perubahan fisik dan fisiologis pada masa hamil yang
melibatkan seluruh sistem dalam tubuh akan mempengaruhi
organ yang mengalami gangguan. Beberapa data penting
tentang riwayat kesehatan pasien yang perlu kita ketahui adalah
pasien pernah atau sedang menderita penyakit, seperti jantung,
diabetes melitus (DM), ginjal, hipertensi/hipotensi dan hepatitis
(Sulistyawati, 2011; h. 182).

128

b. Menurut tinjauan kasus


Ny. S mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit yang pernah
menderitanya.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena saat ini Ny. S tidak
menderita penyakit yang mengganggu kehamilannya.
4.1.1.12 Respon Keluarga Terhadap Kehamilan Ini
a. Menurut tinjauan teori
Bagaimanapun juga hal ini sangat penting untuk kenyamanan
psikologis ibu. Adanya respon yang positif dari keluarga
terhadap kehamilan akan mempercepat proses adaptasi ibu
dalam penerimaan perannya (Sulistyawati, 2012; h. 187)
b. Menurut tinjauan kasus
Respon keluarga terhadap kehamilan Ny. S baik
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena Respon keluarga
terhadap kehamilan Ny. S baik sehingga psikologis ibu tidak
terganggu karena adanya respon yang positif dari keluarga
terhadap kehamilan ibu.

129

4.1.1.13 Adat Istiadat Yang Berhubungan Selama Masa Hamil


a. Menurut tinjauan teori
Adat istiadat perlu dikaji karena hal penting yang biasanya
mereka anut, berkaitan dengan masa hamil. Apabila adat
istiadat tersebut merugikan akan membuat pertumbuhan janin
tidak optimal dan pemulihan kesehatan akan terhambat.
Misalnya ibu hamil harus pantang makanan yang berasal dari
daging, ikan, telur, dan gorengan karena dipercaya akan
menyebabkan kelainan pada janin (Sulistyawati, 2011; h. 188).
b. Menurut tinjaua kasus
Ny. S mengatakan tidak ada pantangan makanan, dan tidak
ada adat istiadat yang mengatur tentang pantangan dalam
makan selama hamil.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena Ny. S mengatakan
tidak ada pantangan makanan dan adat istiadat yang mengatur
pantangan makanan selama kehamilannya. Menurut tinjauan
teori Adat istiadat perlu dikaji karena hal penting yang biasa
mereka anut, berkaitan dengan masa hamil. Apabila adat
istiadat tersebut merugikan akan membuat pertumbuhan janin
tidak optimal dan pemulihan kesehatan akan terhambat.

130

Misalnya ibu hamil harus pantang makanan yang berasal dari


daging, ikan, telur, dan gorengan karena dipercaya akan
menyebabkan kelainan pada janin (Sulistyawati, 2011; h.188).
4.1.1.14 Pola nutrisi
a. Tinjauan teori
f) Kalori
Kebutuhan energi pada ibu hamil adalah sebesar 285 kkl
per hari. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok
kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. Pada TM I
kebutuhan energi meningkat untuk organogenesis atau
pembentukan organ - organ penting janin, dan jumlah
tambahan energi terus meningkat pada trimester II dan III
untuk pertumbuhan janin (Sulistyawati, 2012; h. 108).
g) Protein
Bila wanita tidak hamil, konsumsi protein yang ideal adalah
0,9 gram/KgBB/hari tetapi selama kehamilan di butuhkan
tambahan protein hingga 30 gram/hari (Kuswanti, 2014; hal.
119).
h) Zat besi
Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu
ke - 12 kehamilan sebesar 30 - 60 gram setiap hari selama

131

kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk


mencegah anemia postpartum (Sulistyawati, 2012; h. 108).
i) Asam folat
Dosis pemberian asam folat untuk preventif adalah 500
mikrogram atau 0,5 - 0,8 mg, sedangkan untuk kelompok
dengan faktor resiko adalah 4 mg/hari (Pantiawati dan
Saryono, 2010; h. 81).
b. Tinjauan kasus
Ny. S setiap harinya saat hamil makan sehari 3 kali sehari
dengan menu nasi, lauk pauk seperti ikan, tahu, tempe, telur
dan daging. Sayur - sayuran hijau, serta buah buahan
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan kasus karena kebutuhan
nutrisi ibu terpenuhi dengan baik dan dapat dilihat dari
kenaikan berat badan ibu selama hamil dalam batas normal.
4.1.1.15 Pola istirahat
a. Tinjauan teori
Istirahat malam hari Rata - rata lama tidur malam yang normal
adalah 6-8 jam dan Istirahat siang hari dan tidak semua wanita
mempunyai kebiasaan tidur siang. Oleh karena itu, hal ini
dapat kita sampaikan kepada ibu bahwa tidur siang sangat

132

penting untuk menjaga kesehatan selama hamil (Sulistyawati,


2012; h. 184).
b. Tinjauan kasus
Ibu mengatakan tidur malam 4 - 5 jam dan tidur siang 30 menit
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan kasus karena Ny. S tidur
malam 4 - 5 jam dan tidur siang 30 menit. Tidur malam ibu
terganggu di karenakan ibu selalu terbangun pada malam hari
karena sering kencing.
4.1.1.16 Pola Aktivitas Sehari - hari
a. Tinjauan teori
Wanita hamil tetap dapat bekerja namun aktivitas yang di
jalaninya tidak boleh terlalu berat. Istirahat untuk ibu hamil
sangat di anjurkan sesering mungkin. Seorang wanita hamil di
sarankan untuk menghentikan aktivitasnya apabila merasakan
gangguan dalam kehamilan (Sulistyawati, 2012; h. 127).
b. Tinjauan kasus
Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga seperti menyapu,
mengepel, memasak, mencuci dan menggosok pakaian.

133

c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara teori dan kasus karena aktivitas ibu
hanyalah ibu rumah tangga dan tidak terlalu berat.
4.1.1.17 Personal Hygiene
a. Menurut tinjauan teori
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan
sedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk
mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan diri
terutama lipatan kulit dengan cara dibersihkan dengan air dan
dikeringkan (Kuswanti, 2014; h. 119).
b. Menurut tinjauan kasus
Berdasarkan pengkajian Ny. S mengatakan mandi 2 kali sehari
setiap pagi dan sore, dan mengganti baju setiap habis mandi,
ganti celana dalam setiap lembab, basah atau ketika merasa
sudah tidak nyaman.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan kasus karena Ny. S sudah
melakukan personal hygiene yang baik yaitu mandi 2 kali
sehari setiap pagi dan sore, dan mengganti baju setiap habis

134

mandi, ganti celana dalam setiap lembab, basah atau ketika


merasa sudah tidak nyaman.
4.1.1.18 Pola Eliminasi ( BAK)
a. Tinjauan teori
Pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan
rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi
sedikit urine (Hani, 2011; h. 59).
b. Tinjauan kasus
Ny. S Usia Kehamilan 34 minggu mengeluh sering BAK. Ibu
BAK 8 - 9 kali/hari
c. Pembahasan
Berdasarkan

tinjauan

teori

dan

kasus

tidak

terdapat

kesenjangan karena nyeri pinggang, bengkak pada kaki, serta


sering BAK yang di alami oleh ibu adalah hal yang normal
terjadi pada ibu hamil karena tubuh mengalami perubahan.
4.1.2 Data Objektif
4.1.2.1 Tanda - tanda vital
a. Tinjauan teori
a)

Tekanan Darah
Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140
mmHg sistolik atau 90 mmHg. Perubahan 30 mmHg
sistolik dan 15 mmHg diastolik diatas tensi sebelum hamil,

135

menandakan toxemia gravidarum (keracunan kehamilan)


(Hani, 2011; h. 91)
b) Nadi
Nadi, selama kehamilan jumlah darah yang dipompa oleh
jantung setiap menitnya atau biasa disebut curah jantung
meningkat 30 - 50% peningkatan ini terjadi mulai terjadi
pada usia kehamilan 6 minggu dan puncaknya pada 18 - 28
minggu, karena curah jantung meningkat akibatnya denyut
jantung juga meningkat (dalam keadaan normal 70
kali/menit menjadi 80 - 90 kali/menit) (Sulistyawati, 2011;
h.61)
c)

Pernafasan
Dalam kondisi normal pernafasan pada orang dewasa yang
sehat adalah 16 - 20 x/menit (Tambunan dan kasim, 2011;
h.54)

d) Suhu
Suhu tubuh adalah derajat panas yang di pertahankan oleh
tubuh dan diatur oleh hipotalamus (dipertahankn dalam
batas yaitu 6 C dari 37 C) degan menyeimbangkan
antara panas yang di hasilkan dan panas yang dilepaskan.
Dalam kondisi normal, pusat panas mengatur suhu tubuh

136

dengan mempertahankan panas tubuh dalam rentang 35,9 37,4 C (Tambunan dan kasim, 2011; h.15)
b. Tinjauan kasus
Usia kehamilan Ny. S adalah 34 minggu dan tekanan
darah Ny. S 120 / 80 mmHg, Pernafasan 22 x / menit, Nadi 80 x/
menit, dan Suhu 36,5 .
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena
tanda - tanda Vital Ny. S masih dalam batas normal dan tidak
ada peningkatan.
4.1.2.2 Pemeriksaan Fisik
1. Kepala
a. Menurut tinjauan teori
Tujuan pengkajian kepala dilakukan untuk mengetahui
keadaan rambut, massa, pembengkakan, nyeri tekan, dan kulit
kepala (Tambunan, 2011, h: 66 - 85).
b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Bentuk

: Simetris antara kanan dan kiri

Warna rambut

: Hitam

137

Kebersihan

: Bersih, tidak ada ketombe

Benjolan

: Tidak ada

c. Pembahasan
Berdasarkan data diatas, tidak ditemukan kesenjangan antara
teori dan kasus karena hasil pemeriksaan kepala Ny.S dalam
batas normal yaitu warna rambut hitam, tidak ada pembekakan
dan nyeri tekan serta kulit kepala tidak ada ketombe.
2. Wajah
a. Tinjauan teori
Pada

daerah

muka/wajah

dilihat

keadaan

normalnya

kesimetrisan antara kanan dan kiri dan tidak ada edema


(Tambunan, 2011, h: 66 - 85).
Sehubungan dengan tingginya kadar

hormonal,

terjadi

peningkatan pigmentasi selama kehamilan. Keadaan ini sangat


jelas terlihat pada kelompok wanita dengan warna kulit gelap
atau hitam dan dapat dikenali pada payudara, abdomen,
vulva, serta wajah. Ketika terjadi pada kulit muka dikenal
sebagai chloasma atau topeng kehamilan. Pada wajah biasanya
terjadi pada daerah pipi dan dahi sehingga dapat mengubah
penampilan wanita tersebut (Dewi dan Sunarsih, 2011; h. 99).

138

b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Simetris

: Simetris kanan dan kiri

Edema

: Tidak edema

Cloasma gravidarum : Tidak ada


c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena
tidak semua wanita akan mengalami peningkatan pigmentasi
selama kehamilan yang berhubungan dengan tingginya kadar
hormonal, dan pada wajah Ny. S tidak terdapat

cloasma

gravidarum sehingga tidak mengubah penampilan Ny. S.


3. Telinga
a. Tinjauan teori
Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan menjaga
keseimbangan. Pengkajian telinga bertujuan untuk mengetahui
keadaan

telinga

luar

dan

pendengaran dilakukan untuk


(Tambunan, 2011, h: 66 - 85).

pendengaran.

Pemeriksaan

mengetahui fungsi telinga

139

b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Simetris

: Ya, kanan dan kiri

Gangguan pendengaran

: Tidak ada

c. Pembahasan
Berdasarkan data diatas tidak ditemukan kesenjangan antara
tinjauan teori dan kasus. Karena keadaan telinga simetris dan
tidak ada gangguan pendengaran, hasil pemeriksaan fungsi
telinga dalam keadaan normal.
4. Mata
a. Tinjauan teori
Tujuan pengkajian mata adalah untuk mengetahui bentuk dan
fungsi mata dilihat kelopak mata (edema/tidak), konjungtiva
(pucat/tidak), sklera kuning/tidak dan apakah dalam keadaan
normal (Tambunan, 2011, h: 66 - 85).
b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Simetris

: Simetris, antara kanan dan kiri

Kelopak mata : normal, tidak ada edema


Konjungtiva

: merah muda

140

Sklera

: putih

c. Pembahasan
Berdasarkan data diatas, tidak ditemukan kesenjangan antara
teori dan kasus karena hasil pemeriksaan mata Ny. S dalam
batas normal yaitu simetris kanan dan kiri, kelopak mata tidak
ada edema, konjungtiva merah muda, dan tidak ada edema.
5. Hidung
a. Tinjauan teori
Hidung dikaji untuk mengetahui bentuk dan fungsi hidung
apakah dalam keadaan normal (simetris kanan dan kiri, tidak
ada pembesaran polip). Dimulai dari bagian luar hidung, bagian
dalam, lalu sinus - sinus (Tambunan, 2011, h: 79).
b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Simetris

: ya, kanan dan kiri

Polip

: Tidak ada

Kebersihan

: Bersih tidak ada sekret

c. Pembahasaan
Berdasarkan data diatas, tidak ditemukan kesenjangan antara
teori dan kasus karena hasil pemeriksaan hidung Ny. S dalam

141

batas normal yaitu simetris kanan dan kiri, polip tidak ada dan
kebersihan bersih.
6. Mulut
a. Tinjauan teori
Pemeriksaan mulut dilakukan dengan pencahayaan yang baik
sehingga dapat melihat semua bagian dalam mulut. Tujuan
dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui bentuk dan kelainan
pada mulut yang dapat diketahui inspeksi yaitu mengkaji
bagian bibir, gigi, gusi, dan lidah (Tambunan, 2011, h: 81).
b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Warna bibir

: Merah muda

Sariawan

: Tidak ada

Gusi berdarah : Tidak ada


Gigi

: Bersih

c. Pembahasaan
Berdasarkan data diatas, tidak ditemukan kesenjangan antara
teori dan kasus karena hasil pemeriksaan mulut Ny S dalam
batas normal yaitu warna bibir merah muda dan tidak sariawan,
tidak ada gusi berdarah, serta gigi dalam keadaan bersih.

142

7. Leher
a. Tinjauan teori
Tujuan pengkajian leher adalah untuk mengetahui bentuk
leher, pemeriksaan palpasi ditujukan untuk melihat apakah
ada masa yang teraba pada kelenjar limfe dan kelenjar
tiroid (Tambunan, 2011; h. 66- 85).
b. Tinjauan kasus
Berdasarkan tinjauan kasus, hasil pemeriksaan yang dilakukan
didapatkan hasil:
Pembesaran kelenjar tyroid

: Tidak ada

Pembesaran kelenjar limfe

: Tidak ada

c. Pembahasan
Berdasarkan data diatas tidak ditemukan kesenjangan teori dan
kasus karena leher simetris kanan dan kiri serta tidak ada
pembesaran kelenjar tyroid dan limfe. Hasil pemeriksaan
dalam keadaan normal.
8. Payudara
a. Menurut tinjauan teori
Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan
berat. Dapat teraba nodul - nodul, akibat hipertropi jaringan
kelenjar alveoli. Bayangan vena - vena lebih membiru.
Hiperpig mentasi pada areola dan puting susu. Kalau diperas

143

akan keluar air susu jolong (kolostrum) berwarna kuning


(Sulistyawati,20 12; h. 65 ).
b. Menurut tinjauan kasus
Berdasarkan hasil pengkajian ibu mengatakan payudaranya
bertambah besar, tegang dan terjadi hiperpigmentasi pada
puting dan areola.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena
payudara

Ny.S

bertambah

besar,

tegang

hiperpigmentasi pada puting dan areola.

dan

terjadi

Hal tersebut

merupakan hal yang fisiologis terjadi pada ibu hamil.


9. Abdomen
A. TFU
a. Tinjauan teori
Apabila usia kehamilan 24 minggu pengukuran di lakukan
dengan jari, tetapi apabila kehamilan di atas 24 minggu
memakai pengukuran mc donald yaitu dengan cara
mengukur tinggi fundus uteri memakai cm dari atas simfisis
ke fundus uteri kemudian di tentukan sesuai rumusnya
(Depkes RI dalam rukiyah, 2009; h. 7).

144

b. Tinjauan kasus
Usia Kehamilan Ny. S 34 Minggu dan Pada saat di lakukan
TFU Mc Donald di dapatkan hasil 37 cm
c. Pembahasan
Pada kasus di atas tidak ada kesenjangan antara teori dan
kasus karena usia kehamilan Ny. S diatas 24 minggu sudah
melakukan pengukuran TFU

secara Mc Donald dan itu

sesuai dengan tinjaun teori


B. Pemeriksaan Leopold
a. Tinjauan teori
Pemeriksaan leopold dengan cara palpasi abdominal dimulai
dari leopold I untuk mengetahui TFU dan bagian teratas
janin, leopold II untuk mengetahui bagian di sebelah kanan
dan kiri perut ibu, leopold III untuk mengetahui bagian janin
dibagian bawah uterus ibu, leopold IV untuk mengetahui
apakah kepala sudah masuk PAP atau belum, (Ari
Sulistyawati, 2009; h.89 - 93).
Menjelang minggu ke 36 pada primigravida, terjadi
penurunan fundus uterus karena kepala bayi sudah masuk
ke dalam panggul (Sulistyawati dan Nugraheny, 2012; h. 6)

145

b. Tinjauan kasus
Pada hasil pemeriksaan leopold didapatkan hasil bahwa
Leopold I TFU 3 Jari di bawah proxesus xypoideus. Pada
bagian fundus perut ibu teraba bagian bulat, lunak, tidak
melenting yaitu bokong janin. Leopold II Pada bagian kanan
perut ibu teraba tahanan keras, datar, dan memanjang yaitu
punggung janin. Pada bagian kiri perut ibu teraba tahanan
keras, datar dan memanjang yaitu punggung janin. Leopold
III Pada bagian terbawah perut ibu teraba bagian bulat,
keras, melenting yaitu kepala janin Leopold IV

Kepala

belm masuk PAP (Konvergen)


Presentasi janin adalah kepala dan bagian terbawah janin
belum masuk PAP
c. Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan
kasus karena menurut teori pada primigravida kepala janin
masuk panggul pada usia kehamilan 36 minggu, sedangkan
usia kehamilan Ny. S sekarang 34 minggu
belum masuk PAP.

dan kepala

146

10.

Punggung
a. Tinjauan Teori
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan
mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran
janin. Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang
punggung bertambah lordosis karena tumpuan tubuh
bergeser lebih ke belakang di banding sikap tubuh ketika
tidak hamil.
b. Tinjauan Kasus
Pada hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny. S
punggung ibu mengalami lordosis
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat
kesenjangan karena menurut teori punggung ibu hamil akan
mengalami lordosis seiring dengan bertambahnya usia
kehamilan

11.

Ekstermitas
a. Tinjaun Teori
Ekstermitas edema umum terjadi gangguan sirkulasi darah
akibat pembesaran dan penekanan uterus terutama pada vena
pelvis ketika duduk dan vena cava inferior ketika berbaring;
peningkatan penyerapan kapiler (Hanni, 2011, h: 58)

147

b. Tinjauan Kasus
Pada hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny. S usia
kehamilan 34 minggu terdapat edema pada ekstermitas kaki
ibu
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat
kesenjangan karena edema pada kaki yang dilami ibu adalah
hal yang fisiologis pada kehamilan TM III, karena terjadi
gangguan sirkulasi darah akibat pembesaran dan penekanan
uterus pada vena cava inferior.
4.2 Interpretasi Data
a.

Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis atau masalah
berdasarkan interprestasi yang benar atas data - data yang telah
dikumpulkan. Data dasar seperti data subyektif dan obyektif yang telah
dikumpulkan diinterprestasikan sehingga dapat merumuskan diagnosis dan
masalah yang spesifik. Masalah sering berkaitan dengan hal - hal yang
sedang dialami wanita yang diidentifikasikan oleh bidan sesuai dengan hasil
pengkajian (Hani, 2011. h; 97).

148

b.

Tinjauan kasus
Pada Tanggal 11 April 2015
Diagnosa ibu

: Ny. S usia 21 tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34


Minggu

Diagnosa Janin

: Janin ganda hidup intrauteri presentasi kepala.

Masalah

: Tidak Ada

Kebutuhan

: Konseling kebutuhan ibu hamil trimester III

Pada Tanggal 13 April 2015


Diagnosa ibu

: Ny. S usia 21 tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34


Minggu 2 Hari

Diagnosa Janin

: Janin ganda hidup intrauteri presentasi kepala.

Masalah

: Tidak Ada

Kebutuhan

: Konseling kebutuhan ibu hamil trimester III

Pada Tanggal 16 April 2015


Diagnosa ibu

: Ny. S usia 21 tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34


Minggu 5 Hari

Diagnosa Janin

: Janin ganda hidup intrauteri presentasi kepala.

Masalah

: Tidak Ada

Kebutuhan

: Tidak Ada

149

c.

Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjaun teori dan tinjaun kasus karena diagnosa ditegakan berdasarkan
data subyektif dan objektif.

4.3 Diagnosa potensial


a. Tinjauan Teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain
berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga. Langkah ini membutuhkan
antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil terus mengamati
kondisi klien (Sulistyawati, 2011; h. 195).
b. Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny.S tidak ditemukan adanya diagnosa potensial karena tidak ada
tanda - tanda kegawatdaruratan pada Ny.S
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus. Karena masalah yang dialami Ny. S adalah
perubahan fisiologis

ketidaknyamanan pada

TM III, sehingga tidak

ditegakkan diagnose potensial.


4.4 Tindakan segera
a. Tinjauan teori
Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera,
melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

150

berdasarkan kondisi klien. Selain itu, juga mengidentifikasi perlunya


tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk di konsultasikan atau di
tangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan
kondisi klien (Hani dkk, 2011; h.101).
b. Tinjauan Kasus
Dalam kasus Ny.S tidak dilakukan tindakan segera karena tidak ada masalah
yang bersifat potensial.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjaun teori dan tinjaun kasus karena Ny.S dalam keadaan normal jadi
tidak dilakukan tindakan segera.
4.5 Perencanaan
a. Tinjauan Teori
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah
teridentifikasi dari kondisiklien atau dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi
juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut, apa yang
diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan,
konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah - masalah yang
berkaitan dengan sosial ekonomi, kultural, atau masalah psikologis.
Dalam menyusun rencana asuhan pada wanita hamil, sebenarnya harus
disesuaikan dengan hasil temuan dalam pengkajian data agar lebih tepat
sasaran.

151

a. Jelaskan pada klien dan keluarga tentang keadaan wanita hamil, baik
normal maupun tidak normal.
b. Beri KIE tentang cara hidup yang baik dalam kehamilan
c. Beri KIE tentang kecukupan istirahat bagi wanita hamil
d. Beri penjelasan tentang makanan yang diperlukan dalam kehamilan
e. Beri penjelasan tentang peningkatan kebersihan diri
f. Pada suami juga beri penjelasan untuk hidup yang harmonis, menjaga fisik
dan mental wanita hamil.
g. Lakukan pemeriksaan laboratorium yang spesifik terhadap keluhan
h. Rencanakan tindakan sesuia dengan kebutuhan spesifik individu (Hani,
2011; h. 102)
b. Tinjauan kasus
Adapun perencanaan yang dilakukan terhadap Ny. S pada ksus ini sesuai
dengan kebutuhan pada TM III yaitu:
Pada tanggal 11 April 2015
a. Beritahu tentang keadaan ibu saat ini
b. Beritahu tentang keluhan yang dialami ibu
c. Beritahu ibu tentang penatalaksanaan keluhan yang dialami ibu
d. Beritahu ibu tentang macam - macam ketidaknyamanan trimester tiga
e. Beritahu ibu tentang kebutuhan nutrisi
f. Ajarkan ibu senam hamil
g. Beritahu ibu tentang kebutuhan istirahat

152

h. Beritahu ibu tentang pola aktivitas


i. Beritahu ibu tentang personal hygiene
j. Beritahu ibu tentang tanda bahaya TM III
k. Beritahu ibu tentang persiapan persalinan
l. Beritahu kepada ibu tanda - tanda persalinan
m. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
Pada tanggal 13 April 2015
a. Beritahu tentang keadaan ibu saat ini
b. Kaji ulang tentang keluhan yang dialami ibu
c. Kaji ulang tentang penatalaksanaan keluhan yang dialami ibu
d. Kaji ulang ibu tentang macam - macam ketidaknyamanan trimester tiga
e. Kaji ulang ibu tentang kebutuhan nutrisi
f. Kaji ulang ibu tentang senam hamil
g. Kaji ulang ibu tentang kebutuhan istirahat
h. Kaji ulang ibu tentang pola aktivitas
i.

Kaji ulang ibu tentang personal hygiene

j.

Kaji ulang ibu tanda bahaya trimester tiga

k. Kaji ulang ibu tentang persiapan persalinan


l.

Kaji ulang ibu tentang tanda-tanda persalinan

m. Kaji ulang ibu untuk melakukan kunjungan ulang

153

Pada tanggal 16 April 2015


a. Beritahu ibu hasil pemeriksaan ibu dan janin
b. Evaluasi tentang keluhan yang dialami ibu
c. Evaluasi tentang penatalaksanaan keluhan yang dialami ibu
d. Evaluasi ibu tentang persiapan persalinan
e. Evaluasi ibu tentang tanda - tanda persalinan
f. Evaluasi ibu untuk melakukan kunjungan ulang
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjauan teori dan tinjauan kasus karena rencana yang dibuat untuk
Ny.S sesuai dengan teori yang ada.
4.6 Pelaksanaan
a. Tinjauan Teori
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara efisien dan
aman. Pada langkah ini ke enam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang
telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan. Perencanaan ini bisa
dilakukan seluruhnya oleh bidan, sebagaian lagi oleh klien atau anggota tim
lainnya(Hanni, 2011; h. 103).

154

b. Tinjaun kasus
Penulis telah melakukan asuhan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat
yaitu :
Pada tanggal 11 April 2015
a. Memberitahu Keadaan ibu saat ini sesuai dengan pemeriksaan fisik yaitu
Keadaan ibu baik
b. Memberitahu ibu tentang ketidaknyamanan yang diala minya adalah hal yang
normal. Yaitu kaki bengkak di sebabkan Terjadi gangguan sirkulasi darah
akibat pembesaran dan penekanan uterus terutama pada vena pelvis ketika
duduk dan vena cava inferior ketika berbaring, Sering BAK yang dialami ibu
merupakan akibat dari Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air
kecil pada malam hari akibat ekskresi sodium yang meningkat bersamaan
dengan terjadinya pengeluaran air, serta nyeri pinggang yang dialami ibu
merupakan hal yang normal yaitu akibat dari Lordosis dorsolumbar dapat
menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf.
c. Memberitahu

ibu tentang penatalaksanaan keluhan yang dirasakan ibu

yaitu Yang pertama bengkak pada kaki Hindari posisi tegak lurus dalam
waktu yang lama, Istirahat dengan posisi berbaring miring ke kiri dan kaki
agak ditinggikan. Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat. Olahraga atau
senam hamil. Keluhan sering BAK Kosongkan kandung kemih ketika ada
dorongan. Perbanyak minum pada siang hari. Jangan kurangi minum pada
malam hari kecuali mengganggu tidur dan mengalami kelelahan. Hindari

155

minum kopi dan teh. Keluhan nyeri punggung dan pinggang. Hindari
sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan beban yang terlalu berat.
Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung. Gunakan kasur
yang keras untuk tidur
d. Memberitahu ibu tentang macam - macam ketidaknyamanan trimester tiga
yaitu sesak nafas, sering BAK, insomnia, nyeri punggung atas dan bawah,
edema umum, keputihan, konstipasi, kram trutama pada kaki, dan
hemoroid.
e. Memberitahu ibu tentang kebutuhan nutrisi yaitu ibu membutuhkan 285
kkl perhari, karena pada TM III janin mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang sangat pesat. Protein 30gr/hari untuk pertumbuhan
janin, uterus dan plasenta. Ibu juga harus meminum minimal 90 tablet Fe
selama kehamilan untuk membangun cadangan besi dan untuk sintesa sel
darah merah. Asam folat sebanyak 0,5 - 0,8 mg untuk menurunkan resiko
kerusakan otak dan kelainan spina bifida dan anencepalus serta kalsium
sebanyak 500 mg sehari untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
f. Mengajarkan ibu senam hamil yang sesuai dengan usia kehamilannya yaitu
4.

Latihan pembentukan sikap tubuh.


f. Berdiri tegak kedua lengan disamping badan, kedua kaki selebar
bahu dan berdiri rileks.
g. Lakukan gerakan jongkok perlahan - lahan, badan tetap lurus
h. Lalu berdiri tegak perlahan - lahan

156

i. Pada permulaan berlatih, supaya janga jatuh, kedua tangan boleh


berpegangan pada sandaran kursi
j. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
5.

Latihan kontraksi dan relaksasi


d. Tidur terlentang kedua kaki di tekuk pada lutut, kedua lengan di
samping badan dan lemaskan badan
e. Lakukan pernafasan thoraks (dada) yang dalam selama 1 menit,
lalu diikuti dengan pernafasan diafragma
f. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali

6.

Latihan pernafasan
Latihan pernafasan seperti telah dilakukan pada minggu ke 26 - 30
kehamilan dengan frekuensi 26 - 28 kali permenit dan lebih cepat

g. Memberitahu ibu tentang kebutuhan istirahat yaitu ibu harus tidur 6 - 8


jam pada malam hari dan ibu juga harus tidur siang untuk menjaga
kesehatan selama hamil.
h. Memberitahu ibu untuk

menghindari pekerjaan yang membahayakan,

terlalu berat, atau berhubungan dengan radiasi/bahan kimia.


i. Memberitahu ibu tentang personal hygiene yaitu sebaiknya ibu mandi dua
kali sehari karena ibu hamil cenderung mengeluarkan banyak keringat.
j. Memberitahu kepada ibu tanda-tanda bahaya TM III, seperti perdarahan
pervaginam, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak diwajah

157

dan jari - jari tangan, keluar cairan pervaginam, gerakan janin tidak terasa,
dan nyeri perut yang hebat
k. Memberitahu kepada ibu persiapan persalinan yaitu biaya dan penentuan
tempat melahirkan, anggota keluarga yang di jadikan sebagai pengambil
keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan lainnya, surat - surat fasilitas kesehatan (ASKES,
kartu sehat, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll), serta pembagian
peran saat berada di RS
l. Memberitahu kepada Ibu tanda - tanda persalinan yaitu pinggang terasa
sakit menjalar kedepan, his teratur, makin pendek, dan kekuatan makin
besar, pengeluaran lendir dan darah, pengeluaran cairan.
m. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan minimal 1 minggu sekali
dan apabila ibu ada keluhan
Pada tanggal 13 April 2015
a. Memberitahu ibu tentang keadaan ibu dan janin saat ini dalam keadaan
baik, sesuai dengan pemeriksaan fisik yaitu Keadaan ibu baik, dan kepala
janin belum masuk PAP.
b. Mengkaji ulang keluhan yang dialami ibu yaitu kaki bengkak, sering BAK
dan nyeri dibagian pinggang
c. Mengkaji ulang tentang Penatalaksanaan keluhan yang dialami ibu yaitu Yang
pertama bengkak pada kaki Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang
lama, Istirahat dengan posisi berbaring miring ke kiri dan kaki agak

158

ditinggikan. Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat. Olahraga atau
senam hamil. Keluhan sering BAK Kosongkan kandung kemih ketika ada
dorongan.Perbanyak minum pada siang hari. Jangan kurangi minum pada
malam hari kecuali mengganggu tidur dan mengalami kelelahan. Hindari
minum kopi dan teh. Keluhan nyeri punggung dan pinggang. Hindari
sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan beban yang terlalu berat.
Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung. Gunakan kasur
yang keras untuk tidur
d. Mengkaji ulang tentang macam - macam ketidaknyamanan trimester tiga
yaitu sesak nafas, sering BAK, insomnia, nyeri pung gung atas dan bawah,
edema umum, keputihan, konstipasi, kram trutama pada kaki, dan
hemoroid.
e. Mengkaji ulang tentang kebutuhan nutrisi
f. Mengkaji ulang ibu tentang senam hamil
g. Mengkaji ulang tentang kebutuhan istirahat yaitu ibu harus tidur 6 - 8 jam
dan ibu juga harus tidur siang untuk menjaga kesehatan selama hamil.
h. Mengkaji ulang tentang pola aktivitas yaitu menghindari pekerjaan yang
membahayakan, terlalu berat, atau berhubungan dengan radiasi/bahan
kimia
i. Mengkaji ulang tentang personal hygiene yaitu sebaiknya ibu mandi dua
kali sehari karena ibu hamil cenderung mengeluarkan banyak keringat.

159

j. Mengkaji ulang ibu tanda - tanda bahaya TM III, seperti perdarahan


pervaginam, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak diwajah
dan jari - jari tangan, keluar cairan perva ginam, gerakan janin tidak terasa,
dan nyeri perut yang hebat
k. Mengkaji ulang ibu tentang persiapan persalinan yaitu biaya dan penentuan
tempat melahirkan, anggota keluarga yang di jadikan sebagai pengambil
keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan lainnya, surat - surat fasilitas kesehatan (ASKES,
kartu sehat, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll), serta pembagian
peran saat berada di RS
l. Mengkaji ulang Ibu tentang tanda-tanda persalinan yaitu pinggang terasa
sakit menjalar kedepan, his teratur, makin pendek, dan kekuatan makin
besar, pengeluaran lendir dan darah, pengeluaran cairan
m. Mengkaji ulang tentang kunjungan ulang ke tenaga kesehatan yaitu 1
minggu sekali
Pada tanggal 16 April 2015
a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan ibu dan janin yaitu keadaan ibu baik
b. Mengevaluasi tentang keluhan yang dialami ibu
c. Mengevaluasi tentang penatalaksanaan keluhan yang dialami ibu
d. Mengevaluasi ibu tentang persiapan persalinan
e. Mengevaluasi ibu tentang tanda - tanda persalinan
f. Mengevaluasi ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan

160

c. Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pelaksanaan sesuai
dengan perencanaan yang telah dibuat oleh penulis.
4.7 Evaluasi
a. Tinjauan Teori
Pada langkah evaluasi ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang telah di
berikan, hal yang di evaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi dan
mengatasi diagnosis dan masalah yang telah diidentifikasi, rencana tersebut
dapat dianggap efektif jika benar - benar efektif dalam pelaksanaannya(Hani,
2011; h. 103).
b. Tinjauan Kasus
Saat penulis melakukan pengkajian didapatkan hasil yaitu :
Pada tanggal 11 April 2015
a. Ibu mengetahui keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaan baik.
b. Ibu mengetahui tentang keluhannya saat ini merupakan keadaan yang
normal dan ibu tidak lagi merasa cemas atas keluhan yang dialami nya.
c. Ibu mengetahui tentang penatalaksanaan keluhan yang ibu alami
d. Ibu mengetahui macam - macam dari ketidaknyamanan trimester tiga
e. Ibu mengetahui tentang kebutuhan nutrisi seperti kalori, protein, tablet Fe,
asam folat, dan kalsium.
f. Ibu mengerti senam hamil yang telah di ajarkan

161

g. Ibu mengetahui tentang kebutuhan istirahat yang baik yaitu tidur malam 6
- 8 jam dan ibu juga harus tidur siang untuk menjaga kesehatan selama
hamil.
h. Ibu mengetahui tentang pola aktivitas yang baik yaitu menghindari peker
jaan yang membahayakan, terlalu berat, atau berhubungan dengan
radiasi/bahan kimia
i.

Ibu mampu menjelaskan kembali tentang personal hygiene sebaiknya ibu


mandi dua kali sehari karena ibu hamil cenderung mengeluarkan banyak
keringat.

j.

Ibu mengerti tanda - tanda bahaya TM III, perdarahan pervaginam, sakit


kepala yang hebat, penglihatan kabur, bengkak diwajah dan jari - jari
tangan, keluar cairan pervaginam, gerakan janin tidak terasa, dan nyeri
perut yang hebat.

k. Ibu mengerti tentang persiapan persa linan biaya dan penentuan tempat
melahirkan, anggota keluarga yang di jadikan sebagai pengambil
keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan lainnya, surat - surat fasilitas kesehatan (ASKES,
kartu sehat, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll), serta pembagian
peran saat berada di RS
l.

Ibu mengerti tentang tanda - tanda persalinan yaitu pinggang terasa sakit
menjalar kedepan, his teratur, makin pendek, dan kekuatan makin besar,
pengeluaran lendir dan darah, pengeluaran cairan.

162

m. Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang yaitu 1 minggu sekali


Pada tanggal 13 April 2015
a. Ibu mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaaan baik
b. Ibu mampu menjelaskan kembali tentang keluhan yang dialami ibu adalah
hal normal dan ibu tidak lagi merasa cemas terhadap keluhan yang dirasakannya
c. Ibu mengatakan telah melakukan penatalak sanaan terhadap keluhan yang
dialaminya, namun kaki ibu masih bengkak, dan pinggangnya masih terasa
nyeri tetapi ibu tidak lagi menahan BAK bila ada dorongan.
d. Ibu

mampu

menjelas

kan

kembali

tentang

macam

macam

ketidaknyamanan trimester tiga yaitu sesak nafas, sering BAK, insomnia,


nyeri punggung atas dan bawah, edema umum, keputihan, konstipasi, kram
trutama pada kaki, dan hemoroid
e. Ibu mampu menjelaskan kembali kebutuhan nutrisi yaitu ibu membutuhkan
285 kkl perhari, karena pada TM III janin mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang sangat pesat. Protein 30gr/hari untuk pertumbuhan
janin, uterus dan plasenta. Ibu juga harus meminum minimal 90 tablet Fe
selama kehamilan untuk membangun cadangan besi dan untuk sintesa sel
darah merah. Asam folat sebanyak 0,5 - 0,8 mg untuk menurunkan resiko
kerusakan otak dan kelainan spina bifida dan anencepalus serta kalsium
sebanyak 500 mg sehari untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
f. Ibu mampu melakukan senam hamil yang telah di ajarkan

163

g. Ibu mampu menjelaskan kembali kebutuhan istirahat yaitu ibu tidur 6 - 8


jam pada malam hari, dan ibu juga harus tidur siang untuk menjaga
kesehatan selama hamil.
h. Ibu mampu menjelaskan tentang pola aktivitas yaitu menghindari pekerjaan
yang membahayakan, terlalu berat, atau berhubungan dengan radiasi/bahan
kimia
i. Ibu mengetahui tentang personal hygiene yang baik seperti mandi dua kali
sehari karena ibu hamil cenderung mengeluarkan banyak keringat.
j. Ibu mampu menjelaskan kembali tanda-tanda bahaya TM III, seperti
perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur,
bengkak diwajah dan jari - jari tangan, keluar cairan pervaginam, gerakan
janin tidak terasa, dan nyeri perut yang hebat
k. Ibu mampu menjelaskan tentang persiapan persalinan biaya dan penentuan
tempat melahirkan, anggota keluarga yang di jadikan sebagai pengambil
keputusan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, baju ibu dan bayi
beserta perlengkapan lainnya, surat - surat fasilitas kesehatan (ASKES,
kartu sehat, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll), serta pembagian
peran saat berada di RS
l. Ibu mampu menjelaskan kembali tentang tanda-tanda persalinan yaitu
pinggang terasa sakit menjalar kedepan, his teratur, makin pendek, dan
kekuatan makin besar, pengeluaran lendir dan darah, pengeluaran cairan

164

m. Ibu mengatakan mau melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehataan 1


minggu sekali.
Pada tanggal 16 April 2015
a. Ibu mengetahui keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaaan baik.
b. Ibu mampu menjelaskan kembali tentang keluhan yang dialami ibu adalah
hal normal dan ibu tidak lagi merasa cemas terhadap keluhan yang dirasakannya
c. Ibu mengatakan telah melakukan penatalaksanaan terhadap keluhan yang
dialaminya, bengkak pada kaki ibu berkurang, dan pinggangnya sudah
tidak terasa nyeri lagi dan ibu sudah tidak menahan BAK bila ada
dorongan.
d. Ibu mengatakan telah mengerti persiapan persalinan yaitu biaya dan
penentuan tempat melahirkan, anggota keluarga yang dijadikan sebagai
pengambil keputu san jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, baju ibu
dan bayi beserta perlengkapan lainnya, surat - surat fasilitas kesehatan
(ASKES, kartu sehat, jaminan kesehatan dari tempat kerja dll), serta
pembagian peran saat berada di RS
e. Ibu mampu menjelaskan kembali tentang tanda - tanda persalinan yaitu
pinggang terasa sakit menjalar kedepan, his teratur, makin pendek, dan
kekuatan makin besar, pengeluaran lendir dan darah, pengeluaran cairan
f. Ibu mengatakan mau melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehataan 1
minggu sekali

165

c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena konseling dan tindakan penulis dapat mengurangi ketidaknyamanan
pada ibu.

166

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Setelah

melakukan

Asuhan

Kebidanan

Pada

Ibu

Hamil

Dengan

Penatalaksanaan Ketidaknyamanan Trimester III Terhadap Ny. S Usia 21


Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu di BPS Sumiyati Teluk Betung
Bandar Lampung Tahun 2015.
Maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
5.1.1 Dalam melakukan pengumpulan data dasar yaitu data subjektif dan
data objektif pasien,

yaitu: pasien bernama Ny. S Umur 21 Tahun

G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu mengatakan bahwa ia belum


mengerti bagaimana penatalaksanaan ketidaknyamanan trimester III
dan pengkajian ini dilakukan pada tanggal 11 April 2015 pukul 16.00
wib. Data objektif dilihat dari bengkak pada kaki ibu sebelum penulis
mengajarkan bagaimana penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester
III.
5.1.2 Dalam melakukan interpretasi data dengan menentukan diagnosa
didapat yaitu Ny. S umur 21 th G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu
dan terdapat masalah yaitu sering BAK, nyeri pinggang dan bengkak
pada kaki tetapi bisa diatasi dengan mengajarkan pada ibu
penatalaksanaan Trimester III.

167

5.1.3 Dalam menentukan diagnosa potensial pada kasus ini tidak didapatkan
diagnosa potensial karena pada kasus ini keluhan yang dialami ibu
merupakan hal yang normal sehingga tidak ditemukan diagnosa
masalah potensial
5.1.4 Dalam menentukan tindakan segera tidak ada tindakan segera yang
dapat dilakukan karena pada kasus ini keluhan yang dialami ibu
merupakan hal yang normal sehingga tidak ditemukan diagnosa
masalah potensial
5.1.5 Dalam kasus ini penulis mampu merencanakan asuhan kebidanan pada
Ny. S umur 21 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 Minggu sesuai
dengan kebutuhan ibu yaitu dengan mengajarkan ibu bagaimana
penatalaksanaan ketidaknyamanan Trimester III.
5.1.6 Dalam kasus ini penulis telah mampu melaksanakan asuhan kebidanan
pada Ny. S umur 21 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu sesuai
dengan kebutuhan yang telah di rencanakan yaitu penatalaksanaan
ketidakyamanan Trimester III dengan cara Istirahat dengan posisi
berbaring miring dan kaki agak ditinggikan.
5.1.7 Dalam kasus ini penulis telah melaksanakan evaluasi pada Ny. S umur
21 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu, yaitu Ny. S mengerti
tentang keluhan yang dialaminya adalah hal yang fisiologis dan Ny. S
tidak lagi merasa cemas.

168

5.2

Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan saran
sebagai berikut:
5.2.1 Bagi Institusi Pendidikan
Dengan di susunnya karya tulis ilmiah ini di harapkan dapat
meningkatkan

keefektifan

dalam

pembelajaran,

pengetahuan,

kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan atau


mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat, serta dapat melengkapi
sumbe-sumber buku kepustakaan sebagai bahan informasi dan
referensi yang penting dalam mendukung pembuatan karya tulis
ilmiah selanjutnya bagi mahasiswa semester akhir.
5.2.2 Bagi lahan praktek
Diharapkan pihak bidan praktik swasta dapat meningkatkan mutu
pelayanan secara komprehensif berdasarkan kewenangan dalam
memberikan pelayanan pada ibu hamil .
5.2.3 Bagi Pasien
Diharapkan

kepada

ketidaknyamanan

ibu

Trimester

setelah
III

diajarkan
yang

penatalaksanaan

benar,

ibu

dapat

melakukannya sehari-hari sesuai dengan yang telah di ajarkan


untuk mencegah terjadinya masalah-masalah pada saat hamil.

169

5.2.4 Bagi penulis


Sebaiknya setiap mahasiswa (penulis) dapat terus menerapkan
manajemen dan asuhan kebidanan yang telah dimiliki serta terus
mengikuti kemajuan dan perkembangan dalam dunia kesehatan
khusunya dalam dunia kebidanan.

DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Eny Retna dan Wulandari, Diah. 2010. Asuhan Kebidanan Nifas.
Jogjakarta: Nuha Medika
Dewi, Vivian dan Sunarsih, tri. 2011. Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan.
Jakarta: Salemba Medika
Hani, ummi. dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta:
Salemba Medika
Jannah, Nurul. 2011. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta:
ANDI
Kuswanti, Ina. 2014. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Manuaba, I. B. G. 2010.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta:
EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta
Pantiawati, Ika dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan I ( Kehamilan ).
Yogyakarta: Nuha Medika
Rukiyah, Ai yeyeh. dkk. 2009. Asuhan Kebidanan I ( Kehamilan ). Jakarta: Tim
Soepardan, Suryani. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC
Sulistyawati, Ary. 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta:
Salemba Medika
Sulistyawati, Ary dan Nugrahaheny, Esti. 2012. Asuhan Kebidanan pada ibu
bersalin. Jakarta: Salemba Medika
Tambunan, Eviana S dan Kasim, Deswani. 2011. Panduan Pemeriksaan Fisik
Bagi Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Uliyah, Musrifatul dan Hidayat, A.Azis Alimu. 2011. Keterampilan Dasar
Praktik Klinik Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Walyani, Elisabeth Siwi. 2015. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta:
PUSTAKABARUPRESS
Daftar Tilik Adila. Checklist Senam Hamil
http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/archives/171 Permenkes 1464 Tahun 2010
di unduh pada tanggal 22 Mei 2015

LAMPIRAN

JADWAL PENELITIAN

Tanggal dan Bulan


No

Kegiatan
1-7

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Mencari Pasien
Konsul Judul
Acc Judul
Konsul Studi Kasus
ACC BAB 1
ACC BAB 2
ACC BAB 3
ACC MATRIK
ACC BAB 4
ACC BAB 5
ACC SIDANG
SIDANG
REVISI

April
8-14 15-21

22-30

1-7

Mei
8-14 15-21

22-31

1-7

Juni
8-14 15-21

22-30 1-7

8-14

Juli
15-21

22-31

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Disusun oleh:
Nama: Rika Sundari
Nim :201207115

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
2014/2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Asuhan kebidanan pada ibu hamil

Sub Topik

: Ketidaknyamanan ibu hamil pada TM III

Hari / Tanggal

: Sabtu 11 April 2015

Waktu

: 14.00 WIB

Penyuluhan / Pembicara

: Rika Sundari

Peserta / Sasaran

: Ibu hamil

Karakteristik

: Ibu hamil trimester III

Jumlah

: 1 Orang

Tujuan Umum

: Diharapkan ibu dapat mengetahui tentang ketidak nyamanan


pada TM III

Tujuan Khusus

: 1. Diharapkan ibu dapat mengerti pengertian ketidak


nyamanan pada TM III
2. Diharapkan ibu dapat mengetahui macam - macam
ketidaknyaman ibu hamil TM III
3. Diharapkan ibu

mengerti

cara mengatasi ketidak

nyamanan TM III
Materi

: Terlampir
1. Pengertian ketidak nyamanan pada TM III
2. Macam macam ketidaknyaman ibu hamil TM III
3. Cara mengatasi ketidaknyamanan TM III

Metode

: Tanya jawab dan ceramah

Media

: leaflet

Kegiatan
No Materi
1

:
Kegiatan

Pembukaan

1. Mengucapkan salam

(5 menit)

2. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus


3. Menyampaikan waktu / kontrak waktu yang akan
digunakan dan mendiskusikannya dengan peserta
4. Memberikan

sedikit

gambaran

mengenai

informasi yang akan disampaikan

Proses

1. Menjelaskan pengertian ketidaknyamanan

(30 menit)

2. Menjelaskan maca macam ketidaknyaman ibu


hamil TM III
3. Menjelaskan cara mengatasi ketidak nyamanan
pada TM III

Evaluasi
(20 menit)

1. Memberikan kesempatan kepada

ibu untuk

bertanya
2. Memberikan jawaban dari pertanyaan ibu
3. Memberikan pertanyaan secara lisan kepada ibu
4. Menarik kesimpulan
5. Ibu mengerti seluruh materi penyuluhan yang
telah disampaikan

Penutup
(3 menit)

1. Penyuluh mengucapkan terima kasih atas segala


perhatiannya.
2. Mengucapkan salam penutup

Lampiran materi
Pendahuluan
Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang semuanya
membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis. Dalam proses adaptasi
tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan yang meskipun hal itu
adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan
(Sulistyawati, 2012; h. 123).
Materi Penyuluhan
Pengertian ketidaknyamanan TM III
Ketidaknyamanan kehamilan trimester III adalah keadaan tidak nyaman yang
dirasakan oleh ibu hamil trimester III yaitu dari mulai umur kehamilan 28 minggu
sampai 40 minggu.

Macam-macm ketidaknyamananTM III

1. Sesak Nafas
2. Sering Kencing
3. Insomnia
4. Nyeri Punggung Bagian Atas dan Bawah
5. Edema Umum
6. Keputihan
7. Konstipasi
8. Kram Trutama Pada Kaki
9. Hemoroid

Cara mengatasi ketidaknyaman ibu hamil trimester III :

1. Sesak nafas
Dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami desakan pada
diagfragma sehingga akan mengalami kenaikan 4 cm; terjadi pelebaran sudut
toraks dari 68 sampai103 derajat; Peningkatan progesteron menyebabkan
peningkatan pusat saraf untuk konsumsi oksigen.
Cara mengatasinya :
a) Sikap tubuh yang benar
b) Tidur dengan bantal ekstra
c) Makan jangan terlalu kenyang porsi kecil tapi sering
d) Jangan merokok
e) Jika berlebihan pergi ke dokter.
2. Sering Kencing
Tekanan uterus pada kandung kemih, sering buang air kecil pada malam hari akibat
ekskresi sodium yang meningkat bersamaan dengan terjadinya pengeluaran air,
serta Air dan sodium tertahan di dalam tungkai bawah selama siang hari karena
stasis pada vena, pada mala hari terdapat aliran balik vena yang meningkat dengan
akibat peningkatan dalam jumlah urine.
Cara mengatasinya
a) KIE tentang penyebab sering BAK
b) Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan
c) Perbanyak minum pada siang hari
d) Jangan kurangi minum di malam hari kecuali menganggu tidur dan mengalami
kelelahan
e) Hindari minum kopi dan teh sebagai diuresis

f) Berbaring miring kiri saat tidur untk meningkatkan diuresis.


3. Insomnia
Pola tidur berubah, dan bangun di tengah malamyang di akibatkan kurang nyaman
karena pembesaran uterus, buang air kecil di malam hari, hidng tersumbat, sakit
otot, stres dan cemas (Sulistyawati, 2012; h. 131).
Cara mengatasinya
a)

Istirahat usap - usap punggung

b)

Minum susu hangat, mandi air hangat sebelum tidur

c)

Topang bagian tubuh dengan bantal

4. Nyeri punggung bagian atas dan bawah


Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau
kompresi akar saraf.
Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian tengah atau bawah mendapat
tekanan berat.
Cara mengatasinya
a) Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat barang yang jatuh,
misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki dan letakkan satu kaki sedikit didepan.
b) Hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan beban yang terlalu berat.
c) Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung.
d) Gunakan kasur yang keras untuk tidur
e) Senam hamil
f) Masase daerah pinggang dan punggung

5. Edema umum
Sirkulasi darah. Terjadi gangguan sirkulasi darah akibat pembesaran dan
penekanan uterus terutama pada vena pelvis ketika duduk dan vena cava inferior
ketika berbaring; Peningkatan penyerapan kapiler
Cara mengatasinya
a) Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama
b) Istirahat dengan berbaring miring ke kiri, dan kaki agak ditinggikan.
c) Hindari kaos kaki atau stocking yang ketat
d) Olahraga atau senam hamil
e) Hindari sendal atau sepatu hak tinggi
6. Keputihan
Hiperplasia mukosa vagina dan peningkatan produksi lendir dan kelenjar
endocervikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.
Cara mengatasinya :
a) Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
b) Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar menyerap cairan
c) Hindari pakian dalamdari bahan nilon
d) Hindari pemakaian pantyliner dari bahan nilon.
7. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih maksimal.
Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.
Cara mengatasinya :
a) Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah, dan sayuran,
minum air hangat terutama ketika perut kosong.
b) Istirahat cukup

c) Senam hamil
d) Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada dorongan.
8. Kram trutama pada kaki
Penurunan kalsium dan alkalosis terjadi akibat perubahan pada sistem pernafasan,
tekanan uterus pada saraf, keletihan dan sirkulasi yang buruk pada tungkai (Hani
dkk, 2011; h. 66).
Cara mengatasinya :
a)

Kurangi konsumsi fosfor tinggi supaya terjadi relaksasi pada otot - otot kaki

b)

Beri kompres hangat pada kaki

c)

Konsumsi cukup kalsium

d)

Istirahat yang cukup

9. Hemoroid
Konstipasi, tekanan yang meningkat dari uterus terhadap vena hemoroidal,
dukungan yang tidak memadai pada vena hemoroid di area annorektal.
Cara mengatasinya :
a) Pencegahan agar feses tidak keras, contoh makan sayur yang berserat dan buah
b) Duduk jangan terlalu lama
c) Posisi tidur miring
d) Kompres dingin/hangat
e) Obat suppositoria atas indikasi dokter.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
Ketidaknyamanan kehamilan trimester III adalah keadaan tidak nyaman yang
dirasakan oleh ibu hamil trimester III yaitu dari mulai umur kehamilan 28
minggu sampai 40 minggu. Ketidaknyamanan yang biasa terjadi pada TM III
yaitu sesak nafas, sering kencing, insomnia, nyeri punggung bagian atas dan
bawah, edema umum, keputihan, konstipasi, kram trutama pada kaki,
hemoroid.

Saran
Sebaik

nya

setelah

diberikan

penjelasan

tentang

penatalaksanaan

ketidaknyamanan TM III ibu hamil dapat melakukannya sehari - hari sesuai


dengan yang telah di ajarkan untuk mencegah terjadinya masalah - masalah
pada saat hamil.
Evaluasi

Jenis

: Tanya jawab

Bentuk

: Secara lisan

Jumlah

: 2 soal

Pertanyaan

1. Sebutkan macam macam ketidaknyaman ibu hamil TM III?


2. Sebutkan cara mengatasi ketidak nyaman pada TM III ?
Daftar pustaka
Sulistyawati, Ary. 2009. Asuhan kebidanan pada masa kehamilan . Jakarta: Salemba
medika.
Hani, ummi. dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta:
Salemba Medika
Pantiawati, Ika dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan I ( Kehamilan ). Yogyakarta:
Nuha Medika

Insomnia
Nyeri punggung bagian atas dan
bawah

Cara mengatasinya :
1. Istirahat usap - usap punggung
2. Minum susu hangat, mandi air hangat
sebelum tidur
3. Topang bagian tubuh dengan bantal

Keputihan
Cara mengatasinya:
1. Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap
hari
2. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari
katun agar menyerap cairan
3. Hindari pakaian daam dari bahan nilon
4. Hindari pemakaian pantyliner

Cara mengatasinya:
1. Gunakan mekanisme tubuh yang baik
2. Hindari sepatu hak tinggi
3. Gunakan bantal waktu tidur
4. Gunakan kasur yang keras untuk tidur
5. Senam hamil
6. Masase daerah pinggang dan punggung

KETIDAKNYAMANAN
TM III

kram trutama pada kaki


Cara mengatasinya:

Date of publication

e) Kurangi konsumsi fosfor tinggi supaya


terjadi relaksasi pada otot - otot kaki
f) Beri kompres hangat pada kaki
g) Konsumsi cukup kalsium
h) Istirahat yang cukup

"Sayangi dirimu dan


bayimu "

DISUSUN OLEH:

RIKA SUNDARI

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
JL.soekarno hatta(depan polinela)rajabasa
Bandar Lampung telp/fax 0721784371

Apa itu
ketidaknyamaan
TM III ???

konstipasi
Edema umum

Ketidaknyamanan TM III adalah

keadaan tidak nyaman


yang dirasakan oleh ibu
hamil trimester III mulai
dari umur kehamilan 28 minggu
sampai 40 minggu.

Cara mengatasinya:
1. Tingkatkan intake cairan dan serat
2. Istrahat cukup
3. Senam hamil
4. Buang air besar secara teratur

Cara meringankan :
1. Hindari posisi tegak lurus
dalam waktu yang lama
2. Istirahat dengan berbaring
miring ke kiri
3. Hindari kaos kaki atau
stocking yang ketat
4. Olahraga atau senam hamil
5. Hindar sendal atau sepatu hak
tinggi

Sering kencing
Ketidaknyamanan ibu hamil TM III dan
cara mengatasinya
Sesak Nafas

Cara mengatasinya:
1. Sikap tubuh yang benar.
2. Tidur dengan bantal ekstra
3. Makan jangan terlalu kenyang porsi kecil
tapi sering
4. Jangan merokok
5. Jika berlebihan pergi ke dokter

Cara mengatasinya:
1. KIE tentang penyebab sering
BAK
2. Kosongkan kandung kemih
ketika ada dorongan
3. Perbanyak minum pada siang
hari
4. Jangan kurangi minum di
malam hari kecuali
mengganggu tidur dan
engalami kelelahan
5. Hindari minum kopi dan teh
6. Berbaring miring kiri saat tidur

Hemoroid
Cara mengatasinya :
1. Makan sayur yang berserat dan buah
2. Duduk jangan terlalu lama
3. Posisi tidur miring
4. Kompres dingin/hangat
5. Obat suppositoria atas indikasi dokter

DOKUMENTASI

Melakukan Pemeriksaan Tekanan Darah

Menjelaskan leaflet ketidaknyamanan TM III pada ibu

Bengkak Pada Kaki Ibu

Hasil Pemeriksaan Urine

Beri Nilai