Anda di halaman 1dari 14

ESRON NOPAN BARUS

S.Kep

Gizi Buruk
1. Defenisi Gizi Buruk
Gizi Buruk adalah kondisi kurang gizi yang
disebabakan rendahnya konsumsi energi dan
protein (KEP) dalam makanan sehari-hari,
biasanya disertai juga oleh gangguan
fisiologis, dan pada umumnya diderita oleh
anak-anak/balita.

2. Penyebab
Beberapa penyebab Gizi Buruk antara Lain

Asupan gizi yang kurang, disebabkan oleh banyak


faktor antara lain:
Pola Pemberian ASI dan MP-ASI
Ketersedian Pangan di Tingkat Rumah Tangga
Pola Makan Yang Salah

Kesehatan Lingkungan
Sering Sakit (frequent infection)
Kurangnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan

3. Tipe-tipe Gizi Buruk


Secara klinis Gizi Buruk dapat dibagi tiga tipe yakni:

Marasmus

Marasmus
merupakan
suatu
bentuk
Malnutrisi Energi Protein (MEP) yang
disebabkan oleh defisiensi kalori berat,
terjadi pada usia muda dan umumnya pada
balita.yang ditandai dengan Berat Badan <
80 %, otot-otot mengecil (atrofi), wajah
tampak tua dan tidak ada lapisan lemak
dibawah kulit.

Kwashiorkor
Kwarshiokor merupakan suatu bentuk Malnutrisi
Energi Protein (MEP) akibat defisiensi protein
berat; biasanya intake kalori juga berkurang. Gejala
mencakup pertumbuhan yang terlambat, perubahan
pada kulit dan pigmen rambut, edema, defisiensi
imun,dan perubahan patologi pada hepar.

Marasmus-Kwashiorkor
Marasmus-Kwashiorkor merupakan suatu kondisi
dimana terjadi defisiensi kalori
dan protein,
ditandai oleh penciutan jaringan yang berat,
hilangnya lemak subkutan, dan biasanya dengan
dehidrasi.

4. Pencegahan Gizi Buruk


Pencegahan dapat dilaksanakan dengan baik
bila penyebab diketahui. Usaha-usaha tersebut
dapat memerlukan sarana dan prasarana
kesehatan yang baik untuk pelayanan
kesehatan dan penyuluhan gizi.

5. Pengobatan Gizi Buruk


Tujuan pengobatan pada penderita gizi
buruk adalah pemberian diet tinggi protein
serta mencegah kekembuhan. Penderita gizi
buruk tanpa komplikasi dapat berobat jalan
asal diberi penyuluhan mengenai pemberian
makanan yang baik; sedangkan penderita yang
mengalami komplikasi seta dehidrasi, syok,
asidosis dan lain-lain perlu mendapat
perawatan di rumah sakit. Penatalaksanaan
penderita yang dirawat di RS dibagi dalam
beberapa tahap.

Tahap awal yaitu 24-48 jam pertama


merupakan masa krisis, yaitu tindakan untuk
menyelamatkan jiwa, antara lain mengkoreksi
keadaan dehidrasi atau asidosis dengan
pemberian intravena.

Tahap kedua yaitu penyesuaian. Sebagian


besar penderita tidak memerluka koreksi cairan
dan elektrolit, sehingga dapat langsung dimulai
dengan penyesuaian pemberian makanan. Waktu
yang diperlukan untuk mencapai diet tinggi
kalori tinggi protein ini lebih kurang 7-10 hari.