Anda di halaman 1dari 16

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI

DENGAN MENGGUNAKAN METODE


STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
(Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung)
Oleh
Endah Gina Asri
08210766
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul
Mod
el Pembelajaran Menulis Puisi dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement
Division (STAD)
.
Tujuan
umum
penelitian ini untuk mengetahui
gambaran tentang
peran
Metode (STAD) dalam
meningkatkan pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri I
Soreang Kabupaten Bandung. Adapun tujuan khusus
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang : 1) Pengaruh positif yang dihasilkan oleh Metode
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupa
ten Bandung. 2)
Metode
(STAD) dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten
Bandung.
3)Langkah
langkah (fase) yang ditempuh oleh Metode (STAD) dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi siswa kelas
VII SMP
Negeri I Soreang Kabupaten Bandung.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pretes
, perlakuan,
dan postes
, sedangkan
untuk
menguji
ti
ngkat signifikansi menggunakan
uji t.
Kesimpulan penelitian ini adalah
k
emampuan
siswa dalam pembelaja
ran menulis
puisi
sebelum
menggunakan Metode (STAD)
hasilnya rendah bila dibandingkan dengan
sesudah diperlakukan
Metode (STAD)
, sehingga
Metode (STAD)
dapat diterima.
Kata
Kunci :
Puisi
dan
Metode Student Teams Achievement Division (STAD)

PENDAHULUAN

Proses belajar mengajar merupakan kegiatanutama sekolah. Dalam proses ini siswa membangun
makna dan pemahaman dengan bimbingan guru.Kegiatan belajarmengajar hendaknya
memberikankesempatan kepada siswa untuk melakukan hal-hal secara lancar dan termotivas
Suasana belajar yang diciptakan guru harus melibatkan siswa secara aktif. Di sekolah terutama guru
diberikan kebebasan untuk mengelola kelas yang meliputi strategi, pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran yang efektif, disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, guru,
dan sumber daya yang tersedia di sekolah.
Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa, karena di
samping sebagai bahasa nasional juga merupakan mata pelajaran yang menentukan kelulusan.
SejakTaman Kanak-Kanak siswa sudah diperkenalkan dengan bahasa Indonesia. Banyak siswa yang
menganggap mudah belajar bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia merasa sudah dikuasainya
sejak kanak-kanak. Kenyataan di lapangan menunjukkannilai UAN bahasa Indonesia masih jauh dari
harapan.Oleh karena itu pembelajaran bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan dan bagaimana
memberikan motivasi kepada peserta didik agar lebih menyenangi pembelajaran bahasa Indonesia.
Melalui pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, diharapkan siswa mampu berkomunikasi,
baik lisan maupun tulisan. Terdapat empat keterampilan berbahasa Indonesia, yaitu : menyimak,
berbicara, membaca,dan menulis. Dari ke empat keterampilan tersebut, menulis merupakan
keterampilan yang paling kompleks. Sebelum siswa menguasai keterampilan menulis, terlebih dahulu
mereka harus menguasai keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Dengan demikian,
keterampilan menulis adalah kegiatan yang cukup sulit bagi peserta didik. Siswa diharapkan mampu
mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulis,
diantaranya menulis puisi, menulis teks berita, dan menulis laporan.
Menulis
puisi adalah salah satu komp
etensi yang
harus dimiliki oleh siswa.
Pembe
lajaran menulis puisi
dapat melatih sekaligus memberikan bekal kepada
siswa unt
uk menyusun karangan yang bersi
fat
realis
t
is, obyektif, dan imajinatif.
D
a
lam berpuisi, baik waktu menulis, membaca,
maupun mendenga
rkannya, ada nuansa khusus
sehi
ngga emosional
penulis
,
pembaca, ataupun
pendengarnya terbawa hanyut oleh jiwa dari puisi itu.
Lain halnya dengan sajian bahasa yang sifatnya
informasi (mungkin)
tidak akan
menyentuh unsur
afektif individu.
Dengan demikian melalui
berpuisi
sekaligus dapat membangkitkan
dan
mengembang
k
an
(Bl

oom, BS dalam
Erman, 2003)
potensi emosional (
afektif rasa
budi
) sekaligus
kemampuan berpikir
(
cognitive akal
pikir
) dan
keterampilan psikis (
psychomotoric
). Dengan
berpuisi, lengkaplah pengembangan p
uisi individu
tersebut di at
as, k
arena ketiganya se
lalu terbawa
sert
a
P
emb
elajaran
membaca dan menul
is puisi untuk
siswa, yang melibatkan ketepatan aspek lafal
,
intonasi, keberma
knaan, ekspresi, dan gagasan
sa
ngatlah penting bagi siswa da
lam mengembangkan
ketiga potensi di atas, agar pem
belajaran benar
benar
menjadi aktifitas memanusiakan manusia secara utuh.
Salah satu model yang dapat mengarahkan siswa
untuk memberikan pengalaman belajar secara
langsung adalah model pembelajatran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif ini didasarkan
atas
pandangan konstruktivi
ta
s yang menyatakan bahwa
anak secara aktif membentuk konsep,
pr
insip dan
teori yang disajikan kepadanya. Mereka
mengolahnya secara
aktif, menyesuaikan dengan
skema pengetahuan yang sudah dimiliki dalam
st
ruktur kognitifnya dan
menambah
kan atau

menolaknya (Suparno, 1997).


Dalam penelitian ini peneliti memi
lih model
pembelajaran kooperat
if dengan metode STAD
(
Student Teams Achievement Division
) sebagai objek
eksperi
men. Menurut Johnson (dalam Noornia, 1997
: 29) penggunaan pembel
ajaran kooperatif khususnya
metode STAD memiliki keuntungan, antara lain
lebih
dapat memotiv
as
i siswa dalam berkelompok agar
mereka saling mendo
rong dan membantu sa
t
u sama
lain
dalam me
nguasai materi yang disajikan.
Penerapan model pembelajaran kooperatif
metode STAD pada mata pelajaran bahasa Indonesia
terutama menulis puisi di
harapkan dapat tercipta
suasana
belajar siswa aktif yang saling
berkomunikasi, saling mendengar, saling berbagi,
saling member
i
dan menerima, yang mana keadaan
tersebut selain dapa
t meningkatkan pemahaman
terhadap ma
teri juga meningkatkan in
t
eraksi
sos
ial
si
swa, sehingga dapat meningkatkan hasil prestasi
belajar siswa.
Dari ura
ian latar belakang perm
asalahan
tersebut
di atas, penulis mera
sa tergu
gah hati untuk
melakukan peneli
tian
yang berjudul
Model
Pem
belajaran Menulis Puisi dengan
Menggunakan Metode Student Teams
Achievement Divsison (STAD). (Kuasi

Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP


Negeri I Soreang Kabupaten Bandung
)
.
``
`````
BATASAN
DAN PERUMUSAN
MASALAH
Setelah penulis m
elakukan studi lapangan
sementara tentang pembelajaran menulis puisi
dengan mengguanakan metode
Student Teams
Achievement Division
(STAD)
, serta untuk
memperoleh arah penelitian secara terpokus, maka
penulis merumuskan penelitian ini ke
dalam
pertanyaan be
ri
kut. Bagaimanakah peran metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
dalam
meningkatkan pembelajaran
menulis puisi siswa
kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten
Bandung?
Agar tidak terjadi kesalahan persepsi dan tidak
terjadi penyelewengan konsep, m
aka untuk
membatasi perumusan masalah tersebut di atas
disaj
i
kan ke dalam beberapa hal sebagai berikut.
1.
Bagaimanakah tingkat kemampuan siswa
kelas
VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung
dalam menulis puisi sebelum mengikuti
pembelajaran dengan menggun
akan Metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
?
2.
Bagaimanakah tingkat kemampuan siswa kelas
VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung
dalam menulis puisi sesudah mengikuti
pembelajaran dengan menggunakan Metode
Student Teams Achievement Division
(
STAD)
?
3.
Bagaimanakah tingkat kemampuan siswa kelas
VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung
dalam menulis puisi sebelum dan sesudah

mengikuti pembelajaran dengan menggunakan


Metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
?
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan pen
elitian secara umum adalah
mengetahui gambaran tentang peran
Metode
Student
Teams Achievement Division
(STAD)
dalam
meningkatkan pembelajaran menulis puisi siswa
kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten
Bandung. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini
ada
lah mengetahui gambaran tentang :
1.
Pengaruh positif yang dihasilkan oleh
Metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi
siswa kelas VII SMP Negeri I Soreang
Kabupaten Bandung.
2.
Metode
Student Teams Achievement
Division
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran
menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri I
Soreang Kabupaten Bandung.
3.
Langkah
langkah (fase) yang ditempuh oleh
Metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran
menulis puisi
siswa kelas VII SMP Negeri I
Soreang Kabupaten Bandung.
MANFAAT PENELITIAN
Sesuai dengan tujuan penelitian di atas maka
diperoleh manfaat secara teoritis yakni melalui
penelitian ini diharapkan mampu
menumbuhkembangkan potensi sekolah melalui
Metode
Stude
nt Teams Achievement Division
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran menulis, terutama
menulis puisi. Sedangkan manfaat secara praktisnya
adalah :
1.
Bagi guru, jika implementasi

Metode
Student
Teams Achievement Division
(STAD)
dapat
meningkatkan kemampuan k
reativitas siswa
dalam menulis puisi, maka pendekatan ini adalah
pendekatan pembelajaran inovatif yang mungkin
bisa diterapkan pada pelajaran lain .
2.
Bagi siswa,
akan tumbuh kesada
ran bahwa
de
ngan b
elajar menulis puisi dapat
menu
mbuhkan dan mengembangkan ke
cerdasan
intelektual, emosional, dan spiritual sebagai
ins
t
rumen untuk membentuk pribadi positif. Di
samp
i
ng
itu kompetensi k
r
e
ativitas, sikap, dan
minat siswa adalah salah satu
unsur
dari
kecakapan hidup (
life skill
) yang harus digali
melalui pembelajaran
.
3.
Bagi dunia pendidikan, bahwa paradigm
a
sekarang berubah dari pengajaran menjadi
pembelajaran, yang berarti bahwa siswa belajar
tidak cukup dengan memperhatikan, menulis,
membaca, dan berlatih tetapi pembelajaran
adalah membelajarkan siswa (sebagai subjek
)
dengan cara melakukan
mengalami
mengkomunikasikan. Mulai dari kehidupan nyata
siswa diangkat menjadi konsep.
ANGGAPAN DASAR
Berdasarkan judul penelitian
yang penulis ambil
yaitu
Model Pembelajaran Menulis Puisi dengan
Menggunakan Metode

Student Teams Ac
hievement
Division (STAD)
Kuasi Eksperimen terhadap Siswa
Kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten
Bandung).
Maka lahirlah anggapan dasar atau
praduga sementara dari penelitian ini,
yang diuraikan
sebagai berikut :
1.
Peran yang dihasilkan oleh Metode
Studen
t
Teams Achievement Division (STAD)
dalam
meningkatkan pembelajaran menulis puisi
berbeda
beda sesuai dengan tingkat kognitif yang
dimiliki siswa dan kemampuan guru dalam
menyampaikan pendekatan tersebut.
2.
Terdapat pengaruh positif yang dihasilkan oleh
Met
ode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
dalam meningkatkan pembelajaran
menulis puisi.
3.
Student Teams Achievement Division (STAD)
merupakan suatu proses pendidikan yang holisti
k
dan betujuan memotiv
a
si siswa untuk
memahami makna materi pelajaran yang
dipelaj
a
rinya dengan mengkai
tkan materi
tersebut dengan kon
tek
s
kehidupan mereka
sehari
hari (konteks pribadi, so
s
ial, dan kultural)
sehingga siswa memiliki p
engetahuan /
keterampilan yang
secara fleksibel dapat
(ditransfer) dari satu permasalahan / konte
ks
ke
permasalahan / konteks lainnya.
4.

Student Teams Achievement Division


(STAD)
juga meru
pakan pembelaj
a
ran kooperatif paling
sederhana yang membantu guru mengkaitkan
antara materi yang diajarkannya dengan situasi
dunia nyata dan mendorong pembelajar mem
buat
hubungan antara materi yang diajarkannya
dengan penerapannya dalam kehidupan mereka
se
bagai anggota keluarga dan masy
arakat.
5.
Menulis puisi merupakan suatu hal dalam
mengungkapkan, mencurahkan, dan
mengekspresikan pemikiran yang
membangkitkan perasaan
yang merangsang
imajinasi panca indra dalam susunan yang
berirama.
HIPOTESIS
Bertitik tolak dari anggapan dasar tersebut di
atas, maka penulis mengajukan hipotesis
:
1.
Tingkat kemampuan siswa
kelas VII SMP Negeri
I Soreang Kabupaten Bandung dalam menuli
s
p
uisi sebelum mengikuti pembe
lajaran dengan
menggunakan metode
Student Teams
Achievement Division
(STAD)
tergolong cukup
dengan rentang nilai antara 60

69 ;
2.
Tingkat kemampuan siswa
kelas VII SMP Negeri
I Soreang Kabupaten Bandung dalam menuli
s
puisi setel
ah mengikuti pembe
lajaran dengan
menggunakan metode
Student Teams
Achievement Division
(STAD)
tergolong cukup
dengan rentang nilai antara 70

79 ;
3.

Terdapat perbedaan yang signifikan antara


kemampuan siswa
kelas VII SMP Negeri I
Soreang Kabupaten Bandung d
alam menulis
puisi sebel
um dan sesudah mengikuti
pembe
lajaran dengan menggunakan metode
Student Teams Achievement Division
(STAD
.
)
DEFINISI OP
E
RASIONAL
Untuk menyamakan persepsi dan pengertian
dalam rangka memudahkan pembahasan penelitian,
maka penulis
menguraikan masalah ke dalam definisi
oprasional sebagai berikut :
1.
Metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
yang dimaksud dalam penelitian ini
adal
a
h suatu pendekatan pembelajaran yang
membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkannya dengan
situasi dunia nyata siswa
dan mendorong siswa me
m
buat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya
dal
a
m kehidupan mereka sehari
hari, dengan melibatkan lima komponen utama
pembelajaran efektif, yaitu : Penyajian kelas,
Menetapkan sisw
a dalam kelompok, Tes dan
Kuis, Skor peningkatan individual, dan
Pengakuan kelompok.
2.
Menulis puisi yang dimaksud dalam penelitian
ini adalah mencurahkan imajinasi, angan, dan
perasaan ke dalam sebuah tulisan indah yang
berirama.
3.
SMP Negeri I Soreang yang
dimaksud dalam
pe
nelitian ini adalah sebuah seko
l
a
h yang berada

di ibukota kabupaten Bandung tepatnya berada di


kecamatan Soreang.
4.
Pembahasan
Variabel, yang terdiri dari dua
variabel yaitu : Pembelajaran menulis puisi
merupakan variabel bebas; dan Metode
S
tudent
Teams Achievement Division (STAD)
merupakan
variabel terikat.
Jadi metode
Student Teams Achievement Division
(STAD)
merupakan sebuah pendekatan pembelajaran
yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar
siswa SMP Negeri I
Soreang da
n sekolah lain
nya
khususnya dalam pembelajaran menulis puisi.
KAJIAN TEORI
a.
Model Pembelajaran
W
inatapu
tra dalam Sugiyanto (2008)
mengemukakan bahwa model pembelajaran adalah
kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan
berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam
mencanangkan dan melaksanakan aktifitas
pembelajaran. Ada banyak hal model pembelajaran
yang dikembangkan oleh para ahli dalam usaha
mengoptimalkan hasil
belajar siswa diantaranya
adalah model pembelajaran kooperatif, model
pembelajaran koopeeratif ini merupakan
pendekatan
pembelajaran yang berfokus pada penggunaan
kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam
memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai
t
ujuan belajar.
b.
Menulis
Menurut Jago Tarigan (1995 : 117) menulis
berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide,
pendapat,
atau pikiran dan perasaan. Sarana
memwujudkan hal itu adalah bahasa. Isi melalui
bahasa itu akan dimengerti orang lain atau pe
mbaca
bila dituangkan dal
am bahasa yang teratur,
sistema
tis, sederhana, dan mudah dimengerti.
Menulis bukan sesuatu yang diperoleh secara

spontan, tetapi memerlukan usaha sadar


menuliskan kalimat dan mempertimbangkan cara
mengkomunikasikan dan mengatur (
Donn Byrne,
1988 :1)
c.
Puisi
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993 : 6)
mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya
dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris
diantaranya; Samuel Taylor Coleridge
mengemukakan puisi itu adalah kata
kata yang
terindah dala
m susunan terindah. Penyair memilih
kata
kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik
baiknya, misalnya seimbang, simetris antara satu
unsur dengan
unsur
lain sangat erat berhubungannya,
dan sebagainya.
d.
Student Teams Achievement Division (STAD)
Student T
eams Achievement Division (STAD)
merupakan salah satu metode dalam pembelajaran
kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang
baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif
dalam kelas. Metode STAD merupakan salah satu
model pembelajaran yang dikembangk
an berdasarkan
teori psikologi
so
s
ial. Dalam teori ini sinergi yang
muncul dalam kerja kooperatif menghasilkan
motivasi yang lebih daripada individualistic dalam
lingkungan kompetitif. Kerja kooperatif
meningkatkan perasaaan positif satu dengan yang
lainn
ya, mengurangi keterasingan dan kesendirian,
membangun hubungan dan menyediakan pandangan
positif terhadap orang lain.
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen),
dengan desain
pre
post test one group design
.
Yaitu
pretes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan
awal siswa, tiga kali perlakuan berupa pembelajaran
menulis puisi dengan menggunakan metode
Student

Teams Achievement Division (STAD)


,
dan ditutup
dengan postes yang dilak
ukan untuk mengetahui
hasil akhir dari kemampuan siswa setelah mengikuti
pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan
metode tersebut.
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik tes, meliputi pretes dan postes. Tes
yang diberikan kepada sisw
a adalah tes kemampuan
siswa dalam menulis puisi.
Adapun teknik
pengolahan data dalam penelitian ini dilaksanakan
dengan cara sebagai berikut :
1.
Menginventarisir (mengumpulkan dan
menghitung skor) data.
2.
Menghitung mean pretes dan postes.
3.
Menghitung tes sig
nifikan untuk pretest and
posttest one group design.
POPULASI DAN SAMPEL
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa
siswi
kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung
yang terdiri dari 8 kelas partisi dan berjumlah kurang
lebih 320 siswa. Sedangkan
sampel yang diambil
adalah 10% dari 320 siswa
adalah 32 orang siswa.
yang terdiri dari masing
masing
kelas diambil
4
siswa
.
PEMBAHASAN
Rata
rata yang diraih siswa kelas VII SMP
Negeri I Soreang Kabupaten Bandung dalam
pembelajaran menulis puisi sebelum m
endapat
perlakuan berupa pembelajaran dengan model
pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams
Achievement Division (STAD)
(pretes) adalah 64
(tergolong cukup), dan rata
rata nilai yang diraih
siswa
kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten
Bandung

dalam pem
belajaran menulis puisi setelah
mendapat perlakuan berupa pembelajaran dengan
model pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams
Achievement Division (STAD)
(posttest) adalah 73
(tergolong baik).
Berdasarkan penelitian yang telah penulis
laksanakan, diperole
h hasil bahwa :
1.
Mean pretest adalah 64 (tergolong cukup)
2.
Mean posttest adalah 73 (tergolong baik), dan
3.
Dengan t
hitung

(12,83) dan t
tabel

(1,70) pada taraf


kepercayaan 95% serta derajat kebebasan 29 (n
1), maka terdapat perbedaan yang signifikan
antara pemb
elajaran menulis puisi sebelum dan
sesudah mendapat perlakuan berupa
pembelajaran dengan model pembelajaran
kooperatif tipe
Student Teams Achievement
Division (STAD)
.
Dengan demikian penulis berpendapat bahwa
model pembelajaran kooperatif tipe
Student Team
s
Achievement Division (STAD)
dalam meningkatkan
prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran
menulis puisi di kelas
VII SMP Negeri I Soreang
Kabupaten Bandung
merupakan salah satu teknik
pembelajaran yang efektif dan efisien.
SIMPULAN
1.
K
emampuan siswa
dalam pembelajaran menulis
puisi
sebelum
mendapat perlakuan berupa
pembelajaran
dengan model pembelajaran
kooperatif tipe
Student Teams Achievement
Division (STAD)
hasilnya
lebih
rendah bila
dibandingkan dengan sesudah

mendapat
perlakuan berupa pembelajara
n dengan model
pembelajaran
kooperatif tipe
Student Teams
Achievement Division (STAD)
, sehingga
model
pembelajaran
kooperatif tipe
Student Teams
Achievement Division (STAD)
dapat diterima.
2.
T
erdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
yang diperoleh sis
wa sebelum dan sesudah
mendapat pembelajaran menulis
puisi d
engan
men
ggunakan
model pembelajaran kooperatif
tipe
Student Teams Achievement Division
(STAD)
.
DAFTAR
PUSTAKA
A
bdul Malik dkk. (2008),
Kajian Bahasa Indonesia
,
bahan cetak ajar Direktorat Jen
deral Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
A
minudin. (2002),
Pengantar Apresiasi Karya
Sastra
,
Sinar Baru Algesindo, Jakarta.
A
khadiah, Sabarti dkk. (1988),
Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia,
Erlangga, Jakarta.
D
epdiknas. (2006),
Ka
pita Selekta Pembelajaran di
Sekolah Dasar,
Konsorsium Program PJJ SI
PGSD.
Effendi, (2002),
Bimbingan Apresiasi Puisi,
Pustaka
Jaya, Jakarta.

Ga
ni Rizanur. (1988),
Pengajaran
Sastra
Indonesia ,
R
espon d
an Analisis
, Depdikbud, Dirjen Dikti,
PPLPTK, Jakarta
.
Hasbi Laurens Burhani MS,
Kamus Ilmiah
Hasanuddin. (2002),
Membaca dan Menilai Sajak
,
Angkasa, Bandung.
Kamus Besar Bahasa Indonesia
PN Balai Pustaka
Resmini, N. (2003),
Sastra
Anak dan Pembelajaran
Apresiasi
, dikt
a
t Kuliah
Resmini, N. (2003)
Pembelajara
n Apresiasi Bacaan
Cerita melalui Implementasi
Strategi Directed
Reading Activity di kelas V SDN Cijerokaso 2
Kecamatan Sukasari Kota Bandung UPI.
Resmini, N. (1998),
Pembelajaran Menulis Cerita
melalui Pembangu
n
an Guided Writing
Procedure
di kelas IV SD
, tesis, Ikip Malang.