Anda di halaman 1dari 8

2.2.

Perencanaan Keperawatan

Dx.
Peningkatan suhu tubuh

Tujuan/ K.Hasil
Tujuan :

berhubungan dengan

-Suhu tubuh

proses penyakit (viremia).

normal (36 37
0

C)

Intervensi
-Kaji saat timbulnya demam.

Rasional
- untuk mengidentifikasi pola
demam pasien.

-Observasi tanda vital (suhu, nadi,

- tanda vital merupakan acuan

tensi, pernafasan) setiap 3 jam.

untuk mengetahui keadaan

-Pasien bebas dari

umum pasien.

demam.
- Anjurkan pasien untuk banyak
minum 2,5 liter/24 jam.

- Peningkatan suhu tubuh


mengakibatkan penguapan tubuh
meningkat sehingga perlu
diimbangi dengan asupan cairan
yang banyak.

- Berikan kompres hangat.

- Dengan vasodilatasi dapat


meningkatkan penguapan yang
mempercepat penurunan suhu
tubuh.

- Anjurkan untuk tidak memakai

- Pakaian tipis membantu

selimut dan pakaian yang tebal.


- Berikan terapi cairan intravena dan
obat-obatan sesuai program dokter.

mengurangi penguapan tubuh.


- Pemberian cairan sangat penting
bagi pasien dengan suhu tinggi.

- Kaji tingkat nyeri yang dialami


Tujuan :
Nyeri berhubungan
dengan proses patologis
penyakit.

- Rasa nyaman

pasien.
- Berikan posisi yang nyaman,

pasien

usahakan situasi ruangan yang

terpenuhi.

tenang.

- Nyeri berkurang
atau hilang.

- untuk mengetahui berapa berat


nyeri yang dialami pasien.
- Untuk mengurangi rasa nyeri

- Alihkan perhatian pasien dari rasa


nyeri.

- Dengan melakukan aktivitas lain


pasien dapat melupakan
perhatiannya terhadap nyeri

- Berikan obat-obat analgetik

yang dialami.
- Analgetik dapat menekan atau
mengurangi nyeri pasien.

- Kaji keluhan mual, sakit menelan,


Tujuan :
.Kebutuhan

dan muntah yang dialami pasien.


- Kaji cara / bagaimana makanan

- Untuk menetapkan cara


mengatasinya.

nutrisi pasien
Gangguan pemenuhan
kebutuhan nutrisi kurang
dari kebutuhan
berhubungan dengan
mual, muntah, anoreksia.

dihidangkan.

terpenuhi, pasien
mampu
menghabiskan

dapat mempengaruhi nafsu


- Berikan makanan yang mudah
ditelan seperti bubur.

makanan sesuai
dengan posisi
yang diberikan
/dibutuhkan.

- Cara menghidangkan makanan


makan pasien.
- Membantu mengurangi kelelahan
pasien dan meningkatkan asupan

- Berikan makanan dalam porsi kecil


dan frekuensi sering.

makanan .
- Untuk menghindari mual.

- Catat jumlah / porsi makanan yang


dihabiskan oleh pasien setiap hari.
- Berikan obat-obatan antiemetik
sesuai program dokter.

- Untuk mengetahui pemenuhan


kebutuhan nutrisi
- Antiemetik membantu pasien
mengurangi rasa mual dan
muntah dan diharapkan intake

- Ukur berat badan pasien setiap


minggu.

nutrisi pasien meningkat.


- Untuk mengetahui status gizi
pasien

- Kaji keadaan umum pasien (lemah,


Tujuan :

pucat, takikardi) serta tanda-tanda

- Menetapkan data dasar pasien untuk

Volume cairan

vital.

mengetahui penyimpangan dari keadaan

terpenuhi.

- Observasi tanda-tanda syock.

normalnya.

- Berikan cairan intravena sesuai


Kurangnya volume cairan

program dokter.

tubuh berhubungan

- Agar dapat segera dilakukan


tindakan untuk menangani syok.
- Pemberian cairan IV sangat

dengan peningkatan

penting bagi pasien yang

permeabilitas dinding

mengalami kekurangan cairan

plasma.

tubuh karena cairan tubuh karena


cairan langsung masuk ke dalam
- Anjurkan pasien untuk banyak
minum.

pembuluh darah.
- Asupan cairan sangat diperlukan
untuk menambah volume cairan

- Catat intake dan output.

tubuh.
- Untuk mengetahui keseimbangan
cairan.

- Kaji keluhan pasien.


Tujuan :
- Pasien mampu

kondisi tubuh yang lemah.

- Kaji hal-hal yang mampu atau

masalah pasien.

mandiri setelah

yang tidak mampu dilakukan oleh

bebas demam.

pasien.

ketergantungan pasien dalam

- Bantu pasien untuk memenuhi

memenuhi kebutuhannya.

Gangguan aktivitas sehari- - Kebutuhan


hari berhubungan dengan

- Untuk mengidentifikasi masalah

aktivitas
sehari-hari

kebutuhan aktivitasnya sehari-hari


sesuai tingkat keterbatasan pasien.

- Untuk mengetahui tingkat

- Pemberian bantuan sangat


diperlukan oleh pasien pada saat

terpenuhi

kondisinya lemah dan perawat


mempunyai tanggung jawab
dalam pemenuhan kebutuhan
sehari-hari pasien tanpa
- Letakkan barang-barang di tempat
yang mudah terjangkau oleh
pasien.

mengalami ketergantungan pada


perawat.
- Akan membantu pasien untuk
memenuhi kebutuhannya sendiri
tanpa bantuan orang lain.

- Monitor keadaan umum pasien


Tujuan :

Resiko terjadi syok


hypovolemik berhubungan
dengan kurangnya volume
cairan tubuh.

- Memantau kondisi pasien selama

- Tidak terjadi

masa perawatan terutama pada

syok

saat terjadi perdarahan sehingga

hipovolemik.

- Observasi tanda-tanda vital tiap 2

segera diketahui tanda syok dan

- Tanda-tanda

sampai 3 jam.

dapat segera ditangani.

vital

- Monitor tanda perdarahan.

dalam batas

keadaan umum baik.

normal.
- Keadaan umum
baik.

- Tanda vital normal menandakan


- Perdarahan cepat diketahui dan dapat

- Chek haemoglobin, hematokrit,

diatasi sehingga pasien tidak sampai syok

trombosit

hipovolemik.

- Untuk mengetahui tingkat kebocoran


pembuluh darah yang dialami pasien
- Berikan transfusi sesuai program

sebagai acuan melakukan tindakan lebih

dokter.

lanjut.

- Lapor dokter bila tampak syok

- Untuk menggantikan volume darah serta

hipovolemik.

komponen darah yang hilang.


- Untuk mendapatkan penanganan lebih
lanjut sesegera mungkin.

- Lakukan teknik aseptik saat


melakukan tindakan pemasangan

Resiko infeksi
berhubungan dengan
tindakan invasif
(pemasangan infus).

Tujuan :

infus.

- Tindakan aseptik merupakan tindakan

1. Tidak terjadi

- Observasi tanda-tanda vital.

preventif terhadap kemungkinan terjadi

infeksi pada

infeksi.

pasien.

- Menetapkan data dasar pasien, terjadi


- Observasi daerah pemasangan

peradangan dapat diketahui dari

infus.

penyimpangan nilai tanda vital.

- Segera cabut infus bila tampak

- Mengetahui tanda infeksi pada

adanya pembengkakan atau plebitis.

pemasangan infus.
- Untuk menghindari kondisi yang lebih
buruk atau penyulit lebih lanjut.

- Monitor tanda penurunan trombosit

yang disertai gejala klinis.

Resiko terjadi perdarahan


lebih lanjut berhubungan
dengan trombositopenia.

Tujuan :

- Anjurkan pasien untuk banyak

- Penurunan trombosit merupakan tanda

- Tidak terjadi

istirahat.

kebocoran pembuluh darah.

tanda-tanda

- Beri penjelasan untuk segera

- Aktivitas pasien yang tidak terkontrol

perdarahan lebih

melapor bila ada tanda perdarahan

dapat menyebabkan perdarahan.

lanjut.

lebih lanjut.

- Membantu pasien mendapatkan

- Jumlah

- Jelaskan obat yang diberikan dan

penanganan sedini mungkin.

trombosit

manfaatnya.

meningkat.

- Memotivasi pasien untuk mau minum obat


sesuai dosis yang diberikan.
-Kaji rasa cemas yang dialami
pasien.

Tujuan :

- Jalin hubungan saling percaya

- Menetapkan tingkat kecemasan yang

- Kecemasan

dengan pasien.

dialami pasien.

berkurang.

- Tunjukkan sifat empati

- Pasien bersifat terbuka dengan perawat.

- Beri kesempatan pada pasien untuk

- Sikap empati akan membuat pasien merasa

mengungkapkan perasaannya

diperhatikan dengan baik.

- Gunakan komunikasi terapeutik

- Meringankan beban pikiran pasien.

Kecemasan berhubungan
dengan kondisi pasien
yang memburuk dan
perdarahan yang dialami
pasien.
- Agar segala sesuatu yang disampaikan

diajarkan pada pasien memberikan hasil


- Kaji berapa jam os dapat tidur

yang efektif.

dalam semalam
Tujuan :

Gangguan pola istirahat


tidur berhubungan dengan
lingkungan RS yang tidak
nyaman, proses penyakit.

- Ciptakan lingkungan yang nyaman

- Untuk menentukan cara mengatasinya.

- Kebutuhan

- Dengan lingkungan yang nyaman dan

istirahat tidur

tidak adanya suara yang berisik diharapkan

terpenuhi

os dapat tidur dengan nyenyak.