Anda di halaman 1dari 19

KESEHATAN

REPRODUKSI DALAM
PERSPEKTIF GENDER

Istilah gender ilmuwan


sosial untuk
KONSEP
GENDER
menjelaskan perbedaan & yg bersifat

bawaan sebagai ciptaan Tuhan >< mana


yang merupakan bentukan budaya yang
dikonstruksikan, dipelajari dan
disosialisasikan.

Panduan

Perempuan

Laki-laki

Alat kelamin

Vagina

Penis

Anatomi reproduksi

Sel telur, tuba


fallopii, rahim,
klitoris

Sperma

Anatomi reproduksi
pendukung
(sekunder)

Payudara

Harapan ibu thd


bayi

Cantik, bulu mata


lentik

Ganteng, aktif

Dekorasi kamar

Merah muda,
bunga, boneka

Ganteng, aktif,
biru, kapal-2an,
mobil-2an

Pakaian/benda yg
dipakai bila.

Gaun, rok, pita,


selop

Celana, sepatu,
kaos

Karakteristik saat
tumbuh

Lemah, cengeng,
lembut, pasif

Kuat, aktif, kasar,


agresid

Pilihan karir
yang
diinginkan

Guru, pegawai
perpustakaan,
sekretaris,
perawat/bidan

Kepala sekolah,
teknisi,
pimpinan,
dokter

Identifikasi
pasangan
untuk dinikasi

Laki-laki
Laiki-laki usia
lebih tua

Perempuan
Perempuan
usia lebih
muda

Masyarakat mengharapkan agar dan


melihat, berpikir, merasa dan
bertindak dengan cara tertentu, hanya
karena mereka atau .
Berbeda dg perbedaan fisik & ,
peran gender diciptakan oleh
masyarakat. Beberapa kegitan seperti
mencuci dan menyetrika pakaian
dianggap sebagai pekerjaan , namun
pembagian peran ini berbeda dari satu
tempat ke tempat lain, bergantung
pada adat istiadat, hukum dan agama,
tingkat pendidikan, status sosial dan
usia.
Ex: Pada komunitas dari kelas
tertentu diharapkan bertanggungjawab
pada pekerjaan RT, semantara lain
mungkin memiliki lebih banyak pilihan
pekerjaan.

Perbedaan

Gender peran laki-laki dan perempuan


yang dibentuk dan dikonstruksi oleh
masyarakat dan dapat berubah sesuai
dengan perkembangan zaman.

Sex

Perbedaan jenis kelamin yang


ditentukan secara biologis, yang
secara fisik melekat pada masing-2
jenis kelamin, laki-laki dan perempuan.
Perbedaan jenis kelamin merupakan
kodrat atau ketentuan Tuhan, sehingga
sifatnya permanen dan universal.

Ketidak-adilan dan Diskriminasi


Gender
Kondisi

tidak adil akibat sistem dan


struktur sosial sehingga merugikan /

Perbedaan

peran dan kedudukan antara


perempuan dan laki-laki baik secara
langsung berupa perlakuan atau sikap dan
tidak lengsung berupa dampak kebijakan
telah menimbulkan berbagai ketidakadilan yg telah berakar dlm sejarah, adat,
norma maupun dlm berbagai struktur di
masyarakat.

Bentuk

ketidak-adilan akibat
diskriminasi gender:
Marginalisasi
Banyak lap pekerjaan yg tidak menerima
laki-laki anggapan bahwa mereka kurang
teliti melakukan pekerjaan yang memerlukan
kecermatan dan kesabaran (usaha konveksi)
Pekerjaan yg dianggap sbg pekerjaan
perempuan seperti guru TK, sekretaris atau
perawat dinilai lebih rendah dari pekerjaan
laki-laki, sehingga berpengaruh pada
pembedaan gaji yg diterima oleh
perempuan.

Sub ordinasi
Keyakinan bahwa salah satu jenis kelamin
dianggap lebih penting / utama dibandingkan
jenis kelamin lainnya.

Pandangan Stereotype
Stereotype yg melahirkan ketida-adilan dan
diskriminasi bersumber dari pandangan
gender yg menyangkut pelabelan atau
penandaan thd salah satu jenis kelamin
tertentu.
Ex: kaum perempuan sebagai ibu rumah
tangga, Laki-laki sebagai pencari nafkah,
keramahtamahan laki-laki dinilai sbg perayu
sementara perempuan dinilai genit.

Kekerasan

Berbagai kekerasan terhadap perempuan


sebagai akibat perbedaan peran muncul
dalam berbagai bentuk.

Beban Kerja

Adalah beban kerja yang dilakukan oleh


jenis kelamin tertentu.
Berbagai observasi menunjukkan
perempuan mengerjakan hampir 90% dari
pekerjaan dalam RT, shg bagi yang bekerja
di luar rumah, mereka tetap harus
mengerjakan pekerjaan domestik.

SEKSUALITAS DAN
GENDER

Seksualitas adalah konsep terpadu yang


meliputi kemampuan fisik seseorang
dalam menerima rangsangan dan
kenikmatan seksual serta pembentukan
identitas seksual dan gender yang
melekat pada perilaku seksual yang
dipahami individu maupun masyarakat.

Perilaku Seksual
mencakup tindakan seksual terhadap
orang lain atau diri sendiri yang dapat
diamati.
Kesehatan seksual
peningkatan kualitas hidup dan hubungan
pribadi
Hak-hak seksual, termasuk hak asasi
perempuan agar secara bebas dan
bertanggungjawab mengontrol dan
memutuskan hal-hal yg berkaitan dengan
seksualitasnya (kespro & seksual, bebas
dari paksaan, diskriminasi & kekerasan)

EMPAT DIMENSI SEKSUALITAS


Pasangan
seksual
Tindakan
seksual
Makna
seksual
Dorongan &
Kenikmatan
seksual

Kesehatan
seksual
Perspektif
gender
Kesehatan
reproduksi

Kerangka Pikir Seksualitas & Gender


Dixon-Mueller

1. PASANGAN SEKSUAL
Elemen

ini membicarakan tentang:

Jumlah pasangan seksual, saat ini dan masa lalu


Waktu dan lamanya hub seksual selama hidup
Identitas sosial pasangan (karakteristik sosisoekonomi hub)
Kondisi dalam memilih: sukarela atau terpaksa
Lamanya hubungan (berganti pasangan)
jumlah dan identitas pasangan dp
memprediksi jejaring seksual dan penularan
penyakit.

2. TINDAKAN SEKSUAL
Aktifitas

fisik dan mental yg menstimulus,


merangsang dan memuaskan secara jasmaniah
berbagai cara untuk mengekspresikan
perasaan dan daya tarik pada orang lain.
Meliputi:
Naluri alami
Frekuensi & bentuk ekspresi seksual metoda
kontrasepsi u mencegah PMS, KTD
Latar belakang suatu hubungan

Dorongan menggebu
Dororngan afeksi ( menerima ungkapan kasih sayang
melalui aktifitas seksual)
Dorongan agresif (menyakiti diri or orla)
Terpaksa
Dorongan untuk mendapatkan fasilitas
Dorongan u membuktikan fungsi/kemampuan dorongan
seksual.

Hasil
konstruksi
sosial tentang seksualitas
3.
MAKNA
HUBUNGAN
SEKSUAL
dari pemikiran, perilaku dan kondisi
seksual yg diinterpretasikan menurut
budaya setempat, meliputi:
agresifitas, dominasi laki-laki jantan,
wanita tdk boleh menolak ajakan suami,
kepuasan suami meruakan prioritas
utama.

4.
DORONGAN
DAN
KENIKMATAN
Dipengaruhi
oleh
pengetahuan
laki-laki
SEKSUAL
dan perempuan tentang seksual,
tubuhnya untuk mendapatkan kenikmatan
secara fisik dan emosional.
Laki-laki merasa perempuan kurang
tertarik terhadap seks (penelitian)