Anda di halaman 1dari 3

Kisruh sepakbola di di Indonesia seperti berlanjut lagi setelah

sebelumnya sempat mereda melalui forum rekonsiliasi antara PSSI-KPSI.


Dualisme yang sebelumnya berhasil disatukan kini seperti muncul
dualisme baru. Tetapi bukan dualisme kepengurusan organisasi PSSI,
melainkan dualisme fungsi PSSI antara PSSI dan Menpora yang samasama ngotot berebut pengaruh untuk mengendalikan sepakbola di
Indonesia. Adu kuat dua otoritas dengan yang satupure lembaga
sepakbola sedangkan yang satunya merupakan lembaga politik,
perpanjangan tangan pemerintah menjadikan masalah ini mau tidak mau,
diakui atau tidak, terseret pada masalah gengsi politik antar lembaga. Di
dalam tubuh pengurus organisasi PSSI saat ini banyak merupakan bagian
anggota partai. Pengurus ini merupakan tim sukses salah satu capres
yang kalah. Tepat setelah capres dukungan mereka kalah dengan sangat
tidak jelas timnas U19 dikorbankan. Tujuannya sudah jelas adalah karena
timnas U19 ini menyimpan potensi yg sangat besar sehingga jika diberi
kesempatan bermain dilevel tinggi maka bisa-bisa pemerintahan baru
dipandang berprestasi oleh masyarakat.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pekan lalu
memutuskan membekukan PSSI. Keputusan itu diambil setelah tiga surat
teguran tertulis Kementerian Olahraga tidak ditanggapi serius oleh induk
organisasi olahraga sepak bola tersebut. Ia mengaku tak takut jika
federasi sepak bola dunia atau FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia
atas pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sanksi tersebut
berupa pelarangan aktivitas sepak bola Indonesia di dunia internasional di
bawah FIFA dan FIFA akan langsung mencoret PSSI dalam daftar
keanggotannya. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
menegaskan kompetisi QNB League 2015 dipastikan tidak akan bergulir
dalam waktu dekat. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
mengawali proses transisi pasca-pembekuan PSSI dengan memanggil
terlebih dulu PT Liga Indonesia (LI) dan klub-klub peserta Indonesia Super
League (ISL) atau Liga QNB. Surat pemanggilan PT LI dan klub-klub
peserta ISL -minus Arema Cronus dan Persebaya. Kepastian kelanjutan
kompetisi menunggu terbentuknya Tim Transisi setelah PSSI dibekukan.
Ribuan suporter Arema Cronus, yakni Aremania, menggelar demo di
gedung DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/4/2015). Mereka
mengecam dan menolak keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia
(BOPI) dan Menpora soal Arema Cronus dan Persebaya yang tidak
direkomendasikan untuk berlaga di kompetisi Qatar Nasional Bank League
(QNB League) 2015. Aneka poster kecamatan kepada BOPI dan Menpora
yang dibentangkan Aremania. Sebelum menyampaikan aspirasi secara
resmi kepada DPRD Kabupaten Malang, perwakilan Aremania berorasi
secara bergantian. Dalam orasinya, salah satu perwakilan Aremania

menyampakan penolakannya kepada keputusan BOPI dan Menpora yang


melarang Arema Cronus dan Persebaya mengikuti kompetisi QNB League
2015. Kepengurusan PSSI yang baru akan dipilih dengan diadakannya
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diselenggarakan di Hotel JW Marriott,
Surabaya, Sabtu (18/4/2015). Dengan begitu ada 106 voters atau
pemegang hak suara terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi, 18 ISL, 15 Divisi
Utama, 14 Divisi Satu, 22 Piala Nusantara, dan tiga perwakilan dari
asosiasi futsal, pemain dan pelatih. Mereka akan memilih kepengurusan
PSSI baru periode 2015-2019 yang terdiri dari Ketua Umum, dua Wakil
Ketua Umum dan 12 Anggota Komite Eksekutif.
Keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang hanya
mengeluarkan rekomendasi bagi 16 tim untuk mengikuti Liga Super
Indonesia (ISL) mendapat dukungan Federasi Pesepakbola Profesional
(FIFPro) Asia. Kongres FIFPro Asia yang baru saja digelar di Melbourne
pada 30-31 Maret 2015, turut menyoroti kisruh pelaksanaan kick off ISL
yang rencananya mulai digelar pada hari ini, Sabtu, 4 April 2015. Kongres
FIFPro Asia tersebut mendukung langkah BOPI untuk memastikan tata
kelola sepak bola dapat berjalan dengan baik dengan memastikan seluruh
klub mengikuti persyaratan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Mereka menilai, sudah sepatutnya tim yang ingin mengikuti ISL memenuhi
persyaratan BOPI tersebut. Poin BOPI yang disepakati FIFPro Asia antara
lain klub harus memiliki badan hukum yang jelas, membayar pajak sesuai
aturan, dan membayar semua gaji pemain tanpa tunggakan. Menpora
Imam Nahrawi menegaskan pembentukan Tim Transisi terus berjalan
meski Tim Pembela PSSI meminta kepada pemerintah menghentikan
pembentukan tim yang akan mengendalikan PSSI pasca dibekukan. Ada
beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh anggota Tim Transisi yaitu
anggota tim transisi harus kredibel dan mempunyai nama baik serta
bertanggung jawab memajukan sepak bola Indonesia. Calon anggota tim
yang akan mengambil alih kinerja PSSI juga harus bebas dari kepentingan.
Dalam kata lain, anggota tim transisi harus profesional dalam
menjalankan tugasnya.
Proses komunikasi publik paling utama dijalankan oleh media
massa, baik itu media cetak maupun media elektronik, media massa itu
memiliki peran yang strategis dalam semua sistem. Peran media massa
bukan hanya sebatas penyaluran informasi timbal balik, akan tetapi juga
peran dalam membentuk pendapat massa. Menyikapi kisruh dualisme
kompetisi sepakbola Indonesia, penting bagi kita untuk memperhatikan
sudut pandang media massa. Media massa selain sebagai sumber
informasi publik, juga bisa bekerja sebagai penggiring opini. Arah
penggiringan opini media massa sangat terkait dengan kepemilikan media
tersebut dan peta persaingan dengan media lainnya. Media massa bisa

menjadi bagian dari solusi permasalahan sepakbola Indonesia. Media


massa harus menggiring opini para penontonnya agar menuju
kebersamaan dan tercipta suasana yang nyaman di masyarakat.