Anda di halaman 1dari 15

Metodologi Penelitian

Ujian Akhir Semester

Shindy Arti
5235122709

PEND. TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Soal

A. Tuliskan perumusan masalah penelitian !


B. Sebutkan variabel-variabel (bebas dan terikat) atau kata kunci dari perumusan
masalah dari judul penelitian yang anda pilih !
C. Sebutkan teori-teori (definisi dan atau hakekat) apa saja yang harus anda cari untuk
menjelaskan variable-variable dari judul penelitian yang anda pilih !
D. Tulis (minimal 5) hasil penelitian yang terkait dengan perumusan masalah anda di
alamat web scholar.google.co.id !
E. Tuliskan kerangka berfikir dan hipotesis penelitian dari judul penelitian yang anda
pilih !
F. Tentukan dan tuliskan metode penelitian yang anda pilih untuk membuktikan
hipotesis anda !
G. Tuliskan daftar referensi yang anda gunakan untuk menjawab soal-soal UAS diatas !

Jawaban

HASIL PENERAPAN ANTARA METODE PEMBELAJARAN CERAMAH DAN


METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
KELAS XI JURUSAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK NEGERI 2
JAKARTA PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK
SEMESTER I TAHUN AJARAN 2014/2015

A. Rumusan Penelitian
Apakah terdapat perbedaan hasil penerapan antara metode pembelajaran ceramah dan
metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa kelas XI Jurusan
Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Jakarta pada mata pelajaran Pemrograman
Berorientasi Obyek Semester I Tahun Ajaran 2014/2015?

B. Variabel bebas dan terikat dari perumusan masalah


Variabel Bebas yaitu

Siswa yang menggunakan metode pembelajaran ceramah

Siswa yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif

Variabel Terikat :
Siswa kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK
Negeri 2 Jakarta pada mata pelajaran Pemrograman Berorientasi Obyek

Kata Kunci :

Metode pembelajaran ceramah

Metode pembelajaran kooperatif

Pemrograman berorientasi obyek

C. Teori-teori berkaitan tentang variabel


Pengertian Hasil Belajar
Menurut Gagne (dalam Sumarno, 2011) menyatakan, hasil belajar merupakan
kemampuan internal (kapabilitas) yang meliputi pengetahuan, ketermapilan dan sikap
yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan seseorang melakukan
sesuatu.
Menurut Jenkins dan Unwin (Uno, 2011: 17) menyatakan, hasil belajar adalah
pernyataan yang menunjukkan tentang apa yang mungkin dikerjakan siswa sebagai
hasil dari kegiatan belajarnya. Jadi hasil belajar merupakan pengalaman-pengalaman
belajar yang diperoleh siswa dalam bentuk kemampuan-kemampuan tertentu.
Menurut Briggs (dalam Taruh, 2003: 17) menyatakan, hasil belajar adalah seluruh
kecakapan dan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang
dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar.
Berdasarkan ketiga pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar merupakan kemampuan yang dicapai melalui proses belajar sehingga dapat
menggambarkan pengetahuan,keterampilan dan sikap siswa yang dinyatakan dalam
bentuk nilai berdasarkan tes hasil belajar.

Pengertian Metode pembelajaran


Menurut Sudjana (2005:76) menyatakan, Metode pembelajaran ialah cara
yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat
berlangsungnya pengajaran.
Menurut Sutikno (2009: 88) menyatakan, Metode pembelajaran adalah caracara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses
pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan kedua pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode
pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam menyajikan materi
pelajaran saat proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pengertian metode pembelajaran ceramah


Menurut

J.J

Hasibuan dan Moedjiono (2009:13) menyatakan, Metode

ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dan komunikasi lisan. Metode
ceramah lebih praktis dan

efektif menyampaikan

keperluan informasi dan

pengertian. Desain pembelajaran bersifat objektif dan dirancang dari sub-sub konsep
secara terpisah menuju konsep-konsep yang lebih konsep dan prinsip latihan soal-soal
teks.
Menurut Syaiful

(2003:201) menyatakan, metode ceramah adalah sebuah

bentuk interaksi melalui penerangan dan penulisan dari guru kepada peserta didik.
Berdasarkan kedua pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode
pembelajaran ceramah adalah sebuah bentuk pengulangan informasi yang berpusat
kepada guru dalam menyampaikan pembelajaran yang dirancang dari sub-sub konsep
hingga konsep inti pelajaran yang bersifat objektif untuk diajarkan kepada peserta
didik dalam proses pembelajaran.

Pengertian metode pembelajaran kooperatif


Slavin dalam Isjoni (2009: 15), pembelajaran kooperatif adalah suatu model
pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil
secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) menyatakan bahwa
pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi
yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama
selama proses pembelajaran.
Berdasarkan kedua pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode
pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang menitikberatkan pada
proses kerja sama antar siswa yang dikelompokkan secara heterogen untuk saling
membantu mempelajari materi pelajaran agar belajar semua anggota maksimal.

Pemrograman Berorientasi Obyek kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak


Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bukunya yang
berjudul Pemrograman Berorientasi Objek Untuk SMK/MAK Kelas XI
menyatakan, Pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman
yang berorientasikan kepada objek. Ini adalah jenis pemrograman di mana
programmer mendefinisikan tidak hanya tipe data dari sebuah struktur data, tetapi
juga jenis operasi (fungsi) yang dapat diterapkan pada struktur data, tetapi juga jenis
operasi (fungsi) yang dapat diterapkan pada struktur data. Dengan cara ini, struktur
data menjadi objek yang meliputi data dan fungsi. Selain itu, pemrogram dapat
membuat hubungan antara satu benda dan lainnya. Sebagai contoh, objek dapat
mewarisi karakteristik dari objek lain. Salah satu keuntungan utama dari teknik
pemrograman berorientasi obyek atas teknik pemrograman prosedural adalah bahwa
memungkinkan programmer untuk membuat modul yang tidak perlu diubah ketika
sebuah jenis baru objek ditambahkan.Seorang pemrogram hanya dapat membuat
objek baru yang mewarisi banyak fitur dari objek yang sudah ada.Hal ini membuat
program object-oriented lebih mudah untuk memodifikasi.

D. Hasil penelitian yang terkait dengan rumusan masalah di scholar.google.co.id


Penelitian 1 :
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN

METODE KOOPERATIF

DENGAN METODE CERAMAH PADA MATA PELAJARAN EKONOMI[5]


Sumber : http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/367/201
Dalam Penelitian tersebut, penelitian bertujuan untuk melihat perbedaan hasil
belajar ekonomi siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif dengan yang
menggunakan pembelajaran ceramah. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen.
Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA N 9 Padang. Pengambilan sampel
dilakukan secara Purposive Sampling sehingga diambil dua sampel yaitu siswa
kelas X5 dan siswa kelas X6. Siswa Kelas X5sebagai kelas eksperimen diberi
perlakuan menggunakan pembelajaran kooperatif dan kelas X6 sebagai kelas

kontrol diberi perlakukan menggunakan pembelajaran ceramah dalam proses


pembelajaran. Analisis data dengan menggunakan uji Z.
Berdasarkan analisis data hasil belajar siswa, diperoleh rata-rata hasil belajar
ekonomi kelas eksperimen sebesar 77,47 dan rata-rata kelas kontrol 73,62. Pada uji
hipotesis, diperoleh Zhitung sebesar 2.18, sedangkan Z tabel 1.96. Dengan demikian, H0
ditolak, artinya terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan
pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran ceramah. Hasil belajar siswa yang
diajarkan dengan menggunakan pembelajaran

kooperatif

lebih tinggi

hasilnya

dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran


ceramah.

Penelitian 2 :
PERBEDAAN

HASIL

BELAJAR

ANTARA

METODE

CERAMAH

KONVENSIONAL DENGAN CERAMAH BERBANTUAN MEDIA ANIMASI


PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI PERAKITAN DAN PEMASANGAN
SISTEM REM [6]
Sumber : http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPTM/article/download/202/210
Dalam Penelitian tersebut, penelitian bertujuan untuk membuktikan perbedaan
hasil belajar antara metode ceramah konvensional dengan ceramahberbantuan media
animasi, dan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan hasil belajar tersebut pada
pembelajaran kompetensi perakitan dan pemasangan sistem rem. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa program keahlian teknik mekanik otomotif SMKN
1 Blora, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas II MO 1 dan MO 2. Kelas II MO 1
di pilih sebagai kolompok kontrol dan kelas II MO 2 sebagai kelompok eksperimen.
Variabel yang diteliti adalah hasil belajar dari kedua jenis metode pembelajaran
tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji t test yang dihitung
secara manual. Hasil analisis membuktikan ada perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar yang metode ceramah konvensional dengan metode ceramah berbantuan
animasi pada kompetensi perakitan dan pemasangan sistem rem. Ini ditunjukkan dari
thitung = 7.16 > ttabel = 1.99. Pembelajaran kompetensi perakitan dan pemasangan sistem
rem dan komponennya dengan menggunakan media animasi memberikanhasil belajar

lebih baik dibandingkan dengan menggunakan media ceramah konvensional. Untuk


itu bagi para guru agar menggunakan media animasi sebagai alternatifuntuk
mengajarkan kompetensi perakitan dan pemasangan sistem rem, sebab dari hasil
penelitian menunjukkan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar.

Penelitian 3 :
PENGARUH

MODEL

INVESTIGATION

(GI)

PEMBELAJARAN
DAN

STAD

COOPERATIVE

TERHADAP

TIPE

PRESTASI

GROUP
BELAJAR

MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA[7]


Sumber : http://eprints.uns.ac.id/8621/1/162642708201003351.pdf
Dalam

Penelitian

tersebut,

penelitian

bertujuan

untuk

mengetahui:

(1)Menelaah efektifitas model pembelajaran cooperativedengan model pembelajaran


group investigation (GI) dan model pembelajaran STAD terhadap prestasi belajar
geometri. (2) Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemandirian
belajar tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai
kemandirian belajar sedang maupun rendah? (3) Apakah terdapat interaksi antara
model pembelajaran cooperativedengan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi
belajar?
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2010 sampai Juni 2010 dengan populasi
siswa kelas VIII SMP Di Surakarta. Sampel penelitian ini diperoleh dengan gabungan
Stratified Random Samplingdan Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian
ini adalah siswa SMP Negeri 9, SMP Negeri 16, SMP Negeri 24. Pengumpulan
datanya dilakukan dengan metode dokumentasi, metode tes, dan metode angket.
Validitas instrumen tes menggunakan validitas isi, reliabilitas tes digunakan uji KR20, derajat kesukaran butir soal, daya beda butir soal. Validitas instrumen angket
menggunakan validitas konstruk, konsistensi internal, reliabilitas angket digunakan
rumus alpha. Analisis data menggunakan analisis variansi (Anava).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Prestasi belajar matematika siswa
dengan model pembelajaran cooperativetipe GI lebih baik dari pada model

pembelajaran cooperativetipe STAD (2) Prestasi belajar matematika siswa yang


mempunyai kemandirian belajar tinggi lebih baik daripada prestasi belajar
matematika siswa yang mempunyai kemandirian belajar sedang maupun rendah. (3)
Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran cooperative dengan kemandirian
belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan bangun ruang
sisi datar.

Penelitian 4 :
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW DENGAN METODE CERAMAH BERVARIASI TERHADAP HASIL
BELAJAR AKUNTANSI MATERI JURNAL PENYESUAIAN PADA SISWA
KELAS XI IPS MADRASAH ALIYAH NEGERI PURWODADI TAHUN AJARAN
2010/2011[8]
Sumber : http://lib.unnes.ac.id/7739/1/10301.pdf
Hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor yang dibahas dalam penelitian ini adalah faktor eksternal yaitu metode
pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam penelitian ini
adalah metode kooperatif JIGSAW dan metode Ceramah bervariasi.Permasalahan
dalam penelitian ini adalah

Adakah perbedaan hasil belajar akuntansi antara

penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe

JISAW

dengan metode

pembelajaran Ceramah bervariasi materi jurnal penyesuaian pada siswa kelas XI IPS
MAN Purwodadi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan hasil
belajar antara penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dengan
metode pembelajaran Ceramah bervariasi pada siswa kelas XI IPS Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) Purwodadi.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MAN Purwodadi
yang berjumlah 90 siswa. Dari populasi tersebut seluruhnya akan digunakan sebagai
sampel, hal ini disebabkan karena populasi kurang dari 100. Sampel tersebut dibagi
menjadi 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas Eksperimen dan kelas XI IPS 2
sebagai kelas kontrol.

Pada kelas eksperimen diterapkan metode pembelajaran

kooperatif tipe JIGSAW sedangkan pada kelas kontrol diterapkan metode Ceramah

bervariasi.

Metode

pengumpulan

data

dalam

penelitian

ini

adalah

observasi/pengamatan, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis


data menggunakan uji t.
Hasil perhitungan data

pre-test

diperoleh diperoleh thitung

sebesar 0,088

dengan taraf signifikan 5% dan dk = 88 maka ttabel 1,67, karena thitung < ttabel maka Ho
diterima dan Ha ditolak. Hasil perhitungan data post-test diperoleh thitung sebesar
4,955 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 88 dan ttabel 1,67, karena t hitung > ttabel
maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti bahwa ada perbedaan rata-rata hasil
post-test yang signifikan antara kedua kelas.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar
akuntansi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW
dengan metode Ceramah bervariasi pada pokok bahasan jurnal penyesuaian siswa
kelas XI IPS MAN Purwodadi. Hasil belajar metode kooperatif tipe JIGSAW lebih
baik dibandingkan dengan hasil belajar metode Ceramah bervariasi pada pokok
bahasan jurnal penyesuaian. Saran penulis bahwa guru perlu menambah wawasan
dan pengetahuan tentang metode-metode pembelajaran yang inovatif sehingga proses
pembelajaran akuntansi akan lebih efektif.

Penelitian 5 :
PENGARUH METODE PENGAJARAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR
KOGNITIF SISWA JURUSAN OTOMOTIF PADA MATA PELAJARAN MOTOR
BENSIN DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA [9]
Sumber

http://eprints.uny.ac.id/2997/1/PENGARUH%20METODE

%20PENGAJARAN%20GURU%20TERHADAP%20HASIL%20BELAJAR
%20KOGNITIF%20SISWA%20JURUSAN%20OTOMOTIF.PDF
Dalam Penelitian tersebut, penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh
metode pengajaran guruantara metode ceramah dan diskusi terhadap hasil belajar
kognitif siswa jurusan otomotif pada mata pelajaran motor bensin di SMK Negeri 3
Yogyakarta.

Penelitian ini menggunakan metode experiment, dimana terdapat dua kelas


yang akan dilakukan uji beda yaitu kelas eksperimen dengan menggunakan metode
diskusi dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah.Pengambilan data
menggunakan metode test kompetensi dengan 30 soal pretestdan 30 soal posttest,
soal yang sama pada tiap kelas. Validitas instrumens menggunakan judgement ahli.
Reliabilitas instrumens menggunakan metode test try out dan dianalisa berdasarkan
rumus KR-20. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%.
Penelitian yang dilakukan menemukan bahwa terdapat pengaruh metode
pengajaran guru yaitu antara metode ceramah dan metode diskusi terhadap hasil
belajar kognitif siswa jurusan otomotif pada mata pelajaran motor bensin di SMK
Negeri 3 Yogyakarta (thitung = 1,98 > ttabel = 1,66). Dimana terdapat kenaikan rata-rata
nilai hasil belajar kognitif kelas kontrol dari 49,91 menjadi 70,74 dan kenaikan ratarata nilai hasil belajar kognitif kelas eksperimen dari 49,71 menjadi 74,12.

E. Kerangka Berpikir dan Hipotesis


Kerangka Berpikir
Upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan hasil belajar bagi
siswa di setiap jenjang pendidikaan perlu diwujudkan, agar diperoleh sumber daya
manusia Indonesia yang berkualitas dan dapat menunjang pembangunan nasional.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar adalah
penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar. Upaya ini merupakan
salah satu sarana belajar yang diatur oleh guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Metode yang sering digunakan guru dalam mengajar yakni metode mengajar
ceramah, metode ini tergolong metode konvensional karena persiapannya paling
sederhana dan mudah, fleksibel tanpa memerlukan persiapan khusus. Menurut
Sriyono (1992:99) metode ceramah adalah penuturan dan penjelasan guru secara
lisan. Dimana dalam pelaksanaannya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar
untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid -muridnya.
Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah metode mengajar
yang digunakan oleh guru hanya menggunakan metode ceramah, mengakibatkan

siswa tidak termotivasi untuk belajar karena siswa hanya mendengar ceramah dari
guru saja yang mengakibatkan siswa pasif dalam belajar. Jika masalah ini dibiarkan
berlarut-larut, maka akan berdampak kurang baik pada proses pemahaman siswa
terhadap materi pelajaran pemrograman berorientasi objek. Menyikapi kondisi seperti
ini, salah satu usaha yang dapat dilakukan guru yaitu harus bisa memilih metode
pembelajaran yang tepat agar bisa meningkatkan minat dan motivasi siswa sehingga
merangsang siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang
secara aktif memungkinkan terjadinya interaksi antara siswa dengan guru serta antara
siswa dengan siswa.
Untuk mengatasi masalah di atas, guru harus dapat memilih strategi atau
metode yang tepat untuk meningkatkan aktifitas siswa dan motivasi belajar. Sekarang
ini banyak dikembangkan model-model pembelajaran, salah satunya adalah
pembelajaran kooperatif (cooperative learning) atau model pembelajaran kelompok.
Model kooperatif digunakan dalam pembelajaran di kelas dengan menciptakan suatu
situasi dan kondisi bagi kelompok untuk mencapai tujuan keberhasilan, dalam
mencapai tujuan tergantung pada kerja sama yang kelompok dan serasi dalam
kelompok.
Metode kooperatif dalam pembelajaran diharapkan dapat membuat siswa
lebih termotivasi untuk belajar. Metode kooperatif akan dapat membantu siswa
dalam mengembangkan ide, gagasan atau pendapat serta meningkatkan motivasi
belajar siswa. Dalam proses pembelajaran guru diharapkan mampu menciptakan
suasana belajar dengan memilih metode pembelajaran kooperatif yang sesuai maka
pembelajaran akan terlaksana dan memperoleh hasil belajar yang memuaskan.

Hipotesis Penelitian
ho

ha

:
a. Tidak ada perbedaan hasil belajar antara penerapan metode pembelajaran
ceramah dan metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa
kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Jakarta pada mata
pelajaran Pemrograman Berorientasi Obyek Semester I Tahun Ajaran
2014/2015
:

a. Terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan metode pembelajaran


ceramah dan metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa
kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Jakarta pada mata
pelajaran Pemrograman Berorientasi Obyek Semester I Tahun Ajaran
2014/2015

F. Metode Penelitian yang digunakan


Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen, karena
penulis beranggapan bahwa gejala yang diamati dapat diukur dan digeneralisasikan
dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini digunakan dua kelas sampel yaitu kelas
eksperimen dan kelas kontrol, dimana kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda.
Didalam pembelajaran kelas eksperimen menggunakan metode pembelajaran
kooperatif sedangkan pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode
pembelajaran ceramah.
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Jalaluddin
(2007:32) penelitian ekperimen merupakan penelitian yang ditujukan untuk
meneliti hubungan sebab-akibat dengan memanipulasi satu atau lebih variabel
pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya
dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Dalam penelitian
ini digunakan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol,
dimana kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda.
2. Metode Penentuan Subjek
2.1.

Populasi dan Sampel


Yang menjadi sampel yaitu siswa-siswa kelas XI A dan XI B jurusan
rekayasa perangkat lunak SMK Negeri 2 Jakarta sebanyak 80 siswa.

2.2.

Variabel Penelitian
Faktor yang menyebabkan suatu pengaruh disebut variabel bebas
(independent variable), sedangkan faktor yang diakibatkan oleh
pengaruh tadi disebut variabel terikat (dependent variable).
Adapun variabelnya sebagai berikut:
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Siswa yang menggunakan
metode pembelajaran ceramah dan Siswa yang menggunakan metode
pembelajaran kooperatif.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar.

2.3.

Indikator
Indikator adalah ciri-ciri atau tanda yang dijadikan sebagai ukuran
suatu variable.
Indikator variabel bebas:
Menggunakan metode pembelajaran ceramah
Menggunakan metode pembelajaran kooperatif
Indikator variabel terikat:
Hasil belajar siswa-siswa kelas XI A dan XI B jurusan rekayasa
perangkat lunak SMK Negeri 2 Jakarta

2.4.

Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu: kurang lebih dibutuhkan sekitar 6 Bulan (1 Semester) dalam
melakukan penelitian.
Tempat: SMK Negeri 2 Jakarta jurusan rekayasa perangkat lunak

2.5.

Metode Pengumpulan Data


Data merupakan hasil pencatatan penelitian, baik yang berupa fakta
ataupun angka. Data yang diambil pada penelitian ini adalah :
a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber
penelitian. Dalam hal ini data primer diperoleh dari hasil belajar
pemrograman berorientasi objek siswa pada kelas XI A dan XI B.
b. Data sekunder yaitu data tentang jumlah siswa dan nilai ujian
tengah semester siswa kelas XI A dan XI B jurusan rekayasa
perangkat lunak SMK Negeri 2 Jakarta

2.6.

Prosedur Penilaian
Prosedur penelitian yang penulis lakukan mempunyai beberapa tahap
sebagai berikut:
1. Tahap persiapan, dimana kegiatan yang dilakukan :
a.

Menetapkan jadwal kegiatan penelititan.

b. Menyusun rencana pembelajaran.

c.

Menentukan populasi dan sampel.

d. Mempersiapkan dan menyusun instumen penelitian.


2. Tahap Pelaksanaan
Materi pelajaran yang diberikan pada kedua kelas berdasarkan
kurikulum 13. Kedua kelas diberikan materi pelajaran yang sama
dengan metode pembelajaran yang berbeda.
3. Tahap terakhir
Adapun tahap akhir dari penelitian ini adalah:
a.Memberikan tes akhir pada kedua kelas sampel setelah
penelitian pembelajaran berakhir, guna melihat hasil perlakuan
yang diberikan.
b. Mengolah data dari kedua sampel, baik kelas eksperimen
maupun kelas kontrol.
c.Menarik kesimpulan dari hasil yang didapat sesuai dengan
teknis analisis data yang digunakan.

G. Daftar Referensi
[1] Rasyid, Harun dan Mansyur. 2008. Penilaian Hasil Belajar. Bandung:CV.
Wacana Prima
[2] Dimyati, Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta
[3] Santoeso, Sugeng, 2000.

Problematika Pendidikan dan Cara Pemecahannya.

Jakarta: Kreasi Pena Gading.


[4] Malau, Jawane. 2006. Model-model pembelajaran. Departemen Pendidikan
Nasional
:
Lembaga
Penjamin
Mutu
Pendidikan.
Diunduh
dari
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196501111994121TASWADI/model_pembelajaran/Model_Pembelajaran.pdf
[5] Sari, Pepi Mulia. 2012. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Metode
Kooperatif Dengan Metode Ceramah Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Universitas

Negeri
Padang
:
Fakultas
Ekonomi.
Diunduh
http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/367/201

dari

[6] Harsono, Beni; Soesanto dan Samsudi. 2009. Perbedaan Hasil Belajar Antara
Metode Ceramah Konvensional Dengan Ceramah Berbantuan Media Animasi Pada
Pembelajaran Kompetensi Perakitan Dan Pemasangan Sistem Rem. Universitas
Negeri
Semarang
:
Fakukltas
Teknik.
Diunduh
dari
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPTM/article/download/202/210
[7] Fitriana, Laila. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe Group
Investigation (Gi) Dan Stad Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari
Kemandirian Belajar Siswa. Universitas Sebelas Maret : Fakultas Matematika dan
Ilmu
Pengetahuan
Alam.
Diunduh
dari
http://eprints.uns.ac.id/8621/1/162642708201003351.pdf
[8] Saputra, Ilham Joko. 2011. Studi Komparasi Antara Metode Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Metode Ceramah Bervariasi Terhadap Hasil Belajar
Akuntansi Materi Jurnal Penyesuaian Pada Siswa Kelas Xi Ips Madrasah Aliyah
Negeri Purwodadi Tahun Ajaran 2010/2011. Universitas Negeri Semarang : Fakultas
Ekonomi. Diunduh dari http://lib.unnes.ac.id/7739/1/10301.pdf
[9] Hendrawan, Agus Fredy. 2012. Pengaruh Metode Pengajaran Guru Terhadap
Hasil Belajar Kognitif Siswa Jurusan Otomotif Pada Mata Pelajaran Motor Bensin
Di Smk Negeri 3 Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta : Fakultas Teknik.
Diunduh
dari
http://eprints.uny.ac.id/2997/1/PENGARUH%20METODE
%20PENGAJARAN%20GURU%20TERHADAP%20HASIL%20BELAJAR
%20KOGNITIF%20SISWA%20JURUSAN%20OTOMOTIF.PDF