Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Reaksi kimia merupakan proses perubahan materi yang berhubungan pada
pembentukan zat baru. Kajian tentang reaksi kimia memberikan banyak keuntungan bagi
kehidupan manusia. Reaksi kimia terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah reaksi
oksidasi dan reaksi reduksi. Kedua reaksi tersebut dikenal dengan istilah reaksi redoks.
Reaksi redoks penting untuk dipelajari, karena reaksi redoks sering ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari seperti perkaratan logam, pembakaran, pembusukan, pengawetan
makanan, penyepuhan logam, reaksi fotosintesis, mercon meledak, kembang api dibakar
dan lain-lain. Dengan mempelajari reaksi redoks, kita dapat mencegah reaksi redoks yang
merugikan dan memanfaatkan reaksi redoks yang menguntungkan.

B. Rumusan Masalah
Beberapa aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari :
1.
2.
3.
4.
5.

Perkaratan logam besi


Pemutihan pakaian
Penyetruman akumulator
Ektraksi logam
Pengolahan air limbah

C. Tujuan
Agar siswa dapat mengetahui manfaat dari beberapa aplikasi reaksi redoks dalam
kehidupan sehari hari.

Page 1

Artikel Perkaratan Pada Logam Besi


a. Pengertian Korosi atau Perkarataan
Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau
elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses
korosi merupakan proses elektrokimia, lihat Gambar 7.11.

Gambar 7.11. Korosi logam Fe dan berubah menjadi oksidanya


b. Proses terjadinya karat
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan
oksigen mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. Karat
pada besi berupa zat yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia Fe2O3xH2O.
Oksida besi (karat) dapat mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan yang baru
terbuka itu mengalami korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil korosi berupa Al2O3
membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam dari korosi selanjutnya. Hal ini dapat
menerangkan mengapa panic dari besi lebih cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan panci
dari aluminium lebih awet.
Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian
tertentu dari besi sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e
Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk mereduksi
oksigen.
O2(g) + 2 H2O(l) + 4e 4 OH(l)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3xH2O yang disebut karat.
Page 2

Gambar Proses Perkaratan Besi :

c. Penyebab terjadinya karat


Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi, Anda tentu dapat menyimpulkan
faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi pada logam sehingga korosi
dapat dihindari.
Percobaan / Praktikum Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi
Tujuan :
Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan korosi.
Alat :
Tabung reaksi
Paku
Ampelas
Bahan :
Air
CaCl2
Oli
Page 3

NaCl 0,5%
Aseton

Langkah Kerja :

1. Sediakan 5 buah tabung. Masing-masing diisi dengan paku yang permukaannya


sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton.
2. Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku terendam air dan sebagian lagi
bersentuhan dengan udara.
3. Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air (tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap
air dari udara) dan tabung ditutup rapat.
4. Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut, yaitu air yang sudah dididihkan dan
tabung ditutup rapat.
5. Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara maupun uap air yang masuk.
6. Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0,5% (sebagian paku terendam larutan
dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
7. Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari selama 3 hari.
Pertanyaan :
1. Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi? Pada tabung manakah paku
berkarat dan tidak berkarat?
2. Apa kesimpulan Anda tentang percobaan ini? Diskusikan dengan teman sekelompok
Anda.
Setelah dibiarkan beberapa hari, logam besi (paku) akan terkorosi yang dibuktikan oleh
terbentuknya karat (karat adalah produk dari peristiwa korosi). Korosi dapat terjadi
jika ada udara (khususnya gas O2) dan air. Jika hanya ada air atau gas O2 saja, korosi
tidak terjadi. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses korosi. Hal ini
disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu mempercepat hantaran
ion-ion Fe2+ hasil oksidasi.
Page 4

Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya garam sebab kelarutan
garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan sehingga mempercepat proses
korosi. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion Fe3+.
Faktor ini cenderung meningkatkan kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi
Kesimpulan yang menyebabkan karat pada besi:
1. Kelembabanudara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan logam
6. Letak logam dalam deret potensial reduksi
d. Persamaan reaksi pembentukan karat
Pada daerah anodik (daerah permukaan yang bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan
atom-atom besi disertai pelepasan elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air.
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e (ANODE)
Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi, sebagaimana elektron mengalir melalui
rangkaian luar pada sel volta menuju daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen
dari udara:
O2(g) + 2H2O(g) + 2e 4OH(aq) (KATODE)
Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air bergerak menuju daerah katodik, sebagaimana ionion melewati jembatan garam dalam sel volta dan bereaksi dengan ionion OH membentuk Fe(OH)2. Fe(OH)2 yang terbentuk dioksidasi oleh oksigen membentuk
karat.
Fe2+(aq) + 4OH(aq) Fe(OH)2(s)
2Fe(OH)2(s) + O2(g) Fe2O3.nH2O(s)
Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada
Gambar 2) :
4Fe(s) + 3O2(g) + n
H2O(l)

2Fe2O3.nH2O(
s)
Karat

e. Oksidator dan reduktor


Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa oksigen dapat bereaksi dengan
banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida
Page 5

sehingga reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi seperti contoh
pada Gambar 7.1.
Gambar 7.1 Fosfor putih dalam air diaerasi dengan udara sehingga terjadi reaksi oksidasi
disertai nyala api dalam air.
P4(s) + 5O2(g) 2P2O5(g)
Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi
oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan
reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) 2Fe2O3(s)
Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi
oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi
terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan cara direaksikan dengan
gas hidrogen, persamaan reaksinya:
Fe2O3(s) + 3H2(g)2Fe(s) + 3H2O(g)
Contoh:
C(s) + O2(g)CO2(g) (reaksi oksidasi)
CO(g) + H2(g) C(s) + H2O(g) (reaksi reduksi)
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) (reaksi oksidasi)
CH4(g) + 2O2(g)CO2(s) + 2H2O(g) (reaksi oksidasi)
Hasil Analisis
Hasil analisis dari logam besi yang berubah menjadi karat adalah Korosi atau perkaratan
logam merupakan proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit lainnya,
dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan
proses elektrokimia,
dangan proses Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi,
sedangkan oksigen mengalami reduksi.
Penyebabnya antara lain :
1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan logam
6. Letak logam dalam deret potensial reduksi
Untuk itu persamaan reaksi pembentukan karatnya dapat dituliskan dengan :
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e (ANODE)
Page 6

O2(g) + 2H2O(g) + 2e 4OH(aq) (KATODE)


Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai berikut (lihat mekanisme pada
Gambar 2) :
4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O(l)

2Fe2O3.nH2O(s)
Karat

Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen
(besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi.
Persamaan reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) 2Fe2O3(s)
Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi
oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi
terjadi pelepasan oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan cara direaksikan dengan
gas hidrogen, persamaan reaksinya:
Fe2O3(s) + 3H2(g)2Fe(s) + 3H2O(g)
Kesimpulan
Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau
elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengalami reduksi, sehingga proses
korosi merupakan proses elektrokimia
1. Proses terjadinya perkaratan :
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan
oksigen mengalami reduksi
2. Penyebab terjadinya karat :
1.
Kelembaban udara
2.
Elektrolit
3.
Zat terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
Page 7

4.
5.
6.

Adanya O2
Lapisan pada permukaan logam
Letak logam dalam deret potensial reduksi
3. Persamaan reaksi pembentukan karat :
Anode : Fe(s) Fe2+(aq) + 2e
Katode
: O2(g) + 2H2O(g) + 2e 4OH(aq)
4. Oksidator dan reduktor
reaksi oksidasi, pada reaksi tersebut besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat
oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan reaksi
Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen

Artikel Pemutihan pakaian pada reaksi redoks

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan bahan pemutih.


Bahanpemutih merupakan bahan yang berfungsi untuk memutihkan. Bahan pemutih yang
biasadigunakan antara lain pemutih pakaian, pemutih kulit, dan pemutih gigi.
Pemutih pakaian biasa digunakan untuk memutihkan pakaian berwarna putih
yangterkena noda. Jenis zat yang banyak digunakan pada bahan bahan pemutih yaitu
natrium hipoklorit (NaOCl). Noda pada kain putih akan hilang setelah direndam pada air
yang mengandung senyawa NaOCl.
Saat terlarut dalam air, senyawa NaOCl akan terion menurut persamaan :
NaOCl
N+ + ClOIon ClO- kemudian akan tereduksi menjadi :
ClO- + 2e + H2O Cl- + 2OHIon Cl- mengalami reduksi sehingga bertindak sebagai oksidator. Sifat oksidator dari Cl ini yang dapat mengoksidasi noda pada kain.
Ketika sebuah zat menyerapenergi cahaya, elektron-elektron dalam molekulnya lah
yang mengerjakan tugas itu. Dengan menyerap energi, elektron-elektron tadi
mempromosikan diri ke tingkat lebih tinggi pada hierarki energi dalam molekul-molekul
masing-masing. Molekul-molekul kebanyakan zat tampak berwarna karena
merekamengandung elektron-elektron yang pada awalnya memiliki status energi agak
rendah, maka berhasrat sekali menyerap energi cahaya. Yang diperbuat oleh molekulmolekul pemutih adalah melahap elektron-elektron berstatus energi rendah
itu sehingga elektron-elektron penyerap energi cahaya itu tidak ada lagi, dengan begitu
molekul-molekul noda kehilangan kemampuan mereka untuk membuat warna. (Secara

Page 8

ilmiah : para pelahap elektron ini disebutagen pengoksidasi (oxidizing agents) ; dalam hal
ini pemutih mengoksidasi bahan pewarna).
Para pelahap elektron yang lazim digunakan pada pekerjaan laundry adalah
natriumhipoklorit. Cairan pemutih yang beredar di pasaran tidak lain adalah larutan
5,25% bahankimia tersebut dalam air biasa. Pemutih yang dipasarkan dalam bentuk
tepung biasanyaadalah natruim perborat, pelahap elektron agak lembut yang tidak
menyerang kebanyakan bahan pewarna. (Tentu saja, bahan pewarna tidak lain adalah noda yang
sengaja diberikan, yang memiliki kecenderungan menyerap warna tertentu dalam cahaya.) Penggunaan
zat pemutih tidak boleh tercampur dengan sabun ataupun detergen. Hal ini dikarenakan kedua zat
tersebut dapat bereaksi dan membentuk gas Cl2 yang bersifat racun. Zat pemutih juga tidak dapat
digunakan pada kain yang berwarna karena akan melunturkan warna kain atau menyebabkan kain
terbubuhi warna putih.

Artikel Penyetruman akumulator pada reaksi redoks


Jenis baterai yang sering digunakan pada mobil adalah baterai 12 volt timbal - asam
yang biasa dinamakan aki. Baterai ini memiliki enam sel 2 volt yang dihubungkan seri.
Meskipun lebih besar daripada baterai karbon-seng dan relatif besar, baterai jenis ini
tahan lama, menghasilkan arus yang lebih besar dan dapat diisi ulang.
Ketika anda menyalakan mesin, aki ini yang berfungsi menyediakan listrik untuk
menyalakan mobil. Aki ini juga menyediakan energi untukkebutuhan yang tidak dapat
dipenuhi oleh altenator mobil, seperti menyalakan radio atau menyalakan lampu jika mesin
mati. Menghidupkan radio atau lampu terlalu lama pada saat mesin mati akan
menghabiskan aki karena mesinlah yang mengisi ulang aki pada saat mobil berjalan.

Page 9

Setiap sel galvani dalam baterai timbal-asam mempunyai dua elektroda, satu terbuat
dari lempeng timbal (IV) oksida (PbO 2) dan yang lain logam timbal, seperti dalam gambar
di atas.
Dalam setiap sel logam timbal yang dioksidasi sedangkan timbal (IV) oksida direduksi.
Logam timbal dioksidai menjadi ion Pb2+ dan melepaskan dua elektron di anoda. Pb dalam
timbal (IV) oksida mendapatkan dua elektron dan membentuk ion Pb 2+ di katoda. Ion Pb2+
bercampur dengan ion SO42- dari asam sulfat membentuk timbal (II) sulfat pada tiaptuap elektroda. Jadi reaksi yang terjadi ketika baterai timbal-asam digunakan
menghasilkan timbal sulfat pada pada kedua elektroda.
Anoda: Pb(s) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2e
Katoda: PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e PbSO4(s) + 2H2O
Akhir: Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O
Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O
Reaksi Redoks
(Koproporsiona
si)

Oksidasi
Reduksi

Reaksi yang terjadi selama penggunaan baterai timbal-asam bersifat spontan dan
tidak memerlukan input energi. Reaksi sebaliknya, mengisi ulang baterai, tidak spontan
karena membutuhkan input listrik dari mobil. Arus masuk ke baterai dan menyediakan
energi begi reaksi dimana timbal sulfat dan air diubah menjadi timbal (IV) oksida, logam
timbal dan asam sulfat.
2PbSO4(s) + 2H2O Pb(s) + PbO2(s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq)
2PbSO4(s) + 2H2O Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq)
Reduksi

Reaksi
Autoredoks
(Disproporsiona

Oksidasi

Asam sulfat bersifat korosif. Anda harus berhati-hati jika bekerja di sekitar
baterai mobil, dan buanglah secara benar jika sudah benar-benar habis. Baterai ini
biasanya dapat digunakan dan diisi ulang berkali-kali.

Page
10

Artikel Ekstraksi logam pada reaksi redoks


1. Reaksi Redoks pada Pengekstraksian Logam
Sebagian besar logam terdapat di alam dalam bentuk senyawa yangdikenal dengan
istilah bijih atau mineral. Bijih logam biasanya berupa
senyawa oksida, sulfda, karbonat, silikat, halida, dan sulfat. Berikut adalah
contoh bijih logam serta unsur logam yang dikandungnya.
No
Bijih Logam
Logam Murni
1
Bauksit (Al2O3)
Al
2
Hematit (Fe2O3)
Fe
3
Magnetit (Fe2O4)
Fe
4
Kalsiterit (SnO2)
Sn
5
Seng blenda (ZnS)
Zn
6
Kalkosit (CuS)
Cu
7
Kalkopirit (CuFeS2)
Cu

Page
11

Proses pengolahan bijih logam menjadi logam dengan cara metalurgi dapat dilakukan untuk
memperoleh logam - logam murni tersebut. Proses metalurgi dibagi menjadi tiga tahap,
yaitu :
a. Pemekatan Bijih
Pemekatan bijih adalah menghilangkan batuan logam yang tidak berguna (batu reja).
Pemekatan bijih logam dapat dilakukan dengan cara fsika dan dengan cara kimia.
Pemekatan secara fsika dilakukan
dengan menghancurkan dan menggiling bijih sampai bijih logam terpisah dari batu reja.
Selanjutnya, bijih logam dipisahkan dengan cara pengapungan (flotasi) dan penarikan
dengan magnet.
Sementara itu, cara kimia dilakukan dengan menambahkan bahan kimia. Sebagai contoh,
bijih bauksit (Al2O3) dapat dipekatkan dengan menambahkan NaOH pekat sehingga
terjadi reaksi sebagai berikut :
Al2O3 (s) + 2 OH (aq) 2AIO2 (aq) + H2O (l)
Al2O3 yang berbentuk cair dapat dengan mudah dipisahkan dari batu reja yang
berbentuk padat. Selanjutnya Al2O3 diasamkan menjadi AI(OH)3 (aq) dan dipijarkan untuk
memperoleh Al2O3 kembali.
AI(OH)3 (aq) dipijarkan Al2O3 (aq) + 3 H2O
b. Peleburan (Smelting)
Peleburan adalah pengubahan bijih logam menjadi unsur logam. Proses peleburan disebut
juga proses ekstraksi logam. Hal ini dikarenakan pada proses peleburan, logam
diekstraksi dari bijihnya dengan cara mereduksinya menggunakan reduktor. Sebagai
contoh, pada peleburan hematit (Fe2O3) menjadi logam besi (Fe) digunakan aluminium (Al)
sebagai reduktor. Reaksi yang terjadi dikenal dengan reaksi termit.
Perhatikan bahwa pada reaksi ini terjadi perubahan biloks yang menandakan terjadinya
reaksi redoks.
Fe2O3 + 2Al 2Fe + Al2O3
c. Pemurnian (Refining)
Pemurnian adalah pembersihan logam dari zat-zat pengotor sehingga dihasilkan logam
yang murni. Pemurnian logam dapat dilakukan dengan cara elektrolisis, distilasi, atau
peleburan ulang.

Page
12

Aluminium diperoleh dari mineral bauksit.


Pemurnian bijih bauksit dari aluminium oksida dilakukan secara berkelanjutan.
Ion-ion harus bebas bergerak menuju elektroda yang disebut katoda (elektroda negatif)
yang menarik ion positif, misalnya Al3+ dan anoda (elektroda positif) yang menarik ion
negatif, misalnya O2Ketika arus DC dilewatkan melalui plat aluminium pada katoda (logam) maka
aluminium akan diendapkan di bagian bawah tangki.
Pada anoda, gas oksigen terbentuk (non-logam). Ini menimbulkan masalah. Pada suhu yang
tinggi dalam sel elektrolit, gas oksigen akan membakar dan mengoksidasi elektroda
karbon menjadi gas beracun karbon monoksida atau karbon dioksida. Sehingga elektrode
harus diganti secara teratur dan gas buang dihilangkan.
Hal tersebut merupakan proses yang memerlukan biaya relatif banyak (6x lebih
banyak dari pada Fe) karena dalam proses ini membutuhkan energi listrik yang mahal
dalam jumlah yang banyak.
Dua aturan yang umum :
Logam dan hidrogen (dari ion positif), terbentuk pada elektroda negatif (katoda).
Non-logam (dari ion negatif), terbentuk pada elektroda positif (anoda).

Bijih bauksit dari aluminium oksida tidak murni (Al 2O3 terbentuk dari ion Al3+ dan ion O2-).
Page
13

Karbon (grafit) digunakan sebagai elektroda.


Elektrolisis adalah penggunaan energi listrik DC yang megakibatkan adanya
perubahan kimia, misalnya dekomposisi senyawa untuk membentuk endapan logam atau
membebaskan gas. Adanya energi listrik menyebabkan suatu senyawa akan terbelah.
Sebuah elektrolit menghubungkan antara anoda dan katoda. Sebuah elektrolit adalah
lelehan atau larutan penghubung dari ion-ion yang bergerak bebas yang membawa muatan
dari sumber arus listrik.
Proses reaksi redoks yang terjadi pada elektroda :
Pada elektroda negatif (katoda), terjadi proses reduksi (penagkapan elektron) dimana ion
aluminiun yang bermuatan positif menarik elektron. Ion aluminuim tersebut menangkap
tiga elektron untuk mengubah ion aluminuim menjadi atom.
aluminium dalam keadaan netral. Al3+ 3e- Al
Pada elektroda positif (anoda), terjadi proses oksidasi (pelepasan elektron) dimana
ion oksida negatif melepaskannya. Ion oksida tersebut melepaskan dua elektron dan
membentuk molekul oksigen yang netral.
2O2- O2 + 4e- Atau 2O2- 4e- O2
Catatan : reaksi oksidasi maupun reduksi terjadi secara bersama-sama.
Reaksi dekomposisi secara keseluruhan adalah :
Aluminium oksida aluminium + oksigen
2 Al2O3 4Al + 3O2
Dan reaksi diatas merupakan reaksi yang sangat endotermis, banyak energi listrik yang
masuk.

Artikel Pengolahan air limbah pada reaksi redoks


Konsep reaksi redoks sering dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan beberapa sumber limbah.
Diantaranya adalah air pembuanagan cucian, toilet dan proses-proses industri. Limbah ini
dapat menimbulkan masalah serius pada lingkungan dan kesehatan kita. Oleh karena itu,
pengolahan limbah diperlukan sebelum limbah tersebut dapat dengan aman dikuburkan,
digunakan atau dibuang kembali ke sistem perairan lokal.
Page
14

Didalam suatu tempat pengolahan, limbah dilewatkan pada serangkaian sekat


dan ruangan yang di dalamnya dilakukan beberapa proses, termasuk proses kimia untuk
mengurangi kotoran dan zat racun. Pada umumnya proses pengolahan utama, yaitu primer,
sekunder dan tersier.

Pada pengolahan primer, sebagaian besar zat padat dan zat-zat anorganik
dihilangkan dari limbah.
Pada pengolahan skunder. Zat-zat organic dikurangi dengan mempercepat prosesproses biologi secara alamiah. Untuk mengurangi zat-zat organic dalam air limbah
dilakukan reaksi oksidasi menggunakan lumpur aktif yang mengandung banyak
bakteri aerob.

Pada proses tertier, sisa-sisa zat padat, zat-zat beracun, logam berat, dan bakteri
dihilangkan dari air, sehingga air tersebut bebas dari kotoran yang mungkin terdapat di
dalamnya.

Page
15