Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS DOKTER

INTERNSHIP
KEJANG DEMAM
dr. Afra Amira
Narasumber
Pendamping :
Dr. Tuty Ahyani
dr. Ratna Meriyati Yap
Sp.A, M.ked
dr. Lobiana Nadeak
(Ped)

RSUD HAMS Kisaran

IDENTITAS PASIEN
Nama

:N
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur
: 13 bulan
Alamat
: Jln Sei Kepayang Timur
Agama
: Islam
Suku
: Batak

DATA KLINIS
Perempuan,

1 tahun 1 bulan, dibawa


orang tuanya ke IGD dengan keluhan
kejang , kejang 1x, dialami 15 menit
SMRS, pada seluruh tubuh tangan dan
kaki kaku disertai mata membelalak ke
atas, setelah kejang anak sadar, lama
kejang < 5 menit, karakter kejang klonik.
Demam dialami pasien 1 hari ini, batuk
(-), pilek (-), muntah (-), BAK (+) normal,
BAB (+) normal.

Riwayat

kejang sebelumnya tidak


dijumpai.
Riwayat keluarga menderita kejang
tidak dijumpai.
Riwayat imunisasi 1x BCG.

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Kondisi

pengobatan: kesehatan / penyakit : keluarga : lingkungan sosial dan fisik


(rumah, lingkungan, pekerjaan) : Lain lain

PEMERIKSAAN FISIK
Status Presens
Sens : Aktif, menangis kuat
HR: 140 x/menit
RR : 40 x/menit
T: 38,5 C

BB: 8,5 kg

Status Lokalisata
Kepala : mata : konjuntiva palpebra inferior :
pucat (-), ikterik (-), isokor,
diameter: 3 mm
mulut : bibir sianosis (-)
Leher : Pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Thorax

: I : Simetris fusiformis
P : SF kesan ka = ki
P : Sonor
A: SP : vesicular ST : Abdomen: I : Simetris
P : Soepel, H/L : ttb
P : Timpani
A: Peristaltik (+)N
Ekstremitas : akral hangat, sianosis (-)
Oedem (-) Kernig sign (-)

Diagnosa : Kejang Demam Simpleks


Pengobatan :
O2 1-2 l/menit
IVFD D5% 20 gtt mikro/menit
Inj cefotaxim 300 mg/ 12 jam (skin test)
Inj novalgin 100 mg/ 8 jam
Diazepam rectal 5 mg supp (bila kejang)
Diet : MB
Anjuran : Darah lengkap, KGD 2 jam PP

FOLLOW UP 18 JANUARI
2015

S : demam (+), kejang (-)


O : Status Presens :
Sens : Aktif, menangis kuat
HR: 132 x/menit
RR : 36 x/menit
37,8 C
BB: 8,5 kg

T:

Pemeriksaan Fisik:
Kepala
: mata : konjuntiva palpebra inferior :
pucat (-), ikterik
(-), isokor,
diameter: 3 mm
mulut : bibir sianosis (-)
Leher : Pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)
Thorax : I : Simetris fusiformis
P : SF kesan ka = ki
P : Sonor

FOLLOW UP 18 JANUARI
2015
Abdomen : I : Simetris
P : Soepel, H/L : ttb
P : Timpani
A : Peristaltik (+)N
Ekstremitas: akral hangat, sianosis (-) Oedem (-)
Kernig sign (-)
A : Kejang Demam Simpleks
P:
O2 1-2 l/menit
IVFD D5% NaCl 0,225% 20 gtt mikro/menit
Inj cefotaxim 300 mg/ 12 jam (skin test)
Inj novalgin 100 mg/ 8 jam
Diazepam rectal 5 mg supp (bila kejang)

FOLLOW UP 19 JANUARI
2015

S: kejang (-), demam (-)


O: Status Presens :
Sens : Aktif, menangis kuat
HR: 128 x/menit
RR : 36 x/menit
36,8 C
BB: 8,5 kg

T:

Pemeriksaan Fisik:
Kepala
: mata : konjuntiva palpebra inferior :
pucat (-), ikterik (-),
isokor, diameter: 3 mm
mulut : bibir sianosis (-)
Leher : Pembesaran kelenjar (-), kaku kuduk (-)
Thorax : I : Simetris fusiformis
P : SF kesan ka = ki
P : Sonor
A: SP : vesicular ST : -

FOLLOW UP 19 JANUARI
2015
Abdomen : I : Simetris
P : Soepel, H/L : ttb
P : Timpani
A : Peristaltik (+)N
Ekstremitas : akral hangat, sianosis (-) Oedem (-)
Kernig sign (-)
Hasil Laboratorium :
Hb
: 13,3 g/dl
Leukosit
: 8.400 /mm
Trombosit : 308.000 /mm
KGD adR
: 104,20 mg%

FOLLOW UP 19 JANUARI
2015
A : Kejang Demam Simpleks
P:
O2 1-2 l/menit
IVFD D5% NaCl 0,225% 20 gtt mikro/menit
Inj cefotaxim 300 mg/ 12 jam (skin test)
Inj novalgin 100 mg/ 8 jam (jika masih
demam)
Diazepam rectal 5 mg supp (bila kejang)
Diet : MB
Pasien PAPS