Anda di halaman 1dari 5

MOUNTING MODEL RAHANG PADA ARTIKULATOR

Mounting adalah prosedur laboratoris pemasangan model


studi/kerja rahang atas dan rahang bawah pada artikulator atau
instrumen yang serupa. Pada tahapan pembuatan gigi tiruan, mounting
dilakukan setelah penetapan gigit (jaw relation record) yang hasilnya
digunakan sebagai panduan untuk melekatkan model studi/kerja pada
artikulator.
Menurut the glossary of prosthodontics, artikulator merupakan
alat mekanik yang dapat merepresentasikan posisi TMJ dan bagianbagian rahang, dimana pada alat tersebut model rahang atas dan rahang
bawah dilekatkan. Kegunaan artikulator antara lain untuk keperluan
diagnostik (melihat relasi rahang dan oklusi gigi geligi dan rahang) dan
rehabilitasi stomatognatik (pembuatan gigi tiruan).
Klasifikasi artikulator antara lain :
1. Artikulator engsel sederhana (simple hinge artikulator) atau
disebut juga sebagai okludator, hanya mampu melakukan
gerakan membuka dan menutup rahang. Perlu diwaspadai bila
menggunakan artikulator jenis ini, karena tingkat kecermatan
rendah dan resiko kesalahan oklusi cukup besar.
2. Artikulator rata-rata (average value/fixed condyle/threepoint/ free-plane artikulator). Pada artikulator jenis ini sudut
kondile 25- 30 dan kemiringan meja insisal 10 telah
ditetapkan dan tidak dapat disesuaikan dengan kondisi pasien,
contoh : artikulator buatan Shofu, SMIC, Ash, Leon,
Detrey.Artikulator padan sebagian (semi adjustable artikulator).
Pada jenis ini penyesuaian inklinasi kondile dan sudut bennet
menggunakan interocclusal record dengan bantuan face-bow.
Model dapat disesuaikan dengan sumbu engsel rahang dan posisi
meja insisal dapat diatur akan tetapi jarak antara kondile tidak
dapat disesuaikan. Artikulator jenis ini dibagi menjadi (a)
artikulator arkon (arcon artikulator) dimana lereng kondile
terletak di atas, dan (b) artikulator non-arkon (non-arcon
artikulator) dimana lereng kondile terletak di bawah. Contoh :
artikulator buatan Hanau, Dentatus, Dinar.
3. Artikulator semi atau padan penuh (semi atau fully
adjustable artikulator). Sistem kerja artikulator ini sepenuhnya

mengimitasi arah maupun lengkung gerak kondile. Dibutuhkan


keahlian operator yang cukup baik karena pemakaiannya yang
rumit dan sulit.
Alat dan Bahan : Lap & Koran untuk alas kerja; Model kerja RA &
RB; Pisau Malam, Pisau Model, Pisau gips , Bunsen burner & pemantik
api, Artikulator Rata-Rata, Mangkuk karet dan Spatula Gips, Kuas,
Vaseline & Malam perekat (sticky wax) , Gips tipe II (warna putih) ;
Malam mainan, batang korek api, karet gelang, tali rafia; Vibrator
Tahapan kerja :
1. Buatlah bentukan 3 (tiga) cekungan (index groove) atau
sesuaikan dengan tonjolan pada permukaan split cast plate
(untuk artikulator handy IIA Shofu) pada dasar model kerja RA
dan RB dengan menggunakan bantuan pisau gips dan pisau
malam. Tujuannya adalah untuk menambah retensi model kerja
dengan gips saat dipasang dalam artikulator.
2. Model kerja difiksasi menggunakan batang korek api dan malam
perekat (sticky wax warna oranye) yang dilunakkan di atas nyala
api bunsen burner.
3. Periksa terlebih dahulu kelengkapan artikulator yaitu sendi
artikulator, pin vertical (incisor guide pin), pin horizontal
(incisor indicator), pasak pengunci artikulator dengan gips
(model locking pin RA dan RB), model plate, magnet.

4.

Ulasi semua bagian artikulator (model locking pin, split cast


plate) yang akan berkontak dengan stone gipsum dan dasar
model kerja menggunakan bahan separasi (vaseline)

5. 5. Sebelum pemasangan model studi/kerja pada artikulator,


terlebih dahulu pasang model plate RA dan RB pada split cast
plate RA dan RB
6. 6. Tentukan posisi model kerja pada artikulator dengan bantuan
karet gelang atau occlusal plane table. Perhatikan! garis median
model harus sebidang garis median pada artikulator dan
bidang oklusi model sebidang dengan horisontal artikulator
(segitiga Bonwill). Periksa kesejajaran bidang oklusal gigi geligi
atau galangan gigit terhadap segitiga Bonwill dengan
menggunakan karet gelang.
7. 7. Sebelum pemasangan model studi/kerja pada artikulator,
terlebih dahulu pasang model plate RA dan RB pada split cast
plate RA dan RB
8. 8. Siapkan adonan gips tipe II untuk memasang model dalam
artikulator. Letakkan adonan gips tipe II di bagian atas
artikulator hingga menutupi split cast plate dan model locking
pin, tunggu hingga gips mengeras 30 menit, gunanya untuk
memfiksasi split cast plate dan model locking pin (Untuk
artikulator handy IIA Shofu) supaya tidak berubah posisi.

9. Letakkan adonan gips tipe II pada model RA yang sudah diulasi


vaselin.

10. Letakkan adonan gips tipe II pada model plate RA hingga


menutupi bagian-bagian undercut model plate.

11. Katupkan
bagian atas artikulator
sehingga menekan model kerja RA.
12. Rapikan kelebihan gips tipe II yang melekat pada artikulator lalu
tunggu hingga gips mengeras

13. Perhatikan pin vertikal harus menempel pada incisor guide table
dan pin horisontal harus tetap berkontak pada pertemuan antara
insial gigi insisif pertama RA dan RB (sejajar garis median).
14. Apabila gips untuk model kerja RA dalam artikulator telah
mengeras, baliklah posisi artikulator sehingga bagian bawah
artikulator menjadi bagian atas.

15. Lakukan tahapan pemasangan model dalam artikulator RB


(tahapan sama dengan pemasangan model kerja dalam
artikulator RA).

16. Fiksasi artikulator menggunakan tali rafia yang diikatkan


sekeliling artikulator dengan erat agar tidak terjadi perubahan
gigitan model kerja (mis. kesalahan letak gigit) dan
meminimalkan ekspansi gips.
17. Periksa apakah garis median model kerja yang telah dipasang
dalam artikulator telah sebidang dengan garis median artikulator,
periksa posisi pin horisontal. Tunjukkan pada instruktur dengan
karet gelang tetap terpasang.