Anda di halaman 1dari 15

EPISTEMOLOGI

(CARA MEMPEROLEH DAN MENYUSUN


ILMU PENGETAHUAN )

Oleh :
Dr. Nur Indrawati Lipoeto

EPISTEMOLOGI
(CARA MEMPEROLEH DAN MENYUSUN ILMU
PENGETAHUAN )
I.

PENDAHULUAN
Defenisi
Epistemologi adalah : Bagian dari ilmu filsafat
yg mempelajari cara memperoleh dan
menyusun suatu ilmu pengetahuan.
Epistemologi Berhubungan dgn pertanyaan
kefilsafatan seperti :
1.
2.
3.
4.
5.

Yang Ada ?
Kenyataan ?
Eksitensi ?
Esensi ?
Substansi ?

6. Materi ?
7. Bentuk ?
8. Perubahan ?
9. Sebab Akibat ?
10. Hubungan ?

Tahu

sebenar tahu
Tidak tahu

kenyataan tahu
1. Tidak mempunyai
pengetahuan
2. Memiliki kesesatan

II. Dasar Memperoleh & Menyusun Ilmu


1.
2.
3.

Kerangka Pemikiran
bersifat logis
dengan argumentasi konsisten
rasional
Penjabaran hipotesa
merupakan deduksi
dari kerangka pemikiran diatas
Melakukan verifikasi
untuk pengujian
kebenaran pernyataan secara faktual
objektif, terbuka,

Jadi dasar penyusunan ilmu :


LOGICO HYPOTHETICO VERIFIKATIF

DEDUCTO HYPOTHETICO VERIFIKATIF

Kebenaran Ilmiah dgn terbuka


terhadap kritikan mempunyai sifat :
Pragmatis
2. Kritis
Berfikir Ilmiah
1.

Dimulai
Skeptis terhadap
kebenaran
Baru dibuktikan lewat
prosedur keilmuan

III. Metode Untuk Memperoleh Ilmu


Pengetahuan melalui :

1.

Cara memperoleh Ilmu Pengetahuan melalui :


Empiris
Pengalaman
John Lock

Pengalaman Inderawi
- Melihat
- Merasa
- Mendengar

Menurut Jhon Locke


Akal manusia sewaktu lahir
Buku catatan yang kosong ( Tabula rasa )
Pengetahuan diperoleh melalui catatan penglaman
inderawi

Melalui
Pengetahuan & Membanding ide-ide yang
diperoleh dari pengindraan. Refleksi dari pengalaman
selama ini .

Objek
Indrawi

Merangsang Alat

Diteruskan Ke Otak
Didalam Otak Dianalisa &
Diterjemahkan
Pengalaman Individu

2. Rasionalisme

Sumber Peng. berasal


dari akal

Pengalaman hanya sebagai


perangsang pemikiran
Kebenaran hanya diperoleh dari dalam
pikiran
Diperoleh dengan akal budi saja bapak
Rasionalisme
Descartes
Akal- Budi Dipaham :
Memakai Teknik Deduktif
a. Dapat mengenal kebenaran
b. Proses penalaran

3. Fenomenalisme

Emanuel Kant

Ilmu Diperoleh dari fenomena hubungan


sebab akibat.
Kant membedakan 4 macam
pengetahuan :
a.

b.

c.

d.

Analisa Apriori
Pengetahuan yg tdk
tergantung pengalaman
Sintesis Apriori
Pengetahuan yg
dihasilkan daripenyelidikan akal.
Analitis Posterior
Pengetahuan yg
dihasilkan dari pengalaman
Sintetis Posterior
Pengetahuan yang
dihasilkan dari penyelidikan empiris

4. Intuisionalisme Ilmu yg diperoleh dari

intuisi
pengalaman dan akal
dibawah suatu intuisi manusia.
5. Metode Ilmiah Ilmu yg diperoleh dgn
suatu prosedur atau metode tertentu
dgn mengabungkan pengalaman dan
akal sebagai pendekatan bersama.

Metode Ilmiah untuk Mengembangkan


Ilmu mempunyai Unsur :
a.
b.
c.
d.

Hub. Antara kejadian secara sistematis.


Hipotesa : Kesimpulan/ saran sementara yg
memerlukan verifikasi.
Dukungan Hipotesa : Dari Hasil pengamatan.
Prediksi / Asumsi : Ramalan dari kejadian yang
akan ditemukan . Kejadian dari fenomena alam
bersifat probabilitas.

IV. Aliran Pemikiran Para Ahli dlm


memandang berbagai metode Ilmiah
1.

Skeptisme Aliran ini berpendapat bahwa


sesungguhnya tdk ada cara mengetahui
bahwa kita mempunyai pengetahuan.
Keadaan ini disebabkan :
a. Knisbian Indera
b. Ada kesepakatan lebih dahulu

2.

Realisme Suatu aliran yg tdk


membedakan antara apa yg dilihatnya
dgn apa yg diketahuinya.
Namun kenyataannya sering yg dilihat
mengalami ilusi dan halusinasi.

3. Idealisme

Aliran ini berpendapat bahwa


ide-ide yg nyata yg ditangkap melalui akal
atau oleh Tuhan.
4.
Realisme Kritik
Aliran ini menolak adanya
pemisahan suatu kejadian / fenomena dgn
datanya.
5. Pragmatisme
Aliran ini berpendapat
bahwa kebenaran ilmiah mempunyai sifat
pragmatis dan prosesnya berulang ulang
berdasarkan cara berfikir kritis.

V. Azas Moral dalam Epistemologi :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Menemukan kebenaran.
Penuh kejujuran
Tanpa kepentingan langsung tertentu.
Berdasarkan kekuatan argumentasi.
Berfikir rasional
Argumentasi Objektif dan Faktual
Kritis dlm menarik kesimpulan
Terbuka terhadap kritikan dan kebenaran.
Pragmatis dalam pemilihan objek penelitian
Tidak merobah kodrat manusia.

Ilmu merupakan sikap hidup untuk

mencintai kebenaran dan membenci


kebohongan.
Salah satu sebab menurut Mangunwijaya
ilmu di indonesia sulit berkembang karena
kita masih suka berbohong.
Ketidak jujuran dlm ilmu dapat dilihat dari
gejala :
-

Nyontek.
Plagiat.
Joki UMPTN
Ijazah palsu
Kebocoran Ujian

Pikiran ilmiah bersandar pada kekuatan


argumentasi yg dikandung bukan thd
kekuatan sosial, politik dan ekonomi.

VII. Sumber Ilmu Pengetahuan


Dalam sejarah Filsafar ada 2 aliran :
a.
Aliran Rasionalisme.
b.
Aliran Empiris.
Ad a. Aliran Rasionalisme :

Sumber pengetahuan itu dari akal budi.

Menolak kebenaran yg bersal dari panca indra.

Tokoh : - Plato
- Rene descrates
Ad b. Aliran Empiris

Pengetahuan yg baru apabila ada bukti yg kokoh


atau ada pengalaman empiris

Tokoh : - Jhon Locke


- David Hume

Ad c. Aliran Sintetis.

Ilmu pengetahuan berasal


Dari Abstraksi akal manusia dari
hasil
kenyataan yg bisa diamati.
Tokoh : - Aristoteles
- Immanuel Kant