Anda di halaman 1dari 12

MANAJEMEN KONFLIK

Oleh :
H. Bambang Tutuko,
SH.,S.Kep.,Ns

MANAJEMEN kONFLIK
Konflik adalah masalah internal dan
eksternal yang terjadi sebagai akibat
dari perbedaan pendapat, nilai nilai
atau keyakinan dari dua orang atau
lebih.

( Marquis dan Huston )

KATEGORI
KONFLIK

1.
Konflik
Intra
Person
al

2.
Konflik
Inter
Person
al

3.
Konflik
Inter
grup

P
R
O
S
E
S
K
O
N
F
L
I
K

1. Konflik Laten
Tahapan konflik yang terjadi terus menerus dalam
suatu organisasi
2. Konflik Yang Dirasakan
Konflik yang terjadi karena adanya sesuatu yang
dirasakan sebagai ancaman, ketakutan, tidak
percaya dan marah
3. Konflik Yang Sengaja Di Munculkan
Konflik yang sengaja dimunculkan untuk dicari
solusinya
4. Resolusi Konflik
Adalah suatu penyelesaian suatu masalah dengan
cara memuaskan semua orang yang terlibat
didalamnya dengan pronsip win-win solution.
5. Konflik Aftermath
Merupakan konflik yang terjadi akibat dari tidak
terselesaikannya konflik pertama

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK


1. Kompromi atau Negosiasi
Penyelesaian strategi ini sering diartikan sebagai lose-lose situation.
Strategi ini sering digunakan oleh middle dan top manajer keperawatan.
2. Kompetisi
Strategi ini dapat diartikan sebagai win-lose situation. Penyelesaian ini
menekankan hanya ada satu orang atau kelompok yang menang tanpa
mempertimbangkan yang kalah
3. Akomodasi
pada strategi ini seseorang berusaha mengakomodasi permasalahan dan
memberikan kesempatan pada orang lain untuk menang.
4. Smooting
Teknik ini merupakan penyelesaian konflik dengan cara mengurangi
komponen emosional dalam konflik.
5. Menghindar
Semua yang terlibat dalam konflik menyadari tentang masalah yang
dihadapi tetapi memilih untuk menghindar atau tidak menyelesaikan
masalah.

LANJUTAN
..

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

6. Kolaborasi
Strategi ini merupakan strategi win-win solution.
7. Mediasi
Pihak pihak yang terlibat konflik merasa perlu adanya pihak ketiga dan
menunjukan untuk berfungsi sebagai mediator dan fasilitator untuk
memecahkan konflik mereka tapi tidak bersifat memutuskan. Keputusan
lebih ditentukan pihak pihak yang terlibat konflik.
8. Arbitrasi
Pihak pihak yang terlibat konflik merasa perlu adanya dan menunjuk
pihak ketiga kemudian menyerahkan seluruhnya pada pihak ketiga
tersebut untuk menentukan bentuk pemecahan serta hasil pemecahan
konflik mereka.
9. Ajudikasi
Pihak ketiga hadir sebagai pemecah masalah konflik, memutuskan
pemecahan masalah serta memaksakan pemecahan tersebut ditaati
walau tanpa diminta oleh pihak pihak yang terlibat konflik tersebut.
10. Konsiliasi
Bisa merupakan proses yang mendahului proses proses lainnya. Disini
pihak ketiga membimbing pihak pihak yang terlibat konflik untuk
melakukan penawaran penawaran atau memberikan kompensasi

CONFLICT RESOLUTION
1. Win/Win Approach :
Mencari peluang untuk merubah konflik menjadi
kerjasama (co-operation) untuk keuntungan bersama.
2. Respon Kreatif :
Melihat konflik sebagai kesempatan untuk perubahan
kearah positif.
3. Empati :
Mencoba melihat dari sudut pandang orang lain.
Mencoba menggali motivasi-motivasi yang ada dibalik
tindakan orang lain.
4. Kemampuan Asertif yang sesuai :
Mengetahui hak-hak dan kebutuhan-kebutuhan dan
bagaimana menyatakannya secara jelas.

LANJUTAN
..

CONFLICT RESOLUTION
5. Co Operative Power :
Menggabungkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam
rangka saling melengkapi, bukan saling mengatasi.
6. Mengolah Emosi :
mengendalikan perasaan-perasaan agar tidak tertampil
dalam bentuk-bentuk tingkah laku yang merugikan.
7. Wilingness to resolve :
Adanya kesediaan untuk melakukan pemecahan konflik.
Menyadari bahwa perasaan-perasaan negatif sepserti
kebencian hanya akan mengahambat pemecahan konflik.
8. Memetakan Konflik :
Menggambarkan peta konflik secara visual yang
mencakup kebutuhan-kebutuhan, nilai-nilai, sasaransasaran maupun visi dari masing-masing pihak.

LANJUTAN
..

CONFLICT RESOLUTION
9. Pengembangan Pilihan pilihan :
Membuat serangkaian pilihan pemecahan dimana
pihak-pihak yang terlibat konflik bisa memilih
salah satu pemecahan yang paling akomodatif.
10. Kemampuan Negosiasi :
Mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi
semua pihak untuk bekerjasama memecahkan
konflik, mensistensakan berbagai macam
interest, menciptakan keseimbangankeseimbangan, persetujuan dan kontrak-kontrak.

LANJUTAN
..

CONFLICT RESOLUTION
11. Mediasi :
Mengerti peran khusus dari mediator dan
pentingnya netralitas.
12. Perluasan Cakrawala :
Mengakui bahwa pandangan pribadi maupun pihak
lain merupakan sudut pandang yang sama
pentingnya sebagai bagian dari satu keseluruhan.
( Conflict Resolution Network, New South Wales,
Australia )

Langkah langkah umum proses


mediasi dalam pemecahan konflik

Persiapan.
Introduksi, penegakan aturan main dan wewenang.
Pihak a menceritakan permasalahannya tanpa
interupsi.
Pihak b menceritakan permasalahannya, juga tanpa
interupsi.
Mediator menyimpulkan apa yang sudah dinyatakan
pihak a dan pihak b secara bergantian.
Membuat agenda.
Pihak-pihak yang terlibat konflik berkomunikasi
langsung satu sama lainnya dengan difasilitasi oleh
mediator.

LANJUTAN
..

Langkah langkah umum proses


mediasi dalam pemecahan konflik
Mediator berbicara dengan masing-masing pihak
yang terlibat konflik secara pribadi dan konfidensial.
Negosiasi.
agreement/persetujuan.
Penutupan : ucapan terimakasih dan penawaran
bantuan lebih lanjut bila terjadi masalah.
De briefing / evaluasi.
(Conflict Resolution Network,New South
Wales,Australia)