Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM

Biologi XII

DISUSUN UNTUK MEMPERMUDAH


KEGIATAN PRAKTIKUM SISWA
KELAS BIOLOGI SELAMA SATU TAHUN DI KELAS XII (DUA BELAS)

NAMA : Hendry Anggriawan


KELAS : XII SMA
No : 05

SMA CHANDRA KUSUMA


JL. VIKAMAS SELATAN V BLOK H4 NO.1
KAPUK MUARA, PENJARINGAN, JAKARTA UTARA.14460
TELP 021-5451911
P a g e 1 | 14

Nama

: Hendry Anggriawan

Kelas

: XII SMA

Kelompok

:3

Tanggal Percobaan : Rabu, 2 September 2015


Teman Kerja

: Frandy Marco, Ludowikus Jasson, Stanlee, dan Vinno Lando

Judul Percobaan

: Enzim Katalase

I.

Tujuan Percobaan : Mengetahui Faktor Faktor Yang Memengaruhi Kerja


Enzim Laktase

II.

Dasar Teori :

Enzim adalah molekul komples berbasis protein yang dihasilkan oleh sel-sel. Enzim
ikut terlibat dalam berbagai reaksi biokimia. Tiap-tiap enzim yang terdapat dalam
tubuh kita dapat mempengaruhi reaksi kimia tertentu.
Enzim berperan sebagai katalis organik, enzim mempercepat kecepatan reaksi yang
terjadi. Jika tidak ada enzim, reaksi kimia akan menjadi sangat lambat. Berbagai
reaksi juga mungkin tidak akan terjadi jika tidak terdapat enzim yang tepat di dalam
tubuh.
Enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia berkali-kali lipat. Studi telah
menemukan bahwa enzim dapat mempercepat reaksi kimia sampai 10 milyar kali
lebih cepat. Zat kimia yang hadir pada awal proses biokimia disebut sebagai
substrat, yang mengalami perubahan kimia membentuk produk akhir.
Konsentrasi substrat atau enzim dapat berdampak pada aktivitas enzim. Selain itu,
kondisi lingkungan seperti suhu, pH, kehadiran inhibitor, dll turut mempengaruhi
aktivitas enzim.
Dibawah ini dibahas lebih lanjut mengenai masing-masing faktor yang
mempengaruhi aktivitas enzim:
Suhu
Semua enzim membutuhkan suhu yang cocok agar dapat bekerja dengan biak. Laju
reaksi biokimia meningkat seiring kenaikan suhu. Hal ini karena panas
meningkatkan energi kinetik dari molekul sehingga menyebabkan jumlah tabrakan
diantara molekul-molekul meningkat.

Sedangkan dalam kondisi suhu rendah, reaksi menjadi lambat karena hanya
terdapat sedikit kontak antara substrat dan enzim.
Namun, suhu yang ekstrim juga tidak baik untuk enzim. Di bawah pengaruh suhu
P a g e 2 | 14

yang sangat tinggi, molekul enzim cenderung terdistorsi, sehingga laju reaksi pun
jadi menurun. Enzim yang terdenaturasi gagal melaksanakan fungsi normalnya.
Dalam tubuh manusia, suhu optimum di mana kebanyakan enzim menjadi sangat
aktif berada pada kisaran 35C sampai 40C. Ada juga beberapa enzim yang dapat
bekerja lebih baik pada suhu yang lebih rendah daripada ini.
Nilai pH
Efisiensi suatu enzim sangat dipengaruhi oleh nilai pH atau derajat keasaman
sekitarnya. Ini karena muatan komponen asam amino enzim berubah bersama
dengan perubahan nilai pH. Secara umum, kebanyakan enzim tetap stabil dan
bekerja baik pada kisaran pH 6 dan 8. Tapi, ada beberapa enzim tertentu yang
bekerja dengan baik hanya di lingkungan asam atau basa.

Nilai pH yang menguntungkan bagi enzim tertentu sebenarnya tergantung pada


sistem biologis tempat enzim tersebut bekerja. Ketika nilai pH menjadi terlalu tinggi
atau terlalu rendah, maka struktur dasar enzim dapat mengalami perubahan.
Sehingga sisi aktif enzim tidak dapat mengikat substrat dengan benar, sehingga
aktivitas enzim menjadi sangat terpengaruhi. Bahkan enzim dapat sampai benarbenar berhenti berfungsi.
Konsentrasi Substrat
Jelas saja konsentrasi substrat yang lebih tinggi berarti lebih banyak jumlah molekul
substrat yang terlibat dengan aktivitas enzim. Sedangkan konsentrasi substrat yang
rendah berarti lebih sedikit jumlah molekul substrat yang dapat melekat pada enzim,
menyebabkan berkurangnya aktivitas enzim.

Tapi ketika laju enzimatik sudah mencapai maksimum dan enzim sudah dalam
kondisi paling aktif, peningkatan konsentrasi substrat tidak akan memberikan
perbedaan dalam aktivitas enzim. Dalam kondisi seperti ini, di sisi aktif semua enzim
terus terdapat substrat, sehingga tidak ada tempat untuk substrat ekstra.
Konsentrasi Enzim
Semakin besar konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi akan semakin cepat pula.
Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi, tentunya selama
masih ada substrat yang perlu diubah menjadi produk.

Aktivator & Inhibitor


Aktivator merupakan molekul yang membantu enzim agar mudah berikatan dengan
substrat.

Inhibitor adalah substansi yang memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas


enzim. Inhibitor enzim memiliki dua cara berbeda mengganggu fungsi enzim.
Berdasarkan caranya, inhibitor dibagi menjadi 2 kategori: inhibitor kompetitif dan
inhibitor non-kompetitif.
Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sama dengan molekul substrat, inhibitor ini
melekat pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi pembentukan ikatan kompleks
enzim-substrat.
P a g e 3 | 14

Inhibitor non-kompetitif dapat melekat pada sisi enzim yang bukan merupakan sisi
aktif, dan membentuk kompleks enzim-inhibitor. Inhibitor ini mengubah
bentuk/struktur enzim, sehingga sisi aktif enzim menjadi tidak berfungsi dan substrat
tidak dapat berikatan dengan enzim tersebut.
III.
Alat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Alat dan Bahan


Mortar
Pipet tetes
Tabung reaksi
Spatula
2 buah Gelas kimia
Termometer
Lidi
Lilin
Korek api

Bahan :
1. Hati ayam
2. Air panas
3. Es batu
4. H2O2 30&
5. H2SO4 5 M
6. NaOH 5 M
IV.
Prosedur Kerja
1. Ambillah hati ayam secukupnya, lalu gunakan mortar untuk membuat hati
ayam menjadi lebih halus ( ekstrak hati ayam ).
2. Masukkan ekstrak hati ayam ke dalam tabung reaksi A, B, C, D, dan E
( masing masing setinggi 1 cm tabung reaksi ).
3. Masukkan air panas ke dalam salah satu gelas kimia lalu taruhlah tabung
reaksi A ke dalam gelas kimia yang berisi air panas.
4. Selanjutnya masukkan es batu ke dalam gelas kimia satu lagi lalu taruhlah
tabung reaksi B ke dalam gelas kimia yang berisi es batu.
5. Teteskanlah 20 tetes H2SO4 dengan menggunakan pipet tetes ke dalam
tabung reaksi C.
6. Teteskanlah 20 tetes NaOH ke dalam tabung reaksi D.
7. Teteskanlah 10 tetes H2O2 ke dalam tabung reaksi E.
8. Usahakan agar tetesan larutan kimia tidak mengenai dinding tabung reaksi.
9. Setelah itu, tambahkan 10 tetes H2O2 ke semua tabung reaksi.
10. Selanjutnya, amatilah gelembung gas pada setiap tabung reaksi dan catat
hasil pengamatan.
11. Lalu siapkan lidi yang membara untuk uji nyala bara api terhadap semua
tabung reaksi dan catat hasil pengamatan.

P a g e 4 | 14

V.
Tabung
A
B
C
D
E

Data Percobaan
Perlakuan percobaan
Hati + H2O2
Hati + NaOH + H2O2
Hati + H2SO4 + H2O2
Hati + H2O2 (dalam air panas)
Hati + H2O2 (dalam es batu)

Keterangan :
= tidak ada
+ = sedikit
++ = banyak
+++ = sangat banyak
VI.
1.

2.

3.

4.

Gelembung gas
++
+++
+
+
++

Nyala bara api


Menyala terang
Menyala sangat
terang
Tidak menyala
Tidak menyala
Menyala terang

air panas = 760


es batu = 00

Analisis data percobaan


Dari percobaan yang anda lakukan, tentukan :
Variabel Bebas : NaOH, H2SO4, dan suhu
Variabel Terikat : Banyak gelembung dan nyala bara api
Variabel Kontrol : H2O2 dan ektrak hati ayam
Bandingkan hasil reaksi tabung A,B,C,D, dan E. Manakah yang menghasilkan
gelembung gas paling banyak? Jelaskan alasanya !
Dari kelima tabung tersebut, yang menghasilkan gelembung terbanyak
pada tabung ke B dimana merupakan campuran dengan NaOH. Tabung B
terdapat gelembung terbanyak karena Enzim laktase bekerja optimal pada
keadaan ph basa.
Bandingkan hasil reaksi tabung A, B, C, D, dan E. Manakah yang
menunjukkan nyala bara api paling besar? Jelaskan alasanya.
Dari kelima tabung tersebut, nyala bara api terbesar pada ekstrak hati
dalam keadaan basa. Alasanya karena kerja enzim laktase optimum
dalam keadaan basa.
Gas apakah yang dihasilkan pada reaksi tersebut ?
Gas yang dihasilkan pada reaksi tersebut adalah gas oksigen hal ini
dibuktikan dengan nyala bara api.

P a g e 5 | 14

5.

6.

7.

Bandingkan ukuran rata rata gelembung gas yang dihasilkan tabung A, B, C,


D, dan E. Apakah perbedaan ukuran gelembung gas menunjukkan perbedaan
kandungan oksigennya ?
Tabung berisikan H2O2 memiliki ukuran gelembung yang besar. Tabung
berisikan NaOH memiliki ukuran gelembung yang kecil. Tabung berisikan
H2SO4 memilik ukuran gelembung yang kecil. Tabung yang berada di
dalam air panas memiliki ukuran gelembung yan kecil. Tabung yang
berada di dalam es batu memiliki ukuran gelembung yang kecil.
Menurut kami, perbedaan ukuran gelembung gas tidak menunjukkan
perbedaan kandungan oksigennya. Tetapi yang menunjukkan perbedaan
kandungan oksigennya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan.
Apa fungsi enzim katalase yang terdapat dalam ekstrak hati ?
Fungsi enzim katalase adalah untuk mempercepat reaksi penguraian
peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian
peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung
Bentuk reaksi kimianya adalah: 2 H2O2 > 2 H2O + O2
Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

a.

Konsentrasi enzim
Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim
tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat
tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
b. Konsentrasi Substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap,
maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Untuk dapat terjadi kompleks enzim substrat, diperlukan adanya kontak
antara enzim dengan substrat.Kontak ini terjadi pada suatu tempat atau bagian
enzim yang disebut bagian aktif.Pada konsentrasi substrat rendah, bagian aktif
enzim ini hanya menampung sedikit substrat.Bila konsentrasi substrat diperbesar,
makin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada bagian aktif
tersebut.Dengan demikian, konsentrasi kompleks enzim substrat makin besar dan
hal ini menyebabkan makin besarnya kecepatan reaksi.Namun dalam keadaan ini,
bertambah besarnya konsentrasi susbstrat tidak menyebabkan bertambah besarnya
konsentrasi kompleks enzim substrat, sehingga jumlah hasil reaksinya pun tidak
bertambah besar.
c.

Suhu
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang
menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu.Pada suhu rendah reaksi
kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi
berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah suatu protein, maka
kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi
proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian

P a g e 6 | 14

konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan
menurun.
Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan
kecepatan reaksi.
Peningkatan suhu meningkatkan reaksi enzim yang terkatalisis dan yang
tidak terkatalisis dengan cara meningkatkan energi kinetic dan frekuensi tubrukan
dari besarnya molekul. Bagaimanapun energy panas dapat meningkatkan energy
kinetic dari enzim ke titik yang mana kelebihan energy pelindung untuk dapat
mengganggu interaksi non-kovalen yang berfungsi mengatur struktur tiga dimensi
dari enzim.Cincin polipeptida kemudian mulai terbuka atau terdenaturasi, yang
disertai dengan pengurangan kecepatan dari aktivitas katalisis.Pada temperatur
tertentu sebuah enzim berada dalam keadaan stabil, konformasi, kompetensor
katalisis tergantung suhu normal sel, yang mana enzim itu berada.Enzim pada
umumnya stabil pada temperatur 45-55oC.Sebaliknya, enzim pada mikroorganisme
termofilik yang berada pada sumber mata air panas gunung berapi, atau pada
lubang hidrotermal bawah laut dapat stabil pada suhu kurang lebih 100oC.
d. Pengaruh Ph
Seperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada pH
lingkungannya.Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif, atau ion bermuatan
ganda. Dengan demikian perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap
efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat.
Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah, atau pH tinggi
dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan
menurunnya aktifitas enzim. Terdapat suatu nilai pH tertentu atau daerah pH yang
dapat menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi.pH tersebut dinamakan pH
optimum.
e. Pengaruh Inhibator
1. Hambatan Reversibel
Molekul atau ion yang dapat menghambat reaksi dinamakan
inhibitor.Hambatan terhadap aktivitas enzim dalam suatu reaksi kimia mempunyai
arti yang penting, karena hambatan tersebut merupakan mekanisme pengaturan
reaksi-reaksi yang terjadi pada tubuh.Disamping itu hambatan dapat memberikan
gambaran lebih jelas tentang mekanisme kerja enzim.Hambatan reversible dapat
berupa hambatan bersaing atau hambatan tidak bersaing.
a. Hambatan bersaing
Disebabkan karena adanya molekul yang mirip dengan substrat, yang dapat
pula membentuk kompleks, yaitu kompleks enzim inhibitor. Pembentukan kompleks
enzim inhibitor ini sama dengan pembentukan kompleks enzim substrat,
yaitu melalui penggabungan inhibitor dengan enzim pada bagian aktif enzim.
Dengan demikian terjadi persaingan antara inhibitor dengan substrat terhadap
bagian aktif enzim.Inhibitor yang menyebabkan hambatan bersaing disebut inhibitor
P a g e 7 | 14

bersaing. Inhibitor bersaing menghalangi terbentuknya kompleks enzim substrat


dengan cara membentuk kompleks enzim inhibitor yang tidak dapat membentuk
hasil reaksi P. Dengan demikian adanya inhibitor bersaing dapat mengurangi
peluang bagi terbentuknya kompleks enzim substrat dan hal ini menyebabkan
berkurangnya kecepatan reaksi.
b. Hambatan tidak bersaing
Tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi substrat dan inhibitor yang
melakukannya disebut inhibitor tidak bersaing.Dalam hal ini inhibitor dapat
bergabung dengan enzim pada suatu bagian enzim diluar bagian aktif.
Penggabungan antara inhibitor dengan enzim ini terjadi pada enzim bebas,
atau pada enzim yang telah mengikat substrat yaitu kompleks enzim substrat.
2. Hambatan Irreversibel
Hambatan irreversible ini dapat terjadi karena inhibitor bereaksi tidak
reversible dengan bagian tertentu pada enzim, sehingga mengakibatkan berubahnya
bentuk enzim.Dengan demikian mengurangi aktivitas katalitik enzim tersebut.
a. Konsentrasi Ion Hidrogen
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan
ketergantungan yang signifikan dari konsentrasi ion hydrogen.Kebanyakan enzim
intraseluler menunjukkan aktivitas optimal pada nilai pH 5 dan 9.Hubungan dari
aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan keseimbangan antara denaturasi enzim
pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim, substrat, atau keduanya.
b. Ion Logam
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih
seperempat dari semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur,
khususnya bagi reaksi dimana ATP merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion
logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal secara khas akan terlihat
pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau
kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di dan
trifosfat membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi,
konsentrasi intraseluler nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ionion logam bebas dan dengan demikian mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim
tertentu.
c. Efektor Alosterik
Aktivitas katalitik enzim-enzim pengatur tertentu diatur oleh efektor alosterik
berbobot molekul rendah yang umumnya tanpa atau mempunyai sedikit kemiripan
structural dengan substrat ataupun koenzim bagi enzim yang diatur itu.Inhibisi
umpan balik merupakan istilah yang mengacu pada penghambatan aktivitas suatu
enzim dalam lintasan biosintesis oleh produk akhir dari lintasan terakhir.

8.

Di dalam sel hidup, dihasilkan hidrogen peroksida (H 2O2). Hasil dari bioproses
apakah zat tersebut? Apa akibatnya jika di dalam tubuh terdapat banyak H 2O2
P a g e 8 | 14

9.

10.

Peroksid dihasilkan pada proses ekskresi, apaila tidak ada enzim katalase
maka racun di dalam tubuh tidak akan terurai yang mengakibatkan racun
akan tertimbun di dalam tubuh dan akan menyebabkan berbagai macam
penyakit.

Selain di dalam sel hati, dimanakah enzim katalase dapat ditemukan ?


Selain di dalam sel hati ,katalase ditemukan di darah, sumsum tulang,
membran mukosa, ginjal, dan juga didalam organel sel yaitu peroksisome
kaya akan enzim katalase.
Selain enzim katalase, sebutkan contoh enzim lainya yang terlibat dalam
metabolisme dan jelaskan fungsinya masing masing!
Enzim oksidase.
Enzim oksidase berfungsi mempergiat penggabungan O2 dengan suatu
substrat yang pada saat bersamaan juga mereduksikan O2, sehingga
terbentuk H2O. Enzim hidrase. Enzim hidrase berfungsi
menambah atau mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menyebabkan
terurainya senyawa yang bersangkutan. Contoh: fumarase, enolase,
akonitase.
Enzim dehidrogenase.
Enzim dehidrogenase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu zat ke
zat yang lain. Enzim transphosforilase. Enzim transphosforilase berfungsi
memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul lain dengan bantuan
ion Mg2+.
Enzim karboksilase.
Enzim karboksilase berfungsi dalam pengubahan asam organik secara
bolak-balik. Contoh pengubahan asam piruvat menjadi asetaldehida
dibantu oleh karboksilase piruvat.
Enzim desmolase.
Enzim desmolase berfungsi membantu dalam pemindahan atau
penggabungan ikatan karbon. Contohnya, aldolase dalam pemecahan
fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton.
Enzim peroksida.
Enzim peroksida berfungsi membantu mengoksidasi senyawa fenolat,
sedangkan oksigen yang dipergunakan diambil dari H2O2.

11.

Bagaimanakah cara kerja enzim pada umunya?


Cara kerja enzim umunya seperti pada 2 teori dibawah yaitu :
P a g e 9 | 14

Teori Lock and Key (Gembok dan kunci)


Substrat masuk ke dalamm sisi aktif enzim, sehingga terbentuk enzim subrat.
Setelah terjadi reaksi, salah satu ikatan dari subrat putus. Setelah putus, molekul
hasil reaksi akan keluar dari sisi aktif.
Teori Inducet Fit
Substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim dan membentuk kompleks enzim substrat.
Sisi aktif mengubah bentuknya, sehingga molekul akan pas dengan sisi aktif.

12.

Jelaskan sifat sifat enzim!

Enzim merupakan biokatalisator yang mempercepat jalannya reaksi tampa


ikut bereaksi
- Thermolabil. Mudah rusak bila dipanskan lebih dari 60 C
- Merupakan senyawa protein, sehingga sifat protein masih melekat pada
enzim
- Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sbg biokatalisator , rekasinya menjadi
sangat cepat dan berulang ulang
- Bekerja didalam sel (endoenzim) dan diluar sel (ektoenzim)
- Umumnya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada yang
mengkatalis reaksi dua arah
- Bekerjanya spesifik, karena sisi aktif enzim setangkup dengan permukaan
subtrat tertentu
- Umumnya enzim tidak dapat bekerja tampa adanya suatu zat non protein
tambahan yang disebut kofaktor
- Sangat aktif walaupun dalam konsentrasi yang sangat rendah
Molekul enzim biasanya dihasilkan dalam jumlah terbatas oleh tubuh. Namun
molekul tersebut dapat bekerja berulangkali untuk mengolah substrat menjadi
produk dalam tempo yang sangat singkat. Setelah selesai mengolah satu substrat,
enzim tersebut akan langsung mengolah substrat lain yang ada di dekatnya.
- Sangat spesifik terhadap substrat tertentu
Enzim tertetu hanya spesifik mengolah substrat tertentu. Seperti enzim maltase di
atas, hanya spesifik untuk mengolah maltosa menjadi glukosa saja. Enzim lain,
aspartase hanya bekerja untuk mengolah fumarat menjadi aspartat saja. Dengan
adanya ribuan molekul kimia berbeda yang ada di dalam tubuh, menunjukkan
adanya banyak sekali jenis enzim yang dimiliki makhluk hidup.

Bekerja dalam keadaan reaksi yang ringan


P a g e 10 | 14

Enzim terbuat dari protein sehingga sangat terpengaruh oleh keadaan lingkungan
sekitarnya. Enzim bekerja dengan optimum pada keadaan tubuh yang biasa dan
tanpa adanya racun-racun dalam bentuk logam berat. Logam berat dapat
mendenaturasi struktur enzim sehingga kehilangan kemampuan untuk mengolah
substrat.
- Aktif pada rentang suhu dan pH yang sempit
Enzim bekerja optimal pada suhu dan pH (kaasaman) tertentu. Enzim dalam tubuh
hewan bekerja optimal pada suhu 37OC dan akan kurang aktif saat suhu tubuh
rendah dan rusak saat suhu tubuh terlalu tinggi. Inilah penyebab suhu tubuh terlalu
tinggi dapat mematikan hewan, dapat merusak enzim dalam tubuh. Enzim-enzim
yang aktif di lambung, akan bekerja optimal pada pH 2 (kondisi yang sangat asam),
sedangkan enzim yang bekerja di dalam usus halus akan bekerja optimal pada pH
yang lebih tinggi.
Enzim adalah molekul organik yang sangat penting, keberlangsungan hidup
organisme dipengaruhi oleh aktivitas enzim-enzim di dalam tubuh. Tubuh yang tidak
mampu manghasilkan jenis-jenis enzim tertentu dapat mengakibatkan penyakit yang
mematikan seperti diabetes tipe 1, dimana tubuh kehilangan kemampuan untuk
memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Diabetes merupakan salah satu penyakit
yang banyak menyebabkan kematian karena dapat menimbulkan berbagai macam
komplikasi seperti buta, rusaknya jaringan, dan stroke.

13.

Jelaskan komponen penyusun enzim

a. Komponen utama enzim adalah protein


b. Protein yang sifatnya fungsional, bukan protein struktural
c. Tidak semua protein bertindak sebagai enzim
Contoh koenzim
1. NAD (koenzim 1)
2. NADP (koenzim 2)
3. FMN dan FAD
4. Cytokrom: cytokrom a, a3, b, b6, c, dan f
5. Plastoquinon, plastosianin, feredoksin
6. ATP: senyawa organik berenergi tinggi, mengandung 3 gugus P dan adenin
ribose

P a g e 11 | 14

VII.

Kesimpulan

Enzim laktase adalah enzim yang akan rusak pada suhu panas, karena dari hasil
percobaan kami, suhu air kira kira 76 derajat celcius dimana enzim tersebut rusak,
hal itu dapat dilihat dari perubahan warna dari ekstrak hati tersebut. Pada suhu
dingin enzim dalan keadaan instirahat. Hal ini dibuktikan dengan gelombang yang
lebih banyak dan warna ekstrak hati yang tak berubah. PH atau tingkat keasaman
juga mempengaruhi kerja enzim laktase, karena enzim laktase pada PH asam lebih
sedikit dan basa jauh lebih banyak. Dan juga kerja enzim laktase lebih optimum
pada keadaan basa. Hal ini dibuktikan dengan gelembung terbanyak yang terdapat
pada keadaan basa.

Jakarta, 10 September 2015


Guru Praktikum

Pak Marlen Karo - Karo

Praktikan,

Hendry Anggriawan

P a g e 12 | 14

Dokumentasi

LEMBAR PENILAIAN PRAKTIKUM


NO
1
2
3
4
5

ASPEK PENILAIAN

SKOR
10-25

26-50

5175

76100

Pengetahuan dasar-dasar teori/konsep,


Mampu menyajikan data awal, alat atau
bahan praktikum
Mampu mencoba melaksanakan kegiatan
praktikum
Mampu mengamati temuan-temuan dalam
kegiatan praktikum
Mampu menanyakan temuan-temuan dalam
kegiatan praktikum

P a g e 13 | 14

Mampu membaca / menalar hasil praktik

Mampu mengolah kesimpulan hasil praktik

Mampu menciptakan dokumentasi praktikum


Mampu menyajikan laporan praktikum sesuai
ketentuan baik secara lisan maupun tulisan
sikap saat praktikum

9
10

1.

Amalkan ajaran agama

2.

Jujur

3.

Disiplin

4.

Tanggungjawab

5.

Peduli

6.

Santun

7.

Percaya Diri
Nilai

Jakarta, 10 September 2015


Guru Mata Pelajaran

Bapak Marlen Karo - Karo

P a g e 14 | 14