Anda di halaman 1dari 12

BAB III

HASIL KINERJA UPT PUSKESMAS PLAYEN II


TAHUN 2010
Hasil Kinerja Puskesmas Playen II Tahun 2010 berdasarkan data tahun 2009
dapat kami sajikan sebagaimana berikut ini:

A. Hasil kinerja pelayanan kesehatan


1. Upaya Kesehatan Wajib
Tabel 1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Wajib UPT
Puskesmas Playen II Tahun 2010
HASIL CAKUPAN

TINGKAT

NO

KOMPONEN KEGIATAN UPAYA KESEHATAN WAJIB

(%)

KINERJA

KETERANGAN

UPAYA PROMOSI KESEHATAN

79%

Kurang

Baik 91 %

UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

92%

Baik

Cukup 81-90 %

UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB

96%

Baik

Kurang 80%

UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

93%

Baik

UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


5

MENULAR

UPAYA PENGOBATAN

Rata-rata Kinerja

80%

Kurang

97,45%

Baik

90%

Cukup

1. Upaya Kesehatan Pengembangan


Tabel 2. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Pegembangan UPT
Puskesmas Playen II Tahun 2010
N
O

KOMPONEN KEGIATAN UPAYA KESEHATAN


PENGEMBANGAN

HASIL CAKUPAN
(%)

TINGKAT
KINERJA

KETERANGA
N

Upaya Kesehatan Usia Lanjut

83%

CUkup

Baik 91 %

Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan

Baik

Cukup 81-90
%

Upaya Kesehatan Telinga / Pencegahan Gangguan


pendengaran

Baik

Kurang 80%

Kesehatan Jiwa

Pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi

Perawatan Kesehatan Masyarakat

100%
100%
40%
83%
100%

Kurang
Cukup

Baik

Rata-rata Kinerja

84%

Cukup

Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah : rata rata nilai upaya
kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan, atau dengan kata lain
nilai pencapaian upaya kesehatan wajib + pengembangan dibagi dua.
Jadi Nilai Kinerja cakupan pelayanan kesehatan UPT Puskesmas Playen II
adalah : 85,5 % (cukup)

B. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen UPT Puskesmas Playen II


Tabel 3. Hasil Pencapaian Kinerja Manajemen UPT Puskesmas Playen II Tahun
2010
NO
.

1
2
3
4

KOMPONEN
MANAJEMEN
PUSKESMAS
MANAJEMEN
OPERASIONAL
PUSKESMAS
MANAJEMEN ALAT DAN
OBAT
MANAJEMEN
KEUANGAN
MANAJEMEN
KETENAGAAN
Rata-rata

CAKUPAN
KEGIATAN

8,71

TINGKAT
KINERJA

KETERANGA
N

baik

7,6

sedang

Baik 8,5
Cukup 5,5
8,4

10

baik

Kurang < 5,5

9,25
8,89

baik
baik

Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen puskesmas Playen II tahun 2009 adalah :
8,89 (Kinerja Baik )
1. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan UPT Puskesmas Playen

II
Tabel. 4. Hasil Pencapaian Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan UPT
Puskesmas Playen II Tahun 2010
N
o

JENIS KEGIATAN

Drop out pelayanan ANC (K1-K4)

Persalinan oleh tenaga kesehatan

Cakupa
n

Nila
i

Tingkat
Kinerja

0%

10

Baik

98,97%

10

Baik

Penanganan komplikasi obstetri / resiko tinggi

Kepatuhan terhadap standar ANC

Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB


Paru

100%

10

Baik

100%

10

Baik

100%

10

Baik

96%

10

Baik

10

Baik

Tingkat Kepuasan pasien terhadap pelayanan


puskesmas

Rata-rata nilai

Dengan melihat tabel diatas hasil kinerja mutu pelayanan kesehatan


Puskesmas Playen II tahun 2009 adalah 10 ( termasuk kinerja Baik )
1. Hasil Total Kinerja Kegiatan di UPT Puskesmas Playen II Tahun

2010
Tabel. 5. Hasil Total Kinerja Kegiatan UPT Puskesmas Playen II Tahun
2010
No.

Komponen Kegiatan

Pencapaian

Tingkat Kinerja

Pelayanan Kesehatan

85,5 %

Cukup

Manajemen

Mutu

8,89

Baik

10

Baik

Keterangan

Rata-rata Kinerja

BAB IV
ANALISIS HASIL KINERJA
1. Perbandingan Hasil Kinerja Tahun 2009 dengan Tahun 2010
Belum dapat dibandingkan karena pada tahun 2009 menggunakan
penilaian kinerja dengan CMI tool.
1. Hasil Kinerja Kegiatan (Upaya Kesehatan Wajib Dan Upaya
Kesehatan Pengembangan) UPT Puskesmas Playen II Tahun
2010

Dari grafik diatas semua kegiatan belum mencapai 100 %, yang


termasuk kurang yaitu : upaya promosi kesehatan (79 %) dan upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular (80 %).
Kemudian dapat kita jabarkan lagi ke dalam pencapaian kinerja per
kegiatan.
Dari grafik di atas terlihat bahwa untuk kegiatan bayi mendapatkan
ASI eksklusif hanya mencapai 20 %, dan kegiatan penyuluhan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 90 %.
Terlihat bahwa penyuluhan PHBS yang kurang adalah di tempattempat umum.
Terlihat bahwa kegiatan yang belum mencapai 100 % adalah
kegiatan pengawasan sanitasi tempat-tempat umum 94 % dan
penyehatan lingkungan pemukiman dan jamban keluarga 55 %. Hal
ini disebabkan sanitasi tempat-tempat umum yang memenuhi syarat
89%, pemeriksaan penyehatan lingkungan pada perumahan 55%
dari 4948 rumah seharusnya diperiksa.
Untuk kegiatan KIA dan KB, Kesehatan ibu (95 %), Kesehatan Bayi
(100%), Upaya Kesehatan bayi dan Anak Prasekolah (92 %), Upaya
Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja (100 %), Pelayanan
Keluarga Berencana (94 %). Untuk Upaya Kesehatan Bayi dan Anak
Prasekolah kami belum mengadakan kegiatan DTKB apras
sehingga belum dapat dinilai.
Untuk kegiatan Kesehatan Ibu, Linakes 99%, KN3 99 %, dan rujukan
bumil resti 82 %.

Untuk program gizi, yang belum mencapai 100 % adalah balita yang
naik berat badannya (60%).
Kinerja P2M yang belum mencapai 100% adalah DBD 80 %, dan ISPA 0 %.
Untuk DBD dikarenakan ABJ 60 %, dan untuk ISPA tidak diketemukan kasus
pneumonia.
Untuk Upaya pengobatan 95 %,dikarenakan dari 25547 penduduk, yang
berkunjung dalam tahun 2009 hanya 91 %
Pencapaian kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan yang belum mencapai
100 % adalah Upaya kesehatan Usila 83 %, Kesehatan Jiwa 40 % dan
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi 83 %. Hal ini dikarenakan
tidak semua kelompok usila yang dibina, dipantau kesehatannya oleh nakes
(67 %), Pembinaan sikat gigi massal di SD/MI 31 %. Untuk keswa dijabarkan
pada grafik di bawah ini :

1. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen Puskesmas


Kinerja Manajemen dibagi menjadi 4 variabel, yaitu : manajemen
operasional puskesmas, manajemen alat dan obat, manajemen
keuangan,

dan

manajemen

ketenagaan.

Berikut

ini

gambaran

pencapaian kinerja manajemen di UPT Puskesmas Playen II Tahun


2010.
Terlihat bahwa pencapaian kinerja sebagian besar baik (>8,5), tetapi
masih ada yang sedang yaitu manejemen alat dan obat 7,6
dikarenakan tidak semua ruangan terdapat daftar inventaris barang,
dan updating data alat tidak rutin dilaksanakan.
Untuk kinerja manajemen operasional puskesmas lokmin tribulanan
kurang terlaksana, dan pengiriman laporan masih kurang cepat.

Untuk kinerja manajemen alat dan obat, permasalahan yang ada yaitu
pada masalah inventarisasi barang : tidak terdapat daftar inventaris
barang yang terpasang di ruangan, kemudian updating data inventaris
kurang rutin.
Untuk kinerja manajemen keuangan semuanya baik, tidak ada
masalah.
Untuk kinerja manjemen ketenagaan, belum semua petugas membuat
rencana kerja bulanan.
1. Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan
Untuk kinerja mutu pelayanan kesehatan semua variabel bernilai baik.
1. Hasil Kinerja UPT Puskesmas Playen II Tahun 2010
Tabel 6. Trend Pencapaian Kinerja UPT Puskemas Playen II
NO

Jenis Kegiatan

Pencapaian
Tahun 2009

Tahun 2010

Cakupan Pelayanan Kesehatan

85,5 %

Manajemen Puskesmas

8,89

Mutu Pelayanan Kesehatan

10

Trend belum bisa ditentukan karena baru tahun 2010 pedoman penilaian
kinerja puskesmas dipergunakan.
1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN ALTERNATIF

PEMECAHAN MASALAH

Trend

Dengan melihat gambaran di atas hasil kinerja kegiatan UPT Puskesmas


Playen II tahun 2010 dapat dikategorikan perjenis kegiatan:
1. Kategori Kinerja Baik
Upaya Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Ibu & Anak Termasuk KB
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pengobatan
Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan Kebutaan
Upaya kesehatan Telinga / Pencegahan Gangguan Pendengaran
Perawatan Kesehatan Masyarakat
2. Kategori Kinerja Cukup
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Pencegahan & Penanggulangan Penyakit Gigi
3. Kategori Kinerja Kurang
Promosi Kesehatan
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Kesehatan Jiwa
Selanjutnya akan dibahas jenis kegiatan yg termasuk kategori kinerja
cukup & kurang. Menentukan penyebab dengan menelusuri variabel & sub
variabel :
1. Penilaian Kinerja Cukup
1. Upaya Kesehatan Usia Lanjut dengan nilai 83 %
Permasalahan :
1. Penanggung jawab program sedang mengambil ijin
belajar DIII kebidanan, sehingga kegiatan posyandu
lansia kurang terpantau
2. Pendanaan khusus untuk kegiatan usila tidak ada

3. Kegiatan posyandu lansia dilakukan saat siang


ataupun sore hari, sehingga petugas usila tidak
dapat rutin hadir untuk ikut pembinaan
4. Masyarakat yang berusia lanjut, bila sehat tidak
datang

ke

posyandu,

sehingga

seakan-akan

posyandu usila hanya untuk berobat saya.


Pemecahan :
5. Kegiatan posyandu usila dilakukan di pagi hari atau
saat hari libur
6. Membuat perencanaan kegiatan melalui dana yang
ada di puskesmas maupun di masyarakat. Contoh :
Jamkesmas, Jamkesos, PNPM, Alokasi Dana Desa
7. Perlu

pelatihan

sehingga

dapat

untuk

kader

secara

posyandu

mandiri

usila,

melaksanakan

kegiatan posyandu usila


8. Perlu adanya sosialisasi ke masyarakat mengenai
peran posyandu usila, dan kegiatan apa saja yang
ada di dalamnya
2. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi dengan
nilai 83 %. Disebabkan oleh : pembinaan dan bimbingan
sikat gigi missal pada SD/MI 31 %.
Permasalahan :
1. Jumlah SD/MI di UPT Puskesmas Playen II 25
sekolah, sedangkan petugas UKS juga bertugas di
Poli Gigi Puskesmas.

2. Pendanaan untuk kegiatan UKS hanya sedikit, tidak


dapat mencakup seluruh SD/MI
3. Belum semua SD dilatih dokter kecil, sehingga dapat
membimbing teman-temannya untuk berPHBS
Pemecahan :
4. Perlu penjadwalan yang matang, sehingga semua
kegiatan dapat terlaksana
5. Membuat perencanaan kegiatan melalui dana yang
ada di puskesmas maupun di masyarakat. Contoh :
Jamkesmas, Jamkesos, PNPM, Alokasi Dana Desa
6. Mengadakan Pelatihan dokter kecil bagi SD/MI yang
belum dilatih dokter kecil
2. Penilaian Kinerja Kurang
1. Promosi Kesehatan dengan nilai 79 %. Disebabkan
program bayi mendapatkan ASI Eksklusif 20 %.
Permasalahan :
1. Petugas kurang mempromosikan pentingnya ASI
Esklusif
2. Pemerintah kurang tegas untuk menindak produsen
susu

yang

mempromosikan

penggunaan

susu

formula bagi bayi usia 0-6 bulan, maupun penyalur


(petugas kesehatan) yang memberikan susu formula
pada bayi 0-6 bulan tanpa indikasi medis.
3. Kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui,
kebanyakan

sekarang

wanita

adalah

pekerja

sehingga kadang pemberian ASI eksklusif hanya


sampai usia 3 bulan
Pemecahan :
4. Sosialisasikan ke petugas dan pemegang program
terkait untuk lebih giat menginformasikan kepada
masyarakat tentang pentingnya Asi Eksklusif.
5. Sosialisasi ke masyarakat mengenai ASI eksklusif
2. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
dengan nilai 80 %. Untuk program ISPA masih 0 %, ABJ 60
%
Permasalahan ISPA :
1. Petugas

dan

masyarakat

kurang

mengerti

pneumonia
2. Kebanyakan pneumonia ditemukan di RS, karena
biasanya sudah dalam kondisi buruk, tidak dibawa
lewat puskesmas
3. Pendanaan program ISPA tidak ada
Pemecahan ISPA :
4. Perlunya sosialisasi pneumonia pada petugas dan
masyarakat.
5. Dibuat protap diagnosis Pneumonia
6. Adanya

jejaring

kabupaten

surveilans

pneumonia

tingkat

7. Membuat perencanaan kegiatan melalui dana yang


ada di puskesmas maupun di masyarakat. Contoh :
Jamkesmas, Jamkesos, PNPM, Alokasi Dana Desa
Permasalahan ABJ :
8. Gerakan PSN hanya terlaksana situasional bila ada
kasus
9. Perilaku masyarakat yang masih kurang tentang
PSN
Pemecahan ABJ :
10.

Menggalakkan kembali gerakan PSN

11.Sosialisasi PSN di masyarakat secara rutin


3. Kesehatan Jiwa dengan nilai 40 %
Permasalahan :
1. Pemahaman masyarakat tentang gangguan jiwa
masih kurang
2. Tidak

semua

petugas

kesehatan

mengetahui

tentang gangguan jiwa


3. Pendanaan untuk Kesehatan Jiwa masih kurang.
Pemecahan :
4. Sosialisasikan ke petugas dan pemegang program
terkait untuk lebih giat melakukan penyuluhan
tentang gangguan jiwa ke masyarakat.

5. Petugas lebih meningkatkan kinerja dalam hal


perencanaan, pelaksanaan , dan evaluasi.
6. Petugas

melakukan

kunjungan

rumah

dan

memotivasi masyarakat agar segera memeriksakan


keluarganya bila ada yang menderita gangguan jiwa
Untuk kinerja manajemen puskesmas, yang masih sedang adalah manajemen
alat dan obat. Berdasarkan sub variabel, disebabkan inventarisasi barang di
ruangan belum ada, updating barang masih kurang.
Permasalahan :
1. Kurangnya motivasi dari petugas inventaris barang untuk
mendata.
2. Tenaga rangkap
Pemecahan masalah :
1. Memonitor tugas pokok dan fungsi dari pengelola barang
2. Mengusulkan tambahan tenaga administrasi barang