Anda di halaman 1dari 4

Peran Warga Negara dalam Menciptakan

Keamanan dan Ketertiban


Pengertian Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis
masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses bagnsa nasional
dalam rangkan mencapai tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya
keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman yang
mengandung kemampuan membina, serta mengembangkan potensi masyarakat dalam
menangkal, mencegah, dan menaggulangi segala bentuk kejahatan yang meresahkan
masyarakat.
Warga negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu
penduduk yang menjadi unsur negara. Unsur sendiri merupakan bagian yang penting
dalam terbentuknya sesuatu yang lebih besar lagi. Jadi untuk mencapai terbentuknya
suatu negara, maka dimulai dengan terbentuknya warga negara, sehingga peran warga
negara menjadi sangat kompleks dan menunjang keberadaan negara tersebut, Oleh
dasar inilah maka, peran warga negara sangat penting dalam menjaga eksistensi
negara tersebut, salah satunya yaitu dengan menjaga ketertiban dan keamanan negara.
Pada zaman ini tingkat kriminalitas meningkat yang dapat menggangu ketertiban
dan keamanan dalam masyarakat. Meskipun ada Lembaga Negara contohnya Polisi
yang menanganinya tetap tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dan dungkungan
dari masyarakat sekitar.
Selain itu masyarakat atau bisa kita sebut Warga Negara sudah mulai acuh dengan
lingkungannya dan tidak mau berperan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan,
mereka hanya mementingkan hak mereka tetapi lupa akan kewajiban mereka sebagai
Warga Negara seperti yang telah di atur pada UUD 1945 perubahan Kedua Bab XII
Pasal 30:
1. Tiap-tiap Warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
dan keamanan negara.
2. Untuk pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan
Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat,
sebagai kekuatan pendukung.

Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi sosial dilingkungannya


menyebabkan terjadinya ketidakstabilan hubungan sosial. Masyarakat yang
seharusnya melaporkan beragam masalah sosial yang terjadi di lingkungannya kepada
aparat berwajib, namum justru bersikap diam dan tidak peduli yang akan
menyebabkan kondisi ini tetap tumbuh dan berkembang tanpa bisa di atasi. Ironisnya,
banyak anggota masyarakat yang justru terlibat dalam aktivitas menyimpang
tersebut.
Pada saat ini Sistem Keamanan Lingkungan yang masih di pakai serta paling
efisien adalah Pos Ronda, Pos Ronda merupakan Sistem Keamanan Lingkungan yang
di mana masyarakat dapat berperan langusung dalam menciptakan ketertiban dan
keamanan dilingkungannnya masing - masing.
Pos Ronda dapat menekan dan mengatasi kriminalitas di sebuah lingkungan
dan setiap anggota masyrakat yang menempati lingkungan tersebut wajib menjaga
keamanan dan ketertiban lingkungan dengan menjalakan sistem piket yang di rotasi
setiap minggunya.
Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya masalah Kamtibmas, di
antaranya
1.

Kondisi perekonomian yang belum stabil, baik makro maupun mikro.


Secara makro, dengan perekonomian Negara yang tidak kunjung membaik

menyebabkan lapangan kerja semakin sempit karena aktivitas perekonomian lambat


bergerak. Akibatnya, angka pengangguran semakin tinggi. Secara mikro, banyaknya
anggota masyarakat yang menganggur berpotensi meningkatnya angka kriminalitas,
sementara biaya pemenuhan keperluan dan kebutuhan ekonomi sehari-hari semakin
tinggi.

2. Tidak maksimalnya perangkat institusi dan hukum untuk menjaga dan


mengendalikan kamtibmas di masyarakat.
Ketidakmaksimalan perangkat institusi dan hukum seringkali menjadi faktor
sulitnya menjaga dan mengendalikan Kamtibmas, apalagi jika antara aparat penegak
hukum dengan masyarakat yang melanggar terjadi kolusi sehingga menyebabkan

masyarakat semakin antipati terhadap aparat penegak hukum.


3. Hilangnya sikap keteladanan yang seharusnya diberikan oleh pihak-pihak yang
memegang kekuasaan (dalam arti luas). Contoh, korupsi yang dilakukan oleh pejabat
publik, tokoh masyarakat turut serta dalam aktivitas kriminal, tokoh agama yang
melindungi para pelaku kriminal karena pelaku kriminal secara periodik telah
membantu aktivitas keagamaan, dan sebagainya
Kita sudah mengetahui bahwa ketertiban dan keamanan merupakan tanggung
jawab kita bersama sebagai Warga Negara, maka dari itu kita harus meningkatkan
kesadaran kita akan kepedulian keamanan dan ketertiban lingkungan kita, selain
dengan dengan meningkatkan kesadaran juga dengan melakukan tindakan langsung
seperti mengikuti Sistem Keamanan Lingkungan seperti Pos Ronda.
Maka dari itu kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya
dengan mengadakan sosialisasi Sistem Keamanan Lingkungan yang memberikan
pedidikan dan kesadaran untuk peduli ketertiban dan keamanan lingkungan. Dengan
sosialisasi ini juga membuat mereka mengerti dengan sistem keamanan lingkungan
mereka.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mendukung
terwujudnya Kamtibmas yang kondusif, di antaranya:
1. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat secara aktif memberikan informasi kepada
aparat penegak hukum terkait kondisi Kamtibmas yang terjadi di wilayahnya.
2. Mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mencegah
kemungkinan terjadinya aksi-aksi kriminal;
3. Mengaktifkan kembali gerakan Sadarkum pada semua tingkat kehidupan
masyarakat.
4. Komponen masyarakat secara rutin menjalin kerjasama dan komunikasi dengan
aparat Kepolisian guna menginventarisir berbagai potensi gangguan yang dapat
muncul sekaligus mencari solusinya;
5. Apabila muncul ketidaksepahaman terhadap suatu kebijakan disalurkan melalui

sarana yang tepat tidak dilakukan secara anarkis yang justru akan memunculkan
permasalahan sosial yang baru.
6. Tidak mudah terpancing dengan issu-issu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya tetapi berupaya meredam agar issu tersebut tidak meluas.
Kesimpulan:
Untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan dalam lingkungan perlu adanya
dukungan yang lebih dari warga terhadap kegiatan Siskamling atau pos ronda, tanpa
ada dukungan program Siskamling dan Pos Ronda tidak akan terwujud, maka
sebaiknya kaum muda perlu untuk ikut serta.
Kedisiplinan warga juga perlu di tingkatkan untuk segala bentuk kegiatan yang di
bentuk oleh desa. Selain itu juga di perlukan kerjasama antar warga, dengan
meningkatnya kerjasama antar warga maka pelaksanaan kegiatan akan berjalan lebih
baik lagi. Agar kegiatan dapat berjalan dengan semestinya di perlukan ketegasan
dalam sistemnya dengan pemberian sanksi bagi warga yang tidak mengikuti Pos
Ronda.