Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M,
menimbulkan suatu tenaga penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat
manusia. Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam
pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam membahas masalah agama Islam, kita tidak bisa
lepas dari Al-Quran kitab suci umat Islam, yang merupakan firman-firman Allah SWT, yang
diturunkan dengan perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai
peringatan, petunjuk, tuntunan, dan hukum bagi kehidupan umat manusia.
Ayat-ayat Al-quran yang diterima Nabi muhammad SAW. diterima secara berangsurangsur selama kurang lebih 22 tahun, atau tepatnya 22 tahun, 2 bulan, 22 hari, yakni sejak ia
berusia 40 tahun sampai beliau wafat. Oleh karena itu, perlu diadakan pembahasan lebih
lanjut mengenai masa turunnya Al-quran.
Melalui makalah ini, kami mencoba untuk memberikan informasi mengenai masalah
tersebut. sehingga pembaca dapat mengetahui sedikit informasi tentang cara turunnya alquran dan hikmah serta faedah turunnya al-quran secara bertahap dalam pendidikan dan
pengajaran.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara diturunkannya Al-Quran?
b. Apa hikmah diturunkannya Al-Quran?
c. Apa faedah diturunkannya Al-Quran secara bertahap dalam pendidikan dan pengajaran?

C. Tujuan
a. Untuk mengetahui cara turunnya Al-Quran
b. Untuk mengetahui hikmah turunya al-Quran
c. Untuk mengetahui faaedah turunnya Al-Quran secara bertahap dalam pendidikan dan
pengajaran

BAB II
PEMBAHASAN
A.Turunnya al-quran
Al-Quran adalah kalam Allah yang tiada tandinganya ( mukjizat ), diturunkan kepada
nabi muhammmad SAW. Penutup para nabi dan rosul dengan perantaraan malaikat jibril
alaihissalam, dimulai dengan surat alfatihah dan di akhiri dengan surat an-nas, dan ditulis
dalam mushaf mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir(oleh orang banyak)
serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah sebagaimana dengan firmankan Allah:
Yang artinya dia dibawa turun rohul amin (jibril a.s) kedalam hatimu (muhammad) agar
kamu menjadi salah seorang di antara orang orang yang memberi peringatan, dengan bahasa
arab yang jelas(Q.S asy-syuara:193-195).
Allah menurunkan al-quran kepada rosul kita muhammad untuk memberi petunjuk
kepada manusia. Dengan Turunya alquran maka sempurnalah nikmat dari allah kepada
muhammad, terpencarlah cahaya kemuliaan ke seluruh penjuru dunia

dan merupakan

peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukanya bagi penghuni langit dan penghuni
bumi. Dan alquran diturunkan dalam 2 tahap yaitu
1. Dari lauhil mahfuz ke sama (langit) dunia secara sekaligus pada malam lailatul qadar.
Turunya al-quran yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan
kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat malaikat akan kemuliaan umat
muhammad. Umat ini telah dimuliahkan oleh allah dengan risalah baru agar menjadi umat
paling baik yang dikeluarkan bagi manusia.
...yang mana artinya bulan ramadhan yang didalamnya diturunkan quran sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara
yang hak dan yang batil (al-baqarah [2]:185).
Sesungguhnya kami telah menurunkanya alquiran pada malam kemuliaan dan tahukah
kmu apakah malam kemuliaan itu? (Q.S Al-Qadr:1-2)
Ha mim. Demi kitab (Al-quran) yang menjelaskan sesunnguhnya kami menurunkanya
suatu malam yang diberkahi, dan sesunggunya kamilah yang memberi peringatan (Q.S. AdDukhan:1-3)

Ketiga ayat di atas menyatakan bahwa Al-Quran diturunkan pada suatu malam
mubarokah atau lailatul qadar. Yaitu salah satu malam pada bulan ramadhan. Pada malam
tersebut alquran diturunkan pada tahap prtama yaitu diturunkan ke baitul izzah di langit
pertama. Hal ini karena Al-Quran diturunkan kepada nabi dalam masa yang panjang yaitu
selama masa kerasulan 23 tahun dan diturunkan tidak hanya pada bulan ramadhan. Tetapi
juga pada bulan selainya. Karena itu jelaslah bahwa yang dimaksudkan adalah penurunan
pada tahap pertama.
1.2 Dari sama dunia ke bumi secara bertahap dalam masa 23 tahun
Turunya al-quran yang kedua kali secara bertahap , berbeda dengan kitab kitab yang
turun sebelumnya, yang mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya
sebelum jelas bagi mereka rahasiah hikmah ilahi yang ada dibalik itu. Rosulullah tidak
menerima risalah agung ini sekaligus, dan kaumnya pun tidak pula puas dengan risalah
dengan risalah tersebut karena kesombongan dan permusuhan mereka. Oleh karena itu wahyu
pun turun berangsur-ansur untuk menguatkan hati Rosul dan menghiburnya serta mengikuti
peristiwa dan kejadian kejadian sampai allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan
nikmatnya.
Firman Allah SWT dalam surat Al-isra
Yang artinya Dan Alquran itu telah diturunkan dengan berangsur angsur agar kamu
membacakanya berlahan lahan kepada manusia dan kami menurunkanya bagian demi bagian
(Q.S. Al-Isra:106)

katakanlah ; ruhul qudus (jibril) menurunkan quran itu dari tuhanmu dengan benar untuk
meneguhkan hati orang orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta habar gembira
bagi orang orang yang berserah diri kepada allah(an-Nahl[16]:102)

dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang quran yang kami wahyukan kepada hambah
kami (muhammad) maka buatlah satu surah saja yang semisal Quran itu (alBaqarah[2]:23).

Ayat ayat di atas menyatakan bahwa alQuranul karim adalah kalam Allah dengan
lafalnya yang berbahasa arab dan bahwa jibril telah menurunkanya ke dalam hati Rosulullah
saw dan bahwa turunya ini bukanlah turunya yang pertama kali kelangit dunia tetapi yang
dimaksudkanlah adalah turunya alQuran secara bertahap. Ungkapan (untuk arti
menurunkan ) dan ayat di atas menggunakan kata tanzil bukanya inzal. Ini menunjukkan
bahwa turunya secara bertahap tahap dan berangsur angsur ulama bahas membedakan antara
inzil dan tanzil. Tanzil berarti turun secara berangsur angsur sedangkan inzal hanya
menunjukkan turun atau menurunkan dalam arti umum. Quran turun secara berangsur angsur
salama 23 tahun; 12 tahun di mekkah menurut pendapat kuat dan 10 tahun di
madinah.penjelasan tentang turunya secara berangsur itu terdapat dalam firman Allah:
Yang artinya dan Quran itu telah kuturunkan dengan berangsur angsur agar kamu
membacakanya berlahan lahan kepada manusia dan kami menurunkamya bagian demi
bagianal isra 16 17)
B. Hikmah turunya alQuran secara bertahap
Turunya alquran secara berangsur angsur itu mengandung hikmah yang nyata serta
rahasia mendalam yang hanya diketahui oleh orang orang alim/pandai.disini bisa kita dapat
menyimpulkan hikmah turunya alquran secara bertahap dari nas nas yang berkenan dengan
hal itu dan kami meringkaskanya sebagai berikut;
1. Meneguhkan hati nabi saw dalam menghadapi celaan dari orang orang musyrik.
Yang dimaksud meneguhkan hati nabi hanyalah pemeliharaan allah serta penguat bagi
seorang rasul allah dalam menghadapi penganiaanya terhadap dirinya dan pengikutnya .
Rosulullah saw telah menyampaikan dakwanya kepada manusia tetapi ia menghadapi sikap
mereka yang membangkang dan watak yang begitu keras ia ditantang oleh orang orang yang
berhati batu, berperangi kasar dan keras kepala. Mereka senantiasa melemparkan berbagai
macam gangguan dan ancaman kepada rosul, padahal dengan hati tulus ia ingin
menyampaikanya segala yang baik kepada mereka, sehingga dalam hali ini allah
mengatakan :
Yang artinya maka barang kali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah
mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman pada keterangan ini (Quran) (Alkahfi[18]:6)

Wahyu turun kepada rosulullah saw dari waktu ke waktu sehinggah dapat
meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauanyanya untuk tetap
melangkah kaki di jalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang hadapinya dari
masyarakatnya sendiri karena yang demikian itu hanyalah kabut dimusim panas yang segera
akan berakhir.
2. Meringankan nabi dalam menerima wahyu.
Hikmah yang kedua adalah meringakan nabi dalam menerima wahyu hal ini karena
kedalaman dan kehebatan al-quran sebagaimana firman allah
Yang artinyasesunnguhnya kami akan menurunkan perkatanan kepadamu yang berat
(Q.S.Al-Muzzamil:5)
AlQuran sebagaimana ditegaskan dalam firman allah merupakan sabda allah yang
mempunyai keagungan dan keluhuran. Ia adalah sebuah kitab yang andai kata diturunkan
kepada gunung niscaya gunung tersebut akan hancur dan merata begitu hebat dan agungnya
kitab tersebut.
Sebagaiman halnya dengan hati nabi yang begitu lembut, mampukah ia menerima
al_alquran tanpa merasakan kebingungan dan keberatan karena begitu dalam dan luhurnya
al-Quran? Aisya memberi gambaran tentang keadaan rosul ketika beliau menerima wahyu
(Al-Quran)dan pengaruhnya terhadap fisik nabi. Berupa keguncangan jiwa dan kepanikan.
3. Mempermudah dalam menghapal al-quran dan memberi pemahaman bagi kaum
muslim.
Al-Quranul karim turun ditengah tengah tengah umat ummi. Yang tidak pandai membaca
dan menulis. Catatan mereka adalah hafalan dan daya imgatan. Mereka tidak mempunyai
pengetahuan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat memungkinkan mereka
menuliskam dan membukukanya, kemudian menghafal dan memahaminya. Firmna allah:
Yang artinya(yaitu) orang orang yang mengikut rosul, nabi yang ummi(al-araf[7]:167)
Umat yang butah huruf itu tidaklah mudah untuk menghafal seluruh Quran
seandainya quran diturunkan sekaligus dan tidak mudah pulah bagi mereka untuk
memahami maknanya dan memikirkan ayat ayatnya jelasnya bahwa turunanya quran secara
berangsur angsur ia merupakan bantuan terbaikbagi mereka untuk menghafal dan memahami

ayat ayatnya setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat segera menghafalnya,
memikirkan maknanya dan mempelajari hukum hukumnya. Tradisi demikian ini menjadi
suatu metode pengajaran dalam kehidupan para tyabiin
4. Tadarruj (selangkah demi selangkah ) dalam menetapkan dalam hukum samawi
Hikmah yang ketiga ialah tadarruj (berangsur angsur) dalam penetapan hukum. Dalam hal
ini sangat jelas bahwa alquran menggunakan metode filospofis hususnya bagi orang orang
arab untuk melepaskan mereka dari dunia kemusyrikan sehingga mereka dapat hidup dengan
penuh pancaran keimanan serta kecintaanya kepada allah dan rosulnya dan keimananya pada
hari kebangkitan dan pembalasan, setelah itu langka pemantapan dan pelestarian iman
diteruskan dengan ibadah. Ibadah yabg mulah mulah yang ditekankan adalah salat yaitu pada
masa sebelum hijrah kemudian diikuti dengan saum(puasa) dan zakat yaitu pada tahun yang
kedua hijrah dan yang terkhir adalah ibadah haji yaitu pada tahun ke 6 hijrah
5. Sejalan dengan kisah kisah yang terjadi dan mengingatkan atas kejadian itu
Adapun hikmah yang ke lima yaitu sesuai dengan kejadian dan keadaan disaat
diturunkan sekaligus memperingatkan kesalahan kesalahan yang telah dilakuakan tepat pada
waktunya. Dengan demikian turunya alquran ini lebih mudah tertanam dalam hati dan
mendoromg orang orang islam untuk mengambil pelajaran secara praktis. Bila ada persoalan
yang baru dari kalangan mereka turunlah ayat yang sesuai dengan persoalan tersebut. Bila
terjadi kesalahan dan penyelewengan dikalangan mereka. Turunlah al-quran memberi batasan
serta pemberitahuan kepada mereka tentang masalah mana yang harus di tinggalkan dan yang
patut dikerjakan. Dengan itu pula alquran menjelaskan tempat terjadinya kesalahan pada saat
itu. Contoh dalam persoalan ini adalah tentang perang Hunain. Ketika itu orang orang islam
bersikap sombong dan optimis karena jumlah laskar mereka berlipat ganda melebihi pasukan
kafir. Mereka merasa yakin dapat mengalahkan tentara kafir. Namun. Kenyataan dan mundur
kocar kacir pada peristiwa itu alQuran menegaskan.
6. Petunjuk terhadap asal(sumber) alQuran bahwasanya Al-Quran diturunkan dari zat yang
mahabijaksana lagi terpuji
Hikmah yang ke enam ini adalah memberi petunjuk terhadap asal usul sumber
alquran yang diturunkan dari zat yang maha bijaksana lagi terpuji. Dalam hikmah yang luhur
ini patutlah di kutip teks yang dikemukakan oleh syeikh mohammad abdul azhim az-zarqani
dalam kitabnya Manahilul irfan, beliau mengemukakan secara tegas. ....memberi petunjuk

terhadap sumber Al-Quran bahwa alquran adalah kalam allah semata dan bukan merupakan
kata kata muhammad atau kata kata makhluk lainya..

C. faidah turunya alQuran secara bertahap dalam pendidikan dan pengajaranya


Proses belajar mengajar itu berlandaskan dua asas: perhatian terhadap tingkat
pemikiran siswa dan pengembangan potensi akal jiwa dan jasmaninya dengan apa yang dapat
membawanya ke arah kebaikan dan kebenaran
Dalam hikamah turunya alQuran secara bertahap itu kita meliahat adanya suatu
metode yang berfaidah bagi kita dalam mengaplikasiakn kedua asas tersebut sepertio yang
kami sebutkan tadi sebab turunya Quran itu telah ,meningkatkan pendidikan umat islam
secarah bertahap dan bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia. Meluruskan
perilakunya. Membentuk kepribadia dan menyempurnaka eksistensinya sehingga jiwa itu
tumbuh dengan tegak di atas pilar pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bagi
kebaikan um,at manusia seluruhnya dengan izin tuhan.
Pertaha[pan turunya alQursn itu merupakan bahwa yang paling baik bagi jiwa
manusia dalam upaya menghafal Quran memahami mempelajarri memikirkan makna
maknanya dan mengamalkan apa yang di kandungnya.
Di antara celah celah turunya alQuran yang pertama kali didapatkan perintah untuk
membaca dan belajar dengan alat tulis: bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang telah
menciptakan dia telah menciptakan manusia dari segumpal darahh bacalah dan tuhanmulah
yang maha pemurah yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam(al-Alaq[96]:1-5).
Sistem belajar mengajar yang tidak memperhatikan tingkat pemikiran siswa dalam
tahap tahap pembelajaran, bentuk bagian bagian ilmu di atas yang bersifat menyeluruh serta
perpindahanya dari yang umum menjadi lebih husus atau tidsk memperhatikan pertumbuhan
aspek aspek kepribadian yang bersifat intelektual, rohani dan jasmani maka ia adlah sistem
pendidikan yang gagal dan tidak akan memberi hasil ilmuy pengetahuan pada umat, selain
hanya menambah kebekuan dan kemunduran.
Guru yang tidak memberikan kepada para siswamya porsi materi ilmiah yang sesuai
dan hanya menambah beban kepada mereka di luar kesanggupanya untuk menghafal dan
memahami atau berbicara kepada mereka dengan sesuatu yang tidak mereka jangkau atau

tidak memperhatikan ke adaan mereka dalam menghadapi keganjialan perilaku atau


kebiasaan buruk mereka sehingga dia berlaku kasar dan keras serta menangani urusan
tersebut dengan tergesah gesah dan gugup. Tidak bertahap dan tidak bijaksana maka guru
yang berlaku demikian ini adalah guru yang gagal pulah dia telah mengubah proses belajar
mengajar menjadi kesesatan kesesatan yang mengerikan dan menjadi ruang belajar sebagai
ruang yang yang tidak di senangi.
Begitu pula halnya dengan buku pelajaran. Buku buku yang tidak tersusun judul judul
dan fasl fasalnya serta tidak bertahap penyajiaan pengetahuanya dari yang mudah kepada
yang lebih sukar. Juga bagian bagianya tidak disusun secara baik dan serasi dan gaya
bahasanya pun tidak jelas dalam menyampaikan apa yang dimaksud maka buku yang
demikian ini tidak akan dibaca dan dimanfaatkan oleh siswa.

BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
Al-Quran adalah kalam Allah yang tiada tandinganya ( mukjizat ), diturunkan kepada
nabi muhammmad SAW. Penutup para nabi dan rosul dengan perantaraan malaikat jibril
alaihissalam, dimulai dengan surat alfatihah dan di akhiri dengan surat an-nas, dan ditulis
dalam mushaf mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir(oleh orang banyak)
serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah dan ada 2 tahap turunya alQuran yaitu:
1. Dari lauhil mahfuz ke sama (langit) dunia secara sekaligus pada malam lailatul qadar.
2. Dari sama dunia ke bumi secara bertahap dalam masa 23 tahun

3.2 saran

DAFTAR PUSTAKA