Anda di halaman 1dari 4

Nama : Erni Destiarini

NPM : 1306377354
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

1.

Jelaskan pengelolaan bencana pada skala lokal, nasional, dan internasional


Pengelolaan bencana skala lokal nasional bergantung pada kebijakan dari daerah
dan negara tersebut. Kebanyakan dari negara-negara berkembang belum membuat
upaya khusus untuk mulai meningkatkan kegiatan pengelolaan pra-bencana.
Seiring dengan berjalannya waktu, setelah terjadi berkali-kali bencana, pengelolaan
bencana pada skala internasional telah mengalami perkembangan yang signifikan.
Suatu bencana tidak menjadi kepentingan internasional ketika suatu negara kewalahan
dalam menghadapinya. Harus terdapat komitmen pada pihak peserta untuk
mengetahui

apa

yang

membuat

suatu

bencana

membutuhkan

keterlibatan

internasional. Berikut ini adalah orang-orang yang terlibat dalam pengelolaan bencana
skala internasional1 :

Gambar 1. Partisipan dalam Pengelolaan Bencana Skala Internasional


Sumber : Coppola D. Introduction to international disaster management. Amsterdam: Butterworth Heinemann; 2007.

Saat ini, Strategi Internasional PBB untuk Pengurangan Bencana ( United Nations
International Strategy for Disaster Reduction [UNISDR]) memandu upaya
penanggulangan bencana secara keseluruhan masyarakat internasional. Misi UNISDR
ecara khusus, yaitu UNISDR berusaha untuk membangun "masyarakat yang tahan

bencana dengan mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya pengurangan


bencana sebagai komponen integral dari pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan
mengurangi jumlah korban, dampak sosial, kerugian ekonomi dan lingkungan akibat
bencana alam dan terkait teknologi dan bencana lingkungan".1
Berikut ini adalah kerangka kerja yang diuraikan sebagai pertimbangan umum dan
kegiatan utama dalam mengidentifikasi prioritas suatu bencana1 :

Memastikan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan prioritas


nasional dan lokal dengan dasar kelembagaan yang kuat untuk

pelaksanaannya
Mengidentifikasi,

meningkatkan peringatan dini


Menggunakan pengetahuan, inovasi, dan pendidikan untuk membangun

budaya keselamatan dan ketahanan di semua tingkat


Mengurangi faktor-faktor risiko yang mendasari
Memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana demi respon yang efektif di

menilai,

dan

pemantauan

risiko

bencana

dan

semua tingkat.
Namun pada kenyataannya, tidak semua bencana mendapatkan respon yang sama
pada skala internasional. Hal ini dapat disebakan karena perbedaan prioritas,
kelelahan donor, ketertarikan media, atau terdapat kejadian lain yang lebih menyita
perhatian publik. 1
2.

Jelaskan masalah yang dapat terjadi dalam pengelolaan bencana di skala lokal,
nasional, dan internasional
Pada kenyataannya, tidak semua bencana mendapatkan respon yang sama baik
pada skala lokal, nasional, maupun internasional. Hal ini dapat disebakan karena
perbedaan prioritas, kelelahan donor, tingkat ketertarikan media, atau terdapat
kejadian lain yang lebih menyita perhatian publik. 1
Menurut penelitian dan praktek pada kehidupan nyata, terdapat korelasi yang kuat
antara bencana dan kemiskinan. Hal ini diperkuat dengan tercatat bahwa negara
berkembang mengalami stagnanansi atau bahkan negatif pembangunan dari waktu ke
waktu setelah terjadinya suatu bencana.

Gambar 2. Dampak Bencana dalam terhadap pembangunan


Sumber : Coppola D. Introduction to international disaster management. Amsterdam: Butterworth Heinemann; 2007.

Berikut ini gambaran umum dari bencana yang merugikan negara-negara


berkembang di luar awal kematian, cedera, dan kerusakan1 :

Upaya pembangunan nasional dan internasional terhambat, terhapus, atau

bahkan dibatalkan
Proyek-proyek pembangunan serta program sosial harus dialihkan dan
ditujukan untuk pembayaran utang untuk mengelola konsekuensi bencana dan

mulai upaya pemulihan


Infrastruktur vital rusak atau hancur, termasuk jalan, jembatan, bandara,
pelabuhan laut, sistem komunikasi, pembangkit listrik dan fasilitas distribusi,
air dan tanaman air limbah, membutuhkan bertahun-tahun untuk membangun

kembali
Sekolah yang rusak atau hancur, meninggalkan siswa tanpa sumber yang

memadai pendidikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun


Rumah sakit dan klinik yang rusak atau hancur, mengakibatkan peningkatan

kerentanan terhadap penyakit dari penduduk yang terkena bencana


Bisnis formal dan informal yang hancur, sehingga lonjakan pengangguran dan

penurunan stabilitas ekonomi dan kekuatan


Keputusasaan dan kemiskinan menyebabkan

kenaikan

pesat

dalam

kriminalitas dan ketidakamanan. Perasaan putus asa menimpa penduduk yang


terkena bencana, yang menyebabkan peningkatan tingkat depresi dan

kurangnya motivasi untuk mendapatkan kembali kemerdekaan dari bantuan


luar.
3.

Jelaskan kesiapan (mitigasi dan kesiapsiagaan) menghadapi bencana pada skala


lokal, nasional, dan internasional
Kesiapsiagaan harus terjadi baik di tingkat pemerintah maupun tingkat individu
untuk mengurangi risiko dan kerentanan. Kesiapan program penanganan bencana
harus memastikan bahwa rencana yang akan digunakan dapat diaplikasikan di lokasi
dan penanganan terbaru. Melalui upaya pemerintah, lembaga swadaya masyarakat,
dan media, tingkat kesiapan di seluruh dunia akan terus meningkat, meskipun banyak
kendala yang ada.1,2
Mitigasi telah dianggap sebagai kemewahan negara maju. Namun, melalui bantuan
keuangan dan teknis unilateral, multilateral, dan nirlaba, banyak negara-negara miskin
(berkembang) dapat merasakan manfaat dari mitigasi.
Aktivitas yang berhubungan dengan pengurangan efek dari bencana memerlukan
dukungan dari berbagai pihak dalam memulihkan kondisi daerah bencana seperti
pembangunan sarana baru, memperbaiki fasilitas dan meningkatkan program
kesehatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Selain itu juga sistem air bersih
dan

pembuangan

limbah

rumah

tangga

harus

ditingkatkan

karena

dapat

mempengaruhi kesehatan.2

Daftar Pustaka
1

Coppola D. Introduction to international disaster management. Amsterdam: Butterworth


Heinemann; 2007.

Natural Disasters : Protecting The Public's Health. Washington DC: PAN American Health
Organization; 2000.