Anda di halaman 1dari 3

SENYAWA TURUNAN HIDROKARBON

(ALKOHOL, ETER, ALDEHIDA, KETON, ESTER, ASAM KARBOKSILAT)


No.
1.

2.

3.

Cara Kerja
Kelarutan
a.Etanol + air

Pengamatan

Etanol yang tidak berwarna ditambahkan dengan air, dengan waktu yang sangat singkat
etanol langsung larut dalam air. Etanol memiliki kelarutan tertinggi dibandingkan dengan
sampel yang lain.
b.n-butil alkohol + air
n-butil alkohol tidak berwarna ditambahkan dengan air, selanjutnya digoncangkan n-butil
alkohol dapat larut namun sangat lambat.
c.ter-butil alkohol + air ter-butil alkohol tidak berwarna ditambahkan dengan air, ter-butil alkohol akan larut cepat
dalam air.
d.Fenol + air
Fenol tidak berwarna ditambahkan air akan cepat larut dibuktikan dengan menyatunya
larutan air dengan fenol.
Reaksi dengan Alkali (NaOH 10%)
a.n-butil alkohol + n-butil alkohol tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna, digoncangkan
NaOH 10%
beberapa saat dari kedua larutan tersebut tidak dapat menyatu, terdapat 2 lapisan tidak
berwarna yang tidak menyatu. Namum sebenarnya terjadi reaksi namun sedikit sekali.
b.Sikloheksanol
+ Sikloheksanol tidak berwarna ditambahkan NaOH tidak berwarna, digoncangkan larutan
NaOH 10%
tidak menyatu dan terdapat 2 lapisan, pada lapisan atas putih keruh dan pada lapisan
bawah tidak berwarna (bening). Namun sebenarnya terjadi reaksi hanya sedikit saja.
c.Fenol + NaOH 10%
Fenol tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna, larutan digoncangkan
akan menyatulebih cepat daripada sampel yang lain.
d.2-naftol + NaOH 10% 2-naftol tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna, digoncangkan larutan
menyatu.
e.Aseton + NaOH 10% Aseton tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna, digoncangkan tidak
terjadi perubahan karena tidak terjadi reaksi.
Eksperimen 1 : Tes dengan Reagen Fehling
a. Benzaldehida
+ Benzaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan fehling A dan fehling B warna larutan

Keterangan
Positif larut dalam
air.
Positif larut dalam
air.
Positif larut dalam
air.
Positif larut dalam
air.
Positif.

Positif.

Positif.
Positif.
Negatif
(tidak
terjadi reaksi)
Positif aldehida.

reagen Fehling

4.

5.

6.

menjadi biru, digoncangkan kemudian dipanaskan beberapa saat warna larutan menjadi
kehijauan.
b. Formaldehida
+ Formaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan reagen fehling A dan fehling B larutan
reagen Fehling
menjadi biru, digoncangkan kemudian dipanaskan beberapa saat dihasilkan endapan
merah kecokelatan.
c. Aseton + reagen Aseton tidak berwarna ditambahkan dengan reagen fehling A dan Fehling B larutan
Fehling
berubah menjadi biru, digoncangkan kemudian dipanaskan terdapat 2 lapisan larutan.
Pada lapisan atas tidak berwarna (bening) dan pada bagian bawah berwana biru.
Eksperimen 2 : Tes dengan Asam Kromat
a. Benzaldehida
+ Benzaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan asam kromat kuning bening
Asam Kromat
digoncangkan terjadi 2 lapisan. Setelah beberapa menit terbentuk endapan kehijauan dan
warna kuning memudar selanjutnya hilang.
b. Formaldehida
+ Formaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan asam kromat kuning bening, kemudian
Asam Kromat
digoncangkan namun tidak terjadi perubahan karena tidak bereaksi.
c. Aseton + Asam Aseton tidak berwarna ditambahkan dengan asam kromat kuning bening, selanjutnya
Kromat
digoncangkan namun tidak terjadi perubahan karena tidak bereaksi.
Eksperimen 3 : Tes dengan Reagen Tollens
a. Benzaldehida
+ Benzaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan reagen tollens tidak berwarna, setelah
reagen Tollens
digoncangkan larutan menjadi keruh. Kemudian dipanaskan dan terbentuk cincin perak.
b. Formaldehida
+ Formaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan reagen tollens yang tidak berwarna
reagen Tollens
dihasilkan larutan keruh. Selanjutnya larutan dipanaskan larutan menjadi bening dan
terbentuk cincin perak.
c. Aseton + reagen Aseton tidak berwarna ditambahkan dengan reagen tollens tidak berwarna dihasilkan
Tollens
larutan yang tidak berwarna. Selanjutnya dipanaskan namun larutan tetap tidak
menghasilkan cincin perak karena tidak bereaksi.
Eksperimen 4 : Reaksi Haloform
a. Aseton + NaOH Aseton tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna dan lugol dihasilkan
5% + Lugol
warna larutan kuning. Setelah beberapa saat dogoncangkan larutan menjadi putih dan
terdapat bintik-bintik kecil.

Positif aldehida.

Negatif aldehida.

Positif.

Negatif.
Negatif.

Positif aldehida.
Positif aldehida.

Negatif.

Positif keton.

7.

b. Formaldehida
+ Formaldehida tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna dan lugol
NaOH 5% + Lugol dihasilkan warna kuning yang langsung menjadi tidak berwarna (bening).
c. Etanol + NaOH Etanol tidak berwarna ditambahkan dengan NaOH tidak berwarna dihasilkan larutan yang
5% + Lugol
tidak berwarna . ditambahkan dengan lugol tetap tidak berwarna.
Eksperimen 5 : Reaksi dengan serbuk Mg
a. Asam asetat + Asam asetat tidak berwarna ditambahkan dengan serbuk Mg berwarna hitam
serbuk Mg
digoncangkan larutan menjadi putih keruh dan serbuk Mg menjadi putih dan dasar tabung
menjadi panas.
b. Sikloheksanol
+ Sikloheksanol tidak berwarna (kental) ditambahkan dengan serbuk Mg berwarna hitam
serbuk Mg
terlihat larutan tetap bening dan tidak dapat menyatu dengan serbuk Mg. Serbuk Mg tetap
berwarna hitam.
c. Etanol + serbuk Etanol tidak berwarna ditambahkan dengan serbuk Mg berwarna hitam terlihat larutan
Mg
dengan serbuk Mg tidak menyatu karena tidak bereaksi.

Negatif.
Negatif.

Positif.

Negatif.

Negatif.