Anda di halaman 1dari 11

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Anuitas
Anuitas adalah sejumlah pembayaran yang sama besarnya yang
dibayarkan setiap akhir jangka waktu dan terdiri atas bagian bunga dan bagian
angsuran. Bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif. Prinsip bunga
anuitas hampir sama dengan bunga efektif yaitu menggunakan perhitungan bunga
yang fair, yaitu bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar.
Perbedaan bunga anuitas dengan bunga efektif adalah pada jumlah
angsuran per bulannya. Dalam bunga efektif, angsuran menurun sejalan dengan
berkurangnya bunga; sedang dalam bunga anuitas angsuran dibuat sedemikian
rupa agar sehingga tiap bulannya jumlahnya tetap. Seperti bunga efektif, bunga
anuitas biasanya dipakai pada perhitungan kredit jangka panjang misalnya KPR
atau kredit usaha.
Dalam praktiknya bunga anuitas lebih sering digunakan daripada pertuitas.
Anuitas didefinisikan sebagai barisan pembayaran dengan durasi yang terbatas

. Dalam hal ini kita mempertimbangkan beberapa tipe standard dari anuitas
atau anuitas khusus.

Nilai saat ini (present value) dari anuitas dengan

dari 1 dimulai dari waktu ke 0, dinotasikan dengan

pembayaran tahunan

dengan

(1.7.1)

Memandang anuitas sebagai dua perpetuitas yang berbeda (yang pertama


dimulai dari waktu ke 0, dan yang kedua dimulai dari waktu ke-n), kita peroleh

(1.7.2)

Hasil ini dapat diverifikasi secara perhitungan langsung dengan


penjumlahan geometri (1.7.1).
Dengan cara yang sama, dari (1.6.2), (1.6.3), dan (1.6.4) diperoleh rumus

(1.7.3)

(1.7.4)

(1.7.5)

Perhatikan bahwa hanya pembaginya yang berubah, bergantung pada mode

pembayaran (langsung/mengangsur) dan frekuensinya. Perhatikan bahwa

harus

bilangan bulat pada (1.7.2) dan (1.7.3), dan kelipatan dari

pada (1.7.4) dan

(1.7.5).
Akhir atau nilai akumulasi dari anuitas juga merupakan bunga. Hal ini

didefinisikan sebagai nilai akumulasi dari aliran pembayaran pada waktu ke- dan

symbol yang sering digunakan adalah

nilai awal dengan faktor akumulasi

Nilai akhir diperoleh dengan mengalikan

(1.7.6)

(1.7.7)

(1.7.8)

(1.7.9)

Hubungan sederhana lainnya antara nilai awal dan nilai akhir dari anuitas konstan
dapat dengan mudah ditunjukkan:

(1.7.10)

Perhatikan kenaikan angsuran anuitas dengan parameter

Waktu

Pembayaran

dan

Kenaikan anuitas tersebut dapat direpresentasikan sebagai kenaikan perpetuitas


dimulai dari waktu ke 0, dikurangi kenaikan identic perpetuitas dimulai dari

waktu ke

Sehingga dapat kita tulis

(1.7.11)

Mensubtitusikan (1.6.6) dan (1.6.3) dan menggunakan (1.7.4), diperoleh


persamaan

(1.7.12)

Serupa dengan nilai saat ini dari anuitas langsung yang berkorespondensi
diperoleh

(1.7.13)

Perhatikan bahwa pada persamaan tersebut

harus sebagai pengali dari

Kasus khusus yang penting adalah kombinasi dari

dan

dan

dan

, dan

dan

dan

Persamaan (1.7.12) dan (1.7.13) memfasilitasi evaluasi dari nilai sekarang dan
nilai akhir untuk kombinasi ini.
Anuitas hanya anggap sebagai kenaikan anuitas standard yang diketahui (I).
penurunan anuitas standard (D) adalah sama, tetapi pembayarannya dibuat dalam
urutan terbalik. Jumlah dari kenaikan anuitas standard dan penurunan anuitas
standard yang sesuai selalu berupa anuitas konstan.
Hubungan ini membawa ke nilai sekarang, dan kita peroleh

(1.7.14)

Menggunakan (1.7.12) dan (1.7.14) dan identitas

(1.7.15)

Kita peroleh

(1.7.16)

Turunan langsung dari identitas ini juga menginstruksikan: penurunan angsuran

anuitas dapat diinterpretasikan sebagai perpetuitas konstan dengan

pembayaran dari

setiap

kali

dikurangi deret angsuran perpetuitas yang ditangguhkan,

pembayaran konstan dari

dan dimulai dari waktu

2.2 Pelunasan Hutang


Misal S adalah nilai saat waktu 0 dari hutang yang harus dilunasi dengan
pembayaran r1, r2,...,rk saat akhir tahun ke k = 1, 2, 3 ... n. Maka S harus menjadi
nilai sekarang dari pembayaran :
(1.8.1)
Misal Sk hutang pokok yang belum lunas atau sisa hutang setelah rk dibayarkan.
Itu terdiri dari hutang tahun sebelumnya, akumulasi dari satu tahun minus rk :
(1.8.2)
(1.8.3)
Dari (1.8.3) jelas bahwa setiap pembayaran terdiri dari dua komponen yaitu bunga
pada hutang dan potongan dari uang pokok.
(1.8.4)
(1.8.5)
Formula retrospeksi (1.8.4) dan formula prospektif (1.8.5) untuk hutang pokok
yang belum lunas.
Pembayaran r1, r2, ... rk seharusnya dipilih secara acak, subjek untuk batas
(1.8.1).
Misal hutang dari S=1 dapat dibayar ulang dengan pembayaran

(1.8.6)
Pada kasus tersebut, hanya bunga yang dibayarkan untuk n-1 pertama dan seluruh
hutang dibayar bersama dengan bunga terakhir di akhir tahun ke-n.
Dari (1.8.1) diperoleh :
(1.8.7)
Merupakan bentuk lain dari persamaan (1.7.3)
Hutang dari S=1 juga dapat dibayar ulang dengan pembayaran konstan dari
(1.8.8)
Sebagai satu alternatif untuk pembayaran ulang kreditor saat waktu 1, ..., n-1
dapat membayar hanya bunga dari S seperti persamaan (1.8.6). tujuan untuk
menutup pembayaran ulang terakhir dapat dengan membuat sama deposit dengan
simpanan yang terakumulasi dari 1 pada akhir tahun ke-n. Diperoleh bahwa
deposit tahunan harus

. Karena total keluaran tahunan harus sama dengan

kedua kasus, kita gunakan lagi persamaan (1.7.10).


Misalkan sekarang kita bayar ulang hutang dari S=n sehingga hutang pokok
menurun secara linier menuju 0.

untuk

persamaan (1.8.3) jelas bahwa

. Dari
. Dengan menggunakan

(1.8.1) kita peroleh satu identitas :


(1.8.9)
Diperoleh :
(1.8.10)
Hasil tersebut merupakan kasus khusus dari persamaan (1.7.16) dengan (m = q =
1)
Pinjaman sendiri biasanya terdiri dari barisan dari pembayaran. Asumsikan total
pembayaran dari 1 telah diterima oleh debtor (orang yang berhutang) saat waktu
0, 1, ... n-1. Pada akhir dari setiap tahun bunga dari jumlah yang diterima telah
terbayar dan total jumlah yang diterima telah terbayar saat waktu n :
,

(1.8.11)
(1.8.12)

Banyak cara dari pembayaran ulang yang dapat diperoleh. Nilai sekarang dari
angsuran annuitas dapat diturnkan jika dengan asumsi bahwa bunga dibayar tetap.
Versi lain adalah dengan mengasumsikan bahwa bunga terdebitkan m kali setahun
dan hutang terbayar lagi q kali setahun pada cicilan yang sama (q faktor dari m)

2.3 Tingkat Internal Keuntungan


Seorang investor membayar harga ,yang memberikan hak dia untuk n
pembayaran di masa mendatang.Pembayaran dinotasikan dengan
pembayaran

pada saat

,untuk

,...,

dan

= 1,..., .Apa yang dimaksud dengan tingkat

internal keuntungan ?
Nilai sekarang dari aliran pembayaran yang akan diterima oleh investor adalah
fungsi dari kuasa bunga .Didefinisikan
(1.9.1)
Misal solusi dari persamaan
(1.9.2)
Tingkat internal keuntungan atau hasil investasi didefinisikan sebagai
Persamaan (1.9.2) mungkin dipecahkan dengan metode numerik biasa,seperti
membagi dua bagian interval atau metode Newton-Raphson.Kita akan
memperkenalkan metode yang lebih efisien daripada sebelumnya dan lebih
sederhana daripada metode sebelumnya.
Perhatikan fungsi
,
(dimana

(1.9.3)
menunjukkan jumlah terdiskonto dari pembayaran).Ini

tidak sulit untuk membuktikan bahwa

(1.9.4)

(Ketaksamaan terakhir dapat dibuktikan dengan menafsir


yang varians).Menafsirkan
yang

sebagai sesuatu

sebagai kemiringan garis potong dan tidak ada

sebagai fungsi cembung pada (1.9.4),kita dapat melihat bahwa

fungsi naik dari .Karena,untuk

adalah

memiliki ketaksamaan

(1.9.5)
diberikan
(1.9.6)
Kita akan membuktikanbahwa

(1.9.7)
Jika salah satu memiliki batas bawah

dan batas bawah

untuk solusi dari

(1.9.2),batas ini boleh dengan segera dibuktikan di (1.9.7).


Prosesnya mungkin adalah iterasi,hasil dari algoritma berikut: Mulai dengan
sebarang nilai

dan hitung nilai

,
Untuk

dengan rumus berulang

(1.9.8)

akan menghasilkan barisan monoton naik dan konvergen ke .Untuk


barisan akan monoton turun menuju .Sebarang nilai positif mungkin

dipilih untuk

Metode ini akan mengilustrasikan keamanan (permukaan berjumlah


Fr.5000,kupon tahunan Fr.300).Anggap bahwa keamanan telah dibeli untuk
Fr.5250,untuk sisa waktu berjalan selama 9 tahun.Maka kita mempunyai

Dengan asumsi kita tahu bahwa hasil saat efek serupa terletak di antara 5% dan
5,5%,kita dapat menggunakan (1.9.7) dengan
dan
untuk
mendapatkan peningkatan batas untuk hasil investasi .Kita akan menetapkan batas
0,051461<t<0,051572,dan memperoleh
:
5,2808%<i<5,2925%

(1.9.9)

Algoritma didefinisikan dengan rumus (1.9.8) mungkin digunakan untuk


memperoleh ketelitian yang lebih besar.Perintah menunjukkan efesiensinya,kita
memiliki pilihan nilai kecil (

) dan nilai besar (

).Hasilnya dikumpulkan seperti tabel berikut.Solusi dari


kedua kasus pada 4 iterasi.
k
0

0,009950

0,01

0,095310

0,1

0,050612

0,051914

0,052627

0,054037

0,051503

0,052853

0,051551

0,052902

0,051524

0,052875

0,051525

0,052876

0,051525

0,052875

0,051525

0,052875

Sebuah kondisi yang cukup untuk keberadaan tingkat internal keuntungan seperti
yang didefinisikan (1.9.2),semua pembayaran

positif. Jika beberapa

pembayaran adalah negatif (pada prakteknya ini berarti investor memiliki


persediaan modal tambahan),persamaan (1.9.2) ,memiliki beberapa akar.Tingkat
internal keuntungan tidak didefinisikan dalam kasus.