Anda di halaman 1dari 1

1.

Manajemen Bencana
Pada saat terjadi bencana dengan sebab apapun, akan terjadi
gangguan keseimbangan kebutuhan dan persediaan pelayanan medis dan
sanitasi publik. Dalam kondisi yang tidak stabil, tujuan akhir yang
diharapkan dari pelayanan medis dan keperawatan bencana adalah
memberikan pelayanan medis dan keperawatan terbaik kepada korban
tewas atau luka-luka yang jumlahnya banyak. the best for the greatest
number of victims. Karena itu, bertujuan manajemen bencana pada
berbagai fasilitas kesehatan medis adalah memelihara lingkungan yang
aman dan terus memberikan pelayanan dasar pada saat bencana.
Pelatihan serta persiapan bencana yang selalu dilakukan sejak
masa tenang merupakan hal yang penting, agar dapat memanfaatkan
sumber-sumber yang bisa diperoleh di tengah-tengah banyaknya faktor
yang tidak pasti, meminimalisir kerugian yang timbul serta mencapai
tujuan pelayanan medis dan keperawatan bencana.
2. Siklus Bencana
Meskipun dapat dikatakan dengan sepatah kata, ada bermacammacam penyebab bencana, kondisi kerusakannya, serta masa-masa
terkena dampak, dan lain-lain. Biasanya dalam menanggulangi bencana,
maka bencana tersebut akan dibagi menjadi beberapa fase. Secara umum
terbagi menjadi 4 fase, yaitu:
1) Fase pencegahan dan kesiapsiagaan bencana (prevention
and preparedness phase)
2) Fase tindakan (response phase) yang terdiri dari fase akut
(acute phase) dn fase sub akut (sub acute phase)
3) Fase pemulihan (recovery phase)
4) Fase rehabilitasi/rekonstruksi (rehabilitation/reconstruction
phase).
Fase-fase ini terjadi secara berurutan sebelum dan sesudah
bencana, dan tindakan terhadap bencana pertama berhubungan dengan
kesiapsiagaan untuk bencana selanjutnya, sehingga hal ini disebut dengan
siklus bencana.
2.1fase pencegahan dan kesiapsiagaan bencana
fase kesiapsiagaan adalah fase dimana dilakukan persiapan
yang baik dengan memikirkan berbagai tindakan