Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK FONDASI DALAM

FONDASI TIANG :
Tiang : batang struktur (ramping) terbuat dari baja, beton,
kayu meneruskan beban bangunan lapisan tanah yang
mampu mendukung (relatif dalam)
Fondasi tiang lebih mahal dibandingkan fondasi dangkal
(Dalam praktek fondasi tiang mini (berukuran relatif kecil)
bisa lebih murah dibandingkan fondasi dangkal)
Penggunaan fondasi tiang sering diperlukan pertimbangan
keamanan struktur.
Beberapa kondisi yang memerlukan fondasi tiang.
o Lapisan atas (tanah) lunak & kompresibel beban harus
didukung oleh lapisan kuat/batuan yang dalam end bearing
pile.
o Jika lapisan keras tak dijumpai atau sangat dalam beban
diteruskan berangsur-angsur kelapisan tanah yang dilalui
tiang friction pile (floating pile)
o
P

Pur

lapisan lunak

lapisan
tanah
cukup baik

lapisan keras
Pi

a. end bearing piles

b. friction piles

o Bangunan dengan beban


horizontal besar (penahan
tanah, bangunan tinggi
dengan beban
gempa/angin

o Bangunan di atas tanah


kembang susut dan tanah
mudah runtuh bagian
bawah tiang harus
sampai pada lapisan yang
stabil

tanah kembang
susut
tanah stabil

o Bangunan khusus :
- tower transmisi
- plat form lepas pantai
- basement dengan muka air tinggi
gaya tarik dominan tiang tarik
o Pangkal jembatan & pilar jembatan
- erosi aliran air
- gaya horizontal besar
Catatan :
Penyelidikan/penelitian baik teoritis maupun praktek telah banyak dilakukan
perilaku & kapasitas dukung tiang belum bisa dimengerti dengan
sempurna desain fondasi tiang masih ada unsur art atau penilaian
teknik dipengaruhi oleh pengalaman.

JENIS TIANG (FONDASI)


I. Tiang kayu :
Batang kayu cabang-cabang dihilangkan dengan hati-hati
dirapikan bisa diawetkan
Pemancangan diberi pelindung (mudah pecah)
- bawah sepatu
- tengah ring (sabuk)
- atas topi
Ukuran terbatas
- panjang : 10-20 m
- ujung : > 15 cm
- pangkal : > 25 cm
Kualitas
- kayu tidak cacat/pecah
- cukup lurus

didalam seluruh kayu

Kapasitas relatif kecil


< 300 kN (< 30 ton)/tiang
Sambungan sebaiknya dihindari bagian lemah
Jika terpaksa sambungan khusus
o bidang sambungan harus rata
o selubung harus ketat dengan panjang selubung > 5D
o jika dengan plat plat harus menempel baik dengan
tiang baut
Keawetan
o Tiang kayu awet (permanent) jika di dalam tanah jenuh
& terendam terus menerus

Di air terbuka diserang binatang


o Basah kering berganti-ganti lapuk
Kapasitas tiang yang diijinkan (Qall)
Qall = Ap x fw
Ap = luas tampang tiang rata-rata
fw =tegangan ijin kayu
II. Tiang beton
Dibedakan :
1. Precast (pra-cetak) : - biasa
- prestressed
2. Cast in-situ piles
1. Precast-piles
dicetak dipabrik/lapangan pembuatan diangkut ke proyek
dipancang
Tiang beton bertulang biasa
Bentuk penampang bujur sangkar atau segi-8

Panjang tiang bisa disesuaikan dengan rencana di proyek


Penulangan memperhitungkan
- momen pengangkatan
- beban vertical saat pemancangan
- momen akibat beban lateral
beban-beban sementara

Mmax = qL2/8

Mmax = qL2/8
q

L/2

L/2

Mmax = qL2/32

Mmax = qL2/18

L/3

2L/3

L/4

L/2

L/4

Mmax = 0.021 qL2

0.207L

0.586L

0.207L

Kapasitas tiang pracetak :


Qa = As fs + Ac fc
As = luasan baja
Ac = luasan beton
fs = tegangan ijin baja
fc = tegangan ijin beton
Beton prategang (prestressed concrete)
tulangan kabel baja kuat tarik tinggi (fult = 1725-1860 MPa)

Kabel ditegangkan (ditarik) 0.5-0.7 fult dicor beton


dikelilingnya keras tegangan di lepas tegangan desak
pada beton
Kapasitas tiang
Qa = Ap (0.33f c-0.27fpc)

Ap = luasan tiang (total)


f c = kuat tekan beton 35-55 MPa
fpc = prategang efektif (sekitar 5 MPa)

titik angkat harus dihitung tegangan desak lentur < fpc


prestressed concrete
- lebih ringan (bahan mutu tinggi)
- mampu melawan tarik (pengangkutan/pemancangan)
menghindari retak-retak

Keawetan : tiang beton permanent kecuali terpengaruh :


- tanah organic
- air laut
- ombak abrasi
- beku/cair es