Anda di halaman 1dari 15

Penilaian Status Gizi

Lorenzia wijaya
102013180

Antropometri
Istilah Antropometri berasal dari kata Anthro
yang berarti manusia dan metri yang berarti
ukuran. Secara definitif antropometri dapat
dinyatakan sebagai suatu studi yang berkaitan
dengan pengukuran umur, tinggi badan, berat
dan lain-lain yang berbeda satu dengan lainnya.

IMT
merupakan alat yang sangat sederhana untuk
memantau status gizi orang khususnya yang
berkaitan kekurangan dan kelebihan berat badan,
maka mempertahankan berat badan normal

IMT= berat badan (kg)


[tinggi badan (m)] 2
Penggunaan IMT hanya berlaku untuk orang
dewasa berumur diatas 18 tahun. IMT tidak dapat
diterapkan pada bayi, anak-anak, remaja, ibu
hamil, dan olahragawan

Tabel Hasil untuk IMT


Kategori

BMI (kg/m2)

Risk Of Co-morbidities

Underweight

<18,50

Rendah (tetapi risiko terhadap masalahmasalah klinis lain meningkat

Normal

18,50-22,99

Rata-rata

Overweight

>23,00

At Risk

23,00-24,99

Meningkat

Obese I

25,00-29,99

Sedang

Obese II

>30,00

Berbahaya

WHR (Rasio lingkar pinggang dan panggul)


untuk mengetahui resiko tinggi terkena penyakit
DM II
Kolesterol
Hipertensi
jantung.
Lingkar pinggang diukur di indentasi terkecil
lingkar perut antara tulang rusuk dan krista iliaka
Lingkar pinggul diukur penonjolan terbesar
pantat, biasanya di sekitar pubic sympisis, subjek
berdiri diukur menggunakan pitameter

pengukuran WHR pada jenis


kelamin dan kelompok umur
Resiko
Jenis kelamin

Pria

Wanita

Kelompok
umur
Low

Moderate

High

Very high

20-29

< 0,83

0,83-0,88

0,89-0,94

> 0,94

30-39

< 0,84

0,84-0,91

0,92-0,96

> 0,96

40-49

< 0,88

0,88-0,95

0,96-1,00

> 1,00

20-29

< 0,71

0,71-0,77

0,78-0,82

> 0,82

30-39

< 0,72

0,72-0,78

0,79-0,84

> 0.84

40-49

< 0,73

0,73-0,79

0,80-0,87

> 0,87

% BODY FAT
Pengukuran tebal lemak bawah kulit biasanya
digunakan untuk memperkirakan jumlah lemak
dalam tubuh.
Persentase kandungan lemak tubuh dapat dipakai
untuk menilai status gizi dengan pengukuran
tebal lemak bawah kulit terdiri dari beberapa
tempat, yakni trisep, bisep, subskapula,
suprailiaka, supraspinale, abdominal, paha depan,
betis medial, dan mid skapula.
Lemak dapat diukur secara absolut (dalam kg)
dan secara relatif (%)

Rumus menghitung tebal lemak


bawah kulit
Laki-laki 18-27 tahun
Db = 1,0913 0,00116 (trisep + scapula)
% BF = [(4,97/Db) 4,52] x 100
Wanita 18-23 tahun
Db = 1,0897 0,00133 (trisep + scapula)
% BF = [(4,76/Db) 4,28] x 100
Klasifikasi

Laki-laki

Wanita

<8%

< 13 %

8 15 %

14 23 %

Slightly overfat

16 20 %

24 27 %

Fat

21 24 %

28 32 %

25 %

33 %

Lean
Optimal

Obesitas

Index broca
1. Berat Badan Normal
Berat Badan Normal = Tinggi Badan - 100
Contoh :
Jika tinggi kita dari ujung kaki hingga ujung kepala adalah 160 cm maka berat badan
normal kita adalah 160 - 100 = 60 kg.
2. Berat Badan Ideal
Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - ( 10% tinggi badan -100)
Contohnya : Jika tinggi badan kita adalah setinggi 150 cm, maka berat badan ideal kita
adalah (150 - 100) - (10% x (150 - 100) = 50 - 5 = 45 kg.
Dari hasil tersebut dapat kita ketahui apa yang terjadi dengan diri kita dengan
membandingkan hasilnya berikut di bawah ini :
- Kelebihan Berat Badan / Overweight = Hasilnya 10% s/d 20% lebih besar
- Kegemukan / Obesitas / Obesity = Hasilnya lebih dari 20% dari yang seharusnya
- Kurus = Hasilnya 10% kurang dari yang seharusnya.

LILA
Lingkar lengan bawah diukur pada bagian proksimal tidak lebih
dari 6 cm dari radial.
Lingkar paha diukur di bagian paha, yaitu titik pertengahan
antara titik paling proksimal tulang patella dan titik pertengahan
lipat paha.
Titik tengah lipat paha ditentukan dengan jalan menentukan
terlebih dahulu letak SIAS ketika (subjek masih berdiri), dan
simfasis pubis. Lingkar betis dapat diukur baik dalam keadaan
berdiri maupun duduk. Jika subjek berdiri, berat badan harus
tertumpu pada kedua kaki secara merata, dan jarak kedua kaki
sekitar 25 cm. Jika subjeknya duduk, kedua kaki harus
dijuntaikan. Pita pengukur kemudian dilingkarkan ke betis (tegak
lurus dengan aksis memanjang betis), dan diturun-naikkan
untuk mencari diameter terbesar. Hasil pengukuran ulang tidak
boleh berbeda lebih dari 2 mm

Ambang Batas Pengukuran


LiLA
Klasifikasi

Batas Ukur
Wanita Usia Subur

KEK

< 23,5 cm

Normal

23,5 cm
Bayi Usia 0-30 hari

KEP

< 9,5 cm

Normal

9,5 cm
Balita

KEP
Normal

< 12,5 cm
12,5 cm

Kebutuhan gizi
1 gram karbohidrat akan menghasilkan 4 kalori.
Kebutuhan rata-rata manusia akan kalori adalah
sebanyak 1200-2000 kalori.
kebutuhan manusia akan kalori adalah sebanyak
1 gram untuk setiap 1 kg berat seseorang. Ratarata 1 gram protein akan menghasilkan 4 kalori
Satu gram lemak dapat menghasilkan sekitar 90
kalori. Lemak harus dipenuhi sekitar 20%-30%
dari total kebutuhan kalori.

Marasmus-kwahsiokor
Gejala klinis dari tipe marasmus dan kwashiorkor
adalah merupakan gabungan antara marasmus
dan kwashiorkor yang disertai oleh edema,
dengan BB/U < 60 % baku Median WHO NCHS.
Gambaran yang utama ialah kwashiorkor edema
dengan atau tanpa lesi kulit, pengecilan otot, dan
pengurangan lemak bawah kulit seperti pada
marasmus. Jika edema dapat hilang pada awal
pengobatan, penampakan penderita akan
menyerupai marasmus. Gambaran marasmus dan
kwashiorkor muncul secara bersamaan dan
didominasi oleh kekurangan protein yang parah.

kesimpulan
antropometri dapat dinyatakan sebagai suatu
studi yang berkaitan dengan pengukuran umur,
tinggi badan, berat untuk memperhatikan status
gizinya.untuk mengukur gizi terdapat beberapa
cara sesuai dengan umur dan status, gizi baik dari
pada pola makan yang harus selalu diatur agar
tidak terjadi kekurangan gizi.karna kekurangan
gizidapat terjadi marasmus-kwahsiokor.

Terima Kasih