Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang

harus dilakukan oleh setiap negara. Dimana sangat diharapkan terjadinya


pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan
fenomena penting yang dialami dunia semnjak dua abad belakangan ini. Dalam
periode tersebut dunia telah menganalami perubahan yang sangat nyata apabila
dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sampai abad ke 18 kebanyakan
masyarakat di berbagai negara masih hidup pada tahap subsisten dan mata
pencarian utama adalah dari mata pencaharian di sektor pertanian, perikanan dan
berburu.
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman
yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia
mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda
dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.
dari geopolitik dan geostrategi dengan posisi geografis, sumber daya alam dan
jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang
persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara
langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap
aspek

kehidupan

sehingga

dapat

mempengaruhi

dan

membahayakan

kelangsungan hidup dan eksitensi NKRI. Untuk itu bangsa Indonesia harus

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

memiliki

keuletan

dan

ketangguhan

yang

mengandung

kemampuan

mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk


tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.

1.2

Tujuan Penulisan Makalah


Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas

kewarganegaraan dari dosen pembimbing saya Drs. Tontowi Amsia, M.Si.. selain
untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah ini juga memiliki tujuan untuk
menambah pengetahuan kita akan ketahanan nasional, dapat mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan menangani segala ancaman, mengetahui
apa saja yang harus dijalankan atau dilakukan sebagai warga negara dalam
mempertahankan ketahanan nasional, mengetahui aspek ekonomi dalah ketahanan
nasional, agar dapat memahami aspek sosial budaya dalam ketahanan nasional,
mengetahui macam macam ketahanan, mengetahui pengaruh kemiskinan dan
pengangguran bagi perekonomian Indonesia, mengetahui masalah-masalah yang
dihadapi dalam pertumbuhan ekonomi indonesia agar kita siap dalam menghadapi
masalah tersebut, memupuk nasionalisme, dapat menjaga kedinamisan suatu
bangsa, selain itu juga kita bisa mengawasi dan mendukung segala peran penting
pemerintah dalam pembangunan ekonomi dan diharapkan bermanfaat bagi kita
semua.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

1.3

1.3.1

Metode Analisis Penulisan Makalah

Objek Analisis
Objek analisis ini mengenai Ketahanan Nasional Dibidang Ekonomi yang

membahas tentang pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.


1.3.2

Dasar Pemilihan Objek


Objek analisis ini akan membahas tentang Pengangguran dan Kemiskinan

di Indonesia, kondisi Pengangguran dan kemiskinan di Indonesia ini sangat


memprihatinkan. Pengangguran terjadi bukan hanya kepada orang-orang yang
tidak mempunyai gelar pendidikan, tetapi orang yang berpendidikan pun bisa
menjadi pengangguran karena lapangan pekerjaan yang sedikit di Indonesia ini.
1.3.3

Data
Data dalam analisis ini adalah dimana suatu sumber data pustaka

menjelaskan bahwa angka Pengangguran di Indonesia ini pada tahun 2010


mencapai 7 juta jiwa, sedangkan angka Kemiskinan di Indonesia pada tahun 2010
mencapai 10 juta jiwa. Pada tahun 2011, jumlah Pengangguran di Indonesia
mengalami penuruan sekitar 2,7% begitu juga dengan jumlah Kemiskinan di
Indonesia menurun 2,3% dari jumlah pada tahun 2010.
1.3.4

Teknik dan Alat Pengumpul Data

1.3.4.1 Teknik Pengumpul Data


Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data analisis adalah teknik
langsung, artinya peneliti mengumpulkan data melalui bahan-bahan kepustakaan.
1.3.4.2 Alat Pengumpul Data

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

Alat pengumpul data yang digunakan adalah buku-buku yang terdapat


bahan-bahan adanya data mengenai Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia
ini. Selain itu Internet juga salah satu alat pengumpul data tersebut, sehingga
menjadi laporan hasil penelitian.
1.3.5

Metode Analisis
Analisis

ini

berdasarkan

metode

deskriptif

analisitas,

yaitu

mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data yang ada, menganalisis


permasalahan berdasarkan pustaka.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

BAB II
PERMASALAHAN

Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang


meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman, hambatan dan
gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, langsung atau tidak
langsung. Untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mencapai tujuan pembangunan nasionalnya.
Masalah perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya
masalah deflasi dan inflasi. Kebanyakan negara berkembang menghadapi banyak
masalah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sector ekonomi riil, seperti
industri rumah tangga, pangan maupun jasa pun terkadang masih mengalami
hambatan hingga saat ini sehingga masalah perekonomian yang ada di Indonesia
belum tuntas sepenuhnya. Jika ingin menghubungkan masalah perekonomian
dengan pengangguran dan kemiskinan tentu kondisi ekonomi di Indonesia jauh
disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pun sering
kali mengalami kendala. Alhasil, kita harus berulang-ulang mengimpor beras atau
gandum dari Negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum
cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Inilah salah satu masalah
perekonomian di Indonesia.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

BAB III
PEMBAHASAN

3.1

Ketahanan Dalam Aspek Ekonomi.


Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan

dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang meliputi produksi, distribusi,


serta konsumsi barang dan jasa dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf
hidup masyarakat. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis
kehidupan perekonomian bengsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan
nasional dalam menghadapi serta segala tantangan, ancaman, hambatan, serta
gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak
langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara RI
berdasarkan Pancasila dan UUD1945.
Pembangunan ekonomi diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi,tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan hidup
serta meningkatnya daya saing dalam lingkup per ekonomian global.
Pertumbuhan

ekonomi

merupakan

perkembangan

kegiatan

dalam

perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam


masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
3.2

Perekonomian di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu ekonomi yang cukup stabil untuk

investasi dan berbisnis.Setelah diterpa krisis ekonomi pada 1998, perekonomian


TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

Indonesia perlahan menunjukkan peningkatan. Produk Domestik Bruto (PDB)


Indonesia pada periode 2004-2009 dalam harga konstan. Pertumbuhan ekonomi
yang pada 1999 amat rendah, yaitu 0,85%, perlahan merangkak naik sampai
6,28% di tahun 2007 namun turun kembali menjadi 4,5% pada tahun 2009 karena
adanya krisis finansial global yang dimulai akhir 2008. Akan tetapi, dengan
semakin baiknya pondasi ekonomi dan keuangan di Indonesia, krisis tersebut
tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan sebagaimana yang
terjadi kepada Negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Stabilitas ekonomi di Indonesia juga senantiasa berpengaruh terhadap
sektor perdagangan. Nilai tukar yang relatif stabil dan lingkungan bisnis yang
kondusif menjadi pendukung bagi kegiatan ekspor impor Indonesia. Dalam
periode 2005-2009 neraca perdagangan total Indonesia menunjukkan angka
positif. Sebagian besar keberhasilan ekonomi Indonesia adalah berkat pengelolaan
fiskal atau keuangan negara yang baik, dengan fokus pada penurunan beban
hutang. Rasio hutang Indonesia terhadap PDB menurun terus dari 83% di tahun
2001 hingga 29% pada akhir tahun 2009; ini merupakan angka terendah di antara
negara ASEAN, kecuali Singapura yang tidak memiliki hutang pemerintah.
Menurut Standard & Poor, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk
pengelolaan neraca fiskal terbaik di antara negara-negara di wilayah Asia-Pasifik.
Dilihat dari perekonomian yang stabil dan upaya reformasi yang berkelanjutan,
maka Indonesia merupakan sebuah kekuatan besar yang sedang berkembang di
Asia dan menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan. Dalam kondisi
perekonomian global yang tidak menentu, nampaknya Indonesia masih akan
TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

mengandalkan konsumsi dalam negeri dan investasi untuk menggenjot


pertumbuhan ekonominya di tahun 2013 ini karena kontribusi ekspor belum bisa
diharapkan akibat permintaan global yang sedang menurun.
3.3

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perekonomian


Faktor-faktor yang mempengaruhi perekonmian Indonesia tidak terlepas

dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian, dimana para


pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas
dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang kekurangan
modal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia
secara umum yaitu:
1. Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan
penggunaan bahan baku industri dalam negeri semaksimal mungkin.
2. Faktor investasi, yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit
dan berpihak pada pasar.
3. Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran, harus surplus
sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan menstabilkan nilai
rupiah.
4. Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar
rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus di antisipatif dan diterima pasar.
5. Faktor keuangan negara, yaitu berupa kebijakan fiskal yang konstruktif dan
mampu membiayai pengeluaran pemerintah.

3.4

Masalah Pertumbuhan Ekonomi

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

Kebanyakan negara berkembang menghadapi banyak masalah dalam


mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hambatan-hambatan terpenting yang
dialami adalah:

Kegiatan sektor pertanian masih tetap tradisonal dan produktivitasnya sangat

rendah.
Kebanyakan negara masih menghadapi masalah kekurangan dana modal dan

barang modal (peralatan produksi) yang modern.


Tenaga terampil, terdidik dan keahlian keusahawanan penawarannya masih

jauh dibawah jumlah yang diperlukan.


Perkembangan penduduk sangatlah pesat.
Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik yang sering
dihadapi.

3.5

Teori Pertumbuhan Ekonomi


Beberapa teori telah dikemukakan yang merangkan mengenai hubungan

diantara berbagai faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. Pandangan teori


tersebut adalah:
I.

Teori klasik: menekankan tentang pentingnya faktor fator produksi dalam


menaikkan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan
tetapi yang terutama diperhatikan ahli ekonomi klasik adalah peranan
tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang berlebihan akan

II.

mempengaruhi pertumbuhan ekonomi


Teori Schumpeteer: menekankan tentang peranan usahawan yang akan
melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan
ekonomi.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

III.

Teori Harrod-Domar: menekankan peranan investasi sebagai faktor yang


menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya
menekankan peranan segi permintaan dakam mewujudkan pertumbuhan.
Teori neo klasik: melaluin kajian empirikal teori ini menunjukkan bahwa

IV.

perkembangan

teknologi

dan

peningkatan

kemahiran

masyarakat

merupakan faktor yang terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan


ekonomi
3.6

Kebijakan Pemerintah Dalam Pertumbuhan Ekonomi


Kebijakan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah

adalah:
o Kebijakan diversivikasi kegiatan ekonomi
langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodernkan kegiatan
ekonomi yang ada. Sedankan langkah penting yang harus dilakukan adalah
mengembangkan kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat
informasi kegiatan ekonomi yang bersifat tradisional kepada kegiatan
ekonomi yang modern.
o Mengembangkan infrastruktur
modernisasi pertumbuhan ekonomi memerlukan infrasturuktur yang modern
pula.

Berbagai

kegiatan

ekonomi

memerlukan

infrastruktur

yang

berkembang, seperti jalan, jembatan, lapangan terbang, pelabuhan, kawasan


perindustrian, irigasi dan penyediaan air, listrik dan jaringan telepon.
o Meningkatkan tabungan dan investasi
pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tabungan masyarakat
rendah. Sedangakan pembangunan memerlukan tabungan yang besar untuk
membiayai investasi yang dilakukan. Kekurangan invesatsi selalu dinyatakan

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

sebagai salah satu sumber yang dapat menghambat pembangunan ekonomi.


Oleh sebab itu syarat penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan tabungan
masyarakat.
o Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat
dari segi pandangan individu maupun dari segi secara keseluruhan,
pendidikan

merupakan

satu

investasi

yang

sangat

berguna

dalam

pembangunan ekonomi. Individu yang memperoleh pendidikan tinggi


cenderung akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, jadi semakin
tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh.
o Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi
kebijakan pemerintah yang konvensional yaitu kebijakan fiskal dan moneter
tidak dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Untuk
mengatasinya pada tahap mula dari pembangunan ekonomi perencanaan
pembanguna perlu dilakukan. Melalui perencanaan pembangunan dapat pula
ditentukan sejauh mana investasi swasta dan pemerintah perku dilakukan
untuk mencapai suatu tujuan pertumbuhan yang telah ditentukan
3.7

Pengangguran dan Kemiskinan Di Indonesia

3.7.1

Pengangguran
Definisi pengangguran secara teknis adalah semua orang dalam referensi

waktu tertentu, yaitu pada usia angkatan kerja yang tidak bekerja, baik dalam arti
mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan, dalam arti
mempunyai kegiatan aktif dalam mencari kerja tersebut. Selain definisi di atas
masih banyak istilah arti definisi pengangguran diantaranya:

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

Menurut Sadono Sukirno Pengangguran adalah suatu keadaan dimana


seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan
tetapi

belum

dapat

memperolehnya.

Menurut

Payman

J.

Simanjuntak

Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak
bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum
pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.
Definisi pengangguran berdasarkan istilah umum dari pusat dan latihan
tenaga kerja Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan
pekerjaan yang menghasilkan uang meskipun dapat dan mampu melakukan kerja.
Definisi pengangguran menurut Menakertrans Pengangguran adalah orang yang
tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan suatu usaha baru, dan
tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
3.7.1.1

Jenis-Jenis Pengangguran

Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau
tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran
dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
1. Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja
yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang
tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya
tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja
kurang dari 35 jam selama seminggu.
3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang
sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha


secara maksimal.
Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan
menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran
yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan
perekonomian/siklus ekonomi.
b. Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran
yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam
jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa
kemungkinan, seperti : akibat permintaan berkurang, akibat kemajuan dan
pengguanaan teknologi, akibat kebijakan pemerintah.
c. Pengangguran friksional (Frictional Unemployment) adalah pengangguran
yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari
kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
d. Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian
musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
e. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan
atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin
f. Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan

oleh

menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran


siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
3.2.2

Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa

untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti
tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi
masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga
negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah
ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi
moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang
telah mapan. Istilah "negara berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk
kepada negara-negara yang "miskin".
Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan
antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat
berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di
bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak
negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia.

3.2.1

Jenis-Jenis Kemiskinan Dan Definisinya


Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada

garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut


kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada
garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut
Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam
distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan
tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.Kemiskinan absolut adalah derajat

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan


hidup tidak dapat terpenuhi.
3.2.1.1 Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktorfaktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab
sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap
perubahan kemiskinan. Beberapa faktor tersebut adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Tingkat dan laju pertumbuhan output


Tingkat upah neto
Distribusi pendapatan
Kesempatan kerja
Tingkat inflasi
Pajak dan subsidi
Investasi
Alokasi serta kualitas SDA
Ketersediaan fasilitas umum
Penggunaan teknologi
Tingkat dan jenis pendidikan
Kondisi fisik dan alam
Politik
Bencana alam
Peperangan

3.2.2 Kebijakan Antikemiskinan


Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan
suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya
tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :
- pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
- Pemerintahan yang baik (good governance)
- Pembangunan sosial

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah


yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :
a. Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi
pedesaan
b. Intervensi jangka menengah dan panjang meliputi: Pembangunan sektor swasta,
Kerjasama regional, APBN dan administrasi, Desentralisasi, Pendidikan dan
Kesehatan Penyediaan air bersih.
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian
yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat
bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

BAB V
PENUTUPAN
4.1 Kesimpulan
Pertumbuhan dan pembanguna ekonomi adalah masalah jangka panjang.
Setiap negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi
oleh karena faktor faktor produksi bertambah dari satu periode ke periode lainnya
dan oleh karena itu pendapatan nasional dapat ditingkatkan. Akan tetapi belum
tentu perkembangan yang berlaku dapat mencapai potensi pertumbuhan ekonomi
yang dapat diwujudkan. Apabila hal ini berlaku, masalah pengangguran dapat
menjadi serius. Keadaan seperti ini dapat terlihat dalam perekonomian yang selalu
mengalami pertumbuhan yang lambat.
Ketahanan Nasional adalah benar dapat dikatakan sebagai Ilmu
pengetahuan karena memuat persyaratan yang diperluakan sebagai suatu ilmu
pengetahuan. Yaitu memiliki objek studi yang dapat juga dikatakan sebagai bagian
dari ontologi, metode yang digunakan melibatkan banyak disiplin ilmu (multi
disiplin).
Ketahanan Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin
dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa
tersebut

dapat

memelihara

kemandirian

Ekonomi

Nasional.

Sementara

pengangguran dan kemiskinan merupakan faktor penting bagaimana ketahanan


nasional dalam perekonomian ini berjalan. Bisa disimpulkan bahwa ketika tingkat

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

pengangguran dan kemiskinan tinggi dapat dikatakan bahwa tingkat ketahanan


nasional dalam sektor ekonomi di Indonesia sendiri belum berjalan dengan baik.
4.2 Saran
Kita sebagai orang Indonesia harus maju dan harus berpendidikan agar
mengurangi Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia ini. Karena sudah
banyak sekali Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia ini. PerusahaanPerusahaan di Indonesia ini kebanyakan di Pimpin oleh Warga Negara Asing,
untuk itu kita harus menjunjung tinggi Pendidikan.

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI

DAFTAR PUSTAKA
Amsia, Tontowi. 2014. Kewarganergaraan Dalam Ketahanan Nasional. Bandar
Lampung: Perpustakaan Nasional.
Budiyanto. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Erlangga.
Santoso,

Pendidikan

Kewarganegaraan,

Penerbit

PT

Gramedia

Pustaka

Utama,Jakarta,2007PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.


http://yuyunchelsea.wordpress.com/2011/03/02/pengertian-dan-ekonomi-danperekonomian-indonesia/
http://aaanaaaulll.blogspot.com/2012/03/sistem-perekonomian-indonesia-saatini.html
http://chelsy-yurista.blogspot.com/2011/03/sistem-ekonomi-indonesia-saatini.html
http://id.shvoong.com/law-and-politics/political-economy/2117289-pengertianperekonomian/#ixzz2Wg0QTvK6
http://politik.kompasiana.com/2013/04/12/pengaruh-ketahanan-nasional-dalambidang-ekonomi-550530.html
http://www.anneahira.com/kondisi-perekonomian-indonesia-saat-ini.htm
http://vickydwicahyo.blogspot.com/2013/05/ketahanan-nasional-dibidangekonomi.html

TEGUH PRASETYO (1411031125) SI AKUNTANSI