Anda di halaman 1dari 52

BAB I

PENDAHULUAN

A; Latar Belakang

Pada evaluasi menjelang Pelita I terungkapkan adanya permasalahan


kesehatan yang perlu memperoleh pemecahan segera melalui suatu pendekatan
baru, yaitu PKMD. Suatu pendekatan yang diharpkan dapat mengatasi latar
belakang permasalahan terhadap merajalelanya penyakit-penyakit menular yang
banyak menimpa rakyat kecil di pedusunan, keadaan under-nurishment yang
menyangkut terutama bayi dan balita maupun ibu-ibu dalam masa reproduktif,
keadaan sanitasi lingkungan jelek ditambah akses dari perumbuhan
industrialisasi, pertambahan penduduk secara alamiah yang masih tinggi, dan
tingkat pendapat perkapita yang rendah.
Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) adalah rangkaian
kegiatan masyarakat yang dilakukan berdasarkan gotong-royong, swadaya
masyarakat dalam rangka menolong mereka sendiri untuk mengenal dan
memecahkan masalah atau kebutuhan yang dirasakan masyarakat, baik dalam
bidang kesehatan maupun bidang dalam bidang yang berkaitan dengan
kesehatan, agar mampu memelihara kehidupannya yang sehat dalam rangka
meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diperlukan
upaya untuk meningkatkan kemauan, kesadaran, dan kemampuan sehingga
orang perorangan, keluarga dan masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan
kesehatannya, maka dari itu PKMD merupakan suatu bentuk operasional yang
paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

B; Tujuan
1; Tujuan Umum

Setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapnagan III (PKL III) di harapkan


meningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri dibidang
kesehatan dan mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap
pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan
pada masyarakat yang menerima pelayanan sehingga meningkatkan mutu
hidup mereka

2; Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluaraga,


kelompok khusus dan masyarakat dalam hal :
a; Mengkaji kesehatan komunitas di pedesaan khususnya kesehatan
keluarga, dengan menggunakan format quesioner melalui Survey Mawas
Diri (SMD), baik individu, keluarga dan komunitas dengan melibatkan
peran serta masyarakat (PSM) atau mengiidentifikasi masalah kesehatan
dan keperawatan yang dihadapi.
b; Menganalisa atau menetapkan masalah kesehatan atau keperawatan dan
perioritas masalah.
c; Merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan atau
keperawatan.
d; Melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
e; Membuat rencana penanggulangan masalah
f; Melaksanakan kegiatan penanggulangan masalah dalam bentuk :
1; Memberikan pendidikan kesehatan sesuai dengan masalah yang
ditemukan.
2; Memberikan pelayanan kasus-kasus keperawatan keluarga dan
komunitas
3; Memberikan pelayanan keperawatan keluarga di rumah-rumah
4; Melaksanakan kunjungan rumah pada keluarga
g; Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan hasil keperawatan
komunitas.
h; Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan
kesehatan atau keperawatan.
i; Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri
(Self Care).
j; Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan kesehatan.
k; Tertananginya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap
masalah kesehatan.
l; Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil kegiatan dalam bentuk
laporan.
C; Metode dan Teknik
1; Metode

Metode yang digunakan pada PKL ini adalah metode deskriptif


dimana siswa mengumpulkan data secara sampling, menganalisa data,

mengolah data dan merumuskan masalah serta memprioritaskannya,


kemudian menentukan cara penanggulangan masalah tersebut.
2; Teknik
Sedangkan teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam bentuk :
a; Wawancara, yang berkaitan dengan hal-hal yang perlu diketahui, baik
aspek fisik, mental, sosial budaya, ekonomi, kebiasaan, lingkungan dan
lain sebagainya.
b; Observasi, dilakukan terhadap hal-hal yang tidak perlu ditanyakan
karena sudah dianggap cukup melalui pengamatan saja, diantaranya
yang berkaitan dengan lingkungan fisik, misalnya kebersihan, ventilasi,
penerangan dan sebagainya.
D; Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1; Waktu

Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari tanggal 08 Oktober 2012


sampai 20 Oktober 2012.
2; Tempat
Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan.

E; Ruang Lingkup
1; Promotif

Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga,


kelompok dan masyarakat.
2; Preventif
Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan
kesehatan terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
3; Rehabilitatif
Upaya pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau kelompokkelompok yang menderita penyakit tertentu/dasar.
4; Resosialitatif
Memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompok-kelompok
masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya.

F; Sistematika Pelaporan

Sistematika pelaporan ini adalah sebagai berikut :


LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II
LANDASAN TEORI

A; Konsep Keperawatan

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional sebagai bagian


integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial dan
spiritual secara kompherensif, ditujukan kepada individu, keluarga, dan
masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.
Tindakan keperawatan dilakukan karena adanya kelemahan fisik
maupun menta, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemampuan
melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakakukan
dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan,
pemulihan serta pemeliharan kesehatan dengan wewenang, tanggung jawab
serta etika profesi keperawatan.

Konsep keperawatan di karakteristikan oleh 4 (empat) konsep pokok,


yaitu meliputi konsep manusia, kesehatan, keperawatan dan lingkungan.
(Christina Ibrahim, 1986).
1; Manusia
Manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual yang utuh dan
unik. Dalam arti merupakan suatu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan
rohani, unik karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan
tingkat perkembangan. (Konsorsium Ilmu Kesehatan, 1992).
Manusia sebagai sasaran praktik keperawatan, klien dapat dibedakan
menjadi individu, keluarga dan masyarakat.
2; Individu sebagai klien
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh
dari aspek biologis, sosial dan spiritual. Peran perawat pada individu
sebagai klien pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasar, mencakup
kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan
fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan dan kurang kemauan menuju
kemandirian klien.
3; Keluarga sebagai klien
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat
secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara
perorangan maupun secara bersama-sama, didalam lingkungannya sendiri
atau masyarakat secara keseluruhan.
Alasan yang menyebabkan keluarga salah satu fokus pelayanan keperawatan
yaitu :
a; Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga
yang menyangkut kehidupan masyarakat.
b; Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah,
memperbaiki atau mengabaikan masalah kesehatan dalam kelompoknya
sendiri.
c; Keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharan kesehatan seluruh
anggota keluarga.
d; Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit pada salah
satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga.
Peran dari anggota keluarga akan mengalami perubahan bila salah satu
anggota menderita sakit.
4; Masyarakat sebagai klien

Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem


adat istiadat tertentu yang bersifat terus-menerus dan terikat oleh suatu
identitas bersama. Ciri-ciri masyarakat :
a; Interaksi antar warga
b; Diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas.
c; Suatu komunitas dalam waktu
d; Identitas yang kuat mengikat semua warga

B; Konsep Sehat

Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi


dengan efektif (Parson).
Menurut HL. Bloom, ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi
kesehatan :
1; Keturunan
2; Perilaku
3; Pelayanan kesehatan
4; Lingkungan
Sehat merupakan tujuan dalam pemberian pelayanan keperawatan dimana
kondisi sehat sakit berada dalam suatu rentang dari kondisi sehat optimal
sampai dengan status kesehatan yang terendah yaitu kematian dan kondisi
normal berada di tengah.
Sehat optimal Sehat

Normal

Sakit

Kematian

C; Konsep Lingkungan

Lingkungan dalam paradigma keperawatan berfokus pada lingkungan


masyarakat, dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia.
Lingkungan disini meliputi lingkungan fisik, psikologis, sosial budaya dan
lingkungan spiritual. Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan
masyarakat dapat digunakan model segitiga agen-hospes-lingkungan atau agenhost-envirotment, triangle model yang dikemukakan oleh Leavell (1965),

dimana ketiga komponen saling berhubungan dan dapat berpengaruh terhadap


status kesehatan penduduk.
D; Keperawatan Komunitas
1; Pengertian Keperawatan Komunitas
a; World Health Organization (WHO, 1959)

Perawatan kesehatan masyarakat adalah lapangan perawatan


khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan,
ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari
program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan
kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar,
ditujukan kepada keluarga yang sehat, individu yang sakit dan tidak
dirawat di Rumah Sakit beserta keluarganya, kelompok masyarakat
khusus yang mempunyai masalah kesehatan dimana hal tersebut akan
mempengaruhi masyarakat secara kesuluruhan.
b; Ruth B Freeman (1961)
Perawatan kesehatan masyarakat adalah sebagai suatu lapangan
khusus dibidang keperawatan, dimana tehnik keperawatan,
keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan berorganisasi
diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota
profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara
kesehatan masyarakat. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat
meliputi pelayanan kompherensif yang ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok-kelompok dan meliputi pula kegiatan-kegiatan
masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat secara keseluruhan,
seperti penyelidikan yang berhubungan dengan epidemiologi,
memberikan kesaadaran tentang hukum dan perundang-undangan
terutama dibidang kesehatan dan mengorganisasi masyarakat untuk
melakukan kegiatan-kegiatan kesehatan.
c; World Health Organization (WHO, 1974)
Perawatan kesehatan masyarakat adalah selain mencakup
perawatan kesehatan keluarga juga meliputi atau memperhatikan
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, membantu masyarakat
mengidentifikasi masalah kesehatan sendiri serta memecahkan masalah
kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka
sebelum mereka memeinta bantuan kepada orang lain.

2; Falsafah

Falsafah adalah keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman


dalam melaksanakan tindakan keperawatan kesehatan masyarakat baik
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
Falsafah perawatan kesehatan masyarakat dapat dirumuskan sebagai
berikut :
a; Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur
dan manusiawi yang ditujukan untuk klien.
b; Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan
kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi
terwujudnya manusia yang sehat khususnya dan masyarakat yang sehat
pada umumnya.
c; Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat
diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral dari upaya
kesehatan.
d; Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
e; Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung
secara berkesinambungan.
f; Perawat kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien (individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat) sebagai konsumer pelayanan
keperawatan dan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling
mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan
pelayanan kesehatan kearah peningkatan status kesehatan masyarakat.
g; Pengembangan tenaga perawat kesehatan masyarakat direncanakan
secara berkesinambungan dan terus-menerus.
h; Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas
kesehatannya, ia harus ikut mendorong, mendidik dan berpartisipasi
secara aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri.
3; Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas
Ruang lingkup praktek perawatan kesehatan masyarakat, meliputi
upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (Preventif),
Pemeliharan kesehatan dan pengobatan (kuratif), pemulihan kesehatan
(rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik
individu, keluarga dan kelompok-kelompok masyarakat kelingkungan sosial
dan masyaraktnya (resosialitatif).

a; Upaya Promotif

b;

c;

d;

e;

Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu,


keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan melakukan kegiatan
penyuluhan kesehatan masyarakat, peningkatan gizi, pemeliharan
kesehatan perseorangan, pemeliharan kesehatan lingkungan, olahraga
secara teratur, reakreasi, dan pendidikan seks.
Upaya Preventif
Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan
gangguan kesehatan terhadap individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat, melalui kegiatan imunisasi masal terhadap bayi dan balita
serta bumil, pemeriksaan secara berkala melalui posyandu, puskesmas,
maupun kunjungan rumah, pemberian vitamin A, Yodium melalui
posyandu, puskesmas ataupun dirumah, pemeriksaan dan pemeliharaan
kehamilan, nifas dan menyusui
Upaya Kuratif
Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggotaanggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah
kesehatan, melalui kegiatan perawatan orang sakit dirumah (Home
Care), perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari
puskesmas dan Rumah Sakit, perawatan ibu hamil dengan kondisi
patologis di rumah, ibu bersalin dan nifas, perawatan payudara, dan
perawatan tali pusat bayi baru lahir.
Untuk pemberian terapi, diperlukan kolaborasi dengan dokter,
perawat kesehatan masyarakat hanya memberikan dan mengawasi
pemberian obat, tetapi tidak menentukan terapi pasien.
Upaya Rehabilitatif
Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita
yang di rawat di rumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu
yang menderita penyakit yang sama, misalnya kusta, TBC, Cacat fisik
dan lainnya, dilakukan melalui kegiatan, latihan fisik, bagi yang
mengalami gangguan fisik seperti, penderita kusta, patah tulang, dan
kelainan bawaan, dan latihan-latihan tertentu bagi bagi penderitapenderita penyakit tertentu, misalnya TBC : latihan nafas dan batuk.
Penderita stroke melalui fisioterapi manual yang mungkin dilakukan
oleh perawat.
Resosialitatif

Adalah upaya untuk mengembalikan individu, keluarga, dan


kelompok-kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat,
diantaranya adalah kelompok-kelompok yang diasingkan oleh
masyarakat, karena menderita suatu penyakit, misalnya kusta, AIDS atau
kelompok-kelompok masyarakat khusus seperti kelompok wanita tuna
susila (WTS), tuna wiswa dan lain sebaginya. Disamping itu adalah
bagaimana meyakinkan masyarakatuntuk dapat menerima kembali
kelompok-kelompok yang mempunyai masalah kesehatan tersebut, dan
menjelaskan secara benar masalah kesehatan yang mereka derita tidak
berbahaya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Tentunya perlu
memberikan pengertian dan batasan-batasan yang jelas dan dimengerti.
4; Tujuan Keperawatan Komunitas
a; Tujuan Umum
Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat
secara menyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimal secara mandiri
b; Tujuan Khusus
1; Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat.
2; Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam
rangka mengatasi masalah keperawatan.
3; Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan
pembinaan dan keperawatan
4; Tertanganinya kelompok masyarakat khusus atau rawan yang
memerlukan pembinaan dan keperawatan di rumah, dipanti, dan di
masyarakat.
5; Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindak
lanjut keperawatan di rumah.
6; Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko
tingggi yang memerlukan penanganan dan keperawatan di rumah
dan di Puskesmas.
7; Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk
menuju keadaan kesehatan optimal.
5; Sasaran
Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat atau
sakit atau yang mempunyai masalah kesehatan karena ketidaktahuan,
ketidakmauan dan ketidakmampuan.

10

a; Prioritas pelayanan perawatan kesehatan masyarakat difokuskan pada

b;

c;

d;

e;

keluarga rawan yaitu keluarga yang belum terjangkau pelayanan


kesehatan, yaitu keluarga dengan :
1; Ibu hamil tertentu yang belum ANC
2; Ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neonatusnya.
3; Balita tertentu
4; Penyakit kronis menular yang tidak bisa di intervensi oleh program.
5; Penyakit Endemis
6; Penyakit kronis tidak menular.
7; Kecacatan tertentu (mental atau fisik)
Keluarga dengan resiko tinggi
1; Ibu hamil dengan masalah gizi :
a; Anemia gizi berat ( HB kurang dari 8 %)
b; Kurang Energi Kronis (KEK)
2; Ibu hamil dengan resiko tinggi lain (Perdarahan, infeksi, hipertensi)
3; Balita dengan BGM
4; Neonatus dengan BBLR
5; Usia lanjut jompo
6; Kasus percobaan bunuh diri
7; Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
Drop out tertentu
1; Ibu hamil
2; Bayi
3; Balita
4; Penyakit kronis atau endemis
Kasus pasca keperawatan
1; Kasus pasca keperawatan yang ditunjuk dari institusi pelayanan
kesehatan
2; Kasus katarak yang dioperasi di Puskesmas
3; Persalinan dengan tindakan
4; Kasus psikotik
5; Kasus yang seharusnya dirujuk yang tidak dilaksanakan rujukannya
Pembinaan Kelompok Khusus
Kelompok yang rawan dan rentan terhadap masalah kesehatan
1; Terkait dalam institusi, misalnya :
a; Panti
b; Rutan/Lapas

11

c; Pondok Pesantren
d; Lokalisasi / WTS
2; Tidak terkait dengan Institusi, misalnya :
a; Karang Wredha
b; Karang Balita
c; KPKIA
d; Kelompok pekerja informal
e; Perkumpulan penyandang penyakit tertentu (Jantung, Asma, DM

dll)
f; Kelompok remaja
f; Pembinaan Desa atau Masyarakat Bermasalah
1; Masyarakat didaerah Endemis suatu penyakit, misalnya endemis
malaria, filariasis, diare, dll.
2; Masyarakat didaerah dengan keadaan lingkungan kehidupan buruk,
misalnya daerah kumuh di kota besar.
3; Masyarakat didaerah yang mempunyai masalah menonjol dibanding
dengan daerah lain, misalnya daerah dengan AKB tinggi.
4; Masyarakat didaerah yang mempunyai masalah kesenjangan
pelayanan kesehatan lebih tinggi dari daerah sekitar, misalnya
cakupan ANC rendah, imunisasi rendah.
5; Masyarakat di daerah pemukiman baru, yang diperkirakan akan
mengalami hambatan dalam adaptasi kehidupannya.
6; Pendekatan Keperawatan Komunitas
Dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat yang ditujukan
pada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat secara
keseluruhan, pendekatan yang digunakan oleh perawat kesehatan adalah :
a; Problem Solving Approach
Pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dengan menggunakan
proses keperawatan.
b; Familly Approach
Pendekatan terhadap keluarga binaan.
c; Case Approach
Pembinaan dilakukan berdasarkan kasus yang datang ke Puskesmas
yang dinilai memerlukan tindak lanjut.
d; Community Approach
Pendekatan dilakukan terhadap masyarakat daerah binaan melalui
Survey Mawas Diri (SMD) dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

12

BAB III
KEGIATAN PKL

A;

Tinjauan Umum
1; Kabupaten Kuningan
Kabupaten Kuningan adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa
Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah kuningan. Kabupaten ini terletak di
bagian timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di utara,
Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan,
serta Kabupaten Majalengka di barat. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32
Kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan.
Pusat Pemerintahan di Kecamatan Kuningan.
Wilayah Kabupaten ini adalah dataran rendah, sedangkan dibagian
barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.076 m)
yang biasa salah kapra disebut dengan Gunung Ciremai. Gunung ini
berada diperbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai
adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.
Kabupaten kuningan terletak pada titik koordinat 108 0 23 - 1080 47
bujur timur dan 60 47 - 70 12 lintang selatan. Sedangkan ibu kotanya
terletak pada titik koordinat 60 45 - 7 50 lintang selatan dan 1050 20 1080
40 bujur timur.
Dilihat dari posisi geografisnya terletak di bagian timur Jawa Barat
berada pada lintasan jalan regional yang menghubungkan kota Cirebon
dengan wilayah priangan timur dan sebagai jalan alternatif jalan tengah
yang menghubungkan bandung-majalengka dengan jawa tengah. Secara
administratif berbatasan dengan :
a; Sebelah utara
: Kabupaten Cirebon
b; Sebelah timur
: Kabupaten Brebes ( Jawa Tengah )
c; Sebelah selatan : Kabupaten Ciamis
d; Sebelah berat
: Kabupaten Majalengka
Kabupaten kuningan terdiri dari atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi
atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di
kecamatan kuningan.
13

Permukaan tanah kabupaten kuningan relatif datar dengan variasi


berbukit-bukit terutama kuningan bagian barat dan bagian selatan yang
mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut, sampai
ke daratan yang agak rendah seperti wilayah kuningan bagian timur
dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas
permukaan laut.
Kondisi wilayah kabupaten kuningan yang berada di kaki gunung
ceremai (lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut) sangat bervariasi
yaitu dengan ketinggian anatara 25-2.000 meter di atas permukaan laut.
Sebagian besar wilayah kabupaten kuningan berada pada ketinggian antara
500-1.000 meter di atas permukaan laut yang mencapai 58,90%,
sedangkan wilayah dengan ketinggian di atas 1.000 dpl hanya 6,08%
kondisi itupun menyebabkan kabupaten kuningan mempunyai kemiringan
yang bervariasi.
Ketinggian dari suatu tempat mempunyai pengaruh terhadap suhu
udara, oleh sebab itu ketinggian merupakan salah satu faktor yang
menentukan dalam pola penggunaan lahan untuk pertanian, karena setiap
jenis tanaman menghendaki suhu tertentu sesuai dengan karakteristik
tanaman yang bersangkutan.
Kemiringan tanah yang memiliki kabupaten kuningan terdiri dari :
dataran rendah, dataran tinggi perbukitan, lereng, lembah dan pegunungan.
Karakter tersebut memiliki bentang alam yang cukup indah dan udara yang
sejuk, sangat potensial bagi pengembangan pariwisata.
Sebagian besar tekstur tanah termasuk kedalam tekstur sedang dan
sebagian kecil termasuk tekstur halus kondisi tersebut perpengaruh
terhadap tingkat kepekaan yang rendah dan sebagian kecil sangat tinggi
terhadap erosi.
Tingkat kepekaan terhadap erosi disebabkan kedidaksesuaian antara
penggunaan tanah dengan kemampuan sehingga berakibat rusaknya proses
fisika, kimia dan biologi tanah tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh
terhadap besar kecilnya intensitas tingkat kepekatan terhadap erosi adalah

14

faktor : lereng, sistem penggarapan, pengolahan tanah, jenis tanah dan


prosentase penutup tanah.
Berdasarkan penelitian tanah tinjau kabupatan kuningan memiliki 7
(tujuh) golongan tanah yaitu : andosol, alluvial, podzolik, gromosal,
mediteran, latosol, dan regosol.
a;

b;

c;

Golongan tanah Andosol terdapat di bagian barat kecamatan kiningan


yang cocok untuk ditanami tembakau, bunga-bungaan, sayuran, buahbuahan, kopi, kina, teh, pinis dan apel.
Golongan tanah Alluvial terdapat di bagian timur kecamatan
kuningan, kecamatan Kadugede bagian utara, Kecamatan Lebak
wangi bagian utara, Kecamatan Garawangi dan Kecamatan Cilimus
cock untuk tanaman sawah, palawija, dan perikanan.
Golongan tanah Podzolik terhadap di bagian selatan kecamatan
Kadugede , bagian timur kecamatan Ciniru, bagian timur kecamatan
Luragung, bagian selatan kecamatan Lebakwangi dan kecamatan
Ciwaru cocok untuk ladang dan tanaman keras.
Penduduk kabupaten kuningan tahun 2007 menurut hasil suseda

sebanyak 1.102.354 orang dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP)


sebesar 1,17% pertahun. Penduduk laki-laki sebanyak 549.118 orang dan
penduduk perempuan sebanyak 553.236 orang dengan sex ratio sebesar
99,3% artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding
penduduk laki-laki. Diperkirakan hampir 25% penduduk kuningan bersifat
comuter, mereka banyak yang bermigrasi ke kota-kota besar seperti
jakarta, bandung, yogyakarta, dan sebagainya.
Penduduk

kuningan

umumnya

adalah

suku

sunda

yang

menggunakan bahasa sunda dalam kesehariannya, namun untuk daerah


perbatasan dengan jawa tengahmereka juga ada yang bertutur dengan
menggunakan bahasa jawa. Bahasa sunda yang digunakan di kuningan
memiliki ciri tersendiri (bahasa wewengkon) dibandingkan dengan bahasa
sunda yang digunakan di daerah priangan barat. Mayoritas penduduk
kuningan beragama Islam sekitar 98 % (didaerah Desa Manislor terdapat
komunitas penduduk yang menganut aliran Ahmadiyah), lainnya beragama
Kristen Katolik yang tersebar di wilayah Cigugur, Cisantana, Citangtu,

15

sedangkan sisanya beragama Protestan dan Budha yang kebanyakan


terdapat dikota Kuningan. Diwilayah Cigugur juga terdapat penduduk
yang menganut aliran kepercayaan yang disebut Aliran Jawa Sunda.
Sebagian besar penduduk kabupaten kuningan bernatapencarian
sebagai petani (petani penggarap dan buruh tani), dan lainnya bekerja
sebagai pedagang, pegawai negeri, sipil, TNI, polisi, wiraswasta,dan
sebagainya.
Angka beban tanggungan (Dependency Ratio) Kabupaten Kuningan
tahun 2007 kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu
mencapai angka 5.000. Angka Beban Tanggungan (ABT) merupakan
perbandingan anatara penduduk yang belum/tidak produktif (0 14 tahun
dan usia 65 tahun keatas) dibanding dengan penduduk usia produktif (usia
15 64 tahun), berarti pada tahun 2007 setiap 100 penduduk usia
produktif di Kabupaten Kuningan Menanggung sebanyak 50 penduduk
usia belum/tidak produktif.
Menurut data Suseda tahun 2006, presentase penduduk dewasa yang
melek huruf di Kabupaten Kuningan mencapai 94,75 % sedangkan hasil
Suseda 2007 menunjukan adanya perbaikan menjadi 95,52 %. Begitu pula
rata rata lama sekolah, pada tahun 2006, rata rata lama sekolah
penduduk Kabupaten Kuningan Sekitar 7,16 tahun meningkat menjadi
7,55 % ditahun 2007.
Tingginya AMH Kabupaten Kuningan disumbang oleh Kecamatan
Kuningan, Kuningan dengan AHM tertinggi sebesar 99,83 % sedangkan
AHM terendah dicapai oleh Kecamatan Cibingbin, Kuningan dengan
AHM 80,24 %, sedangkan untuk RLS tertinggi tetap dicapai oleh
Kecamatan Kuningan, Kuningan dengan RLS 9,59 % tahun sedangkan
yang terendah dicapai oleh Kecamatan Hantara, Kuningan dengan RLS
5.47 % tahun.
Presentase penduduk Kabupaten usia 10 tahun ke atas ysang
berpendidikan SD ke bawah sebesar 72,66%, tamat SMP sebesar 13,73%,
tamat SMU/SMK sebesar 10,88% dan sebanyak 2,72% yang tamat
pendidikan tinggi (Akademi/Perguruan Tinggi). Berarti dari 1.000 orang

16

penduduk

10 tahun ke atas hanya 27 orang yang berkesempatan

menyelasaikan pendidikan tinggi (Diploma, Akedemi, Perguruan tinggi).

2; Kecamatan Kadugede
a; Gambaran Umum

Kecamatan Kadugede merupakan bagian dari wilayah


Kabupaten Kuningan yang terletak kurang lebih 4 KM dari sebelah
selatan Ibu Kota Kabupaten Kuningan. Dilihat dari keadaan
geografisnya Kecamatan Kadugede merupakan daerah dataran rendah
dan sebagian perbukitan/pegunungan dengan ketinggian dari
permukaan laut 450 700 M serta dengan curah hujan rata rata 2.360
per tahun, dengan luas wilayah keseluruhan 1.892.992 ha dengan
jumlah penduduk laki laki 12.417 orang, perempuan 12.328 orang
jumlah 24.745 orang.
Adapun jumlah Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Kadugede
adalah 12 Desa, yaitu :
1; Desa Kadugede
: luas 324.080 ha
2; Desa Babatan
: luas 35.397 ha
3; Desa Cipondok
: luas 65.353 ha
4; Desa Windujanten : luas 149.837 ha
5; Desa Bayuning
: luas 221.175 ha
6; Desa Tinggar
: luas 55.720 ha
7; Desa Ciherang
: luas 139.958 ha
8; Desa Cisukadana : luas 58.675 ha
9; Desa Sindangjawa : luas 311.143 ha
10; Desa Ciketak
: luas 66.700 ha
11; Desa Nangka
: luas 184.000 ha
12; Desa Margabakti : luas 196.800 ha
Batas Wilayah Kecamatan Kadugede adalah sebagai berikut :
1; Sebelah Selatan
2; Sebelah Utara
3; Sebelah Barat
4; Sebelah Timur

: Kecamatan Nusaherang
:Kecamatan Cigugur
: Kecamatan Darma
: Kecamatan Kuningan dan Ciniru

Wilayah Kecamatan Kadugede merupakan daerah dataran rendah


sebagaian pegunungan.

17

Berikut keadaan tanah berdasarkan statusnya :


1; Pekarangan

: 189,808 ha
2; Sawah
: 540,878 ha
3; Kebun
: 403,121 ha
4; Hutan
: 1,080 ha
5; Kolam
:10,5 ha
6; Pengangonan
: 30 ha
7; Pemakaman Umum
: 16,413 ha
8; Lapangan Olah Raga
: 4,740 ha
9; Tanah Lainnya
: 79,678 ha
b; Visi dan Misi Kecamatan Kadugede
1; Visi Kecamatan Kadugede, yaitu :
Dalam suasana kehidupan masyarakat yang agamis
Kecamatan Kadugede sebagai Kecamatan pendidikan berwawasan
lingkungan tahun 2013
2; Misi Kecamatan Kadugede, yaitu :
a; Mewujudkan kehidupan masyarakat yang agamis, dinamis,
aman dan tentram.
b; Membangun sumber daya manusia yang kompetitif melalui
peningkatan mutu pendidikan dan derajat kesehatan.
c; Meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengembangan
produk produk unggulan, agribisnis dan pariwisata.
d; Memelihara sumber daya alam dan lingkungan hidup agar tetap
terjaga dan lestari.

B; Tinjauan Khusus
1; Gambaran Umum Desa Ciketak
a; Sejarah Desa
b; Kondisi Umum Desa
1; Kondisi Geografis dan Demografis

Desa Cisukadana adalah salah satu desa di Kecamatan


Kadugede yang mempunyai luas wilayah...........
Batas batas administratif Pemerintahan Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede sebagai berikut :
a; Sebelah Utara
: Desa
b; Sebelah Timur
: Desa

18

c; Sebelah Selatan

: Desa
d; Sebelah Barat
: Desa
2; Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
Dalam upaya pembenahan administrasi kependudukan untuk
mendapatkan jumlah penduduk yang mendekati kebenaran kami
telah berupaya melakukan perhitungan ulang jumlah penduduk,
perhitungan yang kami lakukan dibagi dalam dua kategori, meliput :
a; Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
Tabel 3.2
Jumlah Penduduk Desa Cisukadana
Berdasarkan Usia
No

Jumlah Penduduk

Laki-

Berdasarkan Usia

Laki

0 12 Bulan

>1 <5

>5 <7

>7 <15

>15 <56

>56 Tahun keatas

Perempuan

Jumlah

Jumlah

b; Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 3.3
Jumlah Penduduk Desa Cisukadana
Berdasarkan Jenis Kelamin
No

Indikator

1
2

Laki laki
Perempuan

Jumlah Penduduk

Jumlah

19

c; Jumlah Kepala Keluarga

Tabel 3.4
Jumlah Kepala Keluarga Di Desa Cisukadana
Berdasarkan Jenis Kelamin
No

Indikator

1
2

Laki laki
Perempuan

Jumlah KK

Jumlah

3; Tingkat Pendidikan

Dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini cukup baik, hal ini


ditunjukkan dengan menurunnya jumlah penduduk buta huruf
dengan data tingkat pendidikan sebagai berikut :
a; Tingkat Pendidikan

Tabel 3.5
Tingkat Pendidikan Penduduk
Desa Cisukadana
No

Indikator

Usia 3 -6 tahun belum sekolah

Usia 3 6 tahun TK/Play Group

7 18 tahun tdk sekolah

7 18 tahun sekolah

18 56 tahun tdk sekolah

18 56 tahun SD tdk tamat

Tamat SD/Sederajat

Jumlah

20

Tamat SMP/Sederajat

Tamat SLTA/Sederajat

10

Tamat D1

11

Tamat D2

12

Tamat D3

13

Tamat S1

14

Tamat S2

15

Tamat S3
Jumlah

b; Sarana Pendidikan Formal

Tabel 3.6
Sarana Pendidikan Formal
Di Desa Cisukadana
No

Sarana Pendidikan

TK

SD/Sederajat

PAUD

Jumlah

4; Aspek Ekonomi

Perekonomian desa Cisukadana secara umum didominasi


pada sektor pertanian yang sistem pengelolaannya masih tradisional
(pengolahan lahan, pola tanam maupun pemilihan komoditas
produk pertaniannya). Produk pertanian Desa Cisukadana untuk
lahan sawah masih monoton pada unggulan padi dan Palawija (ubi
jalar), hal ini diakibatkan adanya struktur tanah yang mungkin
belum tepat untuk produk unggulan pertanian diluar sentra padi.
5; Mata Pencariaan

21

Mata pencaharian penduduk Desa Cisukadana Kecamatan


Kadugede, sebagai berikut :
Tabel 3.7
Mata Pencaharian Penduduk
Di Desa Cisukadana
No

Jenis Pekerjaan

Petani

Buruh Tani

PNS

Pengerajin Industri Rumah Tangga

Pedagang Keliling

Peternak

Montir

TNI

POLRI

10

Pensiunan PNS

11

Wirausaha

12

Dosen Swasta

13

Arsitektur

14

Karyawan Swasta

15

Karwayan Pabrik Organik

Jumlah

Jumlah

6; Penggunaan Tanah

Penggunaan tanah di Desa Cisukadana secara umum di


pergunankan pada sektor pertanian sawah sedangkan tanah darat di
peruntukan untuk perumahan dan fasilitas lainnya diantaranya :
a; Luas pemukiman
: 213.360 m2
b; Luas persawahan
: 140.728 m2
1; Sawah irigasi Teknis
: 10.052

22

Sawah tadah hujan


c; Luas perkebunan
d; Luas pemakaman

: 5 ha
: 99.428 m2
: 15.921 m2.

2;

7; Pemilikan Ternak

Tabel 3.8
Kepemilikan Ternak Di Desa Cisukadana
No

Jenis Ternak

Sapi

Kerbau

Babi

Ayam Kampung

Ayam Boiler

Domba

Angsa

Kelinci

Anjing

Jumlah Pemilik

Perkiraan Jumlah
Populasi

8; Sarana dan Prasarana Desa

Tabel 3.9
Sarana dan Prasarana Desa Ciketak
No

Jenis Sarana dan Prasarana

Jumlah

Jalan Aspal Desa

Unit

Jalan Aspal antar Desa

km

Jalan Aspal Kabupaten

km

Jembatan Beton Desa

Unit

23

9;

Jembatan Kayu Desa

Unit

Masjid

Unit

Posyandu

Unit

Lapangan Volly

Unit

9.

Bidan

Orang

10

Perawat

Orang

11

Tempat Pembuangan Sampah Sementara

Lokasi

12

Ojek

Unit

Struktur Organisasi
Gambar 3.1
Struktur Organisas Pemerintahan
Desa Ciketak

Kepala Desa

Sekretaris Desa

Kaur Pemerintahan

Kadus I

Kaur Ekbang

Kaur Kesra

Kadus II

C; Hasil Kegiatan
1; Pengkajian

Kami telah melakukan pengkajian selama 2 hari terhitung mulai tanggal


09 Oktober 2012 10 Oktober 2012 dalam pengkajian tersebut kami
menggambil sempel sebabnyak 180 KK yang ada di Desa Cisukadana.
Pengkajian meliputi data umum kepala keluarga, data anggota keluarga,
status kesehatan keluarga, status imunisasi, status hubungan keluarga, data

24

pola hidup sehari hari, data kesehatan ibu dan anak, status kesehatan
lingkungan, data perilaku hidup bersih dan sehat, dan data mengenai TOGA
(Tanaman Obat Keluarga). Metode yang kami lakukan dalam
mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Data yang telah kami kumpulkan kemudian diolah dengan program SPSS.
Setelah pengolahan data selesai maka dilakukan analisa data.
2; Hasil Pendataan
Tabel 3.10
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Umur
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Umur

Dusun 1

< 20 th

20-45 th

46-55 th

Dusun 2

Jumlah

>55 th

Jumlah
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas

(...) kepala keluarga dari

berumur 20-45 tahun.


Tabel 3.11
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Jenis kelamin

Laki-laki

perempuan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Jumlah
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas (... orang) kepala keluarga dari
berjenis kelamin laki-laki.
Tabel 3.12
25

Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Agama


Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Agama

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Islam

Protestan

Hindu

Katolik

Budha

Lain-lain

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas seluruh kepala keluarga


beragama islam (100%).
Tabel 3.13
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Pendidikan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Pendidikan

NO

Terakhir

Tidak Sekolah

Tidak Tamat SD

Tamat SD

Tamat SMP

Tamat SMA

Tamat D1-3

Tamat D4/S1

Pasca Sarjana

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Jumlah

26

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas %

(... orang) kepala

keluaraga dari berpendidikan tamat SD.


Tabel 3.14
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Pekerjaan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ci Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pekerjaan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Tani

Pedagang

Buruh

Swasta

PNS

TNI/POLRI

Pensiunan

Lain-lain

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas % (... orang) kepala


keluarga dari berkerja sebagai pedagang.
Tabel 3.15
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Pendapatan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan
Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pekerjaan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

0-500 ribu

500-1 Juta

Lebih 1 juta

Jumlah

27

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas ....% (... orang) kepala


keluaraga dari berpenghasilan 0-500 ribu.
Tabel 3.16
Distribusi Frekuensi Kepala Keluarga Berdasarkan Suku
Bangsa Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Suku Bangsa

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Jawa

Minang

Sunda

80

104

184

100%

Madura

Bugis

Batak

Manado

80

104

184

100%

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 100% bersuku bangsa


Sunda.
Tabel 3.17
Distribusi Frekuensi Anggota Keluarga Berdasarkan Umur
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan
Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Umur

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

< 20 tahun

20-45 tahun

46-54 tahun

>55 tahun

Jumlah

28

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas % (... orang) anggota


keluaraga dari ... berumur < 20 tahun.

Tabel 3.18
Distribusi Frekuensi Anggota Keluarga Berdasarkan Jenis
Kelamin Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Jenis kelamin

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Interpretasi data : berdasarkan tabel di atas ...% (... orang) anggota


keluaraga dari ... berjenis kelamin perempuan.
Tabel 3.19
Distribusi Frekuensi Anggota Keluarga Berdasarkan Pekerjaan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pekerjaan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Kerja

Tidak kerja

Jumlah

Interpretasi data : berdasarkan tabel di atas % (... orang) anggota


keluaraga dari ... tidak berkerja.
Tabel 3.20

29

Distribusi Frekuensi Anggota Keluarga Berdasarkan


Pendidikan Terakhir Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pendidikan
terakhir

DUSUN 1 DUSUN 2

JUMLAH

Tidak sekolah

Tidak tamat SD

Tamat SD

Tamat SMP

Tamat SMA

Tamat D1-3

Tamat D4/S1

Pasca sarjana
Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas ...% ( orang) anggota


keluaraga dari ... pendidikan terakahir tidak tamat SD.
Tabel 3.21
Distribusi Frekuensi Anggota Keluarga Berdasarkan Agama
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana Kecamatan
Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Agama

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Islam

Protestan

Hindu

Katolik

Budha

Lain-lain

30

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 100% anggota


kekeluaraga beragama islam.
Tabel 3.22
Distribusi Frekuensi Angka Kesakitan Berdasarkan
Jenis Kelamin Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Jenis kelamin

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Interpretasi data. Berdasarkan tabel di atas ...% (... orang) dari ...
berjenis kelamin perempuan.
Tabel 3.23
Distribusi Frekuensi Kesakitan Berdasarkan Umur
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Umur

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

< 20 tahun

19

23

42

38,53

20-45 tahun

12

18

30

27,52

46-54 tahun

15

13,76

>55 tahun

11

11

22

20,18

50

59

109

99,99

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 38,53% (42 orang)


anggota keluaraga dari 109 kesakitan terbanyak umur <20 tahun.
Tabel 3.24
Distribusi Frekuensi Kesakitan Berdasarkan Keluhan

31

Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede


Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Keluhan

DUSUN 1 DUSUN 2

JUMLAH

Sistem Pernapasan

12

19

21.11

Sistem Pencernaan

4.44

Sistem Kardiovesikuler

Sistem Perkemihan

Sistem Reproduksi

Sistem Muskuloskeletal

Sistem Endokrin

Degneratif

Lain-lain

37

30

67

74.04 %

47

43

90

99.99

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa


angka kesakitan berdasarkan keluhan adalah sebanyak 67 warga
( 74.04 % ) mengeluh sakit kapala dan demam yang tidak diketahui
sebabnya.
Tabel 3.25
Distribusi Frekuensi Kesehatan Berdasarkan Upaya
Pengobatan Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan
Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Upaya
Pengobatan

Sendiri

Dukun

Dokter

Bidan

Kyai

Puskesmas

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

8,25%

12

10

22

20,18%

29

32

61

55,96%

32

Rumah Sakit

Paramedic

Lain-lain
Jumlah

11

17

15,59%

53

56

109

99,98%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 55,96% (61 orang)


anggota keluaraga dari 109 untuk upaya pengobatannya di
puskesmas.

Tabel 3.26
Distribusi Frekuensi Kematian Berdasarkan Umur
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Jumlah

Umur

< 1 tahun

1-5 tahun

6-12 tahun

13-19 tahun

20-45 tahun

46-54 tahun

>55 tahun

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

0.54

0.54

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 0.54% (1 orang) anggota


keluaraga dari 491 yang meninggal pada usia >55 tahun dalam 1 tahun
terakhir.

33

Tabel 3.27
Distribusi Frekuensi Kematian Berdasarkan Keluhan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Keluhan

DUSUN 1 DUSUN 2

Sistem Pernapasan

Sistem Pencernaan

Sistem Kardiovesikuler

Sistem Perkemian

Sistem Reprodiksi

Sistem Musuloskeletal

Sistem Endokrin

Degneratif

Lain-lain
Jumlah

JUMLAH

0,20%

0,20%

Interpretasi data : : Berdasarkan tabel di atas 0,20% (1 orang) anggota


keluaraga dari 491 yang dalam 1 tahun terakhir.
Tabel 3.28
Distribusi Frekuensi Kelahiran Berdasarkan Jenis Kelamin
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Jenis kelamin

Laki-laki

Perempuan

DUSUN 1

Jumlah

DUSUN 2

JUMLAH

0,20%

0,20%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 0,20% (1 orang) dari 491


berjenis kelamin perempuan.
Tabel 3.29
34

Distribusi Frekuensi Kelahiran Berdasarkan Tinggi Badan


Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Tinggi Badan

< 50 cm

50 cm

>50 cm

DUSUN 1

Jumlah

DUSUN 2

JUMLAH

0,20%

0,20%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel di atas 0,20% (1 orang) dari 491


tinggi badan < 50 cm.

Tabel 3.30
Distribusi Frekuensi Kelahiran Berdasarkan Tempat Lahir
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Tempat Lahir

Bidan

Puskesmas

Polindes

Rumah Bersalin

Rumah Sakit

Rumah Sendiri

Lain-lain
Jumlah

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

0,20%

0,20%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 0,20% (1 orang) dari 491


kepala keluarga tempat lahir di paraji.

35

Tabel 3.31
Distribusi Frekuensi Status Imunisasi Berdasarkan Manfaat Imunisasi
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Manfaat

NO

Imunisasi

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Tahu

19

26

74,28%

Cukup tahu

17,14%

Tidak tahu

8,57%

25

35

99,99%

Jumlah

10

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 74,28% (26 orang) dari 35


kepala keluarga sudah tahu tentang manfaat imunisasi

Tabel 3.32
Distribusi Frekuensi Status Imunisasi Berdasarkan Pemberian
Imunisasi Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pemberian
Imunisasi

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Tahu

23

32

91,42%

Cukup tahu

8,57%

Tidak tahu

10

25

35

99,99%

Jumlah

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 91,42% (32 orang) dari 35


anggota keluarga sudah tahu tentang pemberian imunisasi.

Tabel 3.33
36

Distribusi Frekuensi Status Imunisasi Berdasarkan Alasan


Tidak Imunisasi Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Alasan tidak

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

25%

75%

100%

Imunisasi
1

Sudah

Belum

Tidak tahu
Jumlah

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 75% (3 orang) dari 4 anggota


keluarga belum mengetahui alasan tidak di imunisasi.

Tabel 3.34
Distribusi Frekuensi Hubungan Keluarga Berdasarkan
Pengambil KeputusanDi Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Pengambil

NO

keputusan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Ayah

73

91

164

89,13%

Ibu

12

17

9,24%

Kakek / nenek /

1,63%

80

104

184

100%

kakak
Jumlah

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 89,13% (164 orang) dari 184
kepala keluarga yang mengambil keputusan adalah ayah.

37

Tabel 3.35
Distribusi Frekuensi Hubungan Keluarga Berdasarkan
Hubungan Keluarga Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Hubungan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Baik

76

87

163

88,59%

Cukup

17

21

11,41%

Kurang

80

104

184

100%

Jumlah

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 88,59% (163 orang) dari 184
kepala keluarga hubungan keluarganya baik.

Tabel 3.36
Distribusi Frekuensi Hubungan Keluarga Berdasarkan Organisasi
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Organisasi

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Sangat aktif

20

55

75

40,76%

Cukup aktif

53

42

95

51,63%

Kurang aktif

14

7,61%

Jumlah

80

104

184

100%

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 51,63% (95 orang) dari 184 kepala
keluarga hubungan keluarga berdasarkan organisasi cukup aktif.

38

Tabel 3.37
Distribusi Frekuensi Hubungan Keluarga Berdasarkan Kekerabatan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Kekerabatan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Baik

77

94

171

92,93%

Cukup

11

5,98%

Kurang

1,09%

80

104

184

100%

Jumlah

Interpretasi data: Berdasarkan tabel diatas 92,93% (171 orang) dari 184
kepala keluarga hubungan kekerabatannya baik.

Tabel 3.38
Distribusi Frekuensi tempat sampah sesuai syarat kesehatan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Tempat Sampah

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Ya

20

59

79

42,93%

Tidak

60

43

103

55,98%

Tidak Tahu

1,09%

104

184

100%

Jumlah

80

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 55,98% (103 orang) dari 184
kepala keluarga mempunyai tempat sampah sesuai syarat kesehatan.

39

Tabel 3.39
Distribusi Frekuensi memiliki saluran pembuangan air limbah
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Saluran Air
Limbah

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Ya

71

87

158

85,87%

Tidak

16

25

13,59%

Tidak Tahu

0,54%

104

184

100%

Jumlah

80

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 85,87% (158 orang) dari 184
kepala keluarga yang memiliki saluran pembuangan air limbah.

Tabel 3.40
Distribusi Frekuensi ventilasi sesuai syarat kesehatan
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Ventilasi

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Ya

37

46

83

45,11%

Tidak

43

57

100

54,35%

Tidak Tahu

0,54%

104

184

100%

Jumlah

80

40

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 54,35% (100 orang) dari 184
kepala keluarga yang tidak mempunyai ventilasi sesuai syarat kesehatan.

Tabel 3.41
Distribusi Frekuensi Posisi dan kondisi kandang ternak
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Kandang Ternak

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Kurang Baik

Cukup Baik

32

40

68,96%

Sudah Baik

10

18

31,03%

42

16

58

99,99%

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 68,96% (40 orang) dari 58


kepala keluarga mempunyai kandang ternak yang cukup baik.

Tabel 3.42
Distribusi Frekuensi Pemanfaatan pekarangan rumah
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Pemanfaatan
Pekarangan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Kurang Baik

13

21,67%

Cukup Baik

26

30

50%

41

Sudah Baik
Jumlah

11

17

28,3%

43

17

60

99,97%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 50% (30 orang) dari 60 kepala
keluarga yang memanfaatkan pekarangan rumah cukup baik.

Tabel 3.43
Distribusi Frekuensi Kebersihan pekarangan rumah
Di Dusun 1 Dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO

Kebersihan
Pekarangan

DUSUN 1

DUSUN 2

JUMLAH

Kurang Baik

6,7%

Cukup Baik

32

41

68,3%

Sudah Baik

15

25%

43

17

60

100%

Jumlah

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 68,3% (41 orang) dari 60


kepala keluarga kebersihan pekarangan rumah cukup baik.

Tabel 3.44
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Merokok/Menyirih
Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak Kecamatan Kadugede
Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Apakah tidak
NO

merokok/

Dusun 1

Dusun 2

Jumlah

menyirih

42

1
2

Ya
Tidak

43
37
80

Jumlah

71
33
104

114
70
184

61,95%
38,04%
99,99%

Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 61,95% (114 orang) dari 184
kepala keluarga yang merekok.

Tabel 3.45
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Kebiasaan
Sarapan PagiDi Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Jumlah
%
180
97,82%
4
2,17%^
Jumlah
80
104
184
99,99%
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 97,82% (180 orang) dari 184
NO
1
2

Sarapan pagi
Ya
Tidak

Dusun 1
79
1

Dusun 2
101
3

kepala keluarga yang sarapan pagi.

Tabel 3.46
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Menggosok Gigi
Sebelum Tidur Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO
1
2

Gosok gigi
Dusun 1
Dusun 2
JUMLAH
%
Ya
34
40
74
40,21%
Tidak
46
64
110
59,78%
Jumlah
80
104
184
99,99%
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 59,78% (110 orang) dari 184
kepala keluarga yang tidak menggosok gigi sebelum tidur.

43

Tabel 3.47
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Kebiasaan Mencuci
Tangan Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO
1
2

Mencuci tangan Dusun 1


Dusun 2
JUMLAH
Ya
39
50
89
Tidak
41
54
95
Jumlah
80
104
184
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 51,63% (95 orang) dari 184

%
48,36%
51,63%
99,99%

kepala keluarga yang tidak mencuci tangan sesudah BAB.

Tabel 3.48
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Adanya
Jamkesmas/Askes Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO
1
2

Jamkesmas /
Askes
Ya
Tidak

Dusun 1

Dusun 2

JUMLAH

33
58
91
47
46
93
Jumlah
80
104
184
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 50,54% (93 orang) dari 184

%
49,45%
50,54%
99,99%

kepala keluarga tidak mempunyai Jamkesmas/Askes.

44

Tabel 3.49
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Keluarga Tentang
TOGA Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan KadugedeKabupaten Kuningan Tahun 2011
Keluarga
Dusun 1
Dusun 2
JUMLAH
Tentang TOGA
1
Ya
44
57
101
2
Sedikit
19
21
40
3
Tidak
17
26
43
Jumlah
80
104
184
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 54,89% (101 orang) dari 184
NO

%
54,89%
21,73%
23,36%
99,98%

kepala keluarga yang tahu tentang TOGA.

Tabel 3.50
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Pentingnya
Penanaman TOGA Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
Penanaman
Dusun 1 Dusun 2 JUMLAH
TOGA
1
Penting
75
82
157
2
Tidak
2
2
4
3
Tidak tahu
2
21
23
Jumlah
79
105
184
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 85,32% (157 orang) dari 184
NO

%
85,32%
2,17%
12,5%
99,99%

kepala keluarga menyatakan bahwa penanaman TOGA sangat penting.

Tabel 3.51
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan
Penggunaan TOGA Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
45

NO

Penggunaan

Dusun 1
Dusun 2
JUMLAH
TOGA
1
Penting
73
68
141
2
Biasa saja
5
18
23
3
Tidak tahu
2
18
20
Jumlah
80
104
184
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas 76,63% (141 orang) dari 184

%
76,63%
12,5%
10,86%
99,99%

kepala keluarga menyatakan bahwa penggunaan TOGA sangat penting.

Tabel 3.52
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Diare
Pada Keluarga Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Ciketak
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2011
NO
1
2
3

Diare pada
keluarga
Ke Dokter
Beli obat
diwarung
Makan daun

Dusun 1

Dusun 2

JUMLAH

43

49

92

50%

30

40

70

38,04%

7
15
22
11,95%
jambu
Jumlah
80
104
184
99,99%
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas ...% (... orang) dari ... kepala
keluarga bila terjadi diare pada anggota keluarga pertongan pertama
membeli obat diwarung.

Tabel 3.53
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan

46

Kepatuhan minum obat Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cisukadana


Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO
1
2
3

Kepatuhan
Sesuai aturan

Dusun 1

Dusun 2

JUMLAH

%
%

pakai
Lebih dari satu

tablet
Berhenti jika

sembuh
Jumlah
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas ....% (... orang) dari kepala

keluarga yang patuh minum obat sesuai aturan.


Tabel 3.54
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan Keluarga Tahu
Tentang Antibiotik Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Cisukadana
Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO

Tahu tentang

Dusun 1
Dusun 2
JUMLAH
Antibiotik
1
Tahu
2
Sedikit
3
Tidak tahu
Jumlah
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas ...% (... orang) dari .... kepala

%
%
%
%
%

keluarga yang tahu tentang Antibiotik.

Tabel 3.55
Distribusi Frekuensi Indikator PHBS Berdasrkan
Penggunaan Obat Antibiotik Di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa
Cisukadana Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2012
NO
1
2

Penggunaan
Antibiotik
Diminum sampai

Dusun 1

Dusun 2

JUMLAH

%
%

habis
Dihentikan jika

%
47

sudah sembuh
3
Tidak mengerti
Jumlah
Interpretasi data : Berdasarkan tabel diatas ....% (... orang) dari ... kepala
keluarga yang mengetahui penggunaan obat antibiotik diminum sampai
habis.

3; Analisa Data

48

%
%

BAB IV
PENUTUP

A; Kesimpulan

Pada dasarnya kesehatan di Desa Cisukadana sudah baik, namun ada


beberapa hal yang harus ditingkatkan mengingat pentingnya derajat kesehatan
secara optimal di Desa Cisukadana Maka dari itu, kami sebagai
.....................mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan peningkatan
derajat kesehatan, khususnya di Desa Cisukadana dapun kegiatan-kegiatan
yang kami lakukan diantaranya adalah penyuluhan tentang..................Pada
umumnya kegiatan sudah berjalan dengan baik, namun pada pelaksanannya
menemui beberapa hambatan dikarenakan keterbatasan ilmu yang kami miliki
dan waktu yang singkat. Hambatan yang kami hadapi dapat dikondisikan
dengan bekerjasama dari berbagai pihak dalam hal ini perangkat Desa dan
Bidan Desa sehingga kegiatan yang kami lakukan dapat berjalan dengan baik.
B; Saran

Penulis berharap pelaksanaan PKMD yang akan datang dapat berjalan


lebih baik yang didukung dengan kerjasama antar siswa, pendidikan, dan Dinas
Kesehatan Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat, sehingga tujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kuningan Propinsi
Jawa Barat dapat terwujud.

49

DAFTAR PUSTAKA
1; Profil Desa dan Keluraha Desa Cisukadana, Tahun 2010
2; Sejarah singkat Desa Cisukadana, diceritakan kembali oleh Kepala Desa

Cisukadana (SUJA).
3;

50

B PROFIL PENULIS

1; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

2; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

3; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

4; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

5; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

6; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

: Andianti Faramida
: Tangerang, 04 Mei 1994
: Jln Daan Mogot, Gg Pom Bensin RT 03/07, Tanah
Tinggi, Tangerang.

: Deni Priatna
: Tangerang, 09 Desember 2011
: Gg. Jambu

: Herra Anisshya Balgis


: Jakarta, 12 Januari 1994
: Jln. Swadaya, RT 02/04 No. 24, Kec. Larangan,
Tangerang.

: Leny Rahmayanti
: Jakarta, 13 Juni 1995
: Jln. Inpres II. RT 04/05 No 57, Keluruhan Larangan
Utara, Kec. Larangan, Tangerang,

: M. Jeni Mulyadi
: Tangerang, 14 Oktober 1994
: Jln. Maulana Hasanudin RT 01/02 No. 192, Poris
Gaga, Tangerang.
: Nia Wahyuni
: Tangerang, 05 Februari 1995
: Jln. Pembangunan 4 RT 02/12, Tangerang.

51

7; Nama

Tempat, Tanggal Lahir

: Nur Atika
: Jakarta, 01 Januari 1994

Alamat

: Jln. Kebun Jahe Dalam RT 12/03. Kapuk, Jakarta


Barat.

8; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

9; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

10; Nama

Tempat, Tanggal Lahir


Alamat

: Susi Wahyuniati
: Wonogiri, 27 Januari 1994
: Bugel Mas Indah C24 no 3, Kel. Bugel,Karawaci
Tangerang.
: Wahyu Nur afrizal
: Tangerang, 18 Agustus 1994
: Kunciran Jaya

: Yunita Dewi
: Tangerang, 15 Juni 1994
: Jln. Teguh Abdi Nurul Yakin RT 04/04, Poris
Pelawad Indah, Cipondoh, Tangerang.

52