Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN AKHIR KEGIATAN GELADI

PROGRAM REDAKSI
PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH
(TRANS7)

Disusun oleh:
Aneta Indra

1101130133

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi


Telkom Engineering School
TELKOM UNIVERSITY
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Laporan

: Laporan Akhir Kegiatan Geladi

Tanggal Pelaksanaan

: 03 Juni 2015 10 Juli 2015

Nama

: Aneta Indra

NIM

: 1101130133

Kelas

: TT 37 07

Penyusun,

Aneta Indra
NIM : 1101130133

Disetujui dan disahkan,

Pembimbing Akademik

Pembimbing Lapangan

Suci Aulia, A.Md., ST., MT.

Dina Febrianty

NIP. 13861159-1

NIK. 1201037

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah SWT yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan kegiatan geladi ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga
senantiasa tercurahkan sebaik-baiknya kepada teladan umat manusia hingga akhir zaman,
Rasulullah SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dina sebagai pembimbing lapangan,
Ibu Suci sebagai pembimbing akademis, seluruh Bapak/Ibu karyawan yang berada di PT.
Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS7), keluarga dan teman-teman yang senantiasa
memberikan dukungan dalam pengerjaan laporan ini, serta untuk pihak lainnya yang telah
membantu dalam menyelasikan laporan geladi ini.
Dalam laporan ini berisi kegiatan-kegiatan yang penulis alami selama proses geladi,
meliputi rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dan sebagainya. Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini belum sempurna, untuk itu saran dan kritik yang
sifatnya membangun dari semua pihak sangat diharapkan.
Akhirnya, semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan
juga bermanfaat bagi penyusun pada khususnya.

Bandung, 15 Agustus 2015

Penulis

DAFTAR ISI

BAB 2 PENDAHULUAN....................................................................................6
2.1 Latar Belakang................................................................................................6
2.2 Profil Perusahaan............................................................................................8
2.3 Struktur Organisasi Trans7...........................................................................14
2.4 Rumusan Masalah.........................................................................................15
2.5 Struktur Organisasi Redaksi.........................................................................16
2.6 Batasan Masalah...........................................................................................19
2.7 Tujuan Geladi...............................................................................................20
2.8 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Geladi.......................................................20
BAB 3 TINJAUAN TEORI...............................................................................21
3.1 Teori Agenda Setting....................................................................................21
3.2 Definisi Program...........................................................................................22
3.4 Alur Kerja Production Assistant...................................................................23
BAB 4 PELAKSANAAN GELADI...................................................................24
4.1 Rencana Kegiatan.........................................................................................24
4.2 Pelaksanaan...................................................................................................25
4.3 Hasil..............................................................................................................28
BAB 5 PENUTUP..............................................................................................29
5.1 Kesimpulan...................................................................................................29
5.2 Saran.............................................................................................................30
LAMPIRAN.......................................................................................................32

ABSTRAK

Geladi merupakan suatu program kurikuler yang dirancang oleh Universitas Telkom
yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan selama empat
semester. Tujuan umum dilaksanakan geladi itu sendiri adalah untuk memberikan
pengalaman praktek kerja, meningkatkan keterampilan dan wawasan, dan memberi
mahasiswa gambaran nyata mengenai seluk-beluk lingkungan kerja.
Pelaksanaan Geladi penulis kali ini dilakukan di PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
(TRANS7). Mahasiswa disini ditugaskan untuk menjadi Production Assistant pada program
Redaksi. Geladi yang dilaksanakan disini memiliki berbagai macam program dan tugas.
Tugas-tugas yang diberikan kepada kami menambah wawasan kami karena tugas yang
diberikan merupakan hal baru bagi kami, seperti membuat dan menyunting naskah, mengisi
suara (dubbing) hingga menjadi reporter.
Program kegiatan seperti geladi ini sangat penting dilaksanakan untuk menambah
wawasan dalam dunia kerja sesungguhnya. Sehingga ketika mahasiswa sudah selesai
menjalankan program studi di Telkom University, mahasiswa sudah mempunyai sedikit
pengalaman untuk terjun ke dunia kerja.

BAB 2
PENDAHULUAN

2.1

Latar Belakang Pelaksanaan Geladi

Media massa merupakan bagian yang penting dalam masyarakat sejak dahulu.
Melalui media massa segala informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat. Namun, perlu
diketahui apa itu media massa, yaitu sarana komunikasi dimana penyampaian informasi,
gagasan, ataupun pesan dilakukan serentak kepada khalayak.
Menurut Cangara (2006, h. 122):
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan pesan dari
sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat alat komunikasi mekanis
seperti surat kabar, film, radio, TV.
Dari kutipan di atas, penulis menyimpulkan bahwa media massa merupakan alat
komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan, gagasan, ataupun informasi dari
komunikator ke komunikan melalui media massa seperti surat kabar, televisi, film, dan radio.
Hingga saat ini media massa sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat
seiring dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap informasi semakin tinggi. Hal ini juga
dikarenakan perkembangan ilmu dan teknologi yang cepat. Perkembangan media massa
ditanda dengan hadirnya media massa modern, seperti media massa elektronik dan online.
Apa yang tercantum dalam pengertian media massa tidak mungkin meninggalkan
proses komunikasi di dalamnya. Menurut Effendy (2003, h.28):
Dalam bahasa komunikasi pernyataan dinamika pesan (message), orang yang
menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yang menerima
pernyataan diberi nama komunikan (communicate).
Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa komunikasi memiliki
peran yang mendukung terjadinya suatu proses komunikasi. Komunikator merupakan orang
yang menyampaikan pesan pada komunikan. Pesan merupakan pernyataan dinamika, dimana
komunikan merupakan orang yang menerima isi pernyataan dari komunikator.
Dalam komunikasi dikenal pula istilah motif komunikasi, lambang komunikasi,
falsafah hidup, hingga konsepsi kebahagiaan. (HoettaSoehoet, 20013, h.5)

Untuk memenuhi proses komunikasi secara sempurna masing-masing pelaku


komunikasi harus memiliki empat hal tersebut. Pada dasarnya komunikasi selalu bertujuan
mencapai konsepsi kebahagiaannya denga menjalankan motif komunikasi yang ia miliki
untuk menyampaikan isi pernyataan. Dapat disampaikan menggunakan lambang komunikasi
sebagai medai atau tempat dalam menyampaikan isi pernyataan dengan komunikan hingga
mampu mewujudkan konsepsi kebahagiaannya.
Menurut Onong Uchjana Effendy (2000, h.174):
Televisi berasal dari istilah Tele yang berarti jauh dan Vision yang berarti
penglihatan. Segi jauh diusahakan oleh prinsip radio dan segi penglihatan oleh gambar.
Dari kutipan di atas penulis menyimpulkan bahwa terbentuknya suatu istilah televisi
atas dasar prinsip radio yang diambil dari segi jauh dan penglihatan dalam terbentuknya
istilah televisi.
Dengan menggunakan medium audio (suara) dan visual (gambar). Berbeda dengan
media massa lainnya yang hanya menggunakan salah satu medium saja. Karena itu televisi
dinilai lebih menarik perhatian masyarakat atau penonton. Penyampaian pesan yang
disampaiakn juga lebih cepat diterima oleh khalayak. Dengan gaya bahasa yang aktif, televisi
memudahkan khalayak dalam menerima isi pesan yang disampaikan. Namun di sisi lain
televisi memiliki beberapa kelemahan seperti penyampaian pesan yang lebih bersifat satu
arah dan televisi dituntut memiliki tanggung jawab besar untuk menyiarkan acara atau siaran
yang berkualitas.
Berdasarkan instansi penulis melakukan Geladi pada PT. Duta Visual Nusantara Tivi
Tujuh (TRANS7) yang berlokasi di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta yang merupakan sebuah
stasiun televisi swasta yang menyajikan tayangan-tayangan andalannya. TRANS7
mengutamakan kecerdasan, ketajaman, kehangatan penuh hiburan, serta kepribadian yang
aktif.
Pengguna media massa eletronik televisi pada dasarnya memiliki tujuan dari
menonton televisi. Tujuan utamanya ialah mencari hingga mendapatkan informasi dari
segenap fenomena dengan cepat dan tepat.
Saat ini pola berpikir televisi sudah berubah dengan masa lalu. Peran televisi saat ini
tidak hanya untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di lembaga pemerintah, melainkan
pada setiap institusi hingga menyeluruh pada aspek lingkungan sosial masyarakat. Televisi
saat ini juga menjadi medium bagi khalayak untuk mendapatkan berita secara aktual, hiburan
untuk melepas penat, hingga acara yang mengedukasi,dan lain sebagainya.

Latar belakang penulis melakukan Geladi di media elektronik televisi, karena penulis
ingin mengetahui bagaimana cara mendapatkan dan membuat suatu tayangan televisi dengan
benar dan mengetahui kinerja dalam industri pertelevisian. Rasa ingin tahu dan ketertarikan
penulis terhadap media elektronik televisi turut menjadi pendorong penulis untuk melakukan
Geladi di media elektronik televisi pada stasiun Televisi PT. Duta Visual Nusantara Tivi
Tujuh (TRANS7) yang berlokasi di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta.
Pada kesempatan Geladi ini, penulis ditempatkan pada bagian News program Redaksi
sebagai Production Assistant (PA). Dibidang ini penulis diberikan kepercayaan mengikuti dan
mempelajari tata cara proses produksi salah satu program Redaksi dalam membantu
menyiapkan persiapan materi tayangan.
Dalam buku Teori Komunikasi 2, Drs. A.M. Hoeta Soehoet, Teori yang digunakan
dalam laporan ini adalah Teori Agenda Setting. Teori berbunyi, Jika para pemilih dapat
diyakinkan bahwa suatu masalah adalah penting mereka akan memilih calon atau partai yang
telah diproyeksikan sebagai yang paling mampu mengatasi masalah itu. Teori ini
menyatakan masalah-masalah yang diberi perhatian di dalam media akan dirasakan oleh
khalayak sebagai masalah yang penting.
Dengan menerapkan Teori Agenda Setting maka suatu media akan mementingkan
suatu isu-isu yang disajikan untuk mengubah persepsi khalayak agar sesuai dengan keinginan
media tersebut, maka semakin isu itu dianggap penting oleh khalayak. Oleh karena itu
mengapa media massa dipercaya mampu merubah persepsi khalayak..
2.2

Profil Perusahaan

Identitas PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH (TRANS7)

Nama Perusahaan

PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)

Alamat Perusahan

Gedung TRANS7 Jl. Kapten Tendean no. 12 14a, Jakarta


Selatan

Nomor Telepon

(021) 52904409, 52904410

Nomor Fax

(021) 52904406

Hotline
Website

: 0819 0819 8619


:

www.trans7.co.id

Logo PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH (TRANS7)

Gambar 2.3.1 Logo perusahaan


Logo TRANS7 membentuk empat sisi persegi panjang yang mereflesikan ketegasan,
karakter yang kuat, serta kepribadian bersahaja yang akrab dan mudah beradaptasi. Birunya
yang hangat tetapi bersinar kuat melambangkan keindahan batu safir yang tak lekang oleh
waktu, serta menempatkannya pada posisi terhormat di antara batu batu berlian lainnya.
Perpaduan nama yang apik dan mudah diingat, diharapkan membawa TRANS7 ke tengah
masyarakat indonesia dan pemirsa setianya.
Namun berubung dengan 12 tahun Trans untuk indonesia pada 15 Desember 2013,
Trans media melakukan perubahan bentuk logo. TRANS7 mengalami perubahan dengan
aksen gradasi warna seperti pelangi pada huruf A, seperti berikut :

Gambar 2.3.2 Logo terbaru 15 desember 2013 hingga sekarang


Lampiran 2

Sejarah PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH (TRANS7)

TRANS7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional
di Indonesia. TRANS7 berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan
dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya
sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia (KG) dan 12% dimiliki Bakrie & Brothers
perusahaan konglomerat milik Aburizal Bakrie yang memiliki ANTV. Pada tanggal 22 Maret
2000 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta
Visual Nusantara Tivi Tujuh. Pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora
resmi membeli 49% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh.
Dengan kerjasama strategis antara Para Group dan KKG, TV7 melakukan relaunching pada 15 Desember 2006 sebagai TRANS7. Di bawah naungan PT. Trans
Corporation tersebut yang juga merupakan bagian dari manajemen Para Group, TRANS7
diharapkan dapat menjadi televisi yang maju, dengan program-program in-house production
yang bersifat informatif, kreatif, dan inovatif.
Dengan dilakukannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006, tanggal ini
ditetapkan sebagai hari lahirnya TRANS7. Direktur Utama Trans7 saat ini adalah Atiek Nur
Wahyuni.
(lampiran 1)

Program TRANS7

A. Berita
TRANS7 berkomitmen untuk menyajikan yang terbaik bagi pemirsanya, dengan
menyajikan program berita seperti Redaksi yang hadir setiap pagi, siang, sore, dan malam
yang dikemas secara apik dan dinamis, update, dan informatif.
B. Program News TRANS7

10

TRANS7 menghadirkan program seperti Ragam Indonesia, Selamat Pagi, Jejak


Petualang, Indonesiaku, Tau Gak Sih, Jejak Si Gundul, Mancing Mania, Orang Pinggiran,
Warna, Bumi Langit, Laptop si unyil, Si Bolang, Dunia Binatang, CCTV, dan Komunitas
Unik yang memberikan wawasan unik dan berbeda bagi pemirsa.

Program Redaksi

Redaksi adalah program news di TRANS7 yang menyajikan berita-berita yang


dikemas secara aktual dan faktual. Redaksi menghadirkan beragam informasi teraktual dari
berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya hingga berita olahraga. Tayangan
Redaksi dibagi menjadi Redaksi Pagi, Redaksi Siang, Redaksi Sore, dan Redakso Malam.
Pada hari Sabtu terdapat Redaksi Kontroversi dan Redaksi Akhir Pekan. Setiap tayangan
Redaksi memiliki jam tayang yang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing. Untuk
Redaksi Pagi diproduseri oleh Benyamin Fransiskus dan kawan-kawan. Jam tayang Redaksi
Pagi Pagi setiap Senin sampai Jumat pukul 06.45 WIB. Redaksi Siang diproduseri oleh
Yolinda dan kawan-kawan, dengan jam tayang setiap hari pukul 12.30 WIB. Redaksi Sore
diproduseri oleh Taufik Imansyah dan kawan-kawan dengan jam tayang setiap hari pukul
16.20 WIB. Redaksi Malam diproduseri oleh Yogi Tujuliarto dan kawan-kawan. Redaksi
Malam memiliki jam tayang Senin sampai Jumat pukul 00.00

11

Daftar Program Unggulan


KOMEDI

INDONESIA LAWAK KLUB (ILK)

TALK SHOW

1.

BUKAN EMPAT MATA

2.

HITAM PUTIH

1.

REDAKSI

2.

JEJAK PETUALANG

3.

INDONESIAKU

4.

RAGAM INDONESIA

5.

MANCING MANIA

1.

SPORT7

2.

ONE STOP FOOTBALL

3.

GALERI

INFORMASI & DOKUMENTER

OLAHRAGA DAN OTOMOTIF

SEPAKBOLA

INDONESIA

PENGETAHUAN DAN HIBURAN

4.

HIGHLIGHTS MOTOGP

1.

SI BOLANG

2.

LAPTOP SI UNYIL

3.

UNYIL KELILING DUNIA

4.

TAU GAK SIH

5.

DUNIA BINATANG

12

Bidang Pekerjaan yang Dilakukan di Redaksi sebagai berikut :


1. Production Assistant (PA), tugasnya meliputi :
a. Menyiapkan kaset VO, ME, dan mixing
b. Memantau rundown untuk melihat naskah berita yang sudah jadi
c. Mengantar naskah yang sudah jadi untuk voice offer oleh dubber
d. Mengantar naskah dan voice offer ke ruang editing
e. Mencari MOA milik Redaksi di Library jika diperlukan editor
f. Mengantarkan naskah berita dan rundown kepada presenter, audio man dan ke
ruang control room
g. Mengantar kaset mixing untuk tayangan Redaksi ke ruang control room
h. Menuliskan durasi setiap berita yang ditayangkan didalam naskah berita dan
rundown
2. Riset dan Liputan, tugasnya meliputi :
a. Mencari informasi mengenai berita yang terbaru melalui internet
b. Mendampingi camera person untuk liputan dan menjadi reporter
c. Menuliskan naskah berita dan mengirimkannya ke Koordinator Liputan
(Korlip).

Visi Misi PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH (TRANS7)


Visi
1. Dalam jangka panjang TRANS7 menjadi stasiun televisi terbaik di Indonesia dan di
ASEAN
2. TRANS7 juga berkomitmen selalu memberikan yang terbaik bagi stakeholders
dengan menayangkan program berkualitas dan mempertahankan moral serta budaya
kerja yang dapat diterima stakeholders
Misi
1. TRANS7 menjadi wadah ide dan aspirasi guna mengedukasi dan meningkatkan
kualitas hidup masyarakat
2. TRANS7 berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa serta nilai nilai demokrasi
dengan memperbaruhi kualitas tayangan bermoral yang dapat diterima masyarakat
dan mitra kerja

13

2.3

Struktur Organisasi PT. DUTA VISUAL NUSANTARA TIVI TUJUH


(TRANS7)

Direktur Utama
Komisaris Utama
Direktur Keuangan & SDM

Bulletin &
Current Affaris

Kepala Divisi
Produksi
Operations Dept.
Head

Magazine &
Documentery

Production Head
Dept.1

Education &
Adventure

Production Head
Dept.2

Kepala Divisi News

Executive Produser
NEWS
Produser

Production Head
Dept. 3

Kepala Divisi
Technical &
Production
Production
Seevices
Services

Kepala Divisi

Facilities
Services

Kadep Program
Operation Dept.
Head
Program Planning
& Scheaduling
Dept. Head

Art
Transmission
IT

Executive Produser
Produksi

Associate Produser

Reporter

Production Assistant

14

Research &
Development
Dept. Head

Media Licencing
Dept. Haed

2.4.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas, diantaranya:


a

TRANS7 terbagi menjadi beberapa divisi dimana divisinya memiliki tugas dan
program kerja masing masing, apakah selama Geladi tersebut peserta Geladi ikut
dilibatkan langsung dalam setiap pekerjaan pada program di setiap divisinya ?

Kendala apa saja yang diterima oleh setiap peserta disetiap program saat proses
geladi berlangsung ?

Bagaimanakah peran peserta sebagai Production Assistant?

Manfaat apa yang diperoleh oleh setiap peserta selama mengikuti kegiatan
geladi?

15

2.5

Struktur Organisasi Redaksi


(Bagan 2 : Struktur Organisasi Redaksi Pagi)
Komisaris Utama
Chairul Tnjung

Komisaris 1
Agung Adiprasetyo

Komisaris 3
Asih Winanti

Komisaris 2
Ishadi SK

Direktur Utama
Atiek Nur Wahyuni
Direktur Keuangan & SDM Ch.
Suswati Handayani
Direktur Produksi
Andi Chairil

\
Kepala Divisi News
Titin Rosmasari
Bulletin & current Affairs
Magazine & Documentery
Education & Adventure
Assisten Produser 1 :Ida Ayu Octa S

Produser

Assisten Produser 2: Zeeta Libriani

Purwanto
Benyamin F

Reporter
Camera Person
Assistant Produser 3: Agung P

Editor

1.Mumtaza

1.Ayip Iqbal W

2. Guntur A

2. Tegar Herawan

Production Assistant

2.Bilawal Pandhu

3. Mathius

3. Kurnia Y

1. Aditya P

3.Suhandoyo P

4. Genta M

4. Nike Carolina

2. Heru

4.Yosep EP

5. Lydia

5. Micky P

3. Yan Ogi P

5.Margareta A

6. Okki

6. Hendra R

7.Ariestia W

7. Bambang K

8. Sigit

8. Yosua Eddy K

9. Dita

9. Arief H

10. Dinda D

10. M. Budi Chilman

1.Alit Satya N

16

(Bagan 3 : Struktur Organisasi Redaksi Siang)


Komisaris Utama
Chairul Tnjung

Komisaris 1
Agung Adiprasetyo

Komisaris 3
Asih Winanti

Komisaris 2
Ishadi SK

Direktur Utama
Atiek Nur Wahyuni
Direktur Keuangan & SDM Ch.
Suswati Handayani
Direktur Produksi
Andi Chairil
Kepala Divisi News
Titin Rosmasari
Bulletin & current Affairs
Magazine & Documentery
Education & Adventure
Assisten Produser 1 :Benny Dermawan
Assisten Produser 2: Lianita Ruchyat
Assistant Produser 3: Melly

Reporter

Camera Person

Produser
Flori Santi
Yolinda Puspita

Production Assistant

Editor

1.Mumtaza

1.Ayip Iqbal W

1.Dina Febriyanti

1.Firman Aris

2. Guntur A

2. Tegar Herawan

2. Herman Suyudi

2.Eka Septian

3. Mathius

3. Kurnia Y

3. Tasripin

3.P Danurdoro

4. Genta M

4. Nike Carolina

4. Wibat

4.Deden Permana

5. Lydia

5. Micky P

5. Muhammad Yogi

5.M Asep F

6.Okki

6. Hendra R

7.Ariestia W

7. Bambang K

8. Sigit

8. Yosua Eddy K

9. Dita

9. Arief H
10. M Budi Chilman

17

(Bagan 4: Struktur Organisasi Redaksi Sore)


Komisaris Utama
Chairul Tnjung

Komisaris 1
Agung Adiprasetyo

Komisaris 3
Asih Winanti

Komisaris 2
Ishadi SK

Direktur Utama
Atiek Nur Wahyuni
Direktur Keuangan & SDM Ch.
Suswati Handayani
Direktur Produksi
Andi Chairil
Kepala Divisi News
Titin Rosmasari
Bulletin & current Affairs
Magazine & Documentery
Education & Adventure
Produser

Assisten Produser 1 : Iki Putri


Assisten Produser 2: Sutanto
Assistant Produser 3: Arisna Istiaji

Reporter
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mumtaza
Guntur A
Mathius
Genta M
Lydia
Okki
Ariestia
Sigit
Dita
10. Dinda D

Camera Person

Taufik Imansyah
Gogor PAmbudi
Mahkota ElAmin

Production Assistant

Editor

1.Ayip Iqbal W

1.Dina Febriyanti

1.Jolio Daniel

2. Tegar Herawan

2. Herman Suyudi

2.Ilham Mugni

3. Kurnia Y

3. Tasripin

3.Ardhiles P

4. Nike Carolina

4. Wibat

4.Ervin HP

5. Micky P

5. Muhammad Yogi

5.Cornelius FG

6. Hendra R
7. Bambang K
8. Yosua Eddy K
9. Arief H
10. M Budi Chilman

18

(Bagan 5: Struktur Organisasi Redaksi Malam)


Komisaris Utama
Chairul Tnjung

Komisaris 1
Agung Adiprasetyo

Komisaris 2
Ishadi SK

Komisaris 3
Asih Winanti

Direktur Utama
Atiek Nur Wahyuni
Direktur Keuangan & SDM Ch.
Suswati Handayani
Direktur Produksi
Andi Chairil
Kepala Divisi News
Titin Rosmasari
Bulletin & current Affairs
Magazine & Documentery
Education & Adventure
Assisten Produser 1 : Dominicus Aryo
Assisten Produser 2:Tofik
Assistant Produser 3: Agung

2.6
a

Produser
Yogi Tujuliarto
M Hatta

Batasan Masalah
Beberapa materi untuk Laporan Khas Redaksi sulit ditemukan karena kurang
detailnya tanggal liputan tayang, sehingga banyak berita yang didrop atau gagal

tayang.
b
Ketika liputan, tidak semua narasumber mau diwawancarai dan mau
memberikan seluruh informasi yang diperlukan, sehingga reporter harus selektif
c

dan teliti dalam memilih narasumber.


Dalam menyunting naskah, penulisan harus detail, karena jika tidak, hasil akan
tidak maksimal atau bisa saja editor kurang memahami apa yang diinginkan
penyunting naskah terhadap bentuk berita yang akan ditayangkan.

19

2.7

Tujuan Pelaksanaan Geladi

Secara akademis Geladi yang dilakukan penulis adalah sebagai salah satu syarat untuk
memenuhi jumlah sks kuliah semester 4.
Tujuan penulis melakukan geladi sebagai berikut:
1. Penulis ingin mengetahui bagaimana mekanisme kerja di televisi
2. Penulis ingin mengetahui apakah teori yang diberikan selama perkuliahan
dapat disesuaikan dengan praktek kerja di lapangan
3. Penulis ingin mengetahui bagaimana kinerja karyawan di stasiun televisi
4. Penulis ingin mengevaluasi dari semua mata kuliah yang telah diberikan
selama perkuliahan sekaligus belajar lebih jauh tentang materi yang tidak
diberikan dosen selama perkuliahan.

2.8

Waktu dan tempat

Periode

1 Juni 2015 s.d 10 Juli 2015

Waktu pelaksanaan geladi

Senin Jumat, pukul 08.00 19.00 WIB Tempat

Kantor Transmedia, Divisi News (Lt 5)


(Jalan P Tendean, Jakarta Selatan)

20

BAB 3
TINJAUAN TEORI

3.1 Teori Agenda Setting


Selama menjalani Geladi di TRANS7 divisi News

Program Redaksi penulis

mendapatkan banyak pelajaran baru. Tentunya beberapa hal yang tidak diajarkan selama
perkuliah berlangsung. Dalam hal ini berkaitan dengan Teori Agenda Setting yang
menjelaskan tentang diantara sejumlah masalah-masalah yang banyak diberi perhatian di
dalam media akan dirasakan oleh khalayak sebagai masalah yang penting juga. Selama itu
pekerjaan penulis sebagai Production Assistant tidak bisa lepas dari rundown berita Redaksi.
Berpegang dengan rundown berita maka penulis mengetahui berita apa saja yang merupakan
berita utama yang ditempatkan di segmen pertama. Tidak jarang penulis menemukan
perubahan susunan berita di dalam rundown. Tidak jarang dalam seminggu sebuah isu selalu
menjadi berita utama di Redaksi.
Penulis memperhatikan bahwa kasus Angeline, seorang anak kecil yang dilaporkan
hilang oleh ibu angkatnya ditemukan tewas dan terkubur di halaman rumahnya. Kasus ini
merupakan isu terhangat pada saat itu dan hampir semua stasiun televisi menayangkan berita
tersebut sebagai berita utama. Instansi tempat penulis melakukan Geladi pun yaitu Redaksi
TRANS7 pada minggu awal menayangkan begitu banyak berita mengenai Angeline dan
hampir semua dari pemberitaan tersebut merupakan segmen utama.
Dengan pemberitaan Angeline yang menjadi berita utama tak luput dari keputusan rapat
budget redaksi dan keputusan dari produser selaku pemegang kendali atas naskah berita dan
rundown. Mereka mempertimbangkan mengenai current issue Angeline yang bukan
merupakan siapa-siapa namun hanya anak dibawah umur yang diadopsi oleh orang tua
angkatnya yang secara ilegal dikarenakan orang tua kandungnya adalah orang yang tidak
mampu ditemukan tewas dan terkubur di halaman rumahnya sendiri untuk menjadi berita
utama selama satu minggu. Kasus kekerasan dan pembunuhan pada anak memang cukup
banyak, namun kasus Angeline menjadi berita yang menarik dikarenakan terdapatnya banyak
kasus-kasus yang belum terungkap dibalik kematian Angeline. Saat pemberitaan Angeline
dimana-mana penulis menemukan bahwa khalayak saat ini menganggap kasus Ageline sangat
menarik membuat para khalayak tidak ingin ketinggalan mengenai update pemberitaan
Angeline sehingga disitulah Redaksi TRANS7 berhasil menggunakan Teori Agenda Setting

21

dimana Redaksi menganggap berita Angeline penting untuk ditayangkan sehingga khalayak
pun menganggap bahwa pemberitaan tersebut sangat penting dan menarik.
Dengan praktek Geladi ini tentunya sangat membantu penulis dalam mengembangkan
semua pelajaran yang sudah diajarkan selama perkuliahan. Tentu semua yang dikerjakan saat
praktek Geladi berguna bagi penulis. Terutama penulis mendapatkan gambaran bagaimana
dunia kerja di media massa saat ini.
3.2 Definisi Program
Menurut Fred Wibowo (2007, h. 23) :
Program televisi mengembangkan gagasan bagaimana materi produksi televisi itu,
selain menghibur dapat menjadi sajian yang bernilai dan memiliki makna.
Dari kutipan di atas penulis menyimpulkan bahwa program merupakan sarana
pengembangan suatu gagasan yang dibuat tidak hanya untuk menghibur, tetapi mampu
menjadi suatu sajian televisi yang berkualitas.
Menurut Hoetomo (2005, h.4) :
Program adalah hal pokok yang akan dibicarakan atau kegiatan yang akan
ditunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan (acara, televisi, radio, dan sebagainya. Dari
kutipan di atas penulis memahami, program televisi merupakan acara yang membicarakan hal
atau pokok pokok tertentu, yang kemudia akan disiarkan atau diperlombakan.
Bidang Pekerjaan yang Dilakukan di Redaksi sebagai berikut :
1. Production Assistant (PA), tugasnya meliputi :
i. Menyiapkan kaset VO, ME, dan mixing
j. Memantau rundown untuk melihat naskah berita yang sudah jadi
k. Mengantar naskah yang sudah jadi untuk voice offer oleh dubber
l. Mengantar naskah dan voice offer ke ruang editing
m. Mencari MOA milik Redaksi di Library jika diperlukan editor
n. Mengantarkan naskah berita dan rundown kepada presenter, audio man dan ke
ruang control room
o. Mengantar kaset mixing untuk tayangan Redaksi ke ruang control room
p. Menuliskan durasi setiap berita yang ditayangkan didalam naskah berita dan
rundown
2. Riset dan Liputan, tugasnya meliputi :
d. Mencari informasi mengenai berita yang terbaru melalui internet
e. Mendampingi camera person untuk liputan dan menjadi reporter

22

f. Menuliskan naskah berita dan mengirimkannya ke Koordinator Liputan


(Korlip).

3.3 Alur Kerja Production Assistant :

R
)M
(cra
ed
P
ro
vw
h
tp
ay
lg
n
ik
,sm
u
b
jN

23

BAB 4
PELAKSANAAN GELADI
4.1 Rencana Kegiatan
Pelaksanaa Geladi diselenggarakan selama 6 (enam) minggu bertempat di
berbagai perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Peserta Geladi
adalah mahasiswa Universitas Telkom University yang telah menyelesaikan
kuliah tahun pertama atau 42 sks dengan IP 2,00. Dan paling cepat
dilaksanakan pada akhir semester empat untuk program studi S1, dan untuk D3Informatika telah menyelesaikan kuliah semester pertama atau 19 sks.
Potret Mahasiswa Universitas Telkom yang melaksanakan Geladi, secara
umum adalah sebagai Mahasiswa Universitas Telkom sudah dipersiapkan sebagi
individu dengan kemampuan memecahkan masalah. Dalam keseharian di
perkuliahan, mahasiswa selalu diberikan tugas-tugas perorangan atau kelompok,
dengan maksud supaya mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah dengan berbasik akademik secara mandiri maupun kelompok.
Adapun potret kemampuan mahasiswa berdasarkan Program Studi di
Fakultasnya seperti Fakultas Teknik Elektro kemampuan umumnya program studi
1
2

S1 Teknik Telekomunikasi yaitu :


Mampu melakulakan pekerjaan administarasi pada umumnya.
Mampu menggunaka komputer beserta dengan aplikasi yang ada (seperti MS

Office, dll)
Mampu melakukan maintenance/ mengecek dan mendata file didalam komputer

4
5

(melakukan defrag dsb)


Mampu melakukan pembersihan virus yang ada di komputer dan jaringan
Melaksanakan pengukuran rutin/insidentil, pengukuran trafik, dan pemeliharaan

sentral atau perangkat transmisi


Melaksanakn pengukuran, penentuan lokasi, penarikan dan perbaikan jaringan.

24

4.2

Pelaksanaan Tugas Selama Geladi

Dalam geladi yang dilakukan dalam jangka waktu dua bulan, penulis mengikuti
kegiatan geladi ini di PT. Duta Visual Nusantara Tivi 7 atau yang lebih dikenal dengan
TRANS7. Pada kesempatan ini penulis melakukan praktek geladi di program Redaksi divisi
News. Dalam praktek geladi ini penulis berperan membantu Production Assistant khususnya
di tahap pra produksi. Penulis melakukan geladi berdasarkan kesepatakan jam kerja yang
telah ditetapkan pihak Redaksi.
Kegiatan geladi dimulai pada pukul 08.00-19.00 WIB untuk Redaksi Siang - Sore dan
pukul 15.00-02.00 WIB untuk Redaksi Malam. Penulis melakukan geladi selama 5 hari
dalam seminggu. Sebelum tayangnya acara seorang Production Assistant harus mengecek
rundown bila ada naskah yang sudah jadi lalu diberikan kepada dubber untuk di voice offer.
Setelah itu, semua materi dan voice offer tersebut naik ke proses editing. Adapun persiapan
materi yang biasanya dilakukan saat geladi ialah mengambil materi Redaksi ke CNN
Indonesia atau TRANSTV.
Pengerjaan praktek Geladi terhitung sejak 1 Juni 2015 dan berakhir pada 31 Juli
2015. Dengan demikian penulis mengerjakan Geladi selama 6 minggu.
1. Minggu Pertama
Hari / Tanggal

Senin-Jumat (1 5 Juni 2015)

Kegiatan

Sebelum memulai praktek Geladi penulis melakukan

interview dengan Production Assistant Redaksi Siang-Sore.


Pada hari pertama penulis berkenalan dengan para produser dan karyawan lainnya di divisi
News. Pada hari yang sama diajarkan oleh Production Assistant alur kerja Redaksi. Dimulai
belajar memahami tanda apabila naskah sudah jadi dan bisa di print untuk diberikan kepada
dubber untuk di voice offer. Penulis turut menyerahkan MOA (Master On Air) ke Library
yang berada di Gedung TRANS7.
Pada minggu pertama penulis melakukan hal yang sama setiap harinya selama Geladi.

25

2. Minggu kedua
Hari / Tanggal

Senin - Jumat (8 12 Juni 2015)

Kegiatan

Pada minggu kedua penulis ditempatkan di Redaksi

Malam serta menyesuaikan diri lagi terhadap alur Redaksi Malam lebih mengenai cara
kerja tim produksi Redaksi Malam. Dalam minggu kedua ini penulis berkenalan dengan
produser, editor, dan staf lainnya. Penulis juga mempelajari rundown Redaksi Malam dan
kodenya apabila naskah telah selesai. Setelah itu naskah tersebut diberikan kepada dubber
untuk di voice offer lalu dibawa menuju editor untuk proses penyatuan VO dengan materi
video. Penulis juga menyiapkan naskah On Cam untuk presenter. Pada pukul 23.00 WIB
penulis menghubungi staf yang bertanggung jawab untuk jadwal On Air Redaksi Malam.
Setelah semua persiapan selesai, penulis menunggu hingga tayangan selesai kemudian
mengambil kaset dan memasukkan time code dari kaset mixing ke dalam naskah.
3. Minggu Ketiga
Hari / Tanggal

Senin Jumat ( 15 19 Juni 2015)

Kegiatan

Memasuki minggu ketiga dalam Geladi penulis kembali

ditempatkan di Redaksi Malam dengan pekerjaan yang sama seperti minggu kedua, dengan
tanpa bimbingan Production Assisstant. Pekerjaan penulis yaitu menyiapkan kaset-kaset dan
menempatkan kaset ditempatnya masing-masing. Kaset voice offer diberikan ke dubber, kaset
ME ditempatkan di ruangan cut to cut tempat editor, dan kaset mixing ditempatkan di ruangan
editor mixing. Setelah itu penulis mengurus form antar-jemput untuk dubber dan presenter
lalu menghadap produser untuk ditanda tangani, setelah itu form diberikan kepada carpool
sebagai yang bertanggung jawab atas antar-jemput. Selain kegiatan pra produksi yang biasa
penulis kerjakan, minggu ini penulis belajar meminjam kaset MOA di Library atas petunjuk
produser untuk naskah Laporan Khas Redaksi.
4. Minggu Keempat
Hari / Tanggal

Senin - Jumat (22 26 Juni 2015)

Kegiatan

Dalam minggu keempat kali ini penulis ditempatkan di

Redaksi Siang-Sore mulai mempelajari persiapan dan cara cara yang dilakukan Production
Assistant dalam menyiapkan sebuah materi tayangan. Mengambil video, print naskah, hingga

26

mengetahui proses dubbing yang dilakukan oleh dubber untuk Voice Offer dalam tayangan
Redaksi Siang-Sore yang akan tayang. Penulis juga mendapat kesempatan untuk belajar
Voice Offer.
5. Minggu Kelima
Hari/Tanggal

Senin Jumat (29 3 Juli 2015)

Kegiatan

Di

minggu

kelima

pada

hari

pertama,

penulis

melakukan praktek Geladi penulis masih ditempatkan di Redaksi Siang-Sore. Pekerjaannya


mulai dari mengecek rundown, menperint naskah, memberikn naskah untuk di voice offer
oleh dubber, kemudian voice offer tersebut diberikan kepada editor untuk penyatuan dengan
materi video hingga pembuatan naskah On Cam yang akan diberikan kepada presenter. Kali
ini penulis belajar untuk menyunting naskah yang lebih mendetail. Pada hari kedua sampai
akhir pekan, penulis mendapat kesempatan untuk mengikuti Liputan dalam program Inikah
Takdir.
6. Minggu Keenam
Hari/Tanggal

Senin Jumat (6 10 Juli 2015)

Kegiatan

Di minggu keenam ini penulis masih ditempatkan di

Redaksi Siang-Sore. Tapi bukan sebagai Production Assistant melainkan untuk ikut liputan.
Ketika liputan, penulis belajar cara membuat naskah, take PTC, hingga mewawancarai
narasumber. Kemudian di hari terakhir, penulis mengikuti kegiatan sebagai Production
Assistant redaksi siang-sore. Pekerjaannya pun masih seperti minggu sebelumnya, yaitu
mengecek rundown, mengeprint naskah dan diberikan kepada dubber untuk di voice offer,
lalu memberikan materi voice offer dan materi video kepada editor. Penulis juga mengentry
beberapa kaset liputan untuk diserahkan kepada Library. Dan pada minggu terakhir ini
penulis berpamitan kepada produser, editor, Procution Assistant, dan staf lainnya sebagai
penutup kegiatan Geladi.

27

4.3

Hasil Keterampilan Selama Menjalankan Geladi


Selama praktek Geladi, penulis mendapatkan banyak pengetahuan dan pembelajaran

baru mengenai produksi Program News & Bulletin, yaitu :


1. Penulis belajar cara memilah video yang baik untuk materi tayangan, serta
menyesuaikan dengan current issues atau tema yang telah ditentukan
2. Penulis mengetahui cara kerja Production Assistant, dimulai dari pra produksi,
produksi, sampai pasca produksi
3. Penulis juga mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam suatu proses
produksi program News, mulai dari proses persiapan materi yang akan
ditampilkan hingga siap tayang
4. Penulis memahami bagaimana menjadi Production Assistant yang tepat waktu,
baik dalam pengerjaan teknis, tanggap dengan hal yang dibutuhkan dalam
program dan selalu bisa diandalkan
5. Penulis belajar bertanggung jawab secara teknis atas kelangsungan suatu acara
sebelum tayang
6. Melalui Production Assistant, penulis dapat lebih memahami situasi yang
terjadi di belakang layar atau control room

28

BAB 5
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Dari praktek geladi yang telah dilakukan penulis di PT. DUTA VISUAL NUSANTARA

TIVI TUJUH (TRANS7) selama hampir dua bulan sebagai Production Assistant divisi News
program CCTV penulis menyimpulkan judul dari laporan Geladi sebagai berikut:
LAPORAN AKHIR KEGIATAN GELADI
Setelah melakukan Geladi selama 6 minggu, penulis mendapatkan beberapa manfaat
diantaranya mengetahui secara detail tugas seorang Production Assistant. Tugas tersebut
meliputi semua tahapan produksi dan berkoordinasi dengan banyak pihak dan cara
mengambil keputusan mengenai rundown pemberitaan Redaksi TRANS7.
Kesimpulan pengambilan keputusan rundown pemberitaan TRANS7 ditentukan oleh
rapat budget dan keputusan produser. Dan susunan pemberitaan dalam Redaksi dapat
mempengaruhi persepsi khalayak mengenai suatu pemberitaan untuk menjadi penting dan
dapat menjadi perbincangan oleh khalayak.
5.1.1

Alur Kerja Production Assistant :

R
)M
(cra
ed
P
ro
vw
h
tp
ay
lg
n
ik
,sm
u
b
jN

29

Menjalani kegiatan Geladi di TRANS7 banyak sekali pengalaman yang penulis


dapatkan dan penulis benar benar mengetahui aplikasi teori yang telah diberikan di lapangan.
Dengan adanya praktek geladi yang menjadi syarat awal dalam memenuhi mata kuliah
skripsi, penulis mendapatkan pengetahuan mengenai media dimana penulis menjalani geladi
ini yaitu TRANS7. Mulai dari proses memproduksi suatu tayangan hingga memahami sistem
kerja dan proses tayang dalam sebuah program News & Bulletin.
Dalam masa praktek geladi, penulis lebih mengetahui cara pengambilan keputusan
mengenai rundown suatu berita, mempersiapkan materi untuk sebuah program televisi. Mulai
dari mengetahui bagaimana teknis penulisan suatu naskah, teknis men-dubbing untuk materi
tayang, dan untuk beberapa kali penulis sempat diberikan kesempatan dalam proses dummy
voice offer untuk materi tayangan. Suatu tayangan tanpa persiapan yang baik, tidak akan
berjalan sempurna. Begitu juga yang ada dalam program TRANS7 yaitu Redaksi.
5.2

Saran

Proses laporan Geladi ini memang belum sempurna. Berikut saran saran yang dapat
disampaikan oleh penulis dalam proses laporan Geladi ini :
1

Bagi Perusahaan

Saran penulis untuk perusahaan, dari analisis

yang penulis lakukan dalam program Redaksi tempat dimana penulis melakukan
praktek Geladi sudah sangat baik untuk mendalami setiap fakta dan informasi
yang diterima. Proses pengolahan materi tayangan sudah cukup baik karena tim
produksi yang bekerja cukup berkompeten. Kekurangannya adalah program
Redaksi kurangnya SDM untuk Redaksi Malam.
2

Bagi tim produksi Redaksi

Dari analisis yang dilakukan program

tempat penulis melakukan praktek Geladi sudah sangat baik untuk mendalami
setiap fakta dan informasi yang diterima hingga proses editing materi tayangan.
Kerja sama tim produksi dalam program Redaksi terbilang sudah sangat cukup
baik dalam menyiapkan materi mulai dari pra produksi hingga pasca produksi.
Bimbingan serta arahan tim produksi Redaksi pada mahasiswa magang juga
sangat baik. Mampu memberikan ilmu lebih dan memberikan pengalaman serta
ilmu pengetahuan yang sangat besar bagi mahasiswa magang.

30

Berbicara tentang kekurangan yang dimiliki program Redaksi penulis rasa semua
sudah hampir cukup baik dan sempurna. Karena tanpa kerja sama tim yang baik
pasti tidak akan ada tayangan yang sangat baik seperti program Redaksi.

Bagi kampus :
a)

Perlu adanya peningkatan dalam mengarahkan mahasiswa-mahasiswi dalam

bidangnya.
b)

Pihak kampus meningkatkan hubungan luas dengan pihak industri sehingga

mempermudah mahasiswa mahasiswi dalam melaksanakan Geladi.

Semoga laporan geladi ini dapat diterima dengan baik oleh dosen pembimbing, tim
produksi Redaksi, serta dosen yang akan menilai laporan ini. Semoga laporan geladi ini
berguna bagi para pembaca dan program tempat dimana penulis menjalankan praktek geladi.

31

LAMPIRAN
Lampiran 1 (Sejarah TRANS7)
TRANS7 yang semula bernama TV7 berdiri dengan izin dari Departemen
Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000. Pada 22
Maret 2000, keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai
PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Dengan kerjasama strategis antara Para Group dan
KKG, TV7 melakukan re launching pada 15 Desember 2006 sebagai TRANS7 dan
menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lahirnya TRANS7, di bawah naungan PT. Trans
Corpora yang merupakan bagian dari manajemen Para Group yang saat ini telah berubah
nama menjadi CT Corp.
Akhir tahun 2012 bersama dengan TRANS TV dan Detikcom dalam media CT Corp
di bawah naungan payung TRANSMEDIA, TRANS7 diharapkan dapat menjadi televisi yang
maju, dengan program-program in-house productions yang bersifat informatif, kreatif dan
inovatif serta komitmen menyajikan yang terbaik bagi pemirsa keluarga Indonesia dengan
berbagai pilihan program berupa hiburan, informasi, olah raga dan program anak disajikan
secara lengkap.
Lampiran 2 (Arti Logo)
Minggu, 15 Desember 2013 Trans Media me-launching logo baru bersamaan dengan
ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol 'Diamond A' ditengah kata
TRANS7 merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua
orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau
keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.
Masing masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai
cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus
melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau
menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan
sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus
menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki
harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan

32

kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang
masa.

33

Gambar Aplikasi ENPS

34