Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

OS KATARAK SENILIS MATUR


Pembimbing :
dr. Bagas Kumoro, Sp. M
dr. Lutfi Zein, Sp. M
dr. Iwan Dewanto, Sp. M
Oleh :
Harmas Suhendi
092011101023
LAB/ SMF ILMU KESEHATAN MATA
FK UJ - RSD dr. Soebandi Jember
2013

IDENTITAS
Nama : Tn. T
Umur : 40 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama

: Islam

Pekerjaan

: Nelayan

Alamat: Puger Wetan I / 1


No. RM

: 347831

Tanggal pemeriksaan

: 18 Juni 2013

ANAMNESIS
Auto dan heteroanamnesis dilakukan pada tgl 18 Juni 2013.
KU : Mata kiri buram.
RPS :
Pasien mengeluh mata kiri buram sejak 3 minggu yang lalu. Gejalanya
muncul perlahan, awalnya pasien agak kesulitan untuk melihat jauh,
lama kelamaan pasien merasa ada bayangan putih yang menutupi
matanya, bayangan semakin lama semakin tebal hingga saat ini tidak
dapat melihat apapun. Sebelumnya kedua mata pasien tidak pernah
mengalami trauma baik fisik maupun kimiawi. Pasien tidak pernah
mengeluh matanya berair, tidak pernah sakit mata merah sebelumnya,
namun pasien merasa kemeng pada mata kiri.

ANAMNESIS
Beberapa bulan yang lalu mata kiri pasien masih dapat
sedikit melihat meskipun yang terlihat seperti tertutup tirai.
Sejak penglihatannya kabur, pasien tidak pernah merasa
melihat seperti dalam terowongan. Pandangan pasien silau dan
kadang melihat pelangi saat menatap cahaya lampu. Tidak
pernah melihat benda lebih kecil dari ukuran sebenarnya. Tidak
pernah melihat kilatan cahaya. Tidak pernah melihat dobel dg
satu ataupun dua mata. Tidak pernah melihat seperti benang
melayang-layang.

Tidak ada keluhan pada mata kanan. Pasien merasa


aktivitasnya terganggu dengan gejala-gejala pada mata kiri,
kemudian pasien memeriksakan diri ke poli mata RSD. dr.
Soebandi Jember.

ANAMNESIS

RPD
Operasi katarak 2 tahun yang lalu (OD pseudofakia), Riwayat
trauma disangkal, hipertensi (-), hipotensi (-), DM (-),
RPKM
Pasien tidak menggunakan kacamata sebelumnya.
RPK
Tidak ada keluarga pasien yang seperti ini.
RPO
Tidak pernah dilakukan pengobatan sebelumnya.

STATUS GENERALIS
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
VS
TD : 110/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 20 x menit
T : 36,4 oC
Th C/P : S1, S2 tunggal E/G/M : -/-/Ves +/+ Rh -/- Wh -/ Abd : Flat, Bu +N, Timpani, Soepel
Ext : AH +/+ Oe -/-

STATUS OFTALMOLOGI
A. PRE MIDRIASIL
OD

OS

6/15

1/

Tidak maju (6/15)

Tidak maju (1/)

Bisa dari segala arah

Bisa dari segala arah

Edema (-)

Edema (-)

Hiperemi (-)

Hiperemi (-)

Kornea

Jernih, arcus senilis +

Jernih, arcus senilis +

Sklera

Putih

Putih

BMD

Cukup dalam

Cukup dalam

Pupil

Bulat, reguler, isokor 3 mm,


Reflek Cahaya (+), Leukokorea (-)

Bulat, reguler, isokor 3 mm,


Reflek Cahaya (+), leukokorea
(+)

Warna Coklat, regular, atrofi (-)

Warna Coklat, regular, atrofi (-)

jernih

Keruh keseluruhan

Visus
Pin hole
Proyeksi Iluminasi
Palpebra
Konjungtiva

Iris
Lensa

B. PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Tonometri
TOD : 5/ 5,5 : 17,3 mmHg
TOS : 6/ 5,5 : 14,6 mmHg
Funduskopi

C. POST MIDRIASIL OS
Visus

Tetap
(1/)

Pupil

Reguler, 7mm,
leukokorea (+)

Lensa

Keruh keseluruhan

Iris Shadow
Fundus Reflek

Fundus Refleks negatif

RESUME

Pasien laki-laki umur 40 tahun datang ke poli mata dengan


keluhan pandangan mata kiri kabur sejak sekitar 3 minggu yang
lalu. Pasien merasa pandangan matanya seperti di tutupi kabut
dan semakin lama semakin tebal hingga saat ini tidak dapat
melihat sama sekali.
Pada pemeriksaan mata didapatkan
OD : Visus 6/15, Pinhole visus tetap
OS : Visus 1/. Pinhole dan Post midriasil visus tetap, iris
shadow (-), lensa keruh keseluruhan, dan fundus reflek (+)

Diagnosis
OS Katarak Senilis matur
DD
Katarak komplikata
Katarak senilis hipermatur
Terapi
OS Pro ECCE dengan IOL
Prognosis
Dubia ad Bonam

POA DIAGNOSIS

Slit Lamp OS
Funduskopi OS pre op dan post op

POA TERAPI
Slit lamp OS , tujuan:
a. melihat letak dan tebal kekeruhan lensa
b. melihat apakah kekeruhan lensa sebanding dengan penurunan
visus. Jika tidak sebanding, maka perlu dicurigai adanya penyakit
penyerta. Misalnya uveitis anterior (diterapi dg Siklopegik homatropin
2% 3 tts sehari, kortikosteroid prednison 2 tab 3 kali sehari, antibiotika
sesuai indikasi) atau sinekia posterior (diterapi dg siklopegik, dan bila
gagal lakukan iridektomi)
c. melihat ada tidaknya komplikasi
Funduskopi OS Untuk melihat kelainan pada segmen posterior.
Dilakukan pre dan post op untuk melihat ada tidaknya komplikasi.
Misalnya : Senile macule degeneratif (jika ada maka dilanjutkan dengan
FFA) atau retinitis pigmentosa (post op) agar dapat diterapi sesuai
penyebab.

Persiapan pre-op ECCE:


Anel test
Cek DL, UL, GDS jika ada kelainan, dikontrol terlebih dahulu, utamanya gula
darah konsultasi ke penyakit dalam
Konsultasi ke kardiovasa tekanan darah, HR, cardiac output, dan irama
jantung terkontrol
Bila terjadi penyulit durante op. ECCE :
Prolaps vitreus vitrektomi
Prolaps iris reposisi segera
Perdarahan kauterisasi pembuluh darah permukaan sklera
Bila terjadi penyulit post op. ECCE :
Peradangan : antiinflamasi topikal dan sistemik
Infeksi : antibiotik topikal dan sistemik dan disesuaikan dengan bakteri penyebab
Udara masuk ke belakang iristidur tanpa bantal, sulfas atropin1% 3 dd gtt 1
Hifema parasintesis jika ada indikasi
Prolaps iris reposisi jika bersih, iridektomi jika kotor

POA REHABILITASI

Penggunaan kacamata baca post op ECCE dengan


addisi + 3.00 Dioptri dapat dilakukan 2-3 bulan
setelah operasi.
Kontrol rutin post operasi (hari ke 1 minggu ke
1,bulan ke 1, bulan ke 2) selama 6-8 minggu
evaluasi visus.

POA EDUKASI
Menjelaskan kepada pasien bahwa :
Mata kiri pasien yang tidak dapat melihat sebabkan oleh kekeruhan pada
lensa mata (katarak) yang menghalangi pandangan pasien.
Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut (slit lamp dan funduskopi) untuk
melihat ada tidaknya komplikasi dan penyakit penyerta.
Terapi yang akan dilakukan adalah operasi. Diperlukan pemeriksaan lebih
lanjut untuk persiapan operasi.
Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi selama ataupun setelah
operasi.
Saat operasi akan dilakukan penanaman lensa.
Setelah operasi maka diperlukan penggunaan kacamata baca

(. Lanjutan)

Setelah operasi diperlukan kontrol rutin ke poli mata untuk evaluasi daya
lihat (visus) dan ada tidaknya komplikasi post op. Daya lihat setelah
operasi sangat dipengaruhi oleh komplikasi yang terjadi
Setelah operasi, selama 8 minggu perlu diperhatikan bahwa pasien tidak
terlalu banyak menunduk, membungkuk, dan telungkup, mengucek mata,
mengangkat barang berat, mengedan waktu BAB karena mata belum
sembuh total (8 minggu - dapat melepas jahitan).
Pasien boleh bekerja dan beraktifitas yang tidak berat, dan pasien harus
mematuhi anjuran yang diberikan dokter seperti memakai obat secara
teratur dan menutup mata dengan benar.

TERIMA KASIH