Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Saat ini gangguan haid merupakan keluhan tersering bagi wanita yang
datang ke poliklinik ginekologis dan menoragia merupakan salah satu diantaranya
yang tersering.Hampir semua wanita pernah mengalami gangguan haid selama
hidupnya bahkan banyak diantaranya harus mengalami gangguan ini setiap
bulannya.Gangguan ini dapat terjadi dalam kurun waktu antara menarche dan
menopause. Gangguan haid atau perdarahan abnormal menjadi masalah menarik
sehubungan dengan makin meningkatnya usia harapan hidup perempuan (3,5,9).
Penelitian ginekologis terbaru melaporkan bahwa sekitar 30% wanita
premenopause

mengeluhkan

menstruasi

yang

berlebihan.

World

Health

Organizations (WHO) baru-baru ini melaporkan bahwa 18 juta wanita golongan


usia 30-55 tahun merasa bahwa perdarahan dalam menstruasinya berlebihan.
Menorrhagia harus dapat dibedakan dari diagnosis ginekologis lainnya, termasuk
metroragia, menometroragia, polimenorea dan perdarahan karena disfungsi uterus
(dysfunctional uterine bleeding).Menoragia sendiri merupakan suatu keadaan
dimana siklus menstruasi dalam interval yang normal tapi memiliki durasi yang
memanjang dan perdarahan yang berlebihan (1-2).
Perdarahan yang berlebihan pada menstruasi merupakan keluhan yang
subjektif, sehingga menyulitkan penegakan diagnosis menoragia.Regimen terapi
sebaiknya mengacu pada siklus menstruasi yang dianggap tidak normal oleh
pasien, yaitu lamanya menstruasi dan jumlah perdarahan.Keberhasilan terapi pun
lagi-lagi berdasarkan penilaian subjektif pasien sehingga pengukuran keberhasilan
pun menjadi lebih sulit (11).