Anda di halaman 1dari 23

PERUBAHAN LAKTOSA MENJADI ASAM LAKTAT

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktikum Mata Kuliah
Biokimia

Oleh
Nita Aryani
Rina Wulandari
Sofi Farhati A
Agni Alfia A

1321540
132154085
132154095
132154101

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa yang
telah melimpahkan rahmat, barakah dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang penulis beri judul Laktosa menjadi Asam Laktat.
Shalawat

dan

salam

semoga

senantiasa

menyelimuti

Rasulullah

Muhammad SAW tercinta, berikut seluruh keluarganya, sahabatnya, dan segenap


kaum mukmin yang menaati sunnah dan meneladani perilaku beliau selama
hidupnya.
Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan khususnya bagi penulis
umumnya pembaca yang berkenan membaca makalah ini, serta dengan makalah
ini diharapkan menjadikan motivasi khususnya bagi penulis dalam menginovasi
sumber daya alam yang ada dilingkungan sekitar.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada
1. Suharsono M.Pd, selaku ketua jurusan Pendidikan Biologi,
2. Edi Hernawan M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Biokimia,
3. Popo Mustafa Kamil M.Pd, selaku asisten dosen mata kuliah Biokimia,
4. Rekan rekan seangkatan yang sudah memberikan motivasi dan dukungan
untuk menyelesaikan makalah ini.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang selalu
memberikan doa dan dukungan, serta pihak-pihak yang telah membantu hingga
karya tulis ini dapat selesai pada waktunya.
Makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi
maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
wawasan penulis. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
untuk menyempurnakan makalah ini.
Akhirnya semoga makalah ini berguna bagi kita.

Tasikmalaya, Juni 2014


Penulis,

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................. i

Daftar Isi.................................................................................................. iii


Daftar Tabel.............................................................................................. iv
Daftar Gambar............................................................................................ v
Bab I Pendahuluan....................................................................................... 1
A.

Latar Belakang Makalah......................................................................1

B.

Rumusan Masalah.............................................................................. 1

C.

Tujuan Penulisan Makalah....................................................................2

Bab II Pembahasan...................................................................................... 3
A.

Pengertian Susu................................................................................. 3

B.

Pengertian Laktosa............................................................................. 4

C.

Pengertian Asam Laktat.......................................................................5

D.

Sejarah Yoghurt................................................................................. 6

E.

Pengertian Yoghurt............................................................................. 8

F.

Cara Pembuatan Yoghurt....................................................................13

Bab III Penutup......................................................................................... 15


A.

Simpulan....................................................................................... 15

B.

Saran............................................................................................ 15

Daftar Pustaka.......................................................................................... 16
Lampiran................................................................................................. 17

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Kandungan Gizi Susu dan Yoghurt tiap100 g 8


Tabel 2 Kandungan Vitamin Susu dan Yoghurt tiap 100 g .. 9
Tabel 3 Kandungan Asam Amino Susu dan Yoghurt (mg/100 ml) 9
Tabel 4 Hasil Pembuatan Yoghurt Sebelum dan Sesudah Dipanaskan ... 14

Tabel 5 Hasil Pembuatan Yoghurt Sebelum dan Sesudah Diberi Bibit ... 14

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Tahapan Perubahan Laktosa Menjadi Asam Laktat Selama


Proses Fermentasi Berlangsung oleh Bakteri Asam ...... 5

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Makalah
Pada saat sekarang ini sangat banyak industry yang memproduksi
susu, dan yoghurt. Produksi susu dunia dilaporkan mengalami peningkatan,
diperkirakan meningkat 2,2% menjadi 693 milyar ton pada tahun 2008 dan
diperkirakan mencapai 710 milyar ton pada tahun 2009, suatu perkembangan
yang termasuk lambat dibandingkan beberapa tahun terakhir sebelumnya.
Yoghurt merupakan salah satu jenis minuman yang termasuk dalam minuman
penyegar. Untuk memperoleh yoghurt dengan kualitas yang baik diperlukan
susu yang berkualitas baik pula. Yoghurt dibuat dengan proses fermentasi
dengan bantuan bakteri lactobacillus streptococcus. Bakteri ini memiliki
kemampuan dalam memfermentasi susu menjadi asam susu (asam laktat).
Produksi yoghurt menurut data dari Badan Pusat Statistik (2008) jumlah
produksi yoghurt di Indonesia dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005
terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya
mencapai angka 56,97%.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dibahas
dalam makalah ini yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apa yang dimaksud dengan susu ?


Apa yang dimaksud laktosa ?
Apa yang dimaksud asam laktat ?
Bagaimana sejarah yoghurt ?
Apa yang dimaksud yoghurt ?
Bagaimana cara pembuatan yoghurt ?

C. Tujuan Penulisan Makalah

Sejalan dengan rumusan masalah, makalah ini disusun dengan tujuan


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengetahui apa yang dimaksud dengan susu;


Mengetahui apa yang dimaksud dengan laktosa;
Mengetahui apa yang dimaksud dengan asam laktat;
Mengetahui sejarah yoghurt;
Mengetahui apa yang dimaksud dengan yoghurt;
Mengetahui cara pembuatan yoghurt.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Susu
Pada zaman dahulu, susu telah dipakai sebagai bahan pokok pangan
manusia. Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu,
seperti sapi, kuda dan domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000
SM untuk diambil daging, bulu dan susunya. Di Timur Tengah, susu bahkan
terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana. Diperkirakan
susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah
Anatolia. Sementara, susu mulai masuk keInggris pada periode Neolitik.
Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai
dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan. Kemudian, pada abad
ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan
diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru
dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke
18.
Susu

adalah cairan

berwarna

putih

yanng disekresikan

oleh

kelenjar mamae (ambing) pada binatang mamalia betina, untuk bahan


makanan dan sumber gizi anaknya.(Winarno,1993). Didalam susu terdapat
gizi karbohidrat berupa laktosa. Karena sifat gulanya yangtidak terlalu manis,
gula laktosa susu tidak merusak gigi. Zat gizi lain yangdikandung susu adalah
lemak, sumber vitamin seperti vitamin A, vitamin E, dan vitamin D. Susu
juga menjadi sumber kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk pertumbuhan
tulang dan gigi.
Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat
mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi
berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis,
susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.

Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur
produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang
lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara
alami mengandung nutrisi penting, seperti ermacam-macam vitamin, protein,
kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc. Pendapat lain menambahkan bahwa
susu mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang
dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk
yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum
susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.
B. Pengertian Laktosa
Laktosa merupakan komponen utama karbohidrat dalam susu. Selama
proses fermentasi, sekitar 20 30 % laktosa susu difermentasikan oleh
Bakteri Asam Laktat (BAL) melalui beberapa jalur yang berbeda. BLA
bersifat homofermentative, sehingga pada produk akhir fermentasi meskipun
melalui jalur yang berbeda, dihasilkan produk akhir fermentasi yang sama,
yaitu Asam Laktat. Jenis bakteri lain, seperti Bifidobacterium spp,
menghasilkan Asam Asetat dan Asam Laktat dalam perbandingan

3:2.

Konsentrasi akhir Asam Laktat sekitar 0,7 1,2% dari yoghurt yang
dihasilkan. Asam Laktat yang dihasilkan dari proses fermentasi ini
merupakan campuran dari isomer L(+) and D(-). Komposisi isomer asam
laktat yang dihasilkan tergantung dari jenis kultur yang digunakan, tetapi
secara umum isomer L(+) biasanya sekitar 70% dari total Asam Laktat yang
dihasilkan (Gilliland SE,1991).
Dalam susu terdapat laktosa yang sering disebut gula susu. Pada
wanita yang sedang dalam masa laktasi atau masa menyusui, laktosa kadangkadang terdapat dalam urine dengan konsentrasi yang sangat rendah.
Dibandingkan terhadap glukosa, laktosa memunyai rasa yang kurang manis.
Apabila laktosa dihidrolisis kemudian dipanaskan dengan asam nitrat akan
terbentuk asam musat.

Gambar 1
Tahapan Perubahan Laktosa Menjadi Asam Laktat
Selama Proses Fermantasi Berlangsung oleh
Bakteri Asam Laktat
C. Pengertian Asam Laktat
Asam laktat (Nama IUPAC: asam 2-hidroksipropanoat (CH3-CHOHCOOH), dikenal juga sebagai asam susu) adalah senyawa kimia penting
dalam beberapa proses biokimia. Seorang ahli kimia Swedia, Carl Wilhelm
Scheele, pertama kali mengisolasinya pada tahun 1780. Secara struktur, ia
adalah asam karboksilat dengan satu gugus [hidroksil] yang menempel pada
gugus karboksil. Dalamair, ia terlarut lemah dan melepas proton (H+),
membentuk ion laktat. Asam ini juga larut dalam alkohol dan bersifat
menyerap air (higroskopik).
Asam ini memiliki simetri cermin (kiralitas), dengan dua isomer:
asam L-(+)-laktat atau asam (S)-laktat dan, cerminannya, iasam D-(-)-laktat
atau asam (R)-laktat. Hanya isomer yang pertama (S) aktif secara biologi.

Fermentasi asam laktat terbagi menjadi dua jenis, yaitu homofermentatif


(sebagian besar hasil akhir merupakan asam laktat) dan heterofermentatif (hasil
akhir berupa asam laktat,asam asetat, etanol dan CO2). Secara garis besar,
keduanya memiliki kesamaan dalam mekanisme pembentukan asam laktat,
yaitu piruvat akan diubah menjadi laktat (atau asam laktat) dan diikuti dengan
proses transfer elektron dari NADH menjadi NAD +. Pola fermentasi ini dapat
dibedakan dengan mengetahui keberadaan enzim-enzim yang berperan di
dalam jalur metabolisme glikolisis.
Pada heterofermentatif, tidak ada aldolase dan heksosa isomerase
tetapi menggunakan enzim fosfoketolase dan menghasilkan CO 2. Metabolisme
heterofermentatif dengan menggunakan heksosa (golongan karbohidrat yang
terdiri dari 6 atom karbon) akan melalui jalur heksosa monofosfat atau pentosa
fosfat. Sedangkan homofermentatif melibatkan aldolase dan heksosa aldolase
namun tidak memiliki fosfoketolase serta hanya sedikit atau bahkan sama sekali
tidak menghasilkan CO2. Jalur metabolisme dari yang digunakan pada
homofermentatif adalah lintasan Embden-Meyerhof-Parnas. Beberapa contoh
genus bakteri yang merupakan bakteri homofermentatif adalah Streptococcus,
Enterococcus, Lactococcus, Pediococcus, dan Lactobacillus sedangkan contoh
bakteri heterofermentatif adalah Leuconostoc danLactobacillus.

D. Sejarah Yoghurt
Pada tahun 1908 seorang peneliti bernama E Metchnikoff membuat
hipotesis yang spektakuler. Dikatakan bahwa ada hubungan erat antara umur
panjang masyarakat pegunungan di Bulgaria dengan kebiasaan mereka
mengkonsumsi susu fermentasi. Kendati data empiris yang ada masih
terbatas, hipotesis tersebut dianggap menarik untuk dikaji dan diungkap lebih
lanjut. Metchnikoff sendiri akhirnya diberi penghargaan Nobel dan sejak saat
itu produk susu fermentasi terus dikembangkan dan diteliti.
Banyak di antara kita mengenal yoghurt hanya sebatas sebagai
minuman kesehatan. Awalnya yoghurt hanya dikenal di Turki, sehingga di

Turki pula yoghurt paling banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai
dari bahan campuran untuk makanan, sebagai minuman kesehatan, maupun
untuk mandi rendam atau luluran.
Bisa dikatakan sebagian besar hidangan asli Turki menggunakan
campuran yoghurt. Setelah yoghurt semakin dikenal luas di seluruh dunia,
penggunaannya untuk berbagai masakan makin beragam pula. Mulai dari
hidangan pembuka (appetizer) hingga hidangan penutup (dessert), dari
hidangan yang gurih hingga yang manis, bisa diberi campuran yoghurt.
Yoghurt konon ditemukan secara tidak sengaja. Beratus-ratus tahun
lampau, peternak domba di Turki biasa menyimpan kelebihan susu perahnya
dalam buyung keramik atau kantung tradisional dari kulit domba. Ketika
hendak dikonsumsi, ternyata susu telah menjadi asam dan teksturnya
mengeras, tapi tidak basi.
Susu terfermentasi ini kemudian dinamakan yoghurt. Namun dalam
perkembangannya kemudian, yoghurt rakyat Turki tidak lagi berasal dari susu
mentah. Susu domba dipanaskan (tidak sampai mendidih) dalam buli-buli
keramik hingga volumenya tinggal dua pertiganya. Setelah suam-suam kuku,
susu dibubuhi yoghurt sebagai biang, lalu diperam.
Setelah mengenalnya dari penduduk Turki, penduduk negara-negara
Balkan seperti Bulgaria, Ceko, Slovakia, dan sekitarnya menamainya jaurt.
Yoghurt pertama kali dikenal di Prancis setelah seorang dokter Yahudi dari
Konstantinopel, Turki, datang mengobati Raja Francois I yang sedang
menderita sakit pencernaan. Sejak itu susu asam ini di Prancis disebut jaourt.
Ketika menyeberang ke Inggris, namanya menjadi yogurt atau yoghurt. Di
jazirah Arab, penduduk terbiasa mengkonsumsi susu unta. Yoghurt buatan
mereka yang berasal dari susu unta ini mereka sebut keffir. Di wilayah Asia
Tengah dan India, yoghurt lazim dibuat dari susu kuda dan dinamai kumiss.

E. Pengertian Yoghurt
Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi
bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang
kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu
(laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk
menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt. Yoghurt
tersedia dalam beraneka macam rasa, rasa alami, rasa buah, rasa vanilla, atau
rasa cokelat juga populer.
Yoghurt mempunyai nilai gizi yang tinggi. Dalam yoghurt terkandung
kalori, protein, karbohidrat, kalsium dan kalium lebih tinggi dibandingkan
susu segar, tetapi kandungan lemaknya lebih rendah. Hasil analisis
kandungan gizi Susu dan Yoghurt Tamine dan Robinson (Robinson, 1985)
disajikan pada Tabel 1, 2 dan 3.
Tabel 1
Kandungan Gizi Susu dan Yoghurt tiap100 g

No

Kandungan
(unit/100g)

Susu

Yoghurt

Kalori

67,5

72

Protein (g)

3,5

3,9

Lemak (g)

4,25

3,4

Karbohidrat (g)

4,75

4,9

Calsium (mg)

119

145

Sodium (mg)

50

47

Potasium (mg)

152

186

Tabel 2
Kandungan Vitamin Susu dan Yoghurt tiap 100 g.

No

1
2
3
4
5
6

Vitamin

Susu

Yoghurt

Vitamin A (IU)

148

148

Thiamin B1 (g)

37

30

Riboflavin B-2 (g)

160

190

Pyridoxine B-6 (g)

46

46

0,39

0,33

1,5

0,7

Cyanocobalaime B-12
(g)
Vitamin C (mg)

Tabel 3
Kandungan Asam Amino Susu dan Yoghurt (mg/100 ml)
No

Asam Amino

Susu Sapi

Yoghurt

Alanine

0,16-0,64

1,17-3,80

Arginine

0,16-0,96

0,70-1,39

As asparat

0,23-0,52

0,70-1,20

Glisine

0,30-0,52

0,28-0,45

As Glutamate

1,48-3,90

4,80-7,06

Histidine

0,11

0,80-1,70

Isoleucine

0,06-0,15

0,15-0,40

Leucine

0,06-0,26

0,70-1,82

Lysine

0,22-0,94

0,80-1,11

10

Methionine

0,05

0,08-0,20

11

Phenylalanine

0,05-0,13

0.17-0,61

12

Proline

0,12

5,40-7,05

13

Serine

0,08-1,35

1,50-2,90

14

Threonine

0,05-0,26

0,24-0,70

15

Thryptophan

trace

0,2

16

Tyrosine

0,06-0,14

0,18-0,61

17

Valine

0,10-0,25

0,90-1,86

Manfaat Yoghurt Untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit.


1. Meremajakan wajah (Anti Aging)
Yogurt yang kaya kandungan asam laktat, penting perannya
sebagai komponen dalam prenting bahan kimia untuk proses pergantian
kulit. Menurut Hema Sundaram, MD. ahli hermatologi mengatakan
"Pengelupasan lapisan atas kulit dapat membersihkan noda dan
menyebabkan perubahan warna, bahkan dapat mengurangi kerutan-kerutan
halus pada permukaan kulit".
2. Pembersih perabot ramah lingkungan
Perabot rumah tangga sangat rawan terhadap debu yang
menyebabkan kusam. Yogurt dapan menjadi bahan pembersih dan mampu
membuat berkilau dan mengkilapkan perabotan berbahan kuningan.
Seorang pakar lingkung dan penulis buku 'Better Basics for the Home'
bernama Annie Bond mengatakan bahwa Asam laktat yang terkandung
berfungsi merotokan kotoran atau kerak debu yang menempel pada
perabotan."
3. Memperlancar pencernaan dalam tubuh
Menurut ahli kuliner dan gizi, Robin Plotkin, RD, Kandungan
probiotik yang merupakan bakteri baik dalam yogurt mampu membuat
keseimbangan mikroflora dalam usus yang berperan penting dalam proses
pencernaan usus dan menjaga kebugaran tubuh. Manfaat diatas didapat
jika yoghurt dipastika mengandung sedikitnya probiotik hidup sebanyak
satu miliar unit pembentuk koloni (colony-forming units atau CFUs).
Untuk mengetahui kandungan probiotik hidup bisa dilihat di iklan produk
yogurt ternama.
4. Menjaga kesehatan jantung
"Yoghurt adalah bahan makanan rendah lemak bisa jadi bahkan
bebas lemak sehingga baik untuk kesehatan jantung. Alvaro Alonso, MD,
PhD, seorang profesor di University of Minnesota mengatakan bahwa
mengkonsumsi yogurt dengan porsi tepat mampu mencegah atau
setidaknya menurunkan risiko serangan darah tinggi". Hal ini disebabkan

karena kandungan protein dalam susu mampu mengendalikan tekanan


darah, magnesium, kadar kalsium, potasium serta efektifitas nya dalam
penurunan tekanan darah.
5. Menjaga kekebalan tubuh terhadap bakteri jahat (Antimikroba)
Selain asam laktat yang dihasilkan yoghurt, dihasilkan pula zat
yang bersifat antimikroba yang menghasilkan antibiotik dan beberapa
bakteri baik yang mencegah serangan bakteri jahat yang dihasilkan oleh
asam asetat dan hydrogen peroksida.
6. Mencegah timbulnya Candida Albicans
Candida Albicans, merupakan jenis jamur penyebab penyakit
wanita yang disebut vaginitis yang merupakan penyakit kelamin yang
menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyaman pada bagian kelamin wanita.
Jamur Candida Albican mampu dikendalikan pertumbuhannya oleh bakteri
probiotik.
7. Sebagai pencegah Osteoporosis
Penyerapan Kalsium dan fosfor yang berfungsi untuk kekuatan
tulang dihasilkan oleh asam laktat yang memproduksi metabolit.
Metabolisme tulang juga mampu berjalan baik karena yoghurt membantu
memproduksi vitamin K yang berpera penting dalam hal ini.
8. Mendukung proses pencernaan laktosa
Minuman hasil fermentasi dan yoghurt lebih mudah dicerna oleh
tubuh daripada susu tanpa proses fermentasi sehingga baik digunakan
sebagai alternatif bagi penderita ketidak mampuan mencerna laktosa susu
atau laktose intolerance.
9. Pencegah tumor dan kanker
Efek anti tumor didapat dari Lactobasillus achidophilus dan
Lactobasillus bulgaricus yang dihasilkan yoghurt. Kanker rahim dan
kanker prostat mampu di cegah oleh kandungan yoghut dengan kandungan
asam folat dan seng.

F. Cara Pembuatan Yoghurt


Susu dapat diolah dengan bioteknologi sehingga menghasilkan produk
produk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega. Berikut ini adalah proses
pembuatan yoghurt.
1. Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Yoghurt yaitu
a. Panci atau wajan;
b. Alat pembakar (kompor);
c. Stoples ;
d. Sendok;
e. Termometer;
f. Ph indikator;
g. Susu murni;
h. Bibit yoghurt (Lactobacillus bulgaricus);
2. Proses Pembuatan Yoghurt yaitu
a. Menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan;
b. Mengamati fisik susu sebelum di didihkan (dipasteurisasi) warna,
bau, pH, serta rasanya;
c. Menyalakan alat pembakar (kompor);
d. Mendidihkan susu murni pada panci atau wajan yang telah disediakan
hingga suhu 60-75C (Pasteurisasi);
e. Mendinginkan susu pada suhu kamar sehingga suhunya mencapai 3537C;
f. Memberi bibit yoghurt (Lactobacillus bulgaris) pada susu tersebut
dengan takaran 500ml susu murni : sendok teh Lactobacillus
bulgaris);
g. Mengaduk secara perlahan hingga rata kemudian tuangkan ke dalam
stoples serta tutup rapat sampai udara tidak dapat masuk;
h. Menyimpan pada tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari
langsung selama 24 jam.
3. Hasil Pembuatan Yoghurt
Setelah dilakukan pembuatan yoghurt didapatkan hasil dalam
pembuatan yoghurt yaitu
Tabel 4
Hasil Pembuatan Yoghurt
Sebelum dan sesudah dipanaskan

Sebelum dipanaskan
Warna
Bau
Rasa
pH
Putih
Susu
Tawar
7

Sesudah dipanaskan
Warna
Bau
Rasa
Putih
Aroma Tawar

Tawar

pH
7

susuny
a lebih
tercium
Tabel 5
Hasil Pembuatan Yoghurt
Sebelum dan Sesudah Diberi Bibit

Sebelum diberi bibit


Warna
Putih

Bau
Aroma

tulang

susuny

Rasa
Tawar

Sesudah diberi bibit


pH
7

Warna
Putih
tulang

Bau
Asam

Rasa
Sedikit

pH
4

asam

a lebih
tercium

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Yoghurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt
dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Fermentasi
merupakan bentuk tertua dari bioteknologi minuman beralkohol (bir, anggur,
tuak), Lactobacillus lebih berperan dalam pembentukan aroma, sedangkan

streptococcus lebih berperan dalam pembentukan cita rasa. Bakteri


Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopilus akan memicu proses
fermentasi dari susu, mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat.

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, anna. Titin, supriyanti. (2005). Dasar-dasar Biokimia. Jakarta:
Universitas Indonesia (UI-Press).

Pratiwisari, ratni. (2010). Laktosa. [Online]. Tersedia:


https://ratniprawitasari.wordpress.com/tag/laktosa/. [16 Juni 2014].
Tito, ryan. Teknologi Sintesa Susu, Yoghurt, dan Keju. [Online]. Tersedia:
http://www.scribd.com/doc/227564168/Teknologi-Sintesa-Susu-YogurtDan-Keju-by-Ryan-Tito. [17 Juni 2014].

LAMPIRAN
Dokumentasi Hasil Percobaan