Anda di halaman 1dari 8

Pilih fender untuk kapal cargo dengan panjang L= 95 meter

Cek DWT di OCDI melalui distribusi frekuensi yang paling banyak terjadi

Gunakan fentek_katalog

Jenis dermaga tiang pancang untuk dapat koefisien buffer, koefisien kekerasan = 1
karena dari beton

Jawab:
Cek DWT kapal cargo dengan L= 95 meter dari OCDI

Dari tabel diperoleh :


DWT = 3.000 DWT, B = 14,6 meter, Draft = 5,6 meter
Displacement kapal 3000 DWT terdapat pada OCDI (2002) halaman 17 dengan
formula sebagai berikut:

DWT = Deadweight Tonnage


GT = Gross Tonnage
DT = Displacement Tonnage
Maka:
log (DT) = 0.550 + 0.899 log (3000) = 3.675
DT = 4731.512 ton
Kecepatan sandar kapal
: bergantung nilai displacement serta kondisi lingkungan tempat kapal akan bersandar
antara sheltered (terlindung) atau exposed (terbuka). Dari Katalog Fentek Marine
Fendering Systems (2002), halaman 76, berikut tabel kecepatan sandar kapal:

Maka dipilih yang kecepatan sandar kapal sebesar = 6.7 cm/s


Penentuan Koefisien

Koefisien Softness (Cs)


Berdasarkan OCDI, jika asumsi tidak terjadi deformasi dan karena pondasi terbuat
dari beton, diambil nilai Cs = 1

Koefisien Konfigurasi Penambatan (Cc)


Berdasarkan OCDI, untuk jenis struktur dermaga dengan pondasi tiang, nilai Cc = 1

Koefisien Eksentrisitas (Ce)


3

Koefisien eksentrisitas merupakan koefisien yang mereduksi energi yang disalurkan


ke fender. Koefisien eksentrisitas dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
BS (1994) 6349-4 Gambar 1 hal. 6:
C E=

K 2 + R2 cos2 ( )
K 2+ R 2

OCDI (2002) hal. 16:


C E=

1
l
1+
K

( )

Keterangan:
= Radius girasi pada kapal = (0,19+0,11)
= Koefisien blok = volum kapal yang terpindahkan oleh kapal / ( x B x D)
= jarak dari titik dimana kapal menyentuh fasilitas mooring ke pusat gravitasi kapal
diukur dari sisi depan dermaga (lihat Gambar 2)
= Jarak dari titik kontak ke pusat massa kapal
= sudut antara garis yang menghubungkan titk kontak terhadap pusat massa dan
vektor kecepatan
Maka: diambil nilai Ce maksimum = 1

Koefisien Massa Semu (Cm)


Saat kapal mengenai fasilitas berthing dan pergerakannya langsung terhenti oleh
fender yang ada, massa air yang bergerak memberikan energi besarnya dipengaruhi
oleh besar kapal. Faktor ini disebut koefisien massa semu (virtual mass coefficient).

W = Volume air yang dipindahkan kapal


= 1,687 . DWT0,969 = 1,687 x 30000,969
= 3948.622 ton
Lpp

= Panjang garis air (m)


4

= 0,846, LOA 1,0193


= 86.81 m

Cb

3948.622

= 86.81 x 14.6 x 5.6


= 0,556

Maka,
Cm

= 2.08

Perhitungan Energi Berthing


Berdasarkan OCDI 2002 (hal. 16), formula untuk mengitung energi berthing sebagai
berikut:

=0,52
Keterangan:
= Energi berthing (kNm)
= Massa air yang dipindahkan (ton)
= Kecepatan kapal saat menumbuk dermaga (m/s)
= Koefisien eksentrisitas
= Koefisien massa semu
= Koefisien kekerasan
= Koefieisn konfigurasi penambatan
E N =0.5 x 3000ton x 0.067 m/s 2 x 1 x 2.08 x 1 x 1

Maka EN= 14.00568 kNm


Menurut PIANC (2002), energi sandar kapal harus dikalikan dengan angka faktor
keamanan untuk mengantisipasi terjadinya abnormal impact, sehingga besarnya beban
adalah sebagai berikut:

Keterangan:
= energi berthing abnormal
= energi berthing normal
= faktor keamanan
Tabel Faktor keamanan untuk abnormal berthing menurut Katalog Fentek Marine
Fendering Systems (2002), hal. 80

= 140056,8 1.75

EA

24.50994 kNm

Pemilihan fender
Fender yang optimum terjadi jika terdefleksi 45% dari L (panjang total fender).
ER yang dipilih harus lebih besar dari 0.5 x Ef (Energi berthing terfaktor), maka E R >
0.5 x 24.50994 kNm
Dari Fentek_Catalogue_Sept02_Complete, yang dipilih adalah fender tipe: Unit
Element Fenders UE 400 Indeks E1.3, dengan ER=25 kNm >12.2 kNm dan RR =137
6

kN

Defleksi = 45% dan menghasilkan nilai RR = 85% dan ER = 75%