Anda di halaman 1dari 11

PENERAPAN K3 PADA LABORATORIUM KOMPUTER

Dosen Pengajar : Dr. Ir. I Ketut Wijaya, MErg

Oleh:
Wahyu Rizki A.
1304405110

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA

PENERAPAN K3 PADA LABORATORIUM KOMPUTER


Wahyu Rizki A
(1304405110)
0

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Udayana


ryzky.paperfly@gmail.com

ABSTRAK
Penentuan tata letak peralatan elektronik, desain ruang, dan perangkat
pendukung lainnya adalah suatu bentuk penerapan K3 yang harus diperhatikan
dengan baik, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi
persyaratan untuk beroperasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu
metode dimana peneliti mengumpupulkan data dengan pengukuran atau
pengamatan secara langsung. Objek yang dijadikan pengamatan atau
pengukuran yaitu adalah laboratorium computer Fakultas Teknik Universitas
Udayana.
Dengan mewujudkan laboratorium yang layak operasi diperlukan
penempatan perlatan yang tersusun rapi berdasar kepada proses dan langkahlangkah penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan, begitu pula
dengan daerah kerja harus memiliki luas yang memungkinkan pengguna /
pekerja / operator dapat bergerak bebas, aman dan nyaman, di samping lalu
lintas bahan yang akan digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah
dan lancar. Selain sisi tata letak, foktor K3 lain sangatlah penting penerapannya.
Pengaruh peralatan atau perbotan yang digunakan dalam laboratorium haruslah
disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan dalam ruangan tersebut, seperti
radiasi cahaya layar monitor yang harus dihindari dengan menjaga jarak
pandang terhadapnya, jiga akan mewujudkan laboratorium yang nyaman, aman
dan juga efisien.

Kata kunci : laboratorium, komputer, kesehatan dan keselamatan kerja


1. LATAR BELAKANG
1.1 Pendahuluan
Keberadaan laboratorium komputer
dalam mendukung proses perkuliahan
sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Apalagi
di era teknologi informasi sekarang ini,
keberadaan laboratorium seperti urat nadi,
sehingga secara kuantitas dan kualitas
harus ditingkatkan. Di sisi lain, proses
perkulihan untuk menghasilkan lulusan
yang siap menghadapi dunia kerja harus
diwujudkan oleh lembaga. Untuk itu
penyediaan laboratorium komputer harus
selalu menyesuaikan dengan kebutuhan
(Karti Soenarto,2003).

Laboratorium komputer yang baik


adalah laboratorium komputer yang segala
fasilitasnya dapat dimanfaatkan oleh
mahamahasiswa dengan maksimal.
Keunggulan yang diperlukan adalah
keunggulan
dalam
kemampuan
adaptasi terhadap perkembangan teknologi
(Yulianto,2009:19).
Dengan kata lain laboratorium
komputer ideal adalah laboratorium
komputer yang secara kuantitas dan
kualitas sesuai dengan perkembangan
zaman.
Pemanfaatan komputer yang tepat
untuk
pengembangan
laboratorium
komputer memberikan dampak yang cukup
signifikan dalam proses belajar mengajar.
Hasilnya, mahasiswa merasa enjoy karena
1

berkurangnya
proses
membayangkan
sesuatu yang seharusnya dapat mereka
lihat
secara
langsung.
Kebutuhan laboratorium komputer menjadi
syarat mutlak pada sebuah sekolah. Namun
sampai saat ini masih belum ada panduan
secara tertulis tentang standar kebutuhan
laboratorium komputer. Yang ada saat ini
adalah bagaimana universitas berlombalomba menghadirkan teknologi komputer
terkini untuk universitasnya. Hal tersebut
sah-sah saja, seturut dengan semakin
mudah dan murahnya harga sebuah
teknologi komputer. Namun ada baiknya
dikaji lagi apakah laboratorium komputer
bisa memberikan nuansa yang berbeda
bagi dosen pendidik dan mahasiswa dalam
proses belajar mengajar. Secara umum
proses belajar mengajar yang terjadi pada
sebuah laboratorium komputer adalah
dosen
menerangkan
konsep
dan
menuliskannya dipapan tulis, kemudian
mahasiswa memperhatikan, mencatat, dan
kemudian melakukan proses praktik. Jika
siswa bertanya tentang hal yang
berhubungan dengan praktik, maka dosen
akan menerangkannya di papan tulis.
Ujung-ujungnya
adalah
mahasiswa
membayangkan apa yang tertulis dipapan
tulis dengan kenyataan sebenarnya.
Walaupun ada solusi sederhana dan
gampang dengan membeli LCD Projector,
masalah selesai. Tetapi lain halnya bila
universitas hanya bisa menghadirkan 20
30 komputer yang cukup terkoneksi dalam
jaringan
komputer
sederhana,
dan
keterbatasan
dana
untuk
membeli
perangkat LCD Projector. Alur proses
belajar
mengajar
seperti
diatas
mengakibatkan sekitar 30% waktu
terbuang karena harus menunggu tulis
menulis dipapan yang seharusnya dapat di
tampilkan secara langsung disetiap
tampilan display para mahasiswa. Jadi, apa
yang dilakukan dan terlihat oleh pengajar,
maka hal tersebut dapat pula terlihat pada
tampilan
display
masing-masing
mahasiswa.
1.2 Rumusan Masalah

Dari latarbelakang diatas dapat ditarik


ditarik suatu rumusan masalah yaitu apa
yang menjadi permasalahan K3 di
laboratorium komputer dan bagaimana tata
ulang laboratorum komputer seharusnya.
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang diperoleh
yaitu pembaca dapat mengetahui apa yang
menjadi permasalahan K3 laboratorium
computer dan bagaimana tata ulang
laboratorum komputer seharusnya
2.

Materi dan Metode

Dalam hal standarisasi pengelolaan


laboratorium komputer itu sendiri, telah
ditetapkan dalam beberapa kesepakatak
perjanjian nasional bahkan internasional
yakni antara lain yang telah disepakati
dalam :
1. Konvensi internasional (GATT, WTO,
AFTA, dll).
2. JIS (Japan Industrial Standards);
3. Uni Eropa - CE Mark, CE adalah
sertifikasi keamanan produk
4. IEEE 802.11 - Standar Komunikasi
Wireless LAN;
5. ICSA
(Indonesian
Costumer
Satisfaction Award);
6. SNI 01-3553-1996 - Standar Nasional
Indonesia (Product Certification).
7. SMM
ISO
9001:2000
(Sistem
Manajemen Kualitas atau Mutu /
Quality Management System/QMS);
8. SML ISO 14001 (Sistem Manajemen
Kesehatan Lingkungan);
9. OHSAS 18001 (Sertifikasi Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja);
Pemerintah telah menentukan Standar
Sarana dan Prasarana Untuk SD/MI,
SMP/MTs, dan SMA/MA pada poin D.6
menegaskan bahwa standar untuk sarana
laboratorium komputer pada sekolah
ataupun pada tingkat perkuliahan yang
berisi antara lain (PERMENDIKNAS RI
No. 24 Th. 2007):
2

a) Berfungsi
sebagai
tempat
mengembangkan keterampilan dalam
bidang TIK;
b) Dapat menampung minimum satu
rombongan belajar yang bekerja
dalam kelompok @ 2 orang;
c) Rasio
minimum
luas
ruang
laboratorium komputer 2m2/peserta
didik. Untuk rombongan belajar
dengan peserta didik kurang dari 15
orang,
luas
minimum
ruang
laboratorium komputer 30m2. Lebar
minimum
ruang
laboratorium
komputer 5m, dilengkapi sarana
minimal
sebagaimana
yang
distandarkan.
3.
Hasil dan Pembahasan
3.1 Kondisi fisik ruangan
Ruangan laboratorium memiliki ciri
fisik sebagai berikut ini, yaitu :
1. Panjang ruangan = 703 cm + 174
cm
2. Lebar ruangan = 675 cm
3. Tinggi ruangan = 316 cm
Yang juga dilengkapi dengan sejumlah
jendela sebanyak 10 buah yang dilengkapi
dengan ventilasi sebanyak 13 buah dan
juga sebuah pintu.
3.2 Isi di dalam ruangan
Di dalam ruangan Laboratorium
Komputer Jurusan Teknik Elektro,
memiliki sejumlah perlengkapan dan juga
fasilitas lainnya yang dapat menunjang
dari seluruah kegiatan yang berlangsung di
dalam laboratorium ini, yakni :
1. Lampu ruangan yang terdiri dari 4
buah lampu, namun hanya 3 buah
lampu yang masih berfungsi
dengan baik.
2. Pendingin ruangan atau yang lebih
dikenal
dengan
AC
(Air
Conditioner) sebanyak 2 buah,
dimana dengan kejelasan sebagai
berikut,
3. Jarak AC I dengan lantai = 255
cm,

4. Jarak AC II dengan lantai = 200


cm
5. Besar daya listriknya @ AC =
3,5 watt / 220 240 volt / 50
hertz
6. Meja komputer sejumlah 21 buah
dengan bahan kayu dan memiliki
ciri fisik sebagai berikut :
7. Panjang meja = 143 cm
8. Lebar meja = 53 cm
9. Tinggi meja = 74 cm
10. Dilengkapi juga dengan sejumlah
kursi sebanyak 42 buah dengan ciri
fisik kursi sebagai berikut ini :
11. Tinggi kursi dari bawah hingga
penyangga belakang tubuh = 80
cm
12. Tinggi kursi dari bawah hingga
lutut = 40 cm
13. Alas lantai berupa karpet
14. Korden berwarna cream
15. Papan tulis 1 buah (wahite board)
16. Keyboard sebanyak 21 buah
17. Layar monitor LCD CT-723D
selebar 17 inch dengan banyak 21
buah
18. Mouse Logitech
3.3 Kondisi di dalam ruangan
Kondisi
dari
dalam
ruangan
Laboratorium Komputer Jurusan Teknik
Elektro ini berdasarkan hasil pengamatan,
maka dapat dideskripsikan sebagai berikut
ini :
1. Suhu dalam ruangan 20C ( dengan
menggunakan AC)
2. Memiliki kapasitas ruangan yang
dapat ditampung hingga sebanyak
40 orang
3. Cat dinding yang terdiri atas dua
buah warna, yakni putih dan merah
muda
4. Ruangan laboratorium terbagi atas
dua buah ruangan
3.4 Pengaruh Peralatan Perangkat di
laboratorium Komputer
1. Monitor
Monitor
adalah
alat
yang
memperagakan data atau proses yang
terjadi dalam CPU secara visual. Selama
3

ini dikenal 2(dua) jenis Monitor, LCD dan


CRT.
i) Chatode-ray tube (CRT)
Chatode-ray tube atau disingkat
CRT merupakan perangkat yang
merubah sinyal listrik menjadi sinyal
optical melalui proses penembakan
electron (electron beam). CRT banyak
dipakai sebagai peralatan televisi,
osiloskop, radar sistem dan lain
sebagainya.
ii) Liquid Crystal Display (LCD)
Liquid Crystal Display adalah
teknologi display yang menggunakan
sifat isotropic dari suatu bahan material
organic yang berbentuk liquid-crystal
karena pengaruh medan listrik. Setiap
pixel dari suatu LCD terdiri dari lapisan
liquid-crystal yang diapit oleh 2
elektrode
transparan
(transparent
electrodes) yang terbuat dari Indium Tin
Oxide
(ITO)
dan
2
filter
polarisasi(polarizing filter).

penyakit dengan gejala berupa ganguan


pada penglihatan yang terjadi pada
pengguna komputer. Penelitian Tri Sejati
pada tahun 1989 terhadap 40 orang
operator komputer membuktikan bahwa 34
orang mengalami kelelahan mata. Dari
jumlah tersebut ternyata 20% bekerja
secara efektif antara 2-4 jam, sedang 65%
bekerja secara efektif antara 5-8 jam.
Penelitian Muhdahani pada tahun 1994, di
antara 57 operator komputer yang
mengoperasikan komputer minimal 4 jam
sehari
ternyata
88,5%
mengalami
kelelahan mata. (Cepi Riyana,2011).
2. CPU
CPU (Control Processing Unit)CPU
tidak boleh bersentuhan dengan dengan
bagian tubuh yang basahkarena aliran
No
Parameter
.

Radiasi

Monitor CRT

Monitor
LCD

Radiasi cukup
Radiasi
besar bila
lebih
dibandingkan
kecil
LCD
(50Hz - 60 Hz)

Lebih
Kenyamana Membuat mata
2
nyaman
n pada mata
lelah
di mata

Tabel 1.1 Perbandingan Monitor CRT


dengan Monitor LCD

Bentuk

Cenderung
besar

Flat dan
relative
lebih
kecil

Dead Pixel

Tidak

Bisa

Only in
Video
Multiple Video native
Resolution
Resolution resolutio
n

Sumber: http://elib.unikom.ac.id/f

Tabel di atas menunjukkan bahwa


monitor LCD memiliki banyak kelebihan
di banding monitor CRT, terutama dalam
hal radiasi. Radiasi yang ditimbulkan
monitor dapat mengakibatkan beberapa
kerusakan pada mata. Misalnya saja CVS
(Computer Vision Syndrome). CVS adalah

Daya

Relatif besar

Relatif
kecil

Ketajaman
gambar

Tingkat
contrast dan
ketajaman
lebih tinggi

Tingkat
contrast
dan
ketajama
n warna
kurang 4

Sudut
pandang

Sudut
Tidak terbatas pandang
terbatas

listrik yang ada pada CPU dapat


menyetrum manusia.Cara pencegahannya
yaitu:
1. Bagian tubuh yang basah oleh air
maupun oleh keringat tidak boleh
menyentuh CPU.
2. Jika ingin memegang CPU biasakan
memakai sarung tangan atausendal
karet untuk menghindari setruman
dari CPU.
Seiring lamanya waktu pemakaian
komputer, CPU(Central Processing Unit)
akan mejadi semakin panas. Panas yang
ditimbulkan oleh processor dapat mencapai
1000C seperti pada Mobile Celeron. Suhu
yang terlalu tinggi dapat mempangaruhi
kerja computer, selain itu jika panas ini
bersentuhan dengan area intim dapat
menyebabkan kemandulan seperti pada
penggunaan laptop. CPU sendiri dapat
mengalirkan listrik sehigga jika diletakkan
di lantai dan tidak dilengkapi dengan
ground dapat membahayakan pengguna
tanpa alas kaki. Untuk itu CPU dapat
diletakkan di atas meja atau ditanahkan
(grounded) dengan cara dihubungkan ke
tanah atau tembok menggunakan seutas
kawat tembaga.
3. Mouse
Mouse
pada
komputer
dapat
menyebabkan tangan menjadi pegal jika
kitamemakainya
terlalu
sering.Cara
pencegahannya yaitu:
1. Atur posisi mouse dengan benar.
Yaitu dengan
menaruh mouse
disebelah keyboard.
2. Sesuaikan
tangan yang
biasa
kita gunakan
untuk bekerja
denganmouse. Jika kita kidal
(pengguna tangan kiri), maka taruh
mouse disebelah kiri keyboard dan
atur mouse menjadi left handed
disystem operasi.
Sebuah mouse yang dirancang dengan
baik seharusnya tidak menimbulkan
tekanan
berlebihan
pada
otot-otot
pergelangan tangan dan lengan bawah.

Sebuah mouse besar mungkin menjaga


pergelangan tangan terus membungkuk
pada sudut tidak nyaman. Tekanan dapat
dikurangi dengan melepaskan mouse pada
interval yang sering, dengan memilih
garis-ramping, mouse low-profile.
4. Keyboard
Posisi keyboard merupakan salah satu
faktor penyebab nyeri otot danpersendian.
Penyebab nyeri otot dan tulang yang
disebabkan
oleh
keyboardadalah
penggunaan jari-jari tertentu saja dalam
waktu yang lama.Cara pencegahannya
yaitu:
1. Letakkan
keyboard dengan
posisi lebih rendah dari monitor tapi
tidak terlalu rendah.
2. Jangan
terlalu sering
mengetik
terlalu lama,
berikan jeda
istirahatuntuk jari-jari kita agar tidak
kaku.
Posisikan keyboard sehingga lengan
dalam posisi relaks dan nyaman, serta
lengan bagian depan dalam posisi
horisontal.
Manfaatkan
keyboard
ergonomik yang dirancang untuk dapat
diatur sesuai ukuran jari, kebiasaan tata
letak huruf dan posisi lengan.
5. Kabel
Penggunaan stop kontak yang sesuai
dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal
ini untuk menghindari terjadinya hubungan
pendek dan kelebihan beban. Lindungi
kabel
dengan
menggunakan
pipa
pelindung.
6. Radiasi Komputer
Komputer memiliki radiasi mencapai
45 T, tetapi apabila dengan jarak 3 cm
radiasi yang terjadi sebesar 0,5-30 T,
dengan jarak 30 cm radiasi yang terjadi
sebesar < 0,001 T
Menelisik lebih lanjut mengenai
dampak penggunaan komputer terhadap
kesehatan, maka sangat perlu dilakukan
5

penataan dan pemahaman terhadap tata


letak dan cara penggunaan komputer yang
baik. Terutama pada Laboratorium
Komputer, yang merupakan tempat
computer dalam jumlah banyak dengan
ruang yang terbatas. Dari ulasan tersebut
maka dapat dikatakan artikel ini bertujuan
untuk mengoptialkan fungsi Laboratorium
Komputer
dengan
memperhatikan
kesehatan penggunanya.
7. Meja dan kursi komputer
Meja
dan
kursi
komputer
berhubungan erat dengan posisi duduk dan
kenyamanan pengguna komputer. Meja
dan kursi komputer yang tidak baik (tidak
ergonomis) dapat menyebabkan datangnya
kelelahan kerja dengan cepat. Meja
komputer yang baik :
1. Dilengkapi dengan alat sandaran
kaki (foot rest)
2. Bagian bawah meja memberikan
ruang gerak bebas bagi kaki
Tinggi meja sekitar 55-75 cm (disesuaikan
dengan ukuran kursinya dan juga
disesuaikan dengan tinggi operatornya.
Kursi komputer yang baik :
1 Kursi fleksibel yang dapat
mengikuti lekuk punggung
2 Sandaran punggung (back rest)
dan tingginya dapat diatur
3 Tinggi kursi dapat disesuaikan
dengan kaki pengguna computer
4 Dilengkapi dengan 5 kaki dan
diberi roda sehingga tidak mudah
jatuh dan mudah digerakkan ke
segala arah.
Pada saat menggunakan komputer
juga harus diperhatikan posisi saat
menggunakannya. Posisi yang bagusa saat
melakukan pekerjaan dengan komputer
adalah:.
a) Posisikan keyboard sehingga lengan
anda dalam posisi relaks dan nyaman,
dan lengan bagian depan dalam posisi
horizontal
b) Tempatkan mouse dekat dan di
permukaan yang sama dengan

keyboard sehingga anda dapat meraih


dan menggunakannya tanpa harus
meregangkan tangan ke posisi yang
berbeda
c) Untuk kenyamanan, atur monitor
sehingga mata anda sama tingginya
dengan tepi atas layar, sekitar 5-6cm
di bawah bagian atas casing monitor.
d) Tinggi kursi ideal adalah 42-51 cm,
dengan penyangga badan 45-55 cm
dan sudut yang terjadi antara
penyangga dengan dengan tempat
duduk adalah 930-1030.
e) Tinggi dari meja yang disarankan
adalah 73cm 2,5 cm, dengan ukuran
meja 60cm x 100cm.
3.5 Tata
Letak
Peralatan
Laboratorium
Tata letak ruang komputer harus
dibuat sedemikian rupa sehingga orangorang yang berkepentingan dan erat
kaitannya dengan pemrosesan data dapat
dengan mudah mencapai ruang komputer.
Selain itu faktor kesehatan juga harus
diperhatikan. Dalam kaitannya dengan luas
ruangan tidak ada patokan standar dalam
menentukan luas ruangan lab komputer,
tapi biasanya luas lab komputer mengikuti
luas ruang standar lab pada umumnya yaitu
kurang-lebih sekitar (6 m x 8 m) atau (8 m
x 12 m) tergantung ketersediaan
ruang/lahan
yang
ada
di
sekolah/madrasah/universitas
yang
bersangkutan, yang terpenting adalah
pemenuhan
persyaratan
untuk
lab
komputer.
Syarat umum yang harus
dipenuhi dalam tata letak peralatan
komputer adalah :
a) Luas untuk 1 unit komputer minimal
adalah 60 cm x 100 cm;
b) Jarak antar komputer ke komputer
yang ada di belakangnya 30cm;
c) Jarak antara meja komputer dengan
kursi sekitar 30 cm
d) Jarak mata pengguna ke layar monitor
sekitar 50 cm.
e) Kapasitas 2m2/ mahasiswa.
Sedangkan yang paling utama dalam
penataan lab adalah peletakan unit
6

komputer dalam ruangan, karena hal ini


berkaitan dengan besar ruangan yang
diperlukan untuk menampung seluruh
komputer yang tersedia/dibutuhkan. Ada
beberapa jenis tata letak peralatan
laboratorium yang biasa digunakan dalam
penataan laboratorium komputer tapi yang
umum digunakan ada dua jenis yaitu:
1. Tata Letak Komputer Menghadap ke
Depan
Tata letak laboratorium ini sangat
umum, namun demikian dari sisi
pembelajaran hal ini kurang efektif
sebab :
1. Jarak pandang mahasiswa sangat
2. rendah (khususnya dari bagian
belakang);
3. Dosen tidak dapat melihat kegiatan
mahasiswa;
4. Jalan bagi guru untuk bekerja
dengan
mahasiswa
secara
individual sangat sukar;
5. Pemasangan kabel sangat sukar dan
perlu kabel di bawah lantai (tidak
mudah diubah);
6. Para mahasiswa mudah sekali
menabrak peralatan ketika masuk
dan keluar;
7. Jika
salah
satu
komputer
mengalami
masalah,
maka
diperlukan perbaikan kecil dan hal
ini akan mengganggu kegiatan
mahasiswa di dalam lab.
2. Tata Letak Komputer Menghadap ke
Samping
Tata letak laboratorium ini jauh lebih
baik dari sisi pembelajaran, karena:
1. Para mahasiswa dapat merasa
nyaman di kursi mereka dengan
jarak pandang cukup baik.
2. Dosen dapat memantau kegiatan
semua mahasiswa selama belajar.
3. Jalan bagi guru untuk bekerja
secara
individual
dengan
mahasiswa sangat bagus.
4. Pemasangan kabel sangat mudah
dan mudah pula dimodifikasi.

5. Para mahasiswa tak berhubungan


dengan kabel secara langsung dan
dapat
mengurangi
resiko
kecelakaan.
6. Jika
salah
satu
komputer
mengalami masalah, dan ketika
diperlukan perbaikan kecil
a. mahasiswa
lain
tak
terganggu.
Kondisi
ruangan
laboratorium
komputer sebaiknya:
a) Suhu sebaiknya diatur 20-250C. Pada
Laboratorium Fakultas Teknik Jurusan
Teknik Elektro Universitas Udayana
menggunakan 2 buah AC untuk
mengatur suhu ruangan suhu sebaiknya
diatur 20-250C, sehingga suhu ruangan
dapat disesuaikan untuk mendukung
kenyamanan berkerja.
b) Kelembaban ruang sebaiknya 40%-55%
c) Pencahayaan ruang 200 lux 500 lux
sudah cukup baik untuk pekerjaan
komputer. Lampu yang digunakan di
Laboratorium Fakultas Teknik Jurusan
Teknik Elektro Universitas Udayana
adalah lampu 14 watt. Tingkat intensitas
cahaya yang diberikan oleh lampu TL
14 watt adalah 475,42 lux. Untuk
penggunaan komputer dengan intensitas
pencahayaan ruangan sebesar 475,42
lux, itu Termasuk cukup tetapi akan
lebih baik jika lampu TL 14 watt
tersebut ditambah menjadi 4 buah
dengan masing-masing watt lampu
menjadi 24 watt. Karena, minimal
pencahayaan untuk melakukan kegiatan
komputer dalam laboratorium dengan
sumber dokumen adalah minimal 1500
LUX untuk sumber yang tidak terbaca
jelas, kemudian menurut SNI, daya
pencahayaan maksimum untuk ruang
kantor/ industri adalah 15 watt/ m2.
Untuk rumah tidak melebihi 10 watt/m2.
( tambahan Ir. Hartono Poerbo,
M.Arch : untuk toko 20-40 watt/m 2,
hotel 10-30 watt/m2, sekolah 15-30
watt/m2, rumah sakit 10-30 watt/m2).
Sehingga, untuk pengukuran dari
7

nyamannya intensitas pencahayaan itu


sendiri adalah dapat dirumuskan
sebagai berikut :
a) Diketahui :
1 LUX = 0.001496 WATT/m2
b) Ditanya :
Rata-rata satuan daya lampu dalam
suatu ruangan berukuran 8,77m x 6,75m
c) Solusi :
Jika dihitung dengan rumus maka,
rata-rata satuan daya lampu 40 Watt
dalam suatu ruangan berukuran
8,77m x 6,75m adalah :
Rata-rata Daya = Total Daya (Watt) /
Luas Ruangan (m2)
Rata-rata = 4 buah lampu TL @ 36 Watt
/ 59,1975 m2 = 2,432 Watt/m2
Sedangkan untuk standard ruangan
laboratorium dengan 1500 LUX,
maka didapat :
1 LUX = 0.001496 Watt/m2
1500 LUX = 500 * 0.001496 Watt/m2 =
2,244 Watt/m2
Itu menandakan bahwa lampu TL 4 buah
@ 36 Watt sebenarnya sudah memenuhi
nilai standard untuk ruangan laboratorium
komputer 8,7m x 6,75m, sehingga tidak
perlu ditambahkan untuk jumlah lampu.
Dari hasil analisis tersebut dapat dilihat
ruangan laboratorium yang mempunyai
ukuran 8,7m x 6,75m ini sudah melebihi
dari batas LUX yang disarankan.
d) Untuk dinding dan plafon dapat
digunakan material yang mempunyai
daya serap yang tinggi terhadap tingkat
kebisingan.
e) Untuk disain jendela, diusahakan
menggunakan jendela yang dapat
memperkecil jumlah debu yang masuk.
f) Penggunaan stop kontak yang sesuai
dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal
ini untuk menghindari terjadinya
hubungan pendek dan kelebihan beban.
g) Untuk menghindari aliran listrik di
lantai, lantai dapat dilapisi dengan
karpet.
Posisi duduk selama menggunakan
komputer harus diperhatikan, karena dapat
menimbulkan kelelahan otot, kerusakan

meta dan gangguan kesehatan lainnya.


Untuk menunjang posisi duduk yang baik
diperlukan penataan perangkat komputer,
kursi dan meja yang baik.
f) Posisikan keyboard sehingga lengan
anda dalam posisi relaks dan nyaman,
dan lengan bagian depan dalam posisi
horizontal
g) Tempatkan mouse dekat dan di
permukaan yang sama dengan
keyboard sehingga anda dapat meraih
dan menggunakannya tanpa harus
meregangkan tangan ke posisi yang
berbeda
h) Untuk kenyamanan, atur monitor
sehingga mata anda sama tingginya
dengan tepi atas layar, sekitar 5-6cm
di bawah bagian atas casing monitor.
i) Tinggi kursi ideal adalah 42-51 cm,
dengan penyangga badan 45-55 cm
dan sudut yang terjadi antara
penyangga dengan dengan tempat
duduk adalah 930-1030.

3.6 Redesign tata letak laboratorium


komputer
yang
direkomendasikan
Penggunaan karpet pada ruangan
dapat memperkecil resiko tersengat
aliran listrik. Untuk pencahayaan
lampu yang digunakan tidak merata
dimana terdapat 1 lampu yang padam
sehingga pencahayaan tidak menyebar
secara merata. Tapi sebaiknya
pencahayaan ditambah, dapat berupa
panambahan lampu maupun dengan
mengganti lamput dengan lampu 24
watt. Pemberian jarak pada masingmasing komputer sangat diperlukan
dan tentunya dengan didukung
penggunaan meja dan kursi yang
ergonomis. Di dalam laboratorium ini
tidak terdapat printer jadi kebisingan
hanya berasal dari komputer.
Pada gambar diatas komputer
dikurangi 1, pada pojok kana bawah.
Dan ac dipindah pada tempat tersebut
agar AC tidak langsung mengenai
8

mahasiswa
yang
menggunakan
komputer. Dan juga di AC di berikan
rak untuk menaruh tas.
Jadi sebenarnya tata letak untuk
setiap komputer sudah cukup baik.
Jarak antar komputer sudah sesuai dan
juga tempat untuk dosen memantau
juga sudah pas. Sehingga tidak ada
perubahan yang signifikan.
4

Simpulan dan saran

Saat istirahat (setelah mata lelah)


usahakan untuk melihat benda atau
objek berwarna hijau.
4
Bekerja dengan rileks dan nafas
yang teratur sehingga sirkulasi darah
ke otak lancar agar efektif dalam
bekerja (tidak cepat lelah dan
mengantuk).
5
Senantiasa mengedipkan mata
secara kontinyu hal ini di maksudkan
agar kornea mata tidak terlalu kering.
3

4.1 simpulan
Laboratorium komputer sangat di
butuhkan untuk menunjang pengetahuan
mahasiswa tentang komputer itu sendiri.
Tapi juga harus memperhatikan dari sisi
kesehatan dan juga dampak dari
pemakaian komputer dan lain-lainnya.
Laboratorium komputer haruslah di tata
sedemekian rupa agar nyaman, aman dan
juga efisien.
4.1 saran
Dalam
menggunakan
komputer
sebaiknya perlu memperhatikan hal-hal
yang dapat membuat kita tidak nyaman.
Berikut ada beberapa saran:
1

Hindari menggunakan komputer


bersamaan dengan mengoperasikan
atau menggunakan alat lain seperti
telepon angkat atau handphone
(banyak terjadi pada pekerjaan
sekretaris kantor). Solusinya adalah
dengan mengganti telepon bentuk
angkat dengan telepon bentuk
headset/earphone dan speaker yang
dipasang dekat mulut sehingga tidak
mengganggu pekerjaan komputer
dan menghindari gangguan leher.
2
Selama bekerja istirahatlah secara
periodik. Hal ini untuk mengurangi
kemungkinan
kelelahan
dan
ketidaknyamanan.
Ikuti
aturan
20/20/20, yaitu: setiap 20 menit
bekerja, istirahat selama 20 detik,
dengan alihkan pandangan ke jarak
6m.

DAFTAR PUSTAKA
Yunitasulistya.2009. Pengaruh Komputer
Bagi Kesehatan.
(yunitasulistya.wordpress.com/2009/0
2/10/pengaruh-komputer-bagikesehatan.html). Diakses pada tanggal
12 Desember 2014.
Riyana, Cepi.2014. Manajemen
Laboratorium Teknologi Informasi
dan Komunikasi.
(kurtek.upi.edu/tik/content/lab.pdf).
Diakses pada tanggal 12 Desember
2014.
Mashud.2014. Komputer, Ergonomi dan
Kesehatan Kerja.(
arsipegianto.tripod.com/komputer_dan
_kesehatan_kerja.pdf). Diakses pada
tanggal 6 Desember 2014.
Ontario.2014. Computer Ergonomics:
Workstation Layout and Lighting.
(www.labour.gov.on.ca/english/hs/pdf/
gl_comp_erg.pdf). Diakses pada
tanggal 6 Desember 2014.
DEPDIKNAS.2007. Penetapan Daya
Tampung Mahasiwa.
9

(bapsi.its.ac.id/images/dayatampung.p
df). Diakses pada tanggal 6 Desember
2014.
Kiswiantoro, Pipit. 2014. Pengembangan
Laboraturium Komputer yang Ideal
dan Berdaya Guna.
phietzlife.blogspot.com/2014/
04/pengembanganlaboratorium-komputeryang.html. Diakses tanggal 11 Juni
2011.

10