Anda di halaman 1dari 5

LEMBAR KERJA SISWA

PRAKTIKUM BIOLOGI

Nama

Kelas :

PENGENALAN dan PENGGUNAAN MIKROSKOP

Kompetensi Inti
:
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya dis ekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
:
4.1 Menerapkan prosedur keselamatan kerja di laboratorium dan biosafety
sederhana dalam melakukan praktek biologi di laboratorium secara disiplin, cermat, dan
bertanggung jawab.
Tujuan

Alat

Siswa dapat mengetahui bagian-bagian mikroskop dan fungsinya


Siswa dapat menggnakan mikroskop untuk mengamati obyek/preparat
Membandingkan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron
Membandingkan mikroskop cahaya tipe SEM dan TEM

Mikroskop cahaya
Kaca preparat dan penutupnya
Silet
Tusuk gigi atau jarum pentul

Bahan :

Daun durian
Air

Teori
Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan dalam bidang biologi karena dapat
digunakan untuk mempelajari struktur dari benda-benda kecil. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat
membantu dalam pengamatan dan struktur sel berbagai organisme. Untuk mengetahui mikroskop maka perlu
diketahui komponen mikroskop, macam mikroskop, peggunaan dan pemeliharaannya.

Gambar 1. Komponen mikroskop

Pada dasarnya mikroskop mempunyai dua buah lensa, yaitu lensa obyektif yang terletak dekat denga obyek
yang akan diamati dan lensa okuler yang terletak di dekat mata kita. Obyek utama diperbesar oleh lensa obyektif,
bayangan yang dihasilkan diubah pada lensa okuler. Perbesaran total merupakan hasil perkalian perbesaran lensa
obyektif dan lensa okuler.

Ada dua jenis mikroskop bersadarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi
(mikroskop cahaya/mikroskop biologi) dan mikroskop tiga dimensi
(mikroskop stereo); beberapa menyebut
keduanya sebagai mikroskop optik. Sedangkan bersadarkan sumber cahaya yang dipakai, mikroskop dibemenjadi
mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
(1) Mikroskop cahaya/biologi
Digunakan untuk mengamati benda-benda tipis dan transparan. Jika benda yang diamati terlalu tebal
(misalnya, jaringan yang seharusnya disayat tipis), maka jaringan tersebut tidak akan jelas terlihat. Benda
yang diamati biasanya diletakkan diatas kaca obyek dan dalam medium cair kemudian ditutup dengan kaca
penutup yang tipis. Pengamatan preparat awetan juga dapat mengunakan mikroskop biologi.
Penyinaran diberikan secara alami (cahaya matahari) atau lampu. Perbesaran yang sering terdapat pada
mikroskop biologi adalah:
obyektif 4x, okuler 10x, berarti perbesaran 40x,
obyektif 10x, okuler 10x, berarti perbesaran 100x,
obyektif 40x, okuler 10x, berarti perbesaran 400x,
obyektif 100x (obyektif minyak emersi), okuler 10x, berarti perbesaran 1000x ketika menggunakan
perbesaran ini, permukaan kaca preparat WAJIB diolesi minyak emersi.
(2) Mikroskop stereo
Digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus, dapat tebal atau tipis, transparan
maupun tidak. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop
stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kikroskop cahaya sehingga dapat melihat bentuk 3D benda yang
diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga dapat mengamati obyek yang tebal. Mikroskop stereo
mempunyai sifat sebagai berikut:
a. mempunyai 2 obyektif dan 2 okuler supaya didapatkan bayangan 3 dimensi dari pengamatan 2 mata.
b. perbesaran tidak terlalu kuat, tetapi yang lebih diutamakan adalah medan pandang yang luas dan gerak
kerja yang panjang. Dengan demikian, benda yang diamati cukup jauh sehingga mikroskop ini dapat
digunakan untuk pembedahan.
c. mikroskop stereo yang sering dipakai mempunyai perbesaran obyektif 1x atau 2x, okuler 10x atau 15x, dan
perbesaran total sampai 30x.
(3) Mikroskop elektron
Pada mikroskop elektron, daya pisah mikroskop bisa kira-kira hanya 0,2 mikron bila daya pisah yang
digunakan maksimal. Pada mikroskop elektron digunakan sinar elektron yang mempunyai panjang gelombang
sangat pendek, tergantung pada voltase yang dipakai. Untuk mendapatkan sinar elektron yang mempunyai
panjang gelombang 0,005 diperlukan voltase 50.000 volt. Perbesaran menggunakan mikroskop elektron dapat
mencapai hingga 100.000x sehingga dapat dipakai untuk melihat molekul protein, virus, bakteriofage, struktur
bakteri, dan lain-lain. Mikroskop elektron mempunyai 2 tipe, yaitu SEM (scanning electron microscope) dan TEM
(transmission electron microscope). SEM digunakan untuk studi terperinci tentang arsitektur permukaan sel
(atau struktur renik lainnya). TEM digunakan untuk mengamati struktur terperinci internal sel.

Gambar 2. Perbandingan antara mikroskop cahaya dan mikroskop elektron

Gambar 3. Perbandingan
(1) mikroskop TEM dan SEM

(2)

Langkah Kerja
:
(1) Isilah kolom keterangan gambar di samping! (3)
Tabel Pengamatan

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

(2) Isilah tabel perbandingan mikroskop berikut!


Tabel 1. Tabel perbandingan antara mikroskop cahaya dan mikroskop elektron
No.

Faktor pembeda

1.

Sumber cahaya

2.

Tipe lensa

3.

Daya pisah

4.

Hasil pengamatan preparat

5.

Biaya pemeliharaan

Mikroskop cahaya

Mikroskop elektron

Tabel 1. Tabel perbandingan antara mikroskop TEM dan mikroskop SEM


No.

Faktor pembeda

1.

Sumber cahaya

2.

Tipe lensa

3.

Jenis preparat yang diamati

4.

Letak preparat yang akan diamati

5.

Deflektor

6.

Detektor

7.

Hasil pengamatan

TEM

SEM

(3) Pembuatan awetan segar


Perhatikan gurumu ketika menerangkan langkah kerjanya! Gambarlah hasilnya!
Tabel 3. Tabel hasil pengamatan pembuatan preparat segar
Gambar

Keterangan

Perbesaran =

Nama preparat :
Ilustrasi :