Anda di halaman 1dari 25

USULAN PROGRAM

IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM)

PELATIHAN
TATA LAKSANA DAN TATA KELOLA INDUSTRI MIGAS BAGI
MAHASISWA DAERAH TERDAMPAK
INDUSTRI MIGAS DI PROVINSI PAPUA BARAT

OLEH
KETUA
AGUSTINUS DENNY UNGGUL RAHARJO, ST., MOGE (NIDN. 0028057706)

ANGGOTA
NUR PRASETYO PONCO NUGROHO, ST., M.Eng (NIDN. 0024117406)

UNIVERSITAS PAPUA
APRIL 2015
i

HALAMAN PENGESAHAN

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
RINGKASAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
1.2 Permasalahan Mitra
1.3 Solusi Yang Ditawarkan
BAB II TARGET DAN LUARAN
2.1 Target
2.2 Luaran
BAB III METODE PELAKSANAAN
BAB IV KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI
BAB V BIAYA DAN JADWAL
5.1 Biaya
5.2 Jadwal
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran

iii

....

....

i
ii
iii
iv
1
1
2
2
4
4
4
5
6
7
7
8

RINGKASAN

Provinsi Papua Barat merupakan daerah yang dianugrahi dengan kekayaan sumber daya alam
yang melimpah. Salah satu sumber daya alam tersebut adalah berupa minyak dan gas bumi
yang pengelolaannya diberikan kepada swasta maupun perusahaan milik pemerintah sesuai
aturan yang berlaku. Masyarakat terdampak kegiatan industri minyak dan gas bumi memiliki
latar belakang yang beragam. Persepsi dan penerimaan yang berbeda dan tingkat keterkaitan
terhadap industri minyak dan gas bumi yang berbeda pula seringkali menimbulkan
pergesekan diantara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. Khususnya masyarakat adat
pergesekan budaya dapat terjadi dan diperuncing dengan tumpang tindihnya pengakuan atas
tanah adat oleh pemerintah maupun perusahaan. Selain itu konflik sosial antara masyarakat
pendatang dan masyarakat yang berdomisili tetap juga dapat timbul. Disimpulkan bersama
bahwa permasalahan mendasar mitra adalah tidak memiliki pemahaman/pengetahuan baik
formal maupun informal tentang kegiatan usaha industri minyak dan gas bumi beserta segala
dampak positif maupun negatif industri tersebut terhadap khususnya masyarakat adat. Untuk
menjawab permasalahan mitra maka dirancanglah suatu kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat:
Pelatihan Tata Laksana dan Tata Kelola Industri Minyak dan Gas Bumi Bagi Mahasiswa
Daerah Terdampak Industri Minyak dan Gas Bumi Di Provinsi Papua Barat.

Kata kunci: Masyarakat Adat, Industri Minyak dan Gas Bumi, tata kelola migas, tata laksana
migas

iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Provinsi Papua Barat merupakan daerah yang dianugrahi dengan kekayaan sumber daya alam
yang melimpah. Salah satu sumber daya alam tersebut adalah berupa minyak dan gas bumi
yang pengelolaannya diberikan kepada swasta maupun perusahaan milik pemerintah sesuai
aturan yang berlaku.
Industri minyak dan gas bumi dibedakan menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan hulu dan
kegiatan hilir. Kegiatan hulu berkaitan dengan usaha penemuan sumber-sumber minyak dan
gas bumi hingga upaya mengeluarkannya dari perut Bumi. Sedangkan kegiatan hilir adalah
usaha untuk mengkonversi minyak dan gas bumi menjadi bahan bakar sumber energi maupun
bahan petrokimia lainnya serta penjualan hasil konversi tersebut.
Di Provinsi Papua Barat kegiatan usaha pada kegiatan hulu lebih banyak daripada kegiatan
hilir, terutama pada daerah pesisir barat dan selatan Semenanjung Kepala Burung dan sekitar
Teluk Bintuni. Kegiatan hulu walaupun dilakukan di daerah terpencil umumnya melingkupi
daerah yang luas sehingga seringnya berada pada lokasi yang merupakan hak ulayat
masyarakat adat maupun daerah berpopulasi. Melihat adanya kegiatan/operasi usaha hulu
tersebut masyarakat adat memiliki keinginan untuk terlibat berdasarkan pada letak operasi
pada wilayah adat maupun tempat mereka tinggal dan juga atas alasan mendasar manusia
yaitu ekonomi.
Kegiatan industri minyak dan gas bumi dalam skala apapun selalu menjadi pendorong
kegiatan ekonomi di daerah industri tersebut berada. Laju kegiatan ekonomi utamanya
didukung oleh masyarakat pendatang yang baik secara langsung maupun tidak langsung
berkaitan dengan industri minyak dan gas bumi. Melihat banyaknya masyarakat pendatang
yang memperoleh manfaat ekonomi dari industri di daerah mereka, masyarakat setempat
memiliki pula keinginan untuk maju dengan meniru kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan
oleh masyarakat pendatang. Masyarakat setempat ini merupakan masyarakat non-pribumi
yang telah terlebih dahulu ada maupun masyarakat adat/pribumi yang mendominasi daerah
tersebut. Untuk selanjutnya masyarakat setempat ini disebut sebagai masyarakat terdampak
kegiatan industri minyak dan gas bumi.
Masyarakat terdampak kegiatan industri minyak dan gas bumi memiliki latar belakang yang
beragam. Untuk masyarakat adat tingkat pendidikan sangat beragam mulai dari pendidikan
dasar hingga postgraduate, walaupun secara rata-rata ada pada kisaran pendidikan dasar.
1

Disamping itu, karena sebagian daerah tempat industri minyak dan gas bumi berada telah
dikembangkan sejak masa pendudukan Belanda, maka sebagian masyarakat telah memiliki
pemahaman tentang industri minyak dan gas bumi. Sementara itu masyarakat lainnya
memiliki persepsi dan pandangan sendiri terhadap industri minyak dan gas bumi sesuai
dengan pengalaman hidup mereka.
Persepsi dan penerimaan yang berbeda dan tingkat keterkaitan terhadap industri minyak dan
gas bumi yang berbeda pula seringkali menimbulkan pergesekan diantara masyarakat,
pemerintah, dan perusahaan. Khususnya masyarakat adat pergesekan budaya dapat terjadi dan
diperuncing dengan tumpang tindihnya pengakuan atas tanah adat oleh pemerintah maupun
perusahaan. Selain itu konflik sosial antara masyarakat pendatang dan masyarakat yang
berdomisili tetap juga dapat timbul.

1.2 Permasalahan Mitra


Mitra adalah Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat adat tedampak kegiatan
industri minyak dan gas bumi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra, walaupun mitra
berstatus Mahasiswa yang memiliki pendidikan di atas rata-rata, adalah:
1. Mitra tidak terdidik/terlatih secara formal mengenai industri minyak dan gas bumi
2. Mitra tidak memiliki akses terhadap informasi mengenai usaha industri minyak dan gas
bumi
3. Mitra setelah lulus diharapkan oleh masyarakat adat tempat mereka berasal dapat mewakili
masyarakat adat atau memberikan masukan kepada masyarakat adat terhadap
permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adat; diantaranya kegiatan
usaha industri minyak dan gas bumi.

Disimpulkan bersama bahwa permasalahan mendasar mitra adalah tidak memiliki


pemahaman/pengetahuan baik formal maupun informal tentang kegiatan usaha industri
minyak dan gas bumi beserta segala dampak positif maupun negatif industri tersebut terhadap
khususnya masyarakat adat.

1.3 Solusi Yang Ditawarkan


Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Papua memiliki sumberdaya untuk dapat
memberikan pemahaman, pengetahuan, informasi, dan sumbang saran mengenai kegiatan
usaha industri minyak dan gas bumi beserta dampak industri tersebut pada masyarakat adat.
2

Untuk menjawab permasalahan mitra maka dirancanglah suatu kegiatan Ipteks Bagi
Masyarakat: Pelatihan Tata Laksana dan Tata Kelola Industri Minyak dan Gas Bumi
Bagi Mahasiswa Daerah Terdampak Industri Minyak dan Gas Bumi Di Provinsi Papua
Barat yang bertujuan untuk:
1. Memberikan pengetahuan tentang industri minyak dan gas bumi secara komprehensif
2. Memberikan pengetahuan tentang peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan
industri minyak dan gas bumi, termasuk di dalamnya peraturan tentang Dana Bagi Hasil
Migas
3. Memberikan informasi tentang dampak industri minyak dan gas bumi bagi masyarakat dan
lingkungan
4. Menyiapkan Mahasiswa peserta pelatihan sebagai agen yang dapat memberikan informasi
yang berdasarkan fakta mengenai industri minyak dan gas bumi, khususnya di Provinsi
Papua Barat

BAB II TARGET DAN LUARAN

2.1 Target
Target kegiatan ini adalah Mahasiswa anggota masyarakat adat daerah terdampak industri
minyak dan gas bumi dari empat Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Papua Barat.
Mahasiswa yang ikut pada kegiatan ini adalah hasil rekomendasi mitra yang merupakan
Asrama Mahasiswa masing-masing Kabupaten/Kota di Manokwari Ibukota Provinsi Papua
Barat. Adapun mitra terdiri dari empat Asrama Mahasiswa, yaitu:
1. Asrama Mahasiswa Malamoi (Kota Sorong)
2. Asrama Mahasiswa Kabupaten Sorong
3. Asrama Mahasiwa Kabupaten Teluk Bintuni
4. Asrama Mahasiswa Kabupaten Raja Ampat

Masing-masing Asrama Mahasiswa akan merekomendasikan lima orang anggotanya untuk


dapat mengikuti kegiatan ini.

2.2 Luaran
Luaran kegiatan ini adalah jasa. Jasa yang dimaksud adalah jasa pelatihan mengenai tata
laksana dan tata kelola industri minyak dan gas bumi bagi Mahasiswa anggota masyarakat
adat terdampak industri minyak dan gas bumi di Provinsi Papua Barat. Diharapkan setelah
mengikuti pelatihan Mahasiswa tersebut dapat menjadi agen penyebar informasi yang baik
dan tepat mengenai industri minyak dan gas bumi khususnya di Provinsi Papua Barat. Selain
itu diharapkan Mahasiswa peserta pelatihan dapat memberikan masukan bagi masyarakat adat
mengenai bagaimana berinteraksi dengan pemerintah dan perusahaan terkait dengan industri
minyak dan gas bumi.

BAB III METODE PELAKSANAAN

Pelatihan akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas tentang tata laksana
pada industri minyak dan gas bumi. Sedangkan bagian kedua membahas tentang tata kelola
pada industri minyak dan gas bumi. Disamping dua bagian tersebut akan dibahas pula
permasalahan-permasalahan penting pada industri minyak dan gas bumi terutama yang
berhubungan dengan lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Materi akan dibawakan secara
komprehensif dengan mengedepankan aspek interaksi antara penyaji dan peserta.

Bagian tata laksasana pada industri minyak dan gas bumi akan berisi materi mengenai:
1. Geologi Minyak Bumi
2. Teknik Pemboran
3. Teknik Produksi
4. Teknik Reservoir
5. Ekomoni Minyak dan Gas Bumi

Bagian tata kelola pada industri minyak dan gas bumi akan berisi materi mengenai:
1. Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan Industri Minyak dan Gas Bumi
2. Perijinan Industri Minyak dan Gas Bumi
3. Dokumen Lingkungan Industri Minyak dan Gas Bumi
4. Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi
5. Corporate Social Responsibility dan Proper

Pada akhir kegiatan akan dilakukan tes mengenai materi yang disajikan untuk mengetahui
dan menjadi evaluasi sejauh mana serapan dari materi pelatihan yang diberikan kepada
peserta.

BAB IV KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Papua mampu untuk menjawab dan melaksanakan
kegiatam program IbM ini, tim pelaksana memiliki kemampuan dan keterampilan dalam
bidang yang berkaitan dengan industri minyak dan gas bumi mulai dari aspek teknik,
ekonomi, regulasi dan permasalahan lingkungan serta kemasyarakatan. Jurusan Teknik
Perminyakan sebagai unit kerja tim pelaksana kegiatan sangat kompeten terhadap
penyelesaian permasalahan mitra dengan memberikan pemahaman konsep, solusi dan
keterampilan yang dibutuhkan oleh mitra.

Tabel 1. Kepakaran Tim Pelaksana


No

Nama

Bidang Keahlian

Tugas Dalam Kegiatan

Agustinus Denny T e k n i k Koordinator/ Perencanaan dan


Unggul Raharjo P e m b o r a n , Penyajian Materi
Teknik Reservoir,
Ekonomi dan
Regulasi Migas
N u r P r a s e t y o Teknik Produksi, Anggota/ Penyajian Materi
Ponco Nugroho D o k u m e n
Lingkungan dan
Regulasi Migas

Alokasi Waktu
(Jam/minggu)
8

LPM bertanggung jawab mengontrol dan memastikan bahwa program ini akan terlaksana
dengan baik. Kinerja LPM UNIPA pada tahun 2014 terlihat pada kegiatan-kegiatan yang
dilakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah:
Program IbIKK sebanyak 1 judul/kegiatan
Program IbM sebanyak 9 judul/kegiatan
Program KKN UNIPA
Penyuluhan dan pelatihan mandiri sebanyak 32 kegiatan
Kerjasama dengan Whitley Fund for Nature pada kegiatan Promoting conservation of
Leatherback turtles through the conservation village concept and preditor management and
control for endangered LBT nesting area
Kerjasama dengan Asian Development Bank pada kegiatan The Education Sector and
Capacity Development Partnership (ACDP)
Kerjasama dengan Pemda Kabupaten Pegunungan Arfat pada kegiatan PLTMH

BAB V BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

5.1 Biaya
Total biaya Program IbM Pelatihan Tata Laksana dan Tata Kelola Industri Minyak dan
Gas Bumi Bagi Mahasiswa Daerah Terdampak Industri Minyak dan Gas Bumi Di
Provinsi Papua Barat sebesar Rp 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah) dengan ringkasan
biaya dapat dilihat pada Tabel 2 dan rincian penggunaan biaya pada Tabel 3.

Tabel 2. Ringkasan Anggaran Yang Diajukan


No
Uraian
1 Gaji dan Upah
2 Konsumsi dan ATK
3 Lain-lain
Total

Biaya (Rp)
9,080,000
31,560,000
9,360,000
50,000,000

Tabel 3. Rincian Anggaran Yang Diajukan


1. Gaji dan Upah
Jumlah
Jumlah
Jam/Minggu Minggu
1 Koordinator Kegiatan
1
8
28
2 Anggota Pelaksana
1
6
28
3 Mahasiswa
4
2
12
Jumlah Biaya

No

Pelaksana Kegiatan

Jumlah

Honor
Biaya (Rp)
/Jam
25,000 5,600,000
15,000 2,520,000
10,000
960,000
9,080,000

2. Konsumsi dan ATK


No

Bahan

1
2
3
4

Coffe break peserta


Coffe break pembicara
Makan siang
Makan siang Pembicara

1
2
3

Biaya ATK
Modul pelatihan
Stationary

hari

Volume
Satuan Harga
Jumlah
Konsumsi
3x2
50
peserta
25,000
7,500,000
3x2
9
pembicara
25,000
1,800,000
3
50
kegiatan
40,000
6,000,000
3
9
pembicara
40,000
3,390,000
Sub Total
18,690,000
ATK
1
Paket
1,120,000
1,120,000
4
50
Paket
50,000
10,000,000
50
Paket
35,000
1,750,000
Sub Total
12,870,000
Total
31,560,000

3. Lain-lain
No
Bahan
Volume
1 Fee Institusional
1
Biaya Penggandaan materi
2
350
seminar
3 Biaya Penjilidan Laporan
6
Biaya Penggandaan
4
500
Laporan Akhir
Biaya Penjilidan Laporan
5
6
Akhir
6 Sertifikat
50
7 Transport Pemateri
9
Jumlah Biaya

Satuan
Kegiatan

Harga
Jumlah (Rp)
5,000,000 5,000,000

Eksemplar

2,000

700,000

Eksemplar

55,000

330000

500

250000

Eksemplar

55,000

330000

Lembar
Paket

10,000
250,000

500,000
2,250,000
9,360,000

Lembar

5.2 Jadwal Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan IbM direncanakan berlangsung selama delapan bulan mulai Maret Oktober 2016 dengan rincian jadwal kegiatan pada Tabel 3.

Tabel 3. Jadwal Kegiatan


No

Kegiatan

II

Persiapan dan Koordinasi dengan


1 Mitra
Sosialisasi dan penjaringan peserta
2 pelatihan
3 Persiapan materi pelatihan
Penyediaan sarana dan prasarana
4 pelatihan
5 Kegiatan pelatihan
6 Kegiatan pengujian pelatihan
7 Desiminasi luaran pelatihan

III

IV

Bulan
V

VI

VII

VIII

DAFTAR PUSTAKA

PANDUAN PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA


MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI EDISI IX, Direktorat Penelitian Dan
Pengabdian Kepada Masyarakat DIRJEN DIKTI Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan,
Jakarta, 2013

Lampiran 1. Biodata
BIOGRAFI/DAFTAR RIWAYAT HIDUP TIM PENGUSUL
Biodata Ketua Tim Pelaksana
A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

: Agustinus Denny Unggul Raharjo, ST., MOGE

2.

Jenis Kelamin

:L

3.

Jabatan Fungsional

: Asisten Ahli

4.

NIP

: 197705282006041002

5.

NIDN

: 0028057706

6.

Tempat dan Tanggal Lahir

: Semarang, 28 Mei 1977

7.

E-mail

: a.dennyur@gmail.com

8.

Nomor telp/HP

: 081236125442

9.

Alamt Kantor

: Jl. G. Salju, Amban , Manokwari-Papua Barat

10. Nomor Telp/Faks

: (0986) 214739/214739

11. Lulusan yang telah dihasilkan: S2 = 0, S1 = 0, D3 = 40


12. Mata Kuliah yang diampu

1. Pengantar Teknik Perminyakan


2. Geologi Minyak Bumi
3. Petrologi
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Teknologi Lepas Pantai


K3 Industri Migas
Bahasa Inggris Teknik Perminyakan
Teknik Pemboran I
Teknik Pemboran II
Material Teknik Perminyakan

B. Riwayat Pendidikan
S1
Nama Perguruan Tinggi
Bidang Ilmu

S2

UPN Veteran Yogyakarta The University of Western


Australia
Teknik Perminyakan
Oil & Gas Engineering

Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Studi Laboratorium


CO2 Sorption Effect in
Pengaruh Perubahan
Sandstone Reservoir
Temperatur Terhadap Aditif
Pada Lumpur KCL/PHPA
N a m a P e m b i m b i n g / Ir. Subiatmono, MT dan Dr. Asst/Professor Jian Guo
Promotor
Ir. Sudarmoyo, SE., MS. Wang

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

No
1

Tahun
2011

Pendanaan

Judul Penelitian

Sumber
Swadaya

CO2 Sorption Effect in Sandstone


Reservoir

Jml (juta Rp)


-

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir


Pendanaan

Judul Pengabdian Kepada


Masyaratkat

No

Tahun

2013

Tim Teknik Penilaian Dokumen UKL/


UPL Pengeboran Sumur Eksplorasi
R-2 di Perairan Teluk Bintuni Provinsi
Papua Barat

2013

Tim Teknis Penilaian Dokumen UKL/


UPL Survei Seismik 2D/3D Blok
Arguni I Provinsi Papua Barat

Sumber
BP Berau
Ltd.

Jml (juta Rp)


-

Eni
Indonesia
Ltd.

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir


No.
1

Judul Artikel Ilmiah

Nama Jurnal

Shale Gas In Australia: Learning From Journal of


United States America Experience
Information and
Communication
Technologies
(JISTECH)
The Asia-Pacific Natural Gas: Market JISTECH
Growth, Trends and Oppurtunities

Volume/Nomor/
Tahun
Vol. 5 No. 1,
Februari 2013

Vol. 5 No.2,
Agustus 2013

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir


No.

Nama pertemuan ilmiah

Judul artikel ilmiah

Waktu dan
tempat
-

G. Karya Buku dalam 5 Tahun terakhir


No

Judul Buku

Tahun

Penerbit

Jumlah
Halaman
-

H. Penerimaan HKI 5-10 Tahun terakhir


No

Judul /Tema HKI

Tahun

Jenis

Nomor P/ID

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5


Tahun terakhir
No

Judul /Tema Rekayasa


Sosial Lainnya yang Telah
Diterapkan
-

Tahun

Tempat
Penerapan

Respon Masyarakat

J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi

lainnya)
No
-

Judul Penghargaan

Insttitusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan proposal.

Manokwari, 20 Mei 2014


Ketua Tim Pelaksanan

Agustinus D. U. Raharjo, ST., MOGE

Biodata Anggota Tim Pelaksana


A. Identitas Diri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Jabatan Fungsional
NIP
NIDN
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor telp/HP
Alamat Kantor
Nomor Telp/Faks
Lulusan yang telah dihasilkan
Mata Kuliah yang diampu

: Nur Prasetyo Ponco Nugroho, ST., M.Eng


:L
: Lektor
:197411242005011002
: 0024117406
Malang / 24 November 1974
: nurprasetyoponconugroho@yahoo.com
: 081334228386
: Jl. Gunung Salju, Amban , Manokwari, Papua Barat
: (0986) 214739/214739
: S2 = 0, S1 = 0, D3 = 50
1. Teknik Produksi I
2. Mekanika Fluida
3. Thermodinamika
4. Lumpur Pemboran

B. Riwayat Pendidikan
S1
Nama Perguruan Tinggi

S2

Institut Teknologi Nasional, U n i v e r s i t a s G a d j a h M a d a ,


Malang
Yogyakarta
Teknik Kimia
Teknik Kimia

Bidang Ilmu
Judul Skripsi/Tesis/Disertasi

Pembuatan Naftalena dari P e m b u a t a n S o d i u m L i g n o


B a t u b a r a B i t u m i n o u s Sulfonat dari Tandan Kosong
dengan Metode Hidrogenasi Kelapa Sawit dengan Metode
Katalitik Kapasitas 7500 Sulfonasi dan Pemurniannya
ton/tahun
Menggunakan Kation Exchanger

Nama Pembimbing/Promotor

Ir. Bambang Purwadi, M.Sc P r o f . I r. S u r y o P u r w o n o ,


M.A.Sc., Ph.D
Ir. Bambang Susilohadi
Muslikhin Hidayat, ST., MT.,
Ph.D

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir


No Tahun
1

Judul Penelitian

2011 Pengaruh Kandungan Lignin Dalam Bahan


Baku dan Lamanya Waktu Reaksi dalam
Pembuatan Sodium Lignosulfonat (SLS)
2 2011 Penentuan Kadar Lignin dan Natrium
Bisulfit Terpakai dalam Pembuatan SLS
3 2009 Pembuatan SLS dari Tandan Kosong
-2011 Kelapa Sawit

Pendanaan
Sumber

Jml(juta Rp)

Mandiri

7.5

Mandiri

Mandiri

25

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No

Tahun

Judul Pengabdian Kepada Masyaratkat

2013 Tim Teknis Penilaian Dokumen UKL/UPL


Pengeboran Sumur Eksplorasi R-2 di Perairan
Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat

2013 Tim Teknis Penilaian Dokumen UKL/UPL Survei


Seismik 2D/3D Blok Arguni I Provinsi Papua
Barat
2012 - Ketua Bidang Bina Program Forum Komunikasi
Tutor Pendidikan Keaksaraan
2017

2011- Pengajar Paket B dan Paket C Masyarakat


Pedalaman Papua di daerah Hink dan Arfai
2013

2011- Bendahara PKBM Papua Sejahtera


2013

Pendanaan
Sumber
BP Berau Ltd.

Jml (juta Rp)


-

Eni Indonesia
Ltd.

Provinsi Papua
Barat, Periode
2012 -2017
PKBM Papua
Sejahtera

PKBM Papua
Sejahtera

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir


No

Judul Artikel Ilmiah

Nama Jurnal

Pengaruh Kandungan Lignin


Dalam Bahan Baku dan Lamanya
Waktu Reaksi dalam Pembuatan
Sodium Lignosulfonat
Pembuatan Naftalena dari
Batubara
Penentuan Kadar Lignin dan
Natrium Bisulfit Terpakai dalam
Pembuatan Sodium Lignosulfonat
dengan Metode Sulfonasi

JISTECH

Vol.3 No.2, Edisi Agustus


2011

JISTECH

Vol.4 No.2, Edisi April 2012

JISTECH

Vol.4 No.3, Edisi September


2012

2
3

Volume/Nomor/Tahun

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir


No
1

Nama Pertemuan
Ilmiah/Seminar
TATA KELOLA
INDUSTRI
EKSTRAKTIF
PAPUA BARAT
PELUANG Dan
TANTANGAN
Seminar Nasional
Teknoin New
Manufacturing
Technology for
Customer
Involvement in
Value Creation

Judul Artikel

Waktu dan Tempat

Tata Kelola Industri Ekstraktif di Papua Hotel Aston Niu Manokwari,


Barat Peluang dan Tantangan
17 - 18 Juli 2012

Penentuan Kadar Lignin dan Natrium FTI UII Yogyakarta,


Bisulfit Terpakai dalam pembuatan
Sodium Lignosulfonat dengan Metode 10 November 2012
Sulfonasi

Karya Buku dalam 5 Tahun terakhir

G.

No

Judul Buku

Tahun

Jumlah Halaman

Penerbit

Buku Ajar Teknik


Produksi I
Penuntun Praktikum
Lumpur Pemboran

2012

112

Perpustakaan UNIPA

2012

38

Perpustakaan UNIPA

2
H.

Penerimaan HKI 5-10 Tahun terakhir


No

Judul /Tema HKI

Tahun

Jenis

Nomor P/ID

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun


terakhir
No

Judul /Tema Rekayasa Sosial


Lainnya yang Telah
Diterapkan

Tahun

Tempat
Penerapan

Respon Masyarakat

J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No

Judul Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan proposal
Manokwari, 20 April 2014
Anggota Tim Pelaksana

Nur Prasetyo Ponco Nugroho, ST., M.Eng

Lampiran 2. Gambaran Ipteks yang akan ditransfer

Ipteks yang akan ditransfer kepada mitra adalah:


1. Pengetahuan tentang tata cara pengelolaan industri minyak dan gas bumi di Indonesia
dalam hal perijinan, hak - kewajiban pengusaha tambang, tanggung jawab sosial
perusahaan, peran serta pemerintah, dan aspek lingkungan.
2. Pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan industri minyak dan gas bumi di Indonesia dari
segi teknis dan praktis.

Lampiran 3. Peta lokasi mitra

Letak Kota Manokwari

Letak UNIPA relatif terhadap para mitra

Lampiran 4. Surat pernyataan kesediaan kerjasama mitra