Anda di halaman 1dari 4

Irsyad

15312052

19 April 2015

Kebijakan KLHK
Secara umum prinsip-prinsip dalam arah kebijakan pembangunan lingkungan hidup dan
kehutanan yang didorong, meliputi :
1. Prinsip aktualisasi Nawa Cita terutama menyangkut kehadiran negara di tengah rakyat,
taat kelola pemerintahan yang demokratis, membangun perdesaan dan small holders,
menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik, reformasi sistem dan penegakan
2.
3.
4.
5.

hukum serta produktivitas rakyat dan kemampuan daya saing dan restorasi sosial;
Kualitas lingkungan hidup untuk pemenuhan hak azasi manusia.
Prinsip produksi dan konservasi (sustainable development).
Hutan untuk kesejahteraan rakyat dan citizenship.
Pendekatan ekosistem dan penataan kelembagaan pusat dan daerah (inter-government
relation).

Dengan prinsip-prinsip arahan tersebut, terdapat tiga peran strategis pembangunan


lingkungan hidup dan kehutanan meliputi :
1. Menjaga kualitas lingkungan hidup yang memberikan daya dukung (kualitas udara, air,
dan tanah), pengendalian pencemaran, pengelolaan DAS, keanekaragaman hayati serta
pengendalian perubahan iklim;
2. Menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan sumber daya alam untuk
kelangsungan kehidupan seperti menjaga keseimbangan alam untuk keseimbangan alam
dan kehidupan, menjaga DAS dan sumber mata air untuk ketersediaan air yang
mencukupi bagi kelangsung hidup dan menjaga daya dukung fisik ruang wilayah serta
kualitasnya.
3. Menjaga luasan dan fungsi hutan yang mencukupi untuk menopang kehidupan (life
support system) serta menyediakan hutan (produksi dan APL) untuk kegiatan sosial
ekonomi rakyat, menjaga jumlah dan jenis flora dan fauna serta endangered species.

Kebijakan-kebijakan KLHK diatur dalam peraturan-peraturan sebagai berikut :


KEBIJAKAN IKLIM ME-4034

Irsyad
15312052

19 April 2015

DAFTAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI BIDANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


DAN PENGELOLAAN SAMPAH

Bidang Peraturan
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan Sampah
Perlindungan dan Pengelolaan Air
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
Perlindungan dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Perlindungan dan Pengelolaan Tutupan Lahan
Pelestarian Fungsi Atmosfer
Pelestarian Fungsi Udara
Perlindungan dan Pengelolaan Laut
Instrumen Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Data dan Informasi
Pengawasan dan Penegakan Hukum
Kapasitas Sumber Daya Manusia
Kapasitas Kelembagaan
Perjanjian Internasional
Perizinan Lingkungan Hidup

Jumlah
3
3
16
7
16
6
3
3
0
0
9
0
0
2
0
6

Program KLHK
Program Unggulan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Adipura
Balai Kliring Keanekaragaman Hayati
Kearifan Lingkungan
Kompetensi Bidang Lingkungan
Pelayanan Terpadu
Penegakan Hukum
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER)

Pertimbangan Ekologis dalam Tata Ruang Wilayah dan Kota


Untuk mengendalikan pemaanfaatan ruang kota yang berdampak pada penurunan
kualitas lingkungan, diperlukan penataan ruang kota yang mengintegrasikan kepentingan

KEBIJAKAN IKLIM ME-4034

Irsyad
15312052

19 April 2015

berlangsungnya fungsi-fungsi ekologis yang selama ini masih belum secara optimal dilakukan
dalam penataan ruang wilayah dan kota di Indonesia.

Berdasarkan pertimbangan keberlanjutan fungsi ekologis, maka penataan ruang wilayah


dan kota harus dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Memahami peran dan fungsi kota dalam konteks ekosistem


Konservasi ruang-ruang alami yang berfungsi ekologis
Penyediaan ruang-ruang buatan penunjang fungsi ekologis
Penyediaan ruang-ruang pengolah limbah untuk melindungi kelangsungan fungsi

ekologis
5. Optimalisasi pemanfaatan ruang terbangun

Sumber :
http://www.menlh.go.id/rapat-kerja-komisi-vii-dpr-ri-dengan-klhk-ri/ (diakses 19 April 2015)
http://jdih.menlh.go.id/ (diakses 19 April 2015)

KEBIJAKAN IKLIM ME-4034

Irsyad
15312052
http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/view/448/464 (diakses 19 April 2015)

KEBIJAKAN IKLIM ME-4034

19 April 2015