Anda di halaman 1dari 5

Pemerisaan CT SCAN

1.
Pengertian
CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai
sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak
2.
Indikasi
1)
Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan
tanparadioisotop2)
Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru,aneurisma
(pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh darahlainnya.3)
Menilai tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker, dan
jeniskanker.4)
Kasus trauma/cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya pada
kecelakaan. Biasanya harusdilakukan bila timbul penurunan kesadaran, muntah, pingsan,atau
timbulnya gejala gangguan saraf lainnya.5)
Menilai organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll.6)
Membantu proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk
di tubuh. Disini CT scan berperan sebagai mata dokter untuk melihat lokasi yang tepat
untuk melakukan tindakan.7)
Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya
kurangmemuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan
selainCT scan.
3.
Kontraindikasi
1.
Pasien dengan berat badan kurang dari145 kg.2.
Pasien tidak mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25
menit.3.
Pasien dengan alergi iodine

4.
Persiapan alat
Persiapan alat dan bahanAlat dan bahan yang digunakan untukpemeriksaan kepaladibedakan
menjadi dua, yaitu :a)
Peralatan sterill meliputi:1.
Alat-alat suntik2.
Spuit.3.
Kassa dan kapas4.
Alkohol b)
Peralatan non-steril meliputi:1.
Pesawat CT-Scan2.
Media kontras3.
Tabung oksigen
Persiapan Media kontras dan obat-obatan dalam pemeriksaan CT-scan kepala pediatrikdi
butuhkan media kontras nonionik, karena untuk menekan reaksi terhadap media kontrasseperti
pusing, mual dan muntah serta obat anastesi jika diperlukan. Media kontras digunakanagar
struktur-struktur anatomi tubuh seperti pembuluh darah dan orga-organ tubuh lainnyadapat
dibedakan dengan jelas. Selain itu dengan penggunaan media kontras maka dapatmenampakan
adanya kelainan-kelainan dalam tubuh seperti adanya tumor.Teknik injeksisecara Intra Vena
( Seeram, 2001 ).1.
Jenis media kontras : omnipaque, visipaque2.
Volume pemakaian : 2

3 mm/kg, maksimal 150 m3.


Injeksi rate : 1

3 mm/sec.
5.
Persiapan pasien
a.

CT scan otak :
1)
Klien dan keluarga klien sebaiknya di berikan informasi mengenai pemeriksaan yang
akandilakukan2)
Inform concent3)
Jelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan serta resiko-resiko yang timbul
akibat pemeriksaan tersebut, khususnya akibat pemakaian bahan kontras.4)
Pasien di anjurkan untuk puasa .Pasien sebaiknya puasa minimal 6

8 jam sebelum pemeriksaan. Hal ini bertujuan agar pasien pada saat pemeriksaan tidak
mual sebagai akibat penyuntikan bahan kontras secara intra vena.5)
injeksi dengan 50 cc bolus injeksi dan dengan 100 cc drip infus melalui kontras intravena.tumor.
Teknik injeksi secara Intra Vena ( Seeram, 2001 )Jenis media kontras : omnipaque,
visipaqueVolume pemakaian : 2

3 mm/kg, maksimal 150 mInjeksi rate : 1

3 mm/sec b.
CT scan thorax :1)
Klien dan keluarga klien sebaiknya di berikan informasi mengenai pemeriksaan yang
akandilakukan2)
Inform concent3)
Jelaskan tujuan tindakan kepada klien dan keluarga4)
Pasien di anjurkan untuk puasa .Pasien sebaiknya puasa minimal 6

8 jam sebelum pemeriksaan. Hal ini bertujuan


agar pasien pada saat pemeriksaan tidak mual sebagai akibat penyuntikan bahan kontras secara
intra vena.5)
injeksi dengan 50 cc bolus injeksi dan dengan 100 cc drip infus melalui kontras intravena.tumor.
Teknik injeksi secara Intra Vena ( Seeram, 2001 ).c.
CT Scan abdomen1)
Klien dan keluarga klien sebaiknya di berikan informasi mengenai pemeriksaan yang
akandilakukan2)

inform consent3)
Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada klien4)
Pasien meminum kontras :

Pasien minum kontras 300 cc 2 jam sebelum pemeriksaan.

Satu jam sebelum pemeriksaan pasien minum 200 cc yang kedua.

Ketika akan dilakukan pemeriksaan pasien minum bahan kontras ke tiga sebanyak 200
cc,dimasukkan bahan kontras per anal sebanyak 500 cc.
6.
Prosedur
1.
Preinteraksi1.
Lihat catatan keperawatan dan catatan medis2.
Jelaskan tujuan dilakukan pemeriksaan kepada klien2.
Interaksi
1.
Cuci tangan2.
Memakai handscone3.
Posisi terlentang dengan tangan terkendali.4.
Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.5.
Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut
yangdicurigai adanya kelainan.6.
Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.7.
Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.8.

Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan
memakai protektif lead approan.9.
Cuci tangan3.
Terminasi1.
Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.2.
Evaluasi3.
Dokumentasi
7.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
1.
Observasi keadaan alergi terhadap zat kontras yang disuntikan. Bila terjadi alergi dapatdiberikan
deladryl 50 mg.2.
Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.3.
Ukur intake dan out put. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat
kontras yangeliminasinya selama 24 jam. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal,
memerlukankoreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter
8.
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul
1.
Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan terhadap prosedur pemeriksaan
ditandaidengan klien tampak pucat,tekanan darah meningkat dan klien sering menanyakan
dampakdari prosedur pemeriksaan.2.
Kurangnya pengetahuan terhadap prosedur pemeriksaan berhubungan dengan
kurangnyamendapat penyuluhan tentang prosedur pemeriksaan ditandai dengan klien terlihat
bingungdan sering bertanya-tanya tentang pemeriksaan